Kebimbangan Para Fujoshi [Episode: Berkah Musim Panas]

kebimbanganfujoshi-arinyessy

 

 

Choi Han itu sempurna luar-dalem di mata orang-orang. Bocah SMA itu bakal keliatan makin sempurna dan lengkap kalo aja statusnya bukan ‘single’.

Kim Junmyeon itu guru SMA yang punya senyum sales-penakluk-wanita. Kekurangannya ada dua; kurang tinggi dan masih sendiri.

Kei, Ye-in, Sujeong. Trio fujoshi yang diem-diem jadi shipper-nya Junmyeon–Han. Iya, mereka bertiga suka jadi pengamat guru mereka dan temen sekelas mereka sendiri. Abisnya dua orang itu interaksinya suka bikin ambigu.

T-A-P-I! Apa bener Junmyeon sama Han itu gay dan couple?

/Kumpulan cerita stand-alone (bisa dibaca tanpa mengikuti cerita sebelumnya) soal terduga couple gay: Junmyeon–Han, duo maut sohib Han; Taemin–Jisoo, dan trio fujo kita

Storyline by Len K

Starring: Choi Han (OC), Kim Junmyeon–Suho EXO, Lee Taemin SHINee, Hong Jisoo–Joshua Seventeen, Kim Jiyeon–Kei Lovelyz, Ryu Sujeong Lovelyz, Jeong Ye-in Lovelyz, Choi Seunghyun (TOP) BIGBANG, etc | Rate: T, PG-15 | Genre: School-life, Humor

Warning: AU, OOC, Typo, timeline gak jelas, humor garing, bahasa tidak baku, konten bromance yang mungkin nanti bakal nyerempet-nyerempet. Kepolosan anda mungkin akan ternodai karena membaca fanfiksi ini.

Karakter idols bukan saya yang punya, tapi OC Choi Han dan cerita punya saya.

Poster by arin yessy @ Poster Channel ( https://posterfanfictiondesign.wordpress.com )

Bacalah fanfic ini dengan jarak aman antara mata dengan layar gadget dan pastikan tidak membaca di tempat gelap

.

.

Episode 6

Di liburan musim panas kali ini, Hyundai High mengadakan kamp liburan musim panas yang rutin diadakan tiap tahunnya. Kegiatan kamp musim panas kali ini berkemah dan melakukan kegiatan outdoor lainnya di Taman Nasional Songnisan. Duo Maut Taesoo, Trio Fujo, dan terduga gay-couple HaMyeon udah jelas ikut. Apa di kamp musim panas ini ada asupan OTP buat Trio Fujo? Apa musim panas Trio Fujo kali ini bakal jadi lebih ‘panas’? Cekidoott!!

 


 

 

Kebimbangan Para Fujoshi

Standard disclaimer kayak biasa. Cerita yang punya Nuevelavhasta

Episode 6 Berkah Musim Panas


 

Ada rame-rame di depan Hyundai High. Ini bukan karena ada antrian air bersih atau pendaftaran ojek online. Selain rame-rame manusia, beberapa bus ukuran besar juga keliatan berjejer rapi kayak ikan dalam kaleng. Ini semua dikarenakan Hyundai High mengadakan kamp musim panas tahunan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Para murid yang pake seragam olahraga sibuk ngerumpi dan diskusi soal ‘enaknya nanti ngapain aja ya kalo udah nyampe di sana?’. Beberapa dari mereka udah nge-booking tempat duduk dan masukin barang bawaan ke bagasi bus yang kadang dibantu sama pak supir.

Hari makin siang. Waktu keberangkatan makin deket aja. Taemin sebagai ketua kelas yang bertanggung jawab mengabsen temen-temennya dengan nggak nyantenya. Doi teriak-teriak biar suaranya nggak kalah ama cewek-cewek kelasnya yang sibuk ngerumpi dan cowok-cowok yang asyik sendiri. Taemin nyesel nggak nurutin kata emaknya tadi buat bawa tao, eh, toa.

“Udah komplit, Taem?” tanya Jisoo si saudara nggak sedarahnya Taemin.

Taemin liat kertas absen di tangannya. “Belum. Han belum keliatan dari tadi.”

Trio Fujo yang denger jadi was-was. Mereka ‘kan berharap Han ikut terus nanti bakal ada momen OTP mereka; HaMyeon. Masak iya Han nggak ikut? Trio Fujo dan segenap pengagum rahasia dan pengagum terang-terangan seorang Choi Han tentu nggak rela.

“Taemin!” sesosok pemuda tampan mendekati sempurna berlari kecil menghampiri Taemin. Backpack yang ada di punggungnya bunyi karena isinya terguncang. “Aku yang terakhir?”

Taemin mau mangap tapi udah kesamber sama Jisoo duluan. “Kenapa kau baru nongol Han?”

“Maaf,” Han minta maaf. Kalo biasanya cowok itu serba salah, Han ini serba bener.

Dan entah mereka ini anak baik atau apa, tapi Tuhan mengabulkan doa Trio Fujo. Buktinya, sekarang ini Junmyeon ssaem dateng nyamperin Han.

“Han, ibu Kepala Sekolah memanggilmu,” kata Junmyeon.

“Oke,” bales Han singkat. “Taemin, aku titip tasku. Taruh saja di bagasi.” Han berusaha nyopot tasnya tapi saking keburu, doi jadi bingung sendiri.

“Sini, aku bantu.” Layaknya seorang Uke yang baik hati dan penuh pengertian, Junmyeon menawarkan diri buat bantuin Seme-nya. Saat tangan Junmyeon ama Han bersentuhan, Trio Fujo langsung mengalami yang namanya internal screaming.

Internal screaming (n) sebuah luapan emosi yang membuncah berupa teriakan namun tanpa suara. Terjadi di dalam hati karena si penderita tidak bisa mengekspresikannya secara vokal dikarenakan oleh hal-hal tertentu. Sering menghampiri para penggemar wanita jika melihat idola pria mereka atau OTP mereka.

Bukan cuma itu, pas bantuin Han lepas tas, bagi Trio Fujo Junmyeon ssaem keliatan kayak (mau) ngegrepe Han. Makin menjadilah internal screaming mereka.

“Nah, aku pinjam Han dulu ya, anak-anak.” Tangan Junmyeon melambai sedangkan tangan yang satunya megang punggung Han―lebih tepatnya menggiring Han.

Ne, Ssaem!”

Lu pinjem lama juga nggak apa-apa Ssaem. Asal cerita aja kenapa minjemnya lama, batin Trio Fujo sambil senyum-senyum sepet.

“Han sibuk ya?” celetuk Kei.

“Ya jelaslah. Dia itu ‘kan Ketua Dewan Kesiswaan. Semua kegiatan di sekolah yang sejenis ini pasti ada campur tangannya,” jawab Jisoo.

Nggak lama kemudian, guru Pembina langsung kasih aba-aba buat semua murid buat segera masuk bus. Taemin udah jelas duduk ama Jisoo. Sementara Trio Fujo harus berpisah. Demi kesejahteraan bersama dan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, maka mereka bertiga duduk pisah-pisah sama temen cewek yang lain.

Cuma satu yang ngganjel di ati Trio Fujo; Han duduk ama siapa? Andaikan bisa, mereka bertiga rela kok membagi kursi bahkan hati mereka buat Han. Tapi ya tadi, demi kesejahteraan bersama, kesehatan hati bersama, dan agar tidak terjadi kecemburuan, mereka nggak ngelakuin itu.

