TRIANGLE (Chapter 4) [+new poster&FMV]

triangle

TRIANGLE

tissakkamjong

Chaptered

Romance, School Life, Drama

13+

Irene (Red Velvet), Kris (ex-EXO), Sehun (EXO)

Ff ini murni dari otak author. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, alur, tema, waktu karena ketidaksengajaan. Ini murni dari otak author, dimohon untuk tidak copypaste. [Warning typo(s)].

Poster by Aerriblue

FMV by Alfath11

HAPPY READING

[ Chapter 1 2 3 4 5 6 7 8 ]

OoO

Chapter 4

Pagi itu, Kris sudah sampai dikelasnya dan mendapati Sehun sedang duduk di bangkunya.

“Bisa kau pindah? Apa kau tidak lihat jika orang yang mempunyai bangku ini sudah datang?” Kris berkata dengan datarnya yang disambut dengan tatapan tajam dari Sehun.

“Bangku ini milikmu? Bangku ini milik sekolah bukan milikmu dan tidak akan pernah menjadi milikmu layaknya Irene.” Sehun berdiri dan menatap tajam Kris. Apa-apaan anak ini bawa-bawa nama Irene dalam masalah sepele seperti ini batin Kris dengan bingung.

“Minggir kau bocah.” Kris menyentuh pundak Sehun lalu mendorongnya dengan perlahan agar menjauh dari bangkunya. Tanpa babibu lagi, Sehun langsung mencengkram lengan Kris lalu memutarnya kebelakang.

“AAAAAAAAAAAAA!!!” Kris berteriak dengan muka merahnya, ia segera melepaskan tangannya dari cengkraman Sehun dan menonjok pipi Sehun dengan penuh dendam.

“Maksudmu apa melakukan ini?” Sehun memegang pipinya yang mulai biru dan sedikit darah keluar dari sudut bibirnya. “Kau bertanya maksudku apa?!”

“Hah?! Maksudku apa?! Harusnya aku bertanya padamu! Apa maksudmu memeluk Irene kemarin didepan rumahnya hah?! Aku ini teman lamamu, harusnya kau bisa hargai perasaanku. Kau malah tega bermesraan dengannya dan membiarkan temanmu seperti ini. Apakah itu yang dinamakan teman?! HAH?!” Sehun berteriak depan muka Kris dan menonjok perut Kris sehingga ia merintih kesakitan.

“Teman?! Cih! Kau sendiri bahkan sudah lupa bahwa aku temanmu. Kau tahu siapa yang pertama kali dekat dengannya?! AKU! Aku yang pertama kali dekat dengannya, bukan kau! Dan satu lagi, kau yang pertama kali menjadikanku lawanmu dalam permainan ini. Apa itu yang dikatakan teman?!” Sehun yang sudah tidak tahan lagi segera mencengkram kerah baju Kris dan mendorongnya hingga punggungnya menabrak meja.

BRUKKK

Kris tersungkur dengan lemas.

“KRIS!!! SEHUN!!! HENTIKAANNN!!!”

Mereka berdua segera menoleh karena suara yang tidak asing itu. Irene sudah berdiri depan pintu kelasnya bersama Kai. Kris dan Sehun hanya bisa menatap Irene dengan menyesal karena perkelahian mereka harus diketahui oleh Irene dan itu bisa saja membuat Irene membenci mereka.

Air mata yang sudah tidak bisa dibendung oleh Irene akhirnya tumpah juga, ia segera berbalik badan dan lari. “Irene-ya!!!!!!!!” Sehun dan Kris berteriak secara bersamaan.

“Puas? Kalian bahkan lebih daripada bocah ingusan yang tidak tau etika.” Kai berkata dengan mata tajamnya yang seakan lupa kalau mereka ada teman lama. Kai segera mengejar Irene, hampir saja ia kehilangan jejak larinya Irene. Kai mengikuti langkah Irene hingga sampai diatap sekolah.

Kai hanya bisa memandang punggung Irene dari belakang. Ingin rasanya ia memeluk Irene dan menenangkannya, namun ia hanya bisa mengurungkan niatnya.

“Kenapa mereka harus berkelahi? Kenapa mereka harus bertengkar? Apa karena aku? Apa karena aku masuk dalam kehidupan kalian, kalian menjadi seperti ini? Dimana diri kalian yang lama yang saling mencintai? Dimana? SEHUN-YA! KRIS-YA! Kenapa kalian harus berkelahi hanya karena aku, wanita yang tak tau diri. Wanita yang menjadi perusak pertemanan kalian! Harusnya aku tidak usah ada di dunia ini kalau gunaku hanya membuat persahabatan orang lain hancur.” Irene berteriak dengan kencang dan terjatuh dengan lutut yang tertekuk.

