[Drabble Pack] Randomly Genre—Part 2

Open-Book

 

 

Created by ShanShoo || All EXO-K Member || BrothershipHorror—Death Fic || Drabble || PG-16

 

 

Click here! If you wanna to read a previous story 🙂

.

.

.

.

.

Brothership Jongin—Joonmyeon

 

 

Hyung, apa benar, peri gigi itu ada?”

Joonmyeon, anak lelaki berusia tujuh tahun ini menoleh ke samping kanannya, menatap Jongin yang saat ini tengah menatap menerawang ke arah langit-langit kamar.

Joonmyeon tersenyum kecil, lalu membenarkan letak selimut yang menutupi tubuhnya hingga sebatas dada. “Itu benar,” katanya, ikut menatap pada langit kamar.

Ucapan itu membuat Jongin, anak berusia dua tahun lebih muda darinya ini menoleh padanya, dihiasi senyuman lebar hingga menampakkan satu celah di antara deretan giginya di bagian depan. “Kalau begitu, apakah peri gigi itu akan menggantikan gigiku yang lepas ini dengan sebuah hadiah?” tanyanya seraya menunjukkan sebuah kain kecil yang ia gunakan untuk membungkus giginya yang tanggal, di bawah bantalnya.

Lagi-lagi Joonmyeon membalasnya dengan senyuman kecil. “Tentu. Kau ingin hadiah apa, memangnya?”

“Aku ingin mainan robot Iron Man seperti punyamu, Hyung!” ujar Jongin, mengutarakan keinginannya pada sang kakak sambil menarik selimutnya hingga sebatas dada.

Mengangguk pelan, Joonmyeon berkata. “Tidurlah, jangan mengintip sampai peri gigi datang dan memberimu hadiah yang kauinginkan.”

Jongin mengangguk antusias. Segera saja ia menutup matanya, berusaha untuk tidur agar peri gigi yang dinantinya cepat datang. Tak butuh waktu lama bagi Jongin untuk memasuki alam mimpinya. Setelah memastikan jika adiknya benar-benar tidur, Joonmyeon beranjak dari tempat tidurnya secara perlahan-lahan. Lalu melangkah menghampiri kotak mainan berukuran besar, berisi berbagai mainan miliknya. Kedua tangannya sibuk mencari sesuatu di sana, hingga beberapa detik kemudian, ia mendapatkan apa yang dicarinya.

Sebuah robot Iron Man berwarna merah, berukuran sedang.

Joonmyeon tersenyum, dan segera kembali menghampiri tempat tidurnya. Dengan hati-hati, ia meletakkan robot miliknya itu di bawah bantal Jongin, sekaligus mengambil kain kecil berisi gigi adiknya.

Jongin masih terlihat damai dalam tidurnya.

“Kau telah mendapatkan hadiahmu, Kim Jongin,”

Joonmyeon tak lelah untuk terus mengukir senyum di bibirnya.

“Robot Iron Man yang kauinginkan.”

Horror Baekhyun—Chanyeol

“Aku tidak percaya.”

Chanyeol mendesah kecil mendengar jawaban Baekhyun, temannya. Matanya lalu menatap Baekhyun lebih dalam lagi.

“Kau harus percaya, kamarku ini memang berhantu!” kata Chanyeol meyakinkan. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke arah Baekhyun, berbisik sehalus mungkin, “Ber…han…tu…” katanya sekali lagi, dengan penuh penekanan.

Ucapan itu membuat Baekhyun tertawa meremehkan. “Dan aku tetap tidak percaya, Chan. Aku tak percaya!” sahutnya dengan satu tangan yang mengibas di depan dada, membentuk gestur penolakan.

“Oh, baiklah. Terserah kau saja,” akhirnya Chanyeol menyerah. Kedua bahunya turun seraya menunjukkan ekspresi murung.

Tak berselang lama, pintu kamar milik Chanyeol terbuka. terdengar derap langkah singkat seseorang yang mengarah pada Baekhyun dan juga Chanyeol. Kemudian, terdengar suara pemuda bernada berat yang begitu familiar di telinga Baekhyun.

