[EXOFFI FREELANCE] Because I Love You (Chapter 1)

PicsArt_1442402274917

 

Title : Because I Love You (Chapter 1)

Author : Hida Cronics

Main Cast : Oh Sehun (Sehun EXO)

Shannon Arrum Williams (Shannon Williams)

Support Cast : Byun Baekhyun (Baekhyun EXO)

Son Seungwan (Wendy Red Velvet)

Son Na Eun (Na Eun A-Pink)

Huang Zitao (Soloist)

Wu Yi Fan (Chinese Actor)

Genre : Romance, School Life, Friendship, Sad, Bit Family

Rating : General

Lenght : Chaptered

Recommended Song : Wendy SM Rookies – Because I Love You

Taeyeon of SNSD – Closer

Disclaimer : Semua cast milik Allah SWT dan keluarganya. Tapi kalo Henry & Tao udah jadi hak paten saya #BorgolTao #MasukinHenryKeLemari #KetawaEvil

Author’s Note : Anyeong…! Aku dateng lagi bawa ff nih. Asli hasil imajinasiku sendiri. Don’t silent please. Don’t Plagiat. Happy Reading 🙂

 

 

“Tak peduli jika kau tak pernah mempedulikanku bahkan tak pernah melihatku. Aku akan tetap bertahan, karena aku mencintaimu.”

 

@SCHOOL

(Author)

Seorang gadis tengah sibuk memperhatikan seseorang dari kejauhan. Gadis itu bernama Shannon, gadis berdarah Korean British ini memang sudah lama menyukai laki-laki yang saat ini tengah bermain gitar dibawah pohon ditengah taman sekolah bernama Sehun. Tiba-tiba ada seseorang yang datang mengagetkan Shannon.

“SHANNON….!!!” Ucap Seungwan mengagetkan Shannon.

Shannon segera menoleh kebelakang dengan wajah kesal.

“Kau ini mengagetkanku saja.” Ucap Shannon jengkel.

“Maafkan, aku!” Kata Seungwan menyesal.

“Tak apa.”

Shannon kembali melihat Sehun, namun Sehun sudah tak ada ditempat tadi. Shannon menoleh kesegala arah, namun dia tak melihat Sehun.

“Kemana perginya?” Batin Shannon.

#EVENING

(Shannon Arrum Williams)

Aku berdiri didepan gerbang sekolah menunggu sepupuku menjemputku. Sudah 30 menit aku menunggu, namun sepupuku itu tak kunjung datang.

“Henry gege…! Awas saja jika kau tak datang! Nanti akan kurebus kau!” Batinku jengkel.

Beberapa saat kemudian, terlihat mobil dari tempat parkir sekolah berhenti disampingku. Terlihat seseorang membuka jendela kaca mobil. Ternyata Na Eun, teman sebangkuku.

“Ayo pulang bersamaku!” Ajak Na Eun.

“Tidak, terima kasih. Aku sudah dijemput oleh sepupuku. Kau duluan saja.” Kataku.

“Tapi ini sudah sore. Bagaimana jika sepupumu tak datang?” Ucap Na Eun khawatir.

“Tidak apa. Sepupuku pasti datang.” Kataku.

“Baiklah. Aku duluan. Bye…!” Ucap Na Eun dengan melambaikan tangan.

Bye….!” Ucapku dengan melambaikan tangan juga.

Na Eun telah pergi dengan mobilnya. Henry gege masih belum datang juga. Aku sudah semakin lelah dan mengantuk. Aku mulai jengkel. Aku melihat sebuah botol lalu menendangnya sebagai luapan rasa kesalku.

BUUUK… PRANG….

Botol yang kutendang tadi terlempar dijalan raya dan mengenai salah satu pengendara motor. Pengendara motor itu mengendarai motornya kearahku.

“Mati aku!” Batinku.

Aku berlari masuk kembali kesekolah. Aku berlari sekencang mungkin.

“Bagaimana ini! Kau ini benar-benar ceroboh, Shannon.” Ucapku mengerutuki diriku sendiri sambil berlari.

Aku terus berlari menuju lantai dua. Tubuhku gemetar saat melihat sebuah sosok bayangan. Bayangan yang sangat tinggi dengan membawa sebuah tongkat.

