Never Enough – By Christy Wu

neverAuthor             : Christy wu

Length            : oneshoot

Genre              : fluft, romance

Rating             : G

Main cast       : Jung Nara (OC) & Oh Sehun

Disclaimer      : ff ini murni buatan saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan dimanapun . jika ada kesamaan dengan alur cerita ff lain itu bukan suatu kesengajaan . HAAPY READING.

***

Sehun side

Hari ini seperti biasa aku duduk dibawah pohon akasia rindang disamping taman membiarkan angin menerbangkan rambutku dan membuatku terlenan memejamkan mata sejenak merasakan hembusannya. Matahari tak begitu panas karena tertupi oleh awan sehingga menambah pas suasana siang ini untukku duduk dan memandang seseorang yang tengah memainkan biolanya dengan tatapan kosong kedepan. Padahal nada yang dihasilkan dari gesekan biolanya terdengar sedih dan lirih, siapapun yang mendengarnya pasti hatinya terasa teriris. Dari sini aku selalu memperhatikannya, mungkinhampir setiap hari aku menyempatkan diri untuk sekedar mendengarkannya memainkan sebuah satu atau dua lagu .

Ya ditaman ini aku selalu memperhatikannya. Gadis cantik yang kini tak dipandang orang . wajah rupawan, garis senyuman yang manis, tatapan mata yang aku tau masih begitu teduh tak mampu membuat orang lain disekitarku ikut terhanyut oleh pesonanya. Terkecuali aku, ya aku yang masih terhanyut akan pesonanya, aku masih mengaguminya dan masih mencintainya dengan apa adanya .

Tiba – tiba hp-ku bergetar tanda ada pesan yanhg masuk, segera aku membuka dan menghembuskan nafas kecewa saat tau pesan itu dari salah satu teman kelasku yang memberitahu kalau jam kuliah dimajukan. Sepertinya waktukku untuk memeperhatikannya cukup sampai disini. Memang selalu begini karena aku dan dia mengambil jurusan yang berbeda, aku dengan jurusan arsitek dan dia dengan jurusan musik. Mungkin kalian kini sudah tau dari mana asal dia bisa piawai dalam bermain biola karena dia anak musik. Aku segera berdiri dan merapikan pakaianku yang sedikit kusut, ku balikkan tubuhku untuk menjauh tapi baru dua langkah aku berhenti tubuhku seakan enggan untuk menjauh dari pesonanya, tidak pernah cukup waktu untukku mengaguminya.

“ ayolah Oh Sehun besok kau bisa melihatnya lagi. Oh sepertinya aku sudah gila “ gumamku terlebih pada diriku sendiri. Lalu dengan berat hati dan takut aku pergi dari taman itu. Takut ? ya akui merasa takut jika esok aku tak dapat menemuinya lagi.

***

Ah sial sejak pagi sampai hampir sore jadwal kelas yang harus aku masuki begitu padat sampai tak ada waktu untukku makan siang. Untung saja tapi pagi aku masih sempat untuk sarapan, karena waktuku yang sedikit longgar bukannya kekantin untuk melaksanakan ritual makan siangku yang sudah lewat, aku malah melangkahkan kakiku ketaman kampus. Yah aku berharap dia masih ada ditaman untuk memainkan biolanya. Aku duduk ditempat biasa dibawah pohon akasia yang dahannya rimbun dedaunan. Hampir 30 menit aku menunggu dia tidak datang, angin yang menggesek dahan – dahan pohon ini seakan mengejekku menunjukkan matahari yang mulai lengser membentuk warna jingga yang amat cantik. Cantik ? memikirkan kata itu aku jadi mengingat wajahnya yang amat cantik, mulus, bulu mata lentik, bibir kecil berwarna chery bukankan dia masuk dalam kategori cantik.

Akhirnya aku menyerah dan bangkit dan berjalan kekursi yang biasa ia tempati bermain biola. Mendudukkan tubuhku disana dan mengusap tempat duduk didebelahku seperti orang bodoh, mencoba mencari jejaknya yang tertinggal dikursi itu. Setelah cukup dipandang orang aneh aku mulai beranjak dari taman karena aku masih ada 1 mata kuliah lagi. Munhkin aku akan mampir kekantin untuk makan.

“ Jung Nara kau aku merindukanmu “

***

Lelahnya hari ini, sudah hampir jam 9 malam tapi akui masih berkeliaran dikampus karena membantu membereskan alat praktik kelas terakhir tadi dan yang membuatku bertambah kesal alat – alat ini harus dikembalikan ditempatnya lantai 3. Aku bersumpah akan langsung tidur saat sampai dirumah nanti. Setelah selesai aku segera menutup pintu dan bergegas pulang saat aku mendengar ada orang yang berteriak dari lantai 4. Dengan perasaan was – was aku segera berlari mencari sumber suara. Suara itu menghilang tapi aku mendengar ada kegaduhan dalam gudang tempat peralatan panggung anak teater. Aku memelankan langkahku dan sedikit mengintip apa yang terjadi.

