Tell Me When It First Snows [Chapter 2]

tell-me-when-it-copy

Tell Me When It First Snows

chaptered // teen // romance // Kim Min Seok (EXO), Reen (OC)

Thanks for this cute poster Ken’s@Hospital Art Design

.

anneandreas

.

PicsArt_1448600142405

 

.

.

← Previous Chapter          Next Chapter →

.

Apa yang akan dunia katakan bila mereka tahu bahwa Xiumin EXO yang sangat terkenal itu memiliki mantan pacar seorang gadis yang tinggal di Indonesia? Hanya seorang gadis biasa? Reen tersenyum getir mengingat kenyataan itu. Mantan pacar.

.

∗∗∗

Maret 2007

.

Reen memantapkan hatinya dan mulai berjalan di koridor sekolah yang sangat terasa berbeda dari biasanya, dengan seragam yang juga berbeda dari biasanya, dan yang sangat pasti tatapan orang-orang yang berbeda dari biasanya. Mereka semua putih dan terlihat cantik di mata Reen, baik itu laki-laki ataupun perempuan.

.

Karena merasa tidak nyaman dengan perubahan yang baru saja dialaminya, Reen mempercepat langkahnya menuju ruang guru sambil menunduk sampai akhirnya ia merasa kepalanya membentur sesuatu yang tidak keras tetapi cukup kuat untuk membuat Reen terjatuh sekaligus membuat sesuatu yang tidak keras itu mengeluarkan suara, “Aaah.. Jinjja! Nuguseiyo

.

Reen masih jatuh terduduk saat sesuatu yang tidak keras itu sudah berdiri menjulang di hadapannya.

.

“I’m sorry” jawab Reen setelah berdiri dan langsung pergi mencari ruang guru lagi, tentu ia tidak mau membuat masalah di hari pertamanya sebagai siswa pertukaran pelajar di sekolah ini

.

Setelah selesai mengikuti kelas terakhir di hari pertamanya di sekolah baru, Reen lebih memilih duduk di kursi taman sekolah daripada langsung kembali ke asramanya. Reen mulai memperhatikan lingkungan barunya yang akan ia jalani selama satu setengah tahun ke depan.

.

Memperhatikan para pasangan yang berjalan berduaan, sekelompok anak perempuan yang tertawa ceria, sekelompok anak laki-laki yang bermain futsal di lapangan. Semuanya tidak jauh berbeda dengan yang ada di negara asalnya, Indonesia, hanya saja semua orang yang ia lihat saat ini menggunakan bahasa yang berbeda.

.

Reen masih sibuk berkutat dengan pikirannya saat seorang murid laki-laki berjalan dari lapangan futsal ke arahnya, berdiri di depannya dan mengeluarkan rentetan kata-kata dengan bahasa yang belum terlalu ia mengerti. Reen memang sudah mempelajari sedikit bahasa Korea sebagai bekalnya menjadi siswa pertukaran pelajar di negara ini, namun mendengar seseorang berbahasa Korea dengan begitu fasih tetap saja membuat Reen sulit mencerna apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.

.

“Excuse me, i don’t understand what do you talking about.” jawab Reen dengan perasaan bersalah

.

Tatapan murid laki-laki yang berdiri di depannya melembut, dan ia mulai berbicara dengan bahasa yang dipahami Reen.

.

“Kim Min Seok” kata murid laki-laki itu sambil mengulurkan tangan

“Reen. Reen Kukyia” jawab Reen sambil menyambut uluran tangan murid laki-laki itu

Murid laki-laki yang bernama Kim Min Seok itu tersenyum. Hangat. Sulit mengartikan senyumnya, hanya saja Reen merasa ingin selalu melihat senyuman itu.

.

∗∗∗

April 2012

.

Reen tersenyum lalu menghela napas. Ia mengingat kembali masa lalu yang sudah bertahun-tahun ini dikuburnya dalam-dalam. Sedalam apapun ia mengubur semua kenangan itu, kenangan itu tetap utuh tersimpan di dalam hatinya.

