Love Sick Chapter 11

Love Sick New

 

Title:
Love Sick Chapter 11

Genre:
Romance,Sad,Friendship,Family

Cast:
Kim Jongin aka Kai EXO

Xi Luhan aka Luhan EXO

Park Chorong aka Chorong Apink

Rating:
G ( Untuk Semua Umur )

Length:
Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

 

Sebelumnya : 1| 2| 3| 4| 5 (Preview)| 5| 6| 7| 8| 9| 10|

 

‘Ini pertama kalinya aku merasakan sesuatu yang seperti ini….

Terus memikirkanmu kapanpun, dimanapun aku berada

Melihatmu jantungku berdegup kencang

Kenapa aku jadi seperti ini?

Tolong ambillah cintamu yang telah masuk tanpa pemberitahuan

atau peringatan di hatiku,

Itu membuatku sangat menderita. Bila aku tak dapat bersamamu.

Cinta itu seperti sakit yang menerjangku secara tiba-tiba,

Tapi kalau sakit cinta ini tak dapat disembuhkan…

Apa yang harus kulakukan?

Apakah aku harus tetap menanti cintamu yang tak dapat kumiliki?’

 

Love Sick~

 

Love Sick Chapter 8

“Satu jahitan, kemudian di rekatkan biar kuat” Chorong segera menghela nafas panjang, menjadi pegawai di sebuah perusahaan Fashion terbesar di Jepang bukan pekerjaan yang mudah. Ia harus mempelajari berbagai macam model baju dan cara penjahitannya.

Mau bagaimana lagi? Hanya ini pekerjaan yang mampu menghidupinya.

“Ahhh ini susah sekali” Chorong mengacak rambutnya malas, kemudian merenggangkan tangannya yang sudah sangat kaku.

Untung sekarang Ia ada di perpustakaan kantor, jadi Ia masih bisa bersantai. Kalau sudah di tempat kerja, tidak ada yang namanya santai.

“Kai” Chorong menatap langit-langit perpustakaan yang didesain dengan gambar bintang-bintang. Membuat setiap orang yang masuk ke sana seperti melihat pemandangan malam hari.

“Dia sudah berubah sejauh itu” Choroong tertunduk, mengingat apa yang Ia lihat tadi. Sebuah pemandangan yang membuat hatinya terasa ngilu.

Bukan karena Chorong tidak terbiasa melihat pemandangan itu,

tapi…

Ia tahu, bahwa Ia masih mencintai Kai.

Menghabiskan waktu di Jepang selama ini, ternyata tidak berhasil sama sekali. Memang benar kata banyak orang, semakin ingin melupakan orang yang dicintai semakin tidak bisa lepas darinya.

Chorong menyesal, kenapa perjalanan cintanya jadi serumit yang tidak pernah Ia bayangkan sebelumnya. Lebih rumit, itu membuatnya putus asa. Tapi entah kenapa, ketika Chorong dapat melihat Kai kembali, Ia merasa senang.

Senang.

Bukan itu yang Ia harapkan.

Apa Ia harus terus memikirkan Kai?

Atau

Mencoba mencintai orang yang selalu mencintainya.

Luhan.

Chorong masih merasa bersalah, apakah Ia harus melupakan Kai?

Dan menerima Luhan yang selalu menunggunya?

Ia bingung

Entah darimana sebuah cup minuman bertuliskan ‘coffe’ sudah ada di hadapannya. Dan itu membuat Chorong menghentikan renungan dirinya, dan melihat siapakah orang yang sudah duduk di hadapannya.

“Kai?” Chorong tampak kaget, melihat Kai yang duduk di hadapannya sambil meminum bubble tea. Kai hanya melirik sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

“Noona kau tampak lemas, jadi kubelikan kopi” ucap Kai membuat Chorong menundukan kepalanya. Jantungnya berdegup kencang kalau melihat Kai, perasaannya tidak bisa dibohongi. Masih sama seperti dulu, tapi Ia tidak bisa sekarang lagi.

Semua sudah berlalu.

“Terima kasih” Chorong mengambil cup minuman itu, kemudian berdiri sambil memegang buku yang tadi dibacanya.

“Noona, kenapa kau menghindariku?” Chorong tidak memedulikan pertanyaan Kai, Ia terus melangkah menuju rak buku yang tadi Ia ambil. Setelah mengembalikan buku ini, Ia lebih baik langsung pergi dari perpustakaan ini.

