[EXOFFI FREELANCE] Love Is Complicated (Chapter 7)

Love is Complicated Second Half Cover

LOVE IS COMPLICATED Chapter 7

Author   : HyeraKim

Main Cast : Kim Jongin, OC

Additional Cast   : Find it by yourself!

Rating : PG 17

Genre : Angst, Family, Marriage, AU

Length : Chaptered

Disclaimer : Cerita ini fiksi tidak berdasarkan kisah nyata, STORY murni milik author. Cast own by their parents and God!! OC create by me and my friend.

A/N : Maapkan late update again. Sebelumnya chapter ini sudah siap dikirim lebih awal tapi file nya hilang dari laptop aku. Merombak lagi untuk kedua kalinya bukanlah hal yang mudah karena mood aku gak balik-balik. Mungkin chapter ini tidak memuaskan, memang aku akui di chapter yang hilang itu mungkin jauh lebih baik dari ini tapi apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. Terimakasih buat kalian yang masih berkenan membaca dan memberi masukan. Give me big forgiveness…

HAPPY READING

PLEASE LEAVE A COMMENT!!!

LOVE IS COMPLICATED Chapter 7

Second Half : Kim Jongin

‘Secret’

Backsong :

CASCADA – Everytime we touch

***

‘Many kind of story that I can’t tell

I just can’t see your tears’

-Kim Jongin-

@@@

Author POV’s

INCHEON AIRPORT

Seorang pria dengan mantel hitam dan kacamata hitam yang bertengger menutupi matanya berjalan menyeret sebuah koper warna silver. Setelah melalu berbagai cek di gerbang kedatangan ia akhirnya dapat menginjakkan kakinya menuju pintu keluar. Ia menyapukan pandangannya pada berbagai mobil yang terparkir di lapangan parkir, hingga menemukan sebuah objek. Ia membuka kaca mata hitamnya dan mengeluarkan sebuah evil smirk ketika tatapannya terarah pada seorang pria dengan seragam sekolah yang bersandar pada kap depan sebuah Aston Martin V12 Vantage warna hitam. Pria itu melambaikan tangannya. Ia hendak berjalan menghampirinya sebelum akhirnya ia tersungkur kelantai ketika sebuah pukulan keras mendarat dirahangnya.

“Terimakasih telah menyakiti dosaengku, hyung..”

Ucap seorang pria bercoat biru, ia terlihat mengepalkan tangannya dengan erat. Wajahnya merah padam menahan emosi. Cukup satu pukulan dan selanjutnya dia sudah melenggang dengan menyeret kopernya. Awalnya dia hendak membalas pukulan namun tepat setelah melihat siapa yang telah memukulnya itu dia tak bisa melakukan apa-apa selain diam dan menerima rasa nyeri pada rahang kirinya. Mungkin ini belum sebanding dengan apa yang telah dia lakukan. Ia hanya menatap kepergian pria itu dengan tatapan sendu.

“Hyung kau baik-baik saja… siapa sih dia main pukul saja, akan ku hajar dia”

Pria berseragam yang tadi berdiri didekat mobilnya kini telah berada disamping hyung nya itu. Dia sudah bersiap mengejar pria yang sudah berani memukul hyung nya ditempat ramai seperti ini.

“Geumanhae..”

“Hyung.. wae geuraeyo?”

“Aku yang salah..”

@LOVE_IS_COMPLICATED@

Hamparan putih salju terlihat menghiasi atap bangunan di kawasan Cheongdamdong pagi ini. Salju musim dingin kembali mengguyur malam tadi. Pria itu masih berdiri didepan jendela besar sebuah apartemen mewah. Secangkir teh berada ditangannya, namun kepulan asapnya sudah tak terlihat sedangkan cairan didalamnya masih penuh. Dia masih memikirkan tentang kejadian kemarin ketika dia bertemu dengan seorang sahabat lamanya yang mungkin sangat membencinya saat ini. Semua terjadi karena dirinya yang sangat tidak peka terhadap perasaan orang lain. Semua karena dia terlalu egois dengan dunianya sendiri, hingga kini dia baru menyadari bahwa apa yang selama ini ia pilih sebagai jalan hidup ternyata adalah jalan yang salah.

“Hyung.. aku berangkat dulu..”

Sebuah suara memecah heningnya suasana. Pria yang sama dengan seragam yang sama dengan kemarin.

“Hati-hati dijalan..”

Pria ini berbalik menghampiri adiknya yang mengenakan sepatu bertali warna coklat tua pemberiannya.

“Kau suka?” Tanyanya sambil berjongkok disamping adiknya setelah meninggalkan cangkir tehnya entah dimana.

“Hmm”

Bocah berseragam SHS itu tersenyum manis. Senyum itu membuatnya ikut menyunggingkan senyum manisnya.

“Hari ini kau kerumah sakit hyung?”

“Aniyo.. aku akan mulai bekerja besok..” Jawabnya singkat sambil berdiri dan berjalan menuju dapur. Sedangkan adiknya mengangguk angguk.

“Na kanda.. itda bwayo hyung..”

KLIK. Suara pintu tertutup. Jino –bocah berseragam SHS itu sudah berangkat. Sedangkan hyungnya duduk termenung dimeja makan, kedua tangannya ia lipat diatas meja. ‘ddrtt … drrtt’ ponselnya yang ia letakkan diatas meja bergetar.

