[EXOFFI FREELANCE] Unreasonable Love (PROLOGUE)

unreasonable2

Author: AGEHA
Length: Chapter
Genre: Romance and marriage life
Rating: PG-14
Main cast & Additional Cast: Oh Sehun and Suiren Lee
Disclaimer: agehautada.wordpress.com
Author’s note: This story and writing are mine.

This is just a marriage story of a silent people.

 

****

 

Sekali lagi, Suiren sangat membenci hari ini. Bukan, bukan hanya hari ini. Tapi ia membenci hari yang mengharuskan ia sibuk. Seperti biasa, ia bangun jam 4 pagi. Lebih awal dari yang lain. Ia berjalan menuju jendela besar di kamarnya dan sedikit menyingkap gorden hitam dengan motif kupu – kupu merah-nya.

 

“Gelap…” ucap Suiren pelan dengan ekspresi datarnya. “Jam berapa sekarang?” Ia menoleh kearah jam yang tergantung di dindingnya. Ia menghela napas pelan. “Sekali lagi aku terbangun karena mimpi buruk,”.

 

Sebenarnya tidak hanya SEKALI ini saja ia bermimpi buruk. Tetapi hal aneh ini sudah terjadi berulang kali. Mimpi buruknya mulai muncul sejak 5 bulan yang lalu dan sampai sekarang ini, ia tetap memimpikan hal yang sama.

 

Suiren kembali menutup gorden dan berjalan menuju kamar mandi. Tak ada yang berubah jika kau hanya terus memandangi pemandangan gelap yang terpapar di depanmu dan tak melakukan apapun. Ia harus bersiap dan berangkat mengingat ini hari pertamanya di universitas di Korea sejak pindah dari Amerika sebulan yang lalu.

 

Butuh waktu 40 menit untuk dihabiskan di dalam kamar mandi. Setelah keluar, langsunglah Suiren memakai baju casualnya tanpa basa – basi dan menyiapkan tas serta buku – bukunya. “Hari pertama memang sungguh menyebalkan,” Suiren berkata seperti itu saat ia mengemas tasnya. Ya, itu memang menyebalkan. Kau harus bangun dari tidurmu lebih awal dari biasanya. Tempat baru, buku baru, teman baru, dan bahkan kehidupan yang baru.

 

Itu terdengar sangat menyebalkan saat kau tidak siap akan semua hal itu.

 

Sungguh menyebalkan.

 

Saat Suiren sudah siap, ia langsung saja keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah, berjalan menuju ruang makan tempat di mana Ayah dan Ibunya menunggunya untuk sarapan. “Oh ya ampun, Suiren sayangku, kau tetap cantik seperti biasanya,” Nyonya Lee, atau bisa dikatakan, Ibu Suiren memuji putri kesayangannya seperti yang biasa ia lakukan.

 

Suiren dengan wajah datarnya menjawab, “Ibu, tolong hentikan. Itu membuatku malu,”.

 

“Kenapa? Itu kenyataan bahwa kau cantik. Benarkan, sayang?” Ibu Suiren beralih bertanya pada suaminya. Tentu saja ia setuju bahwa putri kesayangannya ini memang cantik. Dan memang seperti itu kenyataannya.

 

Suiren hanya menghela napas pelan. Tak ada hal yang bisa ia lakukan tentang hal ini, kan? “Maria, semua sudah siap kan?” Suiren menolehkan pandangannya ke belakang. Seorang gadis berpakaian pelayan bernama Maria yang berdiri di belakangnya. Gadis pelayan itu hanya mengangguk. “Ayah, Ibu, aku nerangkat,” setelah pamit, Suiren lalu berjalan menuju ke teras depan rumahnya didampingi Maria di sampingnya.

 

Suiren masuk ke dalam mobil karena di sana sudah ada Pak Kim yang menunggunya. “Hati – hati di jalan nona,” ucap Maria tenang. Suiren hanya mengangguk lalu menutup kaca jendela mobil dan akhirnya mereka berangkat.

 

Butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai di universitas barunya. Bangunan universitasnya tergolong megah untuk kalangan orang – orang biasa. Tapi bagi Suiren adalah tidak sama sekali. Entah apa yang membuatnya berpikir seperti itu. Kemungkinan karena ia dibesarkan dalam keluarga yang serba berkecukupan. Tidak, serba berlebihan, sepertinya.

