TWOSHOT – Red Room [1/2] — IRISH’s story

irish-red-room

Author : IRISH

Tittle : Red Room

Main Cast : EXO’s Oh Sehun & A-Pink’s Oh Hayoung

Supported : A-Pink Members

Genre : Romance, School-life, A Bit Horror and Fantasy (?)

Rate : PG-17

Length : Twoshot

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO’s Oh Sehun and A-Pink members belong to their real life.

Note : Ehem, siapa yang kemarin minta fanfiction Sehun-Hayoung? Ta-da! Ini dia fanfiction absurd lainnya dariku. Dengan genre yang masih sama… maaf sekali diri ini sering membuat fantasy. Well, fanfiction ini terinspirasi dari sebuah kisah horor (?) tapi di sini gak ada horornya kok (terus itu genre buat apa), serius. Ini cerita yang gak berat kok, EHEM. Happy reading!

██║ │█║♪ ║▌♫ │█║♪ ║▌♫ ║██

“Hayoung-ah…”

Hayoung mendongak dari buku yang tengah dibacanya, dan Ia menyernyit saat teman sekamarnya, Naeun, menatapnya dengan raut penuh ketakutan.

Wae geurae?”, tanya Hayoung sambil akhirnya menutup bukunya, dan memandang Naeun dengan wajah serius.

“Aku… Aku…”

“Kau?”, Hayoung menunggu.

Tak lama, Naeun mengulurkan tangannya, dan Hayoung tersentak saat kedua pergelangan Naeun tersayat, dan berdarah.

Ya!”

Dengan cepat Hayoung berdiri, mengambil kotak P3K dan mengobati luka di tangan Naeun.

“Kau gila!? Kau masuk ke kamar itu!?”

Naeun terisak pelan.

“Mereka mengunciku disana… Hiks…”, Naeun terisak, membuat Hayoung tediam. Ia dan beberapa anak dikamar nya memang sudah beberapa hari ini terus dikerjai oleh sunbaenim mereka dari eksta kulikuler yang mereka ikuti.

Dan salah satu cara mengerjai yang dianggap menyeramkan disini adalah dengan memasukkan hoobae ke dalam Kamar Merah. Kamar yang tidak berpenghuni sejak bertahun-tahun lalu, dan tidak berani diganggu oleh siapapun.

Kamar itu ada di pojok terjauh dari asrama. Tepat berada diperbatasan antara asrama yeoja dan namja. Walaupun hanya dibatasi oleh sebuah kamar, tapi tidak ada murid yang benar-benar nekad melewati kamar itu.

Kamar itu disebut Kamar Merah karena disana pernah terjadi pembantaian sadis yang sampai saat ini tidak diketahui siapa pelakunya. Seorang murid laki-laki yang kabarnya sangat pendiam dan tertutup dulunya ada dikamar itu.

Tidak ada yang pernah benar-benar tau seperti apa wajah namja itu karena Ia lebih sering mengurung diri dikamar. Bahkan Ia tidak punya teman sekamar. Dan hanya beberapa kali mengikuti pelajaran dalam sehari.

Konon ceritanya, namja itu ditemukan di dalam kamarnya dalam keadaan tubuh sudah hancur karena terbakar habis dan terpotong-potong.

Sejak saat itu, beberapa orang sering mengaku mendengar suara langkah ke arah kamar itu, atau melihat namja itu tengah berdiri di depan kamarnya. Dan yang lebih menakutkan, namja itu sering terlihat dikelas, dengan keadaan mengerikan.

Bahkan kursi yang Ia tempati dulu juga tidak ada yang menempati. Semua orang takut pada hantu itu.

Kamar itu disebut Kamar Merah karena beberapa orang sering melihat darah keluar dari celah bawah pintu kamar itu. Dan jika ada murid yang dikerjai dengan dimasukkan ke kamar itu, sering kali mereka keluar dengan luka berdarah, walaupun luka itu hanya luka goresan.

Walaupun sudah 20 tahun berlalu sejak kejadian itu, kamar itu tetap saja menjadi kamar terkutuk. Bahkan sekolah lain banyak yang sudah tau tentang kamar itu. Bedanya, jika dulu tidak ada murid yang berani masuk ke sana, beberapa tahun terakhir kamar itu malah menjadi kamar perpeloncoan.