-Hyung, dikulkas ada bahan makanan jika kau lapar..-

-Aku tahu-

-Kau harus makan hyung, aku tidak mau mendengar Dr.Cho Kyuhyun sakit karena kelaparan. Cih.. apa-apaan dokter sakit..-

-Arasseo.. Jangan khawatir, aku bukan anak kecil bodoh-

@@@

Mansion Kim Jongin masih sama seperti keadaan pagi dihari sebelum-sebelumnya. Para maid sibuk kesana-kemari. Begitupun yang terjad didalam rumah. Hari ini pekerja sedikit ditambah, salah satu maid yang menjadi kepala maid saat ini sedang mengontrol keadaan di dapur. Hari ini aka nada tamu sehingga beberapa pekerja ditambah. Nyonya rumah juga tak akan memasak seperti biasanya karena pagi ini ia masih menemani suaminya didalam kamar mereka.

Hyera –sang nyonya rumah sudah terlihat rapi dengan setelah santainya, tapi dia masih berada diatas ranjang bersandar pada dashboard. Di pangkuannya Kim Jongin (pemilik mansion smewah ini) sedang terlelap. Hyera membelai lembut pucak kepalanya, pria yang akrab disapa Kai ini nampak nyaman dengan sentuhan lembut yang Hyera berikan, itu membuat rasa lelahnya melakukan kerja lembur hingga pukul 6 pagi ini serasa melayang. Kasih sayang istri tercintanya itu membuatnya selalu dapat melupakan rasa lelahnya atas pekerjaannya sehari penuh. Hyera sangat mencintainya, benih-benih cinta tumbuh dengan sendirinya. Ia tahu Kai bukan cinta pertamanya, ia menyadari bahwa ia sempat mengira tak akan bisa memberikan cintanya, namun kasih sayang yang ia dapat dari pria bernama lengkap Kim Jongin itu membuatnya merasakan hal yang dinamakan cinta yang semakin lama semakin menghangatkan relung jiwanya. Ia menyadari perasaannya dan mulai dapat menyembuhkan luka yang pernah menggores hatinya dimasa lalu. Kini, ia hanya dapat memikirkan pria yang saat ini terlelap dihadapannya itu, namun satu hal yang tak pernah ia dapat dari pria yang sering ia panggil dengan nama Kai itu. Sebuah kejelasan tentang masa-masa sulit yang harusnya ia ketahui sebagai yeoja yang berstatus sebagai istrinya, meski begitu ia yakin bahwa suatu saat ia akan menemukan kejelasan akan jalan yang memburam itu.

@@@

-Oppa, kau dimana?-

-Wae? Kau sudah sangat merindukanku ya?-

-Kenapa kau menanyakan hal yang sudah pasti oppa?? Jangan bilang IQ mu 200 itu turun!!-

-Baiklah aku tahu, tunggu sebentar gadis manis..-

Suho terduduk disebuah taman menikmati hangatnya kopi mocca panas yang ia genggam ditangan kirinya, ia mengembalikan ponselnya kedalam saku mantel kelabu yang ia kenakan setelah membalas pesan dari adik cantik kesayangannya yang bernama Hyera, lalu kedua tangannya kembali menggenggam satu cup kopi mocca panas yang menjadi satu-satunya objek hangat yang dapat ia nikmati dibangku taman itu. Sejenak kemudian ia merasakan sesuatu yang lembut disamping kanannya, sesuatu itu mendekat padanya seolah berusaha meminta kehangatan yang Suho rasakan.

“Oh.. kyeopta..” Ucapnya ketika melihat seekor anjing ras akita inu berbulu putih seputih salju duduk menempel kepadanya.

“Ya! Kenapa kau sendirian disini? dimana tuanmu?” Ucapnya sambil mengelus bulu-bulu halus anjing akita itu. Ia menyentuh kalung yang tergantung dileher anjing itu.

“Baekkie? Waah namamu sangat cocok denganmu..” #Baek : Putih#

“Aigoo, Baekkie-ah.. kenapa tadi kau lari begitu kencang?” Seseorang menghampiri Suho dan anjing akita bernama Baekkie itu.

“Jeoseonghabnida.. dia merepotkan anda..” Ucap yeoja yang nafasnya masih tersengal karena berlari itu.

Tak ada respon dari Suho, rupanya pria 30 tahun itu terpaku menatap kecantikan yeoja itu.

“Ah Baekkie-ah aku kehabisan nafas gara-gara kau..” Gumam yeoja cantik itu sambil mengelus puncak kepala Baekkie.

“Kajja kita pulang!!” Ia menarik Baekkie dari bangku itu namun Baekkie tak bergeming sama sekali dan justru berpaling menghadap Suho.

“Aug .. aug”

“Ahaha.. kau menyukaiku?” Ucap Suho yang ternyata baru tersadar dari lamunannya ketika mendengar gonggongan Baekkie. Ia kembali mengelus bulu lembut Baekkie.

“Jeoseongeyo.. dia banyak mengganggumu..” Ucap yeoja cantik itu.

“Aniyo.. gwaenchanayo..”

