[EXOFFI FREELANCE] Best Luck (Chapter 5)

PicsArt_1440140052149

BEST LUCK (Chapter 5)

Author : Hida Cronics

Main Cast : Huang Zitao (Z.Tao / Soloist)

Jung Soo Jung (Krystal / f(x))

Support Cast : Song Qian (Victoria / f(x))

Park Chanyeol (Chanyeol / EXO)

Kang Seulgi (Seulgi / Red Velvet)

Genre : Romance, School Life, Sad, Bit Family

Lenght : Chaptered

Rating : General

Recommended Song : Chen (EXO) – Best Luck

Krystal (f(x)) – All of Sudden

Zhoumi & Victoria (f(x)) – Loving You

Disclaimer : Semua Cast milik Allah SWT & keluarganya. Tapi kalo Huang Zitao udah hak paten saya. Hehe #Borgol_Tao Ff ini pernah ku publish digrup facebook.

Author’s Note : Anyeong… Aku balik lagi bawa ff abal-abal. Ini adalah ff ketigaku yang ku publish disini. Don’t be silent reader. Happy reading

“Kehadiranmu memberikanku kekuatan untuk hidup kembali menjadi seseorang yang berguna”

“Teman satu sekolahnya, Tao.” Lanjutku.

“Tao???” Ucap yeoja paruh baya dihadapanku kaget.

“Iya. Huang Zitao.” Jawabku.

“Tapi anakku bernama Song Hyun Shin, bukan Huang Zitao. Kami adalah keturunan Korea murni tanpa ada darah China.” Jelas yeoja paruh baya yang ada dihadapanku.

“Apa?” Ucapku kaget.

Aku segera masuk kedalam ruang jenazah dan membuka selimut putih yang menutupi tubuh seseorang yang kupikir adalah Tao. Dan ternyata memang benar, namja yang meninggal ini bukanlah Tao. Aku merasa sangat malu. Aku segera pergi meninggalkan tempat itu.

“Bagaimana bisa aku menangisi seseorang yang tak kukenal.” Ucapku sambil menghapus kasar air mataku.

Saat aku berlari, aku tak sengaja menabrak seseorang. Ternyata pak Kim.

“Soo Jung.”

“Pak Kim. Maafkan aku.” Ucapku menyesal.

“Tidak apa. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya pak Kim.

“Aku… Aku sedang….”

“Paman….!”

Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, aku mendengar suara seseorang memanggil pak Kim. Aku segera menoleh dan aku melihat Tao tengah berdiri dibelakangku & pak Kim. Reflek, aku berlari menghampirinya dan memeluknya. Tentu saja sambil menangis karena aku masih kaget & panik. Beberapa saat kemudian, aku baru sadar akan tindakanku. Aku segera melepaskan pelukanku dan mengusap kasar air mataku.

“Apakah kau sangat khawatir padaku?” Tanya Tao menggodaku.

“Tentu saja. Kau tahu, tadi aku pikir kau sudah meninggal. Tapi ternyata jenazah yang ku tangisi tadi bukan kau. Kupikir kau terluka parah, dan….”

Aku belum menyelesaikan perkataanku, Tao telah menyentuh bibirku dengan jari telunjuknya.

“Aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir.”

#Morning

@School

(Author)

Soo Jung berjalan menyusuri koridor-koridor menuju kantin bersama Sohee. Tiba-tiba ada beberapa yeoja yang menarik tangannya dan membawanya masuk ke gudang sekolah. Sohee segera berlari mencari bantuan karena Sohee yakin pasti akan terjadi sesuatu pada Soo Jung. Sohee berlari menuju kelas 3-9. Sohee segera masuk kedalam ruang kelas tersebut dan menuju kearah seorang namja yang tengah tidur. Sohee sedikit takut untuk membangunkan namja yang tengah tertidur itu. Namun, dia memberanikan diri.

“Tao… Bangunlah! Soo Jung dalam bahaya.” Ucap Sohee sambil menepuk pipi Tao.