.

Masih dalam ketidakpercayaan, Reen berjalan ke arah ranjangnya, bukan untuk tidur tetapi melihat ke kolong ranjang dan menarik sebuah kotak cukup besar yang ada di sana.

.

Lagi-lagi Reen menghela napas di depan kotak besar itu. Ia tahu apa yang akan terjadi pada hatinya bila ia kembali membuka kotak ini, namun disaat yang sama perasaan yang sangat kuat mendorongnya untuk membuka kotak ini dan membiarkan dirinya kembali tenggelam dalam masa lalunya.

.

Dengan setengah perasaan rapuh dan ragu, Reen kembali membuka kotak yang entah sudah berapa lama tidak dibukanya. Reen menatap semua barang-barang berbau Korea yang ia masukkan ke dalam kotak itu.

.

Reen tersenyum tipis saat melihat seragam sekolahnya, juga benda-benda lain yang ia bawa dari Korea Selatan. Benda-benda yang hanya ia simpan, benda-benda yang membuat pikirannya selalu mengarah kepada Kim Min Seok.

.

Ujung mata Reen menangkap bayangan sebuah benda kecil yang sudah mulai usang, dan mengambilnya. Plester luka bergambar pita.

.

∗∗∗

Juni 2007

.

Sudah tiga bulan Reen ada di negara lain, seorang diri, ia sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya, bahkan sudah mulai fasih berbahasa Korea. Namun, hari ini suasana hati Reen sedang berkabut, pasalnya Reen medapatkan nilai yang kurang memuaskan. Hal itu benar-benar membuat Reen kesal, sebagai siswa pertukaran pelajar, ia tidak ingin mendapatkan nilai kecil, di kelas Sejarah Korea sekalipun.

.

Merasa kekesalannya tidak juga surut sejak ia duduk di bawah pohon rindang, Reen berniat melampiaskan kekesalannya pada bola basket yang tergeletak tidak bersalah di pinggir lapangan.

.

Reen memasuki lapangan basket dengan masih memakai seragam lengkap. Mengambil bola basket, melakukan dribble padahal ia tak tahu cara melakukannya dengan benar, dan mulai melempar bola basket itu ke arah ring, yang tentu saja tidak masuk ke dalam ring. Reen berlari mengejar bola basket itu dan melemparkannya kembali ke dalam ring, gagal, lalu kembali mengejar bola basket itu dan melemparkannya lagi, gagal lagi. Bukannya rasa tenang yang Reen dapatkan, justru kesal semakin merayap dihatinya, bahkan bola basket saja tidak bersahabat dengannya hari ini.

.

Reen memegang bola basketnya lagi dengan tekad yang sangat kuat. Kali ini saja, ia harus berhasil memasukkan bola basket ini ke dalam ring. Reen melompat penuh tenaga untuk mendorong bola basketnya masuk ke dalam ring saat terdengar sebuah suara menjerit dalam bahasa Korea, “Hoy! Lagi ngapain?”

.

Bola basket yang ada di tangan Reen terlepas dari tangannya dan memantul tanpa arah ke ujung lapangan dan Reen yang sedang melompat sangat terkejut dan terjatuh.

“Awwww” jerit Reen

.

Sumber suara yang membuat Reen terjatuh berlari ke arah Reen,

“Gwaenchanha?” tanya Kim Min Seok

“Ini sakit sekali…” jawab Reen sambil memegang pergelangan kaki kirinya

.

Min Seok memegang pergelangan kaki Reen yang tadi ditunjuknya dan mendengar jeritan gadis didepannya menguat.

.

“Sepertinya ini terkilir. UKS sudah tutup. Kita harus ke klinik. Kau bisa berjalan?”

Reen mencoba berdiri namun terjatuh lagi.

.

