[EXOFFI FREELANCE] Love in Ice Cream (Chapter 2)

PicsArt_1439105646111

Title : Love in Ice Cream (Chapter 2)

Author : H.Ztao_94 (Hida Cronics)

Main Cast : Huang Zitao (Z.Tao / Soloist)

Kang Seulgi (Seulgi / Red Velvet)

Support Cast : Bae Sooji (Suzy / Miss A)

Kim Seokjin (Jin / BTS)

Jung Daehyun (Daehyun / B.A.P)

Byun Baekhyun (Baekhyun / EXO)

Park Chanyeol (Chanyeol / EXO)

Kim Taehyung (V / BTS)

Genre : Romance, School Life, Little bit Comedy, Sad

Rating : General

Lenght : Chaptered

Recommended Song : Red Velvet – Ice Cream Cake

As One & EZ-Life – Lovin Ice Cream

EXO – Baby

Disclaimer : Semua Cast milik Allah SWT & Keluarganya. Tapi kalo Huang Zitao udah jadi suami sah saya #Plak #CronicsAsahGolok 😁

Summary : Cintamu semanis es krim yang kumakan setiap hari, kau membuatku jatuh cinta dengan sikapmu yang dingin namun manis seperti es krim.

Author’s Note : Anyeong…! Aku balik lagi bawa ff gaje bin absurd lagi. Moga masih ada yang suka dan mau baca. Don’t Plagiat. Don’t be silent reader. Happy reading 😊

#NIGHT

@KANG FAMILY’S HOUSE

Aku tengah duduk dijendela kamarku memandang bintang-bintang yang bertaburan dilangit. Tentunya sambil memakan es krim. Aku teringat dengan Seokjin oppa lagi.

#FLASHBACK

Aku bertepuk tangan setelah mendengar sebuah lagu yang dinyanyika oleh Seokjin oppa.

Oppa sangat pandai bernyanyi. Pantas saja oppa selalu mendapatkan nilai tertinggi disekolah saat ujian vocal.” Kataku.

“Siapa yang memberitahumu?” Tanya Seokjin oppa.

“Daehyun oppa.” Jawabku.

“Daehyun bercerita apa saja padamu?” Tanya Seokjin oppa.

“Banyak. Tentunya tentangmu, oppa.” Jawabku dengan senyum ceria yang mendapatkan cubitan dari Seokjin oppa dikedua pipi putihku.

#FLASHBACK END

Aku tersenyum sendiri mengingat saat kebersamaanku bersama Seokjin oppa. Aku masih belum bisa melupakan Seokjin oppa. Aku masih sangat mencintainya. Ponselku berdering.

“Daehyun oppa…?” Kataku.

Aku segera mengangkat teleponku.

Yeoboseo….”

“….”

“Tidak ada yang terjadi antara kami, oppa.”

“…..”

Tut tut tut

“Dasar namja menyebalkan!Β  Apakah dia sudah mengadu sesuatu pada Daehyun oppa?” Pikirku.

Β 

#MORNING

@KIRIN ART HIGH SCHOOL

(Huang Zitao)

Hari ini aku tengah bermain gitar disebuah ruang musik yang sepi. Mencoba memainkan sebuah lagu dengan benar. Ditengah kegiatanku memetik gitar, aku mendengar seseorang yang tengah menangis terisak.

“Siapa yang menangis?” Pikirku.

Aku berjalan menuju jendela karena aku mendengar sumber suara dari jendela. Dan ternyata memang benar. Terlihat seorang yeoja yang wajahnya sudah tak asing lagi.

“Bae Sooji??? Ternyata yeoja itu bisa menangis juga.” Batinku.

Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang.

“Taehyung…!” Ucapku refleks.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Taehyung.

Taehyung pun melihat ke jendela juga. Lalu dia tersenyum memandangku.

“Apa?” Tanyaku merasa dipojokkan dengan senyuman Taehyung.

“Kau menyukainya?” Tanya Taehyung.

“Tidak!” Bantahku.

“Lalu, mengapa kau melihatnya terus-menerus? Tidak masalah kau menyukainya. Asalkan kau mau berusaha, pasti bisa mendapatkan hatinya. Kau hanya perlu sedikit berjuang lebih keras.” Jelas Taehyung.

