IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #5 — IRISH’s story

irish-irresistible-love

Author : IRISH

Tittle : Irresistible Love

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun, OC’s Song Heekyung

Supported : EXO’s Park Chanyeol, OCs

Genre : Fantasy, Romance

Rate : T; PG-17

Disclaimer    : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real life, and OCs belong to their fake appearance.

“..Aku mencintaimu, bahkan jika kau seorang monster..”—Heekyung

Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Mungkin suatu hari kita bisa hidup bersama.”

Tanpa bisa membohongi dirinya, ucapan Heekyung terus terngiang dipendengaran Baekhyun. Membuat namja itu sering terdiam tiba-tiba dan tersenyum tanpa sadar karena mengingat ucapan-ucapan polos dari mulut yeoja itu.

“Baekhyun,”

“Ya Hyung?”

“Dua minggu lagi bayimu akan lahir.”, ucap Suho membuat Baekhyun terdiam.

“Kau dengar aku Baekhyun?”

“Ya, aku mendengarmu hyung.”

“Bayi itu baik-baik saja bukan?”, tanya Suho disahuti dengan anggukan pelan oleh Baekhyun.

“Dia baik-baik saja,”

Baekhyun kemudian berdiri dari singgasananya, membuat Suho menatap namja itu dengan alis berkerut.

“Apa sesuatu yang buruk terjadi?”

“Tidak ada.”, sahut Baekhyun sambil melangkah meninggalkan Suho

Namja itu menghilang dalam hitungan detik dan muncul di pintu sebuah kamar. Dimana Ia sekarang melihat seorang yeoja berdiri membelakanginya, menghadap sebuah cermin besar dan tampak tengah memasang kain panjang memutari perutnya.

Yeoja itu menggumamkan nyanyian pelan sambil memperhatikan perutnya yang sudah membesar, sementara sekarang tangannya mulai kesulitan memasang kain itu.

Dengan cepat Baekhyun melangkah mendekati yeoja itu, meraih kain ditangannya dan membantu yeoja itu.

“Oh, kau disini?”, ucap yeoja itu, sudah sangat terbiasa saat Baekhyun muncul dimana saja semau namja itu.

“Apa perutmu tidak sakit karena diikat seperti ini?”, ucap Baekhyun sambil melingkarkan kain itu diperut Heekyung.

“Tidak juga, hanya saja beberapa kali aku merasa sesak. Tapi tidak apa-apa. Aku takut perutku akan kentara saat memakai seragam.”, ucap Heekyung

“Apa dia baik-baik saja?”, tanya Baekhyun

“Siapa? Baekhee?”

“Baekhee?”, Baekhyun menyernyit mendengar Heekyung mengucapkan nama itu untuk pertama kalinya.

“Maukah kau memberinya nama Baekhee setelah Ia lahir? Nama Baekhee terdengar sangat cantik.”, ucap Heekyung sambil tersenyum menatap namja itu.

“Apa kau menggabungkan nama kita?”, tanya Baekhyun

Heekyung mengangguk-angguk cepat.

“Kau kemarin bilang Ia anak kita. Apa aku tidak boleh memberinya nama? Aku tau dia tidak akan ingat apapun tentangku, tapi aku ingin merasa melihatnya jika aku bertemu seorang anak yang bernama Baekhee.”, ucap Heekyung.

Baekhyun menatap yeoja itu, lama, penuh arti, sebelum Ia akhirnya tersenyum.

“Baiklah, Ia akan kuberi nama Baekhee setelah Ia lahir. Tapi.. Baekhee terdengar seperti nama yeoja.”

“Apa kau ingin seorang anak laki-laki?”, tanya Heekyung

“Kau berharap Ia perempuan?”, ucap Baekhyun

“Ya. Jika Ia perempuan Ia pasti sangat cantik.”, ucap Heekyung

“Lalu memangnya kenapa kalau Ia laki-laki?”

“Aku tidak mau Ia harus jadi sepertimu setelah Ia dewasa. Bukankah Succubus tidak punya hal-hal aneh seperti yang Incubus lakukan?”, ucap Heekyung

Baekhyun kemudian mengangguk-angguk pelan.

“Aku sedang tak ingin berdebat denganmu karena dua minggu lagi bayi ini akan lahir dan aku tak mau membuatmu kesal.”

“O-Oh, dua minggu lagi? Cepat sekali..”, ucap Heekyung pelan.

