TRIANGLE (Chapter 6) [short ver.]

tissakkamjong

TRIANGLE

tissakkamjong

Chaptered

Romance, School Life, Drama

13+

Irene (Red Velvet), Kris (ex-EXO), Sehun (EXO)

Ff ini murni dari otak author. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, alur, tema, waktu karena ketidaksengajaan. Ini murni dari otak author, dimohon untuk tidak copypaste. [Warning typo(s)].

Poster by Aerriblue

FMV by Alfath11

HAPPY READING

[ Chapter 1 2 3 4 5 6 7 8 ]

OoO

Chapter 6

 

??? POV

 

Aku menutup lokerku dan menatap kaos yang kupegang dengan tersenyum. Aku segera berjalan keluar kelas hingga aku melihat Irene berjalan sendirian pulang, ah tidak, sepertinya ia tidak berjalan pulang. Harusnya ia kan belok kekiri, tapi ini kekanan. Aku segera mempercepat langkahku untuk mengikutinya secara diam-diam. Dia menuju lantai atas, menuju ruang musik? Memangnya hari ini ada latihan? Bukannya hari ini semua ekstrakurikuler tidak ada jadwal?

 

Aku membalikkan badanku ketika Irene memasuki ruangan itu. Aku berjalan menuju toilet pria yang tak jauh dari ruang musik. Kuganti seragamku dengan kaos yang tadi kuambil diloker. Kaos polos yang sudah kutulis ‘Saranghae Irene-ya’ dengan spidol, dan kuambil bunga yang sudah kubeli kemarin. Kurasa hari ini bukan waktu yang salah untuk menyatakan cintaku padanya.

 

Ya, aku memang bukan tipikal orang yang romantis. Biasanya mereka menyatakan perasaannya dengan sebuah dinner yang dikelilingi lilin, atau dengan sebuah surat yang dikelilingi kelopak-kelopak mawar. Menurutku segini saja sudah cukup, lagipula aku tau betul sifat Irene sejak SMA yang tidak terlalu menyukai keromantis-romantisan. Sifatnya yang konyol itu sangat tidak cocok jika kuberi keromantisan yang berlebihan kkkkk.

 

Seharusnya aku menyatakan perasaanku saat awal-awal Irene masuk sekolah ini, dengan begitu Sehun dan Kris pasti tidak akan mendekati mereka. Aku menyesal terlalu lama memendam perasaanku, bodohnya aku juga kenapa aku menolaknya dulu. Dan sekarang aku malah mengejar-ngejarnya dengan amat menyesal. Dan sekarang? Irene sudah banyak yang suka, bahkan sahabatku sendiri menyukainya hingga pertemanan kami terpecah belah. Tapi sekarang mereka sepertinya sudah tidak peduli juga dengan pertemanan kami, aku pun sepertinya. Dan ini saat yang tepat untuk Irene tahu bahwa aku mencintainya.

 

Aku berjalan keluar dari toilet menuju ruang musik, sudah kusiapkan semuanya untuk menyatakan cintaku padanya. Tidak peduli ia menolakku, apalagi dengan hadirnya Sehun dan Kris pasti dia lebih memilih kedua namja itu daripada aku. Tidak peduli jika ia tidak cinta padaku, yang penting aku sudah menyatakannya.

 

Kuharap tidak ada siapa-siapa diruangan ini, agar aku bisa leluasa menyatakannya. Kupegang kenop pintu ini dan menariknya kebawah dengan semangat hingga pintu itu terbuka dan menampilkan Irene yang dikelilingi dua namja. Namja yang benar-benar sangat tidak kuinginkan untuk ada disitu. Mereka semua menatapku dengan diam, Irene yang tadinya menatapku kini turun kebawah menatap bunga yang kupegang.

 

Muka ceriaku kini sudah berubah jadi merah, aku kesal, kecewa, dengan hadirnya namja itu. Aku membalikkan badanku dan meninggalkan mereka dengan kesal, tak peduli lagi niat awalku untuk menyatakan cintaku pada Irene. Aku benci Irene, tidak, aku benci Irene dekat dengan mereka. Aku benci mereka, aku benci pertemanan kita. Kubuang bunga ini dengan asal kelantai, Kudengar suara Sehun dan Kris meneriaki nama Irene, kututup telingaku dan berlari.

 

OoO

 

IRENE POV

 

“IRENEEEEEEEE!!!!!” Tak kupedulikan teriakan mereka, aku berlari meninggalkan mereka sampai aku berhenti, menatap bunga itu. Bunga itu terjatuh dilantai, entah sengaja dibuang atau memang terjatuh. Kupungut bunga itu dan mencari larinya namja itu, entah kenapa badanku bergerak meninggalkan Sehun dan Kris demi mengejar namja itu, padahal aku sudah tau pilihanku.

 

Kulihat ia berlari menaiki tangga, menuju atap? Aku tetap mengikutinya dengan perlahan supaya dia tidak tau. Kini, kita berdua sudah berada diatap. Kutatap punggungnya dari kejauhan.

 

“Bunganya… Aku suka, cantik.” Aku memberanikan bicara dan menghampirinya.

 

Yaaa! Jangan terlalu percaya diri, itu bukan buatmu!” Aku mendekatinya dengan senyum mengembang diwajahku. “Lalu itu apa?” Tunjukku pada bajunya, ia lalu membalikkan badannya membelakangiku.