Perasaannya harus ditekan.

Kalau Ia tidak bisa, bagaimana dengan Naeun nanti?

Ia pasti makin dibenci.

“Noona, kau tidak menjawab pertanyaanku” Kai yang telah berdiri di samping Chorong kelihatan kesal. Namun Chorong tetap diam, Ia segera menaruh buku lalu berjalan meninggalkan Kai.

“Kau membuatku kesal” Kai segera menarik tangan Chorong kasar, membuat Chorong hampir terjatuh ke depan.

“Kenapa kau seperti ini?” Chorong berusaha melepas cengkraman tangan Kai.

“Karena noona menghindariku terus, apakah aku ini pembawa sial untukmu?!” Kai terlihat marah, membuat Chorong berhenti melakukan pergerakannya yang berusaha melepas cengkraman tangan Kai.

“Aku mohon, lupakan aku. Lupakan semua tentangku, jangan pernah ingat bahwa kau pernah bertemu denganku atau bahkan mengenalku. Berpura-puralah kau tidak pernah memiliki perasaan kepadaku” ucap Chorong lirih, Kai membulatkan matanya ketika mendengar apa yang dikatakan Chorong.

“Noona kau sangat kejam, bagaimana kau bisa menyuruhku melakukan hal yang tidak bisa kulakukan?”

“Aku mau berhenti dari kehidupan seperti drama ini, aku mau hidup tenang” air mata mulai menggenang di pelupuk mata Chorong.

“Noona…”

“Aku sudah cukup, hentikan segala usahamu” suara Chorong mulai bergetar.

“Ini semua salahmu noona, kau har-“

“Ini memang salahku, terus apakah kau akan terus begini? Meminta tanggung jawabku. Kau ini sudah bisa mengurus masalahmu sendiri Kai” ucap Chorong tanpa sadar, air matanya sudah mengalir.

“Aku mencintaimu noona, kenapa kau tidak mengerti?!” Kai mulai marah, matanya menggambarkan kesedihan beserta kemarahan.

“Aku mengerti, karena aku juga mencintaimu!” Chorong berteriak pelan kepada Kai.

“Noona, kau-“

“Tapi itu semua sudah berlalu, lupakan saja” Chorong segera melepas tangannya dari cengkraman Kai yang sudah melemah.

“Aku tidak bisa melupakannya noona” Kai kembali menahan tangan Chorong.

“Akan kubuat kau menjadi milikku sampai seterusnya” Kai mendekatkan dirinya kepada Chorong, hingga Chorong tersandar di sudut ruangan perpustakaan yang sangat luas itu.

“Kai, pergilah” Chorong mendorong Kai yang makin dekat dengan dirinya.

“Kalau tidak ada cara lain, aku yakin cara ini bisa”

“Kai!” Chorong semakin mendorong Kai, Ia sangat ingin melarikan diri dari keadaan seperti ini. Tapi terlalu susah.

“Hentikan!” bentak Chorong sambil dengan kuatnya mendorong Kai,hingga menjauh dari dirinya.

“Apa kau juga akan melakukan hal ini dengan yeoja lain agar aku cemburu? Itu tidak benar Kai” lirih Chorong.

“Berbahagialah bersama Naeun, itu untuk masa depanmu”

“Kau bodoh ya noona? Masa depan? Itu malah akan menambah penderitaanku”

“Kai”

“Apa kau kira aku akan lelah untuk mengejarmu noona?”

“Kai”

“Kau akan bertekuk lutut di depanku nanti, tunggu saja noona” Kai berlalu meninggalkan Chorong yang masih terpaku.

Bukan ini yang diharapkannya.

“Sakit sekali” Chorong memegang dadanya.

 

“Kai” Chorong menangis sendirian.

Sendirian.

Sama seperti waktu itu,

Saat kedua orang tuanya meninggal.

Hanya Ia sendiri,

Menangis.

Tidak ada yang menghiburnya…

Sendiri.

Sendiri.

Sendiri.

Sendiri.

Selalu sendiri…

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Hei, Luhan kau mau mengajakku kemana?” Tanya Chorong disertai ekspresi datar yang dibuatnya. Ia sedang dalam keadaan yang sangat tidak bisa untuk di ajak jalan-jalan seperti ini.

“Ikut saja aku” jawab Luhan tanpa memedulikan Chorong.

“Aku benar-benar malas jalan-jalan, aku mau pulang” gerutu Chorong, Luhan hanya menanggapinya dengan tertawa.