Waktu keberangkatan makin deket. Mesin bus masing-masing udah mulai dinyalain dan dipanasin, tapi Han sama Junmyeon ssaem belum nongol juga. Hal ini membuat Trio Fujo bertanya-tanya ada apa gerangan sama OTP mereka? Pikiran mereka langsung nyerempet ke adegan lemon di toilet karena masih terbayang episode lima fanfiksi ini.

Mereka nggak tau, kalo sebenernya Han lagi diskusiin beberapa hal kecil dan mengecek kelengkapan-kelengkapan bareng anggota Dewan Kesiswaan yang lain ama guru-guru. Dasar Fujo mesum.

Anak-anak di bus juga udah mulai perang. Lomba-lomba nyodorin flashdisk ke sopir biar film atau lagu yang ada di dalemnya di-play sepanjang jalan kenangan―eh, sepanjang perjalanan ding. Mulai terbentuklah dua kubu besar, yaitu mereka yang milih nge-play lagu ama mereka yang lebih pilih film.

Di kubu lagu nanti kepecah lagi. Ada yang minta diputerin lagu-lagu TVXQ dari album TVXQ Special Dangdut Koplo ver., SNSD ft. Dangdut Academy Girls, Cita Citata, atau yang minta lagu-lagu lawas punyanya Bang Haji Koma Irama, Inul Darakristal, dan lain-lain. Di kubu film juga terbagi-bagi makin kecil. Antara mereka yang pengen liat oppars dibumbui adegan romens, yang pengen liat film horor ‘berbonus’ macem Dokter Keramas, Frozen *uhuk* Flower *uhuk*, sampe drama-drama Turki.

Akhirnya sesuai musyawarah tanpa mufakat yang dilakukan dengan kilat, yang bakal di-play pertama kali yaitu drama Turki yang berjudul Cinta Di Musim Panas. Sesuai ama suasana episode fanfiksi kali ini.

Bersamaan dengan Han dan Junmyeon masuk ke dalem bus, bus pun mulai jalan dan suasana dalem bus juga makin rame. Tapi beda ama temen-temennya yang keliatan hepi, Han justru keliatan jutek setengah mati. Alasannya adalah…

“Kenapa aku harus duduk denganmu?” bus mulai jalan, tapi Han masih berdiri. Matanya natap Junmyeon yang udah duduk di pinggir jendela lebih dulu.

Junmyeon ketawa nggak berdosa. “Wae? Ini satu-satunya tempat duduk yang tersisa. Kau tidak suka duduk denganku, hm?” sumpah, sekarang senyumnya Junmyeon itu berubah jadi senyum om-om pedofil yang suka sama anak sekolahan.

“Bukan seperti itu. Kau guru, aku murid. Derajat kita berbeda.” Han ngeles.

“Ya, aku tahu. Tapi bukan berarti guru dan murid tidak boleh dekat sampai duduk bersama ‘kan?” entah kenapa ucapan Junmyeon yang satu ini kedengeran ambigu banget. “Lagipula, tidak ada yang salah dengan Ketua Dewan Kesiswaan yang dekat dengan guru.”

Beneran deh, kalo Trio Fujo liat dan denger kejadian ini, mereka bisa langsung table flip di tempat. Tapi berhubung di bus nggak ada meja, jadi mungkin mereka bakal krakotin sandaran kursi atau nyakar-nyakar kaca jendela bus plus mulut mengeluarkan busa. Kejang dong?

“Terserah kau saja, Junmyeon,” kata Han pelan banget. Nyaris kayak bisikan kalbu. Ya jelaslah, selama di sekolah atau kegiatan yang berhubungan ama sekolah dan di hadapan publik (?) Han harus manggil Junmyeon pake embel-embel ‘ssaem’ atau dia bakal dicap nggak sopan. Kalo di luar sekolah dan lagi berdua mungkin bisa beda lagi. Cukup Junmyeon aja, atau pake uhukchagiyauhuk. Udah ah, delusinya.

Junmyeon ketawa lagi. “Jadi tidak mau duduk? Kau cocok jadi kondekturnya kalau begitu.”

Oke, Han nggak punya pilihan. “Aku yang duduk dekat jendela.” Otomatis, Junmyeon menggeser badannya dan memberi Han jalan. Begitu Han duduk, Junmyeon senyum.

 

 

“…Oh masih adakah cinta yang abadi? Menyatukan… dua hati saling isi. Daunpun menari, alam bersaksi. Sepanas musim panas!”

Duo Maut TaeSoo lagi berdiri di tengah-tengah bus, memimpin anak-anak lain dalam menyanyikan OST Drama Turki yang mau diputer. Di saat anak-anak lain larut dalam euforia drama itu, dan para shipper Oyku – Ayas mulai menampakkan diri, Trio Fujo justru panik sendiri di grup LINE pribadi mereka; HaMyeon Shipper Yeongwonhi Forever Zutto Zutto.

[Ye-in]                   : Han duduk di mana woy? Nggak keliatan nih, tempat gue paling belakang!

[Sujeong]            : Nggak tau juga. Gue walaupun di tengah tapi juga nggak bisa liat. Jisoo malah asyik joget-joget di depan gue. Kei! Kei! Kei mana Kei?! Dia duduk di depan ‘kan? Utang lu kemaren belom lu bayar woy!

[Ye-in]                   : Fokus, Jeong! Sekarang ini OTP lebih penting daripada utang lo!

[Kei]                       : BANGKE! ANJIR LAH! HAN DUDUK AMA JUNMYEON SSAEM! Ini bukan delusi kita saudara-saudara! Si Seme duduk ama si Uke!

                “ANJIR!” Sujeong ama Ye-in mengucapkan salah satu kata suci itu serempak. Mengundang tanda tanya tapi nggak mengundang setan dari orang sekitar. Keduanya buru-buru nyengir minta maaf dan balik autis sama hape mereka.

[Ye-in]                   : Lu seriusan Kei?

[Kei]                       : Demi waktu yang bergulir disampingku, gue serius!

[Sujeong]            : Mereka ngapain aja? Keliatan nggak? Ada tanda-tanda skinship gitu atau yang lain nggak? Atau interaksi yang bikin fuwaa-fuwaa lainnya

[Kei]                       : Ya mana gue tau. Dari tempat gue cuma keliatan belakang pala mereka berdua aja. Kayaknya mereka ngobrol, tapi nggak tau juga ah. Yawoh, my fweeellsss ;A;

Dan sepanjang perjalanan, Trio Fujo cuma bisa meratapi nasib mereka. Dengan tau kalo OTP mereka duduk jejer itu nggak cukup, mamen! Tapi dari sini Trio Fujo bisa mengambil satu pelajaran berarti. Yaitu, lain kali mereka harus masang penyadap ama kamera tersembunyi di badannya OTP mereka biar semua jadi jelas. Nggak kayak statusmu ama dia.

Sementara itu di bangku Han ama Junmyeon…

“Kenapa kau diam saja? Masih kecewa karena sebangku denganku?” Junmyeon yang dari tadi lirik-lirik Han akhirnya tanya juga.

Han yang selalu liat ke luar jendela, ngelirik Junmyeon sekilas lewat ekor matanya terus balik liat ke luar jendela lagi. “Tidak.”