“Yeollie….! Kembalikan kertas itu! Kembalikan!” Teriak Baekhyun yang baru datang bersama Chanyeol saling memperebutkan secarik kertas.

“Yak, kalian berdua! Tak bisakah tak membuat keributan?” Taehyung sedikit jengkel karena mereka berdua membuat suasana menjadi gaduh.

“Hyungie, kau pasti irikan padaku karena roomateku sangat mesra denganku. Tak seperti roomatemu yang selalu hilang entah kemana.” Baekhyun tak mau kalah.

Taehyung pun pergi dengan menarik tanganku. Dia mungkin tak tahan melihat tingkah Baekhyun dan Chanyeol yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

@CANTEEN

“Zitao, bisakah aku meminta tolong padamu lagi?” Tanya Daehyun yang baru saja datang dan duduk disampingku.

“Minta tolong apa?” Tanyaku.

“Nanti sore aku ada tambahan jam kelas vocal lagi. Jadi aku titip ini dan berikan ini pada Seulgi.” Jawab Daehyun dengan memberiku sekotak cookies.

“Hanya ini? Es krim???” Tanyaku.

“Nanti saat kau akan pulang. Aku takut es krimnya mencair.” Jelas Daehyun.

Akupun mengangguk mengerti. Lagi-lagi aku harus bertemu dengan yeoja ceroboh itu lagi. Jika saja dia bukan adiknya Daehyun, mungkin aku tak akan pernah mau bertemu dengannya.

#EVENING

@HAN RIVER

“Mengapa lama sekali!” Gerutuku sambil melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tanganku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar langkah kaki seseorang menuju kearahku. Ya, siapa lagi kalau bukan Seulgi.

“Maaf, membuatmu menunggu lama.” Ucapnya.

“Tidak apa-apa. Ini!” Kataku dengan menyerahkan sebuah kantong plastik padanya.

“Terima kasih.”

Akupun berjalan pergi menuju halte. Aku merasa ada seseorang yang berjalan dibelakangku. Aku segera membalikkan tubuhku.

“Yak, jangan mengikutiku!” Ucapku.

“Aku tak mengikutimu. Aku hanya ingin pulang.” Kata Seulgi lalu berjalan mendahuluiku.

@HALTE

Aku duduk menunggu bus. Sudah 30 menit aku menunggu, namun tak ada bus yang lewat. Aku melirik kearah Seulgi. Tampaknya dia tengah sibuk bermain ponsel.

“Enak sekali dia bisa bermain dengan ponselnya. Sedangkan aku tak bisa menggunakan ponselku karena layarnya retak. Dan semua itu gara-gara peristiwa dibandara saat itu, saat aku tak sengaja bertemu dengannya.” Batinku.

Beberapa saat kemudian, hujan turun. Semakin menambah rasa jengkelku. Pasti akan sangat malam saat aku tiba diasrama nantinya. Aku kembali melirik kearah Seulgi. Aku melihatnya tengah menikmati es krim dan cookies pemberianku tadi. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari perutku. Apalagi kalau bukan karena perutku lapar. Aku ingin sekali memakan sesuatu, tapi tak ada apapun didalam tasku selain alat tulis.

“Ini…!” Ucap Seulgi dengan menyodorkan sekotak cookies padaku.

“Tidak usah, aku tidak lapar.” Tolakku agar tetap terlihat keren.

“Ya sudah!” Ucap Seulgi sembari kembali ketempat duduknya tadi.

Perutku terasa semakin menjadi-jadi. Rasa lapar ini benar-benar menggangguku.

“Jika lapar, kau tak perlu bersikap sok keren.” Ucap Seulgi yang menyindirku.

“Aku tidak lapar!” Bantahku.

Cookies ini sangat enak, manis & terasa begitu lembut. Ditambah dengan es krim yang semakin membuat lengkap suasana hujan sore ini.”

Mendengar ucapan Seulgi, rasa laparku semakin menjadi-jadi. Menyerah. Aku telah menyerah. Akupun berjalan mendekati Seulgi.