 

Ani, ini aku hanya iseng saja. Sudah sana ah, aku malas bicara denganmu saat ini.” Ucapnya dengan ketus, entah kenapa ia sangat lucu jika sedang seperti ini.

 

Yaaa Kai-ya, jika itu hanya iseng, kenapa tadi kau kabur saat melihat Sehun dan Kris?” Aku mencoba menantangnya, mana mungkin ia iseng sampai sejauh ini.

 

“Aku benci kau, Irene!” Teriaknya dengan kencang, aku tertawa mendengarnya, entah kenapa gengsinya besar sekali, kenapa dia tidak jujur aja sih.

 

“Kenapa sih gengsimu besar sekali? Babo.” Aku menjitak kepalanya sambil berjinjit karena badannya lebih tinggi daripadaku.

 

Yaaa! Kau sudah berani padaku?” Tanyanya dengan muka kesal. “Aku tak pernah takut padamu.” Aku menjulurkan lidahku dan pergi meninggalkannya.

 

“Kau sukses membuatku membencimu.” Aku menghentikan langkahku dan berbalik menghadapnya. “Kau sukses membuatku membencimu. Kau taukan lawan arti dari ‘benci’?” Kai menatap mataku dalam-dalam.

 

“Cih, dasar tidak romantis.” Kulipatkan lenganku didadaku. “Ya! Sejak kapan perempuan sepertimu menyukai keromantis-romantisan?”

 

“Aku juga ingin seperti perempuan diluar sana tau!” Aku mengerucutkan bibirku dengan kesal, sungguh bocah ini. “Jangan mimpi!” Kai mendorong jidatku kedua kalinya. “Ya babo!”

 

“Jadi kau lebih suka romantisnya mereka atau konyolnya aku?” Tiba-tiba saja Kai mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Panas. Ini yang kurasakan saat ini, mukaku pasti sudah sangat merah sekali. Aku bisa melihat wajahnya dengan sangat jelas saat ini, ia semakin mendekatkan wajahnya padaku. Ah, jangan lakukan itu Kai. Refleks aku menutup mataku dengan ketakutan.

 

“Muahahaha! Kau pikir aku akan mencium kau?” Aku langsung membuka mataku dengan terkejut, Kai tertawa dengan kencangnya saat ini. “Mukamu merah sekali, pasti tadi kau membayangkan yang tidak-tidak ya? Hish, kau bukan tipeku kali.” Kai menjulurkan lidahnya dengan sangat puas. Sungguh, mengejekku membuatnya bahagia sekali sepertinya.

 

“Yasudah kalau aku bukan tipemu, aku ingin kembali ke mereka saja.” Aku mendorong badannya kekanan, agar aku bisa melewatinya. Ia langsung menarik tanganku, otomatis aku pun berhenti.

 

“Serius, kau adalah tipeku. Sangat.” Aku menatapnya dengan sendu, matanya sangat menunjukkan bahwa dia sangat mencintaku. Ia menarikku kedalam pelukannya.

 

“Apa aku sudah romantis seperti mereka? Jadi pilih aku, ya?” Kai membisikkan kata-kata itu tepat ditelingaku. Sungguh rumit.

 

OoO

 

Saat aku pertama kali melihatmu

Aku sangat tertarik padamu

Aku tidak memikirkan pikiranku

Aku hanya berbicara sesukaku

 

Aku harusnya berhati-hati

Aku harusnya menyelamatkan diriku

Karena aku sangat yakin

Mendapatkan hatimu tak akan secepat itu

 

Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya

Seperti napasku akan berhenti

Kepalaku dipenuhi dengan dirimu

Tawamu, candamu, marahmu

 

Aku tidak bisa mengatakan lama lagi

Aku sudah lama menunggumu

Aku akan menunggu dirimu

Hatimu

 

Hatiku

Jawabannya adalah dirimu

Jawaban atas hatiku adalah kamu

Kamu segalanya bagiku

 

EXO – MY ANSWER (Edited)

 

To be continued…

 

tissakkamjong’s note: Hai guys! Sorry ya chap ini pendek banget, ini emang sengaja dibuat pendek karena emang sengaja isinya cuma buat bagian Kai nyatain perasaannya. Tadinya chap ini dibuatnya cuma sampe 500words doang lho, cuma author ngerasa gaenak kalian udah nunggu lama tapi author kasihnya dikit banget, jadi author panjangin aja sampe 1000words, setengah dari chap biasanya kan? Tadinya juga ini mau diupdatenya Sabtu kemarin, biar kalian gak lupa dari chap 5 nya, cuma karena waktunya kemarin tidak memungkinkan, author juga nggak megang laptop, jadi hari ini baru bisa diupdate.

 

Sebenarnya gak cocok banget sama judulnya TRIANGLE padahal ada 4 castnya bukan 3, hahaha. Tapi, gapapa, ini sengaja buat para readers baru jadi biar ganyangka kalo Kai ikut suka juga. So, sorry banget chap ini pendek, dan kemungkinan next chapter itu bakalan jadi last chapter/bakalan ending ya^^ jadi don’t forget like+comment+share, gomawo!^^

 

17 tanggapan untuk “TRIANGLE (Chapter 6) [short ver.]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s