Cotton Candy ( Sequel of Eighteen )

collage (8)

Red Velvet Series #8

Cotton Candy

EXO’ D.O Kyungsoo | Red Velvet’ Yeri

Romance,Fluff

Claralaluchaipark aka TianiEXO

~

“Jangan-jangan Ia mau segera melakukannya?!”

Cotton Candy

 

Sebelumnya : Waiting | Eighteen (Sequel of Waiting)

 

Yeri tidak tahu sama sekali, nasib sial apa yang menimpa dirinya. Sudah terlambat di hari pertama kuliah, malah terkena marah habis-habisan dari dosen yang kebetulan mengajar di jam pertama kuliahnya.

“Haaa, hari apa ini? Sial sekali” Yeri mengacak pelan rambutnya, kemudian segera duduk bersandar pada rak buku di belakangnya.

Untung saja di universitas tempatnya berkuliah ini, ada perpustakaan yang lumayan besar. Jadi mungkin, Ia bisa menghabiskan waktu untuk beristirahat disini.

Yeri membuka ponselnya, tampak foto seorang namja yang tengah sibuk mengerjakan berkas-berkas . wajah namja itu terlihat sangat serius, membuat Yeri tersenyum. “Kalau Kyungsoo oppa sepertiku, apa yang akan dia lakukan?” gumam Yeri sendiri.

Melihat foto Kyungsoo membuat dirinya menjadi lebih tenang, pikirannya tidak bercampur aduk lagi. Seolah-olah kesialan yang Ia alami itu sudah berlalu begitu saja. “Kyungsoo oppa, apakah dengan melihat fotoku kau juga akan sama sepertiku?”

“Melupakan semua kesialanmu” Yeri tersenyum kembali.

Entah Ia yang terlalu gembira, atau apalah itu, hingga Yeri tidak menyadari keberadaan orang lain di sekitarnya.

“Apakah ada orang disana?” Yeri dengan penasaran bangun, kemudian melangkah pelan, berusaha untuk mengetahui siapa yang berada di balik rak buku yang ada di depannya. Maklum juga Yeri merasa penasaran, setahunya jarang-jarang ada orang yang mau berada di bagian paling ujung perpustakaan sebesar ini.

Malahan mereka mungkin akan takut, takut bertemu makhluk tak kasat mata? Itu juga Yeri takuti, tapi kalau sudah malam. Kalau masih siang sih, dimanapun itu Yeri tidak akan takut. Dia juga sudah dibekali dengan kemampuan Taekwondo dari teman kuliahnya Bomi, selama sebulan sebelum kuliah.

Kata Bomi, para sunbae akan sering mengerjai mereka. Jadi kemungkinan besar, untuk pencegahannya Yeri harus belajarbela diri. Kebetulan Bomi jago dalam hal taekwondo, dan Yeri tidak perlu repot-repot lagi mencari kursus beladiri. Sudah ada Bomi yang dapat Ia andalkan.

Yeri semakin mendekat ke balik rak buku tersebut, perlahan namun pasti,

Saat sudah mau mendekat, rak buku tersebut bergoyang lumayan kencang. Sontak saja, Yeri menjauh. Kalau rak buku ini jatuh, Yeri tidak bisa membayangkan apalagi yang terjadi apada dirinya sendiri.

Untung saja, rak buku tersebut berhenti bergoyang. Yeri kembali mengendap mendekati rak buku tersebut, saat yeri sudh berhasil melihat apa yang membuatnya penasaran,

Matanya melebar, selebar mungkin yang bisa dilakukan matanya. Ia langsung menutup mulutnya, berusaha menahan teriakan. Yeri langsung melangkah mundur menjauh dari rak buku tersebut, dan tanpa sadar Ia menabrak keras rak buku yang dibelakangnya lagi.

“Akh” rintih Yeri, mengingat bahunya sakit karena menabrak kayu rak buku tersebut. Sesaat kemudian, yeri memukul mulutnya sendiri. Ia takut akan ketahuan.