Min Seok berkacak pinggang di depan Reen lalu berkata, “Lagipula, kau seharusnya tidak bermain basket jika kau tidak bisa memainkannya.”

“Hey, aku terjatuh karena tiba-tiba ada seseorang yang berteriak saat aku sedang melompat.” jawab Reen membela dirinya sendiri

.

“Jadi kau menyalahkanku karena kakimu terkilir?” Min Seok mengangkat sebelah alisnya

“Oh, kau tidak mau mengakuinya?”

“Oke, baiklah. Aku mengalah. Ayo, naiklah ke punggungku, aku akan menggendongmu sampai ke klinik.” kata Min Seok sambil duduk dengan posisi membelakangi Reen

.

Reen menurut dan memegang pundak Min Seok sehingga Min Seok bisa menggendongnya di belakang. Reen merasakan darahnya mengalir lebih deras. Ia tidak pernah digendong oleh laki-laki manapun di dunia ini kecuali ayahnya.

.

“Hey, Reen. Kau seharusnya tidak boleh memanggilku hanya dengan sebutan ‘kau’. Biar bagaimanapun aku lebih tua satu tahun darimu” kata Min Seok

“Lalu? Bagaimana aku harus memanggilmu?”

Oppa. Kau harus memanggilku oppa. Seperti kau memanggil sunbae yang lain.” Jawab Min Seok dengan nada menyuruh-anak-kecil-untuk-berhenti-makan-permen

.

“Bagaimana kalau aku tidak mau?”

“Lalu aku akan melepaskan gendonganku dan meninggalkanmu di jalanan ini sendirian.”

“Ha! Kau sanggup melakukan itu pada seorang murid pertukaran pelajar? Aku akan melaporkanmu pada duta besar.” Jawab Reen dengan nada mengancam

.

“Ayolah. Panggil aku oppa. Oppa. Oke?”

Araso. Aku akan memanggilmu oppa. Seokie oppa.

Min Seok tertawa mendengarnya.

.

“Nah itu lebih baik di dengar. Aku jadi bersemangat. Pegangan yang kencang, aku akan berlari ke klinik!” kata Min Seok lalu berlari

.

∗∗∗

April 2012

.

Lagi-lagi Reen tersenyum getir sambil memandang plester luka tersebut. Ia teringat Xiumin yang memberikan plester luka ini sepulang mereka dari klinik. Xiumin pula yang memakaikan plester ini. Xiumin tersenyum puas melihat hasil karyanya di kaki Reen yang baru saja dibebat, kembali menggendong Reen dan mengantarkan Reen pulang sampai ke depan kamar asramanya.

.

Reen meletakkan plester luka penuh kenangan itu di lantai, di tempat barang-barang lain sudah berserakan sebelumnya dan kemudian kembali menatap isi kotak, pupil matanya membesar sesaat sebelum ia mengambil sebuah boneka beruang kecil, dan tenggelam bersama kenangan yang tersimpan di dalamnya.

.

∗∗∗

September 2007

.

Reen menggeliat di atas tempat tidurnya, melihat jam dan segera beranjak bangun lalu mandi. Tidak biasanya Reen melakukan itu di hari liburnya, ia hanya mau melakukan hal seperti itu bila sesuatu yang penting akan terjadi.

.

Oh, hari ini Reen akan pergi ke taman hiburan dengan Seokie oppa. Berdua!! Reen sudah sangat bersemangat sejak tadi malam. Bagaimana tidak? Ketika kau diajak pergi berdua saja dengan seseorang yang kau suka bukankah kau akan sangat senang?

.

Pikiran Reen masih melayang-layang saat handphone Reen berdering tanda telepon masuk.

.

Annyeong, oppa..” jawab Reen riang

“Haha, mengapa kau terdengar sangat bersemangat?” tanya Min Seok dari ujung telepon

“Tentu, ini pertama kalinya aku akan pergi ke taman hiburan di Korea jadi aku sangat bersemangat!”