“Apa itu? Apakah itu hantu? Atau….” Batinku dan bersembunyi dibalik pintu.

Tap… Tap… Tap…

Terdengar suara langkah seseorang menuju tempatku. Ini pasti bayangan tadi. Aku memang telah terlepas dari pengendara motor tadi. Tapi ini, apa ini? Apakah ini hantu penghuni sekolah? Entahlah. Aku menutup wajahku dan mencium lututku. Tubuhku gemetaran dan keluar keringat dingin.

“Yak! British!”

Indera pendengaranku menangkap sebuah suara. Suara seseorang yang tak asing lagi. Aksen bahasa China yang begitu melekat.

“Tao…?” Lirihku.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Tao.

Perlahan aku mendongak memastikan bahwa orang yang ada dihadapanku adalah Tao, teman sekelasku.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Tao lagi.

“Aku… Aku…”

@GARDEN OF CITY

Aku duduk sambil minum kopi hangat yang dibelikan oleh Tao. Untung saja ada Tao, jadi saat ini aku memiliki teman untuk berbicara.

“Apa yang kau lakukan tadi? Mengapa belum pulang?” Tanya Tao.

“Aku menunggu sepupuku menjemputku. Tapi dia tak kunjung datang. Tadi ada seorang pengendara motor yang ingin memghampiriku. Aku sangat takut, jadi aku kembali masuk kesekolah meskipun sebenarnya aku sangat takut.” Jelasku.

“Hahaha…! Kau ini ada-ada saja.” Ledek Tao sambil tertawa terbahak-bahak.

“Aish! Dasar Chinese Line. Jangan mentertawakanku!” Ucapku dengan menjewer telinga Tao.

“Argh… Lepaskan! Aish! Lepaskan British!” Teriak Tao.

Aku pun melepaskan telinga Tao. Tao masih memegangi telinganya yang memerah.

“Kau sendiri, mengapa tadi belum pulang?” Tanyaku.

“Aku sedang latihan Wushu.” Jawab Tao.

Wushu? Mengapa sampai sesore ini? Bukankah kau harus segera kembali ke asrama?”

“Aku sudah lama tak memainkan tongkatku karena kegiatan tim basket yang terlalu padat. Aku bisa pulang ke asrama jam berapapun.” Jawab Tao.

“Bukankah peraturan di asrama mengatakan kalau setelah pulang sekolah, harus segera kembali ke asrama?” Tanyaku penasaran.

“Itu hanya sebuah peraturan.” Jawab Tao enteng.

“Dasar kau ini!” Gerutuku.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Terlihat nama ‘Henry gege’ dilayar.

“……”

“Aku ada ditaman kota.”

“……”

“Bersama Tao. Cepatlah jemput aku! Jika dalam waktu 5 menit kau tak datang, maka semua koleksi DVD porno milikmu akan kukirim ke Canada.” Ancamku.

“……”

Tut… Tuuut….

Henry gege memutus teleponnya. Pasti saat ini dia sangat panik.

“Siapa? Tadi aku mendengar DVD porno. Siapa yang mengoleksi DVD porno?” Tanya Tao tampak antusias.

Aku berjalan mendekatinya dan menjitak kepalanya.

“Aaargh…” Rintihnya.

“Dasar Panda mesum!” Ucapku.

Beberapa saat kemudian, Henry gege datang. Dia datang terlambat. Aku mulai mendapatkan ide untuk menggodanya.

“Kau terlambat satu menit lebih tiga puluh lima detik.” Kataku.

“Anak ini benar-benar. Cepat kita pulang!” Ajak Henry gege.

“Tunggu! Antarkan aku juga!” Tao tiba-tiba angkat bicara dan tersenyum merayu padaku.

“Dia temanku, gege. Boleh, ya?” Rayuku.

“Baiklah.”

@SHANNON’S APARTEMENT

Aku merebahkan tubuhku diatas ranjangku. Hari ini benar-benar melelahkan. Aku mengambil ponselku dari tasku. Aku membuka galery dan melihat foto-foto tampan Sehun.

“Oh Sehun! Kau benar-benar tampan. Kapan kau tahu bahwa aku sangat menyukaimu?” Ucapku dengan mengelus-elus layar ponselku dan tersenyum seperti orang bodoh.