Baekhyun memasang kait kain yang digunakan Heekyung, dan menutup kancing seragam yeoja itu.

“Saat Ia besar, aku akan membawanya menemuimu, supaya Ia tetap ingat pada Eomma nya.”

“Benarkah?”, ucap Heekyung tak percaya

Baekhyun tersenyum, dan tanpa sadar mengusap pipi yeoja itu lembut.

“Aku akan merawatnya dengan baik, jadi kau tak akan kecewa saat melihatnya besar nanti. Dan aku juga tidak akan membuatnya menganggapmu tak ada.”

“Apa aku bisa mempercayaimu?”, tanya Heekyung

“Apa aku pernah berbohong padamu?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Ryung-ah!”

Heekyung berjalan cepat menyusul Inryung yang sekarang berdiri diujung jalan dan menatapnya dengan senyuman lebar.

“Heekyung-ah, jarang sekali kau tidak berangkat lebih pagi.”, ucap Inryung saat Heekyung sampai disampingnya.

“Aku piket hari ini.”, jawab Heekyung sambil tersenyum lebar

Yeoja itu mengulurkan tasnya pada Inryung, sementara tangannya sibuk memasang jas sekolahnya.

“Ei.. Apa kau sudah sarapan? Perutmu biasanya tidak—”, Heekyung tersentak saat tiba-tiba saja Inryung menepuk perut Heekyung dengan cukup keras.

Hal itu membuat Heekyung segera mendorong sahabatnya itu, sementara Inryung terdiam saat merasa ada yang aneh pada sikap Heekyung.

“Heekyung-ah.. Kenapa dengan perutmu?”, tanya Inryung, dengan penasaran Inryung berusaha memegang perut Heekyung lagi, tapi lengan Heekyung langsung menahan yeoja itu.

“Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?”, ucap Heekyung sambil mengancingkan jas sekolahnya

Tapi tatapan Inryung masih mengikutinya dengan curiga.

“Ada yang aneh dengan perutmu. Apa sesuatu terjadi?”, tanya Inryung

Heekyung awalnya terkesiap. Tapi dengan cepat Ia tertawa pelan, dan menggeleng.

“Aish, apa kau meledek perutku besar sekarang karena aku terus makan huh?”, ucap Heekyung

Setelah mengamati ekspresi sahabatnya itu, Inryung akhirnya tertawa pelan.

“Ya, kurasa perutmu bertambah besar karena kau selalu makan banyak saat disekolah sekarang, dietlah! Tidak ada namja yang mau berkencan dengan yeoja gemuk.”, ledek Inryung

Melihat keadaan yang mulai mencair, Heekyung akhirnya dengan mudah bisa mengalihkan perhatian Inryung dari pembicaraan mereka sebelumnya.

Diam-diam, yeoja itu menyernyit saat merasakan nyeri diperutnya.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau baik-baik saja?”

Heekyung mendongak saat mendengar Inryung bicara.

“Memangnya aku kenapa?”, tanyanya

“Sedari tadi kau seperti menahan sakit.”, ucap Inryung khawatir

“Ah.. Aku baik-baik saja Ryung-ah.”

Heekyung memejamkan matanya, menyernyit saat merasakan sakit luar biasa diperutnya saat bayi didalam perutnya bergerak.

“Baekhee-ah.. Kenapa denganmu..”, yeoja itu berbisik pelan, berharap bayi itu bisa mendengarnya dan mengerti jika yeoja itu sekarang tengah kesakitan.

Tapi sampai bel panjang tanda berakhirnya pelajaran pagi mereka berbunyi, Heekyung terpaksa harus terus menahan sakit diperutnya. Baekhyun juga tidak muncul disekolah dan membuat yeoja itu semakin panik.

Tepat setelah guru mereka keluar, Heekyung segera melangkah dari kursinya, membuat Inryung terkejut.

“Oh, kau akan kemana?”

“Ke kamar mandi,”, sahut Heekyung sambil berjalan cepat meninggalkan kelasnya dan berusaha untuk tidak berlari panik kekamar mandi.

Yeoja itu dengan segera memeriksa semua bilik dikamar mandi, memastikan jika tidak ada seorangpun disana, sebelum Ia masuk ke salah satu bilik dan mengatur nafasnya.

Dengan hati-hati Heekyung membuka jas sekolahnya, dan membuka kancing bajunya. Yeoja itu menahan nafasnya saat kembali merasakan nyeri luar biasa diperutnya.