Beberapa murid sering dimasukkan ke kamar itu, dan esoknya ditemukan diluar ruangan atau bahkan diluar asrama, dalam keadaan menyedihkan. Herannya, tetap tidak ada yang berani mengganggu kamar itu—dalam artian merusak kamar itu atau mengusir hantu yang ada disana.

“Hayoung-ah…”, Hayoung tersadar dari lamunannya saat mendengar Naeun kembali terisak.

Wae Naeun-ah?”, tanya Hayoung

“Gelangku… Gelang pemberian mendiang Eomma ku…”

Hayoung tersentak, dan segera sadar jika di pergelangan tangan Naeun sudah tidak ada gelang emas yang selama ini selalu mengingatkan Naeun pada mendiang Eomma nya.

“Mungkinkah… Terjatuh dikamar itu?”, ucap Hayoung membuat Naeun akhirnya tertunduk.

“Sudahlah… Biarkan saja…”

Hayoung menatap sedih sahabatnya itu. Ia tau benar, sejak kecil Naeun tidak pernah melihat wajah Eomma nya, dan hanya gelang itu penghubung antara Naeun dan Eomma nya.

Tapi Hayoung juga tidak bisa berbuat banyak. Ia juga nyatanya takut bahkan untuk melirik ke kamar itu.

Kajja Naeun-ah… Kita istirahat saja…”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hayoung bangun sedikit terlambat hari ini. Dan Ia melihat Naeun terlelap dikasurnya. Tentu saja Hayoung tau yeoja itu tidak ada jadwal pelajaran hari ini.

Jadi dengan cepat Hayoung mandi dan bersiap ke kelasnya. Saat keluar dari kamar, Hayoung melemparkan pandangannya ke arah koridor di sebelah kanannya. Yeoja itu terfokus pada sebuah pintu yang hanya terlihat sedikit dari tempatnya sekarang berdiri, karena pintu itu ada di belokan.

Tanpa sadar Hayoung melangkah melawan kehendaknya yang akan ke kelas tadi. Yeoja itu melangkah ke arah Kamar Merah. Dan terhenti saat Ia sudah berdiri tepat di depan kamar itu.

Tanpa bisa membohongi dirinya, Hayoung bergidik takut saat melihat pintu kamar itu. Tapi kemudian yeoja itu teringat pada gelang milik Naeun yang kemungkinan besar ada di dalam kamar itu.

Hayoung melangkah pelan mendekati pintu kamar, dan perlahan, mengetuk pintunya. Cukup lama yeoja itu berdiri diam, sampai akhirnya Ia membuka mulut.

Chogi… Apa aku boleh masuk ke kamarmu? Umm… Ada barang milik temanku yang mungkin tertinggal didalam kamarmu…”

Beberapa saat Hayoung terdiam. Tentu saja tidak akan ada jawaban dari kamar itu. Dan Hayoung yakin Ia akan berlari jika saja ada jawaban dari dalam kamar itu.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Hayoung terkesiap. Yeoja itu terhuyung mundur saat mendengar seseorang bicara. Ia menatap ke arah sumber suara, dan melihat seorang namja berdiri tak jauh darinya, menatapnya dari atas sampai bawah.

“Kau mau masuk kesana?”, tanya namja itu lagi membuat Hayoung akhirnya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak benar-benar gatal.

“Umm… Semalam temanku dikerjai oleh beberapa orang sunbaenim… Dan kurasa… Barangnya tertinggal di dalam sini…”, ucap Hayoung sambil memandang ke arah pintu di depannya.

Tanpa Hayoung duga, namja itu malah melangkah melewati Hayoung, dan dengan santai membuka pintu kamar itu. Membuat Hayoung membulatkan matanya kaget.

“K-Kau… Kau membukanya?”, ucap Hayoung dalam keterkejutannya

“Bukankah kau bilang barang temanmu tertinggal di dalam sini?”, ucap namja itu, Ia sudah membuka sebagian pintu, membuat Hayoung bisa mengintip ke dalam, dan yeoja itu menyernyit ngeri.

