[EXOFFI FREELANCE] He Only My Love (Oneshoot)

ceye

He, Only My Love.

Author: Meidina Kim/Kim Ryeo Soo

Cast: Jung Ah Reum

Park Chanyeol

Length: Oneshoot

Genre: Hurt,Sad,Angst,School-life

Rating: PG15

Disclaimer: Murni buatan Ryeoni,jadi jangan dianggap nyuri fanfic orang. Jika ada kesamaan cast atau sejabanya,itu hal yang tidak disengaja.

Meidina’s Note: Kalau endingnya gantung bilang ya,dan juga butuh comment dari para readers untuk fanfic ini dan butuh sequel atau engga.

–I Hate Silent Readers!!–

Meidina Kim Storyline 2015 © All Right Reserved

 

-* He,My Only Love. -*

 

Ah Reum’s Pov

 

Mungkin kejadian saat aku dengannya bertemu adalah kejadian seperti di khayalan atau didalam drama. Bertubrukan dengannya di koridor sekolah dan buku yang terjatuh,dan mata yang saling menatap. Aku tidak percaya akan terjadi kejadian seperti didalam dongeng. Tapi itu hal yang tidak disengaja. Bertemu dengannya,adalah hal yang membuat hidupku berubah. Aku jadi mempunyai teman dekat.

Park Chanyeol,siswa yang ternyata seangkatan denganku ini memiliki postur tubuh yang jangkung,wajah yang sempurna,dan senyumannya yang menawan. Tingginya bahkan hampir melebihi dua ratus sentimeter atau dua meter. Sedangkan aku lebih pendek sebahu darinya.

Setelah kejadian itu,kita selalu bertemu,bertegur sapa,dan lain lain. Aku dengannya menjadi sahabat setelahnya. Dia yang mengajakku. “Mau menjadi sahabat?” Tawarnya saat itu. Entah saat itu mengapa aku mengangguk dan tersenyum senang. Dan disaat itulah tidak ada waktu yang tak kami lewati bersama. Setiap hari,kita selalu bersama. Walaupun berbeda kelas,tapi kami selalu berangkat bersama,istirahat bersama,dan pulang bersama. Walaupun jarak rumahku dengannya cukup jauh,tapi ia bersikukuh ingin menjemput dan mengantarku dengan motor ninjanya.

Sudah satu tahun aku bersama dengannya. Oh iya,aku hampir lupa. Kami duduk dibangku menengah atas,bersekolah di Seoul Of Performing Art School. Kami sudah duduk ditingkat tiga. Sebentar lagi kami akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Di Universitas.

Hari ini adalah dimana hari kami terakhir bersekolah. Dua hari lagi,kita akan mengadakan Pesta untuk Perpisahan angkatan kami.

Aku dengannya sedang berada di tepian sungai Han,melihat indahnya langit sore karena matahari terbenam. Aku dengannya terduduk di tepian sungai Han.

Kami berbincang-bincang sedikit,sampai akhirnya aku sangat terkejut dengan perkataannya yang akan ia ucapkan.

 

“Dua hari lagi,setelah kita akan menghadiri acara Prome Night,aku akan langsung pergi ke Australia. Selama dua tahun aku menempuh pendidikan disana. Teman ayahku memberikan aku beasiswa.”

 

Sungguh,perkataannya ingin membuatku membawanya untuk tidak pergi dan memilih untuk kabur. Tapi itu hal yang mustahil. Aku hanya terdiam setelah ia mengucapkan perkataan tersebut. Australia,itu sangat jauh. Jarak Australia-Korea tidak dekat,harus memakai kendaraan udara yaitu pesawat,dan harus melewati beberapa negara seperti Jepang,Filiphina,dan Indonesia. Dan mengapa teman ayahnya harus memberi beasiswa di Negeri Kangguru tersebut? Padahal Universitas di Korea juga sudah bagus.

 

“Dua tahun memang lama,Ah Reum-ah. Jadi kau jangan melupakan aku ya. Kau harus merindukanku.”

 

Tentu saja aku akan sangat merindukanmu, bodoh. Dua tahun,melewati tujuh ratus tiga puluh hari,104 minggu,satu juta lima puluh satu ribu dua ratus menit,dan enam puluh tiga juta tujuh puluh dua ribu detik. Aku pasti tidak akan kuat merindukannya.

 

“Hey,mengapa kau menambahkan kata ‘harus’? Seperti kau memaksaku.” Cibirku sebal padahal aku sedih.

 

“Jika aku tidak menambahkannya kau tidak akan merindukanku.”

Balasnya. Walaupun kau tak mengatakannya aku akan tetap merindukanmu..

 

“Baiklah. Aku akan merindukan sahabatku ini,Park Chanyeol. Arra?” Ucapku terselip tidak rela saat aku mengatakan sahabat padanya. Tapi itulah kenyataannya.

 

Lalu ia pun mengangguk dan tersenyum lebar. Kami saling tersenyum. Selama lima ratus dua lima enam ratus menit yang aku lewati bersamanya,senyuman lebarnya itu selalu membuat hatiku bergerumuh. Ada Getaran hebat dihatiku yang belun sama sekali aku rasakan sebelum bertemu Park Chanyeol.

Cinta,ya. Aku mencintainya. Sahabatku sendiri. Aku tidak yakin dengan perasaanku sendiri,karena aku tahu jika Chanyeol tidak menyukaiku,bahkan mencintaiku. Penampilanku sangat sederhana,tidak mewah seperti kalangan yeoja pada umumnya yang selalu berkesan mewah. Aku selalu dibaluti oleh apapun yang sederhana. Aku tidak suka berlebih-lebihan walaupun keluargalu dibilang mempunyai ekonomi keluarga yang tinggi.

