TWOSHOT – RED ROOM [2/2] — IRISH’s story

irish-red-room

Author : IRISH

Tittle : Red Room

Main Cast : EXO’s Oh Sehun & A-Pink’s Oh Hayoung

Supported : A-Pink Members

Genre : Romance, School-life, A Bit Horror and Fantasy (?)

Rate : PG-17

Length : Twoshot

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO’s Oh Sehun and A-Pink members belong to their real life.

██║ │█║♪ ║▌♫ │█║♪ ║▌♫ ║██

In Author’s Eyes…

Naeun menyernyit bingung melihat Hayoung terus terdiam selama pelajaran pertama mereka. Tidak bisa Ia bohongi, Ia juga sangat penasaran karena Hayoung sudah memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada hoobae yang Ia sukai itu.

Akhirnya, Naeun merapatkan tubuhnya pada sahabatnya yang masih tampak melamun itu, dan berbisik.

“Kau sudah mengungkapkannya?”

“Hmm…”

“Lalu apa katanya?”, Naeun membulatkan matanya.

Ia menyernyit saat Hayoung malah menghela nafas.

Molla…”

Mwo?”, Naeun terbelalak.

“Hmm…”

Melihat keadaan sahabatnya yang cukup kacau, Naeun tahu, sesuatu yang buruk sudah terjadi.

Ya!”

“Hmm…”

“Oh Hayoung!”

Hayoung mendongak, memandang Naeun yang menatapnya kesal.

“Kau kenapa huh?”, ucap Naeun

“Kau tau… Mungkin dia tidak suka padaku.”, ucap Hayoung akhirnya

Mwo?”

“Sudah lebih dua minggu aku tidak melihatnya sama sekali. Dia bahkan tidak ada dikelasnya.”, ucap Hayoung

Aish! Sekarang katakan siapa namanya dan dimana kelasnya?”, ucap Naeun tidak sabaran menghadapi sahabatnya itu

“Oh Sehun… Dari kelas 1-1.”

Tanpa Hayoung duga Naeun menariknya keluar dari kelas, dan dengan langkah-langkah pendek dua orang itu segera berlari ke arah kelas 1.

“Disini kelasnya?”, ucap Naeun

“Oh… Ini kelasnya…”

Naeun segera mencegat salah seorang murid kelas.

“Dimana teman sekelasmu yang bernama Oh Sehun?”, tanya Naeun

“Oh Sehun? Tidak ada nama itu dikelas kami.”

Mwo?”

“Benarkan? Bomi-ah! Apa dikelas kita ada yang bernama Oh Sehun?”

“Tidak ada!”

Kali ini Hayoung menyernyit bingung.

“Tidak mungkin. Aku sering melihatnya masuk ke kelas ini. Dia bertubuh tinggi, dan kulitnya sangat putih, dia juga pendiam, dan wajahnya dingin.”

Hoobae itu kini memandang Hayoung dari atas sampai bawah.

“Apa dia duduk di deret paling pinggir kelas ini? Di kursi nomor 3?”, tanya hoobae itu dengan nada menyelidik.

“Ah! Benar!”, Hayoung berucap keras

Hoobae itu mengerjap beberapa kali, membuat Hayoung merasa aneh.

“Memangnya kenapa?”, tanya Hayoung kemudian.

Hoobae itu menatap Hayoung, lama. Sebelum Ia berucap.

“Tidak ada yang pernah duduk di kursi itu. Kursi itu kursi terkutuk. Sepertinya kau bertemu dengan hantu itu.”, ucap hoobae itu pelan.

“Kau gila? Selama dua bulan lebih aku mengenalnya.”, ucap Hayoung tidak terima.

Oh Sehun? Pemilik kursi terkutuk dan juga kamar yang mereka hindari selama ini? Mana mungkin.

“Kau bisa lihat sendiri noona, apa kursi itu terlihat seperti kami pernah mendudukinya?”, ucap hoobae itu, menunjuk ke arah kursi yang selama ini Hayoung lihat dengan sosok Sehun disana.

Kini kursi itu terlihat sangat berbeda. Sangat tidak terawat, dan tidak mungkin kursi itu kuat menopang bobot seseorang.

“Tidak… Tidak mungkin…”

Lutut Hayoung gemetar, gadis itu bahkan berpegangan pada Naeun. Sementara Naeun sendiri tampak tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang.

“Apa kau masuk ke dalam Kamar Merah noona? Sepertinya kau dihantui oleh nya selama dua bulan ini.”, imbuh hoobae itu.

Mendengar ucapan hoobae itu, Naeun berdecak kesal. Bisa-bisanya hoobae satu ini bicara dan memperkeruh keadaan.

Ya! Jangan bicara aneh-aneh! Kajja Hayoung-ah, kita pergi saja.”

Naeun dengan cepat menarik sahabatnya itu pergi, sementara Hayoung masih berada di tahap penuh ketidak percayaan.

“Tidak mungkin… Tidak mungkin…”

“Tenanglah, Hayoung-ah.”, ucap Naeun menenangkan gadis itu.

“Aku melihatnya… Naeun-ah. Aku melihatnya. Aku bicara padanya. Kami juga keluar bersama. Mana mungkin ucapan hoobae itu benar? Naeun-ah…”

Naeun memejamkan matanya. Dibandingkan Hayoung yang benar-benar merasa apa yang Ia lakukan adalah nyata, Naeun lebih tidak mengerti. Karena Ia bahkan tak pernah melihat sosok bernama Sehun ini bersama dengan Hayoung. Tapi tidak, Naeun tak ingin setuju dengan ucapan hoobae nya. Ia percaya pada Hayoung. Hayoung tidak mungkin segila itu. Karena selama ini Hayoung adalah manusia paling realistis yang pernah Naeun temui.