“T-Tapi aku kan tidak bilang aku akan masuk ke sana…”, Hayoung memelankan bicaranya, takut jika saja hantu kamar itu mendengarnya.

“Tapi tadi kau sudah bicara seperti itu kan? Meminta izin pemilik kamar ini?”, ucapan namja itu membuat Hayoung teringat pada ucapannya.

“Ah… Ya… Tapi—”

Kajja, kau tidak mau di dalam kamar ini terlalu lama bukan?”

Hayoung menatap sejenak saat namja itu masuk ke dalam kamar, dan akhirnya, Hayoung menyerah. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu, dan berhati-hati pada setiap langkahnya.

“Aku tidak yakin pemilik kamar ini benar-benar mengizinkan kita masuk…”, ucap Hayoung pelan, tatapannya berputar mengelilingi kamar itu.

Secara spesifik kamar itu terlihat sama dengan kamar lainnya. Hanya saja kamar itu sudah tidak terawat, dan ada banyak bercak darah yang Hayoung yakini berasal dari luka yang dialami murid-murid yang pernah masuk dan terjebak disana.

“Kurasa Ia mengizinkan kita masuk, tapi tidak dengan melihat-lihat isi kamarnya.”, ucapan namja itu membuat Hayoung mengalihkan pandangannya, dan tersentak saat namja itu berdiri di dekat tempat tidur, memegang sebuah gelang emas.

“Apa ini benda yang kau cari?”

“Whoah! Bagaimana kau tau?”, ucap Hayoung, tersenyum cerah, dan melangkah mendekati namja itu.

Tapi langkah yeoja itu terhenti saat tanpa sengaja tangannya terkena kayu tajam yang mencuat disana, membuat darah keluar dari luka itu.

“Bukankah kamar ini benar-benar meminta darah?”, ucap namja itu, melangkah mendekati Hayoung, dan menarik tangan Hayoung.

Dengan cepat namja itu menekan luka kecil ditangan Hayoung, lalu menutupinya dengan plester yang entah kapan sudah ada ditangannya.

“Kalau mau masuk ke ruangan ini kau harus membawa plester. Tidak mungkin pemilik kamar ini membiarkan orang lain keluar dari kamarnya tanpa berdarah.”, ucap namja itu, kemudian meletakkan gelang ditangan Hayoung.

“Benda ini sangat berarti bagi temanmu?”, tanya namja itu lagi, dan dijawab dengan anggukan oleh Hayoung.

“Ya, gelang ini satu-satunya yang dimiliki temanku tentang Eomma nya. Dia tidak pernah melihat wajah Eomma nya.”, Hayoung tersenyum kecut, membuat namja itu mengangguk-angguk pelan.

“Ah, begitu. Kajja, kita keluar, bukankah kau terlambat untuk kelas pertamamu, sunbae?”

Hayoung mengerjap beberapa kali, dan segera memandang badge namja itu.

“Oh, kau hoobae ku?”, ucap Hayoung membuat namja itu tertawa pelan

“Kau tidak memperhatikannya sedari tadi?”, ucap namja itu, dengan pelan menarik lengan Hayoung untuk keluar dari kamar itu.

“Aku tidak memperhatikannya. Lagipula, memangnya kau tidak ada kelas pagi? Atau kau membolos huh?”, ucap Hayoung tak mau kalah.

“Membolos itu hal yang sudah biasa bagi murid namja bukan, Hayoung sunbaenim?”, ucap namja itu membuat Hayoung merengut kesal.

“Dasar kau. Ngomong-ngomong, siapa namamu? Kau tidak memasang nametag-mu.”, ucap Hayoung pada namja itu.

“Oh Sehun. Kelas 1-1.”, ucap namja itu

Aigoo. Kau hoobae yang sangat pintar pasti, kelas itu kelas favorit bukan?”

Namja bernama Sehun itu menggeleng pelan.

“Tidak juga. Cepatlah ke kelas sunbae-ah. Kau tidak mau dihukum kan?”

Hayoung akhirnya tersenyum dan mengangguk.

Arraseo. Oh, apa kau ada waktu nanti saat makan siang? Mau ku traktir? Anggap saja ucapan terima kasihku karena kau menemaniku masuk ke dalam sini.”, ucap Hayoung.

