[EXOFFI FREELANCE] Love Story (Chapter 4)

lovestory6part3

LOVE STORY (Chapter 4)

Tittle : Love Story (Chapter 4)

Author : Byunmoon

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Angst, Marriage life

Lenght : Chapter

Main Cast: Zhang Yixing/ Lay, Kang Yerin/Michele, & Park Chanyeol /Alexander

Rating: PG-17

Disclaimer:

This story is pure mine, so don’t copast and plagiarism!

Chanyeol  and Lay are belong to God and their parents!

Enjoy this story J

***

Kang Yerin dan Zhang Yixing adalah dua orang dengan dengan latar belakang berbeda dan tidak mengenal satu sama lain, hingga secara tidak disengaja mereka dipertemukan beberapa kali pada situasi yang berbeda. Diawali perjodohan konyol yang kemudian membuka satu per satu rahasia kelam yang tidak keduanya ketahui…

LOVE STORY HAS BEGIN

***

Dunia memang sempit. Kalimat yang terbukti dan sekarang dialami sendiri oleh Yerin. Ia sempat berpikir tidak akan bertemu lagi dengan pria misterius yang menarik perhatiannya. Namun malam ini, mereka bahkan duduk saling berhadapan sambil menyantap makan malam berdua.

Ya, hanya berdua.

Kemana perginya haraboji dan nyonya liu? Tentu mereka sengaja meninggalkan yerin dan yixing berdua saja. Tujuannya sudah pasti agar keduanya bisa dekat sesuai rencana mereka.

Tidak ada suara, hanya bunyi sendok dan garpu yang saling bersentuhan.

Yixing meletakan sendok dan garpunya, lalu meraih segelas wine dan meminumnya. Ia tidak menyadari sedari tadi ada sepasang mata yang memberikan tatapan tajam padanya.

“kau sudah mengetahuinya, kan?”

“maaf?”

“kau sengaja datang tadi siang, lalu diam-diam kau mencoba membuatku tertarik, tapi sayangnya cara licikmu terlalu kuno hingga bisa kutebak, kau sudah tahu mengenai perjodohan ini, bukan?”

“yang kau katakan itu mungkin bisa benar atau salah, namun aku memang datang atas permintaan sepupuku, dan kurasa tidak ada hubungannya dengan rencana nenekku dan Tuan Kang”

bahkan ia masih bisa bersikap tenang meskipun tatapanku tidak bersahabat’ pikir yerin.

Perlahan lantunan musik slow mengalun merdu di dalam restauran itu, menambah kenyamanan bagi para pengunjungnya. Satu per satu orang mulai beranjak dari kursinya dan membawa pasangannya ke lantai dansa. Hal itu memberikan ide untuk yixing.

Pria itu bangkit dari kursi, lalu berjalan ke tempat yerin. Ia bertumpu pada satu lututnya yang menyentuh lantai dan mengarahkan tangannya pada wanita itu.

dance with me?”

Yerin mengalihkan wajahnya. Ia tampak berpikir. Sudah terlalu banyak pria yang pernah ia permainkan. Jahat. Dia pantas disebut seperti itu. Tidak hanya dipermainkan yerin, para pria itu juga tak luput dari tangan kejam chanyeol. Yerin tidak ingin pria di hadapannya ini turut mendapat ganjaran yang sama seperti pria-pria sebelumnya.

Wait, apa pedulinya dengan pria berdarah chinese ini?

Oh ia hampir lupa bahwa sekarang yixing adalah satu-satunya kunci untuk mendapatkan warisan kakeknya. Ya, demi warisan yang melimpah dan pastinya akan menjauhkan dirinya dari kesengsaraan.

Dengan mantap ia menyatukan tangannya pada tangan yixing. Jangan lupakan sorot matanya yang sudah tidak mengintimidasi pria itu. Sejenak ia melupakan chanyeol sebentar.

Seulas senyum manis menghiasi wajah yixing. Baginya ini bisa menjadi awal yang baik.

Perlahan ia meletakkan tangannya dipinggang yerin, dan sebaliknya wanita itu mengalungkan tangan halusnya pada leher yixing. Diiringi lagu jazz yang merdu, mereka berdansa di antara pasangan-pasangan lainnya.