“Irene-ya. Menangislah sepuasmu, berteriaklah sekencang-kencangnya. Luapkan semua amarahmu sekarang juga. Jika kau sudah puas dan tenang, ceritalah padaku.” Kai mendekati Irene dan mengusap punggungnya dengan lembut. Ia segera meninggalkan Irene dengan yakin bahwa Irene pasti akan cerita padanya.

Kai melewati Sehun dan Kris yang sedang berdiri didepan pintu kelasnya, ia yakin pasti namja brengsek itu sedang menunggu Irene. Kai hanya mendiamkan mereka seolah mereka tak ada.

“Dimana Irene?” Tanya Sehun dan Kris hamper bersamaan.

“Carilah jika kalian cinta dia.” Kai segera masuk kedalam kelasnya dengan perasaan dendam. Mana mungkin teman lamanya dibuat nangis oleh dua namja yang bahkan baru beberapa bulan kenal dengan Irene. Kai memang paling tidak bisa melihat temannya dibuat sedih.

OoO

IRENE POV

Entah apa yang merasuki pikiranku hingga aku membuat diriku menghindar dari Kris dan Sehun. Aku benci mereka. Tidak, lebih tepatnya aku benci diriku sendiri yang bisa-bisanya membuat persahabatan mereka hancur. Aku tidak ingin lagi berhubungan dengan mereka. Sudah cukup kedekatanku selama ini dengan mereka. Aku tidak ingin lebih. Dengan lebih maka sakit ini pasti akan lebih dalam. Cukup Kai saja yang jadi teman dekatku.

“Kai-ya, gomawo ya kau tadi sudah menenangkanku. Aku sangat mencintai mereka namun aku tidak bisa melihat mereka berkelahi seperti tadi hanya karenaku. Aku jadi membenci diriku, seharusnya aku tidak usah kenal mereka kalau akhirnya seperti ini.”

Aniya kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. Bagaimanapun juga itu salah mereka sendiri. Seharusnya mereka bisa berfikiran lebih dewasa. Jadi itu bukan salahmu.”

Kupandangi mata Kai dalam-dalam. Ia sangat baik padaku, bahkan lebih membaik dari masa-masa SMP dulu. Dulu, ia selalu mengacuhkanku dan sekarang aku merasa bahwa aku yang selalu mengacuhkannya.

Gomawo.” Kai mengusap-usap punggungku. Ia selalu melakukan itu untuk menenangkanku. Dan ya jujur aku merasa lebih baik sekarang. Terkadang aku berfikir kenapa Kai selalu ada buatku padahal aku sudah tidak cinta padanya dan ia tahu itu pastinya. Tapi ia selalu bersikeras untuk menemaniku sepanjang hari. Mungkin karena aku teman dekatnya?

OoO

Kini Kris dan Sehun menyesal atas perkelahian yang mereka perbuat. Sebenarnya mereka tidak menyesal pada saat mereka berkelahi, yang mereka sesalkan adalah saat mereka berkelahi dan Irene mengetahuinya. Mereka telah membuat image mereka sendiri jadi jelek dihadapan Irene. Dan mereka sadar bahwa Irene pasti akan membenci mereka. Bagaimana pun juga mereka harus bisa membuat Irene kembali lagi pada mereka.

Hari ini latihan musik kembali diadakan, meskipun Irene, Kris dan Sehun sedang dalam hubungan yang tidak baik bukan berarti mereka tidak latihan. Seperti kata Chanyeol, mereka tidak boleh membawa masalah mereka kedalam latihan mereka. Jadi Irene, Kris dan Sehun tetap latihan layaknya tak ada masalah apa-apa.

“Irene-ya! Ayo fokus, dari tadi kau selalu salah memainkan not nya.” Chanyeol memandangi Irene yang sedang menunduk lalu menghela nafasnya. Kris dan Sehun yang mendengarnya itu segera memandangi Irene juga. Mereka berfikir pasti karena mereka berkelahi, Irene jadi seperti ini.

Mianhae aku sedang tidak fokus.” Irene mengangkat kepalanya dan memandangi piano didepannya. “Ayok latihan lagi.”