Gadis itu bernama Seyoung. Gadis yang untuk pertama kalinya berkenalan dengan pria berusia kepala tiga sepertinya. Suho mengakui gadis itu sangat menarik hingga ia ingin mengenalnya lebih jauh. Dengan keadaan sadar dia baru merasakan getaran-getaran yang banyak orang sebut sebagai cinta itu untuk pertama kali diusia ini. Hidupnya terlalu membosankan, dalam waktu 10 tahun terakhir yang dia habiskan ia hanya berkutat dengan bisnis otomotif nya di Jerman, sekalipun tak pernah ia bertemu gadis secantik Seyoung kecuali jika Mclaren mp4 12c dapat digolongkan gadis cantik.

“Baekkie-ah .. kita ketemu lain waktu lagi yaa? Aku ada janji.” Suho berjongkok mengusap puncak kepala Baekkie.

“Khamsa habnida..” Yeoja cantik yang ternyata bernama Seyoung itu membungkuk sopan kepada Suho.

“Ah, gwaenchanayo Seyoung-ssi.. geureom meonjeo kkalkeyo..” Ucap Suho sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kemudian ia berjalan menuju mobil sportnya yang sudah menunggunya cukup lama. Sebelum membuka pintu mobil itu, ia membalik badan.

“Mari bertemu lagi.. kapan-kapan.. mmm.. untuk berjalan bersama.. mmm Baekkie..”

Seyoung tersenyum sebelum akhirnya mengangguk, dan menjawab Suho. Setelahnya mobil Mclaren milik Suho melaju menjauh. Seyoung berjongkok menghadap Baekkie,

“Oppa itu… tampan juga kan Baekkie? dia tak kalah tampan dengan Sehun. Iya kan?” Gumam Seyoung sambil mengusap bulu halus Baekkie dan tersenyum.

@@@

Interkom rumah Hyera berbunyi, memberi tanda bahwa ada seseorang dibalik pintu besar itu. Hyera berlari kecil dengan semangat membuka pintu utama rumah mewahnya itu. Dari balik pintu Suho berdiri dengan senyum khasnya yang ia siapkan untuk dosaeng kesayangannya itu.

“Oppa..”

Hyera segera memeluk Suho. Ia sudah sangat merindukan oppanya sejak perpisahan mereka 6 tahun yang lalu, setiap hari ia selalu berharap bertemu dengan oppanya secepatnya. Namun setelah kehadiran Kai, ia merasa terhibur. Bahkan saat pertemuannya kali ini ia meneteskan air matanya karena rindu beratnya.

“hiks . hiks bogoshipeo . hiks . oppa . hiks ..” Hyera menangis sesegukan dipelukan oppanya.

“Hmm, nado.. tidakkah seharusnya kita masuk, aku kedinginan disini..” Ucap Suho.

Hyera melepas pelukannya lalu menghapus air mata yang membasahi pipinya, dan membiarkan Suho masuk lalu kembali menutup pintu rumahnya mengingat udara diluar masih sangat dingin. Tanpa mereka sadari iris elang yang tajam memperhatikan mereka. Pemilik iris elang yang merupakan Kai itu mendengus melihat istrinya memeluk seorang pria yang tak lain adalah oppanya. Katakan saja Kim Jongin juga tipe orang yang mudah sekali merasa cemburu ketika istrinya bersama dengan orang lain, meskipun itu kakaknya sendiri. Ia memegangi bagian tengkuknya yang terasa kaku ia masih merasa lelah karena kegiatannya semalaman duduk dimeja kerjanya dan melakukan meeting dengan seorang kolega bernama Park Chanyeol yang berada di Paris. Matanya masih merah karena ia baru saja tidur sekitar 2 jam, namun ia lagi-lagi terbangun karena mimpi buruk yang kini setiap malam mengganggunya. Ia berjalan menghampiri Hyera dan Suho diruang tengah.

“Kai..” Suho langsung menyapanya ketika ia berjalan mendekat, Kai hanya tersenyum.

“Annyeong haseyo..” Kai membungkuk dengan sopan didepan Suho. Ia masih merasa tegang mengingat ini adalah pertama kalinya mereka bertemu secara langsung, biasanya mereka hanya saling menatap melalui video call. Kai sedikit gugup, barangkali setelah bertemu langsung Suho tiba-tiba tak menyukainya dan membawa lari Hyera. Astaga membayangkannya saja itu lebih buruk dari apapun.

“Kau lebih tinggi dari yang kulihat di video call Kai..” Ucap Suho.

“Nde?”

Suho terkekeh menyadari kegugupan adik iparnya itu.

“Bukankah sudah kubilang dia lebih tinggi dan lebih tampan darimu oppa..” Ucap Hyera. Mereka bertiga berakhir dengan tertawa bersama.

@@@

SEOUL INTERNATONAL HOSPITAL

“Tapi kenapa mimpi itu datang padaku lagi? Bukankah Hyera berada disisiku?” Tanya Kai pada seseorang berjubah dokter.

“Menurutku karena rasa takutmu..” Ucap pria yang sibuk mencari sesuatu dirak belakang yang penuh dengan obat-obatan. Kai terdiam.

“Aku benar bukan?” Ucap pria berjubah dokter bernametag Kim Min Seok itu. Kai kembali terdiam.

“Kau harus menghilangkan rasa takutmu Tuan Kim Kai.. berikan tanganmu!” Ujar dokter Kim Min Seok ketika kembali ketempat duduknya tepat dihadapan Kai dengan tangan kanannya yang memegang Spuit yang siap diinjectkan pada tangan kanan yang Kai ulurkan.