“Astaga, Baek! Apa yang kaulakukan di sini? Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa jangan pernah mencoba untuk diam di kamarku sendirian? kau tahu, resiko apa yang akan kau dapatkan nanti jika kau terus melakukannya?”

Barusaja Baekhyun akan membuka mulut untuk bersuara, di tengah rasa panik yang tiba-tiba saja menyerang dirinya. Namun dengan cepat, Chanyeol yang berdiri tepat di depannya menyela,

“Cepatlah turun, makan malamnya sudah siap.” Katanya dengan nada bicara sedikit lembut.

Dan akhirnya, Baekhyun benar-benar bungkam begitu ia mendengar bisikan halus tepat di telinga kanannya.

“Sekarang, kau percaya, kan, jika kamar ini berhantu?”

Death Fic Sehun—Kyungsoo

            “Kau masih punya banyak waktu, Hun.” Suara Kyungsoo terdengar begitu lemah, bibirnya mengukir senyum manis meski ia merasa sulit untuk melakukannya. Pandangannya yang sendu tak lepas memerhatikan seraut wajah tampan Oh Sehun yang berada tepat di hadapannya, dihiasi bulir-bulir keringat besar di sekitar pelipis.

Sehun menggeleng cepat, “Tidak, Hyung. kita sama-sama mempunyai banyak waktu.” Ujarnya dengan suara parau yang begitu buruk. Matanya mulai memunculkan bulir bening yang akan semakin membuat pandangannya memburam.

Napas Kyungsoo mulai tak beraturan. Namun ia masih mempertahankan senyuman manis di bibirnya. “Bodoh! Cepatlah pergi sebelum semuanya terlambat!” ujarnya penuh penekanan. Ia lalu terbatuk-batuk setelah mengutarakan kalimatnya pada sosok pemuda berkulit pucat itu.

“Ayo, kita pergi bersama, Hyung! aku tak akan pergi dan membiarkanmu sendirian di sini.” Sehun lantas berusaha menarik tangan Kyungsoo dengan sisa tenaga yang ia miliki. Namun apa daya, ia tak dapat melakukannya. Tangannya terlalu lemah. Terlebih ketika luka sobek penuh darah yang ada di kedua tangannya terasa semakin berkedut-kedut.

“Sudah kukatakan sebelumnya, bukan? Aku tidak akan melakukan hal ini jika kalian berdua tetap berada di tempat tidur, dan membiarkanku mengambil semua benda berharga yang kalian miliki.”

Suara orang lain menginterupsi di antara keheningan yang ada, seolah semakin menambah rasa sakit di sekujur tubuh mereka. Adalah Kyungsoo yang pertama menoleh lemah ke arah orang asing itu yang tengah membawa tongkat baseball di tangan kanannya. Sosok itu berdiri tepat di ujung tangga yang akan mengantarnya ke lantai dasar, tempat di mana Kyungsoo dan Sehun terkapar lemah di sana.

“C-cepatlah pergi, Oh Sehun!” Kata Kyungsoo lemah, menatap Sehun penuh harap.

Hyung…”

“PERGI!!!”

Teriakan Kyungsoo, membuat sosok perampok itu berteriak kesal. Ia lalu berlari ke arah mereka berdua yang membelalak karena kaget. Sekali lagi, Kyungsoo menyuruh Sehun untuk pergi sebelum perampok itu sampai ke arahnya.

Akhirnya, Sehun memilih untuk pergi dari rumah yang sungguh kacau balau itu dengan berat hati. Ia menatap Kyungsoo dengan perasaan tak rela. Ia tak sanggup menatap kesakitan saudaranya yang masih terkapar lemah di atas lantai penuh darah di sekitarnya.

“Jangan kejar saudaraku!” Kyungsoo menahan pergelangan kaki sang perampok yang berjalan melewati tubuhnya. Ia menatap nyalang tepat ke arah manik mata pria itu.

“Diam!! Kau membuatku muak, sialan!

Tongkat baseball itupun terangkat tinggi tepat di atas kepala Do Kyungsoo. Dan Kyungsoo hanya menatapnya seraya tersenyum menyeringai. Sepertinya, ia telah siap untuk mengakhiri segala kesakitannya detik ini juga.

