[EXOFFI FREELANCE] Distance (Chapter 6)

PhotoGrid_1441500947458-1

Tittle/judul fanfic: Distance (Chapter 6)
Author: zoey
Length: Chaptered
Genre: Romance, Entertainer’s life
Rating: PG-14
Main cast : Jui Kim (OC), Kim jongin aka Kai, Wu yi fan aka Kris
Additional Cast: Sungyeol, Exo member, SM trainee (OC)
Disclaimer: FF ini murni muncul dr otak author sendiri ya!! Belum pernah di posting dimanapun…hehe… terinspirasi ketika author lagi kangen bgt sama galaxy fan fan.. T_T.
Author’s note: Ini FF pertama author.. di maklumi ya kalau ada typo sana sini… hehe…Enjoy reading…di tunggu kritik dan saranya….:)


***

“Mwo?!!” Teriak jui dan xiumin serempak

“Yaaak pelankan suara kalian” ucap kai khawatir kalau kalau teriakan mereka terdengar orang sekitar

“kau mau aku meninggalkanmu disini bersama jui? Yaa perkembangan kalian cepat sekali baru kubiarkan kalian berduaan sehari kau sudah mau tinggal dengan jui. Kai~ya pelan pelan saja jangan terburu buru” canda xiumin kepada kai

“Hyunggg bukan itu maksudku!!” Kai semakin kesal medengar semua candaan xiumin yang menurutnya tak lucu sama sekali

“Sunbaee jangan seperti itu” tambah jui dengan muka memerah

“Wae? Apa ada yg salah dengan ucapanku?” Jawab xiumin dengan wajah innocent nya

“Tentu saja mana mungkin aku ada apa apa dengan gadis ceroboh ini”

“Yaak kim kai jaga ucapanmu,lagi pula ini semua salahmu untuk apa kau menyuruh xiumin sunbaenim meninggalkanmu di sini?” protes jui

“Aku kan belum selesai bicara, jangan salah paham!”

“Kau tau kan hyung aku punya saudara seorang dokter, aku sudah menyuruhnya kesini untuk melihat kondisi kaki jui. Jika kakinya tak cepat sembuh pertunjukanku akan gagal aku tak mau itu sampai terjadi” jelas kai

“Ahh kau benar juga, apa aku perlu meminta manager menjemputmu?” tanya xiumin

“Ani~ biar nanti hyungku saja yang mengantarku”

“Oke kalau itu maumu, ahh mata lagi pula aku masih ada jadwal jadi aku harus buru buru” xiumin teringat dia harus melanjutkan jadwalnya dan bersiap untuk pergi

“Kai jaga jui baik baik awas sampai kau macam macam! aku akan mengadukanmu pada kyungsoo” peringat xiumin sebelum meninggalkan kai dan jui berdua

“Jangan berkhayal,Itu tidak mungkin terjadi” tepis kai kesal

“Kalau begitu aku duluan ya jui anyeong~”

“Anyeong”

 

 

Jui pov

Mobil xiumin sunbaenim sudah menghilang dari pandanganku. Ah dia benar benar pergi meninggalkan aku berdua saja dengan kai ‘it’s driving me crazy.

Sambil membopongku kai mulai berjalan memasuki gedung dorm tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya hanya berjalan dengan ekspresi wajah yg menyebalkan ‘benar benar membuatku kesal.
Sampai akhirnya kurasakan langkah kakinya berhenti.

Tap

“Ini dormu kan?” ucap kai tiba tiba

“Oh!”

Ucapan kai mengagetkanku sedari tadi aku melamun ternyata kai sudah membawaku sampai ke lantai 3 tepat di depan pintu dormku.

Tut tut tut tut klik

“Yaakk kim kai apa yg kau lakukan?”

Selagi aku berteriak pintu dormku sudah terbuka. Bagaimana dia tau password dormku? ‘is he stalker?

“Yakkk bagaimana kau tau password dormku???” teriakku pada kai

“Diamlah kau sangat berisik, yg mana kamarmu kanan atau kiri ?”