“Lalu? Kau kelihatan tidak menikmati perjalanan kamp musim panas ini seperti yang lainnya. Lihat saja Taemin dan Jisoo.” Junmyeon mengedikkan dagunya ke arah dua muridnya yang emang dasarnya udah nggak waras itu.

Keliatan jelas dari tempat Junmyeon ama Han, Duo Maut TaeSoo baru aja selesai nyanyi lagu Sambal Balado punyanya Ayu Ting2 sekarang udah ganti lagu.

“…Jatuh bangun aku mengejarmu. Namun dirimu tak mau mengerti. Kubawakan segelas cinta namun kau meminta samudra. Tak sanggup diriku oh sungguh tak sanggup…” adalah sedikit penggalan yang dinyanyikan oleh Duo Maut TaeSoo dan berhasil menggoyang bus. Terbukti, beberapa siswa pria udah mengisi jalan kecil di tengah bus sambil menggoyangkan jempol dan badan mereka mengikuti irama.

Kayaknya Duo TaeSoo udah nggak perlu khawatir lagi akan masa depan mereka. Mereka cocok kalo jadi biduan dangdut tanah koriya. Mungkin mereka nanti bisa menyamai 2R. Itu lho, pedangdut kembar cowok-cowok yang masih muda dan amat tersohor di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara itu. Yah, walaupun muka mereka nggak ada mirip-miripnya.

Han liat perform duo sohibnya itu sekilas. Reaksi Han cuma diem. Nggak, Han bukannya nggak suka ama perform sohibnya. Ini lebih karena Han nggak tau lagu apa itu dan nggak mungkin juga buat dia ikutan ngibing bareng anak cowok lain. Mau ditaroh mana nanti mukanya? Image-nya sebagai pemuda berbudi luhur rada kebangsawanan itu bisa anjlok.

“Heh. Aku tidak mungkin ikut-ikutan mereka. Kau tahu sendiri itu,” komentar Han setelahnya.

Lagi-lagi Junmyeon ketawa. “Ya, ya, aku tahu itu. Hal-hal semacam itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang Han.”

“Hm.”

Ada jeda.

“Han?” panggil Junmyeon.

“Hm?”

“Ah, tidak. Tidak apa-apa.”

“Hn. Kalau begitu jangan berisik lagi. Aku mau tidur.” Badan Han bergerak untuk menyamankan dirinya sendiri.

Junmyeon tersenyum maklum. Dia tau belakangan ini jadwal Han padet banget. Selain harus mengurus tetek-bengek kamp musim panas ini, Han juga sempet ijin beberapa kali dengan alasan perjalan bisnis bareng Seunghyun. Bukan hal mudah buat pemuda tujuh belas taun itu.

.

.

“Makan siang! Makan siang!”

Tanpa terasa, jam makan siang dateng. Artinya bentar lagi mereka sampe di tempat tujuan. Dan artinya, para murid kelaparan kurang pangan langsung berebut keluar. Sebagian diri mereka udah dikendaliin ama cacing-cacing pencuri nutrisi yang bersemayam di perut mereka.

“Lah, Junmyeon ssaem ama Han tidur.” Jisoo menunjuk-nunjuk sohib dan gurunya yang lagi tidur di kursi mereka. “Bangunin nggak ya, enaknya?”

“Udah, nggak usah. Biarkan mereka beristirahat dengan tenang.” Taemin dorong-dorong Jisoo dari belakang. Mulai emosi soalnya Jisoo memperlambat pertemuan dirinya dengan hidangan-hidangan lezat di rumah makan tempat mereka berhenti.

“Lihat bicaramu. Kau mau mereka mati ya?”

“Ah, cerewet kau Jisoo! Kami sudah kelaparan!”

Lalu Jisoo langsung terdorong-dorong oleh Taemin dan murid-murid kelaparan lain yang tidak tahan untuk memuaskan nafsu perut mereka. Sedangkan Trio Fujo menunggu keributan itu reda baru keluar. Nggak apa-apa mereka keluar terakhir. Mereka ‘kan juga mau ‘ngintip’ OTP mereka.

Han ama Junmyeon bergerak tanpa sadar dalam tidur mereka. Hal ini menyebabkan posisi mereka berubah. Kepala Han jadi jatoh di pundak Junmyeon, dan kepala Junmyeon bersandar di kepala Han.

Omo!” gerakan tiba-tiba dari Sujeong membuat dua sohib fujo-nya ikutan brenti.

Tanpa dikomando, pandangan mereka tertuju sama Han – Junmyeon yang lagi dalam posisi yang begitu oh so sweet bagi para fujoshi pada umumnya dan Trio Fujo pada khususnya.

“Manis banget,” celetuk Ye-in, “ini seperti si Seme tengah membutuhkan tempat bersandar dari segala penat dunia ini. Dan si Uke-lah tempat bersandar itu. Ditambah, posis kepala si Uke seperti mencerminkan kalo dia juga ikut merasakan beratnya beban yang ditanggung si Seme.”

Meski nggak begitu nangkep maksud Ye-in dari omongannya yang mbulet, tapi Kei dan Sujeong paham garis besarnya.

“Udah, jangan ganggu. Biarkan mereka berdua gitu. Kita lebih baik gabung bareng yang lain aja,” Sujeong mengingatkan dengan niat memberi ruang privasi ke OTP-nya itu.

Tanpa banyak omong, Kei dan Ye-in nurut. Mereka mulai turun dari bus. Tapi sebelum bener-bener turun, Kei balik ke dalem. Doi berdiri di depan OTP-nya dengan hape teracung dan kamera yang stand-by. Lalu… CKLIK! Satu foto OTP tercintahpun sudah di tangan.

“KEI! IKUT NGGAK?”

Buru-buru Kei turun sambil berseru, “IYA!”

 

 

Junmyeon bangun dari tidurnya dan mendapati bus lagi kosong melompong. Doi liat jam di hapenya bentar dan langsung paham kenapa bus nggak ada orang gini kecuali dia ama Han. Lagi makan siang rupanya.

Guru muda idaman para wanita yang kadang diklaim pedo karena jadi cinta pertama bocah umur sepuluh taun di salah satu drama itu terus gerak dengan niatan mau gabung makan siang ama yang lainnya. Tapi gerakannya terhambat. Junmyeon baru sadar, kalo kepalanya Han dengan enaknya nemplok di bahunya.

“Han, Han…” telapak tangan putih Junmyeon nepuk-nepuk pipi Han.

“Mnngghh…” yang ditepokin cuma menggeliat kayak ulet tapi kepalanya belum mau lepas dari ‘bantal’ bahu Junmyeon.

“Han,” lagi, Junmyeon nepukin pipi Han, “Han, bangun. Sekarang jam makan siang. Kau tidak ingin turun untuk bergabung makan siang dengan yang lain?”

“Mmmhh… aku hanya ingin tidur, Junmyeon. Aku capek sekali,” gumam Han dengan mata masih terpejam dan kesadaran dibawah dua puluh persen.

“Tapi apa kau tidak lapar?”

“…” Han tidak langsung menjawab. “Biarkan seperti ini dulu… Hyeong. Jebal…” dan Han tidur lagi dengan nyenyaknya.