.

.

.

FIN

 

Sorry for a bad fic. Hope U like my story 🙂

Don’t forget to give me your feedback, below 😉

Wanna to know my personal blog? Just click, here!

26 tanggapan untuk “[Drabble Pack] Randomly Genre—Part 2”

  1. Huu.. Knp sehun slalu dpt story yg tragus gni.. Skrg gantian kyungsoo yg kena 😫
    Jongin-joonmyeon cute bgt ih, chap kmarin jongin jg jd ank kecil kan? Ucul aned deh haha
    Horror njir part nya baekyeol, chan nya ada 2, hii ngeri..
    Daebak thor~~~

  2. Itu kaka nya jongin suho san?? Ke adik aja baikkk gtu apalagi ke aku yang asli pacarr nyaaa yahhh😂😂
    San peliizzz baca pas bagian chanbaek jadi inget meme di ig😂😂 lagi di kamarr lagi merekaa eh cucokkk😄😄
    Aduuuuhhh cerita terakhir mah bikin sedih gimana gitu..kyungsoo nya kasian bangett..tenang suster ane nanti dataang ko d.o😂😂 sehun yaamvun suka ingin ketawa san😂
    Eh san ini aku komen ato apaan yah😂 panjang tapi ga di mengertiii
    Pokonyaa so good lahh drabble nyaaa👍

  3. yaolohh.. serem dua fic ko serem ameet. ihh yang suho-jongin lucu. suho baik banget deh. jadi pngn punya kaka kayak diaa hhaha 😀 yang chanyeol baekhyun, hayolooh ngapain bedua dua dikamar.. haha makanya ada hantu nongol pan. hahah. buat sehun-kyung. hiks hiks. kyungsoo baii beudd. makin cintaa deehh..

  4. Kai- Suho

    kayanya punya kaka kaya suho betah di rumah deh. Kan orang kaya, kasih aja, ga seberapa.

    Chanyeol-Baekhyun

    jadi, yang ngomong kalau di kamar chanyeol ada hantu itu adalah hantu ya? Serem…

    Sehun-Kyungsoo

    kejam banget, sadis. Sama kaya yang sebelumnya, Sehun Tao. Hihi, aku paling suka yang kaya gini :-D. Aku adalah fans sejatimu ka isan :-*

  5. ISAAAAAANNNNN INI KEREN BINGGO AAAAKKKK
    *sok akrab* *biar ah* *ditendang
    karena sama sama anak 97 aku jadi pingin akrab nih kkkk~ anak 97 udah pada langka sih *ini malah ngomongin apa
    itu… junmyeon peri gigi ya? yaampun kecil-kecil udah jadi peri/eh?
    baekhyu!!!!! sukurin!!! aaaaakkkk pasti gak mau ke kamar chanyeol lagi tuh haaha kasian banget baek :”’
    dan sehun! yaampun paca gueeeeh/plakk! semoga gak ketangkep sama rampoknya huhu kyung bak super hero kuterharu hiks!
    btw isan jarang nongol di grup ya heheh, apa aku yang gak dateng pas ada isan wkwk

    1. Halooo….. (siapa sih namanya?) :v
      Ohahaha yaamvun ternyata tahun lahiran kita samaa/? :’v
      Kkk makasih deh udah baca dan komen ff ini ^^
      Ah, soal jarang nongol di grup, aku emang udh ga nongol lagi di sana 😁😁😁

    2. banga banga XD XD
      diksiku kek upil yungi san *lalu lirik fotomu* AAAKKKK YUNGI AAAKKK
      weeeh semangaaaat!!! aku masih kelas 3 nih san, gegara dulu sebelum masuk sma ikut kelas khusus bahasa dulu setaun :”’
      dunia perkuliahan lebih syibuk ya keknya *lalu menerawang

    3. iya mak, aku gak akan seperti itu/dor!
      iya siyaaaap *pasang senyum paksa jadi jelek banget/plak!
      sip semangat isan!! weeeh bang syub fansnya semakin banyak dan banyak nih :3

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s