Heekyung membuka simpul kecil kain pengikat perutnya selama beberapa minggu ini, dan menggulungnya rapi sampai bagian bawah perutnya terlihat. Yeoja itu terkesiap saat melihat perutnya memar.

Dalam kepanikannya Heekyung dengan cepat melepaskan kain itu dan nafas yeoja itu tercekat saat melihat seluruh perutnya benar-benar memar.

“B-Baekhee-ah..”

Yeoja itu menutup mulutnya, menahan isakan tangis yang ingin keluar dari mulutnya karena ketakutan.

Ia menyentuh perutnya, dan tersentak saat rasa nyeri itu terasa semakin menusuk. Yeoja itu menyandarkan tubuhnya, dan tanpa sadar gemetar ketakutan dan bahkan tak berani menyentuh perutnya.

Yeoja itu semakin gemetar saat melihat buku-buku jarinya memutih, dan melihat kulitnya memucat. Perut yeoja itu juga mulai bertambah besar, membuat Heekyung semakin menahan kesakitannya.

“Baekhyun.. Baekhyun..”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Bagaimana bisa anakmu tumbuh secepat ini huh?”

Chanyeol tergelak mendengar ucapan Baekhyun yang sekarang memperhatikan dua orang anak laki-laki yang dipangku Chanyeol.

“Mereka benar-benar tumbuh dengan cepat bukan?”, ucap Chanyeol

“Oh, ngomong-ngomong, tidakkah mereka sangat mirip dengan—”

“Jangan membicarakannya.”

“Mwo?”

“Yeoja itu, jangan bicarakan mereka.”

Baekhyun terdiam, dan menatap dua orang anak itu bergantian.

“Kau juga tidak bisa berbohong bukan, mereka sangat mirip.”

“Baekhyun.”, sergah Chanyeol saat mendengar ucapan namja itu.

“Apa yang salah?”

Chanyeol menatap dua orang anak itu, dan tersenyum.

“Kalian pergilah bermain dulu.”

Segera setelah dua anak itu pergi, Chanyeol berdiri dan menyipitkan matanya penuh kecurigaan pada Baekhyun.

“Mereka sama sekali tidak tau dan tidak punya ingatan apapun tentang manusia yang jadi Eomma mereka. Jangan bicarakan tentang mereka, aku tidak mau anak-anakku tau jika mereka terlahir dari seorang manusia.”

“Lalu bagaimana dengan kita?”

“Apa?”

“Bukankah kita juga terlahir karena manusia?”

“Baekhyun!”

Baekhyun mengalihkan pandangannya, menatap beberapa orang anak yang sekarang tampak berlarian dihalaman luas istana megah mereka.

“Kita semua bahkan tak ingat tentang orang tua kita sama sekali. Apa kau tidak pernah memikirkan perasaan manusia yang mengandungmu selama dua bulan?”

“Apa yang sekarang kau bicarakan?”

“Bagaimana jika mereka dulunya sangat ingin melihatmu?”

Chanyeol tertawa pelan.

“Tak ada manusia yang menginginkan bayi Incubus tumbuh dalam tubuh mereka Baekhyun.”

“Ada.”

“Siapa? Song Heekyung? Yeoja manusia yang kau sukai itu?”

“Aku tidak menyukainya.”

“Kau menyukainya. Hanya karena Ia bersikap seolah Ia menyukai keberadaan bayimu didalam tubuhnya bukan?”

“Jangan bicara apapun tentangnya. Kau tidak tau apa-apa.”

“Kau bahkan tak tau saat Ia mungkin berusaha membunuh bayi itu.”

“Dia sudah punya kesempatan itu dan tak pernah melakukannya.”

“Benarkah? Bagaimana jika Ia melakukannya tepat disaat bayi itu siap untuk terlahir? Bagaimana jika Ia membunuhnya?”

“Ia tak akan melakukannya.”

Chanyeol tertawa pelan mendengar ucapan dingin Baekhyun.

“Kau tak bisa mempercayai manusia begitu saja. Sebaik apapun sikap mereka, tak ada satupun dari mereka yang ingin seorang monster terlahir dari tubuh mereka.”

Baekhyun baru saja akan membuka mulutnya dan membantah saat namja itu tiba-tiba saja merasakan sesak ditubuhnya.

“Heekyung.”

Tepat setelah berucap, namja itu menghilang dalam hitungan detik dan muncul di depan kamar mandi yeoja.

“Baekhyun..”, namja itu menyernyit saat mendengar isakan pelan dari dalam kamar mandi.