***

Mobil lamborghini putih itu berhenti sejenak di depan apartemen mewah. Yerin menghela napas lega, akhirnya ia bisa beristirahat sekarang. Tadinya ia ingin pulang sendiri dan menelpon supir kakeknya, namun yixing tetap memaksa untuk mengantarnya pulang ke apartemen.

‘aku tidak bisa membiarkan seorang wanita pulang sendirian di tengah malam, apalagi wanita itu adalah kau nona michele’

Well, michele cukup dibuat terkesan oleh pria itu. Meskipun kata-katanya tidak jauh berbeda dengan yang ada di opera sabun setiap sabtu sore. Come on, michele belum genap 24 jam mengenal Yixing. Mau tak mau ia mengakui bahwa pria berkulit seputih susu itu bukan tidak mungkin akan mengalihkannya dari chanyeol. Step by step, he’ll get all of her attention.

Akan menyenangkan bukan jika ia punya ‘mainan’ baru lagi?

Michele tidak mau mencintai apalagi membuka hati sepenuhnya. No more. Sudah cukup selama bertahun-tahun ia menderita. Karena satu pria.

Seperti saat ini, entah apa yang membuat michele menarik dan mencium bibir pria itu tiba-tiba. Pengaruh wine? Oh yang benar saja, hidup selama sewindu bersama chanyeol membuatnya berubah total! Salah satunya ia menjadi begitu senang dengan minuman memabukan itu. Because she needs painkiller so much.

Yixing yang mencoba mengendalikan diri, akhirnya terjatuh juga dalam permainan wanita ini. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada michele. Napas yang memburu saling bersahutan di antara keduanya.

“Hh..bacon..” satu nama lolos dari bibir plum michele, membuat yixing menarik dirinya dari wanita itu.

“siapa?”

Michele sendiri terkejut dengan ucapannya tadi. Ia menempelkan sebelah tangannya untuk menutup bibirnya. Ia hendak keluar dari mobil itu, namun pergelangan tahannya ditahan. Michele menoleh.

what?”

“tunggu, ada sesuatu untukmu”

Michele tetap diam, ketika tangan yixing yang bebas menyelipkan rambut di terlinganya dan…

“sudah”

“mwo?”

“kau ini tetap saja ya, walaupun dengan wajah yang sedang bingung, kecantikanmu tetap berkilau, seperti benda ini” ucap yixing sambil menyentuh bagian bawah telinganya.

Michele terkejut sambil meraba telinga sebelah kirinya. Tentu saja, seingatnya tadi karena terburu-buru ia lupa mengenakan anting-antingnya. Sekarang, telinganya sudah terpasang anting perak dengan hiasan berlian di atasnya.

“apa ini?”

now, it’ll be yours

***

Chanyeol hampir saja membanting ponselnya, jika saja seorang pria tidak datang dan menegurnya. Suara dentuman musik dan suara riuh pengunjung di club malah semakin memperkeruh suasana hatinya. Pria bersurai blonde itu menoleh, ketika seseorang memanggilnya.

“sepertinya kau sedang tidak baik” pria berwajah asia itu duduk berhadapan dengan chanyeol.

“bukan urusanmu” chanyeol memainkan ponselnya asal. Pria di seberangnya justru tertawa renyah.

why?Is she make you mad?”

…..

your eyes can’t lie Alexander,you afraid

no! And this is not your business!

you afraid of losing her chanyeol-ssi, you can’t lie anymore

Chanyeol terdiam. Ia meraih sekotak rokok di atas meja, mengambilnya sebatang dan menyalakannya. Merokok memang sudah jadi kebiasaannya.

relax, don’t forget what brought you to here Mr. Park

“apa yang harus ku lakukan sekarang?semua baik-baik saja sebelum perjodohan sialan ini”

“kita ini rekan. Bukan hanya dalam bisnis saja, kau ingat?kau akan mendapatkannya, aku jamin itu dan tentu saja aku akan mendapatkan bagianku sendiri,deal?”