“Naeun-ah… Kau percaya padaku bukan?”, Hayoung menghentikan langkahnya, menatap ke arah Naeun dengan sepasang mata yang berkaca-kaca.

Sungguh, Naeun ingin merengkuh sahabatnya itu sebelum tangis Hayoung pecah. Tapi Ia sendiri tak yakin dengan kebenarannya.

“Hayoung-ah. Aku percaya padamu.”, ucap Naeun akhirnya, daripada sebuah pelukan yang akan membuat Hayoung tahu bahwa Naeun sebenarnya juga tak percaya, ucapan akan lebih membuatnya merasa lebih baik bukan?

Baru saja Naeun akan menarik sahabatnya itu menjauh, langkah mereka sudah di hentikan oleh beberapa orang sunbae Naeun dari ekstra kulikuler yang di ikutinya.

“Hayoung-ah, cepat kita pergi.”

Dua gadis itu sudah berbalik, tapi nyatanya mereka kalah cepat dengan sunbae itu.

“Oh-ho, kalian mau pergi kemana huh?”, ujar salah satu dari mereka sambil menarik Naeun dengan kasar.

“Hayoung-ah, pergi!”, ujar Naeun, Ia tak ingin keadaan Hayoung yang sudah kacau harus menghadapi hal semacam ini.

Tapi seburuk apapun keadaan Hayoung, Ia tak bisa diam saja saat melihat sahabatnya mendapatkan perlakuan seperti itu.

Sunbae! Lepaskan dia!”, teriak Hayoung berang, ya, kemarahannya karena kejadian tadi, dan juga kejadian yang di hadapinya sekarang, sungguh membuatnya marah.

Aigoo, lihatlah gadis ini, kau mau membela temanmu huh?”

Dan ya, pada akhirnya Hayoung juga mendapatkan pukulan-pukulan dari sunbae mereka itu.

“Hayoung-ah! Hayoung-ah!”

Hayoung perlahan membuka matanya, Ia baru saja bernafas lega karena sunbae-sunbae itu sudah meninggalkannya saat samar-samar, Ia melihat seseorang menghampirinya. Dan tanpa sadar yeoja itu tersenyum.

“S-Sehun…”

Belum sempat berucap apapun, kesadaran yeoja itu sudah hilang.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Naeun gemetar ketakutan. Sudah hampir empat hari Hayoung menghilang. Dan Ia juga tidak tahu kemana harus mencari sahabatnya itu. Satu-satunya jalan, adalah dengan melaporkan kejadian beberapa hari lalu pada guru. Tapi… itu juga artinya Ia akan menerima perlakuan kasar lagi dari sunbae nya, tidak, bahkan lebih kasar.

Oh, Naeun tidak bisa berdiam saat sahabatnya menghilang sementara Ia jelas punya jalan untuk menolong sahabatnya itu.

Naeun memejamkan matanya, memberanikan dirinya untuk membawa langkahnya ke ruang guru sekolahnya. Ia harus menolong Hayoung. Bagaimanapun caranya.

Langkah Naeun terhenti saat melihat seorang namja berdiri di ujung koridor. Hawa dingin dan juga ketakutan yang Ia rasakan sekarang jelas pertanda buruk baginya.

“Ugh, apa yang kau lakukan Son Naeun, abaikan saja ketakutanmu.”, ucap gadis itu pada dirinya sendiri, dan kembali, Ia membawa kakinya melangkah melewati namja itu.

Tanpa bisa berbohong, Naeun merasa hawa dingin itu semakin mencekam seiring dengan sempitnya jarak antara Ia dan namja berkulit gelap itu.

Dan saat Naeun diam-diam mencuri pandang, Ia tersentak saat nyatanya namja itu tengah menatapnya, dengan senyum penuh arti di wajahnya.

“Ah, jadi kau bisa melihatku.”, langkah Naeun terhenti, matanya membelalak menatap namja itu, sarat akan ketakutan.

“K-Kau… Jangan bilang kalau kau adalah… Oh Sehun?”, ucap Naeun membuat namja itu tertawa pelan.

“Tidak. Aku tidak bilang bahwa aku adalah Oh Sehun.”, ujarnya membuat Naeun menyernyit.

“Lalu apa maksud ucapanmu tadi?”

Namja itu melangkah mendekati Naeun.

“Aku hanya bilang kau bisa melihatku. Seharusnya kau tidak bisa melihatku bukan? Ah, pertanda baik apa ini. Seorang yang masih hidup bisa melihatku.”

Jantung Naeun seolah melompat dari persinggahannya. Ayolah, apa yang sedang terjadi di dunia? Kenapa setelah Hayoung mengalami hal aneh, dirinya juga mengalami hal serupa?

“Kulihat kau dekat dengan gadis yang sering bersama dengan pemilik kamar nomor 3 itu.”

Naeun menyernyit.

“Kau hantu?”, tanyanya langsung.

Namja itu terkekeh pelan.

“Ya, aku hantu. Kau tidak takut?”, Ia balik bertanya.

Takut? Tentu saja Naeun takut. Tapi hantu di depannya sekarang bersikap cukup aneh.

“Ah, apa kau akan ke ruang guru dan melaporkan temanmu yang hilang itu?”

“Darimana kau tahu?”, ucap Naeun terkejut.

“Tentu saja aku tahu. Memangnya apa yang tidak kuketahui di sekolah ini. Tapi… kurasa kau tidak perlu mencarinya. Temanmu ada di tempat yang aman.”