“Tahan semangatmu, nona! Sebentar lagi aku akan ke sana..”

“Ne, oppa!”

.

∗∗∗

.

“Bagaimana?” tanya Min Seok sesaat setelah mereka memasuki taman hiburan

“Daebbak!” jawab Reen

.

Min Seok tertawa, “Are you ready, girl?”

“Absolutely!” jawab Reen bersemangat

“Ajja..” kata Min Seok sambil menggandeng tangan Reen dan berjalan menuju komidi putar

.

Reen terkejut namun tidak menolak, ia memandang tangannya yang tenggelam di dalam genggaman Min Seok. Ia merasa sangat siap untuk menikmati hari ini sehingga tidak bisa mengeluarkan kalimat apapun yang ada dipikirannya.

Memang kalimat apa yang ada di pikiran Reen? Ia hanya terlalu senang.

.

Satu per satu permainan di dalam taman hiburan itu ditaklukan oleh Min Seok dan Reen. Mereka membeli bando telinga kucing dan memakainya, berfoto bersama, memakan gula-gula. Min Seok tersenyum samar melihat gadis di sampingnya ini masih bersemangat walaupun bulan sudah mulai mengintip, sementara dirinya sendiri sudah sangat kelelahan.

.

“Reen, aku sangat lapar. Ayo kita pergi makan lalu pulang.”

.

∗∗∗

.

Reen memandang ke sekeliling tempatnya duduk di restoran itu, ini pertama kalinya ia pergi ke Namsan Tower. Walaupun sudah cukup lama ia tinggal di negara ini, namun ia masih kagum dengan setiap hal yang yang ia lihat di sini, restoran ini salah satunya.

.

Reen sangat bersemangat, ia hendak berbicara kepada Min Seok namun ia mendapati Min Seok sedang melamun di hadapannya, ekspresinya terlihat cemas.

.

Oppa? Kau kenapa?” panggil Reen

Min Seok tidak menjawab, atau lebih terlihat tidak mendengar panggilan Reen.

.

Oppa?” panggil Reen lagi ketika ia tidak mendapati jawaban

“Ya?” Xiumin tersentak dari kesibukannya dengan pikirannya sendiri

Oppa kenapa?” tanya Reen cemas

“Aku? Tidak.. Aku tidak apa-apa.” jawab Min Seok tetap dengan ekspresi cemas

Oppa terlihat cemas. Apa oppa sakit?”

“Tidak, aku tidak sakit. Mungkin aku hanya terlalu lelah.” Min Seok mencoba tersenyum

“Lelah sekali, ya? Kalau begitu setelah makan kita harus langsung pulang.”

“Baiklah.” Min Seok tersenyum senang

.

Reen ikut tersenyum melihat Min Seok tersenyum.

Oh, senyum lelaki itu memang bisa menular kepada orang-orang di sekitarnya.

.

“Hey, aku baru ingat, aku ingin memberikan hadiah untukmu.” ungkap Min Seok

“Wow! Kan aku tidak ulang tahun hari ini.”

“Tidak apa. Aku hanya ingin memberikannya untukmu.” jawab Min Seok

.

Mata Reen melebar dan senyumnya merekah melihat boneka beruang kecil yang dikeluarkan Min Seok dari tasnya. Ia menyambut boneka tersebut dengan senyum yang lebar.

.

“Gomawo, oppa.”

“CheonmaneoMin Seok tersenyum namun wajahnya terlihat menegang

.

Reen masih terlihat takjub pada boneka mungil itu. Ia menempelkan boneka itu di pipinya dan meremasnya.

.

“Saranghaeyo

 Reen menghentikan aktivitasnya. Ia terkejut akan apa yang baru di dengarnya. Ia menatap Min Seok yang terlihat tegang, namun suara itu tidak berasal dari bibir Min Seok.

 .