Chanyeol tampak berpikir. Bertahun-tahun ia mempertahankan Yerin agar tidak meninggalkannya. Ia menghalalkan segala cara untuk bisa tetap memiliki gadis itu seutuhnya. Siapapun yang ia anggap penghalangnya dengan yerin bahkan sudah ia ‘singkirkan’ tanpa ampun. Sejujurnya ia terpukul dengan kondisi yerin saat itu. Chanyeol merasa telah merampas hal yang paling penting dalam hidupnya. Namun, tanpa diduga ia telah berhasil memanfaatkan keadaan itu dengan membawa gadis itu bersamanya. Setidaknya sebelum perjodohan itu ada dan membuatnya kesal setengah mati. Selangkah lagi ia hampir memiliki yerin.

Tidak. Sekarang Ia tidak mau dikalahkan lagi. Sudah cukup ia didahului laki-laki yang merebut yerin saat mereka masih berada di senior high school. Dia akan melakukan apapun meski ia terpaksa harus ‘menghancurkan’ gadis itu lagi.

that’s right, what the plan?” pria di hadapannya tersenyum bangga.

“kita akan membicarakannya di ruanganku,let’s go

***

Yerin membasuh wajahnya di wastafel. Ia melihat pantulan bayangannya di cermin. Terlalu banyak kebetulan hari ini, dan ia merasakan hal yang aneh sejak berada di restauran sampai di mobil tadi. Pikirannya menerawang jauh. Tingkah laku dan tatapan zhang yixing mengingatkannya pada seseorang.

Bagaimana yixing bisa memasangkan anting-anting itu hanya dengan menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Yang ia tahu seumur hidupnya hanya ada satu orang yang bisa melakukan trik tersebut.

“Byun Baekhyun” nama itu terucap dengan lirihnya.

Sudah lama ia tidak pernah mengucapkan nama itu lagi. Tiba-tiba saja ia bisa melihat bayangan pria itu di cermin, tersenyum dengan bangga seolah meledeknya.

Gadis itu meninju cermin dihadapannya sampai pecah dan serpihannya berceceran di lantai. Ia sudah tidak perduli lagi dengan darah yang mengucur dari tangannya. Yerin menarik rambutnya kasar,merasa bahwa dengan begitu ia akan menghilangkan bayangan pria itu dari otaknya, namun semuanya sia-sia. Bayangan itu semakin jelas dan menghantui pikirannya, wajah manis baekhyun yang membuatnya jatuh cinta hingga wajah terakhir baekhyun yang ia lihat saat itu.

Dimana tatapan yang hina itu seolah menggambarkan kebencian yang mendalam, dan baekhyun terlihat sangat puas melihat betapa rapuhnya Kang Yerin sang primadona sekolah. Ya, disitulah kehancurannya dimulai.

Ia masih ingat waktu itu sepulang sekolah, baekhyun akan mengajaknya kencan ke tempat favorit mereka,seperti minggu-minggu  sebelumnya. Namun yerin hanya tertegun saat melihat baekhyun ternyata sedang berciuman dengan gadis lain di taman belakang sekolah. Siapa yang tidak sakit hati melihat kekasihnya mencium orang lain?

Dan baekhyun melihatnya sedang berdiri mematung. Bukannya mencoba menjelaskan, tetapi pria itu justru menghampirinya lalu dengan seenaknya memutuskan hubungan mereka saat itu juga. Gadis mana yang tidak akan kecewa dan marah jika diperlakukan seperti itu? yang yerin ingat adalah ia langsung menampar baekhyun keras lalu berlari menjauh.

‘kau itu ternyata tidak sepintar yang orang-orang katakan. Dengan mudahnya kau bisa mempercayai semua kata-kataku padamu. Kau belum sadar juga ya, kalau aku ini hanya memanfaatkanmu saja nona Kang. Kau pikir aku benar-benar mencintaimu?jangan terlalu percaya diri. Kecerdasanmu, hartamu, kepopuleranmu, semua itulah yang membuatku mau menjadi kekasihmu. Sekarang aku sudah memiliki gadis lain yang melebihi dirimu, dan dia mampu membuatku jatuh cinta, tidak seperti dirimu, kau menyedihkan Kang Yerin, dan kurasa hubungan kita sudah berakhir…’

Yerin mulai mengacak-acak meja toilet dan melempari apapun yang ada di hadapannya ke cermin. Ia rasa bertahun-tahun usaha yang ia lakukan percuma. Melupakan baekhyun hanya akan membawanya semakin dekat dengan jurang kematian. Yerin selalu berpikir bahwa kematian akan baik baginya, tetapi ia teringat chanyeol yang selalu menjadi sandarannya.