“Apa?”

Namja itu menyunggingkan senyumnya.

“Temanmu baik-baik saja, Nona Son. Jadi kau tidak perlu melaporkannya pada guru.”

Naeun menyernyit.

“Bagaimana aku bisa mempercayaimu?”, pertanyaan Naeun membuat namja itu menyernyit, tampak berpikir keras.

“Pertama, karena hantu tidak pernah berbohong. Kedua, karena temanmu memang ada di tempat yang aman.”

Naeun terdiam. Dengan intens menatap namja di depannya.

“Hayoung… sedang bersama Oh Sehun bukan?”, tanyanya.

Namja itu tersenyum.

“Tepat sekali. Ah, kau sangat pintar.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hayoung membuka matanya perlahan, dan berusaha beradaptasi dengan keadaan sekitarnya.

“Kau bangun?”

Hayoung memandang ke arah sumber suara, dan perlahan, menyadari dimana Ia berada sekarang.

“Ini…”

Hayoung memandang bercak-bercak darah yang ada ditembok dekat tempat Ia berbaring. Dan yeoja itu menyentuh dirinya. Ia berbaring dengan tubuh diselimuti. Dan melihat keadaan kamar itu segera membuat Hayoung tersadar.

“Kamar Merah!”

“Kamar nomor 3.”

Hayoung menatap kaget, dan terbelalak saat Sehun duduk di kursi yang berada tak jauh dari tempatnya berbaring.

“K-Kau…”, Hayoung menyernyit saat tidak biasa-biasanya Sehun mengenakan pakaian biasa, walaupun setelah hitam-hitam yang sekarang namja itu kenakan membuatnya terlihat berbeda, sangat berbeda.

“Lumayan lama juga menunggumu sadar.”, ucap Sehun enteng

Dengan segera Hayoung berdiri, dan menatap tak percaya sekitarnya. Ia benar-benar ada di dalam Kamar Merah.

“Kenapa aku ada disini?”

“Karena aku tidak bisa membawamu ke tempat lain.”

“Lalu bagaimana dengan Naeun? Kau kan bisa saja membawaku ke UKS? Dan juga, kenapa kau tidak ada dikelasmu? Kenapa murid di kelas 1-1 bilang bahwa kursi mu itu kursi—”, ucapan Hayoung terhenti.

Yeoja itu menatap sosok Sehun yang sekarang memandangnya. Dan tersadar akan sesuatu. Yeoja itu segera tertunduk dan menutup mulutnya.

“AAh… Sekarang aku mengerti…”

“Benarkah?”

Hayoung mendongak, sosok Sehun kini menatapnya, dengan tatapan sangat dingin, yang membuat Hayoung bergidik ngeri. Yeoja itu kembali tertunduk.

“Jadi… Kau… Selama ini kau…”

“Lumayan lama juga sampai kau sadar Hayoung-ah.”

Nde?”

Hayoung kembali memberanikan diri memandang sosok di depannya.

“Sepertinya perkenalan kita belum lengkap. Namaku Oh Sehun, dari kelas 1-1. Aku tidak punya teman di kelas, ataupun teman sekamar. Dan kamarku… Kamar nomor 3. Kamar Merah. Kamar yang sering kalian sebut sebagai Kamar Terkutuk.”

Hayoung tersentak saat mendengar ucapan Sehun. Yeoja itu segera berbalik hendak berlari keluar kamar saat Ia melihat pintu kamar tertutup keras, dan usaha yeoja itu untuk membuka pintu pun gagal.

“Tidak! Tidak!”

“Kau pasti tidak pernah tau apa yang membuat mereka semua menjerit saat masuk ke kamarku bukan? Apa yang membuat mereka selalu keluar dengan tubuh terluka?”

Hayoung bergerak menjauh dari Sehun yang kini melangkah mendekatinya. Tapi yeoja itu terpojok. Dan sekarang yeoja itu hanya bisa terisak pelan, sementara Sehun berdiri tepat dihadapannya.

“Kau tau… Tidak ada yang pernah keluar dengan selamat dari kamar ini. Tapi karena kau… Karena kau membuatku terus berada di lingkungan manusia selama dua bulan ini, sekarang semua orang sudah tidak menganggap kamar ini, dan malah, mereka ingin membakarnya.”

“Tidak… Tidak mungkin…”

“Itulah kenapa… Aku ingin membuktikan pada mereka bahwa aku masih ada. Bahwa kamar ini masih seperti dulu.”

Hayoung menatap namja itu, berharap semua yang dilihatnya sekarang hanyalah halusinasi dan sosok didepannya hanyalah mimpi buruk.

“Kau… Harus mendapatkan hukuman karena sudah membuat keadaan disini berubah.”

Hayoung menutup matanya saat tangan Sehun terangkat. Tapi yeoja itu tersentak saat Ia malah merasakan sesuatu yang dingin dan lembap menyentuh bibirnya. Saat gadis itu membuka matanya, Ia terkesiap mendapati bibirnya telah bertemu dengan milik Sehun. Sesaat, hanya sesaat.

Sehun melepaskan ciumannya, dan menatap Hayoung penuh arti.

“Berhenti menyukaiku… Aku seorang monster… Hayoung-ah…”

Kembali, namja itu menarik dagu Hayoung, mengecup bibir gadis itu lembut, sekaligus membawa gadis itu ke alam tidak sadarnya.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hayoung! Oh Hayoung! Hayoung-ah!”