“Haduh!” Yeri kembali berteriak lagi, ketika beberapa buku di rak jatuh menimpa dirinya lagi.

“YA!” Yeri berteriak kesal, kemudian segera mengambil tasnya dan berlari secepatnya menjauh dari rak yang bukunya sudah berjatuhan tersebut. Dalam pikiran Yeri, Ia sangat heran seberapa besar tenaganya sehingga buku-buku di rak kayu tersebut dengan mudahnya jatuh saat Ia tidak sengaja menabraknya.

“Hari sialku sepertinya belum berakhir” Yeri menghela nafas lelah, Ia tahu setelah kejadian tersebut, Ia pastinya akan dipanggil oleh penjaga perpustakaan karena bertanggung jawab atas jatuhnya buku-buku dari raknya.

Dan Ia hanya bisa pasrah, rencananya bersama Kyungsoo untu kencan hari ini dibatalkan.

Karena unntuk merapikan buku-buku di rak, itu sangat susah. Jadi kemungkinan, Ia akan pulang malam. Yeri tahu mengenai hal itu, Ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan ke Kyungoo.

“Mimpi apa aku tadi semalam?” Yeri mendengus kembali, udara di siang hari saat musim panas betul-betul ingin menghanguskan kulitnya, mungkin.

“Panas sekali” dengan cepat Yeri berlari menuju pohon ginko yang kebetulan berada tidakjauh di depannya.

“Akhirnya” Yeri medesah lega, Ia langsung duduk di bawah pohon ginko.

 

 

Jusseyo dalkomhae~

 

 

Suara ponsel mengagetkan Yeri dari istirahatnya yang bahkan belum sampai semenit.

 

“Selamat siang, maaf ini dengan siapa?” Yeri dengan malas mengangkat telepon.

 

“YA!!!! YERI, MAU SAMPAI KAPAN KAU DILUAR?! JAM KEDUA AKAN DIMULAI SEKARANG!!!!” teriak Bomi dengan suara beroktaf-oktaf sehingga membuat Yeri langsung terkaget, telinganya serasa mau pecah saja. Suara Bomi ternyata lebih besar dari IU penyanyi yang sering muncul di acara TV yang ditontonnya.

“Baiklah, aku akan segera kesana. Kau tidak perlu juga berteriak sekeras itu” Yeri sedikit kesal karena hasil dari suara teriakan Bomi membuat semua orang yang berada di sekitar taman dekat pohon ginko langsung menoleh ke arahnya.

 

Kali ini Yeri benar-benar mengakui kerasnya suara Bomi.

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Sudah kubilang kan, masuklah lebih cepat. Akhirnya kau harus berakhir dengan mengerjakan kalkulus sebanyak ini” omel Bomi sambil menunjuk-nunjuk buku setebal hampir 100 halaman yang berada di depan Yeri.

Yeri juga hanya bisa menatap lemas, apa yang ada didepannya.

Cukup sudah kesialannya, hari ini. Semoga setelah ini Ia bisa pulang dan beristirahat secukupnya.

“Bomi, kau pulanglah. Ini sudah jam lima sore. Aku tidak mau merepotkanmu, biar aku yang menyelesaikannya sendiri” ucap Yeri pada Bomi yang sedang menggerutu tidak jelas sambil melihat kea rah buku kalkulus.

“Bukankah, ini universitas khusus seni? Kenapa bisa ada tugas kalkulus disini?!” ucap Bomi kesal, membuat Yeri tertawa kecil.

“Bomi, kau tidak perlu marah sampai seperti itu. Pulanglah, matahari sudah mau terbenam” Yeri tersenyum kepada Bomi yang hanya menghela nafas.

“Aku minta maaf Yeri, aku tidak bisa membantumu. Apa kau tidak apa-apa sendirian?” Tanya Bomi sedikit khawatir mengingat Yeri yang sudah Ia anggap sebagai teman baik.

“Aku tidak sendirian, namjaku akan datang kesini” Yeri tersenyum sembari menunjukan pesan dari Kyungsoo yang baru masuk tadi.