“Bagaimana cara menghilangkan rasa takutku jika orang itu masih menakutkan bagiku..” Tukas Kai.

Iris elangnya menatap kosong kearah Spuit yang sudah memasukkan cairan bening entah apa kedalam aliran darahnya.

“Ceritakan padaku, apakah ada masalah besar yang membuatmu ketakutan akan pria itu saat ini?” Ujar dokter Kim setelah selesai menyuntikkan cairan bening itu.

“Tidak ada.. hanya masalah perusahaan.. setiap ada masalah dalam perusahaan aku memang selalu merasa ketakutan..” Terang Kai.

Tangan kirinya menurunkan lengan kemeja pada tangan kanannya yang sempat ia lipat sampai melewati siku.

“Kau harus percaya Kai.. percayalah kalau diposisimu sekarang tak ada seorangpun yang akan menyakitimu.. Kau sudah dewasa, kau bukan remaja tujuh belas tahun yang terpuruk itu lagi Kai.. Kaulah Kim Jongin yang mampu membuat siapapun mempercayaimu dan kau harus selalu ingat, Hyera selalu disampingmu.. Kau juga harus terbuka padanya Kai..”

Kai terdiam memikirkan penuturan Kim Minseok. Memang selama ini dia belum percaya bahwa dia mampu melindungi dirinya sendiri. Ditambah lagi  ada Hyera disampingnya, ia takut jika dia juga tak dapat melindungi Hyera. Dan selama ini mulutnya bungkam saat Hyera bertanya tentangnya. Ia selalu takut jika Hyera meninggalkannya jika dia mengatakan semuanya. Semua tentang masalah hubungannya dengan Presdir Kim.

“Baiklah minum obatnya dan cobalah untuk tidur!!” Saran dokter Kim Min Seok melihat Kai hanya termenung ditelan oleh pikirannya sendiri. Kai mengangguk.

@@@

Kai berjalan pelan dengan tangan kirinya yang memegang mantel coklat tuanya. Tangan kanannya ia sembunyikan kedalam saku. Saat ini ia berdiri didepan lift hendak menuju lantai dasar di basement.

“Baik aku dalam perjalanan kesana..” Sebuah suara disisi kirinya menyita perhatiannya. Ia sedikit melebarkan matanya ketika tatapannya bertemu dengan seseorang yang berdiri tepat dikirinya. Seorang pria dengan tinggi yang hampir sama dengannya namun ia masih sedikit lebih tinggi dari pria itu, memiliki kulit yang lebih cerah darinya, memiliki paras tampan bersurai hitam menggunakan jubah putih sama seperti yang Dr. Kim Min Seok gunakan hanya saja nametagnya berbeda. Cho Kyuhyun.

“Kenapa kau kerumah sakit?” Tanya Kyuhyun kepada pria yang berdiri membisu tepat disebelahnya. Saat ini mereka berada didalam lift yang menuju lantai dasar. Kyuhyun berdecak karena pertanyaan yang ia lontarkan tak mendapat jawaban. “Apakah—“

“Kyuhyun-ssi..” Kyuhyun mengalihkan pandangannya tepat kearah iris elang yang menatapnya dengan penuh amarah. “Kenapa kau kemari?” Lanjut Kai.

Kyuhyun berusaha bersikap biasa saja namun tak berhasil. Ia seakan dihujani panah ketika iris elang itu menatapnya dengan penuh amarah. Bahkan itu membuat pria bergelar Doctor ini mengalihkan pandangannya lurus kedepan.

“Jika niatmu untuk bertemu dengan Hyera, lebih baik pria tidak peka seperti dirimu enyah dari hadapanku..” Tepat saat Kai mengakhiri kalimatnya pintu lift terbuka dan Kai segera berjalan mendahului Kyuhyun yang masih terdiam membeku atas kalimat penuh penekanan yang terdengar seperti sebuah ancaman ditelinganya itu. Niatnya kembali memang sudah ia bulatkan, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Hyera, karena ia berusaha membutakan matanya akan kenyataan bahwa gadis yang dulu berharap banyak padanya itu saat ini sudah terikat janji suci dengan pria yang baru saja memberinya death glare tadi. Tapi saat ini, ia merasa berat melakukannya meski dalam hati ingin sekali kembali dan mengatakan pada gadis bernama Lee Hyera itu bahwa ia sangat mencintainya jauh sebelum Hyera menyukainya hanya saja kehendaknya sulit ia paksakan mengingat sang ayah yang terikat janji dengan sahabatnya untuk saling menyatukan anak mereka. Namun karena perasaannya, Kyuhyun gagal membangun rumah tangganya dengan gadis China-Amerika bernama Amanda Koh yang sempat berbagi kamar dengannya.

Kai terdiam didalam mobilnya. Menyandarkan tubuhnya pada sandaran dan menutup kedua matanya. Ia merasa terlalu lelah dengan masalah-masalah yang datang bertubi-tubi kepadanya. Ia berharap pertemuannya dengan Kyuhyun bukanlah bencana, dan lagi rumor yang beredar pria itu sudah berpisah dengan istrinya membuat pikirannya semakin kalut. Suntikan obat yang Dr.Kim Min Seok berikan kepadanya beberapa saat yang lalu seakan tak bekerja. Kepalanya berdenyut-denyut ketika ingatan akan semua masalah yang ia hadapi beberapa waktu terakhir berputar-putar dikepalanya.