Sejam mereka latihan dan seperti biasa Chanyeol menutup latihan dengan kata-kata bijaknya.

“Oh ya aku belum memberitahu kalian. Jadi, band sekolah kita dikirimkan ke Busan sebagai openingnya Music Festival disana bulan depan. Jadi, aku harap mulai lusa dan seterusnya latihan kita ditambah setengah jam tidak apa-apa kan?” Chanyeol menatap semua anggotanya dan mereka mengangguk secara serempak. Mereka juga tidak bisa menolak karena ini acara sekolah mereka yang jika mereka tampil secara bagus, nama sekolah mereka pasti jadi tinggi begitu pun dengan mereka.

Chanyeol menyudahi latihannya dan para anggota pun segera pulang kerumahnya masing-masing begitu juga dengan Irene, Kris dan Sehun.

Mereka tidak ada yang menegurku bahkan melirikku sepertinya pun tidak. Padahal aku sudah mulai melupakan masalah yang kemarin tapi mereka tetap saja mengacuhkanku. Dan diantara mereka tidak ada yang mengajakku pulang bersama bahkan Kris yang searah denganku saja tidak ada niatan mengajakku pulang bersama sepertinya, batin Irene dalam hati sambil berjalan dengan lemas. Tidak sekali-dua kali ia menyenggol atau menabrak orang didepannya lantaran tidak fokus berjalan.

Akhirnya Irene pun sampai dirumahnya yang disapa oleh Oppanya.

Annyeong adikku tercinta.” Suho Oppa menyapa Irene.

“Hmmm…” Irene hanya member senyuman datarnya. “Ada apa denganmu?” Suho Oppa menghampiri Irene.

Aniya sanalah Oppa, aku sedang ingin sendiri.” Irene mendorong punggung Suho dengan ogah-ogahan.

“Aih paling tidak jauh-jauh dari Kai, cinta pertamamu.” Suho pun tertawa lalu lari dari Irene sebelum tangan Irene menjitak kepala Oppanya itu. Irene hanya melototi Suho dari kejauhan, ia segera naik kekamarnya dengan lemas.

Dddrrrttt dddrrrttt

KAI

 

Irene-ya! Bagaimana tadi latihanmu? Apakah mereka menganggumu?

 

Irene membaca pesan dari Kai, “Mereka? Mereka siapa? Sehun dan Kris maksudnya?” Irene hanya bisa bergumam sendiri.

Maksudmu Sehun dan Kris? Ah mereka tidak mengangguku kok, bahkan menegurku saja tidak.

Irene menekan tombol send pada handphone lalu meletakkannya lagi ditempat semula.

OoO

Irene segera merapihkan buku-bukunya yang tebal dan memasukannya kedalam tas. Karena bel pulang sudah berbunyi, Irene pun segera keluar kelas.

“Irene-ya!” Irene menoleh kearah sumber suara tersebut, dan ternyata suara itu adalah suara dari Sehun dan Kris. Irene hanya memasang tampang—ada apa?

“Hari ini pulang denganku ya?” Sehun menatap Irene dengan penuh semangat.

“Tidak Sehun, hari ini Irene akan pulang denganku, ya kan?” Kris langsung memasang tatapan tidak suka pada Sehun.

“Hey apa kau tidak dengar bahwa tadi aku yang sudah mengajaknya duluan? Bisa tidak sih kau tidak menganggu waktuku dengan Irene? Pergi sana.” Sehun mendorong dada Kris dengan kesal.

Aniyaaa!!! Dia hari ini harus pulang bersamaku karena dari kemarin aku sudah memikirkan itu dan aku harus pulang bersamanya hari ini juga!”

“Kau kan hanya memikirkannya namun tidak segera mengatakannya kan?” Sehun mulai menaikkan suaranya menjadi lebih keras. Irene hanya bisa diam sambil menatap perkelahian kedua mereka yang ia harap mereka tidak akan melakukan kekerasan lagi.

“Tetap saja aku harus pulang dengannya!” Kris tetap bersikeras dengan pilihannya.

“Siapa cepat dia dapat Kris-ssi!” Sehun segera meraih tangan kiri Irene kedalam genggamannya dengan cepat. Kris yang tidak mau kalah pun segera meraih tangan kanan Irene dan berusaha sekeras mungkin menariknya dari Sehun. “Aw.” Irene merintih pelan saat mereka menarik kedua lengannya.

“Hey! Lihat kau menyakiti lengannya! Cepat lepaskan!” Sehun menarik lengan Irene dengan kencang, bukannya lepas namun malah menambah merah ditangan Irene.