“Hmm, enaknya menjadi dirimu. Aku pulang dulu” Bomi tersenyum sembari melambaikan tangannya ke Yeri.

“Hati-hati dijalan!” balas Yeri, membuat Bomi tertawa,

 

“Kau yang harus hati-hati”

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Degup jantung Yeri sudah tidak bisa diatur lagi, Kyungsoo sedang berada tepat disebelahnya. Dalam jarak yang lumayan dekat, hanya dibatasi oleh tasnya. Dan Kyungsoo sedang focus pada tugas kalkulus miliknya. Sungguh, Kyungsoo sangat pintar dalam hal ini.

“Sungguh, bagaimana bisa dosen menyuruhmu mengerjakan kalkulus sebanyak ini?” pertanyaan Kyungsoo menyadarkan Yeri dari usahanya mengatur degup jantungnya agar normal.

“Ah iya?” Yeri terlihat bingung, membuat Kyungsoo tersenyum tipis.

“Berusaha mengatur degup jantungmu?” apa yang diucapkan Kyungsoo membuat Yeri malu setengah mati, Ia ketahuan sedang berusaha mengatur degup jantungnya dari Kyungsoo.

“Aku bisa melihatnya dengan jelas di wajahmu” ucap Kyungsoo kembali, masih focus dengan soal kalkulus di hadapannya.

“Benarkah?” Yeri mengomeli dirinya sendiri, sungguh Ia tidak tahu harus berbuat apa dalam keadaan seperti ini.

“Di umurmu yang sudah 20 tahun, kau masih sama seperti 16 tahun” Kyungsoo tertawa kecil sambil melihat ke Yeri, yang juga menatapnya. Yeri seketika langsung mengalihkan pandangannya.

“Astaga aku masih seperti 16 tahun, apadahal usiaku sudah 20” Yeri sedikit menggaruk kepalanya, namun tangannya terhenti seketika.

“20? 20 tahun?!” Yeri terlihat kaget, segera saja Ia menoleh ke Kyungsoo. Kyungsoo masih focus dengan soal yang dikerjakannya.

“20 tahun berarti…” Yeri terlihat berkeringat dingin, Ia teringat akan apa yang Kyungsoo pernah ucapkan kepadanya.

 

 

“Saat kau sudah berumur 20 tahun, baru aku akan melakukannya”

 

 

“Jadi kami akan melakukan itu?!” Yeri menutup mulutnya, pikirannya kembali melayang pada kejadian siang tadi.
Ternyata, penyebab rak yang ada di depannya bergoyang adalah sepasang kekasih yang sedang melakukan ‘itu’ yang berada di dalam pikiran Yeri sekarang.

 

“Matilah aku” Yeri terlihat cemas, memang dulu Ia yang sangat tidak sabar melakukan ‘itu’ dengan Kyungsoo. Tapi sekarang Ia malah merasa cemas, ketika menyadari bahwa Ia akan segera melakukan ‘itu’ dengan Kyungsoo kapan saja ketika Kyungsoo menginginkannya.

Dan itu membuat Yeri cemas. Ia merasa belum siap, akan melakukan sepert yang dilakukan sepasang kekasih siang tadi.

“Yeri?” suara Kyungsoo membuat Yeri kaget, Ia langsung berdiri.

“Iya?!” ucap Yeri dengan suara yang agak keras, membuat Kyungsoo menutup sebelah matanya.

“Kenapa kau berucap sekeras itu?” Yeri segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

“Jangan-jangan Ia mau segera melakukannya?!” pikiran Yeri sudah mulai bercabang kemana-mana. Ia sangat cemas, dan Kyungsoo tahu apa yang membuat Yeri menjadi seperti itu.

 

“Kau teringat apa yang pernah kukatakan dulu kan?” Yeri sontak mengangguk-angguk, Kyungsoo memang benar-benar bisa membaca dirinya.

“Tenang saja, jika kau sudah siap baru aku akan melakukannya” Kyungsoo tersenyum, membuat Yeri merasa tidak cemas lagi.