@@@

Seorang model berjalan berlenggak lenggok diatas panggung. Setiap gaun yang ditampilkan selalu memberi kesan anggun pada para model yang berjalan diatas panggung itu. Ya hari ini DYO FASHION melaksanakan Fashion Show yang rutin dilaksanakan setiap bulan diaula depan gedung DYO FASHION. Hyera duduk dibangku paling depan melihat para model yang membawakan gaun rancangannya dan beberapa rancangan Hyeri yang saat ini duduk disampingnya.

Acara telah selesai, Hyera kembali keruang kerjanya. Pandangannya teralihkan kepada sebuah ponsel yang meraung raung diatas meja kerjanya.

“Yeoboseyo?”

“Selamat sore tuan putri.. sedang sibuk?”

“Aniyo, wae?”

“Kau bilang ada Fashion Show!!”

“Sudah selesai pangeranku..” Jawab Hyera dengan penuh penekanan pada kata paling akhir.

“Hmm aku ingin kopi panas di Hangang Park Pukul 7, oke?” Ucap suara dari seberang dan telepon langsung dimatikan. “Eung? Aku bahkan tidak bilang mau..” Gumam Hyera masih sambil mengutak-atik layar ponselnya.

“Hangang park pasti sangat dingin malam ini..”

@@@

Ferrari Sport Biru Metallic milik Hyera berhenti didepan sebuah café. Ia mulai keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu masuk utama café itu. Setelah beberap saat ia berjalan keluar dari café dengan 2 cup kopi ditangannya. Ketika hendak keluar, iris coklatnya menemukan objek yang membuat seluruh tubuhnya membeku.

BUKK.

Tanpa sengaja ia menjatuhkan 2 cup kopi digenggamannya dan membuatnya tumpah berhamburan kelantai.

Hangang Park

Kai duduk disalah satu bangku taman disana, ia memandang kearah hamparan es didepannya. Hangang Park tampak seperti arena bermain ice skating disaat musim dingin. Angin malam bertiup cukup dingin dimusim dingin ini. Ia hanya berdoa semoga salju tak turun agar ia tak kedinginan ditengah kegiatannya menunggu. Ia duduk menyembunyikan kedua tangannya didalam saku mantel warna coklat tua yang ia kenakan, kesalahan terbesarnya adalah menggunakan mantel yang tak terlalu tebal itu. Seharusnya ia membawa yang lebih tebal. Sudah pukul 7 tepat namun seseorang yang ia tunggu belum juga muncul, ia berkali-kali mengecek ponselnya, ia berharap Hyera menghubunginya untuk mengetahui dimana lokasi Kai menunggunya, namun telepon itu tak kunjung datang. Disaat seperti ini sebuah ingatan berputar dikepalanya, ketika ia menunggu Min Ah Young ditengah udara dingin dibawah sebuah pohon tak berdaun di New York saat itu ia masih menginjak masa SHS. Ia menoleh kekanan dan kemudian kekiri, tak ada pohon seperti itu disini, pikirnya. Pukul 7 sudah lewat, namun gadisnya belum juga datang hal ini membuatnya semakin kalut. Ia semakin gelisah, sesekali berdiri dan berjalan beberapa langkah lalu kembali duduk. Ia begitu iri melihat pasangan kekasih yang  jumlahnya sudah tak terhitung melewatinya dengan pose-pose mesra mereka, ia ingin gadisnya segera tiba dan menyaingi pasangan-pasangan itu, namun Hyera tak kunjung tiba.

Disisi lain didalam sebuah café yang dilengkapi dengan penghangat ruangan, Hyera duduk berhadapan dengan seorang pria yang mengenakan kemeja putih. “Mianhaeyo..” Ucap pria itu. Hyera hanya terdiam menanggapi kata maaf yang meluncur dari mulut pria didepannya.

“Untuk apa?” Setelah beberapa lama akhirnya Hyera membuka mulutnya.

“Semuanya.. maaf karena aku tak menyadari perasaanmu saat itu dan…” Pria itu sedikit memberi jeda dan terdiam sejenak. “Aku berharap dapat memperbaikinya..”

Kalimat terakhirnya membuat Hyera menatapnya. Menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia berusaha tegar, namun air matanya jatuh begitu saja. Kalau saja ia Hyera yang dulu ia akan segera mengangguk dan mendekap tubuh pria dihadapannya itu, namun keadaan sudah berbeda. Ia bukan yeoja yang hidup dalam bayang-bayang seorang Cho Kyuhyun lagi. Tapi dia hidup sebagai yeoja 25 tahun yang sudah terikat janji suci dengan seorang pria bernama lengkap Kim Jongin. Kim Jongin. Kai. Hyera segera teringat dengan Kai, ia menghapus bulir air yang sempat membasahi pipinya lalu bergerak berdiri.

“Aku pergi dulu.. dan jangan katakan maaf.. Oppa..” Ucapnya sebelum akhirnya meninggalkan Kyuhyun seorang diri. Dari kaca besar café ini ia dapat melihat Hyera yang memasuki mobilnya dan mulai menyalakan mesin dan terlihat sedikit tergesa-gesa menurutnya.

