[EXOFFI FREELANCE] Find The Lost (Chapter 1)

pizap.com14458792115441ddd
Tittle : Find the Lost (chapter 1)
Subtittle : One Bullet save the world
Author : Isaline Jung
Main Cast : Kris Wu (Kris ex Exo)
Jung Hyoae (oc)
Oh Sehun (Sehun of Exo)
Kim Hyunra (oc)
Genre : Action, School life, hurt, comfort, romance, sad, happy ending.
Length : Chaptered
Rated : T

Disclaimer : Alur di chapter ini cepat, dan alurnya maju mundur,
Sudut pandang berubah-ubah tapi tenang author udah kasih tanda. Ff ini hanya fiktif belaka semua oc itu milik author pribadi dan cast artisnya milik orang tua masing-masing. wajah cast? author hanya meminjam tidak ada unsur pencemaran nama baik di ff ini dan ini hanya karangan fiksi.

Annyong hasseyo readersdeul, author intro dulu ya. Nae ireumeun Isaline imnida saya author baru disini, dan masih jadi author pemula, pastinya ini ff pertama author ^_^ mohon kasih kritik dan saran ya bagi readersdeul yang mana tahu udah berpengalaman jadi author biar kita sama-sama berbagi pengetahuan :v oh iya, maaf jika ada kesalahan ketik atau penggunaan katanya tidak efektif, karena author masih pemula dan belum tau gimana jurus buat readersdeul jadi klimaks dan ngefly. Jangan jadi sider or silent reader ya… karena itu tidak bagus dan tidak menghargai karya author, dan jangan menjadi plagiarism because I hate it.
Let’s check it out this fanfiction.
I’m depply sorry if this fanfiction verry bored and flat.
Happy Reading guys ^_^

Beranikah kau bertaruh bahwa
seseorang bisa hidup tanpa cinta
cinta memang bukan segalanya
tetapi cinta membuat segalanya menjadi lebih indah

Find the Lost

Chapter 1

Suasana didalam gereja terlihat biasa-biasa saja tidak ada keributan dan tidak hening, semua tamu undangan telah hadir dan duduk dibangku masing-masing.Lalu seorang pria mengenakan jubah hitam-putih memasuki gereja dan berjalan ke mimbar gereja, dan berdiri didepan altar.

“Dengan penuh kasih, saya perkenankan calon mempelai pria memasuki tempat pemberkatan” ucap pria yang diketahui pekerjaannya ialah sebagai pastur.
Lalu masuklah seorang pemuda dan beberapa pemuda pengiringnya berjalan menuju altar, pemuda itu tampak siap dengan apapun yang akan terjadi nanti.

“Saya perkenankan juga calon mempelai wanita memasuki tempat pemberkatan” ucap pastur itu lagi.

Maka masuklah seorang gadis cantik yang sudah berpakaian gaun pengantin yang mewah dan anggun, semua mata tertuju padanya mengagumi betapa cantiknya ciptaan Tuhan yang satu ini.Gadis itu memasuki gereja bersama dengan beberapa pengiring wanita lainnya, gadis itu pun berdiri tepat didepan altar dan tepat disebelah pemuda yang diketahui namanya adalah Kris.

“Baiklah kita akan mulai pemberkatan pernikahan ini” ucap pastur itu, calon pengantin terlihat sudah siap.

“Pernikahan adalah sebuah ikatan yang menyatukan kedua belah insan menjadi satu atas dasar cinta, Tuhan menciptakan segala makhluk dibumi berpasang-pasangan.Dan apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia.” ujar pastur itu.

“Kris Wu, apakah anda bersedia menjadi suami Jung Hyoae, menjaganya dikala bangun dan tidurnya, menanggung jawab segala kebutuhan lahir batin dan jiwa raganya, selalu menyemangati hidupnya selamanya sampai nanti disaat Tuhan mencabut nyawa anda? ”

“Saya bersedia” jawab kris.

“Jung Hyoae, apakah anda bersedia menjadi isteri Kris Wu, melayaninya dengan kasih, tunduk kepada perkataannya, merawatnya kala ia sakit, dan mencintainya selamanya sampai nanti disaat Tuhan memanggil nama anda?”

“Saya bersedia” jawab Hyoae.

Kemudian mereka pun saling memakaikan cincin sebagai tanda bahwa mereka telah terikat didalam tali pernikahan.Mereka pun diperbolehkan berciuman secara suci, Kris hanya mmengecup dahi Hyoae singkat lalu semuanya bertepuk tangan.

“Dihadapan Tuhan kalian berdua telah sah menjadi pasangan suami isteri” ucap pastur itu, lalu semua bersorak bahagia.

Para tamu undangan menyalami mereka, memberikan ucapan selamat pada mereka yang kini telah menjadi pasangan suami dan isteri.

“Hyoae ssi selamat ya… wah kau hebat sekali, kau bahkan masih pertama masuk SHS tapi kau sudah menikah dengan Kris sunbae” ucap seorang gadis, Hyoae pun berjalan meninggalkan Kris yang masih menyalami tamu undangan.

“Gomawo Hyunra ssi tetapi ini bukan kemauanku” jawab Hyoae.

“Tapi kau bahagiakan” ucap Hyunra polos.

“Aku belum bahagia Hyunra ssi, jika dia tidak mencintaiku aku tidak akan bahagia” jawab Hyoae.

“Itulah sebabnya, kau harus membahagiakannya Hyoae ssi”

“Apa yang bisa kuperbuat, aku hanyalah siswa SHS”

“Ne kau benar, tetapi lakukanlah apa yang bisa kau lakukan saat ini, selebihnya serahkan kepada Tuhan”

“Pasti” jawab Hyoae, mereka pun menjadi mengobrol tentang banyak hal.
Lalu segerombolan pria datang menghampiri mereka.

“Congratulation Hyoae ssi, you’re really really beautiful like a princess today, congratulation for your wedding” ucap seorang pria.

“Thank you so much my dear brother, you look handsome too I like your fashion today” balas Hyoae.

“Thank you, but nothing is handsome than your husband Hyoae ssi” ujar pria itu.

“Don’t talk like that, all people in here is look verry beauty and handsome Suho oppa”

“You’re true, but nothing is amazing than you and your husband” jawab pria yang diketahui namanya adalah Suho itu.

“Hyoae ssi, selamat” ucap seorang pria bernama Baekhyun.

“Aku tidak tahu harus menjawab apa, karena pernikahan ini bukan kemauanku oppa, tetapi aku tahu ini adalah keputusan yang terbaik, maka dari itu aku menerimanya” jawab Hyoae.

“Kau harus bahagia, apapun yang terjadi kau harus bahagia” Baekhyun merangkul Hyoae bagaikàn kakak dan adik.

“Gomawoyo oppa” jawab Hyoae tersenyum.

“Hyunra ssi, ingat ya, kau jangan bilang siapapun tentang ini” ujar Hyoae dengan nada sedikit mengancam.

“Oke boss” jawab Hyunra.

Mereka pun menjadi mengobrol tentang banyak hal, dan mereka sesekali tertawa.
Disisi lain Kris hanya memerhatikan Hyoae dari kejauhan, karena merasa jenuh Kris pun keluar menuju balkon gereja, Kris menikmati pemandangan laut yang sangat strategis, sesekali ia mengambil napas dalam dan membuangnya perlahan.