“Saranghaeyo”

Suara itu terdengar lagi ketika Reen menekan perut boneka beruang mungil itu. Itu suara Min Seok, ia sangat yakin. Boneka beruang mungil ini mengeluarkan suara Min Seok. Reen memandang boneka itu. Tidak tahu harus merespon apa.

.

“Saranghaeyo”

Suara itu terdengar lagi, padahal kali ini Reen tidak menekan perut boneka beruang itu. Reen mengalihkan pandangannya kepada Min Seok. Suara yang kali ini keluar langsung dari bibir Min Seok.

.

“Reen, saranghaeyo. Maukah jadi pacarku?”

.

~ ~ ~ \(^^,)/ TO BE CONTINUE \(^^,)/ ~ ~ ~

Author’s Note:

Chapter 2 release finally.. \(^^,)/

Makasih buat yang udah mau baca FF Chapter gaje ini ya.. ^^

Seperti biasa satu komenmu berarti untukku..

#uhuk #ehem

.

Kansahamnida.. *bow*

42 tanggapan untuk “Tell Me When It First Snows [Chapter 2]”

  1. Ini bnrn rasa sequel dr Intro, sk bgt! 😁 terjwb smua pertny’an2 wkt bc Intro. Td’ny bingung knp di hr prtm jd student xchange tu reen kluar kls buru2 smp nabrak umin, jg yg pas lg diem sndiri di kursi taman sklh trus disamperin umin n mrk knalan, trnyt reen lg culture shock ya liat tmn2 br di lngkng br dg bahasa yg blm dy ngerti bgt 😊
    Jd hiburan tersendiri liat/bc interaksi antar author ksayangan berbls kmntr 😂 ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Co cwit bgt pas umin nwrn mo gendong reen ke klinik tu /khas romantic scene di drakor2 😍
    Terus pas di 남산 tower tu umin gelisah kirain krn mo ksh tau reen dy apply jd trainee & jd ga bs sring2 ktmu lg 😅 eh trnyt umin gelisah krn mo nembak reen 😁 eciyeh..!!
    Mao 😍 di tembak sm my visual line KrisHun akuh pk boneka kek gt 😘 ky di drama my imaginary 오빠, sensory couple!
    Tega amat klo 세훈 ksh bunyi suara boneka’ny bkn 사랑해 tp ‘mimpi nih ye’ 😂 manggil ‘mbak’ pula! ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Ikh itu makhluk 1 msh nongol lg dimarih 😒 x ni dy speechless, tp te2p kepo! Sigh..

    1. iyaaaah, apalagi si reen kan bukan kpopers jadi dia pegi ke koriyah ya bekal seadanya ajaa, di sana culture shock dia bingung, tabrakan pula sama kakak kelas dingin, eh taunya disamperin.. emang takdir mereka mah /kan kamu yang buat ne /iya ya /plak wkwkwk
      iyaaah! kaya drama! reen pasti bahagia digendong gituu :3
      muehehehehhe, karena dulu pacarku baca ff yg ini, pas dia propose aku ngasih boneka guguk yang perutnya diteken bunyi juga, dia ngomong bahasa korea logat jawa wkwkwkwk..
      pas aku tanya artinya apa, dia bilang artinya “menikahlah denganku”, pas kuliat hapenya ternyata dia sampe instal aplikasi conversation bahasa korea wkwkwkw.. soswit ya kak, sayangnya dia bukan umin /plak /dirajam /ditendang /gatau diri
      wkwkwkwk
      buakakak dan aku ngakak lagi kalo sampe sehun beneran ngasih boneka yg bunyinya “mimpi nih ye, mbak” wkwkwkwk.. sehun mah sengklek emang wkwkwk

    2. So sweet bgt! 😍 Sacrifice for love tuh smp dwlnd app percakapan b. Koriyah di hp’ny 😄 tp kata2 anne ‘syng dy bukan umin’ bikin ngakak!! 😂 ㅋㅋㅋㅋㅋ
      Geli.. 😁 kbayang kjailan 막내 ksayangan tu wkt di exo’s showtime yg eps bliin 생이리 선물 bwt 찬열 😆 bdua partner in-crime’ny, kai!