Senyum tipis Junmyeon muncul. Atinya tetiba jadi anget. Iya, anget karena denger Han manggil dia ‘hyeong’. Satu panggilan yang langka banget dari Han buat Junmyeon. Dulu emang Han manggil Junmyeon pake embel-embel ‘hyeong’. Tapi enam taun yang lalu, udah nggak lagi.

Enam taun yang lalu, panggilan ‘Junmyeon hyeong’ itu berubah jadi ‘Junmyeon’ aja. Karena kejadian itu. Tragedi itu. Tragedi yang merubah hubungan Junmyeon ama Han jadi agak renggang. Tragedi yang merenggut orang yang berharga buat Han. Dan Junmyeon menganggap dialah penyebab tragedi itu.

Panggilan yang berubah itu mungkin bentuk kekesalan Han pada Junmyeon. Junmyeon sendiri nggak keberatan panggilan untuknya berubah. Karena tidak peduli apapun, Junmyeon bakal selalu ada di sisi Han.

Dan waktu denger Han manggil dia pake ‘hyeong’ lagi, rasanya hati Junmyeon jadi damai. Meski dipanggilnya dalam keadaan setengah sadar–tidur gitu, tapi buat Junmyeon itu udah cukup. Lebih dari cukup.

Eo, istirahatlah…” pesan Junmyeon.

 

***

 

Akhirnya setelah perjalanan penuh sensasi dan keabsurdan, rombongan siswa Hyundai High tiba di tempat diadakannya kamp musim panas. Mereka tiba di Taman Nasional Songnisan menjelang sore dan nggak bisa langsung leha-leha gitu aja. Karena mereka harus masang tenda dulu yang bakal jadi tempat tinggal mereka selama kamp.

Tenda yang dipasang ukurannya cukup besar dan digunakan untuk siswa perkelas. Cowok ama cewek tentunya dipisah. Di kelas Han, walau Taemin memegang jabatan ketua kelas tapi pas pasang tenda yang kasih komando itu Han. Berkat komando dari Han, nggak butuh waktu lama buat kelasnya Han supaya tenda mereka terpasang sempurna. Han memang terbaiklah.

Dengan begini, cowok-cowok kelasnya Han langsung berbangga hati dan berbangga diri. Tanpa dikomando, mereka semua langsung masuk ke dalem tenda dan ribut booking tempat buat tidur. Cuma Han yang berdiri di luar tenda sambil senyum-senyum liat kelakuan temen-temennya itu.

“Han! Kau mau tidur dimana?” kepala Jisoo yang nyembul dari dalem tenda udah mirip bola yang siap sepak.

“Dimana saja terserah.”

“Oke, kalau begitu tukar tempat denganku ya? Kau yang tidur di pinggir dekat pintu tenda ini. Bagaimana? Kau mau?”

Han menyunggingkan smirk tipis yang mematikan buat cewek. Sayang, Jisoo itu cowok dan orientasinya lurus seperti jalan kebenaran, jadi Jisoo cuma besewe liatnya. “Ya, baiklah kalau begitu. Kenapa? Kau takut ya?” ohh, rupanya Han ini bisa godain orang juga.

“Ti-tidak kok! Siapa yang takut? Lagipula aku hanya takut kalau nanti masuk angin!” elak Jisoo dan langsung ngilang ke dalem tenda lagi.

Han ketawa pelan. Ada-ada aja sohibnya satu itu. Atensi Han lalu mengedar. Beberapa tenda kelas lain udah mulai jadi. Tenda buat guru juga udah jadi. Bahkan guru-guru cowok ada yang bantuin murid-murid.

Nggak begitu jauh dari mereka itu tempat buat murid-murid cewek dan guru perempuan buat masang tenda. Tempatnya emang sengaja dipisahin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat gejolak masa muda bocah-bocah SMA itu masih labil. Kecuali Han.

Han iseng jalan ke ‘kompleks’ tenda putri. Di situ belum ada banyak tenda yang jadi. Yah, cewek sih ya. Jadi maklumin aja deh. Ditambah masangnya pake ngerumpi gitu. Han bisa liat ada beberapa guru yang bantuin guru-guru perempuan buat masang tenda. Terus juga ada murid laki-laki yang memanfaatkan kesempatan ini buat modusin gebetan.

Aahh, cinta yang membara di musim panas…

Liat, liat, liat… Han bisa liat kalo tenda buat murid perempuan di kelasnya belum jadi. Udah berdiri sih, tapi kayaknya kalo disentil aja udah ambruk tuh tenda. Akhirnya, Han deketin temen-temen perempuannya itu.

“Butuh bantuan?” Han menawarkan diri.

“Jelas Han! Bantulah kami!” Sujeong yang jadi kapten buat murid-murid cewek di kelasnya tanpa malu menunjukkan keinginannya buat dibantu Han.

“Oke.” Dan Han tentu nggak nolak. “Pertama-tama, ikatan kalian sepertinya kurang kuat. Biar aku cek dulu.”

Han langsung muter buat ngecek ikatan tali yang terpasang di patok besi.

“Ikatanmu kurang kuat, Kei,” koreksi Han.

“Eh? Benarkah?” Kei syok ama Han yang dateng tiba-tiba. Secara, posisinya Han deket banget ama dia.

“Iya, harusnya kau menalinya dengan begini.” Han menuntun tangan Kei buat benerin talinya. Dan demi apa! Kei jadi dugeun dugeun jadinya. Persetan Han ini si Seme! Persetan kalo Junmyeon ssaem itu Uke-nya! Persetan ama delusinya! Yang penting sekarang doi bisa skinship ama Han! Kapan lagi coba? “Nah, sudah benar.”

“O-oh, thanks.”

“Hm.” Han balik muter lagi buat bantu yang lain.

Akhirnya berkat bantuan Han, tenda para murid perempuan kelasnya Han udah bisa berdiri dengan kokoh. Begitu acara masang tenda selesai, guru Pembina menyuruh murid-murid buat membersihkan diri dan berkumpul di tanah lapang deket situ buat briefing acara besok.

Briefing sendiri dilakuin pas mau malem ditemenin api unggun. Sehabis briefing mereka kegiatan bebas terus lanjut tidur. Sayang, sejak ada momen OTP mereka di bus tadi, sampe sekarang belum ada lagi momen OTP mereka. Trio Fujo gigit jari. Tapi bisa mimpi indah berkat momen di bus tadi.

 

***

 

Besoknya, pagi-pagi banget anak-anak udah dibangunin sama guru-guru Pembina. Padahal mereka aslinya masih ngantuk sehabis party semalem. Tapi daripada kena siram air zamzam, mereka mengalah buat bangun.

Mereka yang udah siap ama baju olahraga dan celana training panjang langsung digiring ke tanah lapang buat pemanasan dan olahraga kecil. Olahraga di pagi hari di tempat yang sepi menenangkan dan sejuk begini emang memberi sensasi tersendiri.

Selesai pemanasan, para murid diajak buat JJP alias jalan-jalan pagi sembari melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan sekitar tempat mereka berkemah. Jadilah mereka jalan-jalan sambil bawa kantong plastik ama pake sarung tangan.

“Taemin, kau mencari apa sih? Dari tadi celingukan terus,” tegur Ye-in yang mulai awas ama tingkah anehnya Ketua Kelas itu.

“Aku mencari sesuatu.” Taemin masih celingukan.

