[Lay Birthday Project] For You — by ShanShoo

ksfchsaihf

Created by ShanShoo | Lay—Suho | Ficlet | Friendship | General
(http://ikhsaniaty.wordpress.com/)

 

“It’s something sweet for you…”

 

♣♣♣♣

            Joonmyeon terlihat begitu asyik menjejali es krim rasa coklat di mulutnya. Ia mengemutnya perlahan, menyisakan banyak cairan es krim yang meleleh melewati setiap sudut bibir mungilnya yang berwarna merah muda. Ia tak peduli jika makanan dingin itu akan segera habis, karena ia memiliki satu es krim lagi—ah, sebenarnya Joonmyeon meminta pada ibunya untuk membelikannya dua es krim.

Sambil menunggu ibunya yang belum datang untuk menjemputnya pulang, Joonmyeon mendapati seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun, sama sepertinya, tengah terduduk lesu di atas bangku taman yang cukup tinggi untuk seusianya.

Jujur saja, Joonmyeon tak mengenali siapa sosok anak laki-laki itu. tapi karena seragam kanak-kanak yang digunakan anak itu sama seperti seragam yang Joonmyeon pakai, membuat Joonmyeon segera beranjak dari tempat duduknya di bangku taman yang berbeda, ke arah anak itu.

“Hey!” sapa Joonmyeon, menepuk bahu anak laki-laki asing itu.

Anak laki-laki itupun terkejut. Menatap Joonmyeon sambil mengusap cairan bening di kedua pipinya. “S-siapa kau?” tanyanya, pelan.

Joonmyeon tersenyum lebar setelah ia melepas es krim di mulutnya. “Namaku Kim Joonmyeon. Namamu?”

“Namaku… Zhang Yixing.”

Eh? Kenapa namamu… sedikit aneh?” tanya Joonmyeon seraya menaikkan satu alisnya, lalu kembali menjilati tepian es krim di tangannya.

“Bantu aku duduk.” Kata Joonmyeon, mengulurkan satu tangannya yang masih memegang sebungkus es krim utuh di tangan kanannya. Yixing pun segera membantu Joonmyeon untuk duduk di sampingnya sambil berkata,

“Ayahku yang memberiku nama itu.”

Setelah Joonmyeon duduk di samping Yixing, ia menoleh menatap seraut wajahnya yang sedikit sembab. “Apa kau barusaja menangis?”

Yixing mengangguk, menampilkan kembali ekspresi penuh kesedihan di wajahnya.

“Kenapa kau menangis?” tanya Joonmyeon, lalu menjilati es krimnya lagi.

“Karena… ibu dan ayahku…” Yixing terlihat sedang menahan isakannya, “Mereka tidak ada di sini…”

Joonmyeon menghentikan aktifitasnya.

“Mereka tak bisa datang ke sekolah baruku hari ini. dan juga… mereka tak ingat jika hari ini aku berulang tahun.” Isak tangis Yixing perlahan terdengar di sela perkataannya. Anak laki-laki berlesung pipi itu mengusap air matanya dengan punggung tangan, manik matanya tak berani membalas tatapan Joonmyeon.

“Apa? Jadi… hari ini kau berulang tahun?” kata Joonmyeon kemudian, mengerjap beberapa kali lalu melanjutkan, “Tapi… kau kemari bersama siapa?”

“Aku kemari bersama dengan bibi Park. Dia.. dia sedang pergi membelikanku makanan.” Jawab Yixing, berusaha meredakan isak tangisnya.

Ucapan itu akhirnya membuat Joonmyeon tersenyum kecil. Menjilat lalu menjejalkan es krimnya yang semakin mengecil sebelum berkata.

“Selamat ulang tahun!”

Yixing menatap Joonmyeon cukup lama. Matanya mengerjap perlahan, memunculkan sisa cairan bening di sudut matanya.

“Bukankah hari ini kau berulang tahun?”

Yixing mengangguk pelan.

“Jadi, selamat ulang tahun!” seru Joonmyeon antusias, memamerkan senyuman lebarnya yang begitu manis.

Entahlah, ucapan selamat itu seolah membuat Yixing merasa ingin menangis lagi, namun rasa malu lebih mendominasi. Sehingga akhirnya, hanya ada suara isak tertahan yang keluar dari bibirnya.

“Terima kasih, Joonmyeon…” sahut Yixing tanpa bisa menyembunyikan bulir bening di kedua matanya.

Joonmyeon mengangguk sambil tertawa lebar. “Ah, ya. ini, untukmu.” Ia menyodorkan sebungkus es krim di tangan kanannya pada Yixing. Menatap anak laki-laki di sampingnya itu tanpa menghilangkan senyumannya.