    3. hooh, untunglah kak dia rela banget mengimbangi kegilaan aku pada oppa oppa fana yang sering kubilang lebih ganteng daripada dia wkwkwkw..
      tapi yah sisi positifnya punya istri demen koriyah, so pasti level cowoknya tinggi so kemungkinan selingkuhnya rendah wkwkwkw..
      wkwkwkwk itu aku ampe ngakak pas liat duo maknae itu beli kado ulang taun begituan wkwkwk

  2. Aku pengen tanya. Tanya tanya tanya dan tanya. Di otak ham penuh pertanyaan.

    Ini epep berapa kata ya? Keliatannya pendek? Ato perasaanku saja? Ato aku terlalu menikmati hingga tak sadar sudah TBC bukan penyakit tapi penyakitkan kalo diliat.

    Ok. Seoki oppaaa…. Akkkhh *Eh?
    Aku mau dikasih boneka kayak itu. Bisa ngomong. Aku pengennya suaranya kai ya. Pan seoki oppa segrup ama kai. Gampang dong mintain suara kai. *plak buahahahaha 😀

    Semangat terus buat kakaku tercuyuuuunnnkkkkkk…. Jangan kapok buat rekues ke aku ya? *Eh salah tempat. Buahahahaha

    Yosh Semangat kak ne!!! 😀

    1. tanya apah?
      wkwkwkw..

      kalo gak salah sih per chapternya cuma 1000 kata lebih, gak ada yang sampe 2000..
      jadi chapter ficlet wkwkwkw..

      Nanti kubilang umin ya, suruh kasih tau kai beliin kamu boneka kaya gitu wkwkwkw..

      maacih semangatnyaaaaahhh..

      ini aku gak lagi rikues wkwkwkwkwkw..

  3. kaknean aku pesen satu boneka yang kek gitu ya, tapi bentuknya jangan beruang, bubble tea aja *abaikan*
    aku selalu punya impian pergi ke taman bermain besar sama seseorang haha etapi di sini gak ada taman bermain besar -_- kapan kapan ah, di korea/plak
    eciye minseok udah main sarang-sarang (?) segala/plak
    reen mau dong ya di sarang-sarangin (?)/plaklagi
    mari berjuang! minseok! reen! kaknean!
    *ikat hasduk di kepala*
    (pelis ini aku ngelantur, abaikan aja kak abaikaaaaan)

    1. Nanti aku bisikin sehun ya suru beli boneka macam itu wkwkwkwkwk..
      Tapi nti kalo dipencet perutnya bukan bunyi “saranghae” tapi bunyinya “mimpi nih ye” wkwkkwkw..

      Iya betul..
      Yg di sini ga gede gede amat…nti kita dobeldet ya ke koreaaa wkwkkw..

      Reen mau dong di sarangsarangin..
      Mau bangeeeet..
      *angguk angguk kepala ampe potel*

      hasduk
      hasduk
      hasduk
      hasduk
      Karena kamu ga koreksi jdi aku yg koreksi..
      Wkwkwkkw..

      Semangaaaaaatttt!!