“Kris ah, selamat” ucap seorang pria pada Kris, ia menoleh kearah pria yang memanggilnya.

“Ini bukan kemauanku Luhan ssi” jawab Kris.

“Jadi kau menyesal?” tanya Luhan.

“Tidak, aku hanya merasa bersalah padamu” ujar Kris.

“Tak apa Kris ah aku mengerti” jawab Luhan.

“Tapi kau harus membahagiakannya, kau tak boleh melukai perasaan gadis yang kucintai sedikitpun” Luhan meneruskan kalimatnya.

“Luhan ssi”

“Hanya itu yang dapat kuminta darimu Kris ah, kumohon”

“Baiklah aku pasti membahagiakannya”

 

Beralih lagi kepada Hyoae, ia sedang asik mengobrol dengan Hyunra, Suho, Baekhyun, Chanyeol, Lay, D.o, Chen, Tao, dan Xiumin. Dan disisi lain terdapat Kai dan Sehun sedang mencicip-cicip masakan yang tersedia.

“Hey Kai apa yang itu enak?” tanya Sehun dengan mulut penuh kue.

“Enak” jawab Kai.

“Berikan padaku” Kai pun memberikan kue yang tadi dimakan olehnya, Sehun pun langsung memakannya.

“Hukk!” karena menelan paksa semua kue dimulutnya Sehun pun menjadi tersedak, Kai tertawa melihat Sehun.

“Hey mengapa tertawa, berikan aku minum cepat” Kai pun mengambil minuman dan memberikannya pada Sehun.
skip

Sebuah mobil terlihat sedang melaju memasuki sebuah rumah, rumah yang bernuansa alam dan megah.Mobil itu berhenti didepan rumah didekat air pancur berpigura malaikat, kemudian keluarlah Kris dan Hyoae dari dalam mobil itu. Hyoae memasuki rumah itu dan melihat-lihat bangunannya, Hyoae berdecak kagum akan rumah itu, ia tak menyangka rumah yang akan ia tempati bersama Kris akan seindah ini. Semua barang-barang furniture tertata rapi pada tempatnya dan juga sebuah waterwall dengan ikan hias yang menambah indah rumah itu.

“Kau suka?” tanya Kris.

“Ne” jawab Hyoae singkat.

Hyoae mencium aroma masakan yang sepertinya terasa enak sekali Hyoae pun mencari dari mana aroma itu datang, ternyata aroma itu datang dari arah dapur, terlihat seorang wanita paruh baya sedang memasak sesuatu, merasa diperhatikan wanita itu pun sadar akan kehadiran Hyoae.

“Ah, nona” wanita itu terkejut melihat Hyoae.

“Mianhae, Ahjumma siapa? ” tanya Hyoae.

“Saya Lee ah jung, nona boleh memanggil saya dengan sebutan Lee ahjumma, saya akan menjadi pembantu nona di rumah ini, saya bekerja disini” jawab wanita.

“Ahjumma sedang memasak apa?” tanya Hyoae.

“Saya sedang memasak bulgogi nona” jawab Lee ahjumma.

“Hyoae ssi, kau berbicara pada siapa?”Kris menghampiri Hyoae.

“Ini ada Lee ahjumma, oppa” jawab Hyoae, Kris membungkukkan badannya pada Lee ahjumma, Lee ahjumma membalasnya dengan membungkukkan badannya juga.

“Aku ingin lihat-lihat dulu” Hyoae pergi meniggalkan Kris.

Hyoae berjalan ke pekarangan belakang rumahnya yang ternyata masih sangat luas, dimana disampingnya ada kolam berenang berukuran luas 9×9 meter, mempunyai kolam kecil untuk berendam kaki yang mempunyai air hangat, dan didalamnya ada ikan-ikan kecil yang akan memakan kuman-kuman dan sel kulit mati pada kulit manusia. Di pekarangan rumput terdapat lahan kosong yang cukup luas dan ditumbuhi rumput rindang, dan juga terdapat sedikit tanaman buah anggur dan buah stroberi, Hyoae sangat senang, ia paling suka memelihara tanaman buah. Sekeliling pekarangan juga ditanami bunga-bunga berbagai macam warna membuat pekarangan itu semakin indah saja. Hyoae sangat senang dengan rumah yang ia tempati sekarang ini, rumah yang tidak terlalu besar namun memiliki pekarangan hijau dan luas, ia akan sangat betah berada disini.

“Nona ayo makan” teriak Lee ahjumma. Hyoae pun datang menenteng gaun pengantinnya yang terlalu panjang itu agar tidak kotor.
Hyoae masuk lalu duduk, Lee ahjumma pun meletakkan makanan yang sudah dimasaknya tadi ke meja makan

“Selamat makan” ucap Hyoae

Mereka pun makan dalam diam, Hyoae memang tak suka berbicara apabila ia sedang makan.

***
“Hah lelah juga memakai sepatu ini” keluh Hyunra yang sudah duduk disofa rumahnya.

“Siapa suruh kau memakai sepatu itu” ucap Kai.

“Kau bahkan baru memakai yang sembilan senti, bagaimana dengan Hyoae yang memakai dua belas senti” ujar Chen.

“Sudahlah kalian ini, wanita itu berbeda-beda, Hyunra adalah wanita yang tidak suka memakai high hells” celetuk Suho.

“Huff kalian ini, sudah besar selalu saja adu mulut seperti anak kecil” sambung Xiumin.

“Aku tidak, aku hanya mengeluh dan mereka langsung membahasnya oppa” jawab Hyunra.

“Yasudah kalau begitu” jawab Xiumin.

“Hah lelah” keluh Hyunra lagi.

“Kira-kira Hyoae ssi dan Kris sunbae sedang apa yah…” ujar Hyunra.

“Apa kau masih ingat film twilight saga honeymoon Hyunnie?” tanya Kai.

“Ya aku ingat, wae?” tanya Hyunra balik.

“Apa kau melihat adegan Edward dan Bella menikah?” tanya Kai lagi.

“Aku melihat, dan aku masih ingat” jawab Hyunra.

“Itulah yang dilakukan mereka sekarang Hyunnie” ujar Kai.

“Pletak” Chen menjitak kepala Kai, Kai meringis.

“Kau, apa kau ingin mengulang kesalahanmu 3 tahun yang lalu” omel Chen.

“Apa kau mau dihajar lagi oleh Xiumin hyung huh?” terus Chen.
Memang Kai pernah dihajar oleh Xiumin karena mengajak Hyunra menonton twilight honeymoon dan tertangkap basah mengajak Hyunra menonton film yadong. Hyunra adalah anak yang polos ia hanya tahu tentang apa yang diketahui oleh anak-anak namun ia tidak mengetahui apa yang diketahui orang dewasa, bahkan berpacaran saja ia tidak tahu apa maknanya. Namun sekarang kepolosan Hyunra tidak separah dulu.

“Edward Bella dan pernikahan” Hyunra tampak tidak mengerti maksud Kai.

“Ah, Kai kau membuatku bingung, kalau ingin memberitahukan sesuatu itu yang jelas” omel Hyunra.
Hyunra naik kekamarnya menenteng sepatunya.

“Dasar Kai babo, Kris hyung dan Hyoae ssi tak mungkin melakukan hubungan intim, mereka masih sekolah” kali ini Suho angkat bicara.