 

“Aku akan benar-benar merindukanmu,Jung Ah Reum.” Ucapnya sambil menatap manik mataku lekat. Aku tidak tahu mengapa ia menatapku seperti ini. Aku tidak bisa membaca isi matanya. Aku terlalu sedih untuk memikirkannya. Aku terlalu sakit Chanyeol menganggapku hanya sebatas sahabat. Tapi itu lebih baik daripada aku tidak pernah mengenalnya. Aku tidak akan mengerti arti hidup yang sebenarnya.

Pandangan kami masih belum terlepas. Aku tidak mau melepaskannya. Dan Chanyeol pun begitu. Tapi aku segera sadar,dan memutuskan eyecontact kami walaupun tidak rela.

 

“Ayo,kita pulang. Matahari sudah terbenam. Kau juga harus mempersiapkan diri untuk keperluanmu di Australia.” Ujarku. Ia hanya mengangguk menyetujui. Lalu kamipun pulang kerumah masing-masing. Saat aku sudah turun dan motornya,ia mengatakan sesuatu.

 

“Dua hari lagi aku akan menjemputmu memakai mobil appa. Jam tujuh malam. Sebagai yang terakhir kalinya.” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. Ia pernah bilang aku harus mau jika ia menjemput atau mengantarku.

 

“Eoh. Sampai bertemu dua hari lagi jam tujuh malam.” Ucapku memberanikan diri dengan menepuk bahunya.

 

“Baiklah. Aku pulang dulu.” Ucapnya sambil menyalakan mesin motornya.

 

“Ne. Hati-hati di jalan..”

 

Setelah ia benar-benar pergi akupun bergegas berlari masuk kerumahku dan kekamarku. Tidak peduli seruan orangtua yang menanyakan darimana. Aku langsung menangis histeris didalamnya. Bagaimana kau rela jika orang yang kau cintai meninggalkanmu selama dua tahun? Tidak akan ada yang rela. Termasuk aku.

Aku bodoh. Mengapa aku tidak bisa mengutarakannya. Perasaan yang aku pendam ini selama satu tahun,mungkin akan lebih aku kubur karena orang yang aku cintai akan jauh dariku.

 

-* Meidina Kim Storyline 2015 © -*

 

Dua hari kemudian aku dengannya menghadiri acara prome night dan selesai pada pukul sebelas malam. Esoknya ia berangkat pagi-pagi. Ia mengatakan jika aku harus pergi mengantarnya ke Bandara. Akupun pergi kesana karena aku ingin melihat sosoknya untuk yang terakhir kalinya. Dua tahun lagi aku akan bertemu dengannya.

 

Ia pun sudah akan take off. Dan ia sudah berpamitan pada kedua orang tuanya.

 

“Jangan lupakan aku,Jung Ah Reum. Kau harus merindukanku.” Ucapnya pelan. Aku mengangguk sambil menahan air mataku.

 

“Hm. Aku akan selalu mengingatmu. Jika kita kebetulan sedang online di SNS,maka kita harus video call. Ne?”

 

“Itu harus. Agar orang yang.. maksudku aku tahu sahabatku bagaimana kondisinya.”

 

“Oke. Pergilah..” ucapku tersenyum walaupun itu paksaan padanya. Ia mulai menjauh dan melambaikan tangannya padaku.

 

“Hm. Sampai bertemu dua tahun lagi Jung Ah Reum!” Serunya sambil menggusur kopernya dan berjalan. Ia menolehkan wajahnya ke belakang untuk melihatku. Ia juga melambaikan tangannya.

 

“N..ne! Sam..sampai berjumpa dua tahun lagi! Park Chanyeol!” Seruku sambil melambaikan tangan padanya. Ia tersenyum dan menolehkan wajahnya kedepan.

 

“Sa..Saranghae..” ucapku dengan  tidak sadar. Lalu dua sekon kemudian air mataku mengalir sangat banyak. Aku tersenyum melihat punggungnya yang sudah menjauh.

Dua tahun lagi,percayalah Park Chanyeol,aku,Jung Ah Reum. Akan mengutarakan perasaanku yang sebenarnya. Walaupun kau tak tahu,aku akan selalu mencintaimu.

 

—KKEUT—

 

Nah inilah hasil fanfic yang aku buat ^^ maaf kalo ada typo atau sejabanya,dan jangan lupa comment kalian ne^^

Kamsahamnida ^^

Meidina Kim Storyline © 2015 All Right Reserved.

23 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] He Only My Love (Oneshoot)”

  1. amsyooonggg baper dah ekye yeollie aahhh duuhh nak cepet balik lamar aku (?) eh cewe kamu hahahha. sequel dong thor 😋😋

  2. Butuh sequelnyaaa nihhh ㅠ.ㅠ
    Mau tau kelanjutan kisah mereka berduaa ㅠㅡㅠ
    Authorr keep writing yaa
    ditunggu sequelnyaa ❤❤

    1. aduh banyak yang baper ya haha >_< gantung karena perasaan aku lagi digantungin sama sidia *eh 😀
      soal sequel ,kalo banyak yang request nanti dikasih deh 😀
      kamsahamnida udah comment dan udah suka 😀

  3. Udah? Gitu doang? Ya ampun thor, gantung banget tau!! Bisa gak buat lanjutannya lagi #abaikansajapermintaanini! Tapi keren kok ff nya
    Fighting and Keep Writing!!✌

  4. Nyesek banget ya ahreum ditinggal 2 tahun oleh chanyeol ke australia. Pastinya ia bakalan down dan sedih biasamya menghabiskan waktu bersama ini tak lagi.
    Serius ceritanya sedih banget ya jadi ah reum. Dan gak tau bagaimana perasaan chanyeol padanya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s