    2. jangan bisik-bisik ah kak/plak
      kamvret haha itu kerjaan kaknean aja, sehun gak mungkin gitu, paling bunyinya ‘bangun mbak, bangun’
      yuk ayo, tinggal pesen tiket niiiih xD
      kalok di kolom komentar gakbisa satu satu ya nulis koreksinya wkwk

    3. *lempar sehun*
      diem diem aja..
      selingkuhnya kan sudaah berlalu,, walaupun kenangannya masih ada.. /plak
      gak bisa move oooonn gak bisa move oooonnn gak bisa move oooonnn~

  4. halo aku muncul lagi /loh? siapa gue//tendang/

    gak tau kenapa pas aku baca ff ini, cita2 aku pengen kuliah di Korea yang sempet terkubur, menggelora kembali. pengen banget kaya reen, jadi murid pertukaran pelajar terus dapet pacar orang korea, umin oppa pula wkwkwk

    padahal aku sering baca ff berlatar korea tapi ff ini sukses bikin aku ngebayangin tempat-tempat di korea yang pengeeeeenn banget aku kunjungin… taman bermain, namsan tower, ahhhh… apa karena ff ini cast nya orang indonesia jadi aku lancar banget ngebayanginnya?? entahlah..

    bagian paling romantis ya pasti bagian umin nembak reen pake boneka itu.. suka deh!
    untung sempet reen tekan perut bonekanya, kalau engga yaahh gagal lah rencana umin hahaha…

    cepet lanjut thor… semangat!

    1. haha… iya ya ampun pengen banget ke korea.. doakan saya mudah2an someday bisa kesana 🙂
      wkwkwkw namanya juga fanfiksi kak anne, kita ya bebas aja menuangkan ide kita 😀 berkhayal tuh justru harus yang tinggi2 hahaha XD

    2. Amin amiiinn..
      Doakan aku juga supaya bisa ke sana..
      Walaupun kalo ke sana skrg gabisa pacaran sama umin..
      /plak
      *dibangunin dari mimpi

      Iyasih..
      Namanya manusia bedabeda..
      Ada yg suka berkhayal tinggi,, ada juga yg gasuka berkhayal jadi gasuka juga liat orang berkhayal tinggi.. :v
      Wkwkwkkw..
      Makasi loh semangatnya dessyyy..

    3. haha iya aamiin.. mudah2an kita yang mencintai oppadeul disana, bisa mampir untuk nengok suami2 tercinta wkwkwk
      wkwkwkwk… telat harusnya kalo mau pacaran sebelum merekanya debut 😛
      iyaaa, kalo aku termasuk suka mengkhayal yg tinggi2 dan aneh2 jg haha
      iyaaa kak samasama 🙂

    4. Iya telat banget emang..
      Lah aku uda lulus uda kerja..
      Manabisa lagi pertukaran pelajar ke sana..
      Tapi aku nungguin ada pertukaran karyawan ke sana.. #eh #masih ngarep juga ternyata
      Wkwkkwkw..

    5. haha wkwkw… siapa tahu loh kak anne, ada pertukaran karyawan hahaha.. atau misal mau ngambil S2 di Korea hehe
      aku juga udah kuliah sih tingkat akhir, pengen ngelanjut kuliah atau kerja disanaaaa hehehe XD

    6. Waaaakkk semangaaat..
      Baru lulus kuliah emang lebi enak kalo langsung lanjut kuliah lagi..
      Aku uda kerja ampir dua taun jdi rasanya males mo belajar lagi wkkwkwkw..

      Amin amin ada pertukaran karyawan amiiiinnn..

    7. nah iya kak, pengennya langsung lanjut. tapi gak enak juga sih kalo ngerepotin orangtua melulu 😦 jadi kayanya mau kerja dulu, baru nanti lanjut kuliah pake uang sendiri.
      hahaha… aamiin XD

    8. tapi biasanya kalo udah kerja, uda tau rasanya dapet duit sendiri jadi males belajar lagi loh..
      wkwkwkwkwkw..
      tapi kalo aku emang dari awal ga niat mo S2 sih wkwkwk..

    1. Baru mau dijawab eh udah jawab sendiri..
      Hihihi..
      Iya Reen nya mau dong jadi pacar Min Seok, kan dia juga emang suka..
      Nah loh kenapa bisa berpisah?
      Tungguin next chapter setiap jumat ya.. Hehe..
      Makasi ya uda komen.. ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s