“Aku mau tidur, aku lelah” Kai pun naik kekamar dan akhirnya mereka semua juga kekamar masing-masing.

Hyunra merebahkan dirinya di ranjang dan melihat jam tangannya yang ternyata menunjukkan pukul 13:17 KST ia pun bangun dan bergerak untuk membersihkan diri.

“Dudurudududu kissing you baby dudurudududu loving you baby” Hyunra bersenandung ria di kamar mandi walau ia tak tahu makna dari lirik lagunya ia hanya bernyanyi.

Sudah lebih dari 10 menit Hyunra pun selesai mandi ia langsung berakaian lalu mengeringkan rambutnya yang basah lalu keluar dari kamar. Ia melihat Xiumin sedang menonton tv dan dimeja ada cemilan, Hyunra pun ikut duduk disamping Xiumin dan memakan cemilan Xiumin.

“Oppa, kira-kira Kris sunbae dan Hyoae sedang apa?” tanya Hyunra.

“Mereka pasti sedang istirahat atau sibuk membereskan rumah Hyunnie” jawab Xiumin.

“Tapi Kai bilang tadi…”

“Itu tidak mungkin Hyunra ssi, mereka masih sekolah” Xiumin momotong perkataan Hyunra.

“Bahkan aku saja tak mengerti apa maksud perkataan Kai tadi”

“Rrrriiing” suara telepon berbunyi, Hyunra langsung mengangkatnya.

“Yeobosseyeo”

“Hyunnie, ini aku Hyoae” jawab orang di seberang.

“Ne, ada apa Hyoae ssi”

“Aku sekarang berada dirumah baru ku seringlah bertamu”

“Kami tidak tahu alamat rumah baru mu Hyoae ssi”

“Tenang aku akan kirimkan alamatnya ke ponsel Xiumin oppa”

“Ya kami pasti akan bertamu”

“See you later”

“See you later too” sambungan telepon terputus Hyunra meletakkan kembali gagang teleponnya.

“Ada apa?” tanya Xiumin.

“Hyoae berharap kita semua bertamu kerumah barunya” jawab Hyunra.Xiumin mengangguk perlahan.

***
Hyoae berjalan menghintari ruang tamu, dan langkahnya terhenti pada sebuah lemari yang penuh dengan piala penghargaan atas prestasinya dibidang teknologi.Ia tersenyum melihat satu persatu piala yang didapatnya, Ia pun teringat akan sosok kakaknya yang sudah mendahuluinya. Baginya kakaknya adalah sosok yang paling dikaguminya, kakaknya banyak mengajarinya tentang semua komponen dalam komputer dan bagaimana cara membuat senjata api maupun dengan memanfaatkan tabir surya. Sudah banyak prestasi yang mereka dapatkan bersama, namun siapa sangka, kakaknya sudah lebih dulu meninggal sebelum mendapatkan sarjana dibidang desain grafis.Dan kepergiannya meninggalkan luka yang cukup dalam bagi Hyoae, kakaknya pernah menjanjikan sebuah generator berkekuatan besar dan dapat menghacurkan semuanya yang ada dibumi namun hal itu tidak mungkin terjadi karena kakaknya sudah tiada.

“Apakah ini semua penghargaanmu?” suara Kris menyadarkan Hyoae dari lamunannya.

“Ia, ini semua penghargaanku” jawab Hyoae.

“Apa kau bisa merancang senjata?”

“Aku bisa”

“Hebat”

“Terima kasih”

Kris menggenggam tangan Hyoae dan menariknya, Hyoae tertarik iapun mengikuti Kris.Kris membawa Hyoae ke ruang rahasia yang ada didalam rumahnya, Kris tahu semua lokasi dirumah itu karena orang tua Kris lah yang memberikan rumah itu.Kris menekan tombol rahasia, dan terbukalah pintu lift yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, mereka berduapun turun keruang tahasia bawah tanah, ketika dibawah, Kris memperlihatkan ruangan kerjanya sebagai mata-mata junior di KIS.

“Jadi Oppa adalah agen rahasia”

“Benar, aku masih tingkat junior”

“Eum… Aku bisa membuat senjata untuk agen rahasia”

“Kalau begitu aku tidak perlu membeli senjata lagi” Hyoae tertawa kecil.

“Andai Jinyoung Oppa masih hidup, dia pasti bahagia melihatku yang meneruskan cita-citanya” ujar Hyoae.

“Dia oppa kandungmu?”

“Ya, dia oppa kandungku, aku mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi dan senjata darinya”

“Mengapa dia meninggal?” tanya Kris.

“Aku dengar dia meninggal karena kecelakaan mobil di new york dan aku dengar

Jinyoung oppa sudah dimakamkan di new york” jawab Hyoae.

“Jadi kau hanya mendengar kabar dari orang dan kau belum melihatnya sendiri kau langsung percaya”

“Tapi menurutku itu logika oppa”

“Kau pasti sangat sedih, kau pasti sangat menyayanginya”

“Ya, dulu selalu ada yang memberiku semangat, dan mengajariku, membelaku, menolongku”

“Oppa mu masih ada, bahkan sangat dekat padamu” Hyoae menjadi bingung.

“Dia sudah tiada oppa”

“Jangan berpikir oppamu meninggalkanmu, dia masih ada” Hyoae semakin tidak mengerti.

“Kau pasti akan mengerti Hyoae ssi” jawab Kris.
Hyoae menjadi memikirkan perkataan Kris hingga Ia tak bisa tidur Hyoae sangat bingung

***
@School

Bel istirahat berbunyi, Hyoae memilih untuk tidur dikelas hari ini dari pada menemani Hyunra ke perpustakaan, Ia sangat lelah karena kurang tidur semalam Ia terlalu banyak memikirkan perkataan Kris semalam yang membuatnya tidak bisa tidur, ditambah lagi dengan ia terlambat sehingga harus menguras tenaganya yang belum makan dari tadi pagi.

“Hey, kenapa tidur, bangunlah pemalas” Hyoae terbangun mendengar suara seorang pria membangunkannya.

“Baekhyun oppa, kau menggangguku” Hyoae kembali tidur.

“Hey, kau ingin dengar cerita ku?”Hyoae menggeleng.

“Apa kau yakin?” goda Baekhyun.

“Pergilah sebelum aku mencakarmu Oppa” Hyoae mendorong tubuh Baekhyun hingga jatuh.Baekhyun memanyunkan bibirnya kesal.

“Bagaimana jika ditambah dengan sepiring mie ramen dan Jus terong belanda” Hyoae kini bangun dan melemparkan senyumnya pada Baekhyun.

@canteen

“Kau tahu oppa, dia menunjukkan semua koleksinya padaku, dan aku juga menunjukkan koleksi piala penghargaan yang pernah ku raih” oceh Hyoae dengan makanan yang masih penuh didalam mulutnya.

Baekhyun hanya mendengarkan Hyoae yang sedari tadi mengoceh tidak selesai-selesai, Baekhyun benar-benar menjadi pendengar yang baik.

“Dia kagum melihat piala-pialaku dan dia mengatakan aku tidak perlu membeli senjata lagi” sambung Hyoae.

“Hyoae ssi” Panggil Baekhyun.