“Kau pasti tak akan mampu menghabiskan cookies ini. Ini terlalu banyak untuk kau makan sendiri!” Kataku dengan merebut sekotak cookies yang ada ditangan Seulgi.

“Yak, kau ini!” Ucap Seulgi.

Namun ia tak merebut cookies yang ada ditanganku. Dia membiarkanku memakan cookies pemberian Daehyun ini. Seulgi justru asik memakan es krimnya dengan lahap. Dia benar-benar penggemar es krim sejati.

Suasan sore ini terasa tak begitu membosankan. Akhirnya Seulgi pun mengawali pembicaraan.

“Maafkan aku atas kecerobohanku kemarin dan saat dibandara.” Kata Seulgi.

“Tidak apa. Anggap saja itu sebuah pengalaman.” Kataku sok bijak.

“Bagaimana dengan ponselmu?” Tanya Seulgi berjalan mendekatiku.

“Layarnya retak.” Jawabku.

“Bolehkah aku melihatnya?”

“Tidak usah. Tidak apa-apa. Masih bisa digunakan untuk menelepon. Jadi tidak masalah.” Jelasku.

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, akhirnya hujannya reda. Seulgi tampak sangat kelelahan. Ia sampai ketiduran dipundakku.

“Bagaimana ini. Seulgi…! Bangun! Bangunlah, Seulgi!” Ucapku pelan dengan menggoyang-goyangkan tubuh Seulgi.

Namun, Seulgi tampaknya tidak ada reaksi apa-apa.

“Apa yang harus kulakukan?” Kataku.

Aku kembali menggoyang-goyangkan tubuh Seulgi. Dan setelah berjuang cukup lama, akhirnya Seulgi pun bangun.

“Ini sudah jam berapa?” Tanya Seulgi sambil menguap.

“19:30 PM. Mungkin tak akan ada bus yang lewat. Lebih baik kita jalan kaki saja.” Kataku.

“Tapi rumahku masih jauh. Bukankah asrama juga masih jauh?” Kata Seulgi dengan memandang jalan.

“Tapi jika kita tetap terdiam disini, tak akan ada yang memberikan perubahan.”

“Aku akan menelpon ayahku dulu supaya dia menjemputku.” Ucap Seulgi dengan mengeluarkan ponsel dari tasnya.

“Yak! Ponselku low bat. Boleh tidak aku meminjam ponselmu?” Ucap Seulgi dengan wajah memelas.

Aku segera mengeluarkan ponselku yang keadaannya kurang baik. Seulgi pun langsung menyambarnya.

“Yak! Hati-hati. Jika terjatuh lagi, ponselku tak akan bisa digunakan.” Kataku.

“Maaf! Maafkan aku!” Seulgi mulai mengotak-atik ponselku.

“Bagaimana?” Tanyaku.

“Ini sangat sulit digunakan. Touch screennya sangat lambat. Keyboardnya juga sangat lama digunakan untuk menulis nomer. Apakah kau sudah pernah menggunakan ponsel ini sejak terjatuh dibandara?” Tanya Seulgi.

“Pernah, tapi aku tak bisa mendengar suara si penelepon.” Jawabku.

“Itu berarti ponselmu rusak. Kau ini bodoh sekali. Apakah kau tak sempat menelepon keluargamu yang di China?” Tanya Seulgi dengan mengembalikan ponselku.

“Tidak. Aku hanya mengirimi ayahku pesan lewat email.” Jawabku.

“Lalu, bagimana ini?” Tanya Seulgi tampak bingung.

“Kita jalan kaki bersama saja. Nanti tak akan terasa lelah.” Kataku.

Seulgi pun mengangguk. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan bersama. Seulgi berjalan tentunya dengan makan es krim.

“Kurasa kau tak akan bisa hidup tanpa es krim.” Kataku.

“Iya. Kurasa juga begitu. Kau mau?” Tanya Seulgi dengan menyodorkan es krimnya padaku.

“Tidak usah.” Kataku menolak.

“Tidak apa-apa. Ayo, kusuapi!” Seulgi memaksa.

Akupun menurutinya dan mulai membuka mulutku. Sesendok es krim telah mendarat didalam mulutku.

“Anak pintar!” Ucap Seulgi layaknya seorang ibu yang bahagia karena anaknya mau makan.

