[EXOFFI FREELANCE] You’re My Twins? (1/2)

vlcsnap-2015-04-12-14h22m13s28_副本_副本

Tittle: You’re My Twins?
Author : BabyJae
PG-13
Length : Twoshoot
Cast :
Oh Hayoung (Apink) & Oh Sehun (EXO)
Disclaimer :
FF terinspirasi dari drama Warm & Cozy ep awal jadi ceritanya mirip dan sisanya murni aku buat sendiri!

—————————————————————————————————————-


Oh Hayoung adalah seorang siswi biasa, diusianya yang menginjak 19 tahun ini ia berniat mencari keberadaan Ibu kandung-nya sebelum dirinya lulus dari sekolah menengah atas dengan harapan Ibu kandungnya akan membiayainya kuliah, setelah Ayahnya meninggal setahun yang lalu karna penyakit yang beliau derita, kini ia tinggal bersama Bibinya. Hanya berdasarkan dengan sebuah foto hitam-putih yang memperlihatkan Ayahnya dan seorang wanita yang ia yakini adalah Ibu kandungnya, Hayoung mulai mencari tau mengenai wanita itu. Setelah mencari tau selama hampir satu bulan ini akhirnya Hayoung mengetahui indentitas wanita itu yang ternyata adalah seorang pemilik resort ternama dibeberapa kota di Korea ini dan sekarang wanita itu tengah tinggal dipulau jeju mengurusi salah satu resort unggulannya disana, nama wanita itu adalah Choi Ji Sook.
Bibinya juga orang yang tak punya dengan memiliki tiga anak tanpa suami, Hayoung tak ingin membebani Bibinya jadi ia mencari uang sendiri. Bibinya juga tak mengetahui siapa Ibu kandung Hayoung karna Ayahnya tak pernah bercerita mengenai itu. Setelah banyak bekerja paruh akhirnya Hayoung bisa membeli tiket untuk pergi ke pulau Jeju, sangat sulit baginya membeli tiket itu karna ia harus membiayai keperluanya yang lain maka dari itu selama beberapa bulan belakangan ia rela menghabiskan waktunya dengan berkerja paruh waktu diberbagai minimarket, restaurant atau toko-toko lainnya.

 

-At. Jeju Airport-

 

Hayoung menghirup nafasnya dalam-dalam sembari menutup matanya, akhirnya ia tiba di tempat yang sudah ia dambakan selama berbulan-bulan ini ini. Hayoung melangkah maju keluar dari bandara untuk mencari taksi. Tidak! Lebih baik dirinya naik bus saja karna ia harus menghemat disini.

Gadis itu kini sudah menaiki bus yang akan menuju resort tempat Ibu kandungnya berada, ia sendiri belum yakin itu tapi ia harus menyakininya bahwa wanita itu adalah Ibu kandungnya. Hayoung membuka jendela bus yang berada di samping kanannya sehingga angin bertiup kedalam membuat rambutnya yang kecoklatan itu sedikit berterbangan tapi dia menyukai itu terlebih di sampinya disuguhkan pemandangan sebuah pantai, ini adalah pertama kalinya ia melihat pantai sejak kecil dan itu mengingatkannya dengan Ayahnya dimana dulu Sang Ayah sering mengajaknya kepantai saat musim panas seperti ini.

Hayoung masih mengenakan seragam sekolahnya dan itu membuatnya sedikit tak nyaman. Hari ini ia membolos sekolah, ia tak bisa langsung memakai baju biasa karna Bibinya pasti akan mencurigainya dan ia juga bilang bahwa ia akan menginap dirumah temannya sampai besok karna harus mengerjakan tugas kelompok. Hayoung sebenarnya tak ingin berbohong tapi bagaimana lagi, ia tak bisa pergi saat akhir pekan nanti selain karna harga tiket pasti mahal ia juga memiliki pekerjaan full saat hari libur disebuah cafe dan ia tak bisa ijin begitu saja karna dirinya masih baru. Sialnya, ia lupa membawa baju ganti karna tadi ia bangun kesiangan dan panik takut tertinggal penerbangan jadi ia langsung mengambil tasnya begitu saja untungnya dompet dan handphone-nya tak tertinggal.