Namun, tidak ada reaksi dari namja yang ada dihadapannya itu. Sohee masih berusaha dan akhirnya ia berhasil.

“Ada apa?” Tanya Tao dengan tatapan tajam.

“Soo Jung… Ada seseorang yang membawa Soo Jung ke gudang sekolah dan…”

Belum selesai Sohee mengatakan hal yang ingin ia katakan, Tao telah berlari jauh meninggalkannya.

@Wareschool

(Huang Zitao)

Pintu gudang terkunci. Ah, sial. Aku segera mendobraknya dan akhirnya pintu gudang pun terbuka. Aku segera berlari dan melihat seorang yeoja tengah tergeletak dengan menangis memegangi kakinya. Aku segera menggendongnya dan membawanya keluar dari gudang. Aku berlari menuju ruang UKS. Namun, aku dicegat oleh seorang namja bertag name ‘Park Chanyeol’.

“Biarkan aku yang menggendongnya.” Ucapnya.

“Chanyeol…” Ucap Soo Jung.

Aku tahu Chanyeol adalah namja yang sering ditangisi oleh Soo Jung. Dan aku juga tahu bahwa namja yang dicintai Soo Jung adalah Chanyeol. Chanyeol adalah cinta pertama Soo Jung. Chanyeol segera mengambil Soo Jung dari gendonganku. Aku tak bisa menolak hal ini karena aku tahu, Chanyeollah yang diinginkan oleh Soo Jung untuk datang menolongnya, bukan aku.

#Night

@‘Black Eyes’ Cafe

Aku duduk menunggu kedatangan seseorang. Terlihat seorang yeoja datang menghampiriku.

“Jie-jie, aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Ucapku.

“Apa itu?” Tanya Song Qian jie-jie.

“Apakah cinta pertama sulit untuk dilupakan?”

“Kau sendiri bagaimana? Apakah sulit melupakanku?” Tanya Song Qian jie-jie menggodaku.

“Ini bukan tentang perasaan seorang namja, tapi perasaan seorang yeoja. Aku serius, jie-jie.” Jelasku.

“Apakah kau tengah jatuh cinta?”

“Tidak. Aku hanya ingin bertanya.” Jawabku.

“Cinta pertama memang sulit dilupakan. Tapi itu tidak menutup kemungkinan membuka hati untuk cinta yang lain. Perjuangkanlah! Aku akan mendukungmu.” Ucap Song Qian jie-jie.

“Jadi, aku harus tetap berjuang untuk mendapatkannya?”

“Tentu saja. Jangan lupa untuk hadir ke pernikahanku bulan depan. Datanglah bersama yeoja yang kau cintai.”

#Tomorrow

Aku tengah menunggu Soo Jung didepan kelasnya. Namun, tampaknya Soo Jung tak datang kesekolah hari ini. Ponselnya juga tidak aktif.

“Apakah Soo Jung sakit?” Pikirku.

Aku segera kembali kekelasku. Paman Kim datang kekelasku.

“Ayo ikut aku!” Ajak paman Kim.

Aku menuruti apa katanya. Ternyata paman Kim membawaku ke ruangannya.

“Aku bangga denganmu, Tao. Kau bisa membuat ayahmu bangga.” Ucap paman Kim yang tak mendapatkan reaksi apa-apa dariku.

“Hanya itu?” Tanyaku.

“Lihatlah ini!” Ucap paman Kim sembari memberiku secarik kertas.

Aku melihat kertas itu dengan seksama. Ternyata hasil dari pelatihan ujian kemarin lusa. Terlihat namaku mendapat urutan ke tiga.

“Teruslah seperti ini, Tao. Dan luluslah dengan nilai yang jauh lebih baik dari ini. Maka ayahmu akan kembali membawamu ke China.” Kata paman Kim menepuk pundakku.

“Aku ingin pulang sekarang.” Kataku dengan memasukkan kertas tadi kedalam tasku.

“Kau ingin bolos? Ini belum saatnya pulang.”

