94 (Chapter 11)

image

Kim’s Story

EXO’s Kai and Sehun | Red velvet’s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC’s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

Chapter 11

“Aku yakin kita berhasil. 97,99%” Jongin berkata yakin. Tangannya bahkan dikepalkan.

“Nado!” Wendy terkikik.

“Kenapa hanya 97.99%?” Michelle bertanya sedikit bingung.

“Eoh! Harusnya 100%!!” Seulgi mengebu.

“Kemungkinan satu diantara mereka menolak?” Jongin memasang wajah bertanya.

“Aku harap saja tidak ada yang menolak!” Wendy bersahut ria.

“Semoga saja!” Harap Michelle.

“Ya ampun! Aku lupa aku ada jadwal operasi! Aku pergi dulu!” Wendy pergi lebih dulu.

“Michelle….” Jongin berbisik pelan. Michelle memasang wajah bertanya. Jongin memberi isyarat.

“Ah! A-aku pergi duluan ya! Masih banyak berkas kasus yang harus kuurus..hehe…” Michelle tertawa hambar dan pergi. Seulgi menaikkan sebelah alisnya.

“Akhirnya…” Jongin bergumam senang.

“Akhirnya apa?” Seulgi bertanya polos.

“Akhirnya tinggal kita berdua!” Jongin mendekati Seulgi.

“Apa yang akan kau lakukan?” Seulgi melotot. Jongin menyeringai. Ia makin mendekat pada gadis itu.

“Jongin! Kau belum resmi bercerai dengan Soojung!” Seulgi mundur.

“Apa itu alasannya? Ayolah! Pengadilan minggu depan aku sudah resmi sendiri lagi. Aku sudah lama tidak bersama mu..” Jongin berucap sexy. /abaikan!/

“Tapi tetap saja! Jongiiiiin!” Seulgi menutup matanya ketika wajah Jongin mendekati wajahnya.

Hening.

Seulgi membuka matanya ketika tidak merasakan apapun. Dan tawa Jonginlah penyambutnya.

“Hahahahaha kau tau, wajahmu pucu sekali! Ya ampun Seul! Aku tau aku belum resmi bercerai! Tenang saja.” Jongin tertawa keras. Seulgi cemberut. Ia paling sebal saat Jongin menertawakannya.

“Dasar menyebalkan!!! Lebih baik kita tidak usah kembali lagi! Aku tidak mau lelaki menyebalkan!!” Seulgi memalingkan wajahnya kesal.

“Eeeeiiii!!!! Andwee!!” Jongin yang mendengarnya berhenti tertawa. Ia memohon sekarang. Dalam hati Seulgi tertawa. Dasar bodoh. Pikirnya.

“Bwahahahaha!!! Lihatlah wajahmu Kim Jong In!!!” Seulgi mencubit kedua pipi Jongin gemas. Sekarang Jongin yang cemberut.

“Jangan Cemberut seperti itu! Kau jelek!!” Seulgi berucap sambil terkikik geli.

“Seul!!” Rajuk Jongin. Ia seperti anak anjing kehilangan majikannya.

“Arasseo!! Arasseo!!” Seulgi berhenti tertawa. “Kau tidak pulang?”

“Nanti saja! Aku ingin berlama lama denganmu!” Jongin duduk di sofa. Ia bersandar dan menutup matanya. Terlihat lelah.

“Pekerjaan kantoran melelahkan bukan? Reporter sama melelahkannya.” Seulgi iku duduk di samping Jongin. Jongin mengangguk singkat. Tubuh dan pikirannya lelah sekali. Ia harus mengistirahatkan dirinya sejenak.

“Seul,”

“Hm?”

“Kau mau tidak menikah denganku?”

“Apa?” Seulgi mengedipkan matanya bingung. Ia tidak bisa mencerna kata kata Jongin.

“Menikah denganku. Kita hidup bersama.” Jongin masih menutup matanya.

“Maksudmu… Membangun rumah tangga?” Seulgi sedikit bergetar.

“Iya…. Aku terlalu mencintaimu. Bertahun tahun mencoba melupakanmu, aku tidak bisa. Bahkan aku menutup mimpiku menjadi dancer agar dapat melupakanmu. Tapi…” Jongin membuka matanya. Manik kelamnya menatap ke dalam mata Seulgi.

“Tapi tidakkah ini terlalu cepat Jong? Aku masih canggung.” Seulgi menggaruk kepalanya.

“Kita lakukan perlahan. Menikah tidak harus didasari perasaan bukan. Aku bisa mengembalikan perasaanmu padaku. Aku yakin.” Jongin menggenggam tangan gadis itu. Semakin menilik ke dalam manik Seulgi.

“Tapi bertahun tahun berpisah darimu….,” Seulgi menatap mata Jongin. Mencari keyakinan. “…Baiklah.” Ucap Seulgi final. Ia tidak siap. Tapi apapun demi Jongin.

“Terima kasih. Aku mencintaimu.” Jongin tersenyum singkat dan dengan cepat menautkan bibir mereka. Ciuman pertama mereka. Seulgi terkejut bukan main. Tubuhnya menegang. Tapi hatinya menghangat. Ada rasa menggelitik di perutnya. Membuatnya tersenyum di tengah ciuman itu. Hanya ciuman biasa. Tidak lebih. Jongin tidak ingin melewati batas.

“Terima kasih.” Ucap Jongin lagi setelah tautan mereka lepas. Jongin tersenyum manis. Seulgi membalas.

“Kupikir sekarang kau harus pulang anak nakal!!” Seulgi mencubit hidung Jongin gemas. Jongin merenggut. Tapi kemudian tersenyum. Seulgi mengantarkannya hingga ke depan pintu.

“Selamat malam, Bear.”

Bersambung….

Chap 11 akhirnya update. Author jadi rada lama update ya? Iya, sibuk. Nanti diusahakan cepet updatenya. Tuh ya! Kaiseul moment!! Full!! Gimana? Hah?!? Jangan nuntut Kaiseul lagi. Tapi nanti masih banyak momentnya. Haha. /abaikan!/ yak! Hope you like it! See you in next chap! Salam EXO L~

5 tanggapan untuk “94 (Chapter 11)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s