Gadis itu duduk bersandar pada tembok dan mulai menyayat pergelangan tangan kirinya dengan serpihan kaca yang ia ambil di lantai. Ia sudah tidak perduli lagi, yang ia butuhkan sekarang adalah pelampiasan dari rasa sakitnya.

Usahanya untuk menemukan baekhyun akan semakin memperburuk suasana. Tidak ada jalan baginya untuk bertemu kembali dengan pria yang ia cintai. Ia memang sangat bodoh. Masih tetap mencintai pria itu, yang jelas-jelas sudah memperainkannya dan membuat hidupnya semakin hancur.

“mungkin memang aku harus mati”

***

Manusia hanya bisa berencana, sementara hasilnya ditentukan oleh Sang Pencipta. Michele pikir ia sudah mati saat ia membuka mata dan melihat cahaya putih pertama kalinya. Namun ia sadar, ia tidak berada di alam setelah kematian.

“nona,kau sudah sadar?”

“aku ada dimana?”

“kau ada di rumah sakit nona” jawab song mino.

“apa aku tidak jadi mati?” pria berkulit agak tan itu terdiam. Tidak ada yang tidak tahu tentang kondisi michele. Termasuk dirinya.

“kau yang membawaku kemari?”

“iya nona”

“tapi, bagaimana bisa?”

“tadinya Tuan menyuruh saya untuk menjemput nona di apartemen, namun sudah berkali-kali menekan bel tidak ada jawaban, karena itu_”

“kau mendobraknya?” song mino mengangguk pelan.

“iya nona”

“sial, aku harus mengganti pintunya”

“maafkan saya nona, anda bisa meminta Tuan agar memotong gaji saya”

“jangan mengkhawatirkan soal pintu apartemen, kau pikir aku tidak punya uang sendiri”

“maaf nona bukan maksud saya”

“dimana orang tua itu?pasti sedang sibuk ya”

Michele menanyakan hal yang sebenarnya ia tahu jawabannya. Pemuda di hadapannya terdiam. Sebenarnya ia iba dengan nona nya, bagaimanapun ia juga termasuk salah satu dari sekian saksi hidup yang melihat sendiri proses kehidupan yang michele alami. Ia masih tidak habis pikir mengapa banyak hal-hal menyakitkan yang terjadi pada gadis itu. Mino sudah mengenal michele sejak mereka masih kecil, tidak mungkin ia tidak tahu sifatnya.

“maaf nona”

“hey berhentilah meminta maaf, kau tidak melakukan kesalahan apapun Song Mino”

“tapi_”

“aku sangat berterimakasih, tapi sepertinya aku butuh waktu untuk sendiri”

Kalimat yang terdengar sedikit kejam, bagi yang sudah terbiasa mungkin akan memakluminya. Seperti mino, ia menurut dan segera berjalan ke pintu.

“nona” panggilan itu membuat michele menoleh ke arah pintu.

“aku tahu, kau tidak seperti yang dibicarakan orang-orang di luar sana. Kau gadis yang sangat baik, aku tahu itu sejak pertama kali bertemu anda di perkebunan, karena itu aku mau ikut bekerja dengan Tuan Kang sampai sekarang. Nona akan baik-baik saja, karena aku akan selalu menjagamu”

Mino telah hilang dibalik daun pintu, namun michele tetap tidak bergeming. Sebenarnya ia sangat membutuhkan seseorang sekarang. Bukan chanyeol. Entah kenapa ia ingin menjauh sebentar dari pria itu, dan song mino orang yang bisa ia percaya, ia pastikan itu. Karena yang ia tahu song mino adalah salah satu orang kakeknya yang paling setia hingga saat ini.

Cepat atau lambat ia harus tegas dengan keputusannya, dan chanyeol mau tidak mau harus menurutinya.