“Iya, makanya aku tanya apa?” Ye-in sewot. Gejala-gejala PMS mulai nampak pada diri Ye-in.

“Cinta yang hilang, atau kepingan cinta yang terserak di sepinya kawasan Songnisan ini.” Taemin si jomblo ngenes sok jadi pujangga cinta.

Please deh, Taemin. Kita ini emang single, tapi nggak ngenes sampe segitunya kali,” sahut Sujeong. Kita? Iya, kita. Yang dimaksud Sujeong udah pasti doi, Kei, Ye-in, Han, Jisoo, ama Taemin yang jadi satu kelompok.

Taemin masa bodo ama omongannya Sujeong. Bahkan embun pagi yang menghinggapi tumbuhan-tumbuhan di Songnisan ini tidak mampu membasahi hatinya yang udah kering kerontang kayak bibir pecah-pecah.

“Kegiatan kamp musim panas kali ini apa saja Han?” Kei yang kepo bertanya pada orang yang tepat.

Han mengingat-ingat sebentar. “Setelah ini kelompok kita memasak bersama kelompok-kelompok lain. Lalu setelahnya ada aoutbond. Malamnya kita sebagai pengurus kelas wajib mengikuti malam keakraban dengan pengurus kelas lain.

“Besoknya, ada soft hiking. Rute sudah ditentukan dan akan ada games di tiap posnya yang dijaga oleh guru. Lalu malamnya kegiatan bebas. Besoknya lagi, akan diadakan photo hunting hour. Sesuai namanya, kita boleh berburu foto. Yang paling bagus akan dapat hadiah. Dan malamnya, jam santai di depan api unggun. Paginya upacara penutupan lalu pulang.”

Yang lain mendengarkan dengan seksama. Padet juga jadwal mereka, tapi kayaknya nyenengin juga.

“Kei, Sujeong, Ye-in,” panggil Taemin dengan nada ala mpok-mpok arisan, “nanti kalau masak yang enak ya? Yang menarik, juga bisa dimakan. Jangan cuma menarik aja tapi nggak bisa dimakan.” Nada ala mpok-mpok arisan ala Taemin makin ketara.

Ya wajar Taemin bilang gitu. Secara, emaknya itu kepala chef di sekolah. Restorannya udah kesebar dimana-mana. Dan Taemin sebagai pewaris tunggal restoran itu dan calon chef juga udah akrab banget ama makanan.

Ketiga cewek dalem kelompok itu langsung maju-majuin bibirnya nyinyir ke arah Taemin. Secara empiris, kemampuan masak mereka emang di bawah Taemin. Tapi bukan berarti mereka nggak bisa masak sama sekali.

Girls, nanti kita siapkan menu khusus buat Taemin. Oke?” usul Sujeong.

“Oke!” Ye-in dan Kei menyahut dengan semangat.

Ketiganya terus melenggang menjauhi para cowok karena mereka kudu nyiapin bahan-bahan yang bakal dimasak. Sedangkan para cowok kebagian jatah cari kayu bakar. Iya, mereka beneran cari kayu bakar. Mereka masaknya juga pake kayu. Bener-bener back to nature.

 

 

Oke, mari kita skip saja beberapa scene nggak penting di sini. Sesusah acara jalan-jalan yang sebenernya modus buat bersih-bersih, para siswa langsung bergabung sama kelompoknya masing-masing buat masak makan pagi mereka. Ya, setiap kelompok diwajibkan membuat makanan mereka sendiri.

Nggak jauh dari kompleks tenda, lahan kosong yang ada di sana yang nggak jauh-jauh banget dari sungai dijadikan tempat memasak. Para cewek udah stand by di ‘pos’ masing-masing dan mulai meracik bahan-bahan yang ada. Sementara beberapa cowok udah keliatan balik sambil bawa ranting-ranting kayu yang nanti sekiranya bisa dibuat kayu bakar.

“Oke! Kepala chef udah balik!” Taemin dateng bareng Jisoo dan Han yang bawa kayu ama ranting yang banyak. Begitu naroh kayu-kayu itu gitu aja di tanah, Taemin langsung meluncur ke ‘dapur’ seadanya punya kelompoknya. Lagaknya udah kayak salah satu chef galak yang dulu sempet nongol jadi juri di acara masak-masak di stasiun tivi. “Hm, potongan kalian rapi juga,” komentar Taemin dengan gaya sok.

Ye-in menatap Taemin nyinyir. “Lebih baik kau bantu Han dan Jisoo, Taem.” Dagu Ye-in mengedik ke arah Han ama Jisoo yang lagi motongin kayu supaya jadi lebih imut pake kapak.

“Tidak. Aku ini kepala chef di sini,” tolak Taemin.

“Woy, Taemin! Bantuin!” Jisoo berseru ke Taemin sambil ngangkat kapak.

Karena nggak mau kapak di tangan Jisoo nyangkut di kepalanya, Taemin dengan terpaksa langsung ngibrit ke Jisoo ama Han dan bantuin dua sohibnya itu buat mecah-mecah kayu. Yang lebih banyak kerja sebenernya Han. Taemin ama Jisoo mah, udah pasti sambil ketawa haha-hihi.

Trio Fujo kita nggak mengalami kesulitan berarti di ‘dapur’ mereka. Cuma, selama mereka masak, konsentrasi mereka cukup terganggu karena bisik-bisik tetangga (baca: cewek-cewek kelompok lain). Berdasarkan pendengaran tajam mereka bertiga, mereka bertiga jadi tau kalo cewek-cewek lagi merhatiin Han yang lagi mecahin kayu.

Terdorong rasa penasaran, ketiganya liat Han yang masih mecahin kayu. Ya pantes cewek-cewek langsung blingsatan dalem ati dan nge-fangirl. Liat aja tuh Han, doi mecahin kayu dengan kecenya. Lengan kaos putihnya yang pendek digulung ampe atas, mamerin otot trisep-bisep yang aduhai. Belum lagi itu tuh, keringet yang segede-gede biji jagung. Minta dilap cuy. Terus mukanya yang stoic-serius itu.

“Ehem, kalian masak apa?” deheman dari Junmyeon membuyarkan imajinasi fangirl Trio Fujo kita yang langsung kelabakan.

Aduh, Ssaem pasti sengaja dateng di saat yang tepat begini karena nggak rela Seme-nya diliatin. Begitulah batin Trio Fujo sambil senyum manis lima jari ke gurunya.

“Ah, ini Ssaem, kita sedang membuat samgyetang, mulhwi, kongguksu, dan jangeo gui,” jawab Kei.

“Wah, sepertinya enak-enak. Biar kubantu. Mana celemeknya?” Junmyeon celingak-celinguk nyari celemek.

Sebagai anak yang baik, Trio Fujo tentu nggak bakal menolak rejeki. Kalo ada yang ngasih sesuatu, nggak baik ditolak. Makanya, begitu denger Junmyeon nawarin bantuan, bukannya sok basa-basi-busuk nolak-nolak, Trio Fujo langsung memperbolehkan dengan senang hati dan Ye-in langsung menyodorkan celemek buat Junmyeon ssaem.

Di tengah-tengah kegiatan masak-memasaknya, Junmyeon liat ke arah para cowok yang lagi asik duduk-duduk di deket kayu-kayu yang baru aja mereka pecahin sambil coba buat api.