Dengan cepat Ia masuk ke dalam kamar mandi, dan mengunci pintu utama kamar mandi.

“Song Heekyung.”, panggilnya

“Baekhyun-ah!”

Namja itu melangkah ke depan satu-satunya pintu kamar mandi yang tertutup, dan berusaha membukanya, tapi terkunci.

“Ada apa denganmu? Cepat buka pintunya!”

“Tidak.. Jangan.. Tidak..”

“M-Mwo?”

“Jangan melihatnya.. Kau akan marah padaku..”

“Apa yang kau bicarakan huh?”

“Maafkan aku.. Maafkan aku..”

“Song Heekyung!”

“Aku melukainya.. Aku pasti melukainya.. Aku melukai Baekhee..”

Tanpa pikir panjang Baekhyun menarik kasar grendel pintu kamar mandi, membuat pintu itu terbuka.

“Apa yang terja—”, ucapan Baekhyun terhenti saat melihat Heekyung meringkuk ketakutan dengan seluruh tubuh pucat.

“Kenapa denganmu?”, namja itu menarik Heekyung untuk berdiri, dan Ia juga terkesiap saat melihat memar diperut Heekyung.

“Apa yang kau lakukan padanya!?”, teriakan Baekhyun membuat Heekyung kembali limbung.

Namja itu mengeratkan cekalannya pada Heekyung, perlahan berubah menjadi sosok aslinya dan menambah isak tangis Heekyung dalam cekalannya.

“Apa kau mencoba untuk membunuh anakku?”, ucap Baekhyun dengan nada dingin.

Heekyung menggeleng dan berusaha menghentikan tangisnya.

“Ia tersenggol dengan tidak sengaja.. Aku sungguh tidak mencoba membunuhnya.. Inryung menepuk perutku tadi.. Dan perutku terasa sakit sepanjang pelajaran, kau tidak ada disini dan aku harus menunggu sampai akhir pelajaran untuk melihat keadaannya..

“Apa kau tidak tau bagaimana takutnya aku?”

Baekhyun memejamkan matanya saat mendengar penjelasan panjang dari yeoja itu. Ia kemudian melepaskan cekalannya pada Heekyung dan bergerak menyentuh perut yeoja itu.

Dengan hati-hati, Heekyung memperhatikan ekspresi namja didepannya.

“Karena kau tak pernah membiarkannya terluka atau merasa tidak nyaman sedikitpun.. kurasa dia sangat marah saat Inryung menyenggolnya. Kau pasti pernah mendengar cerita tentang bayi Incubus yang menghisap habis darah Eomma nya bukan?”

“O-Oh?”, Heekyung menatap namja itu bingung

“Dia menghisap darahmu karena kemarahannya. Ikutlah denganku sekarang.”

“K-Kemana?”

Baekhyun menatap yeoja yang sekarang terlihat kacau itu. Ia dengan segera merapikan Heekyung, dan tersenyum pada yeoja itu.

“Maaf karena membuatmu ketakutan, Heekyung-ah.. Aku seharusnya terus ada disisimu, dan menjaga Baekhee juga.”

“Apa sesuatu yang buruk terjadi padanya, Baekhyun-ah?”

Baekhyun menggeleng.

“Bukan padanya, tapi padamu, jadi sekarang ikut dulu denganku, aku akan menjelaskannya nanti. Mengerti?”

Heekyung mengangguk pelan. Yeoja itu baru saja akan melangkahkan kakinya saat Ia kembali limbung. Melihat hal itu, Baekhyun segera menarik yeoja itu ke dalam gendongannya, dan membawanya pergi.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kita ke tempat tinggalmu lagi.”, ucap Heekyung saat menyadari tempat Ia berada sekarang.

“Kau butuh darah, itulah kenapa aku membawamu kemari.”

“D-Darah? Kenapa?”

“Baekhee sudah menghisap banyak darahmu. Dia juga mungkin melukaimu.. Kau harus tetap disini sampai aku yakin keadaanmu baik-baik saja.”

“Inryung akan merasa aneh jika aku menghilang tiba-tiba.”

Baekhyun menatap yeoja itu.

“Karena dia kau terluka.”

“Ah.. Tidak juga.. Dia memang sering memukul perutku seperti tadi.”, terang Heekyung.

“Benarkah?”

“Ya.. Hanya saja tadi.. Kurasa Ia secara tidak sengaja memegang Baekhee juga. Dia bahkan sangat penasaran dengan perutku dan mau memegangnya lagi.”