Aku teringat pada Seungwan. Aku segera mengiriminya pesan.

To : Seungwan

‘Tadi aku berbincang-bincang dengan namja yang kau sukai.’

From : Seungwan

‘Maksudmu, Tao????’

To : Seungwan

‘Iya. Ternyata selain jago bermain basket, Tao juga bisa Wushu.’

From : Seungwan

‘Benarkah? Ceritakan padaku besok! Aku ingin tidur dulu.’

To : Seungwan

‘Dasar tukang tidur!’

 

#MORNING

@SCHOOL

Aku, Na Eun dan Seungwan tengah mengobrol bersama dikelasnya Seungwan. Tiba-tiba Seungwan berhenti berbicara.

“Ada apa?” Bisikku pada Seungwan.

“Ada Sehun.” Jawab Seungwan.

DEG….

Jantungku berdetak cepat. Aku segera menoleh kebelakang dan terlihat Sehun tengah berjalan sendirian menuju tempat duduknya. Tampan. Itulah yang aku pikirkan saat ini.

“Sampai kapan kau akan memendam perasaanmu terus-menerus?” Tanya Na Eun.

“Entahlah!” Lirihku.

Beberapa saat kemudian terdengar suara bel tanda masuk kelas berbunyi. Aku dan Na Eun segera kembali ke kelas kami.

#BREAK TIME

(Oh Sehun)

Aku tengah latihan menari. Aku hanya sendiri. Tak ada yang menemaniku ataupun sekedar berbicara denganku. Mungkin aku terlalu dingin. Terlalu dingin untuk didekati. Suara musik yang begitu keras membuatku tak bisa mendengar apa-apa. Aku melihat wajahku sendiri dikaca. Betapa malangnya dirimu, Oh Sehun.

#FLASHBACK

Semua orang mengenakan pakaian hitam-hitam. Termasuk diriku. Beberapa saat kemudian, terlihat seorang pria datang bersama dua polisi. Tangan pria itu diborgol.

“Sehunie….!” Panggil pria itu.

“Ayah….” Lirihku.

“Maafkan ayah, Sehunie!” Ucap ayahku dengan berlutut dihadapanku.

Aku hanya diam. Tak tahu harus berbuat apa. Hari ini adalah hari pemakaman ibuku. Ayahku sangat mencintai ibuku. Namun, ada sesuatu yang membuat mereka harus berpisah. Ayahku adalah seorang narapidana kasus pembunuhan seorang pejabat pemerintah. Sedangkan ibuku meninggal karena bunuh diri. Ibuku tak kuat menahan rasa malu dan sedih. Kini aku hidup sebatang kara. Tak memiliki siapa-siapa. Aku akan selalu mengingat hari ini. Hari dimana ibuku meninggalkanku untuk selamanya dan julukan baru untukku, Anak Pembunuh.

#FLASHBACK END

Aku merasa ada seseorang yang datang keruangan ini. Aku segera menghentikan aktifitasku.

“Aku selesai.” Ucapku dan berjalan pergi sambil membawa tasku.

“Sehun…”

Aku menoleh dan terlihat seorang gadis tengah berdiri. Dibelakangku.

“Aku ingin bicara denganmu.” Ucap gadis itu.

Dia berjalan mendekatiku. Dia memberikan sesuatu padaku. Seperti sebuah surat, ya sebuah surat dengan amplop warna merah jambu.

Saranghanda…”

Setelah mengucapkan kalimat tadi, gadis itu segera berlari. Surat pemberian gadis tadi masih kupegang. Aku tak peduli dengan hal seperti ini. Aku membuang surat pemberian gadis tadi ke tempat sampah tanpa membacanya terlebih dahulu.

#NIGHT

(Shannon Arrum Williams)

Aku duduk termenung dibawah jendela apartemenku sambil memandang bintang-bintang. Aku mengingat kejadian tadi siang. Bagaimana bisa aku melakukan hal yang memalukan seperti itu? Apakah Sehun sudah membacanya? Apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku? Ditengah semua hal yang kupikirkan, aku mendengar seseorang memanggilku.

“Shannon…!”

Aku tahu siapa dia. Siapa lagi kalau bukan Henry gege.