“Aku harus menjenguk Soo Jung. Dia sakit.” Jawabku.

“Baiklah. Kali ini aku memberimu ijin.”

Aku tersenyum pada paman Kim seraya memeluknya.

“Terima kasih, paman.” Ucapku lalu berlari keluar layaknya anak kecil yang mendapatkan permen.

@Jung Family’s House

(Jung Soo Jung)

Aku tengah berbaring dikamarku. Kakiku rasanya sudah agak sembuh sekalipun masih sedikit nyeri. Aku mendengar suara seseorang diluar. Suara seseorang yang kurindukan. Terlihat ibuku masuk kekamarku bersama seorang namja yang sedang kupikirkan tadi. Ya, Huang Zitao.

“Baiklah. Aku tinggal dulu.” Ucap ibuku.

Tao duduk disamping ranjangku. Dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“Lihatlah!” Tao memberiku secarik kertas.

Aku segera membaca kertas itu. Aku melihat Tao berada di urutan ketiga, sedangkan aku berada diurutan ke tujuh.

Daebak! Kau benar-benar hebat!” Ucapku girang sambil memeluk Tao.

Beberapa saat kemudian, aku tersadar dari tindakanku yang memalukan ini. Aku melepaskan pelukanku.

“Maaf. Aku terlalu bahagia.” Ucapku malu.

Tao hanya tersenyum. Senyumannya membuat jantungku berdetak begitu cepat.

“Aku memiliki sebuah lagu.” Ucap Tao.

“Lagu apa? Bolehkah aku ikut mendengarkannya?” Tanyaku penasaran.

“Ini adalah lagu ciptaan gegeku yang dipersembahkan untuk Song Qian jie-jie. Gege ku memberi judul lagu ini ‘Loving You’.” Jawab Tao.

Tao memasangkan earphonenya ditelingaku. Aku bisa mendengar alunan sebuah lagu yang indah. Tapi lagu ini berbahasa mandarin. Aku mendengarkannya hingga selesai.

“Kau tahu tidak, bulan depan Song Qian jie-jie akan menikah.” Ucap Tao tiba-tiba.

“Aku tahu. Kau akan datang?” Tanyaku.

“Tentu. Aku akan datang. Em… E…aku…”

“Kita datang bersama, ya?” Ajakku.

“Baiklah!” Jawab Tao.

#One Month Later

@Song Family’s House

(Author)

Malam ini, Tao & Soo Jung datang ke acara pernikahan Song Qian dan Nickhun. Tao tampak sangat tampan. Soo Jung tak henti-hentinya melirik Tao. Soo Jung bisa melihat raut wajah sedih Tao. Jelas Tao sangat sedih, Song Qian adalah cinta pertamanya dan hari ini ia harus melihat orang yang ia cintai menikah dengan orang lain. Tiba-tiba Tao berlari keluar ruangan. Soo Jung segera mengejarnya. Soo Jung menemukan Tao tengah duduk ditaman belakang rumah milik Song Qian. Wajah Tao berlinangan air mata.

“Ambilah!” Ucap Soo Jung dengan memberikan sekotak tisu pada Tao.

“Aku tahu perasaanmu.” Ucap Soo Jung sambil duduk disamping Tao.

Tao hanya diam tak menjawab. Tao masih melihat kedepan. Soo Jung mengusap pipi Tao yang penuh air mata dengan tisu yang dibawanya.

“Menurutmu, mengapa aku menangis?” Tanya Tao tiba-tiba.

“Karena kau masih mencintai Song Qian eonni dan belum bisa merelakan Song Qian eonni dimiliki namja lain.” Jawab Soo Jung enteng.

“Kau salah.” Ucap Tao.

“Lalu?” Tanya Soo Jung penasaran.

“Aku merasa bersalah pada Song Qian jie-jie dan Zhou Mi gege.” Jawab Tao.

Wae?”

“Seandainya saat itu Zhou Mi gege tak melindungiku, pasti saat ini yang berada disana bukan Nickhun hyung, tapi Zhou Mi gege.” Jelas Tao.