“Aku ada kelas sampai sore. Bagaimana dengan malam?”, ucap Sehun dijawab dengan anggukan cepat oleh Hayoung.

“Baiklah. Jam berapa kelasmu berakhir?”

“Jam 6. Aku akan menunggumu ditaman belakang asrama, sunbae.”

“Ish, jangan memanggilku sunbae seperti itu. Aku tidak seperti mereka yang gila kehormatan.”, Hayoung memutar bola matanya membayangkan sunbae nya yang begitu senang jika disebut seperti itu.

“Lalu apa? Noona?”, ucap Sehun membuat Hayoung menutup mulutnya, menahan tawa.

“Aku tidak setua itu. Panggil ‘Hayoung-ah’ saja. Lagipula, kau sebenarnya tidak terlihat seperti hoobae.”, ucap Hayoung membuat Sehun tersenyum samar.

Arraseo arraseo. Hayoung-ah.”, ucap namja itu membuat senyum muncul di wajah Hayoung.

“Nah, begitu baru bagus. Aku suka mendengarnya. Aku ke kelas dulu Sehun-ah. Gomawo, dan sampai bertemu…”, Hayoung berlari kecil meninggalkan tempat itu, tidak lupa Ia melambai kecil pada namja yang kini berdiri dan bersandar ditembok di depan kamar itu.

“Jangan terlambat Hayoung-ah… Aku tidak suka menunggu terlalu lama.”, ucap Sehun dan dijawab dengan acungan jempol oleh Hayoung.

Sementara kini namja itu berdiri diam, tertunduk, sampai akhirnya Ia menatap ke depan, ke pintu kamar terkutuk itu.

“Oh Hayoung…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tepat jam 6 kurang 10 menit, Hayoung menyelinap keluar dari asrama nya. Yeoja itu bergegas karena peraturan sekolah seharusnya tidak mengizinkan murid keluar dari asrama lebih dari jam 5.

Yeoja itu sampai dengan cepat di taman belakang sekolah. Dan tersenyum lega saat belum melihat Sehun disana. Itu artinya Ia tidak terlambat. Hayoung memandang jam nya, dan tertawa pelan.

“Wah. Oh Sehun, kau pasti terlam—”

“Kau sudah daritadi?”

Hayoung menoleh dan terlonjak kaget saat entah sejak kapan Sehun sudah berdiri tak jauh darinya.

Omo! Kau mengagetkanku!”, ucap Hayoung sambil mengatur nafasnya

“Ku kira kau akan terlambat.”, ucap Sehun enteng

Mwo? Ya! Tadinya aku malah mengira kau yang akan terlambat.”, ucap Hayoung

“Aku selalu datang tepat waktu.”, balas Sehun tak mau kalah membuat Hayoung memandang jam tangannya.

“Benar juga. Kau datang tepat waktu.”, ucap Hayoung

“Apa kita akan makan di luar?”

Nde?”, Hayoung mengalihkan pandangannya dari jam tangan

“Kantin pasti sudah tutup, tapi gerbang akan di tutup jam 8. Mau berjalan-jalan diluar?”, tanya Sehun membuat Hayoung menyernyit

“Diluar? Bukankah itu artinya kita melangg—”, belum sempat Hayoung berhenti bicara, Sehun sudah menarik yeoja itu untuk melangkah mengikutinya

“Y-Ya! Sehun-ah!”, ucap Hayoung kesal, tapi Sehun terus menariknya, dan dengan wajah tidak berdosa dua orang itu melewati gerbang, hanya karena Sehun bicara ‘Aku akan segera kembali’ pada satpam tua yang menjaga gerbang.

Aigoo! Aku benar-benar tidak percaya dia mengizinkan kita keluar!”, ucap Hayoung dalam ketidak percayaannya.

“Tentu saja dia percaya. Dia kan mengenalku.”

Mwo?”, kali ini Hayoung menatap Sehun bingung

“Aku sudah sering membolos,”, ucap Sehun ringan membuat Hayoung menepuk pelan lengan namja itu.

“Kau ini, masih kelas 1 sudah sering membolos. Mau jadi apa dimasa depan huh?”, ucap Hayoung kesal

Sehun hanya menanggapi dengan senyuman tipis.