 

Baiklah. Sepertinya hal itu tak perlu dibahas lagi. Dan Suiren memiliki firasat bahwa hari ini akan menjadi hari terburuknya. Saat kelas berlangsung, Suiren tak banyak berbicara. Sangat membosankan di sini. Dia terlalu pintar dalam hal pelajaran apapun, hingga membuatnya mengantuk untuk mengikuti pelajaran.

 

Dan Suiren sendiri berharap jika ia bisa cepat pulang ke rumah.

 

****

 

Akhirnya pada jam 2 siang ia bisa pulang ke rumah. Suiren sangat ingin ke kamarnya dan tidur. Ia mengantuk dan bosan. Tapi saat memasuki ruang pertama rumahnya, Ayah dan Ibunya dan seseorang yang tak dikenalnya sedang duduk di sofa dan sepertinya membicarakan hal yang serius.

 

“Ayah, Ibu, aku pulang,” seperti biasa, Suiren hanya memperlihatkan wajah tanpa ekspresinya.

 

“Ah, ini dia. Suiren, kemari,” Nyonya Lee memanggil anak perempuannya itu dengan suara lembut dan pelan. Tanpa pikir panjang, Suiren hanya menurutinya saja dan berjalan mendekati 3 orang tersebut.

 

“Ini anak kami. Suiren, Dia salah satu kolega kerja Ayah, tuan Oh Sehun. Suiren, ayo perkenalkan dirimu,” Tuan Lee berusaha meperkenalkan kedua orang itu.

 

“Namaku Suiren Lee. Senang bertemu dengan anda,” ucap Suiren dengan sopan dan formal. Oh Sehun hanya mengangguk sebagai tanda perkenalannya. Tidak sopan memang. Tapi Suiren tak terlalu memikirkannya. Lagipula itu bukan hal yang penting. Hal yanh terpenting saat ini adalah ia harus tidur.

 

“Maaf, aku akan ke kamar,”

 

“Suiren, ya ampun kau ini…” Nyonya Lee menarik napas panjang. “Tuan Oh, tolong maafkan dia. Sepertinya sifat apatisnya itu memang sudah tak bisa diubah lagi,” mendengar itu Sehun diam sejenak selagi memperhatika punggung Suiren.

 

“Berapa umurnya?” tanya Sehun to the point.

 

“Eh? Umurnya 19 tahun. Memangnya ada apa?” tanya Tuan Lee.

 

“Aku akan menikahinya,” ucap Sehun secara tiba – tiba yang membuat Suiren membeku di tempat. Ia juga tak berani menoleh ke belakang. Ya, hanya diam. Membiarkan semua percakapan antara Sang Tuan Oh Sehun dengan orang tuanya mengalir masuk ke telinganya.

 

“Maaf?” tanya Tuan Lee berusaha meminta penjelasan tentang hal itu.Sebenarnya hal itu sudah sangat jelas. Siapapun orang yang mendengarnya pasti mengerti kan? Tapi tetap saja Tuan Lee ingin meyakinkannya sekali lagi. Bagaimana pun ia mempertaruhkan semuanya.

 

“Aku akan menikahinya. Untuk lebih detailnya sekretarisku akan menjelaskan semuanya besok,” Suiren masih tidak bergeming. “Kalau begitu, aku permisi,” Tuan Oh Sehun lalu pamit pergi.

 

“Ah…… ya, silakan,” Tuan dan Nyonya Lee tak bisa berkata banyak. As expected from the perfect and cold king. Setelah itu, Sehun langsung berjalan menuju mobil lamborgininya dan mengendarainya pergi keluar kediaman keluarga Lee.

 

Saat ini Suiren, Tuan dan Nyonya Lee sedang membicarakan suatu hal yang menyangkut kehidupan. Pernyataan tiba – tiba yang keluar dari mulut Oh Sehuntadi membuat keadaan yang cukup hening saat ini.Tuan Lee berdeham dan membuka pembicaraan. “Jadi, apa keputusanmu?” tanyanya pada anak perempuannya.

 

Suiren diam sejenak lalu menghela napas. “Aku tak terlalu mempermasalahkannya. Terima saja,” sekali lagi, ia berusaha untuk tetap terlihat tenang dengan cara untuk tak terlalu memikirkannya dan hanya memperlihatkan wajah datarnya seperti biasa.