Aku hanya bisa tersenyum. Kupikir yeoja ini sangat menyebalkan, ternyata dia menyenangkan juga.

Setelah berjalan kurang lebih satu jam, akhirnya kami sampai didepan rumah Seulgi.

“Ayo, mampir!” Ajak Seulgi.

“Tidak usah. Lain kali saja. Ini sudah malam.” Tolakku.

“Ya sudah. Oh iya, ini!” Seulgi memberiku sebuah cup kecil es krim.

“Untukku?” Tanyaku.

“Tentu saja. Tapi sayang, es krim ini sudah mencair.” Jawab Seulgi.

“Ah aku tahu, besok saja aku berikan es krim ini padamu. Biar malam ini kusimpan dilemari pendinginku dulu.” Lanjut Seulgi.

“Terserah kau saja!” Kataku.

“Hati-hati, ya!” Kata Seulgi sambil melambaikan tangan.

“Iya.” Jawabku.

 

#MORNING

@KIRIN ART HIGH SCHOOL

Aku tengah berjalan menuju perpustakaan. Saat perjalanan, aku dicegat oleh Baekhyun dan Chanyeol.

“Ada apa?” Tanyaku.

“Kau semalam dari mana saja?” Tanya Chanyeol.

“Aku bersama dengan adiknya Daehyun. Mengantarkan adiknya Daehyun pulang.” Jawabku.

“Apakah kau ada sesuatu dengan adiknya Daehyun?” Tanya Baekhyun.

“Tidak juga. Kami hanya berteman.” Jawabku.

Terlihat Chanyeol dan Baekhyun saling berbisik satu sama lain. Entah apa yang mereka berdua bicarakan.

“Bisakah kalian minggir? Aku harus segera ke perpustakaan.” Kataku.

“Baiklah! Silahkan Panda jelek.” Ucap Chanyeol sedikit menjengkelkan.

@LIBRARY

Aku tengah membaca buku. Beberapa saat kemudian, Daehyun menghampiriku.

“Nanti kau ada kelas tambahan, tidak?” Tanya Daehyun.

“Tidak.” Jawabku.

“Baguslah!”

“Apakah…”

“Aku tak akan menyuruhmu memberikan es krim lagi pada Seulgi. Nanti aku akan menemui Seulgi sendiri.” Kata Daehyun memotong kalimatku.

#EVENING

(Kang Seulgi)

Sore ini aku tengah menunggu seseorang didepan pintu gerbang SMA Kirin. Sudah 15 menit aku menunggu, tapi orang yang kucari belum nampak juga. Beberapa saat kemudian, ada dua namja menghampiriku. Aku kenal mereka. Ya, mereka adalah Baekhyun dan Chanyeol, teman Daehyun oppa.

“Kau adiknya Daehyun, kan?” Tanya Chanyeol.

“Iya.” Jawabku.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Baekhyun seperti mengintimidasiku.

“Aku ingin bertemu seseorang.” Jawabku.

“Apakah Zitao????”

Deg…

Tebakan Baekhyun memang tepat. Aku datang kesini untuk bertemu dengan Zitao. Dari mana dia bisa tahu? Atau apakah Zitao memberitahunya?

“Kau diam. Berarti memang benar.” Ucap Chanyeol.

“Apanya yang benar?” Tanyaku tak mengerti.

“Kau dan Zitao memiliki hubungan khusus.” Tambah Baekhyun.

“Kami hanya berteman.” Kataku membela diriku sendiri.

“Berteman? Berteman sampai saling menyuapi es krim seperti ini?” Baekhyun menunjukkan sebuah foto diponselnya.

“Yak! Bagaimana…”

“Kami berdua tahu apa yang terjadi antara kalian.” Tambah Chanyeol.

Kiss my lips!” Baekhyun berbicara seolah-olah dia meminta cium pada Chanyeol.

“Dasar namja tidak waras!” Gerutuku.

“Kau benar-benar hebat. Setelah putus dari Seokjin yang keren, sekarang kau berpacaran dengan Zitao yang tampan.” Baekhyun berbicara seperti yeoja yang iri padaku.