Hayoung terbangun, dan tersentak saat melihat beberapa orang murid ada di dekatnya. Yeoja itu terduduk, dan terbatuk-batuk saat merasakan dadanya begitu sesak.

“Ini… dimana?”, Hayoung menatap sekitarnya, sementara sekarang beberapa orang menatapnya ngeri.

“Siapa yang memasukkanmu ke kamar itu?”, seorang seongsaengnim muncul dan membuat Hayoung menyernyit bingung.

“Apa?”, ucap yeoja itu pelan, Ia kebingungan. Ia tidak mengerti kenapa begitu banyak murid sekarang mengerubunginya dan memandangnya ngeri.

“Hayoung-ah!”, Hayoung mendongak, menatap Naeun yang berdiri di antara murid-murid itu dan menatapnya khawatir.

“N-Naeun-ah…”

BRUGK

Tubuh Hayoung kembali ambruk. Sementara seseorang menatap yeoja itu dari jauh, dan tertunduk. Bukan hal seperti ini yang sebenarnya Ia inginkan.

“Maaf Hayoung-ah…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sudah hampir empat bulan berlalu sejak ditemukannya Hayoung di luar asrama setelah hilang selama dua hari. Dan walaupun yeoja itu ditemukan dengan banyak luka memar dan tergores ditubuhnya akibat dari masuk ke Kamar Merah, yeoja itu jadi benar-benar berubah.

Hayoung lebih banyak diam saat pelajaran, dan bahkan tubuh yeoja itu mudah sakit. Tentu saja Naeun tau kenapa sahabatnya mengalami hal seperti ini. Dan Naeun sulit untuk tidak percaya pada perkataan Hayoung tentang Oh Sehun, sosok yang Hayoung kenal selama dua bulan.

Karena nyatanya mereka melihat foto namja itu ada di buku kenangan beberapa puluh tahun lalu. Yang membuat Naeun tidak habis pikir, Ia sering menemukan Hayoung tengah berdiri diam di depan pintu kamar itu, membuat Naeun merasa iba pada keadaan sahabatnya itu, sekaligus heran.

Seperti saat ini, Naeun terdiam saat melihat Hayoung berdiri diam di depan Kamar Merah itu. Adrenalin yeoja itu terpacu saat melihat beberapa orang murid nakal mendekati Hayoung. Tapi Naeun sendiri juga tidak punya keberanian untuk menolong sahabatnya itu.

Seperti yang Naeun duga, beberapa murid itu berusaha memasukkan Hayoung ke dalam Kamar Merah.

Andwae! Lepaskan aku! Lepaskan!”

Hayoung terisak, berusaha meronta dari beberapa orang yang kini menariknya dan mendorongnya mendekati kamar itu.

“Aish! Pintunya tidak mau terbuka!”

Mwo? Cepat bodoh! sebelum ada yang melihat kita!”

Tapi seolah terkunci, pintu kamar itu benar-benar tidak mau terbuka.

“Lepas… Lepaskan aku…”, suara Hayoung hanya terdengar samar sekarang, sementara beberapa orang masih berusaha membuka kamar itu.

Tak lama, Naeun terpaku. Ia jelas melihat sebuah bayangan hitam muncul di koridor itu, tepat di dekat kejadian itu. Dan seolah bukan hanya Naeun yang melihat kejadian itu, beberapa anak itu tersentak saat melihat bayangan hitam disana, dan akhirnya berlari terbirit-birit, meninggalkan Hayoung yang terisak disana.

Naeun sudah akan melangkah menghampiri Hayoung jika saja Ia tidak melihat Hayoung memandang ke arah bayangan hitam itu, dan keanehan lain terjadi. Bayangan itu samar-samar berubah, menjadi sosok namja, dengan pakaian serba hitam.

“S-Sehun-ah…”, tepat saat Hayoung berucap pelan, bayangan itu hilang.

Dan Naeun mematung. Tersenyum tipis.

“Hayoung-ah… Kau tidak gila seperti yang anak-anak katakan… Kau benar-benar menyukai pemilik kamar itu…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hayoung melangkah pelan ke arah gerbang sekolah. Jam sudah menunjukkan jam 6 lewat dan tentu saja murid-murid tidak diperbolehkan keluar. Langkah yeoja itu terhenti saat Ia sampai di dekat pos satpam, dan yeoja itu menatap ahjussi yang menjaga pos.

“Ahjussi… Apa selama ini aku selalu keluar sendirian?”, ucap Hayoung pelan, menahan isakan tangisnya.

Dan seolah menolak argumen seisi sekolah yang mengatakan Hayoung gila karena terus mengatakan bahwa Ia mengenal murid kelas 1-1 bernama Oh Sehun, ahjussi itu tersenyum.

“Memang tidak semua orang bisa melihatnya.”, ucap ahjussi itu membuat Hayoung tersenyum samar.

“Jadi… Dia benar-benar ada?”

Ahjussi itu mengangguk.

“Duduklah disini nak, sudah lama aku ingin memberitahumu hal ini. Kau murid sangat spesial karena bisa mengenalnya.”

Dengan perlahan, Hayoung masuk ke dalam pos yang cukup luas itu, dan duduk.

“Sudah dua puluh tahun lebih ahjussi selalu melihatnya keluar sendirian dimalam hari. Dan kembali tidak sampai lima menit. Tapi beberapa bulan lalu, ahjussi sangat terkejut karena dia membawa seseorang.”

Keundae… Dia hantu…”, ucap Hayoung pelan

“Benar. Dia hantu. Yang sangat pemarah. Jika ahjussi tidak mengizinkannya keluar, dia akan sangat marah, dan tak jarang dia membuat pos ini kacau.”