***

Michele sedikit terkejut dengan kehadiran Yixing di ruang rawatnya. Ia tidak datang sendirian, melainkan sepaket dengan Nyonya Liu, sekeranjang buah-buahan serta sebuket bunga lily. Ajaib bahwa pria itu tahu bunga kesukaannya.

“ohh, bagaimana keadaanmu sayang? Maafkan halmeoni yang tidak langsung menjenguk tadi siang”

“aku baik-baik saja, anda tidak perlu khawatir halmeoni” jawabnya dengan seulas senyum yang agak dipaksakan. Yixing sempat terlihat menahan tawa.

“hey, kenapa kau diam saja? jadi begitukah sikapmu pada calon istrimu?”

“mian halmeoni, aku_”

“tidak apa-apa halmeoni, kalian sudah mau menjenguk saja aku sangat berterima kasih”

“lihat kan yixing, nenek tidak akan salah pilih” ucap nyonya liu diiringi kekehan michele.

Sudah berjam-jam mereka mengobrol dan bersenda gurau. Tidak terasa, waktu menunjukan pukul 8 malam. Nyonya liu segera pulang dan menyuruh yixing untuk menjaga michele, awalnya michele menolak namun tentu saja nyonya liu tetap memaksa. Akhirnya yixing sendiri mengiyakannya.

“permisi nona, waktunya anda minum obat dan mengganti perban” seorang suster masuk ke ruang rawat michele sambil membawa obat-obatan.

“baiklah”

“bolehkah aku membantu?”

“hey apa yang kau lakukan?”

“biarkan aku membantumu” yixing mengambil nampan berisi obat itu dan membantu membukakan bungkusnya lalu memberikannya pada michele.

“ini perbannya tuan” ucap perawat itu sembari menyodorkan perbannya.

Dengan telaten ia membersihkan dan membalut tangan michele dengan perban yang baru. Sedangkan michele diam-diam mencuri pandang ke arahnya dan tersenyum simpul.

“kekasih anda sangat perhatian dan penyayang, anda benar-benar beruntung nona”

“tapi_”

“tentu saja, karena ia adalah calon istriku”

“kalau begitu selamat malam nona dan tuan, saya permisi” perawat itu kemudian meninggalkan mereka berdua.

“apa kau perlu mengatakannya Tuan Sam de Cruztino”

what’s the matter?am I make you surprissed?”

“…..”

hear me, yang akan kukatakan sekarang adalah jujur dan tidak ada unsur rekayasa”

“…..”

Je t’aime Madamoiselle Kang

“apa kau sedang bercanda?kita bahkan baru saling mengenal kemarin, dan tiba-tiba kau mengucapkan kata itu padaku, apa pekerjaan chef membuatmu tertekan?”

I am seriously, I just wanna tell the truth about this feeling

don’t say this joke anymore,please don’t disturb me, I want to take rest

“aku benar-benar serius, hey jangan mengacuhkanku huhh”

Michele membelakangi yixing dan terus memejamkan matanya. Seolah tidak mendengarkan apapun. Sementara yixing masih terus berusaha menjelaskan, sampai pada akhirnya ia lelah sendiri.

“baiklah, aku akan menceritakan sesuatu, kuharap dalam tidurmu kau masih bisa mendengarnya”

Michele tidak bergeming, tetapi dalam batin ia mencoba untuk mendengarkan Yixing.

“saat itu aku baru berusia 21 tahun ketika aku melihat sebuah acara di televisi. Aku belum lama membuka cabang baru restauranku yang ketiga di Paris. Awalnya kukira acara tersebut akan sangat membosankan, sampai aku melihat seorang gadis dengan surai coklat keemasan tampil di acara itu. Saat pertama kali melihatnya aku tidak mampu berkedip selama beberapa detik, mata foxy-nya, senyumannya yang sehangat matahari pagi, dan bibirnya yang semerah buah cherry. Benar-benar ciptaan Tuhan yang sempurna. Cantik, berbakat, dan memiliki kepedulian lebih kepada sesama. Kau tahu, sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa wanita itulah yang harus berada di sampingku kelak, menjadi pendampingku sampai dunia ini berakhir”

“dan wanita itu adalah kau Michele Kang”

Beruntung saat ini michele sedang berpura-pura tidur, jika tidak ia sudah pasti meleleh saat itu juga. Kata-kata Yixing itu terlontar begitu saja, seolah tidak ada beban. Sedangkan Yixing sendiri sepertinya mengira gadis itu sudah terlelap. Ia tersenyum.