Beberapa saat kemudian, Daehyun oppa datang.

“Jangan dengarkan dua orang sinting ini!” Ucap Daehyun oppa lalu menarik tanganku.

“Tunggu dulu!” Kataku menghentikan langkah Daehyun oppa.

“Ada apa?” Tanya Daehyun oppa.

“Aku harus bertemu dengan seseorang terlebih dahulu.” Jawabku.

“Bukankah kau kesini untuk bertemu denganku?” Tanya Daehyun oppa dengan menyipitkan matanya.

“Eum…! Aku… Aku..”

“Seulgi…!” Panggil seseorang dari kejauhan.

Aku segera menoleh dan melihat kearah sumber suara itu berasal.

“Zitao…!” Ucapku.

“Kau kesini? Kupikir kau akan menungguku ditepi sungai Han.” Ucap Zitao menghampiriku.

“Kalian sudah janjian?” Tanya Daehyun oppa.

“Tidak juga. Hanya saja Seulgi berjanji akan memberiku es krim hari ini.” Jawab Zitao dengan menyambar es krim yang ada ditanganku.

Zitao langsung melahap es krim itu.

“Untukku?” Daehyun oppa tampaknya mulai iri pada Zitao.

“Ini!” Ucapku dengan memberikan satu cup kecil es krim pada Daehyun oppa.

“Ayo kita pergi!” Ucap Daehyun oppa dengan menarik tanganku.

#NIGHT

@MINI MARKET

(Huang Zitao)

Malam ini aku pergi ke mini market untuk membeli kebutuhanku. Setelah mendapatkan semuanya, aku segera membayarnya dikasir. Aku sperti mengenal si penjaga kasir ini. Aku memperhatikan wajahnya. Dan benar, si penjaga kasir ini adalah Bae Sooji. Pantas saja sejak tadi dia hanya menunduk.

“Kau, Bae Sooji, kan?” Tanyaku.

“Bukan. Semua totalnya 120 ribu.” Jawabnya dengan memberiku kertas bon.

“Tapi kau sangat mirip dengan temanku satu sekolah yang bernama Bae Sooji.” Ucapku.

“Maaf, dibelakang anda masih banyak yang mengantri. Bisakah anda minggir?” Ucap si penjaga kasir.

Aku segera menyingkir dari situ. Wajahnya benar-benar mirip dengan Sooji. Tapi dia bilang dia bukan Sooji. Aku berjalan keluar dari mini market dengan pikiran yang sedikit bingung. Beberapa orang bertubuh besar terlihat memasuki mini market. Aku merasa ada yang aneh dari orang-orang tadi. Akupun kembali berjalan menuju mini market. Ternyata benar, mini market yang tadi kukunjungi saat ini tengah dirampok. Si penjaga kasir tengah ketakutan dan mengambil beberapa lembar uang dari mesin kasir.

“Tunggu!” Kataku.

Semua orang menoleh kearahku, termasuk para perampok tadi.

“Ada apa?” Tanya si perampok.

“Hentikan! Atau aku akan melaporkan kalian ke polisi!” Kataku.

“Hahahaha….” para perampok itu justru tertawa terbahak-bahak.

“Berani sekali kau, nak! Apakah kau sudah bosan hidup?” Tanya si perampok.

“Aku belum bosan hidup. Hanya saja jika aku melihat ada kejanggalan seperti ini, aku tak bisa tinggal diam.” Jawabku.

Beberapa orang dari mereka langsung menyerangku. Akupun melawan mereka dengan bekal seni bela diri yang kumiliki. Tak begitu mudah mengalahkan para orang-orang yang bertubuh besar ini. Namun, aku terus berusaha melawan mereka dengan beberapa pukulan. Akupun berhasil melumpuhkan beberapa dari mereka. Namun, tiba-tiba aku merasa ada suatu benda keras yang dipukulkan tepat dikepalaku. Pandanganku mulai kabur. Aku bisa merasakan sesuatu mengalir dari kepalaku. Perlahan semuanya menjadi gelap.

 

TO BE CONTINUE

Β 

Next???

Gomawo udah baca. Tolong jangan jadi pembaca gelap. Harap tinggalkan jejak. 😊

 

 

 

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s