94 (Chapter 13) – ECCEDENVY

image

Kim’s Story

EXO’s Kai and Sehun | Red velvet’s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC’s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

 

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

Chapter 13

“Jongin!! Sehun kecelakaan!!!”

“APA?!?”

“Ada apa Jong?” Seulgi menoleh bingung.

“Dimana? Baiklah! Aku ke sana!” Jongin menutup panggilan itu.

“Ada apa?” Seulgi bertanya lagi.

“Sehun… Dia kecelakaan!! Telpon Sharon!” Jongin berlari ke pintu apartement. Ia segera memakai sepatunya.

“Bagaimana bisa?” Seulgi panik. Ia dengan buru buru menelpon Sharon. Soo Jung juga ikut dibelakang mereka.

“Aku tidak tau! Yang jelas kita ke rumah sakit dulu sekarang!!” Jongin menekan tombol lift.

.

.

.

“Mana Sehun?” Jongin membuka sebuah kamar rumah sakit dengan cepat. Michelle menyingkir. Memperlihatkan Sehun dengan keadaan cukup parah.

“Apa yang terjadi?” Soo Jung bertanya. Ia juga ikut panik.

“Sedang apa kau di sini?” Michelle bertanya sinis.

“Kami yang mengajaknya! Sudahlah! Jadi, apa yang terjadi?” Seulgi bertanya lagi.

“Saat aku akan ke kantor pusat, ada kecelakaan. Sebuah truk menabrak motor sport di pertigaan dekat kantor pusat,” Michelle mengambil nafas sejenak. “Saat kulihat, di sana…. Hah.. Sudah ada Sehun tergeletak dengan darah di mana mana.”

Seulgi dan Soo Jung terpekik tertahan.

“Ya tuhan!” Seulgi menghampiri Sehun.

“Beruntung dia selamat. Hanya mengalami patah lengan kiri, cedera kaki, dan kemungkinan besar….,” Michelle berhenti. Ia merasa tidak sanggup melanjutkan.

“Apa? Kemungkinan apa?” Desak Jongin.

“…Amnesia.” Suara gadis itu mengecil. Michelle meraup oksigen. Menghela nafas berkali kali. Seulgi melemas. Soo Jung melotot tidak percaya.

“Ya tuhan!” Jongin menghela nafasnya kasar.

“Benturannya terlalu keras. Helmnya terpental saat ia jatuh, dan kepalanya terbentur trotoar. Wendy yang mengoperasinya tadi. Dan dia bilang, Sehun mengalami depresi berat. Itu salah satu pemicu amnesianya.” Michelle menjelaskan panjang lebar.

“Kita harus bagaimana?” Soo Jung bertanya. Ia terlalu bingung. Masih canggung dengan mereka.

“Aku tidak tau… Aku sudah menelpon Sharon. Tapi handphonenya tidak aktif. Dia berkata bahwa dia harus menyelesaikan pekerjaannya malam ini. Dan kembali besok pagi.” Seulgi frustasi.

“Besok pagi?” Soo Jung melotot. Seulgi mengangguk.

“Bagaimana kita menghubunginya kalau begini? Hmm… Aku ingat!!” Soo Jung mengambil ponselnya cepat.

“Apa?” Michelle bertanya.

“Aku waktu itu dengar, kakakku akan menggunakan Sharon sebagai model salah satu desain bajunya. Aku akan bertanya padanya.” Soo Jung menunggu dengan panik.

“Hah?” Jongin memasang wajah innocentnya. Tidak mengerti maksud Soo Jung.

“Yeoboseyo?”

“…”

“Iya!! Dia sudah melakukan pemotretan belum?”

“…”

“Benarkah? Bisa berikan ponselnya padanya?” Soo Jung menunggu. Ia bergerak gelisah. Yang lain gugup. Kecuali Jongin yang sedari tadi tidak mengerti.

“…”

“Maaf! Aku hanya ingin bilang!! Sehun kecelakaan! Ia masuk rumah sakit! Keadaannya koma!” Soo Jung berbicara terburu buru.

“…”

“Rumah sakit Seoul! Kamar no. 703!” Soo Jung kemudian memutuskan sambungan itu.

“Itu Sharon?” Michelle bertanya. Soo Jung mengangguk.

“Hebat juga kau!” Michelle tersenyum remeh. Walau ia cukup kagum dengan Soo Jung. Ia bahkan tidak memikirkan hal lain selain bagaimana mempertemukan Sehun dan Sharon.

“Datangkah dia?” Seulgi bergerak gelisah. Ia mondar mandir. Sedangkan Jongin masih tidak mengerti. (Ya ampun Jongin!!)

“Aku yakin dia datang!” Hibur Soo Jung. Walau ia ragu juga. Bagaimana Sharon bisa pergi di tengah pemotretan itu.

“Harusnya begitu…” Seulgi menggigit kukunya gugup.