Disana aku melihat sesorang sedang meringkuk dengan kedua tangan diikat kebelakang dan bajunya telah basah kuyup. Ya tuhan apakah ini pembullyan, kenapa dijaman seperti ini masih saja ada yang seperti itu. Aku melihat ada 4 orang disana yang salah satunya aku kenal Yoon hyera mahasiswi jurusan sastra dan ketiga dayang – dayang setianya yang aku tak tau dan tak mau tau siapa nama mereka. Jangan tanya kenapa aku bisa tau mereka karena dulu aku pernah terlibat sedikit masalah dengan mereka.

Terlihat hyera mendekati gadis yang meringkuk itu dan menjambak rambutnya kasar hingga membuatnya memekik. “ sekarang kau terlihat menjijikkan Jung Nara, aku bahagia melihatmu seperti ini. Kau hanya seorang gadis cacat yang menyedihkan “ desis hyera lalu menampar wajah nara .

Melihat itu hatiku seakan tertohok, aku hingga lupa caranya bernafas melihat apa yang terjadi dihadapanku. Aku segera keluar dari tempat persembunyianku dan menghentikan semuanya sebelum mereka bertambah gila menyakiti Nara.

“ Apa yang kalian lakukan ” aku berjalan santai disertai dengan wajah dingin andalanku yang selalu kuperlihatkan selama ini dengan susah payah bersikap tenang. Hyera sedikit kaget lalu ia kembali memasang smirknya yang memuakkan, ia berjalan kearahku dengan wajah angkuhnya.

“ selamat malam ice prince, suatu kehormatan kau bisa datang kesini melihat pertunjukkanku” ucapnya dengan nada genit, tangannya yang bebas hampir menyentuh rahangku tapi segera kutepis.

“ lepaskan dia, kalian sangat kekanak – kanakan “ aku menatapnya tajam dengan intonasi dingin yang masih aku pertahankan.

“ kau masih melindunginya Oh sehun dengan semua penghianatan yang telah ia lakukan, cih jangan sok menjadi pahlawan kesiangan kau pangeran Oh” ucapnya dengan nada geram terlihat dari dia yang mengepalkan tangannya.

“ lihatlah dia sekarang bukan lagi seorang Jung Nara primadona kampus yang caktik dengan bakatnya, Jung nara yang egois, sombong yang suka bertindak semaunya. Dia tak ubahnya hanya gadis buta…”

“ TUTUP MULUT KOTORMU ITU YOON HYERA” tak tahan mendengarnya, aku segera memotong ucapannya. Aku menatapnya hyera dengan penuh amarah. Aku tidak suka mendengarnya merendahkan gadisku .

“ aku tak tau kau itu bodoh atau idiot oh sehun, jelas – jelas dia sudah menduakanmu berselingkuh dengan kris, tapi kau masih membelanya saja seakan dia permatamu yang berharga. Dia sekarang hanya gadis buta yang tak bisa apa – apa. dan kau nara merebut kris dariku . aku bersyukur atas kecelakaan yang telah kau dan kris alami hingga membuat kau kehilangan penglihatan. Setidaknya walau kris tidak kembali padaku tapi kau kini menjadi gadis cacat melihatmu menderita, dicemooh dan kehilangan semua adalah suatu tontonan yang menarik nara “ racau hyera dengan air mata yang mengalir dipipinya. Aku hanya diam toh percuma menyahutinya yang sedang mengomel tak karuan. Aku melengos pergi darinya dan mengahampiri nara yang hanya diam dengan badan gemetar dan segera merengkuhnya dalam dekapanku.

“ semua akan baik – baik saja nara-ya, jangan takut aku ada disini” aku mengusap punggungnya dan semakin mengeratkan pelukanlku tanpa memperdulikan bajunya yang basah. Apa yang mereka lakukan sampai nara seperti ini pikirku.

“ sehun , oh sehun “ ucap nara lirih dengan suara bergetar.

“ aku disini nara-ya kau tidak usah takut” ucapku menenangkan sambil membuka ikatan tangannya dan mengusap ruam kemerahan akibat ketatnya ikatan tali itu. Aku menatap benci hyera dan dayang – dayangnya yang telah membuat tangan gadisku terluka. Aku mengecup tangannya yang kemerahan berulang – ulang berharap sakit ia rasakan berkurang.

“ sebenarnya siapa disini yang terlihat menyedihkan, kau yang ditinggalkan kris atau nara yang kehilangan penglihatannya. Asal kau tau walaupun nara telah menghianatiku dengan pria lain tapi aku tetap mencintainya dan walaupun nara kini mempunyai kekurangan aku tetap akan mencintainya karena aku akan menyempurnakan kekurangannya itu. Aku akan selalu ada disisinya untuk menggantikan kerja kedua matanya. Sekarang mari aku bertanya siapa yang lebih menyedihkan disini apakah kecacatan hatimu ada yang menyembukan yoon hyera” hyera terkesiap mendengar perkataanku yang sangat tajam. Setelah itu dia langsung pergi dengan diikuti dayang – dayangnya.