“Bahkan aku belum bercerita padamu” ujar Baekhyun.Hyoae tersenyum kikuk.Baekhyun melirik kearah Zello yang baru saja berlalu dengan tatapan yang tidak suka.

“Kau melihat siapa oppa” Hyoae ikut melihat kearah kemana mata Baekhyun tertuju dan ternyata pandangannya tertuju pada Zello, orang yang paling dia benci disekolah.

 

FLASHBACK

“Hyoae ssi, maukah kau menjadi kekasih ku” Zello berlutut dihadapan Hyoae memegang satu tangkai bunga mawar merah.

“Aku mau Zello-ya” Jawab Hyoae.Zello tersenyum senang mendengar perkataan Hyoae.

 

@night club

Zello dan beberapa temannya duduk di sofa night club, Zello terlihat senang sekali.

“Hey, aku sudah memenangkan taruhan dimana hadiah yang kau janjikan itu Dany” ucap Zello.

“Ini dia, 1 juta dollar untukmu karena kau telah berhasil menjadikan Hyoae kekasihmu” jawab Dany memberikan sekoper uang pada Zello.Zello menerimanya dengan senang hati, sembari mengecup bibir wanita penggodanya itu melampiaskan bahagianya.

Disisi lain Hyoae yang melihat Zello bercumbu dengan wanita penggoda, dan mendengar percakapannya dengan Dany membuat hati Hyoae merasa tertusuk sepuluh jarum. Dengan hati yang masih panas Hyoae menghampiri Zello.

“Apa sudah selesai bercumbunya tuan choi” sindir Hyoae.

“Belum, bahkan aku belum masuk ke permaianan inti” jawab Zello santai seperti tak berdosa.

“Apa kau ingat bahwa kau masih memiliki yeojachingu” Hyoae meninggikan suaranya.

“Sayangnya aku tak mencintainya, aku hanya ingin hadiah” jawab Zello.
Hati Hyoae semakin sakit, ia menahan air matanya untuk tidak menangis.

“Pergilah Hyoae ssi, kau bukan siapa-siapa aku tak mau melihat kau muncul di hadapanku lagi” Zello mengusir Hyoae.Dengan hati yang hancur Hyoae berlari keluar.

“Dasar gadis gila”

 

FLASHBACK END

 

 

Hyoae menghembuskan nafasnya kasar, ia benar-benar tidak suka melihat Zello.

“Hyoae ssi” panggil Baekhyun.

“Eo” Hyoae menoleh kearah Baekhyun.

“Aku curiga dengan anak itu” ujar Baekhyun menunjuk – nunjuk kearah Zello.

“Waeyo oppa”

“Tetapi aku tidak ingin kau menjadi marah mendengarnya, tetapi aku punya saran”

“Apa itu”

“Jangan menyimpan dendam padanya, kau boleh saja membencinya tapi jangan menyimpan dendam padanya”

“Mengapa tidak sekalian saja oppa suruh aku untuk memaafkan kesalahannya yang sudah menghancurkan harga diriku” jawab Hyoae.

“Andwae, jika kau memaafkannya maka kau tidak membencinya lagi dan ketika kau tidak membencinya ia akan mengulang kesalahannya lagi dan kau yang menjadi korbannya”

“Jika aku membencinya ?bagaimana?” tanya Hyoae.

“Jika kau membencinya, dia mungkin tidak akan menjadikanmu korban kesalahannya karena dia tahu kau membencinya, jadi dengan kau membencinya itu sudah menjauhkanmu dari masalah” Jawab Baekhyun.

“Lalu mengapa aku tidak boleh menyimpan dendam padanya?”

“Dia itu predator Hyoae ssi, jika kau berani membalaskan dendammu padanya ia akan membuatmu sepuluh kali lipat lebih sial dari masalah yang pernah kau alami sebelumnya” Hyoae mengangguk mengerti.

“Aku beritahu rahasia padamu”

“Apa itu?”Hyoae penasaran.

“Sebenarnya kami gank Black Dragon adalah agen rahasia dibawah naungan KIS kecuali Kai dan Sehun” jawab Baekhyun.

“Chanyeol, D.o, Lay, Chen Tao dan aku masih di didik untuk menjadi junior, dan Kris, Suho, Xiumin, Luhan adalah junior dan sedang di didik menjadi senior” Baekhyun meneruskan kalimatnya.
Hyoae terlihat terkejut mendengarnya.

“Jadi simpanlah baik-baik rahasia yang sudah ku sampaikan” Baekhyun mengelus rambut Hyoae lembut sembari pergi.

“Oppa” panggil Hyoae, Baekhyun tetap berlalu, hingga kini punggungnya tidak kelihatan lagi.

“Hyoae ssi” Hyoae menoleh ternyata itu Kai dan Sehun.

“Mengapa sendirian?” tanya Kai yang duduk disamping Hyoae.

“Tidak apa” jawab Hyoae.

“Apa kau tidak berniat untuk membagi makananmu padaku Hyoae ssi” gumam Sehun tak jelas karena mulutya penuh dengan makanan ringan.

“Jangan, ini makananku” Hyoae berusaha menutupi makannya dengan tangannya.
Dan begitulah waktu berlalu dengan sangat cepat.

 

Author pov’s end

2 years later
Hyoae pov’s

Huh tak terasa waktu dua tahun berjalan begitu cepat bagai tiupan angin, kini aku sudah kelas 3 dan aku menjadi ketua di kelompok senior utama dalam organisasi kesiswaan. Aku tidak pernah berharap aku menjadi ketua, namun aku senang sekali telah dipercayakan menjadi ketua karena ketua itu paling berwibawa.Sekarang aku ingin bercerita tentang perubahan konyol yang bayak terjadi 2 tahun ini Hyunra?kini dia bukan anak yang polos lagi, ia sudah mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan hal-hal menyangkut orang dewasa, namun ia menjadi anak yang phobia lelaki. Betapa konyol bukan? Hyunra sangat takut pada lelaki bahkan saudaranya sendiri ketika masuk ke kemarnya ia akan teriak bagaikan malaikat pencabut nyawa datang menjemputnya. Aku kasihan melihatnya dan juga Sehun, Sehun menyukai Hyunra sejak ia pertama masuk SHS, Sehun sudah berusaha mengejar Hyunra dengan berbagai cara namun apa daya, kini Hyunra menjadi anak yang phobia lelaki termasuk dirinya.
Banyak yang sudah terjadi selama dua tahun ini, mulai dari di sekolah hingga dirumah.Entah mengapa sekarang Zello menjadi sering mengajakku untuk berbalikan lagi dengannya tentu saja aku menolaknya.Apa dia gila? mana mungkin aku menerimanya lagi setelah ia jatuhkan harga diriku.+ Dan juga aku punya teman baru namanya Andy dia murid pindahan dari Amerika, dia juga seorang agen rahasia di KIS dia sekarang bekerja untuk KIS karena dia juga pindah rumah. Andy anak yang baik kebetulan kami duduk sebangku, kami suka menghabiskan waktu bersama, ia suka mengajakku menghadiri acara seminar di KIS, tentunya disana aku berjumpa dengan oppadeul Exo termasuk Kris oppa yang berstatus suamiku.