“Benarkah?”, Hayoung menatap tak percaya

“Dia memang selalu seperti itu. Sangat pemarah. Suka memaksa. Dan itu yang membuat dia tidak punya banyak teman, karena tidak banyak orang yang suka pada sifatnya.”

“Apa selama ini anak-anak terluka karena dia marah?”, ucap Hayoung

Belum sempat ahjussi itu menjawab, sudah terdengar suara ketukan di pintu pos. Dan Hayoung terbelalak saat melihat ahjumma pemilik rumah makan kecil yang biasa Ia datangi ada disana.

Omo, ahjumma?”, ucap Hayoung bingung

Aigoo… Anak itu tidak disini yeobo-ah?”, ucap ahjumma itu membuat Hayoung tentu saja mengerti bahwa Sehun lah yang sedang dibicarakan.

“Kurasa anak itu sedang bertengkar dengan Hayoung, bukankah begitu?”

Hayoung menatap ahjumma dan ahjussi itu bergiliran.

Yeobo? Ahjumma…”

“Sejak kecil Sehun memang sangat pendiam, tidak heran saat kalian di tempat makanku, aku hanya mendengar Hayoung yang terus bicara.”

“Sejak kecil?”, Hayoung menyernyit bingung, dan perlahan, yeoja itu tersadar.

“Sehun… Mungkinkah…”

“Anak kami… Yang terbunuh dua puluh satu tahun lalu…”

Hayoung terbelalak. Tentu saja tidak pernah menyangka tentang hal ini.

“B-Benarkah?”

“Selama ini dia selalu datang ke sana sendirian, dalam keadaan yang mengerikan, membuat ahjumma selalu ingin menangis. Tapi saat Ia datang bersamamu, ahjumma seolah melihat anak itu saat Ia masih hidup…”

“T-Tapi…”

“Kami juga tidak tahu kenapa, Hayoung-ah. Tapi kami sungguh ingin, Sehun bisa pergi dengan tenang…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hayoung terbangun saat mendengar jam berdentang beberapa kali. Yeoja itu menatap jam di kamarnya. Jam 2 dini hari. Dan yeoja itu terbangun, entah mengapa begitu ingin ada di depan kamar namja itu.

Dengan diam-diam Hayoung keluar dari kamarnya, dan melangkah di koridor asrama, Ia menghentikan langkahnya di depan kamar nomor 3, kamar Sehun. Tapi kali ini yeoja itu tersenyum tanpa sadar, dan memberanikan dirinya untuk bersandar di pintu itu, tanpa harus merasa takut seperti kebanyakan murid lainnya.

“Sehun-ah… Kenapa kau tidak pernah memberitahuku kalau satpam penjaga sekolah kita dan ahjumma pemilik rumah makan itu adalah orang tuamu…”, ucap Hayoung pelan

Yeoja itu kemudian terduduk disana. Terdiam.

“Sehun-ah, hari ini adalah tahun ke dua puluh dua bukan? Aku ingat tahun lalu ada seorang murid yang hilang saat masuk ke dalam kamarmu. Apa kau tahu dia kemana?”

Hayoung kembali terdiam.

“Ahjumma dan Ahjussi bilang bahwa murid itu sengaja dimasukkan ke kamarmu, supaya kutukan dikamarmu berhenti. Sekarang aku mengerti kenapa semua orang berusaha untuk tidak ada diranking terbawah saat ujian.

“Sekarang aku juga mengerti kenapa orang yang masuk ke kamarmu selalu terluka. Aku juga mengerti kenapa sampai sekarang kutukan itu terus terjadi. Walaupun aku tidak pernah tau… Siapa yang membuatmu terbunuh… Dan apa alasan Ia melakukan itu… Keundae… Tidakkah kau ingin menghentikannya? Kutukan itu?

“Tidakkah kau ingin istirahat dengan tenang? Aku tau kau tidak suka kamarmu disebut Kamar Terkutuk, tapi kalau kau masih terus mengganggu mereka, bagaimana julukan itu bisa dihentikan?”

“Memangnya kau tau cara menghentikan kutukan itu?”

Hayoung mendongak, dan tersentak saat Sehun berdiri di depannya, bersandar di tembok. Dan secara otomatis yeoja itu berdiri, menatap namja di depannya tak percaya.

“Kau disini?”, ucap Hayoung dan hanya dijawab dengan tatapan dingin oleh namja itu

“Kembalilah ke kamarmu Hayoung-ah. Sebentar lagi orang-orang akan datang.”

“Maksudmu?”, Hayoung menyernyit, tapi kemudian Ia samar-samar mendengar suara gerbang asrama di buka, juga pembicaraan beberapa orang.

“Bukankah rangking terendah harus dimasukkan ke dalam sini?”, ucapan Sehun membuat Hayoung tersadar.

“Kemana mereka akan pergi? Murid-murid yang hilang didalam sini?”

“Kau tidak perlu tau. Pergi.”

Shireo.”

Mwo?”, kali ini tatapan namja itu bersarang pada Hayoung

“Aku tau kau tidak suka saat mereka memasukkan orang yang tidak kau kenal ke dalam kamarmu. Iya kan?”

“Benar. Itulah kenapa mereka selalu keluar dengan terluka.”

“Lalu bagaimana jika aku masuk?”

Sehun tertawa pelan.

“Kau tidak akan mau hidupmu berakhir didalam kamarku.”

Tapi Sehun tersentak saat Hayoung membuka pintu kamarnya, dan melangkah mundur masuk ke dalam kamar itu.

“Tidak. Oh Hayoung!”