Setelah hampir 15 menit menaiki bus dari Bandara akhirnya Hayoung sampai diresort itu, Resort yang sangat indah karna langsung menghadap kearah pantai dan di kelilingi dengan perkebunan dan ada lapangan golf, berkuda, kolam renang dll. Hayoung hanya bisa menganga ketika masuk kesana, ia berjalan didekat lapangan berkuda dan melihat beberapa orang tengah memacu kuda di area sana dengan kecepatan tinggi dan matanya malah tertuju pada salah satu penunggang kuda itu yang berkulit putih yang terlihat gagah dengan pakaian berkudanya dibanding para penunggang lainnya. Ya, dia juga sama seperti gadis seusianya yang juga akan tertarik dengan pria tampan.
Hayoung menyadarkan dirinya, ini bukan saat-nya ia tertarik pada pria.. Tujuannya adalah mencari Ibu kandungnya. Tempat ini terbuka untuk umum jadi ia bisa bebas masuk kearea restort itu tapi sudah hampir lebih dari 5 menit ia berjalan tapi ia belum juga menemukan gedung resortnya. Rasa haus mulai menyiksa tenggorokannya, seharusnya ia tak menghabiskan minumannya di bus tadi.

Tiba-tiba sebuah mobil golf melaju melewatinya dan dimobil itu ada pria yang menarik perhatian Hayoung tadi, pria itu tengah bersama teman-temannya disana. Hayoung tersenyum tipis “Jika kita ditakdirkan bersama.. menolehlah kebelakang…menolehlah” Ucap Hayoung bercanda.

 

Tapi…

 

Oh. Apa ini?

 

Pria itu berbalik kebelakang.

 

Hayoung yang salah tingkah langsung mengalihkan pandangannya kesamping dan menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal. Setelah pria itu tak menoleh kebelakang, Hayoung kembali keposisi semula dan mulai tertawa sendiri karna ucapannya tadi padahal ia hanya bercanda, pria itu adalah pria pertama yang berhasil menoleh padanya setelah ia minta. Tapi Hayoung tak menanggapinya serius karna menurutnya itu hanya kebetulan. Ya, hanya kebetulan.

Keringat sudah membasahi kening Hayoung karna ia sudah berjalan cukup lama dari gerbang awal disana yang ternyata gedung resortnya masih jauh. Nafasnya benar-benar sudah tak teratur dan kakinya lemas karna berjalan, ia sedikit membungkukan badannya dan menyenderkan punggungnya pada sebuah pohon disana..

 

Saengil Chuka Hamnida..

 

Saengil Chuka Hamnida..

 

Samar-samar terdengar suara tak jauh dari tempat Hayoung berada kini, Hayoung menegakan kembali badannya dan berjalan menuju sumber suara, ia melihat ada keramaian disana, sangat ramai dan..ia melihat pria itu berada disana, pria yang menoleh kebelakang tadi. Ya, Pria yang masih mengenakan pakaian menunggangnya itu adalah orang yang berulang tahun hari ini. Ulang tahun yang ke 19. Dari orang-orang yang memanggilnya, Hayoung mengetahui nama pria itu Oh Sehun.. Hayoung berpikir sejenak, Bukankah hari ini hari ulang tahun ku juga?

Hayoung melihat tanggal di handphone yang ia genggam sejak tadi dan benar, hari ini adalah hari ulang tahunnya. Hayoung baru menyadari itu..biasanya Ayahnya slalu membuatnya sup rumput laut setiap ia ulang taun tapi tahun ini tak ada yang membuatkannya sup rumput laut lagi karna Ayahnya sudah meninggal jadi ia lupa bahwa sekarang hari ulang taun nya juga.

Hayoung menatap kearah Sehun lekat-lekat disana sembari mengigit bibir bawahnya, memandangi wajah putih pria itu tapi pandangannya teralih pada seorang wanita paruh baya disamping Sehun, dia.. Hayoung mengambil sesuatu dari dalam jas sekolahnya, itu adalah foto Ayahnya dengan seorang wanita yang tak lain adalah wanita yang berada di sana.

“Oh Sehun..Oh Sehun..Oh Hayoung”

“Ah,Benar..Kita memiliki marga yang sama” Entahlah, perasaan Hayoung campur aduk saat ini, ia merasa senang tapi anehnya ada perasaan lain yang ia sendiri tak mengetahuinya.

“Omma..” Gumamnya kecil menatap wanita itu bahkan kedua matanya sudah berkaca-kaca ingin mengeluarkan air mata karna tak mempercayai apa yang tengah dilihatnya.

Apa dia benar-benar Ibuku?

Sudah hampir 10 menit Hayoung besembunyi dibalik semak-semak disana, ia menunggu waktu yang tepat untuk mendatangi Ibunya, mungkin lebih tepatnya adalah Ahjumma karna itu belum jelas 100%, ia sadar dirinya tak bisa menunggu lebih lama lagi maka dari itu ia menghampiri wanita yang iayakini sebagai Ibu kandungnya itu. Hayoung berjalan mendekat kearah wanita itu yang tengah duduk sendirian “Omma..”

Tiba-tiba.. ada seseorang yang memegang pergelangan lengannya sehingga Hayoung menghentikan langkahnya dan memandang orang itu yang tak lain adalah Oh Sehun.