“Semuanya telah terjadi, biarlah semua menjadi kenangan.”

Tiba-tiba Tao menarik tangan Soo Jung dan membawa Soo Jung untuk menaiki motornya. Ternyata Tao membawa Soo Jung kesebuah kedai Ramen. Sebuah kedai Ramen dimana Soo Jung sering melihat Tao memperhatikan kedai ini dari seberang jalan.

“Kau sering datang kesini?” Tanya Soo Jung.

“Iya. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” Jawab Tao.

Terlihat seorang yeoja paruh baya berjalan kearah mereka. Tao menghampiri yeoja itu dan menggandengnya.

“Soo Jung, ini adalah ibuku.” Ucap Tao.

“Apa? Benarkah?” Tanya Soo Jung kaget.

Tao segera duduk disamping Soo Jung dan menceritakan semuanya. Sedangnya ibunya Tao tengah menyiapkan ramen untuk Tao & Soo Jung.

#Morning

@School

Hari ini tengah ada keributan dikelas 3-1. Semua murid berlarian untuk melihat keributan itu. Ternyata keributan itu dibuat oleh Chanyeol dan Jong In yang tengah berkelahi. Seorang yeoja berdiri ditengah mereka untuk melerai. Yeoja itu adalah Seulgi. Sohee & Soo Jung melihat hal itu dari kejauhan.

“Dulu, tingkah laku mereka seperti Romeo & Juliet. Tapi setelah putus, mereka justru sering berkelahi.” Ucap Sohee.

“Memangnya siapa namja yang berkelahi dengan Chanyeol itu?” Tanya Soo Jung.

“Jong In, namja yang menyukai Seulgi sejak SMP dulu. Tapi Seulgi tidak menerima cintanya. Padahal Jong In sangat tampan dan keren.” Jawab Sohee.

“Benarkah?” Tanya Soo Jung meyakinkan.

“Tentu saja. Aku ingin sekali menjadi Seulgi. Dia selalu dicintai oleh para namja yang keren.”

Lagi-lagi Ha Yi datang dan membuat Soo Jung kesulitan.

“Semuanya, dengarkan aku. Semua masalah yang terjadi antara Chanyeol dan Seulgi, disebabkan oleh yeoja yang ada disampingku ini.” Ucap Ha Yi keras dengan menunjuk Soo Jung.

Semua orang pun melihat Soo Jung dengan tatapan tajam. Jong In yang mendengar hal itu langsung menghampiri Soo Jung.

“Jadi kau. Kau yang membuat Seulgi menangis setiap malam. Kau yang merebut Chanyeol dari Seulgi.” Jong In berkata sedikit keras tepat didepan Soo Jung.

“Bukan aku. Sungguh.” Soo Jung membela dirinya.

Chanyeol segera menghampiri Soo Jung. Chanyeol takut Jong In akan melakukan sesuatu pada Soo Jung. Namun, Seulgi mencegahnya. Seulgi memegang lengan Chanyeol dan membuat Chanyeol tak bisa menolong Soo Jung.

Jong In menarik tangan Soo Jung dan membawa Soo Jung kesuatu tempat. Ternyata Jong In membawa Soo Jung ke gudang sekolah. Jong In mengunci gudang itu dan memojokkan Soo Jung. Punggung Soo Jung menempel dinding gudang yang berdebu.

“Kau tahu, bagiku Seulgi adalah separuh dari jiwaku.” Ucap Jong In.

“Apa yang akan kau lakukan padaku?” Kata Soo Jung ketakutan.

“Aku? Aku akan….”

Jong In menggantungkan perkataannya dan mulai mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Soo Jung. Soo Jung menutup matanya ketakutan dan

BUUUK….

Tiba-tiba Jong In tergeletak diatas lantai gudang. Tao datang menolong Soo Jung. Tao membangunkan Jong In. Jong In tampak sangat marah. Lalu terjadilah perkelahian antara Tao dan Jong In. Soo Jung hanya bisa diam ketakutan melihat hal itu. Kemudian terdengar suara hentakan kaki seseorang menuju gudang.