“Es krim?” tanya Yixing ragu. Ia belum menerima es krim itu.

“Ya. bukankah di setiap ulang tahun harus ada hadiah?”

Yixing mengangguk mengiyakan.

“Jadi, es krim ini adalah hadiah untukmu. Terimalah!” kata Joonmyeon antusias.

Yixing menatap es krim itu dan Joonmyeon bergantian. Tangan kanannya bergerak kaku ingin mengambil es krim itu, namun…

Terlebih dulu, Joonmyeon meraih tangan Yixing dan menyerahkan es krim itu padanya.

“Es krim ini rasanya sangat enak sekali! Kau harus mencobanya,” katanya meyakinkan Yixing.

Sudut-sudut bibir Yixing mulai tertarik ke atas. Membentuk satu senyum tertahan yang sungguh terlihat manis, terlebih ketika lesung pipi anak laki-laki itu turut terukir dalam di sana.

“Terima kasih,”

“Tidak perlu berterima kasih.” Joonmyeon tersenyum lebar, “ayo makan es krimnya sebelum benar-benar meleleh!” serunya antusias. Menatap Yixing dengan mata kecil yang berbinar.

Akhirnya, Yixing menampilkan senyuman lebar tanpa harus meragu. Tatapannya sungguh berbinar. Kedua tangan mungilnya kini berusaha membuka bungkusan es krim rasa coklat itu, lalu mengambil isinya dan menjilatnya perlahan.

Umm… rasanya memang sangat enak!” kata Yixing kemudian, yang dibalas dengan anggukan kepala Joonmyeon.

Tak lama setelah percakapan itu, Kim Nara—ibu dari Kim Joonmyeon—berjalan menghampiri Joonmyeon yang masih duduk di samping Yixing. Begitupun dengan bibi Park yang datang untuk menghampiri Yixing, dengan satu tangannya yang membawa makanan di dalam kantung kresek.

Kedua orang dewasa itu saling memberi salam dan membungkukkan badan satu sama lain. Bercakap-cakap untuk saling memperkenalkan nama, mengusap lembut atau bahkan mengajak berbicara kedua anak kecil di dekatnya sejenak, sebelum akhirnya mereka mulai membawa kedua anak kecil itu untuk pulang.

“Yixing-ah!” seru Joonmyeon ketika Yixing dan bibi Park melangkah saling bertolak belakang dengan Joonmyeon dan ibunya.

Seruan itu membuat Yixing menolehkan kepalanya ke belakang, menatap Joonmyeon.

“Ya?”

“Kau adalah teman baruku! Dan mulai besok, kita akan mulai bermain bersama!”

Adalah Yixing yang pertama menghentikan langkah. Disusul bibi Park, Joonmyeon, dan juga Nara. Mereka berempat kini berdiri saling berhadapan dalam jarak yang cukup jauh.

Senyuman manis itu kembali hadir di antara perasaan senang yang begitu membuncah dalam dadanya. “Sampai bertemu besok, Joonmyeon.” Kata Yixing, melambaikan tangannya pada Joonmyeon diiringi tawa kecil.

Joonmyeon mengangguk cepat.

“Sekali lagi…,”

Selamat berulang tahun!

FIN

Yeah, happy brithday, ma deep dimple! I just wanna say, ‘Keep healthy, and keep giving us a lot of your love.’ ♥♥♥♥

Anyway, thanks to you all for reading this fanfiction 🙂

23 tanggapan untuk “[Lay Birthday Project] For You — by ShanShoo”

  1. JUNMEN AAAKKK MAU UDAH GEDE APA MASIH KECIL KOK BAEK BENER YAK… MAU DONG KASIH ESKRIMNYA JUGAK XD
    san bilangin ke junmen, aku mau ultah, besok kirim eskrim. fix oke

    1. itu loh…. pas anak ekso debut di jepang besok wkwk
      itu sebenernya hadiah buat aku/lalu seketika jatuh dan tenggelam dalam luka dalam/

  2. Sneng bingit pnya tmen kaya suho oppa. Dia mh da apa ath? Org kaya, banyak duit. Lup lup lah ke dia mh <3. Oh iya, anyeong :-D. Nama aku viny tania gita, bru kunjungin wordpres ny ka isan /bener g yah?

  3. Selamat ulang tahun Yixing! Ga bisa ngebayangin mereka berdua waktu kecil. Imut banget deh, tapi kalau liat foto Lay waktu kecil, pengen ketawa :-D. Hihi, masalahnya rambutnya gituh. Ceritanya bagus! Aku suka, tulisannya rapi! Ih…. Aku suka.. Banget :-D. Selamat ulang tahun Lay! :-*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s