“Siapa kau? Mengapa kau datang kepestaku?” Sehun memandang gadis itu dari bawah sampai atas “Seingatku..aku tidak memiliki teman sepertimu” Hayoung masih diam memandang wajah Sehun dengan sedikit mendongkak karna perbedaan tinggi mereka

Apa mungkin, dia kembaranku?

Sehun menarik lengan Hayoung agar menjauh dari sana, Hayoung akan menolak tapi ia tak bisa karna Sehun benar-benar menariknya keras. Sehun masih menarik Hayoung hingga keduanya berhenti didekat sebuah danau yang tak jauh dari tempat pesta itu. Sehun sedikit kasar ketika melepaskan lengan Hayoung dengan menghepaskan nya begitu saja.

“Siapa kau sebenarnya?”

“Wajahmu asing”

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Apa mungkin kau kemari ingin menghancurkan pestaku?”

“Atau mungkin… Kau seorang stalker?”

“Ya! Jawablah!” Sehun kesal karna gadis didepannya ini sejak tadi tak menjawabnya dan hanya memandanginya membuatnya tak nyaman. Sehun menggit bibir bawahnya dan mengacak rambutnya, ia sudah frustasi dengan gadis ini.

“Setelah aku lihat.. Kita memiliki kesamaan” Ucap Hayoung begitu saja sembari tersenyum “Kita benar-benar saudara kembar.Woww Daebak!!”

“Apa yang kau katakan? Apa kau gila?!” Balas Sehun keras “Kembar..” dia sedikit tertawa. Hayoung mengganguk yakin “Kau tinggi..” ia mengangkat lengannya untuk mencapai kepala Sehun “Aku juga cukup tinggi untuk seorang wanita”. Sehun memegang bagian leher belakangnya, ia rasa ia akan naik darah karna gadis aneh ini.

“Ulang taun kita sama… Marga kita juga sama dan Ibu..” Hayoung berhenti sejenak, ia mengigit bibirnya itu adalah kebiasaannya sejak kecil.

“Ibu.. Mengapa?”

“Apa kau memiliki Ayah?”

“Jika aku tidak memiliki Ayah, aku pasti tak akan lahir”

“Tidak! Maksudku, apa Ayahmu ada?” Hayoung baru ingat itu seharusnya ia juga menyadari itu bahwa Ny.Choi yang kemungkinan ibu kandungnya itu memiliki suami lain tapi waktu iaia mencari tau, suami Ny.Choi tidak ketahui.

Sehun terdiam mendengar pertanyaan itu, ia terlihat enggan menjawab.

“Jawablah!!”

“Tidak ada. Aku tidak memiliki Ayah”

“Benarkah?!”

“ Ibu bilang jika Ayahku pergi meninggalkan kami jadi..”

“Syukurlah!” Potong Hayoung terdengar senang lalu memperlihatkan foto Ayahnya dan Ny.Choi “Ini foto Ibumu,kan? Dan pria ini adalah Ayahku Tuan.Oh”. Sehun meraih foto itu, memandang jelas foto Ibunya dari dekat.

Benar, itu memang Ibunya itu berarti..

Gadis ini benar-benar saudara kembarku?

Sehun benar-benar tak tau wajah Ayahnya sejak lahir, setiap bertanya mengenai Ayah kandungnya sang Ibu slalu marah, setaunya Sang Ibu ingin mengganti marga nya tapi karna sudah terlanjur terdaftar di akte kelahirannya dan Ibu nya tidak menikah lagi jadi sulit mengganti nama marganya.

Sehun mengembalikan foto itu lagi dan masih terlihat tak percaya “Jika itu memang benar dan kau kembaranku, mengapa kita tak mirip?”

“Apa semua kembaran harus mirip?”

“Tentu saja. Lee Seojun-Lee Soeeun.. Kau tau mereka mirip kan?”

“Daehan,Minguk,Manse apa mereka terlihat mirip?Tidak juga kan? Semua kembaran tidak harus mirip terlebih kita berbeda, kau pria dan aku wanita” Balas Hayoung diiringi senyum kemenangan sedangankan Sehun terlihat sangat frustasi dan kembali memegangi lehernya.

“Kita berbeda!Berbeda tetaplah berbeda! Jadi, jangan berpikir kita kembar!” Bantah Sehun kembali dengan nada tinggi.

“Wae?! Apa kau ingin tes DNA?” Balas Hayoung tak kalah tinggi, ia baru sadar apa yang dia katakan ‘DNA’
Sehun diam memikirkan itu dan menggigit bibir bawahnya itu kebiasaannya ketika berpikir sama seperti Hayoung.Perlahan keduanya saling menoleh satu sama lain dan melihat apa yang kedua lakukan yaitu sama-sama menggingit bibir bawah mereka karna keduanya sedang berpikir.