Hyera melajukan Ferrari sport miliknya sedikit lebih cepat ditengah dinginnya cuaca. Bodohnya dia karena tak mengingat Kai sejak tadi, ia melihat kearah jam tangannya dan melihat jarum jam menunjuk pukul 7 lebih 45 menit. Ia melihat sebuah alat pengukur suhu ditengah kota menunjukkan angka yang mendekati nol. “Semoga kau tak menungguku disana Kai..” Gumam Hyera, entah apa yang membuatnya menitihkan air mata saat ini. Pikirannya hanya tertuju pada keadaan Kai, “..kau pasti belum makan malam..” Gumamnya lagi. Kekhawatirannya melunjak ketika melihat Ferrari sport warna merah yang sudah ia pastikan itu milik Kai terparkir rapi diparkiran mobil yang tak jauh dari Hangang Park. Ia segera memarkirkan mobilnya tepat disebelah milik Kai dan segera keluar. “Bodoh..” Rutuknya.

@@@

Seluruh tubuhnya mulai bergetar, ia sesekali memejamkan matanya ketika angin musim dingin menerobos masuk menyentuh kulit tannya melalui celah-celah mantel coklat tua yang ia kenakan. Dilihatnya butiran putih yang satu demi satu mulai berjatuhan dari langit hitam.

“Salju”

Ponselnya yang ia letakkan disamping kanan tepat ia duduk tiba-tiba meraung-raung. Ia meraihnya dengan tangan yang sedikit bergetar.

“Kai.. kau dimana? Apa kau pergi ke suatu tempat yang hangat, hiks. hiks. tempat ini hiks. dingin sekali Kai..”

“Ulji-ma..” Ia berusaha bersikap biasa saja, namun keadaan tubuhnya yang tak baik-baik saja menuntutnya mengatakan yang sebenarnya.

“Kai.. hiks. kau kedinginan? hiks. Kau dimana?”

“Aiisshh.. Babo!!” Ucap Hyera ketika ia sudah berdiri dihadapan Kai. Ia melepas syal merah yang ia kenakan dan memasangkannya untuk membalut leher Kai.

“Kajja.. kita pulang saja.. kau sudah kedinginan begini, kenapa kau masih menungguku?” Ucap Hyera. Bulir air mata kembali meluncur dari sudut matanya.

“Kenapa menangis?”

“Aiissh.. jinjja babo..” Cibir Hyera lagi.

Ia mendekatkan tubuhnya pada Kai dan memeluknya dengan penuh kehangatan. Kali ini Kai mulai dapat merasakan tubuhnya ada, karena beberapa saat yang lalu ia merasa bahwa tubuhnya menghilang.

“Jangan melakukan hal bodoh lagi.. aku bahkan tidak akan marah jika kau sudah pergi karena aku terlalu lama..” Ujar Hyera dengan air mata yang terus meluncur deras. Kai hanya mengangguk dalam pelukan Hyera. Ia menikmati kehangatan yang Hyera berikan padanya.

@@@

“Akkhh..” Rintih Jongin ketika merasakan sesuatu menghujam perut kirinya. “Akkh..” Terasa semakin sakit ketika benda yang menghujam perutnya menembus semakin dalam dan mulai menimbulkan rasa sakit yang tak tertahan. “Jadi.. kau sudah bosan hidup Kim Jongin? Ani.. haruskah aku mencabut marga itu? dan memakai marga wanita jalang yang dulu kau sebut ibu itu? Hah.. aku memang tak seharusnya membesarkanmu!! Kalau begitu kau mati saja!” Bisik Presdir Kim ditelinga Jongin.………

”Andwae!!” Gumam Kai. Ia bergerak gelisah dengan matanya yang masih sepenuhnya tertutup. Hyera menyentuh pipinya, menepuknya pelan berusaha membangunkannya.

“Gwaenchana? Kau bermimpi lagi?”

Mereka masih didalam mobil Hyera. Mereka telah tiba digarasi mobil rumah mereka, tapi Hyera membiarkan Kai yang tertidur disampingnya. Hyera menangkupkan kedua tangannya dipipi Kai.

“Kenapa kau jadi demam, padahal tadi tubuhmu sedingin es..” Ucap Hyera saat merasakan suhu tubuh Kai yang berubah menjadi panas. “Kajja kita masuk..” Ajak Hyera. Ia segera turun dari mobilnya.

“Ahjumma tolong panggilkan dokter Kim Min Seok..” Ucap Hyera.

“Ne..” Ahjumma itu menangguk mengerti dan segera menjalankan perintah Hyera. Hyera membawa Kai kekamar mereka dan merebahkan tubuh suaminya itu diranjang berukuran King Size milik mereka. Kemudian ia berjalan menuju lemari besar yang terletak disudut lain kamar itu dan mengambil sweater warna hitam.

“Kai.. ganti bajumu, baju yang kau kenakan sudah tidak hangat lagi.” Hyera kembali menghampiri Kai. Ia membantu suaminya mengganti pakaiannya. Saat melihat tubuh suaminya itu tatapannya selalu memperhatikan bekas luka jahitan diperut kiri bawah yang terdapat ditubuh suaminya. Dulu saat ia bertanya Kai menjawab itu bekas jahitan usus buntu, tapi arahnya dan letaknya cukup mengganjal jika itu bekas operasi usus buntu.