“Tapi Sehun jarang sekali memakai motornya. Dia biasanya memakai mobil. Karena tidak mudah dilihat orang katanya.” Jongin mengernyit bingung. Menjadi teman Sehun sejak kecil membuatnya tahu kebiasaan laki laki berkulit pucat itu.

“Mungkin hanya ingin mencoba kebiasaan lain…” Positive thinking Michelle. Yah, tapi ia tidak yakin juga.

“Aku teringat kejadian 6 tahun lalu. Ia hampir membunuh dirinya sendiri di kamar mandi.” Michelle mengingat ngingat.

“Siapa?” Jongin bertanya. Entah kenapa ia jadi sulit mencerna apa kata orang.

“Sehun…” Seulgi mengingatkan. Jongin hanya ber’o’

“Apa yang terjadi pada Sehun?” Soo Jung bertanya. Ia bingung dengan apa yang dibicarakan ketiga orang lain di ruangan itu.

“Hari waktu Sharon datang ke sekolah setelah memberitahukan hubungannya dengan Sehun, kami pergi ke rumah sakit menjenguk Sehun. Dan, dia pingsan karena terkena hipotermia. Mengguyur dirinya di bawah shower.” Seulgi menceritakan.

“Hari itu? Ah…” Soo Jung kemudian teringat saat ia dengan kejamnya merekam kejadian dimana Sharon di bully habis habisan oleh satu sekolah. Ia menunduk.

“Ya… Beruntung kita menghapus postingan itu dari handphone Sehun.” Jongin melihat Sehun. Menghela nafas kemudian.

BRAK!

“Sehun…” Sharon menggebrak pintu kamar Sehun. Nafasnya tersengal sengal. Rambutnya berantakan. Keringat membasahi tubuhnya. Sepasang sepatu high heels di kedua tangannya. Ia hanya mengenakan kemeja denim dan mini skirt. Kondisinya berantakan sekali.

“Sharon…” Seulgi bergumam lirih

“Apa yang terjadi pada Sehun?” Sharon bertanya. Ia melihat Sehun.

Hening. Tidak ada yang berniat menjawab pertanyaan Sharon.

“APA YANG TERJADI DENGAN SEHUN?!” Sharon berteriak frustasi. Untung saja kamar itu kedap suara karena VVIP.

“Aku… Hiks! Selalu mencelakakannya… Hiks..” Sharon terisak. Ia merasa selalu saja membuat Sehun celaka. Entah karena kecerobohannya atau kesengajaannya.

“Sudah takdirnya… Kau jangan menyalahkan dirimu.” Seulgi menghampiri Sharon. Mengusap punggung sahabatnya.

“Bagaimana kau bisa kemari?” Soo Jung bertanya gugup.

“Aku… Untuk apa kau di sini?” Sharon bertanya. Walau pelan, ada aura kebencian dalam nada suaranya.

“Aku yang mengajaknya.” Seulgi masih mengusap punggung Sharon

“Aku kabur..” Sharon menggumam pelan.

“Dan berlari dari studio kakakku di Gangnam?” Soo Jung bertanya tidak percaya.

“Aku bisa apa…” Sharon masih tersengal.

“Ya tuhan! Kakimu berdarah!” Seulgi melihat lantai. Banyak darah dari pintu masuk menuju kaki Sharon.

“Aku benar benar putus asa. Kukira Soo Jung berbohong. Tapi nada suaranya berbeda.” Sharon masih juga tersengal.

“Kau tidak apa apa? Bersihkan kakimu! Aku akan meminta obat pada perawat.” Seulgi melihat kaki Sharon.

“Sudahlah Seul. Aku hanya ingin melihat Sehun. Aku harus kembali!”

“Kau gila? Kembali ke Gangnam dengan keadaan seperti itu?” Jongin menunjuk kaki Sharon.

“Tapi aku harus kembali! Aku bisa dipecat. Lagipula aku sudah melihat Sehun.” Sharon kemudian mulai berjalan keluar dari kamar rawat itu.

“Sharon!!” Bentak Soo Jung.

“APA?!” Sharon berteriak lagi. Ia sudah tidak tahan.

Drrrt drrt

“Yeoboseyo?”

“Kenapa kau belum datang juga?”

“Maafkan aku hyung! Temanku ada yang kecelakaan.”

“Benarkah? Maaf.”

“Siapa tadi?” Tanya Seulgi begitu Jongin menutup telponnya.

“Jin hyung..”

Mata Sharon membulat.

Bersambung….

Udah lanjut yak. Author rada males ngetik. Jadi gini deh. Maklumin aja ya. Author lagi gak mood dan banyak TO. Maklum anak kelas 9 gini deh. Tapi diusahakan update cepet. Dan diusahain juga ff lain lanjut. Ok. Sekian dulu. Hope you like it! See you in next chap! Salam EXO L~

8 tanggapan untuk “94 (Chapter 13) – ECCEDENVY”

  1. Kok mata sharon membulat? Emang sharon kenal? Astaga jangan sampai sehun jadi lupa sama sharon.. semangat ya TO nya!! Ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s