Namun aku tak melihat Luhan oppa disana, aku jadi jarang melihatnya sejak aku sudah menikah dengan Kris oppa, aku jadi merindukannya, Luhan oppa memberiku anting-anting, dan seutas gelang tali padaku dan juga ia memasangkan sesuatu pada gigiku entah apa gunanya. Luhan oppa berpesan padaku untuk jangan sesekali melepas atau menghilangkan barang yang telah dia berikan.
Sementara di rumah tak tahu apa salahku, sikap Kris oppa menjadi dingin dan cuek terhadapku, dan tak hanya itu dia juga sudah bisa memarahiku. Semua hal bisa menjadi bahan permasalahan untuk diperdebatkan, aku benar-benar tak mengerti, namun kata Baekhyun oppa aku harus kuat karena inilah cobaan yang diberikan untuk kami jalani. Ya itu benar aku harus kuat, apa lagi yang bisa ku lakukan? bercerai? itu tak mungkin karena jika aku bercerai aku akan dihadapkan kepada orang tua ku, aku tak tahu harus katakan apa pada mereka maka dari itu aku harus kuat.

Seperti yang kalian lihat, aku menjadi dikekang oleh Kris oppa, aku bahkan tidak boleh berteman dengan Andy padahal Andy itu anak yang baik dan pintar.Andy sering membantuku mengerjakan tugas yang sulit, sedangkan dia?hanya sibuk dengan kegiatannya sendiri bahkan sampai makan bersama, pergi pulang bersama tidak pernah lagi. Itulah kehidupanku selama dua tahun ini.

***

“Hyoae ssi” aku berbalik ternyata itu Andy.

“Eo” jawabku.

“Nanti ada ada pameran senjata di KIS, kau diundang untuk menghadirinya dan kau diminta untuk membawa satu senjata koleksimu yang menurutmu hebat” ujarnya sembari memberikan surat undangan padaku. Aku menerimanya.

“Gomawo Andy ya, aku akan datang, aku janji tidak akan mengecewakanmu” jawabku.

“Hubungi aku jika perlu bantuan ya” ucapnya lalu pergi. Aku hanya mematung melihat-lihat surat undangan yang diberikannya padaku.

“Kya lepaskan aku” aku mendengar suara ribut, aku menoleh kearah sumber suara.Ternyata itu Kai yang iseng mengerjai Hyunra, Kai menarik tangan Hyunra wajah Hyunra tampak pucat dan keringat dingin bercucuran.

“Hey Kkamjong, kau ini tega sekali lepaskan dia” aku menghampiri mereka dan memarahi Kai.

“Hyo ah, tolong aku” ucap Hyunra lemas.

“Lepaskan dia Kai” Kai melepaskan tangan Hyunra.

“Grep” tangan ku dengan cepat menampung tubuh Hyunra yang pingsan.

“Omo, Hyunnie ireona, aigo” ucapku panik.

“Hey Kkamjong bantu aku, kya kau menyebalkan” omelku Kai membantuku. Aku menyentuh hidung Hyunra, dia tidak bernafas, aku takut Hyunra kenapa-kenapa.

“Omo dia tidak bernafas, biasanya orang pingsan masih bernafas walaupun sedikit” ucapku panik, aku pun menuju ke telepon darurat untuk menelepon ambulan.

“Yobeseyo, Ahjussi teman saya pingsan namun tak bernafas segera datang ya…” ucapku panik.

“Lokasinya di Seoul International High School” jawabku dan memutus sambungan telepon.

Aku kembali menghampiri Kai, lalu aku melihat Sehun, Sehun melihat Hyunra yang tak sadarkan diri ia berlari menghampiri kami.

“Hyoae ssi Hyunra kenapa?” tanyanya panik.

“Dia pingsan tapi tak bernafas” jawabku tak kalah panik.
Kemudian ambulanpun tiba, aku langsung menyuruh Kai dan Sehun membawa Hyunra, Hyunra pun dimasukkan kedalam ambulan Aku, Kai, dan Sehun ikut masuk.

“Omo, Kai ini salahmu” omelku.

“Aku hanya ingin membuatnya terbiasa denganku, apa itu salah?aku ini oppanya” jawab Kai.

“Ne tapi caranya bukan seperti itu” jawabku.Aku sangat khawatir dengan keadaan Hyunra.

Aku mengambil ponselku menelepon Kyuhyun sonsaengnim wali kelasku.

“Yoboseyeo Kyuhyun Sonsaengnim?” tanyaku.

“Ne, ada apa menelepon Hyoae ssi?” tanyanya kembali.

“Mianhae Sonsaengnim telah meneleponmu, aku menelepon karena sedang darurat”

“Gwechanayo, memangnya ada apa Hyoae ssi?”

“Hyunra pingsan di sekolah sewaktu bel masuk sudah berbunyi, namun aku perhatikan dia tidak bernafas, wajahnya pucat sekali jadi aku terpaksa menggunakan telepon darurat untuk menghubungi ambulan, aku tahu itu salah tapi aku terpaksa”

“Jangan khawatir Hyoae ssi, Sonsaengnim akan membuat keterangan izin untukmu dan Hyunra”

“Tapi Sonsaengnim Kai dan Sehun juga ikut”

“Arasseo, setelah 15 menit menemanimu mereka berdua harus kembali karena mereka harus kuis matematika susulan, dan ini hari terakhir”

“Ne, gomawoyo Sonsaengnim”

“Cheonma, jaga Hyunra baik-baik” Kyuhyun sonsaengnim memutus sambungan telepon.

 

Hyoae pov’s end
@Hospital

“Uisanim bagaimana keadaan teman saya?” tanya Hyoae khawatir.

“Ia mengalami shock berat, dan dia sedang koma, jika kalian memberikannya pertolongan pertama padanya mungkin komanya tidak akan terlalu lama” jawab Dokter itu.

“Memangnya berapa lama dia akan sadar Uisanim?” tanya Hyoae lagi.

“Kira – kira 3 bulan” jawab dokter.

“Bolehkah kami melihatnya?” tanya Hyoae.

“Silahkan” dokter itu pergi meninggalkan mereka.Hyoae masuk dan melihat Hyunra kini memakai baju pasien, ia sedih melihat temannya terbaring tak sadarkan diri seperti itu.

“Kkamjong ini salahmu” ujar Sehun.

“Itu kecelakaan” jawab Kai.

“Tapi kau membuatnya menjadi koma!!!” geram Sehun.

“Hey aku ini kakaknya apa aku salah membuatnya terbiasa denganku?” Kai tak kalah geram.

“Tapi caranya bukan seperti itu” Sehun menarik kerah baju Kai.
Kemudian terjadilah perkelahian antara Sehun dan Kai, mereka saling memukul satu sama lain.

“Geumanhae!!!” teriak Hyoae, mereka berdua pun berhenti, sudut bibir Sehun mengalir darah segar, dan tulang mata Kai membiru.

“Kalian keluarlah aku tak mau melihat kalian lagi” emosi Hyoae memuncak.

“Kau tahu bahwa Hyunra itu phobia dengan lelaki mengapa kau asal mencoba tanpa mengira-ngira resiko yang akan di dapat hah!?” bentak Hyoae.

“Aku adalah kakaknya” lagi-lagi itu yang diucapkan Kai.

“Jika kau memang kakaknya jadilah kakak yang baik, yang mengerti apa yang dibutuhkan adik!!” bentak Hyoae lagi.