“Ada apa?” Tanyaku.

“Ibumu meneleponmu.”

 

#TOMORROW

@SCHOOL

Aku tengah berjalan menuju perpustakaan. Tanpa sengaja aku melihat Sehun berada diruang guru. Langkahku terhenti.

“Ada apa dengan Sehun?” Pikirku.

Tiba-tiba ada seseorang memanggilku.

British…”

Seorang namja tinggi menghampiriku dengan membawa beberapa buku.

“Ada apa?” Tanyaku.

“Ikut aku!” Jawab Tao dengan menarik lenganku.

@GARDEN OF SCHOOL

“Jadi seperti ini maksudnya. Xie xie. Kau banyak membantuku!” Ucap Tao dengan mengacak kepalaku lembut.

“Bahasa Inggrismu buruk. Aku memiliki teman yang bisa kau ajak belajar bersama.” Kataku.

“Belajar denganmu saja. Kau kan British.”

“Temanku juga pandai bahasa inggris melebihi diriku. Dia Korean Canadian.”

“Tugasku sudah selesai. Aku harus latihan basket dulu. Bye…” Tao berjalan meninggalkanku dengan melambaikan tangan.

“Dasar Panda. Bagaimana caranya aku mengenalkannya pada Seungwan?” Batinku.

#EVENING

Hari ini Henry gege tak bisa menjemputku karena ada tugas kuliah. Terpaksa aku harus pulang dengan naik bus. Aku menunggu bus dihalte. Sore ini cuaca mendung. Sebentar lagi akan turun hujan. Sesuai perkiraanku. Beberapa saat kemudian, hujan turun. Udara terasa semakin dingin. Sudah 15 menit aku berdiri disini. Namun, belum ada satupun bus yang lewat. Tiba-tiba ada seseorang yang memakaikan jaket ditubuhku yang mulai kedinginan ini. Aku segera menoleh kebelakang. Terlihat seorang namja tersenyum padaku.

“Kau…!” Ucapku kaget.

Anyeong…! Maaf membuatmu kaget.” Ucap namja yang ada dihadapanku dengan senyum khasnya.

“Tidak apa, terima kasih. Kau sekolah disini juga? Mengapa aku tak pernah melihatmu?” Tanyaku.

“Tidak. Aku sekolah di Taesang High School. Aku kesini karena ada janji dengan temanku. Aku Baekhyun.” Ucap namja yang ada dihadapanku dengan mengulurkan tangannya.

“Aku Shannon.” Jawabku dengan bersalaman dengan Baekhyun.

“Kapan kau akan datang ke Cafe lagi? Aku akan mempersembahkan sebuah lagu untukmu.” Ucap Baekhyun.

“Lain kali. Oh iya, apakah kau bekerja di Cafe itu?” Tanyaku.

“Iya, menghibur para pengunjung Cafe tiga kali dalam seminggu.” Jelas Baekhyun.

“Wah, lihat itu! Busnya sudah datang. Ayo….!” Ajak Baekhyun.

Aku dan Baekhyun masuk kedalam bus. Kami duduk berdampingan. Sepanjang perjalanan, Baekhyun mengajakku berbicara dan bercanda. Baekhyun juga banyak bercerita tentang pengalamannya sebagai penyanyi Cafe.

 

#MORNING

@SCHOOL

Aku melihat Seungwan tengah memandang Tao dari kejauhan. Aku bisa melihat bagaimana antusiasnya Seungwan melihat Tao yang tengah bermain basket. Aku berjalan menghampirinya.

“Seungwan! Kapan kau akan menyatakan perasaanmu padanya?” Tanyaku.

“Entahlah. Aku ragu. Aku sering memandangnya dari kejauhan. Tapi aku tak berani menatapnya dari dekat.” Jawab Seungwan.

“Kau ini benar-benar. Nanti datanglah kekelasku saat jam istirahat. Aku akan membuatmu bisa mengenalnya lebih dekat.” Ucapku sembari berjalan menepuk pundak Seungwan.

#BREAK TIME

(Author)

Seungwan benar-benar datang kekelasnya Shannon. Terlihat Tao dan Taemin tengah belajar bersama Shannon ditempat duduk Shannon.