“Left! Kim kai jangan mengabaikan pertanyaanku bagaimana kau tau password dormku?”

“Aku hanya menebak”
Jawab kai sambil membuka pintu kamarku kemudian menempatkanku di ranjang dengan sangat hati hati.

“Wahh are you magician? Kau pikir aku percaya, Kau benar dengan sekali tebak bukankah itu mustahil? Atau jangan jangan kau pernah berkencan dengan salah satu trainee di dormku lalu kau diam diam masuk kesini? Atau kau seorang stalker?” runtutku padanya dengan penuh kecurigaan

“Whoa jui kim sepertinya kau berbakat jadi penulis. Khayalanmu benar benar luar biasa. Kau ini benar benar bodoh atau apa? Dulu aku juga seorang trainee dan semua pikiran trainee tentang password dorm itu sama,cari yg paling mudah di ingat ‘0000’ (yongyongyongyong) bukankah aku benar?”

Ups he’s right semua trainee memang beepikiran sama we all use simple password.

“Ahh aku lupa ternyata kau dulu juga trainee biasa sepertiku”

 

 

Kai pov

“Jadi selain bodoh ternyata ingatanmu jg jelek”

“Yaakkk kau mau mati?! Kluarlah dari sini aku muak melihat mu”

Ini pertama kalinya aku masuk kamar yeoja, kamarnya sangat berbeda dengan kamar di dorm namja selain gaya kamarnya yang feminim kamar yeoja lebih bersih dan rapi tapi bukan itu yg menarik perhatianku. Kedua bola mataku tak sengaja mengarah kepada bingkai foto yang tertata rapi di meja, sosok jui yang riang terlihat di antara deretan bingkai yang berjajar dan satu wajah yang sangat ku kenal berada di salah satu foto itu ya aku tak salah lihat aku memang mengenalnya ‘kris hyung’

“Shirreo!”

“Lalu kau mau apa disini?”

“Kau pikir aku mau apa? Aku hanya akan menunggu hyungku datang lalu pulang kau diam saja di ranjangmu”

“Tapi Kau tak harus menunggunya di kamarku kan? Tunggu saja di ruang tamu!”

“Shirreo! Aku benci menunggu sendirian”

“Kim kai kau benar benar membuatku frustasi. ok fine terserah kau saja, lebih baik kupejamkan mataku dari pada melihatmu berkliaran di kamarku”

Kuperhatikan gadis bodoh itu mulai memejamkan matanya, entah hanya sekedar memejamkan mata atau dia benar benar terlelap dalam tidurnya. Ini sangat aneh bibirku bahkan tersenyum dengan sendirinya melihat gadis ini, dia sangat tenang dan wajah kecilnya yang ku lihat sangat lelah juga terlihat begitu cantik saat terlelap. Seandainya saja dia tak membenciku mungkin ada saat dimana sebenarnya aku sangat ingin memujinya.
Sekali lagi mataku tertuju pada meja tempat foto kris hyung berada dan kuperhatikan sebuah kalung yg pernah kulihat sebelumnya tergeletak di samping foto itu.

“Apa kau benar benar sangat menyukainya?” Tak sengaja kata kata itu muncul dari bibirku ketika semakin kuperhatikan foto masalalu kris hyung tersenyum gembira terpampang rapi di meja jui yg tak pernah kulihat sekalipun selama ini.

“Mworago?” Tanpa kusadari jui menjawab ucapanku. Sedari tadi gadis bodoh ini ternyata hanya sekedar memejamkan matanya tak tertidur sama sekali.

“Ani” jawabku singkat menghindari pertanyaanya.

“Really? Ku pikir kau tadi mengatakan sesuatu” tanya jui sekali lagi masih penasaran

“Ani~ kau salah dengar. Yaak bukankah kau tadi tidur?” ucapku mengalihkan perhatianya

“Aku ingin tidur tapi kau membuatku tak nyaman”

“cihhh, arrasseo aku akan menunggu hyungku di luar silahkan tidur dengan tenang!”