“Kau mulai lagi. Apa yang lucu?!” kesal Chorong, Luhan masih terus tertawa.

“Saat sampai disana, kau tidak merasa malas lagi” jawab Luhan sambil tersenyum, Chorong hanya terpaku melihat senyuman yang Luhan berikan padanya.

“Baiklah” Chorong melipat kedua tangannya, dan segera mengalihkan pandangannya ke jalanan, sementara Luhan memilih untuk focus mengendarai.

^^^^^^^^^^^^^^^^^

“HAAAAAAAAAAAAA?!” Chorong berteriak frustasi, sementara

Luhan terlihat bersemangat.

 

“Hari ini ulang tahun Cappy Land yang ke-50, jadi mereka akan mengadakan festival hari ini” Chorong hanya bisa pasrah mendengar apa yang Luhan ucapkan.

Disinilah tempat yang paling dibencinya, sebenarnya.

Luhan mungkin tidak tahu dan mengira Chorong menyukainya, tapi itu salah besar. Chorong sangat takut dengan wahana yang ada disini.

“AYO!!!!!” seru Luhan sambil menarik tangan Chorong untuk ikut bersamanya, Chorong terlihat sangat ketakutan namun Luhan tidak dapat melihatnya.

“Pertama kita naik Role Coaster Cappy!!!!”

“HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH” teriak Luhan saat role coaster melaju dengan kencangnya, Chorong hanya menunduk sambil meremas bawahan sweaternya. Ia sangat ketakutan.

“Kedua, kita naik Hula-Hula!!!!”

“WAHAHHAAHAHAHAHHAHHAHAHAAAA” teriak Luhan lagi, Chorong merasa kepalanya sangat pusing, hula-hula yang dinaikinya berputar kesana-kemari.

“Ketiga! Kita naik Tornado twist!!!!!!!” Luhan tambah heboh sendiri, Chorong merasa Ia tidak sanggup lagi.

“Luhan, aku tidak bis-“

“Aku sangat menyukainya” seru Luhan, membuat Chorong membatalkan niatnya.

“Ia terlihat senang” gumam Chorong, Ia juga ikut tersenyum.

“Mungkin hari ini aku harus bersabar” batin Chorong, Ia senang melihat Luhan yang gembira.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Luhan lebih heboh dari sebelumnya, Chorong menundukan kepalanya, tangannya bergetar.

 

“Bersabar, bersabar. Kalau begini, aku bisa gila!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Bagaimana tadi, apa kau senang?” Tanya Luhan sambil menyodorkan eskrim rasa pelangi pada Chorong. Chorong hanya tetap menunduk, Ia tidak mengangkat wajahnya.

“Chorong? Kau tidak suka eskrim rasa pelangi, kalau begitu makanlah eskrim coklat milikku” tawar Luhan sambil menyodorkan eskrim coklatnya, namun Chorong masih belum merespon.

“Apa perutmu sakit?” Tanya Luhan lagi,

“Aku tidak sakit perut, bodoh!” kesal Chorong sambil mengangkat wajahnya, Luhan hanya bisa terpaku.

“Aku sangat ketakutan tadi, tidak bisakah kau melihat perubahan raut wajahku?!” Chorong menghapus air matanya kasar. Banyak orang melihat ke arah mereka saat ini.

“Maafkan aku, aku sangat minta maaf” Luhan terdengar menyesal, Chorong menatapnya kesal.

“Cepat berikan eskrimku” Chorong langsung mengabil eskrim pelangi dari tangan Luhan.

“Kau lucu sekali” Luhan tertawa, Chorong mengalihkan padangannya.

“Kalau aku dan Kai pergi ke sini” batin Chorong, Ia tersenyum miris.

“Kenapa aku memikirkannya?!” Chorong berdecak kesal,

“Kau tidak sabar untuk festivalnya?” goda Luhan, Chorong menunjukan wajah datarnya.

“Tidak”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Banzai!!!! BANZAIIII!!!!!!!!!” seru Luhan sambil memegang beberapa aksesoris Cappy Bear yang tadi dibelinya saat para pelaku festival lewat. Chorong memegang kepalanya, Ia sungguh pusing dengan Luhan hari ini.

“Ayo Chorong, kau juga harus BANZAIIII!!!!!!!” Chorong menggelengkan kepalanya, namun Luhan terus memaksanya.