“Itu dia! Seungwan, cepatlah kesini!” Ucap Shannon melambaikan tangan pada Seungwan.

Seungwan berjalan kearah Tao. Jantungnya berdetak cepat. Tubuh Seungwan gemetaran. Sesampainya ditempat Shannon, Seungwan duduk disamping Tao karena hanya itu bangku yang kosong.

“Aku ada urusan diperpustakaan bersama Taemin. Kalian berdua belajarlah bersama. Kami tinggal dulu.” Ucap Shannon dengan menarik tangan Taemin.

“Tapi….” Ucap Seungwan.

Namun, Shannon masih terus berjalan meninggalkannya bersama Tao. Seungwan hanya bisa menunduk. Dia tak berani melihat Tao.

“Jadi kau si Korean Canadian yang diceritakan oleh Shannon.” Kata Tao.

“Iya. Shannon bilang bahasa Inggrismu sangat buruk.” Ucap Seungwan pelan-pelan.

“Aish! Shannon benar-benar membuatku malu. Aib seperti itu diceritakan padamu.” Ucap Tao malu yang membuat Seungwan tertawa melihatnya.

@LIBRARY

Shannon tengah memandang seorang namja dari kejauhan. Siapa lagi namja itu kalau bukan Sehun. Shannon berusaha berjalan meskipun berat kearah Sehun.

“Anyeong! Apakah kau sudah membaca surat dariku kemarin?” Tanya Shannon tanpa basa basi.

“Tidak!” Jawab Sehun.

“Mengapa?” Tanya Shannon.

“Aku sudah membuangnya ke tempat sampah.” Sehun berjalan meninggalkan Shannon.

Hati Shannon terasa hancur berkeping-keping. Dia tak menyangka surat yang telah ia buat dengan susah payah itu dibuang begitu saja oleh Sehun. Shannon segera berlari menuju ruang latihan menari. Namun, Shannon tak masuk ke ruangan itu. Shannon justru mengobrak-abrik tempat sampah yang ada didepan ruangan itu. Shannon terlihat seperti orang bodoh. Beberapa saat kemudian Na Eun datang dan melihat Shannon melakukan hal bodoh itu.

“Apa yang kau cari?” Tanya Na Eun.

“Surat. Surat cinta yang kutulis untuk Sehun. Sehun membuangnya disini.” Jawab Shannon.

“Surat itu….”

Beberapa saat kemudian, terdengar suara keributan dihalaman sekolah. Ternyata semua murid berkumpul disana. Mereka menantikan sesuatu. Shannon & Na Eun juga ikut berkumpul disana.

“Ada sesuatu yang ingin kubagikan untuk kalian!” Ucap Park Sunyoung, murid jurusan musik yang terkenal memiliki suara indah.

Beberapa saat kemudian, Sunyoung melempar berlembar-lembar kertas dari lantai 3 kehalaman sekolah. Semua orang membaca tulisan yang ada dikertas itu. Dan ternyata…

“Hahahaha…. Dasar tidak tahu malu.” Ucap salah seorang murid dengan meludah dihadapan Shannon.

“Dasar British murahan!”

“Kau mau mati, ya? Berani sekali menyatakan cinta pada seorang namja seperti Sehun.”

“Benar-benar tidak memiliki harga diri!”

@TOILET

“Shannon! Cepatlah keluar!” Ucap Seungwan dari luar kamar mandi.

“Sampai kapan kau akan mengurung dirimu seperti ini?” Tambah Na Eun.

“Aku tak akan keluar!” Jawab Shannon dari dalam kamar mandi.

“Bagaimana ini? Sebentar lagi malam, tapi Shannon masih mengunci diri dikamar mandi seperti ini.” Bisik Seungwan pada Na Eun.

“Entahlah! Aku juga bingung.” Jawab Na Eun.

“Bagaimana jika kita meminta Henry gege untuk kesini?” Ide Seungwan.

“Aku tidak memiliki nomer ponselnya.” Ucap Na Eun.

Seungwan dan Na Eun tengah bingung. Mereka ingin mengajak Shannon pulang karena sudah malam. Sedangkan Shannon masih mengurung diri dikamar mandi karena malu. Beberapa saat kemudian, ponsel Seungwan berbunyi. Terlihat nama ‘Huang Zitao’ dilayar. Seungwan segera menerima telepon dari namja yang sangat ia kagumi itu.