“Tidak! Kau saja yang lepaskan!” Kris menarik lengan Irene tidak kalah kencang. Mereka berdua sama-sama menarik lengan Irene bahkan hingga Irene merintih kesakitan mereka tidak peduli. Yang mereka pedulikan hanyalah ego mereka masing-masing. “Sehun, Kris, lepaskan.” Irene berkata dengan pelan, “Suruh dia saja yang lepaskan.” Sehun dan Kris berkata secara bersamaan yang membuat Irene semakin pusing.

“Kris! Sehun! Lepaskan dia!” Kai segera muncul dari kelas dan berlari kearah Irene yang sedang ditarik-tarik oleh dua namja. Kai segera mengambil lengan Irene dan membuat Sehun dan Kris terpaksa melepaskannya.

“Apa kalian tidak sadar bahwa tindakan kalian menyakiti Irene? Kalian bilang bahwa kalian mencintai Irene tapi kalian malah menyakitinya? Dimana letak cinta kalian hah?! Kalian terlalu egois. Ayo Irene kita pulang. Dan jangan berhubungan dengan mereka lagi jika mereka cuma mau menyakitimu.” Kai berusaha mengatur nafasnya, bagaimana pun juga Irene adalah temannya dan bahkan sekarang ia mulai mencintainya. Bagaimana bisa kita melihat orang yang kita cintai disakiti oleh orang lain?

Irene berjalan disamping Kai, ingin sekali ia membuka percakapan namun ia begitu takut jika Kai masih belum mau bicara dengannya karena masalah tadi.

“Bicaralah Irene-ya.” Irene langsung menatap Kai dengan tatapan—bagaimana ia bisa tahu bahwa aku ingin berbicara?

Mianhae. Maafkan Sehun dan Kris atas perilaku mereka tadi. Mungkin mereka memang sedang emosi jadi seperti itu.” Kai hanya menghela nafasnya. Sudah jelas-jelas mereka menyakiti Irene dan dia masih saja membela mereka, segitu cintakan Irene pada mereka?

“Lihat tanganmu sudah merah semua dan kau masih saja membela mereka. Aku memang bukan siapa-siapamu, namun aku harap kau tidak usah berhubungan dengan mereka lagi. Apa lukamu belum cukup sakit?” Irene merenungkan kata-kata Kai yang memang ada benarnya, namun Irene masih belum bisa meninggalkan mereka.

“Baiklah aku akan berusaha tidak dekat-dekat dengannya.” Terima kasih Irene-ya, kali ini kau mau mendengarkan perkataanku batin Kai dalam hati. Ia hanya bisa tersenyum dengan simpul.

OoO

IRENE POV

65 missed call

106 message

 

Apa mereka sudah gila? Mereka menghubungiku sebanyak ini semalam? Apa mereka belum puas juga atas marahnya Kai? Dasar bocah keras kepala. Aku hanya bisa memandangi layar handphoneku, banyak sekali missedcall dan pesan dari Sehun dan Kris yang isinya tidak jauh-jauh dari kata minta maaf.

Baru saja aku bisa melupakan perkelahian mereka yang pertama, dan sekarang sudah ditambah dengan masalah lagi. Apa aku harus menuruti perkataan Kai untuk menjauhi mereka?

Maaf semalam aku sudah tidur.

Aku mengirimkan pesan singkat pada mereka berdua. Belum sampai lima menit mereka sudah membalasnya. Sungguh gila.

SEHUN

 

Irene-ya aku sungguh minta maaf padamu. Aku tadi sangat kehilangan kendali. Mianhaeyo.

 

KRIS

 

Irene-ya, apa kau marah padaku? Maafkan aku kumohon. Aku tadi sungguh tidak sengaja.

 

Semuanya sama saja. Sama-sama minta maaf padaku lalu kumaafkan dan lalu membuat kesalahan lagi. Begitu saja terus. Mereka bilang bahwa tadi tidak sengaja? Hey! Tanganku sudah sangat merah seperti ini dan mereka malah bilang tidak sengaja. Huh.

Ne, aku tidak apa-apa.

 

Aku benci harus pura-pura baik didepan mereka. Namun aku tidak bisa berpura-pura depan Kai, kenapa ya? Rasanya seperti ada yang mengganjal jika aku tidak berkata jujur pada Kai. Rasanya seperti aku sudah sangat mempercayainya sedangkan pada Sehun dan Kris aku belum bisa jujur didepannya.