Ya, aedeura!” panggil Junmyeon ke cowok-cowok, pas banget pas apinya udah jadi. Ketiga cowok tadi bengong natap Junmyeon. “Iriwa! Kalian bisa ‘kan membantu kami memasak?”

“TENTU SAJA, SSAEM!” Taemin yang terobsesi jadi kepala chef disini langsung lari, nyamber celemek, dan bantuin masak. Nggak ding, doi lebih kayak kritikus di sini. Kritik sana-sini kalo dia nemu yang dirasa kurang bener. Sampe dikatai ‘cerewet’ ama yang lainpun masa bodo si Taemin.

Jisoo sendiri lebih gak guna lagi. Kerjanya cuma icip-icip masakan dengan dalih ‘ini juga bantuin, bantuin menentukan rasa yang pas’. Cuma Han kayaknya yang bener. Ngomongin soal Han lagi, tokoh utama kita ini berhasil mencuri perhatian. Cowok yang bisa masak itu seksi, apalagi kalo yang masak ganteng, mendekati sempurna, sama lengen bajunya kegulung ampe atas. Seketika, hati semua perempuan yang liat langsung lemah.

Bahkan Trio Fujo sendiri diem-diem juga curi-curi pandang ke arah Han. Beruntung Han masuk kelompok kita. Tapi ada satu yang narik perhatian Kei dari Han.

“Err, Han…” panggil Kei ragu.

Han yang lagi motong-motong timun berhenti sebentar. “Ya?”

“Itu… apronmu belum ditali.” Kei nunjuk belakang Han.

Han noleh bentar. “Oh, kau benar. Tolong talikan ya?” Han balik ngiris timun lagi.

“O-oh ya…” Kei naliin tali apron Han. Nggak tau kenapa doi jadi gugup gini. “Sudah.”

“Terima kasih,” bales Han.

Dan merekapun balik masak kayak biasa. Yah, insiden-insiden kecil mewarnai kegiatan masak mereka pagi itu. Kayak Jisoo yang apronnya kena saus terus minta ganti apron padahal apronnya udah pas buat mereka bertujuh. Alhasil, Han sebagai anak baik ngalah dan tukeran apron ama Jisoo.

“Han, apronmu belum kau tali,” kata Junmyeon yang baru menyadari hal itu.

Kei yang nggak jauh dari sana brenti masak bentar. Perasaan tadi dia ‘kan udah nail apron Han, tapi kok…? Oh ya, ‘kan tadi Han tukeran apron sama Jisoo.

“Oh ya? Tolong talikan,” sahut Han.

Menyadari potensi momen OTP-nya bakal kejadian. Kei langsung narik-narik ujung baju Ye-in ama Sujeong. Dua sohibnya yang keburu mau kesel ama Kei langsung teralihkan fokusnya pas Kei bilang “Itu, itu,” sambil nunjuk diem-diem ke arah OTP mereka.

Junmyeon menarik tali apron Han. “Dasar kau ini. Memangnya kau merasa nyaman memasak dengan apron tidak terikat? Apa kau tidak merasa aneh? Ya aku tahu kau ini tidak peka, tapi apa sampai separah ini?” Junmyeon terus mengomel kayak emak-emak sambil naliin apronnya Han.

Dan udah jelas, Trio Fujo kita langsung ber-internal screaming liatnya. Duh, sesuatu sekali ya adegan tadi. Si Uke ngomel-ngomel ama si Seme, sementaranya Seme-nya cuma lempeng kayak biasa. Kyaaaaa, si Uke perhatian banget! Belum lagi apa yang diomongin si Uke tadi.

“…ya aku tahu kau ini tidak peka, tapi apa sampai separah ini?” Duh, MAK! Itu pastilah curahan hati terdalam dari si Uke buat si Seme! Ahh, so sweet lah pokoknya!

Walau momen tadi udah selese, tapi sukses ngebuat aura di sekeliling Trio Fujo jadi penuh bunga-bunga termasuk bunga tujuh rupa. Acara masak-memasak mereka tetiba jadi penuh warna dan semangat penuh optimis! Terima kasih HaMyeon! Batin Trio Fujo menirukan iklan salah satu klinik dari negeri Tiongkok yang terkenal itu.

Jangeo gui-nya sudah jadi!” Taemin memamerkan hasil kerjanya bareng Jisoo ke kelompoknya. Dan disambut ‘waaaaahhh’ dari yang lain minus Han yang langsung nyelonong icip-icip dan bikin sweatdrop duo TaeSoo.

“Enak.” Han ngangguk-ngangguk.

“Tentu saja! Siapa dulu kokinya? Taemin!” kalo diibaratkan kartun, mungkin sekarang idung Taemin udah memanjang beberapa senti ke dalem. Nyungsep dong?

“Aku juga masak ini kali!” protes Jisoo.

“Alah, cuma motong sama manggang aja bangga,” cibir Taemin.

Dan ribut di antara keduanya tidak terhindarkan lagi. Yang lain cuma bisa geleng-geleng kepala liat kelakuan dua orang itu. Han? Masih lempeng masak tuh. Junmyeon ketawa liat kelakuan anak didiknya itu.

Ssaem, mulhwi dan kongguksu-nya sudah mau jadi. Samgyetang-nya bagaimana?” tanya Kei. Rupanya ketiga cewek kita disini sudah mulai plating (halah, lagaknya pake plating segala. Padahal tinggal taroh di wadah gede)

Junmyeon yang sadar masakannya belom jadi jadi keinget. “Oh? Ya. Sebentar lagi jadi. Kalian tunggu saja.”

“Oke, Ssaem. Taemin! Cicipi mulhwi dan kongguksu-nya dong!” pinta Kei. Yang dipanggil cuma Taemin, tapi yang dateng malah Duo Maut TaeSoo. Yah, Kei nggak punya pilihan.

Ketiga cewek kita dan duo TaeSoo mulai bersantai di meja dan kursi yang terbuat dari batang kayu yang dipotong aja tanpa diapa-apain. Apron mereka udah gak dipake lagi. Sekarang mereka tinggal nunggu samgyetang mereka mateng dan mulai sarapan.

“Jisoo! Jangan diicipi terus! Nanti kita mau makan apa?” Taemin menegur si pencuri makanan di kelompoknya.

“Kagak tahan, Taem! Enak banget!” kilah Jisoo.

“Iya, enak. Kita semua tau. Tapi kalo lu samber terus yang lain gimana? Mana rasa setia kawan lo, hah?” sewot Taemin.

Tapi keributan kecil itu nggak digubris sama Trio Fujo. Karena apa? Karena mereka sekarang lagi fokus liatin OTP mereka masak, berdua, di ‘dapur’ seadanya yang jaraknya cuma lima langkah dari tempat mereka. Kayak lirik lagu dangdut ya? Semua gerak-gerik bahkan suara dari OTP mereka bisa mereka liat dan denger dengan jelas.

Dari sini Trio Fujo bisa liat kalo Junmyeon ssaem lagi nyicipin samgyetang-nya.

“Han, coba kau icipi. Apa ada yang kurang?” Junmyeon menyodorkan sendok berisi kuah samgyetang ke Han.

Trio Fujo menahan nafas mereka seraya ber-internal screaming lagi. INDIRECT KISS! Jerit batin mereka yang perlahan melemah. Dan makin melemah waktu Han menyicipi samgyetang yang disodorkan Junmyeon.