Ku putuskan untuk keluar dari kamarnya dan menunggu hyungku di ruang tamu seperti apa yang jui mau. Lagi pula kami akan terus bertengkar kalau satu ruangan dan bertengkar denganya membuatku sakit kepala.ckckck

 

Jui pov

“what? Mungkinkah aku salah dengar? Ani ani ani~ aku tak mungkin salah dengar. Kai memang mengatakan sesuatu. Bukankah dia tadi seperti bertanya apakah kau benar benar menyukainya? “ gumamku pada diri sendiri.
Geunde kenapa dia mengatakan itu? dia seperti bertanya padaku.Wait seolma?! OMG! Apa dia melihat foto Yi fan. Seketika tubuhku melemas menyadari apa yg kim kai mungkin lihat, ani~ aku yakin dia pasti melihatnya. Foto Yifan Oppa yang selama ini kupajang di meja kamarku, tak seorang pun tau karena memang tak pernah ada satu orang pun yang tertarik masuk ke kamarku. This is the first time seseorang masuk ke kamarku dan kurasa Kai melihatnya.
Setelah kupikir lagi ini bukan pertama kalinya, bahkan dia tau saat terakhir kali aku menemui yifan. Gosh apa yang harus kulakukan? Apa kai tau sesuatu tentang aku dan yifan oppa? That’s imposible Yifan oppa bahkan tak mengingatku jadi tak masuk akal jika kai sampai tau masalalu kami.

Klek

Kudengar suara pintu terbuka, dari balik pintu Kim Kai masuk kembali ke kamarku

“Yakk kenapa memandangku seperti itu? Aku hanya ingin mengambil ponselku sepertinya aku meninggalkanya di meja riasmu.” Jelas kai padaku. Kuperhatikan kim kai mulai berjalan menuju meja riasku menemukan ponselnya lalu meraihnya dalam genggamanya, masih kuperhatikan matanya melirik pada deretan bingkai foto di meja itu.

“Kau, apa yang kau tau tentang aku dan kris hyung?” Tak bisa ku tahan lagi pertanyaan itu pun muncul begitu saja dari mulutku.

Kai tersentak mendengar apa yg ku tanyakan padanya, tentu saja pasti dia tak menyangka pertanyaan itu akan muncul dari mulutku.

Kai tersenyum kecil menanggapi ucapanku.

“Ahh~ jadi memang ada sesuatu antara kalian?” Jawab kai lebih tepatnya seperti menyindirku.
Namja ini memang sangat aneh aku tak mengerti sebenarnya dia tak tau atau hanya pura pura tak tau?!

“Bukankah kau tau aku menemui kris di bandara dan kau sudah pasti melihat ada foto kris di mejaku? Dan kurasa tadi kau mengajukan pertanyaan untukku?”

Sekali lagi kupertegas pertanyaanku.

“Lalu apa sebenarnya hubunganmu dengan kris hyung?!” Kai balik bertanya dan tak menjawab pertanyaanku. Apa apaan pria ini jika dia tak tau lalu kenapa sikapnya seperti dia tau segalanya.

Mulutku terkunci aku tak bisa menjawab pertanyaanya ani~ lebih tepatnya aku tak ingin menjawabnya.

“Wae? Kau tak bisa menjawabnya”

Ting tong

Nice timing Bunyi bel menyelamatkanku dari pertanyaan kai oh thanks god.

 

“Bisa tolong buka pintu dormku? Kurasa hyungmu yg datang” Pintaku pada kai.
Sekali lagi kai tersenyum tipis, dan tanpa sepatah katapun kai berjalan keluar kamarku untuk membuka pintu dormku.

Kulepaskan nafas yang sedari tadi kutahan, fyuhhh ini aneh aku tak memiliki gangguan pernafasan namun dadaku akhir akhir ini selalu sesak saat bicara dengan kai, apalagi saat aku teringan yifan oppa it’s driving me crazy.

 

 

Author pov

Kai membuka pintu dorm Jui dan benar saja seorang laki laki tinggi tegap ber jas dengan menenteng sebuah tas tampak berdiri di depan kai saat ini.

“oh joowon hyung kau sudah datang” sapa kai kepada pria itu yang ternyata adalah hyungnya yang seorang dokter.