“Mau makan di tempat favorite ku?”, tanya Sehun pada yeoja disebelahnya

“Dimana tempatnya?”, tanya Hayoung

Sehun kembali menarik lengan yeoja itu, membuat Hayoung dengan pasrah mengikuti langkahnya.

“Tenang saja, ditempat ini makanannya enak.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Aku sudah sangat sering makan disana. Dan kau juga harus mencobanya.”

Hayoung akhirnya mengangguk.

“Baiklah, kita kesana…”, gumam yeoja itu walaupun Sehun memang sudah menariknya ke arah tempat itu.

Mereka terhenti di depan sebuah warung kecil yang ada di sudut jalan. Dan terlihat sangat sepi. Tanpa bisa membohongi dirinya, Hayoung bahkan bergidik ngeri.

“Ini tempatnya?”, ucap Hayoung

“Ya. Ini tempatnya. Kenapa?”

Hayoung menatap namja itu sejenak.

Ani, tempat ini terlihat begitu sepi.”, ucap Hayoung

“Itulah kenapa aku suka.”, Sehun dengan cepat melangkah ke dalam warung itu dan membuat Hayoung mau tak mau mengikutinya.

“Oh astaga kau datang lagi kesi—”

Hayoung memandang seorang ahjumma yang tadinya tengah bicara pada Sehun dan sekarang menatap bingung pada Hayoung.

“Dia datang denganku. Hayoung-ah, ahjumma ini pemilik tempat ini.”, ucap Sehun membuat ahjumma itu tersadar dari lamunannya.

Hayoung kemudian tersenyum pada ahjumma itu.

“Ayo duduk Hayoung-ah.”, ucap Sehun saat sadar ahjumma itu memandang terlalu lama pada Hayoung yang sekarang berdiri canggung.

“Hm? Nde.”, hanya itu yang Hayoung ucapkan, Ia kemudian mengikuti langkah Sehun dan duduk di kursi yang terletak sedikit tersembunyi dibalik bilik bambu.

“Apa kau selalu duduk disini?”, tanya Hayoung

“Ya. Selalu disini. Kenapa?”

Hayoung kemudian memandang sekitarnya, sadar bahwa Ia dan Sehun duduk berhadapan, dengan posisi dirinyalah yang bisa terlihat dari luar, sementara Sehun tidak.

Ani, kau biasanya makan apa?”, tanya Hayoung

Ahjumma sudah tau makanan apa yang aku suka.”, hanya itu jawaban Sehun, namja itu diam-diam menatap Hayoung, membuat yeoja yang sedari tadi sibuk memandang berkeliling itu akhirnya merasa diperhatikan.

Dan saat Hayoung mengalihkan pandangannya ke arah Sehun, namja itu tidak lantas mengalihkan pandangannya, membuat untuk beberapa saat pandangan mereka bertemu, sebelum Hayoung kemudian tertunduk, dan menggaruk pelan tengkuknya.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?”, tanya Hayoung, melirik Sehun sekilas, namja itu kini tengah tersenyum tipis, lalu menggeleng.

Ani. Melihatmu pendiam seperti ini disini sangat aneh dan bertolak belakang dengan kebiasaanmu dikelas.”

Nde? Kebiasaanku dikelas?”, Hayoung menyernyit bingung

Sehun hanya tersenyum tipis, membuat Hayoung akhirnya menelan semua pertanyaannya karena saat yeoja itu akan membuka mulut, ahjumma pemilik toko datang dengan membawa sebuah nampan cukup besar.

“Whoah… Sehun-ah, kau makan sebanyak ini?”, Hayoung memandangi satu persatu makanan di depannya.

Yeoja itu bahkan dengan tanpa berdosa mengulum bibirnya, menahan keinginannya untuk tidak segera menyantap makanan di depannya. Sementara tanpa Ia sadari, ahjumma itu sedari tadi memandang ke arahnya.

Ahjumma.”, Sehun lah yang sadar akan tatapan ahjumma itu, dan namja itu berucap pelan, membuat ahjumma itu tersadar, dan tersenyum pada Sehun.

Yeppuda…”, gumam ahjumma itu pelan dan hanya Sehun sahuti dengan senyuman samar.