“Astaga.. Bagaimana jika dia benar-benar kembaranku?”Batin Sehun.

Kini kedua nya berada di rumah utama tempat tinggal Sehun dan keluarganya di resort itu. Hayoung memandang kagum rumah yang didominasi warna putih itu terlebih disamping jendela sana langsung berhadapan dengan laut. Ini benar-benar rumah idamannya.

“Ini adalah sampel rambutku” Kata Sehun keluar dari kamarnya sembari memperlihatkan plastik dimana didalamnya ada beberapa helairambutnya. Hayoung ikut memberlihatkan sampel rambutnya dan memberikannya pada Sehun.

“Aku akan memberikannya pada sekretarisku, jadi tunggulah disini sebentar!” Sehun berjalan keluar memegang dua sampel yang akan diuji. Keduanya memutuskan melakukan tes DNA untuk mengetahui keduanya adalah sedarah atau tidak sebelum memberitahukannya pada Ny.Choi karna Sehun memberitahu bahwa Ibunya bukanlah orang yang mudah percaya pada omongan orang dan sedikit kasar.

Hayoung masih melihat sekelilingnya dan kini ia duduk disalah satu sofa disana menyenderkan badannya sembari menghirup nafas dalam-dalam dan menghebuskannya pelan. Ini benar-benar seperti mimpi baginya.. Hayoung mengeluarkan foto Ayah dan Ny.Choi, ia memandang foto itu “Ayah..”

Dari luar terdengar suara obrolan yang semakin mendekat dan mendekat, ya.. itu adalah suara Ny.Choi dan putri sulungnya. Sehun bilang ia memiliki Noona tapi berbeda Ayah. Hayoung yang panik langsung berdiri mengambil tasnya dan berlari menuju kamar Sehun, hanya tempat itu yang ia pikirkan dan tanpa sengaja ia meninggalkan foto

itu diatas sofa. Ah.. Sial!

Hayoung mengintip sedikit keluar dari sela-sela pintu kamar yang sedikit terbuka. Di ruangan itu, Ny. Choi bersama Park SaNa, Noona Sehun itu masuk kesana dan sialnya Sana menemukan foto itu.

“Oh.. Ini Ibu,kan?” Ny.Choi melihat foto yang ditunjukan putrinya sekilas “Siapa pria disamping Ibu? Apa mungkin…”

“Noona!!” Teriak Sehun mendekati kedua keluarganya itu dengan wajah panik, ia menyadari Noona-nya itu tengah memegang foto milik Hayoung.

“Ada apa?!” Balas SaNa dengan nada tinggi pada adiknya itu.

“Mengapa kau pergi tiba-tiba ditengah pesta mu? ” Tanya Ny.Choi santai pada putranya itu sembari meminum minumannya “Kita mencarimu kemana-mana”. Sehun terlihat bingung harus menjawab apa “Tidak.. Aku..”

“Kau tau foto ini?” Potong Sehun Noona memperlihatkan foto ditangannya, Sehun makin terlihat bingung dan panik

“Itu..” Tiba-tiba Ny.Choi merebut foto itu lalu merobeknya menjadi berkeping-keping dan melemparnya kasar ke lantai.

Sehun dan Noonanya terkejut melihat Ibu mereka begitu kasarnya merobek foto itu “Omma!!” Ny.Choi menatap tajam mereka berdua yang berdiri di sampingnya “Jangan bertanya yang tidak penting!” Ucapnya dengan nada menyeramkan membuat mereka langsung diam karna takut.

Sehun yang diam disana bertanya-tanya mengapa Ibunya merobek foto itu? Apa pria itu benar-benar Ayahnya jadi Ibunya merobeknya karna Ibu sangat membenci Ayah? Beberapa pertanyaan mulai mengisi otak Sehun, tanpa sengaja ia melihat pantulan Hayoung di cermin depannya yang bersembunyi di balik pintu kamarnya. Hayoung terlihat terkejut dengan tindakan Ny.Choi tadi. Ya, sejak tadi Hayoung mendengar semuanya dengan jelas.

 

To Be Continued……….

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You’re My Twins? (1/2)”

  1. njir sodara kembar??
    Sehun mah kasar+ jutek amat sama Hayoung, kasian bgt uri hayoungie…

    Liat foto itu aja eomma nya sehun langsung robek, terus gimana kalo terbukti hayoung ntu emang sodara kembar sehun kira2 eomma sehun mau kagak nerima hayoung??
    arhh kepo bgt gua sama kelanjutannya pokoknya ditunggu kelanjutannya yaa..
    Hwaiting~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s