TOK. TOK . TOK.

Pintu kamar mereka diketuk. Hyera menghampiri pintu dan membukanya.

“Dokter Kim sudah tiba, nona..” Ujar ahjumma.

“Ah ne..”

Hyera berdiri dari tempatnya duduk sebelumnya ketika Dokter Kim Min Seok yang merupakan dokter pribadi keluarga ini keluar dari kamar Kai.

“Siang tadi aku memberinya suntikan penambah suplemen, aku juga memberinya obat penenang karena dia mengeluhkan mimpi buruk yang mengganggu tidurnya, jika mimpi itu datang lagi berikan saja obatnya maka dia akan tidur dengan tenang.. untuk demamnya tidak perlu khawatir, saat ini aku memberinya IV, besok pagi aku akan kemari dan melihat keadaanya lagi..” Ujar dokter itu.

“Jadi dia datang pada anda siang tadi uisa?” Tanya Hyera. Min Seok mengangguk,

“Jangan terlalu khawatir dia hanya kelelahan, dia hanya kurang istirahat akhir-akhir ini karena masalah pekerjaan. Dia sudah memberitahuku, kalau begitu aku akan kembali kerumah sakit..” Lanjut Min Seok.

“Khamsa habnida seosaengnim..” Hyera membungkuk sopan. “Ahjumma tolong antar dokter Kim..” Ucapnya kemudian. Ahjumma mengangguk lalu Kim Min Seok mengikutinya.

@@@

Hyera mengompres kening Kai yang masih terasa panas. “Kenapa masih panas..?” Gumam Hyera. Hyera merebahkan tubuhnya menghadap Kai, dan matanya mulai terpejam. Hyera kembali membuka matanya ketika merasakan Kai bergerak dalam tidurnya.

“Kai..” Hyera menyentuh kedua pipi Kai, dan merasakan suhu tubuh yang tak kunjung turun itu. “Kai, tenanglah..” Bisik Hyera pelan. Ia mulai melihat peluh memenuhi kening Kai yang panas. Hyera mengusap menyeka peluh yang keluar itu. Saat itulah Kai mulai membuka matanya dan melihat Hyera yang menatapnya dengan penuh kekhawatiran. Kai melihat bulir bening yang mulai jatuh dari sudut mata Hyera.

“Kenapa kau selalu seperti ini saat berusaha tidur .hiks. Kai.. .hiks” Kai tak tega melihat Hyera yang mulai sesegukan dan berusaha memeluk Hyera, membawa gadisnya itu dalam sebuah dekapan.

“Aku.. aku kedinginan.. tidurlah disampingku agar aku merasa hangat..” Ucap Kai. Hyera melepas pelukannya dan menyeka air matanya. Ia mengambil obat yang Min Seok sarankan padanya dan menyodorkannya pada Kai.

“Darimana kau tahu ini?” Tanya Kai.

“Kim Seosaengnim memberitahuku..” Jawab Hyera. Kai meminum obat itu dan Hyera memberinya segelas air putih. Hyera kembali ke atas ranjang, ia memeluk tubuh suaminya dengan posisi tubuhnya lebih tinggi dari Kai dan mengelus surai kecoklatan milik Kai. “Jaljayo..” Bisik Hyera.

@LOVE_IS_COMPLICATED@

Matahari telah terbit dari ufuk timur dan menelisik masuk kedalam sebuah ruangan serba putih yang terletak di Kediaman milik Do Kyungsoo ini. SREEK. Seorang yeoja yang berstatus sebagai Nyonya rumah Do Shin Ae membuka jendela kamarnya. Hal ini membuat Kyungsoo yang masih tertidur menarik selimutnya dan bersembunyi dari sinar sang mentari yang menyilaukan matanya. Shin Ae memang berniat mengusik kegiatan tidur suaminya,

“D.O-ya.. ini sudah pagi, yaa..” Shin Ae menggoyang-goyangkan tubuh Kyungsoo yang bersembunyi dibalik selimut.

“Aigoo.. sudah mau jadi ayah tapi masih malas-malasan begini, mau jadi apa anaknya?” Gumamnya.

“Sayang.. ayo cepat bangun, kau akan terlambat bekerja..” Ujar Shin Ae sekali lagi. Kyungsoo membuka selimutnya dan mengubah posisinya yang sebelumnya membelakangi Shin Ae kini menghadap Shin Ae, dan ia menggerakkan dua jarinya menepuk bibirnya sambil tersenyum jahil.

“Mwo? Shireo!!” Ucap Shin Ae kekeuh. Mendengar jawaban sang istri Kyungsoo kembali berbalik dan bersembunyi dibalik selimutnya. Shin Ae menganga melihat perilaku manja sang suami. Shin Ae memegangi perut buncitnya ketika merasakan sesuatu yang mengganjal,

“Akkh..” erangnya lalu jatuh terduduk diranjang. Kyungsoo yang mendengar erangan Shin Ae langsung membuka selimutnya dan terduduk.

“Waeyo?” Tanya Kyungsoo kebingungan.

“Arkkhh perutku sakit..”

“Jangan-jangan, kau mau melahirkan?”

@@@

“Nde? Jinjjayo? Aku tidak bisa datang sekarang, mungkin nanti..”