“Makanlah yang banyak Hayoung-ah. Sehun biasanya bisa makan sampai dua kali disini.”, ucap ahjumma membuat Hayoung memandang ahjumma itu dan Sehun bergiliran

Jinjjayo? Sehun-ah?”, ucap Hayoung tak percaya

“Ya… Seperti itulah.”, ucap Sehun kaku, namja itu kemudian mengambil sumpit yang ada di depannya

“Ayo makan.”, ucap namja itu di iringi anggukan cepat oleh Hayoung

“Selamat makan!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aigoo… Aku kenyang sekali…”

Sehun menggeleng pasrah. Ini sudah ke enam kalinya Hayoung mengucapkan kata-kata itu saat mereka ada di jalan menuju sekolah.

“Kau tidak pernah makan sebanyak itu? Atau selama ini kau selalu berdiet? Kalau kau diet, sepertinya dietmu itu gagal.”

Mwo!?”, Hayoung menatap namja dibelakangnya dengan tatapan kesal

“Jadi kau benar-benar diet selama ini?”, Sehun tertawa pelan membuat Hayoung mengerucutkan bibirnya dengan kesal.

“Aku tidak diet. Aku hanya mengurangi makan.”, ucap Hayoung

“Apa bedanya itu?”

“Ish! Tentu saja beda!”, Hayoung tetap tidak mau kalah

Arra. Kau mengurangi makan dan berusaha diet.”

Hayoung menatap kesal namja yang sekarang berjalan melewatinya itu, tapi kemudian Ia tersadar pada keadaan disekitarnya.

Beberapa lama Hayoung terdiam ditempat itu sampai suara Sehun membuyarkannya.

“Kau kenapa?”

“Ah, ani…”, Hayoung menatap namja itu dalam diam, “apa kau suka tempat sepi dan gelap seperti ini? Kurasa dari tadi saat kita berangkat sampai sekarang, aku sangat jarang melihat orang lain.”, ucap Hayoung membuat Sehun mengerjap beberapa kali

Mwo? Ucapan konyol apa itu?”, ucap Sehun berpura-pura kesal, dengan cepat namja itu menarik Hayoung untuk segera pergi.

“Y-Ya!”, ucap Hayoung kesal.

“Kalau sudah tau kita dijalan gelap dan sepi, bukankah seharusnya kau khawatir?”, ucap Sehun membuat Hayoung kembali berpikir.

“Khawatir? Khawatir akan apa?”, tanya yeoja itu bingung.

“Bisa saja aku melakukan sesuatu padamu kan?”

Ya! Andwae!”, Hayoung menjerit membuat Sehun berjengit kaget.

Ya!”, ucap Sehun sementara sekarang Hayoung tengah berlari menjauhinya.

Sehun diam, memperhatikan yeoja yang sekarang berlari menjauh itu, tapi tak lama namja itu tersenyum.

“Oh Hayoung… Kau kira semudah itu terlepas dariku huh?”, Sehun bergumam pelan sebelum akhirnya namja itu berlari menyusul Hayoung

Dengan langkah panjangnya tentu saja Sehun dengan mudah berhasil menyusul yeoja itu, dan dengan sigap Sehun menarik lengan yeoja itu.

Aw! Ya! Sehun-ah!”, ucap Hayoung kesal saat namja itu menariknya tanpa ampun.

“Kau kira kau berjalan kemana huh?”, ucap Sehun pada yeoja itu.

“Siapa suruh kau bicara aneh?”, balas Hayoung.

Awalnya Sehun terdiam, sebelum Ia kemudian mengacak-acak rambut Hayoung.

“Aku hanya bercanda. Kajja, kaki pendekmu itu tidak akan bisa membuatmu kabur dariku. Dasar bodoh.”

Ya! Aku tidak bodoh!”, bantah Hayoung

Arraseo. Kau hanya sedikit bodoh.”

Mwo!?”

“Aku bercanda Hayoung-ah…”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hayoung-ah!”

Hayoung menoleh kaget saat seseorang meneriakkan namanya. Yeoja itu menatap bingung saat Naeun dan beberapa temannya datang.

Waeyo?”, tanya Hayoung

“Kau tau? Ada kejadian menghebohkan semalam!”

Hayoung menyernyit.