“ckckck aigo bocah ini, bukankah kau yg memintaku secepat mungkin datang kemari dan meninggalkan pekerjaanku?!” sindir jowon pada kai

“mianhae hehe. hyung satu satunya dokter yang aku tau dan aku percaya”

“dwaesseo! Lalu mana teman mu yang harus ku periksa?”

“ahh darrawa, dia ada di kamarnya”

 

 

Tok tok tok

“Jui kim hyung ku sudah datang aku akan masuk sekarang” ucap kai sebelum masuk ke kamar jui

“ne~” jawab gadis itu singkat

“hyung kenalkan ini Jui kim teman satu manajemen ku, Jui kenalkan ini joowon hyung dia seorang dokter”

“anyeonghaseyo uisa~nim” ucap jui menyapa hyung kai.

“anyeonghaseyo Jui-ssi, jong in bilang lututmu cidera biar mulai kupriksa seberapa parah cidera yang kau alami”

“ne~”

“eoh lukamu sudah di bersihkan? Apa jongin yang melakukanya?” kata joowon sambil tersenyummelirik kai.

“ Hyung jangan menanyakan hal yang tak penting!” sahut kai tanpa ekspresi, ia terlihat sangat terganggu dengan ucapan hyungnya.

“wae? Kau sudah melakukan hal yang benar. Syukurlah Jui-ssi kurasa lukamu tak terlalu serius kau hanya perlu meminum anti biotik untuk mencegah terjadinya infeksi. Dan untuk pergelanagan kakimu ini hanya terkilir, Tahanlah sebentar aku akan membenarkan posisi otot kakimu” perlahan joowon memijat pergelangan kaki jui kemudian menariknya

“aawww” rasa sakit dari pijatan joowon tak terhindar oleh jui, jeritan kesakitan terdengar dari mulut manisnya. Terlihat kai menatap wajah jui meskipun tak ia tunjukan tapi kali ini ekspresinya terlihat khawatir.

“gweanchanha? nah sekarang otot kakimu sudah benar sisanya kau tinggal mengoleskan salep dan anti biotik yang kuberikan, kalau bisa jangan terlalu banyak bergerak dulu, sekitar seminggu lagi kurasa kakimu akan pulih” jelas joowon pada jui, sesekali dokter ini juga memperhatikan kai sambil tersenyum

“eoh kurasa ini lebih baik, kamsahamnida uisa-nim” jui perlahan menggerakan kakinya, otot ototnya yang semula kaku terasa semakin membaik setelah pijatan dari hyung kai.

“ahh jangan panggil aku seperti itu kau kan teman jongin kita bicaranya santai saja dan panggil aku ‘jowon oppa’ arraseo? “

“hyung gemanhae! Dia bukan temanku. Lagi pula setelah ini kalian tak mungkin bertemu lagi” gerutu kai tak terima dengan ucapan hyungnya

“wae? Aku berencana memberikan kartu namaku pada jui! Jui-ya ini kartu nama ku kalau dalam tiga hari lukamu tak membaik kau bisa menghubungiku” ucap joowon lalu menyodorkan sebuah kartu nama pada jui.

“ohh! Ne~”

“baiklah kurasa semua sudah beres aku harus pulang sekarang.”

“hyung aku ikut denganmu”

“wae? Kau mau meninggalkan jui sendirian? Sebaiknya kau menginap disini” sekali lagi joowon menggoda kai

“hyunggg!!”

“hahaha aku hanya bercanda”

“itu bahkan tidak lucu”

“baiklah jui kami pergi dulu jangan lupa minum obatmu.” Pamit joowon pada jui

“ne~kamsahamnida uis~ ani jowon oppa”

Joowon membereskan perlengkapanya kemudian menghilang dari balik pintu kamar jui meninggalkan kai di belakangnya.

“na kalge~” ucap kai singkat kemudian meraih gagang pintu kamar hingga terdengar suara jui yang menghentikan langkahnya

“kai~ya……

Tbc…..

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Distance (Chapter 6)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s