“Dan kau bisakah kau mengerti situasi?” ini rumah sakit bukan tempat untuk berkelahi!!” bentak Hyoae pada Sehun.

“Kalian berdua, aku skorsing dari organisasi
kesiswaan selama dua bulan” ucap Hyoae datar.

“Kyuhyun sonsaengnim meminta kalian kembali ke sekolah untuk kuis susulan, jadi kembalilah ke sekolah” Kali ini mereka menurut.Kai menatap wajah Hyunra kemudian pergi. Sehun terdiam cukup lama melihat Hyunra dengan hati yang berat ia pun pergi.

 

Author pov’s end

 

 

Hyoae pov’s

Hari ini adalah hari yang tak pernah kuduga, Hyunra kini terbaring koma diranjang rumah sakit, ini benar-benar cobaan yang berat untukku.Aku ambil ponselku, kukabarkan kejadian ini pada keluarga Hyunra terlebih dahulu, satu persatu aku hubungi mereka dan kuberitahukan pada mereka.Aku tidak ada niat untuk menghubungi Kris oppa, biarkan saja dia tahu sendiri. Aku teringat akan ajakan Andy tadi, aku benar-benar menyesal tidak bisa ikut. Aku menaruh kepalaku disisi ranjang Hyunra, menikmati sejuknya udara diruangan ini, aku sangat lelah setiap hari selalu saja ada masalah.Namun aku tetap bersyukur karena masih ada orang yang menyemangatiku yaitu Baekhyun oppa dan Suho oppa, mereka orang yang terakhir yang aku punya.Mengingat-ingat pertengkaranku dengan Kris oppa, hatiku menjadi sangat sakit, tanpa sadar air mataku menetes perlahan.Aku menangis bukan karna aku lemah, tetapi aku lebih banyak menggunakan perasaan dari pada tenaga.Sebenarnya jika diukur dari tenaga wanitalah yang lebih kuat dibanding dengan pria, tetapi wanita lebih banyak menggunakan perasaannya, maka dari itu wanita gampang menangis karena perasaannya dilukai.Tangisanku semakin kencang bahkan sampai mengeluarkan isakan.

“Bunda, apa memang dia yang bunda katakan itu?, lelaki yang akan mencintaiku sampai mati?” Aku berbicara sendiri.

“Bunda?apakah ini yang dimaksud dengan kebahagiaan?”
Aku benar-benar larut dalam kesedihan, aku keluarkan air mataku sebanyak-banyaknya selagi tidak ada Suho oppa, dia akan memarahiku apa bila aku menangis sedih. Baekhyun oppa berbeda, ia lebih membuatku nyaman, ia sama persis seperti Jinyoung oppa. Aku pejamkan mataku kuhembuskan nafas perlahan, aku tertidur.

***

Aku terbangun, aku lihat arlojiku ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 17:00 KST.

“Someone call the doctor nal butjabgo malhaejwo, sarangeun byeong jungdeog overdose” ponselku berdering, aku langsung menjawabnya, ternyata Andy menghubungiku.

“Yeoboseyeo Andy ya”

“Hyoae ssi kau ingat janjimu?”

‘DEGG!!!’Aku terkejut, tetapi bukan karena perkataan Andy tetapi karena Kris oppa memasuki kamar ini.

“Sudahya nanti aku telepon lagi” jawabku cepat.

“Wae Hyoae ssi?”

“Sudah kau tidak perlu tahu ini urusanku” aku pun langsung mematikan sambungan telepon.

“Siapa yang menghubungimu?” tanyanya denganm tatapan penuh selidik, huh akut yakin ia pasti bertanya.

“Hanya teman sekelas tapi bukan Andy” aku berbohong untuk kesekian kalinya pada Kris oppa.

“Kenapa ketika aku tiba kau terlihat panik?” skakmat aku sudah di hujam dengan pertanyaan yang menjebak aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku tahu kau berbohong” oh ya Tuhan.

“Aku hanya ingin menjawab aku tidak bisa ikut dengannya karena menjaga Hyunra” Ya ampun, apa yang aku ucapkan? kini semua telah terungkap.

“Ikut?oh, jadi sekarang isteri ku berkencan dengan orang lain?” huh perkataannya terlalu menyayat hatiku.

“Ya!!!aku memang berkencan!!!” bagus kini emosiku meledak aku membentaknya. Aku langsung menyambar tas sekolahku dan pergi meninggalkannya yang mematung.Aku menutup pintu kasar.

“Aku isterimu tetapi aku tidak terlihat seperti isterimu oppa” ucapku setelah pintu tertutup.Air mataku pun jatuh aku langsung pergi.

***

Lihatlah, diriku, diriku yang malang.

Hyunra menjadi koma, Kai dan Sehun sekarang bermusuhan, aku tidak jadi melihat pameran, pertengkaranku dengan Kris oppa, dan diakhiri dengan aku yang kini tak tahu mau kemana.Perutku sangat lapar, aku belum memasukkan apapun kedalam perutku sejak pagi tadi.Dan ini adalah hari pertamaku haid, aku lapar sekali.Ya ampun aku bodoh sekali, aku meninggalkan ponselku di meja.Ya Tuhan tolonglah aku. Aku benar-benar tak tahu harus kemana sekarang, jika aku kembali kerumah, pertengkaran kami pasti akan berlanjut tidak ada akhirnya. Ya ampun aku benar-benar lapar, aku pusing sekali.aku hanya punya 2.000 won di saku ku. Ah sepertinya cukup untuk membeli sedikit makanan ringan di mini market. Aku berjalan ke mini market memegang uang radi dengan kedua jari saja, jari telunjuk dengan jari tengah.Aku sudah sampai dipintu dan hendak memasuki mini market.

‘GREBB’ sial, uangku dirampok.

“Hey kembalikan uangku!” aku berteriak padanya namun sayang dia telah lari sangat jauh.Lengkap sudah penderitaanku.Aku berjalan gontai meninggalkan mini market itu.

“Hyoae ssi” langkahku terhenti karena ada yang memanggilku, suara ini aku sangat kenal.

“Luhan oppa” aku tak percaya, aku melihat sosok Luhan oppa didepanku sekarang.

“Kau baik-baik saja?” itulah yang pertama kali ditanyakan oleh Luhan oppa, hah dia sangat perhatian padaku.

“Aku baik-baik saja” aku berbohong lagi, bahkan pada orang yang tak pernah membohongiku, tapi ini semua guna menutupi masalah yang tengah kuhadapi sekarang.

“Kau tidak cukup hebat untuk berbohong Hyoae ssi” lagi-lagi ketahuan, ya ampun.

“Ceritalah di rumahku nanti ayo ikut aku” Luhan oppa menarik tanganku masuk kedalam mobilnya kini kamiberdua sudah ada didalam mobil dia mulai mengendarai mobilnya.

“Oppa dari mana saja?” tanyaku membuka pembicaraan.

“Dari banyak tempat” jawabnya.

“Tinggal dimana sekarang?”

“Di Mokpo”

“Mencoba melarikan diri?”Luhan oppa tahu arah pembicaraanku sekarang.

“Aniyo Hyoae ssi, aku hanya ingin mencari suasana baru” jawabnya.

“Algeuseuminda” aku mengalihkan pandanganku keluar jendela.