Satu lagi momen yang begitu ‘so sweet’ dimata Trio Fujo. Kalo diliat-liat, ini tuh kayak liat OTP mereka lagi masak berdua di rumah. So sweet ‘kan? Apalagi liat tuh tatapan mata mereka. Kayak menyembunyikan sesuatu. Terutama matanya si Uke ke si Seme! Bener-bener penuh afeksi!

“Sudah enak. Tapi kurasa akan lebih enak jika ditambah jahe sedikit lagi,” komentar Han.

Jinjja?”

Eo.”

Hati Trio Fujo udah langsung pecah liatnya.

Nggak lama kemudian, samgyetang mereka udah jadi. Dan makan pagipun dimulai. Duo TaeSoo udah jelas jadi blingsatan waktu ambil makanan dan perlu ditegur Junmyeon berkali-kali dan dicibir Trio Fujo berkali-kali. Kelompok-kelompok lain juga udah mulai makan pagi. Suasana disini mendadak rame dan penuh aroma makanan khas musim panas.

Mata Kei tertuju pada potong ayam terakhir di samgyetang di sana dan bersiap ngambil. Tapi waktu mau ngambil sumpitnya bertabrakan sama sumpit punya Han.

“Eh? Kau mau ayamnya Han? Kau ambil saja kalau begitu,”

“Tidak. Kau yang ambil saja, Kei.” Han sebagai cowok tau diri mengalah dan naroh ayam itu di mangkok Kei. Beda cerita kalo yang jadi cowok itu Taemin atau Jisoo. Udah tau ‘kan nanti jadinya bakal kayak gimana?

“Tidak, tidak, kau yang ambil.” Kei yang mau ngembaliin ayam itu dicegat Han pake sumpitnya.

“Tidak. Ayam ini untukmu, Kei. Dan aku memaksa.”

“Uh…” Kei masih beku di posisinya.

“Sudah, jangan berebut. Ayam itu untukmu saja Kei, lagipula Han bisa makan ayam punyaku.” Tanpa diminta, Junmyeon udah mindahin ayam punyanya ke mangkok Han. Nggak ada yang protes.

Cuma Kei bingung. Dia harus seneng karena dapet ayam atau karena lagi-lagi ada momen OTP-nya di depan mata ya?

 

― Dilanjut ke episode berikutnya ―

 

Glossary              :

  • Dugeun-dugeun : deg-degan
  • Samgyetang : salah satu kuliner musim panas di Korea yang terbuat dari ayam yang masih muda dan di dalamnya diisi beras, jujube, bawang putih, dan jahe lalu dimasak dalam air yang dicampuri ginseng. Disajikan dalam dua varian, yaitu ayam biasa dan ayam hitam. Dimana yang ayam hitam harganya lebih mahal.
  • Mulwhi : salah satu kuliner musim panas juga. Mulhwi ini campuran kuah pedas, aneka sayuran, dan seafood mentah seperti cumi-cumi, gurita, tuna, dan ikan mentah lain yang diiris tipis-tipis dan disajikan dengan tambahan es batu.
  • Kongguksu : kuliner musim panas (lagi). Kongguksu ini sejenis hidangan mie yang kuahnya berupa sari kedelai. Ditambah irisan timun dan tomat plus es batu. Kalau menurut kalian rasanya hambar, bisa kok ditambah dengan gula pasir.
  • Jangeo gui : ini juga kuliner musim panas. Nama lainnya adalah belut panggang. Belut yang sudah dicuci bersih dipotong atau di-fillet lalu dipanggang dan diolesi saus khas Korea (campuran aneka bahan dengan gojuchang) dan bisa ditaburi biji wijen setelah matang. Enak dimakan langsung dengan aneka sayuran atau dengan nasi panas dan kimchi.
  • Ya, aedeura : hei, anak-anak
  • Iriwa : kemarilah (informal)

 

A/N        :

YOSH! Episode enam kelar! Gimana? Rush kagak? Len sendiri ngerasa episode ini cukup rush karena dikit-dikit fokus Len teralihkan sama momennya HaMyeon XD Sebenernya cuma mau buat satu episode aja buat kamp musim panas ini. Tapi kalo dijadiin satu takutnya rush bangetngetngetngetnget sama pwuuuuaaaaannjaaaaannngg. Jadi terpaksa tbc buat episode kali ini, hahahaha XD

Dan tolong jangan bunuh Len buat parodi-parodi di atas XD Entah kenapa parodi dan selentingan di sini jadi dipenuhi ama musik dangdut juga drama Turki yang Len sendiri nggak penah tonton. Tapi kok tau lagunya? Ya karena iklan lah! Lagian, Len yakin, Len bukan satu-satunya orang yang tau lagunya walau gak liat dramanya XD

Buat momen HaMyeon sama fanservice-nya disini gimana? Udah puas? Kurang puas? Atau minta yang lebih lagi? XD Hahahahaha.

Dan tadi Len juga sempet nyisipin soal cerita masa lalu Han–Junmyeon (inget-inget scene Han tidur di bus pake bahunya Junmyeon). Buat masa lalu mereka, nanti Len bakal bikin fanfiksi lain. Bukan disini. Ditunggu ya?

Eh, ada satu pengumuman lagi. Menurut aturan EXOFFI yang baru, yaitu soal jadwal publish fanfiksi, Len dapet jatah hari Rabu ama Minggu. Jadi yang ikutin cerita-ceritanya Len, silahkan mampir di hari-hari berikut tadi. Tapi nggak janji tiap minggu bakal update XD Yah, soalnya belakangan ini lagi suntuk dan malah beralih ke dunia fanfiksi pake chara 2D.

Yang mau baca fanfiksi-fanfiksi Len di fanfiction.net, silahkan mampir kemari: Fanfiction.net (Kuroshi Len), silahkan RnR jika berkenan. Atau yang mau nambahin temen di friendlist, add FB Len di: Facebook (Kuroshi Len). Yang mau mampir di wp Len, boleh. Di: My Blog.

Oke, segitu dulu. Saya Len―Si Tjakep Jembatan Ampera, undur diri dulu. See ya!

50 respons untuk ‘Kebimbangan Para Fujoshi [Episode: Berkah Musim Panas]

  1. Agak amaze/ga nyangka prtm bc previously di eps 7 klo si ‘tetem’ tu kpala suku/ktua kls & brutha ga sdarah’ny–si jisoo tu wkl’ny, 2 org krng waras tu nge-lead jln’ny kls?? Sk sm moment2ny KeiHan ^^ wlw mgkn Han ga da mksd/feel lbh ke Kei slaen care/pratian/sayang sm shbt tp te2p sweet.. choa~

  2. ALAMAK MOMENT FAVORITTTTT!!!!><
    hominaaa, ini mah kak len yg bikin feels membuncah. bukan salahku kalo pikiran kemana mana( ゚▽゚)/
    and, kenapa harus cinta di musim panas? XD namaku keselip kan disitu BAHAHA gak diparodiin lagi wkwkwkw
    yosh ditunggu part selanjutnya@( ̄- ̄)@

    1. Nurufufufufufu, episode selanjutnya siap-siap aja XD Hayooo pikiranmu kemana hayoooooo? Pervy nih bocah
      Ya karena kalo musim dingin nggak cocok, entar jatohnya bisa makin ahem XD

  3. haha…g tw alamat nya Len dimana ,jd cm ngasih selamat…d kasih doa aj ya..biar dapet suami kya biass Len./tp biasnya siapa len?..klo baekhyun ku kasih buat hadiah gmn? ,,,hahaa..
    maunya mirip ma raisya..tenar cantik lg..tp aku kebagian manisnya doank.kata org aku item manis.. tp masih mending.tp g tw klo manisnya dh ilang..tinggal itemya..hehee..
    buat fhoto..gpplah individu jg..sebenenya penasaran ma jisoonya..klo taemin dh sering liat..coi han nya jg boleh lh..