“Aku tidak mau BANZAI?!” Chorong tanpa sengaja mengucapkannya, Luhan segera tertawa sekerasnya.

“Kau ternyata! Hahahhahahahhhahahhaaa” Luhan memegang perutnya, karena saking lucunya.

“Aku ke kamar mandi dulu” ucap Chorong singkat dan langsung berlari meninggalkan Luhan yang masih tertawa.

“Apa-apaan dia itu?!” gerutu Chorong,

“Ah disini sempit sekali” Chorong tidak bisa keluar dari kerumunan orang yang ingin melihat festival.

“Bagaimana aku kel-“ belum sempat berucap pada dirinya sendiri, Chorong sudah ditarik keluar dari kerumunan tersebut.

“Ah, terima kasih” Chorong menunduk, bersyukur ada yang membantunya.

“Tidak apa-apa, Chorong noona” Chorong mengangkat wajahnya dan menatap Kai yang berada di depannya dengan mata yang terbuka lebar.

“Tampaknya kau menghabiskan seharimu dengan Luhan” ucap Kai.

“Apa kau mengikutiku?”

“Kalau iya, apa ada yang salah?”

“Kau sudah gila Kai”

“Aku memang sudah gila Chorong noona, aku rela menjadi penguntitmu kalau itu diperlukan”

“Hindari aku”

“Tidak bisa”

“Lalu apa yang terjadi dengan Naeun kalau kau begitu?!”

“Aku tidak peduli”

“Tidak ada yang patut aku bicarakan denganmu sekarang”
Chorong berlalu meninggalkan Kai, Kai tidak tinggal diam.
Ia segera menarik tangan Chorong, dan membawa Chorong berlari.

“Lepaskan aku!!!!”

“Setelah semuanya, kau ingin aku melepaskanmu noona?!”

“Kai!”

 

“Kau harus tahu, Park Chorong!”

 

 

 

Luhan menjatuhkan semua aksesoris cappy bear yang dipegangnya, ketika melihat Chorong ditarik oleh Kai.

 

 

“Kau mau memulainya lebih awal, Kai”

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

JAAAAAAJAJJAJAJJAJAJAJJAJJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!

Ini chapter yang mau mendekati tamat oiiiiyyyyyyyyyyyeeyeyyeyee, karena udah setahun dah nih ff! belum kelar juga, padahal ff lain yang baru mulai aja udah mau tamat dehhhh…

Dan ini akan saya umumkan pembaca Love Sick terbaik yang memberikan komentar pada setiap chapter:

 

1. Cristin Eko Isnawati : 10 komentar

2. Ema : 8 komentar

3. Effa Kim : 7 komentar

4. Uchie vitria : 12 komentar

5. Nona : 7 komentar

6. Sherendevt : 7 komentar

7. Amyya3 : 11 komentar

8. Salmaamran : 7 komentar

9. Yantie : 7 komentar

10. Lusyelf : 7 komentar

11. Anisah : 8 komentar

12. Niza : 9 komentar

13. Baekhyunnn : 7 komentar

14. Kiki vio Elvira : 7 komentar

Nah, kalau nama para teman udah ada di atas silahkan taruh email atau twitternya yaaa biar saya bisa ngirim PW chapter akhirnya….

Hehehehhehee.

Dan bagi yang belum disebutkan namanya, kalau sudah bisa memenuhi persyaratan seperti teman-teman yang lain, silahkan notif di @yaniclara2 atau email listianirowa9a@gmail.com sertakan dengan username dan di blog apa kamu komentar, karena ff ini bukan hanya di post di satu blog.

Ada juga Gallery EXO School, Kai Fanfiction Indonesia, dan HelloEXOpoppinklovelyzvelvet fanfiction.

 

Contoh:
Tianiexo di blog Gallery EXO School.

Nah sekian saja teman-teman ^_^,

Mohon maaf bila ada kesalahan,

 

Terima kasih sudah mau membaca

dan

Jangan lupa tinggalkan comment!

3 tanggapan untuk “Love Sick Chapter 11”

  1. Waduh bakal jadi perang ketiga tuh.. Hemm kai jadi berubah mending chorong sama luhan aja.. Kekeke.. Ceritanya keren thor feelnya tambah greget mungkin gara2 udah mau ending.. Semangat thor!! Oya ni emailnya thor tertia.rahma@gmail.com.. Kamsahamnida thor atas pw nya nanti.. Kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s