“Hentikan!” Ucap Kepala Sekolah Kim.

Tao dan Jong In menghentikan perkelahian mereka. Mereka berdua segera mengikuti Kepala Sekolah Kim menuju ruang kepala sekolah. Sedangkan Soo Jung kembali kekelasnya bersama Sohee. Sebenarnya Soo Jung ingin ikut ke ruang kepala sekolah, Namun kepala sekolah Kim melarangnya.

#Evening

Soo Jung tengah duduk dihalaman sekolah. Ia sedang melihat Tao dan Jong In yang sedang membersihkan kaca dilantai dua. Mereka berdua dihukum oleh kepala sekolah Kim karena telah membuat keributan. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk disamping Soo Jung.

“Ayo kita pulang!” Ajak Chanyeol.

“Tidak. Aku akan menunggu Tao.” Tolak Soo Jung.

“Kau menyukainya?” Tanya Chanyeol yang berhasil membuat Soo Jung kaget.

“Ti…tidak! Aku hanya berteman biasa dengannya.” Jawab Soo Jung bohong.

“Tapi dia selalu datang melindungimu.” Bantah Chanyeol.

“Itu karena… Karena…”

“Karena dia juga menyukaimu.” Ucap Chanyeol memotong perkataan Soo Jung.

Chanyeol berjalan pergi meninggalkan Soo Jung. Chanyeol tampak kecewa pada Soo Jung. Soo Jung masih bingung dengan perasaannya pada Tao. Soo Jung masih menunggu Tao yang tengah menjalani hukuman.

#30 Minutes Later

(Jung Soo Jung)

Aku melihat Tao berjalan kearahku. Ternyata penantianku menunggunya tidak sia-sia.

“Kau tidak apa-apa? Maafkan aku, gara-gara menolongku kau…”

“Ayo pulang!” Ucap Tao memotong perkataanku lalu menarik tanganku.

@Han River

Tao membawaku ke sungai Han. Kami melihat indahnya matahari terbenam ditepi sungai Han.

“Tao, mengapa kau tidak akrab dengan ayahmu?” Tanyaku.

“Aku tidak ingin akrab dengan ayahku. Aku ini telah dibuang disini.” Jawab Tao.

“Kau tidak seharusnya berkata seperti itu. Ayahmu pasti memiliki alasan mengapa ia menyuruhmu berada disini.” Ucapku menasehati.

“Aku tak peduli.” Ucap Tao enteng.

“Saat ini kau memang seperti ini. Seandainya kau berada diposisiku. Hidup tanpa seorang ayah sejak berusia 10 tahun.” Ucapku dengan mata berkaca-kaca.

Tao melihatku yang tengah menangis. Udara sore ini cukup dingin. Tao melepaskan jaket yang dipakainya dan mengenakannya padaku.

“Maafkan aku. Membuatmu menangis.” Ucap Tao.

Aku hanya diam. Aku tak bisa berbicara. Saat ini aku hanya ingin pulang dan menangis dipelukan ibuku.

#Morning

Aku menunggu Tao didepan kelasnya. Aku tersenyum melihat kotak yang kubawa. Tadi malam aku membuat kue kering ini dengan susah payah untuknya. Jadi hari ini Tao harus memakan sekotak kue ini hingga habis. Namun, hingga bel tanda masuk kelas berbunyi, aku tak melihatnya. Aku kembali menuju kelasku.

#Break Time

Aku berjalan menuju ruang kepala sekolah. Kupikir, mungkin pak Kim tahu mengapa Tao tidak masuk sekolah hari ini. Namun, tak ada orang sama sekali diruangan itu. Tiba-tiba guru Shin menghampiriku yang masih bingung didepan ruang kepala sekolah.

“Soo Jung, apa yang kau lakukan disini?” Tanya guru Shin padaku.

“Apakah pak Kim hari ini tidak masuk? Mengapa ruangannya begitu sepi?”