“…..”

“Aku masih disekolah. Shannon mengurung diri dikamar mandi.”

“……”

“Cepatlah datang kesini!”

“…..”

Tut… Tut… Tut…

“Telepon dari siapa?” Tanya Na Eun.

“Tao. Dia akan kesini untuk membujuk Shannon.” Jawab Seungwan.

Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhirnya Tao datang bersama Taemin. Tao segera mendobrak pintu kamar mandi dan terlihat Shannon masih menutupi wajahnya dengan dua telapak tangannya.

“Kau pasti si Chinese Line!” Ucap Shannon.

“Iya! Apa yang kau lakukan? Ayo pulang!” Ucap Tao sembari menarik tangan Shannon.

 

#MORNING

(Shannon Areum Williams)

Aku masih santai tidur diatas kasurku yang empuk. Aku malas berangkat kesekolah. Pasti semua orang akan meledekku. Lebih baik aku diam disini saja.

“Yak! Mengapa kau belum mandi? Ini sudah siang! Kau bisa terlambat!” Cerocos Henry gege.

“Aku tak berangkat sekolah hari ini.” Jawabku enteng.

“Mana boleh seperti itu. Cepat mandi! Aku akan mengantarmu.” Ucap Henry gege sembari menarik tanganku.

“Aku tidak mau! Tidak mau!”

@SCHOOL

Aku diam dikelasku tak berani keluar. Bahkan teman sekelasku menatapku dengan tatapan yang janggal.

“Ini…!” Ucap seseorang memberiku sebotol minuman.

“Aku tak butuh minum!” Ucapku.

“Ya sudah! Ku ambil kembali.” Ucap orang itu dengan aksen Mandarin yang kental.

“Tao….!” Panggilku.

“Apa?”

“Bisakah aku minta tolong padamu?”

@PARK OF CITY

Aku duduk sambil melihat anak-anak kecil yang tengah bermain. Mereka bermain dengan sangat riang. Mengingatkanku saat aku pertama kali datang ke negara ini.

#FLASHBACK

“Hiks… Hiks… Hiks…!”

“Kau kenapa?” Tanya seorang namja kecil padaku.

“Boneka beruangku terjatuh disana!” Jawabku dengan menunjuk sebuah got yang ada didepan taman.

“Aku akan mengambilnya untukmu. Tapi kau harus janji akan berhenti menangis.” Ucap namja kecil itu lagi.

“Iya.” Jawabku.

“Tunggu sebentar.” Ucap namja kecil itu lalu berlari menuju got yang kutunjukkan tadi.

Beberapa saat kemudian, namja kecil itu kembali dengan membawa boneka beruangku dan pakaiannya sangat kotor dan bau.

“Ini…” Ucapnya menyerahkan boneka beruangku.

“Ini sangat kotor. Lebih baik kita cuci dulu. Kau juga harus mandi. Kau sangat bau.” Ucapku dengan menutup hidungku.

“Sehunie…” Terdengar suara seseorang.

“Itu ayahku! Aku pergi dulu. Maafkan aku. Aku tak bisa membantumu mencuci boneka ini.” Ucap namja kecil itu sambil berlari dan melambaikan tangan padaku.

#FLASHBACK END

Aku tertawa mengingat kejadian masa kecilku saat aku pertama kali bertemu dengan Sehun. Dulu Sehun adalah namja yang sangat baik dan ramah. Entah mengapa sekarang dia menjadi namja yang sangat dingin.

Aku berjalan menuju kedai es krim yang ada didekat taman. Aku mendengar seseorang memanggilku. Ternyata Baekhyun. Aku segera menghampirinya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanyaku.

“Tentu saja makan es krim. Kau bolos?” Tanya Baekhyun.

“Iya. Aku memiliki masalah disekolah.” Jawabku jujur.

“Masalah apa?” Tanya Baekhyun.

“Lupakan! Kau sendiri, mengapa tidak sekolah?” Tanyaku membalas pertanyaan Baekhyun tadi.

“Aku tidak masuk sekolah hari ini. Sedang ada urusan. Ngomong-ngomong, bagaimana caramu bisa kabur dari sekolah?” Tanya Baekhyun menyipitkan matanya.