“it’s okay, selamat tidur calon istriku” ia bergerak mendekati michele dan mencium keningnya lembut. Setelah itu ia kembali tidur di sofa.

***

Seorang anak laki-laki berumur sekitar 6 tahun sedang duduk dengan sedikit tegang, di seberangnya juga duduk seorang pria yang menatapnya tajam, anak itu terus menunduk, menurutnya dengan begitu ia tidak akan melihat tatapan yang ingin membunuh dari pria di hadapannya.

“maafkan aku daddy”

“jadi apa yang dikatakan Mrs. Tiffany itu benar?”

“iy..iya” jawab putranya menahan rasa takut.

“aku tidak membesarkanmu hanya untuk berkelahi Park Mingyu”

“tapi mereka yang memulainya”

BRAK

“setidaknya kau tidak harus membuat salah satu diantara mereka jatuh pingsan dan yang lain  kehilangan giginya! Kau benar-benar keterlaluan!” ayahnya bangkit berdiri . ia mulai kehilangan kontrol emosinya, ia hampir saja menampar anak kecil itu, namun niat itu diurungkannya.

“mereka bilang orang tuaku tidak lengkap, setiap ada acara di sekolah kalau bukan daddy yang datang pasti aunty yoora yang menggantikan..”

Chanyeol yang tadinya menunduk tiba-tiba mengangkat kepalanya. Tatapannya berubah sendu.

“tidak itu tidak benar, siapa yang berani berkata begitu?” chanyeol mendekati mingyu lalu berjongkok didepan anak itu.

“vernon dan jeongkook… hikss, mereka bilang aku tidak punya mommy, semua anak diantar oleh mommy mereka ke sekolah, hanya aku sendiri yang diantar uncle bobby”

Chanyeol kehabisan kata-kata, ia sangat sedih melihat putranya sendiri ternyata merasakan hal yang tidak jauh menderita dari dirinya. Ia mengusap jejak air mata di wajah mingyu.

“mereka salah, itu tidak benar, kau punya orang tua yang lengkap, kau punya mommy mingyu”

“benarkah daddy?” senyum cerah mulai mengembang di wajah mingyu.

of course, jagoan daddy mana mungkin tidak punya mommy”

“kalau begitu kenapa selama ini mommy tidak bersama kita?”

“mommy sedang sibuk mingyu, dia wanita yang pekerja keras maka dari itu mommy tidak tinggal bersama kita”

“mingyu ingin bertemu mommy, mingyu ingin bersama mommy”

“haha, tentu saja, karena minggu depan libur musim panas kita akan bertemu mommy”

yeaaah! thank you so much daddy!” mingyu menghambur ke pelukan chanyeol, memeluk ayahnya dengan penuh kasih sayang.

Chanyeol ikut bahagia melihat putranya senang. Karena dengan begitu, rencana yang ia siapkan bisa segera dilaksanakan. Ya, ia sudah menyiapkan dengan rapi semua yang ia butuhkan, skenario dan para pemain yang akan terlibat di dalamnya.

Ia menarik salah satu sudut bibirnya keatas hingga membentuk senyuman miring yang terlihat sangat jahat. Hanya saja itu semua tertutupi oleh ketampanan wajah malaikatnya, sejauh ini hanya wajah itu yang dilihat mingyu.

***

Setelah diperbolehkan keluar rumah sakit dua hari yang lalu, michele kembali dengan aktivitasnya yang semakin hari semakin padat. Seragam chef pesanan hani belum selesai seratus persen, kini ia kebanjiran order pesanan scarf motif bunga edelweiss yang beberapa bulan lalu ia luncurkan. Tidak tanggung ada 100 pesanan scarf dengan motif yang sama. Yang michele tahu dari asistennya irene, scarf sebanyak itu akan digunakan pada opening ceremony anniversary Tuan dan Nyonya Hwang yang ke-35.