“Kau tidak tahu? Pak Kim pergi ke China sejak tadi malam.” Jawab guru Shin.

“Apa? Ada apa?” Tanyaku penasaran.

“Ayahnya Tao mengalami kecelakaan. Sebuah kecelakaan pesawat penerbangan menuju Beijing.” Jawab guru Shin.

“Apa? Benarkah?” Ucapku kaget.

“Lalu, kapan pak Kim dan Tao kembali ke Korea?” Tanyaku lagi.

“Entahlah. Menurut kabar, minggu depan pak Kim sudah akan kembali ke Korea. Namun, aku tidak tahu kapan Tao akan kembali kesini. Kemungkinan dia tak akan kembali.” Jawab guru Shin.

Seketika tubuhku terasa sangat lemas. Mengapa Tao pergi begitu saja tanpa memberitahuku? Bulan depan adalah ujian kelulusan. Jika Tao tak ikut ujian, maka dia harus mengulang satu tahun lagi.

Selama jam pelajaran, aku tak bisa berhenti memikirkan Tao. Hingga saat pulang pun, aku masih seperti seseorang yang kehilangan arah. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. Reflek, aku memeluk orang itu yang kupikir adalah Tao.

“Tao, jangan pergi. Kau tak boleh pergi begitu saja!” Ucapku dengan memeluk seseorang.

“Soo Jung, aku Chanyeol.”

Mendengar perkataan Chanyeol, seketika aku tersadar. Aku melepaskan pelukanku.

“Kau kenapa?” Tanya Chanyeol sambil menghapus air mata dipipiku.

“Aku… Aku…. Aku tidak apa-apa.” Jawabku.

“Ayo temani aku!” Ajak Chanyeol.

“Kemana?” Tanyaku.

“Ke toko alat musik. Aku ingin membeli gitar baru.”Jawab Chanyeol.

@Store

(Author)

Chanyeol tengah sibuk memilih gitar yang akan dibelinya. Sedangkan Soo Jung melihat sebuah kotak musik yang sangat indah. Soo Jung tertarik pada kotak musik itu. Namun saat ia melihat harganya, Soo Jung segera mengurungkan niatnya untuk membeli kotak musik tersebut.

“Soo Jung, menurutmu bagus yang mana? Yang warna biru muda atau silver?” Tanya Chanyeol meminta pendapat.

“Dua-duanya bagus.” Jawab Soo Jung.

“Ya sudah. Ayo kita pergi.” Ucap Chanyeol dengan menarik tangan Soo Jung keluar dari toko alat musik.

Mereka berdua berjalan tanpa berbicara satu sama lain. Chanyeol tampak kecewa pada Soo Jung. Sedangkan Soo Jung tak menyadari hal itu.

#2 Week Later

Soo Jung tengah membaca buku diperpustakaan. Ia berusaha untuk memendam rasa rindu yang berkecamuk. Namun, tetap saja Soo Jung merindukannya. Soo Jung akhir-akhir ini sering membuat Chanyeol kecewa. Meskipun Chanyeol menyembunyikan rasa kecewanya, namun Soo Jung tahu hal itu.

Soo Jung duduk ditepi halaman sekolah. Tiba-tiba ada seorang yeoja yang datang menghampirinya. Yeoja itu adalah Seulgi.

“Soo Jung, ada yang ingin kubicarakan padamu.” Ucap Seulgi sembari duduk disamping Soo Jung.

“Apa?” Tanya Soo Jung.

“Jika kau masih mencintai Chanyeol, jangan pernah membuatnya kecewa.” Jawab Seulgi.

“Apa maksudmu?” Tanya Soo Jung tak mengerti.

“Besok adalah audisi terakhir. Cita-cita Chanyeol adalah menjadi seorang penyanyi. Temani & dukunglah dia. Dia pasti akan sangat bersemangat jika ditemani oleh yeoja yang sangat dicintainya.” Jelas Seulgi.

“Tapi…”

“Kumohon datanglah! Ini demi kebahagiaan Chanyeol.”