Baekhyun tertawa pelan.

“Tapi kau pasti mengalihkan perhatiannya.”

“Bagaimana kau bisa tau?”, tanya Heekyung

“Inryung memang selalu begitu bukan?”

Heekyung tersenyum samar dan mengangguk.

“Dulu Inryung yang membuatku tau tentang bangsamu.”

“Kau membicarakannya hari itu, saat kita pertama kali bertemu.”

“Ah, benar juga, hari itu kau menyelamatkanku dari preman-preman itu. Keundae, dihari lain kau bilang mereka diserang oleh—”

“Aku yang melakukannya.”

“Eh?”

“Kau sangat takut pada mereka, jadi aku mengerjai mereka sedikit, dan mereka tidak berani untuk ada dijalan itu lagi. Kau juga sangat takut pada jalanan gelap itu, tapi sekarang jalan itu sudah tidak gelap lagi. Kau tidak tau?”

“Benarkah? Aku tak pernah keluar malam hari jadi aku tidak tau.”

“Bodoh.”

“Kau tidak tau bagaimana takutnya aku karena ucapan Inryung tentang bangsamu?”

“Tapi kau tidak takut padaku.”

“Ah.. Itu dua hal yang berbeda..”

“Apa bedanya?”, Baekhyun menatap yeoja itu

“Tentu saja berbeda.”, tandas Heekyung

“Aku seorang Incubus.”

“Tapi aku hanya melihatmu berubah satu kali.”, Heekyung mengulum senyumnya, membuat Baekhyun tanpa sadar ikut tersenyum.

“Kau terpesona saat melihat Succubus, tapi tidak saat melihat Incubus. Tidakkah kau merasa kau aneh?”

Heekyung mencibir pelan.

“Inryung bilang para Incubus terlihat seperti pangeran, sangat tampan. Tapi kau sama saja seperti namja lainnya. Kalau hari itu kau tidak bilang tentang dirimu, aku tidak akan tau kalau kau seorang Incubus.”

Baekhyun mendengus.

“Lalu bagimu ada namja yang lebih baik daripada aku?”

“Ya. Banyak.”

“Banyak? Apa aku seburuk itu?”

“Karena mereka semua manusia, sedangkan kau tidak.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

181 tanggapan untuk “IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #5 — IRISH’s story”

  1. baekhee jgn mrh ke hyekyung eomma, itu inryung imo kepo & ga sengaja nyenggol kamu. baekhyun jg jgn tinggalin hyekyung dong, wkt awal kan bgs jd suami siaga, skrg udah mo lahiran hrs lbh xtra siaga kamu-ny baek! Ara! si hyeekyung mo di ksh minum drh siapa tuh? suho perhatian bgt, ngitungin dy sjak baekhyun mule tanam benih ^ ^ ga sbr mo pny ponakan dr baek ya suholang?

  2. lucu nama anak nyaa baekhee tapi sempet salah baca malah jdi kebaca beke (?) hahaa maafkan jadi merusak nama ckckckc

  3. huhhft, lega, untung heekyung ga keguguran. sempet takut jg td pas bacanya…..
    baekhee? nama yg imut
    mau lnjt baca lg Thor

  4. “karena mereka manusia sedangkan kau tidak”,,
    Sakit ya baek?? Sini aku peyukk #pukpuk..

    sikap baek itu mirip le’mineral ya,, kayaa ada manis manisnya gitu…

    1. XD ah aku aja gatega buat bikin dia ngelahirin di momen begitu XD kamu malah……… wkwkwkwk XD aduh baek, aku berhasil ngebuat baek jadi ayah XD

  5. apa… apa incubus dan succubus tidak bisa saling mencintai author-nim??
    sebenarnya aku bener2 merasa seperti masuk dalm cerita ini dan entah dr mana dan bagaimana tiba2 saja timbul pertanyaan ini di otak ku

  6. Ehhhh buset kayanya aku cepet bngt baca ff ini deh’-‘ ngebut super pol pol ini kayanya bacanya wkwkwk, itu hyee bentar lagi mau ngelahirin,dia gak bakalan mati kan???kasiannn kalau matiii,baekhyun sukaaa yaaa sama hyee wkwkwk

  7. adddooohhhh nih berdua heekyung sm baeki ngemeng mele itu kasian anaknya duuhhh *lah knp gue jd panik* wkwkwkkw makin suka sm cerita ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s