Mengabaikan ucapan namja itu, Hayoung menutup pintu kamar namja itu. Dan yeoja itu menyandarkan dirinya di pintu kamar. Tentu saja Ia tidak terkejut saat Sehun sudah ada di dalam kamar itu.

“Kau gila? Cepat keluar!”

Shireo!”, balas Hayoung tak mau kalah

“Oh Hayoung. Aku memperingatimu.”

“Aku masuk ke dalam sini dengan kemauanku sendiri. Walaupun aku akan jadi korban ke dua puluh dua. Aku tidak apa-apa.”

Sehun menatap yeoja itu, lama.

“Kau tau kau bisa terbunuh karena keputusanmu bukan?”

Hayoung malah membalas ucapan namja itu dengan senyuman.

“Ahjumma dan Ahjussi sangat ingin kau pergi dengan tenang, Sehun-ah. Aku selalu ingat cerita-cerita saat aku dulu kecil. Kutukan Snow White patah saat pangeran menciumnya, begitu juga dengan Sleeping Beauty. Lalu Rapunzel, dan juga—”

“Kau menyamakan kenyataan dengan dongeng?”, potong Sehun cepat

“Apa salahnya? Aku kan mencoba untuk me—akh!”

Ucapan yeoja itu terhenti saat tiba-tiba saja darah mengalir keluar dari pelipisnya. Seolah pelipis yeoja itu dilukai.

“Bodoh! Sudah ku katakan jangan mengorbankan dirimu disini!”

Darah kini kembali keluar dari hidung Hayoung, dan tanpa yeoja itu duga, Sehun menariknya, merangkulnya erat.

“Kau bodoh Oh Hayoung. Kau sangat bodoh.”

“Kenapa kau memelukku?”, tanya Hayoung sementara darah masih keluar dari pelipis dan hidungnya.

“Tentu saja karena aku tidak mau melihatmu terluka.”

“Sehun-ah, apa ini artinya kau akan pergi dengan tenang?”

Sehun menatap yeoja itu sejenak, sebelum akhirnya Ia memeluk Hayoung, erat, melindungi yeoja itu dari apapun yang akan terjadi dikamarnya.

“Kau bodoh… Oh Hayoung. Kau bisa menjalani hidupmu dengan baik, kenapa kau mengorbankan hidupmu untukku?”

Hayoung tertawa pelan.

“Apa artinya hidup dengan baik… jika aku tidak bahagia?”

Ucapan gadis itu membuat Sehun menatapnya.

“Apa dengan cara seperti ini kau bahagia?”, tanyanya.

“Ya… Aku bahagia, Sehun-ah. Karena sekarang aku bisa terus bersamamu.”

Sehun menatap gadis itu, lama.

“Kau tahu kau tidak akan bisa kembali lagi bukan?”

Hayoung membalas tatapan Sehun dengan senyuman.

“Ya. Aku tahu.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Three years later

Naeun tersenyum memandang pintu usang di depannya. Sudah tiga tahun sejak Oh Hayoung, sahabatnya, menghilang. Dan sudah tiga tahun juga kamar di depannya tak lagi menjadi Kamar Merah. Karena kamar itu berubah, seperti kamar lainnya.

Tentu saja hanya Naeun yang benar-benar yakin jika sahabatnya lah yang berhasil menghentikan kutukan itu, walaupun dengan mengorbankan nyawanya sendiri.

Tapi Naeun juga yakin, sahabatnya melakukannya dengan sukarela. Karena Ia tau, Hayoung tidak pernah berbohong soal keberadaan namja yang disukainya itu, Oh Sehun. Siswa yang mati terbunuh di dalam kamar itu dua puluh lima tahun silam.

Naeun meletakkan sekotak kue dan juga beberapa kotak lain di depan kamar itu. Asrama sekolah itu sekarang sudah di tutup. Meninggalkan semua kamar kosong, walaupun tentu saja semua orang masih tau legenda kamar nomor 3 itu.

“Hayoung-ah… Aku datang mengunjungimu… Neomu bogoshipeoKeundae, kau pasti berbahagia disana bukan?”, ucap Naeun, tersenyum memandang pintu yang tertutup rapat itu.

“Aku membawakanmu kue. Hari ini tepat tiga tahun setelah kau pergi Hayoung-ah. Bisakah ku katakan ini hari jadi ketiga mu dengan namja bernama Oh Sehun itu?”

Naeun menghela nafas panjang.

“Ku harap kau suka dengan kado yang aku bawakan. Aku pulang dulu Hayoung-ah… Jaga dirimu… Dan berbahagialah…”

Naeun berbalik, dan mulai melangkah pelan meninggalkan tempat itu saat kemudian Ia terhenti, dan melemparkan pandangannya ke arah pintu itu.

Yeoja itu tersentak saat melihat sebuah mawar putih ada di atas tumpukan kado yang Ia bawa. Dan diam-diam, yeoja itu tersenyum.

“Aku tau kau bahagia bersamanya, Hayoung-ah.”

“Benar, temanmu bahagia. Dan Oh Sehun juga bahagia.”

Naeun berbalik, tersentak saat melihat seorang namja berdiri tak jauh darinya.

“Siapa kau?”, ucapnya terkejut.

“Oh, Nona Son. Jangan bilang… kau lupa padaku?”

Naeun terdiam, tatapan gadis itu membulat saat Ia mengenali dengan jelas namja di hadapannya.

“K-Kau…”

“Nona Son,”, namja itu mendekatkan tubuhnya pada Naeun, “Apa kau tidak ingin membantuku untuk pergi dengan tenang?”, sambungnya.