 

“Kau yakin? Kau masih bisa memikirkannya lagi. Jika kau tak ingin melakukannya, Ibu akan berusaha menolaknya,” suara Nyonya Lee penuh dengan nada kekhawatiran. Ia tak ingin jika putri satu – satunya harus berakhir dengan kehidupan yang tak bahagia. Ini semua harapan seorang Ibu kan?

 

“Tak masalah untukku. Aku istirahat dulu. Kita bisa bicarakan ini besok kan?” tanya Suiren pada Ayah dan Ibunya. Melihat sikap anaknya itu, Tuan dan Nyonya Lee hanya bisa menghela napas dan mengangguk.

 

Suiren terlalu santai menghadapi masalah ini. Bukan, ia hanya tak ingin memikirkannya. Kepalanya pusing jika sudah memikirkan hal itu. Jadi lebih baik ia tidur dan melupakan semua.

 

Saat sudah sampai di kamarnya, Suiren langsung mandi, berganti baju tidur, mengeringkan rambutnya, dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang besarnya. Ia hanya menatap langit – langit kamarnya dengan pandangan semu. Di dunia ini tak ada sesuatu yang serba mudah, bahkan untuk hidup saja banyak masalah. Memang saat ini, gaya hidup tak sekeras saat berada di zaman purba. Saat semua sudah dipermudah, selalu saja memunculkan masalah.

 

Suiren menghela napas kelelahan, dan mulai memejamkan matanya. Sekarang ini, ia hanya ingin terlelap ke alam mimpi yang tenang dan nyaman. Bukan mimpi buruk yang selalu mengikatnya.

 

To be continued…

22 respons untuk ‘[EXOFFI FREELANCE] Unreasonable Love (PROLOGUE)

  1. Knpa Sehun tiba2 ingin menikahi Suiren??? Apa ada motif trsmbunyi atau dy jtuh cnta pd pndangn prtama??? Suiren jg gk mnolak,,mlh kesannya trllu santai…

  2. Eohh.. o_O
    sehun bru jga knal udah main langsung nikahin aja..wkwkwk
    Suiren jga gx nolak tuh../jelas lah mna ada yg bsa mnolak pesona seorang Oh Sehun*plakk abaikan..kkk

    Seru kakk, izin bca chap slnjutnya ya.. 🙂

  3. waduh.. jujur aku sempt kaget pas sehun mau menikahi suiren pdhal bru pertama kali bertemu dan nanya umurnya !! :v
    Wah. keknya seru nih. next thor ~

  4. what ???? segitu mudahnya ???? nama saya suireen…. kekamar… berapa usianya ? …. saya akan menikahinya…. terima saja… kalau tak bahagia?… bukan masalah… ckckck oh my god… ada g manusia dikehidupan nyata mengalami hal itu ????? menakjubkan….keajaiban dunia

  5. Kenapa dipikiran gue, Sehun ngajak nikah karena si cewek seorang yang apatis/anti sosial? Atau karena Sehun yakin kalo si cewek kagak bakal ikut campur urusan dia? Atau dia tertarik pada si cewek?

  6. Ngajak nikah kok kayak gitu,,, singkat, jelas, padat. Kira” apa ya alasan sehun mau nikahin suiren?
    Aw, bikin penasaran aja nih cerita,

    yowes, Kutunggu part satunya,

    #semangat

  7. Tiba” muncul langsung ngajak nikah aja sehun, cocok dahh mereka berdua sama” manusia kutub pasti kalo digabungin serasi dehh wkwk, mereka kaya mengekspresikan sesuatu tanpa kata tapi pake tindakan sama” muka datar sihh susah menebak jadinya mereka seneng atau sedih aja kita gatau yahh semoga yg terbaik aja dehh buat mereka ke depannya

  8. Sehun lgsung to the point aja… langsung bilang mau nikahin? Busett.. emg disini umur Sehun berapa? Aku pikir tadi Sehun sama Suiren seumuran~ nextt

  9. Waah.. Baru prolognya aja aku udah suka. Alur ceritanya menarik, EYD nya juga rapih, pokoknya keren 😀

    Aku suka karakter Sehun disini, bener-bener cocok sama wajahnya yang sempurna .. ^^

    Penasaran sama chapter 1 nya, ditunggu ya dan keep writing ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s