“Ne.. ne..”

Hyera mengakhiri konservasi teleponnya dengan Hyeri.

“Waeyo?” Tanya Kai dengan kedua tangan menopang dagu.

“Shin Ae eonni melahirkan..” Jawab Hyera lalu kembali terfokus pada masakannya.

“Kalau begitu kita harus kesana..” Ucap Kai enteng, namun dibalas dengan tatapan tajam Hyera. Tatapan itu membuat Kai menurunkan tangannya dan menundukkan kepalanya.

“Ahjumma sedang libur, apa kau mau kutinggal dengan keadaan seperti itu? Kau tidak merasakan tubuhmu yang masih panas itu? Padahal IVnya sudah dilepas.. Seharusnya kau menemui Min Seok Uisa lebih cepat. Setidaknya katakan padaku jika kau sakit, memangnya kau anggap apa aku ini?”

Omelan Hyera meluncur begitu saja dari bibir miliknya. Kai sendiri hanya terdiam mendengarnya, sesekali ia tersenyum karena nada kesal istrinya. Itu menandakan betapa perhatiannya istri kecintaannya itu.

“Kau masak apa Hye-ya..?” Tanya Kai sambil berjalan mendekati sang istri yang sibuk dengan spatula ditangannya. Cih, mengalihkan perhatian. Cibir Hyera dalam hati.

Hyera tak menjawab. Matanya membulat disertai dengan tubuhnya menegang seketika ketika merasakan sesuatu yang menggelayuti pinggangnya. Sampai akhirnya sesuatu yang terasa lancip menekan bahunya dan sesuatu yang hangat menerpa daun telinganya yang tak terhalang surai kecoklatannya. Ia menguncir surai kecoklatannya dan membiarkan poninya menutupi keningnya. “Umm, J-Jongin-ah..” Ucap Hyera terbata-bata.

“Aku suka kau memanggil nama asliku, suaramu sangat sexy sayang..”

Kai menatap wajah sisi kiri Hyera dengan tersenyum. Hyera memainkan poninya dengan meniup-niupnya berusaha mengurangi ketegangannya.

“Kedepannya, panggil Jongin saja.. jangan panggil Kai lagi.. Eung?”

Hyera mengagguk dan kemudian tersenyum manis. Dan Jongin kembali pada posisinya menautkan dagunya dibahu Hyera, Hyera tau jantungnya mendegup tak karuan tapi dia suka. Dia suka saat Jongin menggodanya dan membuat desiran-desiran aneh dalam tubuhnya.

@@@

Do Kyungsoo berjalan kesana kemari didepan pintu kamar bersalin di salah satu rumah sakt di Seoul. Ia sangat khawatir pada Shin Ae, ia takut gadisnya itu kesakitan dan dia tak disampingnya. Kegelisahannya sirna ketika pintu besar didepannya terbuka dan dari sana keluar seorang perawat yang menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat lucu.

“Selamat tuan, putra anda sangat tampan..” Ujar perawat itu.

“Ne khamsa habnida..” Kyungsoo menghampiri bayi laki-laki itu dan menggantikan untuk menggendong bayi itu.

“Aigoo.. anak ayah lucu sekali..”

Kyungsoo tersenyum bahagia. Tanpa ia sadari sesuatu membasahi pipinya, ia menangis. Sebuah tangis bahagia. Sebuah tangis yang membuka kehidupan baru dalam hidupnya, kini dia bukan Kyungsoo yang dulu. Kini ia bukan hanya Kyungsoo CEO DYO FASHION dan Kyungsoo suami Do Shin Ae, tapi kini ia adalah Kyungsoo ayah dari bayi manis itu.

“Maaf Tuan, anda ingin memberinya nama siapa?”

“Aku sudah merundingkan itu dengan Shin Ae beberapa bulan yang lalu, karena dia laki-laki.. Kami berdua memberinya nama Do Hyuk Jin..”

To be continued . . . .

Iklan

11 respons untuk ‘[EXOFFI FREELANCE] Love Is Complicated (Chapter 7)

  1. Rumah tangga yang sangat harmonis dan diinginkan banyak orang baik rumah tangga Kai maupun rumah tangga D.O
    Tapi kenapa sih dengan Kai?? Dia gak mau bagi cerita sama Hyera. Apa segituh takutnya kah Kai sama ayah kandungnya. Tn Kim nya juga sih yang gila!!! itu ngedidik apa menghukum?? Ishhhh. Sehun sama Chanyeol hilang cerita ya disini?? Wahh Seyoung udah dapet Suho tuhhh. Hehehehehe 😀
    Sempet ngira yang di bandara itu Chanyeol. Dan saya juga bingung kalo Chanyeol, tapi Chanyeol dipukul sama siapa?? Ehh ternyata Kyuhyun dipukul Suho hehehe 😀
    Keren bangett Ff nya. 🙂

  2. Aaaaa jong makin kesini makin so sweet sama hyera tapi masih gak mau jujur sama hyera, masalah mereka emang rumit banget ya sampe sekarang kayanya gak ada titik terang gitu masih disana” aja, jongin juga kaya punya suatu trauma gitu , bahkan sampe gak bisa tidur malam” nya parah banget kayanya , ciieee kyungsoo udah jadi ayah , jongin kapan nyusul ? Wkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s