“Kau gila?”

Namja itu tertawa geli.

“Tidak ada hantu yang gila, Nona Son. Lagipula, jika kau tidak mau menolongku, aku akan menghantuimu seumur hidup.”

End.

Akhirnya! Twoshot ini selesai juga. Gak nyangka mengerjakan twoshot lebih susah daripada chapterred. Huhu~ gimana endingnya? Biasa aja ya? Huhu miane~ Oh ya, karena besok udah bulan Oktober (lah terus) aku mau mendebutkan ff baru lagi xD hoho, genre nya sudah pasti fantasy (lagi) dan chapterred (lagi). Tenang aja, ff lain gak akan terbengkalai kok :v terutama Irresistible Love yang sudah aku buatkan poster baru dengan spesial (?)

Thankyou readers-readersku tercinta~~ /tebar member EXO/

74 tanggapan untuk “TWOSHOT – RED ROOM [2/2] — IRISH’s story”

  1. Aaaaaaa keren bgt. Walaupun cuman twoshot, tapi ceritanya mendalam bgt. Sukses bikin aku baper dan pusing di awal.
    Pertamanya aku pikir sehun itu ada sangkut paut sama siswa laki2 yg dibunuh di kamar nomor tiga. Baru abis itu aku sadar kalo sehun itu dah si siswa laki2 yg dibunuh. Terus aku bertanya2 kenapa si ajuma itu natapin hayoung dgn aneh? Aku pikir si ajuma itu juga hantu dan kedainya ajuma itu cuman halusinasi. Terus aku juga gak yakin, jadi orang yg masuk ke kamar nomor 3 itu bakal terluka kalo sehun itu ada di kamar itu? Tapi bukan sehun yg ngelukai? Soalnya di adegan terakhir, si hayoung mati bukan karna sehun yg ngelukai. Apa karna kutukannya itu?
    Jadi sehun itu baik?
    Jadi penasaran sama latar belakang terbunuhnya sehun
    Btw terimakasih udah buat ff sekeren ini.
    Gak pernah kecewa sih sama ff buatan kaka
    사랑해~

  2. ya ampun hayoung baik banget ngerelain hidupnya buat sehun dan semua orang..
    hantu yg terakhir minta banget naeun bahagiain wkwkwkw

  3. entah kenapa koq malah nangis pas baca cerita ini?
    feel nya dpet bgt smpe terharu dibuatnya….
    tp aq msih bngung apa pnyebab sehun mninggal dan siapa yg udh mmbunuhnya?

  4. iyhhh auhtor ini ff bener2 the best dehhh…. ahhh aku penasaran sama keadàan naeun yg mau di hantuin tp udah keburu END .. author emang Good .. mian baru coment di part2 ..

  5. cinta memang butuh pengorbanan, meski harus mengorbankan nyawa oohh sungguh sangat dramatis. saluuuuutttt, eh tapi yg sm naeun itu sapa kai kah? aciiieee ciieee

  6. Bagus kak ceritanya,jadi kepikiran bikin cerita kayak gini tapi alurnya beda.

    Aku reader baru loh,salam kenal. Visit WP aku ya kak,(www.eulseonguya.wordpress.com) di read and review ya FF-ku,pasalnua aku penulis ff baru alias pemula

    1. Wohoooooo XD ff seabsurd ini mau dijadiin inspirasi XD wkwkwkwk okeehh abis ini aku main ke wp kamu :3 aduh duh aku juga masih baru di dunia perffan ini ^^

  7. Unnie irish, yampun, ini bagus bangeet. Maaf ya unn, aku reader baru, ehehe. Penasaran sama kronologis kematian Sehun. Dan Kai itu hantu? Dia korban a.k.a tumbal, kah? Sequel dooong, sekalian ya, Naeun-Kai nya :3 tapi bersyukur banget Sehun-Hayoung happy ending, tapi kenapa asramanya ditutup? Atau karena libur sekolah(?)

    Salam kenal, unnie~

    1. XD ya ampuuunn seneng deh ada yang suka lagi sama ff ini padahal ceritanya begitu absurd dan aneh XD wkwkwkwk ehem eheeemm banyak juga yang minta sequel cerita ini, ntar deh aku pikirin dulu ide yang bagus buat jadi sequel yaa XD wkwkwk thanks komennyaaa semoga betah ngebaca ff ku lagi XD

  8. kenapa ff ini selalu bikin bertanya tanya ka?T.T ITU NAEUNNYAAAA, IH PENASARANN KAAA. sequelllllll tapi ceritain naeun sama kai ayolahhhhhhhh. btw sekalian ceritain kenapa sehun meninggal, ayolah ka irishh pleasee jeball /lebay/ tapi sumpah ff ini keren bgt, aku bacanya tuh kayak ada serem seremnya, ada manis manisnya juga, dan ff ini ga serinbt timebreak ya/? wkwk pokoknya ini bisa masuk ke daftarlist ff terbaik nih hehe. please ka naeun kai nya aduhh

    1. XD hahahahaha astagaaa naeun kai?? Duh aku harus pikirin ide buat mereka dulu XD serius ff terbaik apaan ff ini absurd banget dibanding author2 lain XD iya deh iya nanti kalo ada sequel nya aku ceritain gimana sehunnya mati XD thanks komennya ya

    1. XD ya ampun iya isinya pertanyaan semua wkwkwkwk ehem iya itu Jongin, kalo hayoung….bikin kesimpulan sendiri aja XD aku lebih suka kl readers nya membayangkan ending sendiri sesuai imajinasi mereka (?) Thanks komennyaa