Soo Jung tak bisa menolak permohonan Seulgi. Soo Jung pikir, memang sekaranglah saat yang tepat untuk membahagiakan hati Chanyeol sebagai seorang teman.

“Baiklah! Tapi kau juga harus ikut.” Ucap Soo Jung.

“Baiklah. Besok aku akan menjemputmu.” Jawab Seulgi penuh kebahagiaan dan kemudian memeluk Soo Jung.

Keadaan saat ini memang telah berubah. Seulgi tak lagi membenci Soo Jung. Lee Ha Yi juga sudah tak lagi mengganggu Soo Jung. Memang keadaan disekolah sudah tak seburuk dulu. Namun tetap saja, Soo Jung merindukan kehadiran seorang Huang Zitao. Entah sampai kapan Soo Jung harus menunggunya.

#Morning

Sesuai dengan janji, Seulgi menjemput Soo Jung dirumahnya. Mereka pun berangkat ke sebuah perusahaan hiburan terbesar di Korea. Sesampainya disana, mereka bertemu dengan Jong In.

“Seulgi, kau ikut juga?” Tanya Jong In.

“Tidak, aku datang kesini untuk….e….untuk memberikan dukungan padamu.” Jawab Seulgi sedikit berbohong.

“Benarkah? Kau tidak memberikan dukungan pada pangeran pujaanmu?” Tanya Jong In menyindir.

“Maksudmu siapa?” Tanya Seulgi tak mengerti.

“Park Chanyeol.” Jawab Jong In.

“Tentu saja. Kau dan Chanyeol. Semoga kalian bisa lolos dan menjadi penyanyi terkenal.” Ucap Seulgi.

“Soo Jung, kapan kau akan meresmikan hubunganmu dengan Chanyeol?” Tanya Jong In jahil.

“Meresmikan hubungan? Maksudmu apa?” Tanya Soo Jung bingung.

“Kau dan Chanyeol….”

“Soo Jung….!” tiba-tiba Chanyeol datang dan menghentikan perkataan Jong In.

“Chanyeol!” Ucap Soo Jung.

“Kau datang untuk mendukungku, bukan?” Tanya Chanyeol dengan merangkul pundak Soo Jung.

“Iya. Kau akan menyanyikan lagu apa nanti?” Tanya Soo Jung.

“Sebuah lagu yang sangat bermakna bagiku. Tapi sayang, audisinya tertutup. Do’akan aku! Semoga para juri menyukai penampilanku.” Jawab Chanyeol.

Tiba-tiba Chanyeol mencium pipi Soo Jung. Sontak membuat Seulgi dan Jong In kaget. Bahkan Seulgi tampak cemburu.

“Sudah! Jangan meneteskan air mata disini.” Bisik Jong In pada Seulgi.

“Aku tidak cemburu.” Bantah Seulgi.

“Tapi hatimu sakit. Iyakan?” Jong In mulai menggoda Seulgi.

“Tenang. Ada aku disini yang akan setia untuk mencintaimu.” Lanjut Jong In.

“Dasar raja gombal.” Ucap Seulgi dengan menjewer telinga Jong In.

“Aaarghhh…Ini sangat sakit!” Rintih Jong In.

Chanyeol dan Soo Jung tertawa melihat tingkah laku Jong In dan Seulgi yang seperti kucing dan tikus.

#Night

@Garden of City

(Jung Soo Jung)

Malam ini aku tengah melamun dibawah sebuah pohon dengan melihat bintang-bintang dilangit. Aku sangat merindukan Huang Zitao. Senyumannya, suaranya, tatapan matanya, kejahilannya dan semua hal tentangnya. Aku benar-benar merasa tak memiliki arah. Tiba-tiba ada seseorang datang dan langsung duduk disampingku.

“Kau merindukan Tao?” Tanya Chanyeol sambil memandang bintang-bintang dilangit.

“Iya.” Jawabku.

“Kau ingat tidak, besok hari apa?” Tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Selasa.” Jawabku tanpa memandang Chanyeol.