Kini tinggal aku dan nara didalam gudang, aku masih dalam posisi memeluk tubuh kecil nara yang entah terasa begitu pas dalam rengkuhanku. Ku hirup aroma vanila kesukaanku dari rambutnya yang membuatku tergila – gila. Seseorang panggilkan dokter karena sepertinya aku sudah sangat kecanduan akan aroma ini.

“ sehun “ perlahan nara mendongakkan wajahnya mencoba menggapai wajahku dengan meraba.aku hanya bergumam untuk mempertegas bahwa aku mendengarnya.

“ terima kasih “ ujarnya. aku terdiam . Nara memejamkan matanya dalam seperti mencoba merasakan sesuatu yang aku sendiri taktau apa.

“ apa kau tak merasa jijik denganku hun? “ tanyanya. Aku tak dapat menyembunyikan senyumku saat dia memanggilku ‘ hun ‘ karena itu adalah panggilan istimewanya untukku.

“ apa yang kau bicarakan ra-ya, kumohon berhentilah membenci dirimu” dia nampak tersenyum dan wajahnya kini berubah sendu.

“ mungkin tuhan sedang memberikan hukuman padaku karena sifatku dulu yang sangat buruk dan karena aku menyianyiakanmu hun. Aku pantas mendapatkannya seperti kata hyera” kurasakan badannya semakin bergetar menahan tangis saat mengatakannya dan membuat hatiku sakit saat melihatnnya seperti ini. Oh tuhan apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya tersenyum seperti dulu.

“ menangis ra – ya jangan menahannya lagi, menangislah dan biarkan semuanya hancur dan dengan tangan ini aku kan membangun kepingan hatimu dan akan membuatmu tersenyum lagi seperti dulu. Aku masih mencintaimu Jung Nara, ku mohon jadilah milikku “ aku menangkup wajahnya dan mencium kedua matanya dengan lembut dan mencium keningnya sedikit lama untuk menyalurkan kesungguhanku. Nara semakin terisak dengan semua perlakuanku, perlahan aku memeluknya lagi sambil mengusap punggungnya,

“ Gomawo , mianhae, saranghae hun “ lirihnya terendam dalam pelukanku. Aku hanya mempererat pelukanku dan mulai menyanyikan lagu yang entah mengapa kini ingin sekali kunyanyikan.

I’d like to say we gave it i try

(Ku ingin katakan kita sudah pernah mencobanya)

I’d like to blame it all on life

(kuingin salahkan ini semua pada hidup)

Meybe we just weren’t right

(mungkin kita memang tak cocok)

But that’s a lie

( tapi itu dusta)

that’s a lie

(itu dusta belaka)

 

And we can deny it as much as we want

( dan kita bisa menyangkalnya semau kita)

But in time our feeling will show

( tapi waktu kan tunjukkan perasaan kita)

Cause sooner or later

( karena cepat atau lambat)

We’ll wonder why we gave up

( kiya akan bertanya – tanya kenapa kita menyerah)

But truth is everyone know

( tapi kenyataannya semua orang tahu)

 

Oh almost, almost is never enough

( oh hampir, hampir tidaklah cukup)

So close to being in love

(begitu nyaris jatuh cinta)

If i would have know that you wanted me

(andai ku tahu kau dulu inginkanku)

The way i wanted you

(seperti pula aku menginginkanmu)

Meybe we wouldn’t be two world apart

( mungkin kita takkan terpisahkan)

But right here in each another arms

( kita hampir, kita hampir tahu apaitu cinta )

But almost is never enough

( tapi hampir tidaklah cukup)

 

***

Yeyyyee aku bawa ff oneshoot dengan pemeran oh sehun, gag tau kenapa pas dengerin lagunya ariana grande kepikiran aja sama ff ini . semoga semuanya suka dan minta kritik sarannya buat typos di ff ini. ff ini masih banyak typos dan kekurangan disana sini jadi mohon komrn untuk saran dan kritik.

BigHugh -Christ Wu

XOXO

12 tanggapan untuk “Never Enough – By Christy Wu”

  1. Kak christy tanggung jawab. Aku sampe nangis baca ini. Ya ampun sehun gentle dan setia banget sih. Walaupun udah di khianati tapi tetep cinta gitu sama nara. Tipe kayak sehun nih yang wajib dilestarikan dan dikembang biakan? 😀 Hahaha.

  2. loh ending loh ending loh gk asyik loh duuuhhh kakanya mah yaahh blm nikah loh mrk *apahubungannya duh kakanya buat lg dong pinter bgt bikin org baper wkwkwk 😄😄😄😂😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s