“baiklah, tolong kau awasi segala proses pembuatannya di pabrik, aku sendiri harus mencari bahan tambahannya, ara?”

“arasseo nona, waktu yang kita punya sampai jumat depan” irene berjalan menyusul michele yang terlihat terburu-buru.

“setidaknya kita masih punya waktu, masih ada pekerjaan lain yang belum kuselesaikan”

“oh ya nona, aku baru ingat nyonya kim sudah beberapa kali menghubungi butik, ia mencari anda nona”

God please

Michele semakin mempercepat jalannya, ketika sudah sampai di ruangannya ia langsung meraih clotch bag hitam dan mengambil ponselnya.

Kejadian beberapa hari yang lalu membuatnya benar-benar harus istirahat penuh seharian, tanpa harus diganggu oleh urusan bisnis.

“heeyeon-ah, ohh aku pikir kau tidak akan menjawab panggilanku”

“…..”

“aku benar-benar menyesal yeon-ah, tapi kau tidak perlu khawatir, seragam chef nya akan selesai nanti malam”

“…..”

“kau selalu saja panik, aku baik-baik saja, justru aku yang harusnya meminta maaf”

“…..”

“mwo?kau sudah menemukannya?baguslah jadi beban ku agak berkurang”

“…..”

“lusa? Baiklah, tidak masalah, yang terpenting semua sesuai dengan konsep”

“…..”

“okay, see you bye”

TUT

Michele meregangkan kedua tangannya, ia sangat lega. Namun ada sesuatu yang tiba-tiba terlintas di benaknya. Sudah 4 hari chanyeol tidak menghubunginya, sejak mereka berpisah di bandara sampai detik ini, ia tidak mendengar kabar apapun dari chanyeol yang ia tahu sedang berada di Arizona. Biasanya jika pria itu sedang ada urusan ke luar negeri, ia selalu menelepon atau video call dengannya. Sepertinya kali ini ada yang berbeda.

Tapi baguslah, dengan begitu ia tidak harus meladeni serentetan pertanyaan chanyeol, terutama tentang perjodohan itu, dan yang terlebih penting chanyeol tidak akan tahu tentang yixing, setidaknya untuk sementara waktu.

Mungkin chanyeol sangat sibuk disana jadi ia tidak sempat menghubunginya, pikirnya. Maybe.

***

TBC

NB :

Annyeong readers! Lagi2 saya PHP u.u mohon maaf untuk keterlambatannya ya /.\, karena aku baru sadar sebelum sempat ngirim, setelah kubaca ulang ada beberapa yg melenceng dari konsep awal yg aku buat pertama kali. Jadi untuk chapter ini memang ada yang harus aku revisi beberapa kali, selain biar ga melenceng, aku jg gamau readers jadi bingung dengan ff aku nanti klo ada yg gaje/dll J

Aku sebenernya jg pengen ff-ku bisa cepet” di update, tapi kalian tau jg klo banyak jg yg sedang mengantri selain ff aku ini, jadi aku mohon untuk kalian bisa lebih bersabar ya ^^ hehe

Aku jg sengaja buat chapter kali ini lebih panjang, supaya kalian lebih puas bacanya, berhubung aku termasuk author yg masih junior jg, jadi masih banyak yg perlu kupelajari supaya ff aku bisa disukai oleh para readers-nim 😀

Pengumuman jg buat kalian, klo ff ini ga akan dibuat sampe chapter banyak bgt, ga sampe 10 ke atas. Aku jg masih mengira-ngira brp banyak chapter lg, karena tergantung dengan alur cerita yang aku buat jg.

Doakan ya semoga aku bisa-bisa cepat menyelesaikan cerita ini. Happy end/ Sad end???? Haha, ada beberapa kejutan menanti di chapter-chapter selanjutnya, so aku harap kalian ga bosen untuk nunggu ff aku ini sampe ending :* hehe

Thank you for reading this! See you next chapter~

Gamsahamnida, Annyeong ^o^

ByunMoon :*

Satu respons untuk “[EXOFFI FREELANCE] Love Story (Chapter 4)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s