Kalau Kyungsoo sudah tersenyum, tandanya Ia benar-benar serius dengan ucapannya. Yeri kembali duduk di sebelah Kyungsoo.

“Maafkan aku, aku terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh” Yeri tersenyum malu.

 

“Tidak apa-apa”

 

Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka berdua. Kyungsoo masih sibuk dengan soal di halaman ke-92, sementara Yeri memilih menyusun puzzle baru yang kemarin dibelinya. Sebenarnya Ia mau mengajak Kyungsoo menyusunnya bersama, tapi setelah dipikir-pikir Kyungsoo bukan anak kecil lagi seperti dirinya.

“Yeri?” panggil Kyungsoo, Yeri segera melihat kepadanya.

 

“Apa yang tadi kuucapkan kau anggap serius?”

 

 

Yeri hanya bisa menunjukkan ekspresi kebingungannya, Ia belum bisa mencerna apa yang diucapkan Kyungsoo.

 

 

“Oh, yang…”

 

 

Belum sempat selesai berbicara, Yeri tahu ada yang terasa lembut dibibirnya.
Dan manis sekali, seperti permen kapas.

 

 

Kyungsoo menciumnya, dan itu di bibirnya. Bukan dipipi seperti biasanya.

 

 

Perlahan, Kyungsoo menjauhkan wajahnya dari Yeri. Ia tersenyum,

 

 

 

“Saat kau sudah berumur 20 tahun, baru aku akan melakukannya”

 

 

 

 

FIN

 

 

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Akhirnya, Kyungsoo dan Yeri dapat hidup berbahagia selamanya~ dan itu membuat author senang karena nggak perlu susah-susah lagi. Berhubung ada beberapa teman-teman yang request di buat sequel dari Eighteen~ jadi aku ngebuat ini.

 

Mohon maaf, karena kelamaan sequelnya. Pasti semua teman-teman memahami apa yang menjadi alasan saya lama baru mempostingnya.

 

Kalau begitu, sekian sudah kata-kata tidak penting dari saya.

 

Mohon maaf jika ada kesalahan,

 

Terima kasih sudah mau membaca ^_^

 

Dan

 

Jangan lupa tinggalkan comment!!!!

15 tanggapan untuk “Cotton Candy ( Sequel of Eighteen )”

  1. Wee keluar juga, nunggu ini loh aku. Suka deh, jadi melting bacanya, berasa diri sendiri yang jadi Yeri/eh/ suka banget cara author buat ngejelasin nya, haha…semangat berkarya lagi ya

  2. kirain yeri ngeliat apa sampe nabrak nabrak rak gitu
    dan sumpah adegan terakhirnya sweet banget, jadi berasa ada kupu-kupu yang berterbangan di perut~ kkkk
    hahaha semoga masih berlanjut ><

  3. Wah sweeettttt……
    Akhirnya setelah sekian lama yeri dapat first kiss juga. Chukkae yeri eonnie!!! Long Last ya!! #abaikanguegila. Aku saranin lanjut aja ya thor. Karena ak kesusahan cari ff fluff dengan cast mak dio

    1. Terima kasih banyak, akhirnya Yeri udah bisa legaaa dehhh~ akan aku usahakan kalau bisa dilanjut ehhehehheheeehaiiii #ikutangila~ terima kasih yaaaaaa ^_^

    1. yaa semoga saja (ngelirik Kyungsoo) suwer dahh, aku nggak bisa kalau nulis adegan begitu~ jadi mohon maaf kalau agak aneh -_- terima kasih yaaa

  4. Aku udah baca dua series sebelumnya dan penasaran apakah dilanjut atau berhenti di Eighteen, etapi ternyata dilanjut. Dan aku suka. ^^

    Cie Yeri bibirnya udh ga perawan lagi :p haha.

    Emm apa ini series terakhirnya atau ada kemungkinan dilanjut?

    1. Haduh aku udah ngebuat Yeri nggak polos lagi? jadi merasa bersalah~ tergantung kondisi saja, kalau memungkinkan akan dilanjut? atau tidak~ terima kasih ^_^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s