Sehun dan Kris.

Mereka berdua sama saja. Selalu membuat ulah lalu meminta maaf padaku dan diulanginya lagi. Gitu saja terus. Tanganku sudah memerah seperti ini dan mereka berkata bahwa tadi suatu ketidaksengajaan? Sungguh tidak masuk akal.

Aku merebahkan badanku. Kuhilangkan semua penatku, dan kucoba melupakan masalah tadi secara perlahan-lahan.

OoO

Irene menelungkupkan kepalanya ke mejanya yang sungguh berantakan. Ulangan Matematika baru saja dilaksanakan dan ia merasa kelelahan karena belajar semalaman.

“Kau baik-baik saja?” Kai menggoyang-goyangkan pundak Irene, terpaksa ia pun mengangkat kepalanya yang berat.

“Aku sangat kelelahan, semalam aku belajar hingga larut.” Irene menatap Kai dengan sayu lalu menguap seketika.

“Hahaha lihatlah kantung matamu seperti panda. Kau ingin ikut denganku ke kantin?” Kai mencoba membantu Irene merapihkan rambutnya yang acak-acakan. Irene hanya menggelengkan kepalanya saja, ia tidak lapar maupun haus. Ia hanya ngantuk.

“Baiklah aku kekantin dulu ya.” Irene mengangguk dan membiarkan Kai pergi meninggalkannya. Irene ingin mencoba tidur sebentar namun suara bising dikelasnya sangat mengganggunya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk tidur dan berencana keluar.

“Ah aku harus kemana.” Irene hanya bisa berjalan uring-uringan dan tanpa ia sadari ia sudah berada didepan ruang musik sekarang.

“Jadi ingat beberapa bulan yang lalu, saat pertama kali aku masuk sini aku bertemu Kris. Namun sekarang hubungan kami malah tidak baik.” Irene memegang kenop pintu ruangan tersebut dan membukanya.

“Irene?” Irene menolehkan kepalanya kearah kanan dan mendapati Kris sedang memainkan gitar. Irene hanya bisa memberikan senyum kecutnya dan berbalik badan ingin keluar.

“Jangan keluar, tetaplah disini. Temani aku, sebentar saja. Aku tau kau masih marah padaku. Aku tau kau masih sulit menerimaku kembali. Namun aku mohon disini sebentar denganku. Tidakkah kau rindu padaku?” Irene membalikkan badannya. Mereka saling berpandang-pandangan dalam keheningan. Hingga tanpa Kris sadari ia menghampiri Irene dan memeluknya. Irene pun membalas pelukannya Kris. Tidak disangka ia juga sangat rindu dengan Kris.

Saranghae Irene-ya. Jadilah kekasihku.”

Irene segera melepaskan pelukannya dan mendorong dada Kris.

To be continued…

 

tissakkamjong’s note: Whoaaa akhirnya chap ini keluar juga. Maaf ya lama, karena semingguan kemarin author gak megang laptop jadi nggak bisa lanjut chap nya. Big thanks to Aerri Blue buat posternya, and Alfath11 buat FMVnya. Gimana? Keren kan?

 

Jangan lupa like+comment yaaa! Maaf author lama bgt updatenya, semoga kalian gak lupa sama ceritanya. Kalau lupa bisa scroll lagi ke paling atas disitu udah author cantumin link chapter-chapter sebelumnya. Gomawo! *bow*

23 tanggapan untuk “TRIANGLE (Chapter 4) [+new poster&FMV]”

    1. Haiiii^^ maafyaaa buat kamu menunggu. Skrg utk ngepost ff pake jadwal dan aku kebagian hari kamis&sabtu. InsyaAllah aku post kamis yaaa soalnya skrg masih minggu2 uts maaf bikin kalian nunggu^^

  1. Pasti bingung banget sama pilihan antara kris sama sehun….huhhh…kai diem” suka nih, tapi knp gk bilang kalo dia suka sm irene. Aahhhh…..makin greget sendiri bacanya. FMV nya juga keren kak..tapi ko kayaknya lebih dominan sehunnya…tapi semua ttp keren kak. Di tunggu mext chapternya, jgn kelamaan updatenya

  2. Keren thorr! Gatau kenapa pengen endingnya irene ma kai aja wkwkwkw padahal biasanya agak males baca ff yg castnya kai wkwkwkwk! Keep writing thor, ditunggu next chapnyaa. Jangan lamalama ya thor hihi^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s