  4. yg d tunggu bikin senyum senyum ketawa sndr. akhirnya muncul jg stelah sekian lama…/
    akh lebay ya../suka banget part nya taemin yg lg celingukan nyari cinta yg ilang…hahaaa..lucu banget mpe mw muntah liat alay nya c taemin…pokoknya ne ff seruu lucu abizz dah…!!!selamat ya Len..dh bikin aku kangen m ff ne,trutama ssaem suho nya.. emg akhir akhir ne banyak ff suho yg bagus.. makanya jd suka gitu m leader angel ne!!!!

    1. Doh senengnya ada yang nungguin. Kamu nungguin aku juga gak? :”) /dibejek reisya/ Eh, btw kamu yang penyanyi itu ya? Yang katanya mirip ama Isyana Sarasvati… XD
      Selamat? Aku nggak dikasih apa-apa nih? XD
      Yosh, selamat menanti episode selanjutnya.
      Btw, yang foto duo TaeSoo aku coba cari dulu. Kalo gak ada aku kasih foto individualnya mau?

  5. Len-san, aku kepo sama masa lalunya Han sama Joonmyeon. BAGUS!!! BANYAK OTP MOMENT!!! Muahahahah! Ane udah hampir nosblit di sini! Bagus! Ditunggu kelanjutannya!! Jangan lama-lama ya!

    P.s: aku ini fansmu lho!

    1. Kalo kepo ditunggu ya, fanfiksi mereka XD Idenya udah ada tinggal eksekusinya aja.
      Nanti ane mau bikin ente makin nosblit di bagian keduanya! HAHAHAHA
      Doakan saja eksekusinya lancar jaya nggak kayak perjuanganmu ke gebetan /diinjek/
      Fans-ku? FANS-KU? Kamu masih waras ‘kan? XD

    2. Hahahaha, hidup gesrek!
      Tapi makasih banget lho udah mau mendeklarasikan diri tanpa malu buat jadi fans-ku. Aku jadi tersapu malu dan terhura

  6. Leeeennn xD ff mu pembunuhan di tengah malem karena aku sukses jadi kunti yang ketawa ketiwi tengah maleeemm xD ya ampun aku nyesel baca ini tengah malem hiks xD
    Kenapa Suho kau nistakan senista2nya Leenn xD
    sayang sekali aku gabisa internal screaming pas baca ff ini xD aaakkhh ya ampuunn /jambakin Len (?)/ Kekei sama Yein ya ampuuunn xD
    berulang kali aku ngakak sama kalimat ‘Nggak kayak statusmu ama dia.’ ini ya ampuuuuuunn Leeeeenn aku ga berani baca ff ini lagi tengah malem xD bisa2 aku di kirim ke RSJ gegara ketawa tanpa henti xD
    kamu kok bisa sih bikin humor sehumor ini? xD udah ah aku gamau komen panjang2 first komen kepanjangan aku sungkan (?) xD babaaayyy /brb ngestalk chapter sebelumnya)

    1. XD Ya salah sendiri baca juga pas lagi anget-angetnya(?)
      Suho ‘kan nistaable(?) kak, sayang kalo gak dimanfaatin XD
      Ih kejamnya aku dijambakin -_-
      Nggak berani bukan karena nanti ada yang nemenin ketawa ‘kan? Hahahaha
      Eh, aku ngerasa ini tuh belum ada apa-apanya kak kalo liat humornya author lain yang saiko
      Silahkan di-stalk dan tinggalkan jejak XD Komen panjang itu seksi dan Len suka XD

    2. Serius semalem aslinya ngantuk jadi melek sampe subuh gegara cekikikan baca ff kamu XD nistaable temennya bulliable (?) XD Leeeeeenn duh pengen jambak suho terus kulempar dari namsan kalo kek gini XD aku jd keinget lagi segila apa pembayangan trio fujoshi XD
      Sebenernya takut ada yang nemenin ._. Wkwkwk xD
      Enggak aku baru kali ini ngakak tengah malem gegara ff XD keren Len kereeeeeennn
      Okeeehh tenang aku baca tengah malem lagi ff mu biar bisa ngetik komen sepuasnya hahahaha xD duh istilah kamu bikin ngakak XD
      Ah maapkeun :’ komen ku udah nyaingin drabble lagi

    3. Etdah, insom dong. Ngeri amet insomnya sambil cekikikan gitu XD /dicekek/ lah yang bikin cekikikan sapa hayohlo?/
      Lempar aja kak, LEMPAR! Buang ke tong sampah aja tuh lider bocel satu itu! /disetrika/
      Kok udah kayak ritual gitu ya, baca tengah malem? XD
      Halah, gak perlu minta maaf kak. Aku justru suka komen yang panjang dan ngena /tsah!

    4. Gak insom tapi udah jadi makhluk nokturnal XD wkwkwk suhoooo! Ini salah suho! Dan salah Len juga XD wkwkwk
      Aku gamau di serang trio fujo kalo ngelempar suho XD
      Iya kalo baca tengah malem kan hening XD bisa fokus XD
      Elaaahh Kahlil Len nya udah muncul XD

    5. Kok kita sama sih kak? Jangan-jangan kita… kita… jo… jo… jomblo? XD
      Iya deh, iya, Len ini selalu salah kok
      XD Mereka sukanya Han kok, bukan Suho, hahahaha
      Fokus kemananya kak? Pasti biar makin menghayati momen HaMyeon nih XD
      Kahlil Len? Bagus, bagus, kece tuh, cocok ama Len 😀 /kak irishpun menyesal udah muji, hahaha/

    6. Nasib jomblo ya ngedate nya sama laptop sama hape doang XD huahahaha trio fujo pun positif forever alone karena kelakuannya ngestalk HaMyeon doang XD wkwkwk
      Serius nyesel udah muji (?) XD wkwk gak gak deng, cucok emang jadi Kahlil Len xD

    7. Iya :3 /jleb/
      Fokusnya emang ama cowok, tapi lain konteks, Hahahaha XD
      Hoahahahahaha, bisa tuh jadi pen-name /loh?

    8. XD huahahahaha bener konteks nya jadi fujo ya ampun dedek yein sama Sujeong jadi sesat karena kamu Len XD
      Aku kok ngakak bayangin penname kek gitu XD

    9. Bangga lah B-) Jarang lho orang yang bisa menyesatkan orang dengan cara yang halus dan baik XD
      Patut? Kakak orang jawa ya?

    10. Hahahahaha, kalo kayak seseorang yang kau damba juga nggak apa-apa XD /disikat/
      Arek etan ta? Ngalam po ngendi? XD

    11. Duh Len ini bales2an gombal nih? XD hahahahaha
      Ya allah Len……aku gapaham…..yang jelas ngendi itu artinya dimana XD surabaya Len wkakwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s