Hyoae Pov’s end

 

Author Pov’s

Luhan fokus menyetir, sesekali ia juga melihat kearah Hyoae, ia tahu Hyoae sedang banyak masalah tapi dia tak tahu masalah apa yang dia alami. Padahal Luhan sudah berpesan pada Kris untuk membahagiakan bidadari cantiknya ini.

“Maaf, selama ini aku tak pernah menghubungimu” Ujarnya.

“Tidak apa-apa oppa” jawab Hyoae.

“Kenapa oppa bisa sampai ke Seoul?” tanya Hyoae.

“Aku hanya ingin melihat perkembangan bagaimana pembangunan rumahku yang baru disana” jawab Luhan.

Hyoae hanya mengangguk, ia kembali menatap jalanan sehingga ia tertidur, Luhan melihat wajah Hyoae yang tertidur sangatlah damai. Luhan kembali fokus pada jalanan.

.

.

.

.

19.00 KST

“Hyoae ssi kita sudah sampai” ucap Luhan

“Ah, jjinjayo” Hyoae membuka matanya perlahan.Luhan keluar lalu membukakan pintu untuk Hyoae. Hyoae keluar dari mobil lalu masuk bersama dengan Luhan

“Ah, besar juga rumahmu ya oppa” Hyoae terkagum melihat isi rumah Luhan.

“Ini hanya mengontrak, sebentar lagi aku akan pindah” jawab Luhan.Hyoae mengangguk.

“Duduklah, aku ambil minum dulu” Hyoae duduk diusofa uang terletak di ruang tv. Hyoae hanya ikut saja, Hyoae duduk sambil menungagu Luhan kurang, lebih delapan menit Luhan kembali membawa dua gelas berisi jus terong belanda.

“Mengapa repot-repot?”Ujar Hyoae seketika Luhan membawa jus terong belanda.

“Tidak, ini jus dalam kemasan, rasanya seperti buatan sendiri, minumlah, asam manis terong belanda berguna untuk menyegarkan pikiran dan mengurangi depresi, bukankah kau suka jus terong belanda” jawab Luhan sembari duduk dan meletakkan nampan di meja.

“Ne aku memang suka bahkan sangat suka, gomawo oppa”

“Jadi bagaimana tentang kehidupan rumah tanggamu Hyoae ssi?” tanya Luhan.

Author Pov’s end

Luhan Pov’s

“Jadi bagaimana tentang kehidupan rumah tanggamu Hyoae ssi?” tanyaku aku tahu pertanyaan ini terlalu menghujam hatinya, tetapi jika dipendam begitu saja akan menjadi sangat sakit. Ku lihat dia hanya termenung, dia terlihat tidak kuat menceritakannya.

“Pelan-pelan saja Hyoaessi” aku mengelus punggungnya, ia menatapku.

“A..aku banyak m..mengalami p..pertengkaran dengannya du..dua tahun terakhir. Kami bertengkar karena ia melarangku berteman dengan orang baik, tetapi di..dia bisa bergaul dengan siapa saja, ba..bahkan aku tak terlihat seperti isterinya oppa a..aku aku aku…” tanpa menunggunya menyelesaikan kata-katanya aku langsung saja memeluknya, dia pun menangis dalam pelukanku.

Mendengar cerita Hyoae tadi itu langsung membuat hatiku terluka, bagaimana bisa Kris lupa janjinya untuk membahagiakan bidadariku ini, andai saja Hyoae tidak dijodohkan dengan Kris, aku pasti bisa menjadi kekasihnya dan suatu saat bisa menjadi suaminya, dan ia tak perlu merasakan sakit seperti ini. Aku mengeratkan pelukanku, tangisnya semakin dalam, mungkin bajuku sudah basah karena air matanya bercucuran.Aku mengelus lembut belakang kepalanya kini tangisnya mereda, aku masih mengelus lembut belakang kepalanya merasakan lembutnya rambut indahnya mengenai telapak tanganku.Setidaknya dari sini aku dapat menyalurkan cintaku kepadanya, aku mendengar tangisnya berhenti, hanya isakan kecil yang kudengar, sepertinya dia nyaman berada dipelukanku, akupun melepaskan pelukanku perlahan.

“Sudahlah jangan bersedih lagi” ucapku memegang kedua pipinya mengusap air matanya, aku dapat melihat wajahnya sedikit menua, ini pasti karena depresi.

“Tetaplah kuat dan jadilah isteri yang baik untuk Kris” sambungku kulihat wajahnya ingin mengatakan sesuatu.

“Katakanlah apa yang ingin kau katakan” ujarku.

“A..aku sudah berusaha untuk menghargainya. Menghargai pekerjaannya, menghargai kesibukannya, menghargai waktunya. Ta..tapi apa yang dia berikan untukku oppa bahkan ia sekarang sangat dekat dengan hoobae ku Im Jaerin, me..mereka berdualah yang terlihat seperti suami dan isteri. Aku tahu memang mereka berdua sahabat dari kecil, aku tahu Jaerin suka pada Kris oppa, dan sikap Kris oppa seakan-akan menunjukkan kalau ia juga suka pada Jaerin, apakah wajar seorang suami seperti itu oppa?” tangisnya pecah lagi. Kupeluk dia lagi menenangkan dirinya, aku sangat merasakan apa yang dirasakan oleh Hyoae, jika aku jadi Kris aku tidak akan pernah mengampuni diriku sendiri bagaimana bisa aku menyakiti perasaan wanita sampai sebegitunya apalagi jika wanita itu adalah Bidadari ku sendiri.

“Sudahlah jangan menangis lagi, kau jadi jelek jika seperti itu” aku melepaskan pelukanku dan ia langsung mengusap air matanya.

“Minumlah dulu” aku mengambilkan jus yang aku bawa tadi.Dia langsung meminum jus itu.

“Segar” ucapnya kini jus yang digelasnya sudah habis.

“Wah, ternyata kau mengerikan ya” ejekku dia hanya mempout kanbibirnya. Aigo imut sekali dia.

“Kau jelek” ejekku lagi, ia bertambah kesal ia mencoba meraihku untuk dipukulnya langsung saja aku lari menghindar. Ternyata dia mengejarku, terjadilah aksi kejar-kejaran dirumahku sehingga suasana menjadi ramai.

‘Jdugg’ kulihat Hyoae tersandung dan jatuh ia meringis kesakitan. Ya ampun Hyoae, aku berlari menghampirinya.

“Gwechana Hyoah?” tanya ku khawatir.

“Ah, oppa sakit sekali” ucapnya sepertinya kakinya terkilir, tanpa ba bi bu lagi aku langsung berlari sekencang mungkin mengambil obat,aku langsung membuka kotak obat dengan cepat, eum aku tak mengerti obat apa yang bisa digunakan untuk mengatasi terkilir, aku berfikir-fikir dan akhirnya aku memutuskan.

“Sepertinya ini berfungsi” ucapku seraya mengambil obat merah, aku kembali ketempat aku meninggalkan Hyoae, aku bingung kenapa dia sudah tidak ada lagi di tempatnya, aku yakin tadi kakinya terkilir jadi tak mungkin dia bisa berjalan.
Aku bisa merasakan ada tangan mungil yang memeluk tubuh kekarku dari belakang aku yakin Hyoae sedang memelukku, oh aku sangat merindukan pelukan darinya.Tapi tunggu, bukankah Hyoae terkilir mengapa dia bisa memelukku dari belakang.