  9. Thorrr ingat aku kan???hahahaha
    Mgkin ini gila tapi thor buat lanjutannya dong,wkwkwk
    Please penasaran…
    Thor koan gk bkin ending yg gantung???wkwkwk
    Gomawo

  10. aaa keren deh, mereka akhirnya bahagia bersama…
    dan itu naeunnya juga disuruh ngorbanin diri XD
    pertanda bakal dibuat yang naeun juga kah?? 😀

  11. hebat deh kak author nih… bikin baper XD
    duuh bacanya telat gapapa kan? wkwk,,
    sumpah ceritanya daebak banget aku sukaaa 😀
    Btw aku juga baca ff nya kak author yang one and only, tapi mian baru sempet komen disini, wkwk
    aku nunguin loh chap 6 nya one and only, waah bisa jadi penggemarnya kak author nih 😀

    1. Gapapa kok walau telat xD notif komennya masih masuk /eh/ xD aduhh one and onlyy wkwkwkwk thanks banget udh nyempetin komen ff itu disini xD
      Hahahahaha penggemar apaan diri ini gak pantas di gemari duh temenan aja kitanya xD

  12. Aku tiba² jadi lebay #nangis T_T abiz baca ff ini…
    feelnya dpat banget,,…
    Aku suka..suka…sukaaaa…. ^_^

    Thor buatin ff #SehunHayoung lg donng …. Please …
    #Author Fighting

  13. huaaaa akhirnya apdet jugaa *jingkrak2 sambil peluk sehun & cy*

    sequel sequel sequel *baca pake nada masha yang ‘kazu kazu’*. sequel dong kaakkkk, tapi ceritanya buat naeun. sumpah kepo itu cowoknya siapa-_-.

    kalo dirasa rasa (?).sehun suka sama darah muda (?) yaa. kalo diitung sehun udah umur 21 18 = 39 dan hayoung masih umur 18 tahun. gilaakk lu hun, udah om2 masa sukanya sama anak sma. untung aja lu cogan-_-

    babaaiii kaaakkkk, aku mau bertualang lagi sama blog pribadi kak irish.daaahhhh *teleportasi bareng kai, sehun, cy*

    1. Huahahaha xD kenapa Sehun doang yang dipeluk? Hayoung enggak? /lah xD
      Sequel……………..pft ;3; biarkan aku memikirkan cerita indah dulu buat naeun wkwkwkwk xD
      HAHAHA kasian Sehun dibilang suka darah muda xD mungkin karena Sehun pengen dewasa jadi dia suka yang muda (?) xD untung cakep jadi ga ada yang nolak wkwkwk
      Wokeeehh xD awas kai sehun cy ketinggalan di blog aku xD thanks komennya yaakk

  14. Wahhhhhhh akhirnya setelah ditunggu tunggu ada juga… Happy ending dehhh. Aku mau tau gimana kehidupannya sehun sama hayoung disana

    Ceritanya bagus unnie

  15. wweeeehhhhhheeee~ Keluar. aduh, maaf baru baca sekarang huhuT^T ini di post kapan? 😥 email ku tidak ngasih taauu.. T^T jadi telat bacanya. weh, ka irish emng choocchookk di genre fantasy, bisaa buat readers imajinasinyaa melayang layangg(?) keren deh buat red room ini. btw, hantu yang hantuin (?) naeun, kai kah XD ? ciri ciri nya menuju ke kai haha XD . ihh hayoung so sweet amet. sehun jugaa eehh makin caem caem.. haha. sudahlah. btw, mau luncurin ff baru. ditunggu karya irish selanjutnya genre nya fantasi lagi? gapapa. baguuuuuuus.. wkww XD

    1. Huehehehe keluarnya tadi malem jam 8 xD wkwkwkwkwk huehehehe karena aku suka berimajinasi kali ya xD wkwk
      Duh duh karena kulit gelap jadi lari ke kai xD hahahaha ehem ehem iya nih nanti malem prolog ff barunya wkwk xD fantasi lagi laaahh~ wkwk thanks komennya 😀

  16. Ahhhh…
    Ceritanya seru bgt..aku suka sma ff yg author buat ceritanya fantasi jadi buat mengkhayal gmn gitu..
    Klu boleh buat cerita yg versi kai naeun nya sih, gk enak bgt digantungin ceritanya..

    1. DUH KOK PADA TAU SIH KALO ITU KAI? XDDD perasaan ga ada namanya disini wkwkwkwk ehem xD sudah jangan kepikiran naeun hahahahaha xD thanks komennyaa

  17. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAALLLALLLLLLLLALLLallllallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaallallalalalallalalalllllllllllllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ selalu saja ff author yang aku baca tengah malam membuatkus senang, seru sekali. mana si Hayoung bingung apa? lebih baik hidup dengan tenang di kehidupan manusia, nanti orang tuamu kan sedih keluarga juga pada sedih~ dan Naeun juga diincar sama hantu? kasihan Naeun, hantunya gila mungkin tuh. hantunya pasti Jongin karena dia yang agak gila! terima kasih~

    1. Ampuuuuuunnn capslock nyaaaa xD wkwkwkwkwk sampe jebol begitu capslock nya wkwkwk ehem ehem endingnya hayoung sama sehun bersama tuh (?) XD
      Aduh duh sudah jangan kepikiran sama naeun xD wkwkwk

  18. akhhh….seperti cinta sejati gtu ya..atau kaya film GhOsht,,ya!bener g c???
    tp lbh penasaran..jongin nya knp,,ko minta naeun buat berkorban buat dia…????

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s