#FLASHBACK

“Jika ketahuan, aku tidak ikut tanggung jawab. Jadi jangan membawa namaku.” Ucap Tao.

“Kau tenang saja. Aku tak akan membuatmu masuk kedalam masalahku.” Kataku merayu Tao.

“Lalu, bagaimana ini?” Tanya Tao.

“Cepat jongkok! Aku akan naik diatas pundakmu.” Perintahku.

“Apa?”

“Jangan membantah!” Ucapku lalu aku menaiki pundak Tao yang saat ini tengah jongkok. Kini aku telah berada diatas tembok pagar belakang sekolah.

“Hati-hati.” Ucap Tao.

“Baiklah! Terima kasih, Chinese Line.” Ucapku sembari melambaikan tangan.

#FLASHBACK END

“Hahaha….” Tawa Baekhyun.

“Apa yang kau tertawakan?” Tanyaku.

“Tak ada. Lucu saja saat aku mendengarkan kau bercerita bahwa orang yang membantumu kabur dari sekolah adalah teman sekelasmu.” Jawab Baekhyun menahan tawa.

#NIGHT

@CAFE

Malam ini aku ada janji dengan Baekhyun untuk datang ke Cafe tempat Baekhyun bekerja. Baekhyun berjanji padaku malam ini dia akan menyanyi sebuah lagu untukku. Aku datang ke Cafe ini tak sendiri. Aku ditemani oleh Na Eun & Seungwan. Kami bertiga duduk dikursi cukup depan. Beberapa saat kemudian, terlihat Baekhyun menaiki sebuah panggung sederhana yang ada dihadapan para pengunjung. Semua orang bertepuk tangan termasuk aku.

“Malam ini aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang. Seorang teman yang spesial bagiku.” Ucap Baekhyun.

 

annyeong naege dagawa

sujubeun hyang-gieeul angyeo judeon neo

hwimihan kkumsogeseo

nuni busidorog banjjag yeosseo

seolleime nado moreuge

hanbaldubal nege dagaga

neoui gyeote nama

neoui misoe nae maeumi noganaeryeo

nuni majuchyeosseulttaen

dugeungeoryeo

oh~ neoui gaseume nae misoreul gieoghaejwo

haruedo myeochbeonssig

saenggag haejwo

oh~ neo ege hago sipeun geu mal

you`re beautiful

gomawo. nal mannaseo

hangyeol gata deon ni moseubi boyeo

nareul gidaryeo waddeon

neoui jiteun hyanggi gipeun ullim

al su eobsneun ganghan ikkeullim

neoreul hyanghan naui dunalgae

pyeolchyeojugo sipeo

neoui misoe naemaeumi noganaeryeo

nuni maju chyeosseulttaen

dugeungeolyeo

oh~ neoui bomnare nae norae reul deull yeojulge

harue do myeochbeonssig saeng-gaghaejwo

oh~ ileohge neoreul saenggaghae

you`re beautiful

nareul bangyeojwo

ddududu lu lu lu soleyeo

gureumwireul geo neundeu

geojimalgati nan nege dagaga hanbal deo~

dasi chaja on neowa naui gyejeole

gieoghal su issgessni

du lu llu lu du du du oh yeh all right

neoreul mannan geol haenguniraa saenggag hae

uri dasi mannamyeon

malhae jullae

fly to you naegyeote isseojwo

you`re beautiful

(Baekhyun – Beautiful (EXO Next Door OST))

 

TO BE CONTINUE

 

Next???

Gomawo udah baca. Jangan lupa tinggalkan jejak 😊

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Because I Love You (Chapter 1)”

  1. Sehun mengapa tega sekali pada shannon tidak seharusnya ia seperti itu juga bagaimana pun shanon pastinya terluka dan juga sakit . Semoga saja shannon bisa melupakan masalah itu. Mungkin emang sehun takut jika shannon mengetahui tentangnya . Apalagi ayahnya masuk pernjara karena membunuh . Kan belum tentu juga ia membenci dan menjauhi sehun.
    Baekhyun menyukai shannon. Woah woah bagaimana tanggapan shannon ya diterima gak sih?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s