“Kau tertipu” ucapnya lalu tertawa puas.Aku langsung berbalik dan menggelitikinya, dia menggeliat tak karuan dia mencoba menghindar tapi tak bisa karena tenagaku lebih kuat dari pada dia.

Luhan Pov’s end

Hyoae Pov’s

“Gwechana Hyoah?” kulihat wajah Luhan oppa sangat khawatir dan ketakutan apa kalian tahu? aku hanya berpura-pura terjatuh dan kesakitan.

“Ah oppa sakit sekali” hihihi meskipun aku berbohong selalu ketahuan tetapi kurasa kali ini tidak akan ketahuan. Kulihat dia berlari menuju dapur, ah lebih baik aku sembunyi saja.Aku pun mencari tempat sembunyi aku bersembunyi dibalik tembok aku tersenyum jahil. Ah kenapa dia lama sekali? aku menunggunya lelah. Kulihat ia kembali dengan obat ditangannya, hah? apa itu obat merah? pfft apa gunanya obat merah untuk kaki yang terkilir? aku menahan tawaku setengah mati.

Kulihat dia kebingungan melihat aku sudah tidak ada ditempat itu lagi. Aku bersusah payah menahan tawaku agar tidak lepas, tetapi aku tak tahan lagi langsung saja aku hampiri dia dan kupeluk dirinya dari belakang, entah mengapa aku merindukan posisi ini dikala aku belum dijodohkan dengan Kris Oppa, aku suka mengagetkannya dengancara memeluknya dari belakang.

“Kau tertipu” ucapku lalu tertawa lepas, dia berbalik lalu menggelitiku ya ampun geli sekali, aku tak bisa menghindar darinya tenaganya sangat kuat.

“Oppa geumanhaeyo, jebal geumanhae” dia berhenti menggelitiki perutku, aku duduk dilantai

“Mengapa?ini hukuman untukmu” jawabnya. Langsung ku kecup pipinya pelan.

“Masih adakah lagi hukuman” dia terdiam dan menatapku dengan tajam dan menusuk.

“Mianhae, kau marah oppa?” tanyaku mencairkan suasana.

“Aniya” jawabnya.Dia langsung bangkit berdiri dan aku juga.

“Hyoae ssi” panggilnya.

“Eo?” jawabku.

“Bogoshippeoyeo” Luhan oppa memelukku, aku membalas pelukannya.

“Nado oppa” jawabku

Hyoae Pov’s end

***

Author Pov’s

“Kris ah ?” Panggil Xiumin.

“Ne?”

“Bagaimana dengan rumah tanggamu dengan Hyoae?” tanya Xiumin. Kris ragu untuk menjawab apa karena ia tahu bahwa rumah tangganya kacau.

“Aku mengerti Kris ah, kalian masih sama-sama muda” belum ada sepatah katapun yang Kris keluarkan, Xiumin dengan cepat langsung menebaknya.

“Aku tak tahu bagaimana cara membina rumah tangga ini Xiumin ah, pernikahanku dengannya sangat mengejutkan” jawab Kris.

“Seorang gadis sangat membutuhkan penghargaan dan status Kris ah” Xiumin menepuk bahu Kris.

“Aku tak mengerti perasaannya, aku pikir semua wanita itu sama tetapi dia agak berbeda”

“Itu karena memang hatinya masih ingin bebas, dia sama sepertimu Kris ah, cobalah peka terhadap sifatnya”

“Sifatnya sekarang menunjukkan siapa dirimu, jika dia berbohong berarti kau terlalu keras, jika dia memberontak berarti kau terlalu banyak melarangnya, jika dia sering menangis berarti kau sering menyakiti perasaannya, jika dia selingkuh berarti kau kurang menyayanginya” ujar Xiumin.

“Gomawo Xiumin ah kurasa aku harus pulang, semoga Hyunra cepat pulih” ucap Kris sembari pergi keluar kamar Hyunra.

Kris berjalan keluar rumah sakit, namun dia berpapasan dengan Suho.

“Ah, Kris hyung, ada yang ingin kubicarakan padamu, bolehkah?” Kris menghela nafasnya perlahan, ia sudah menduga ini pasti tentang Hyoae.

“Arasseo, kajja” jawab Kris

@Hospital lobby

“Hyung, sebelumnya aku minta maaf karena aku ikut campur, tapi sudah lama sekali aku ingin katakan ini padamu” ucap Suho membuka pembicaraan.

“Gwechana Suho ssi, aku memang butuh nasihat dari orang lain” jawab Kris.

“Arasseo, eum begini hyung, aku sudah mendengar cerita dari Hyoae bahwa kau dengannya selalu bertengkar, wajar jika Hyoae bercerita padaku kan?, karena aku adalah orang terdekatnya, bahkan aku yang minta Hyoae untuk bercerita” ujar Suho.

“Sebenarnya aku tidak suka cara hyung memperlakukannya dengan cara seperti itu, aku mengerti kesibukan dan kejenuhanmu hyung, karena aku juga mahasiswa, tapi hyung wanita itu sensitif apalagi diusia muda, wanita lebih banyak menggunakan perasaan dari pada logika” Suho meneruskan kalimatnya.

“Sepertinya kau lebih pintar daripada aku Suho ssi” jawab Kris tertunduk malu.

“Aku memiliki adik perempuan hyung, jadi aku tahu, sebenarnya untuk memahami wanita itu mudah hyung, kau hanya butuh banyak mengintropeksi diri” jawab Suho.

“Satu saranku hyung, jaga emosi” Suho berdiri hendak pergi.

“Gomawo Suho ssi, aku berhutang pada kalian semua, aku janji jika kalian membutuhkan pertolongan aku akan berusaha untuk membantu, tentang Hyunra aku minta maaf karena Hyoae lalai” ujar Kris ikut berdiri.

“Ne hyung, gomawo telah menjaga Hyunra disaat kami masih di kampus, tidak usah dipikirkan hyung, Hyunra pasti akan bangun dari komanya ini bukan salah Hyoae, tapi ini salah kami” jawab Suho.

“Aniyo Suho ssi, ini salah kita semua”

“Arasseo hyung, sekali lagi gomawo untuk perhatianmu pada keluarga kami hyung, kami juga akan selalu perhatian kepada keluargamu”

“Ne, aku pulang Suho ssi” pamit Kris sembari berlalu.

 

 

 

To be continued

A/n : Readersdeul yang udah baca tolong kasih saran juga ya, dan jangan coba-coba jadi siders loh entar kalo ff ini di protect cuman readers sejati aja yang dapet.

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Find The Lost (Chapter 1)”

  1. Udah hyoae sama luhan aja.. Hehehe kayaknya cocok tuh mereka berdua.. Kris harus lebih sabar ya.. Kekeke ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

  2. Oh lihatlah itu kris terlalu kaku jadinya hyoae jadi terluka dan seperti tak dihargai sebagai istrinya. Mungkin saja ia masih belum menerima pernikahan mereka diusia yang masih sangat muda. Tapi aku tak kuat melihat hyoae yang menderita juga Hyura akibat phobianya itu ia malah koma akibat kelakuan dari oppanya kai.
    Next chapternya ya

Tinggalkan Balasan ke salmaamran Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s