“Iya. Besok hari selasa. Apakah kau siap untuk menjalankan ujian?” Tanya Chanyeol.

“Tentu. Tinggal satu minggu lagi, bukan?”

“Iya. Aku pastikan akan mendapatkan nilai terbaik.”

Aku tak terlalu merespon apa yang diucapkan oleh Chanyeol. Aku memang tak bisa berkonsentrasi akhir-akhir ini. Mungkin karena aku terlalu merindukan Tao.

“Aku pergi. Segeralah pulang! Udara semakin dingin.” Ucap Chanyeol.

Aku tahu Chanyeol pasti kecewa padaku. Karena aku tak terlalu meresponnya.

“Maafkan aku, Chanyeol.” Batinku.

#Morning

@School

Pagi ini aku berjalan melewati kelas 3-9. Kulihat kursi yang biasa diduduki oleh Tao masih kosong. Aku selalu berharap bisa melihat Tao dipagi hari saat disekolah. Tapi pada kenyataannya Tao belum kembali ke Korea. Aku kembali berjalan menuju kelasku. Saat melewati koridor-koridor, ada beberapa orang yang tengah membaca majalah dinding disekolah. Kulihat ada foto Chanyeol dan Jong In disitu.

“Jadi Chanyeol dan Jong In berhasil lolos dan akan mengikuti tahap selanjutnya sebagai calon penyanyi.” Batinku.

Tiba-tiba muncul ide diotakku.

#Evening

@‘Black Eyes’ Cafe

Aku mengajak Chanyeol untuk datang ke cafe tempatku bekerja. Hari ini aku sengaja ingin memberikan Chanyeol sebuah kejutan.

“Mengapa sangat sepi?” Tanya Chanyeol penasaran.

“Memangnya kenapa? Duduklah!” Ucapku.

Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil sesuatu. Beberapa saat kemudian, terdengar suara Chanyeol tengah berteriak memanggil namaku. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya. Karena ini adalah bagian dari kejutanku untuknya.

Aku berjalan menuju tempat Chanyeol berada dengan membawa sebuah kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang menyala.

“Saengil chukae hamnida” Ucapku berjalan menuju arah Chanyeol.

“Soo Jung…” Ucap Chanyeol.

“Cepat tiup lilinnya!” Perintahku.

Chanyeol tampak sangat bahagia. Aku bisa melihat senyumnya yang ceria itu malam ini. Kami berdua pun memakan kue ulang tahun itu bersama-sama dalam suasana gelap. Hanya ada lilin sebagai penerangnya.

“Terima kasih, Soo Jung. Kau masih ingat dengan hari ulang tahunku yang sebenarnya.” Ucap Chanyeol.

“Aku selalu ingat dengan hari ulang tahunmu. Kita kan sahabat sejak kecil.” Kataku.

“Kau tahu. Sebenarnya aku sangat tertekan dengan kehidupanku saat ini. Aku harus berpura-pura menjadi anak angkat didepan semua orang. Agar ayahku bisa menutupi siapa aku sebenarnya. Bahkan ayahku memalsukan tanggal lahirku agar semua orang tidak tahu jika aku ini sebenarnya adalah anak haram ayahku dengan selingkuhannya yang sudah meninggal.” Ucap Chanyeol dengan mata berkaca-kaca.

Aku bisa melihat kesedihannya. Selama ini Chanyeol selalu tersenyum dihadapan semua orang untuk menutupi kesedihannya. Aku memeluk Chanyeol yang saat ini tengah menangis.

“Aku akan selalu berada disampingmu. Aku akan menjadi sahabat yang baik untukmu.” Ucapku.

“Terima kasih, Soo Jung. Maafkan sikapku selama ini. Maafkan aku yang telah meninggalkanmu begitu saja.”

TO BE CONTINUE

Β 

Makin gaje yeth???? L+C nya jangan lupa yeth.

Iklan

4 respons untuk β€˜[EXOFFI FREELANCE] Best Luck (Chapter 5)’

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s