“Kejadian apa?”

“Semalam sunbaenim kan memasukkan Eunji ke dalam Kamar Merah, dan kau tau apa!? Eunji sama sekali tidak terluka ataupun menjerit! Hebat bukan?!”

Hayoung masih menyernyit.

“Lalu apa hebatnya? Bisa saja Ia memang tidak takut bukan?”

“Aish! Bukan itu. Saat keluar dari sana, Eunji bilang Ia tidak melihat apapun. Dan tidak ada hantu seperti yang dibicarakan itu! Mungkinkah hantu itu sudah pergi!?”

“Kurasa… mungkin saja…”, ucapan Hayoung terhenti saat Ia menangkap siluet seseorang yang dikenalnya tengah berjalan sendirian.

“Mungkin apa?”, Hayoung tersadar, dan dengan segera yeoja itu tersenyum kaku.

“Seperti yang kau bilang itu. Oh, aku harus bergegas, ada tugas yang belum ku kumpulkan.”, ucap Hayoung, dan tanpa mendengar ucapan teman-temannya, dengan segera Hayoung melangkah pergi.

Tidak. Yeoja itu berlari, berusaha menyusul sosok itu. Dan tersenyum samar saat nyatanya sosok itu berjalan tak jauh di depannya.

“Se—”, Hayoung kembali menghentikan ucapannya saat Ia melihat Sehun berbelok masuk ke dalam sebuah kelas.

Dengan langkah pelan Hayoung melangkah mendekati kelas itu. Dan melihat papan kelasnya.

“Ah… Disini ternyata kelasnya.”, gumam Hayoung saat melihat papan bertuliskan 1-1 di pintu kelas itu.

Hayoung kemudian melongokkan kepalanya, dan tersenyum saat tatapannya bertemu dengan sosok yang sedari tadi diikutinya, Sehun, namja itu duduk di deretan paling pinggir kelas, di kursi tengah.

Dan namja itu hanya menggeleng pelan menanggapi senyuman Hayoung itu. Yeoja itu kemudian berbalik, dan melangkah pelan kembali ke kelasnya.

Sesampainya dikelas, tentu saja Naeun memandang tidak mengerti saat Hayoung masuk dengan tersenyum-senyum sendiri. Yeoja itu bahkan tidak sadar saat beberapa orang memanggilnya.

“Hayoung! Hayoung-ah!”, Hayoung tersentak saat Naeun mengguncang tubuhnya pelan.

Nde?”, ucap yeoja itu dengan tatapan polos

“Apa yang sedang kau lamunkan huh?”, tanya Naeun penasaran pada sikap sahabatnya itu.

Mwo? Aku tidak melamunkan apapun.”, kilah Hayoung

Kojimal, lalu kenapa kau masuk kelas dengan senyum-senyum begitu huh?”

Ucapan Naeun kembali membuat senyum tanpa sadar mengembang diwajah Hayoung. Dan tentu saja Naeun dengan mudah dapat menyimpulkan keadaan yeoja itu.

“Kau sedang suka pada seseorang?”

Kali ini Hayoung terkesiap.

“M-Mwo?”

“Ah… Aku pasti benar. Selama ini aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Kau pasti sedang suka pada seseorang, iya kan? Akui saja itu. Aish dasar…”

“A-Aku tidak sedang menyukai seseorang, ah ani, aku suka padanya, keundae, maksudku… Bukan suka seperti itu.”, ucap Hayoung

“Bukan suka seperti itu? Lalu seperti apa huh?”, tuntut Naeun

Sebagai jawaban Hayoung tanpa sadar memaninkan rambut sahabatnya yang tergerai bebas. Dan yeoja itu kembali tersenyum tanpa sadar.

“Aku juga tidak tahu… Aku baru bertemu dia kemarin… Keundae… Kami sudah makan bersama, dan walaupun dia sangat pendiam, juga punya ekspresi wajah yang sangat dingin… saat dia tersenyum… ah…”

JTAK!

Auw! Ya! Naeun-ah!”, ucap Hayoung saat kepalanya dengan mulus dijitak oleh Naeun yang kini menatapnya gemas.

“Kau gila? Berani jatuh cinta pada pandangan pertama huh?”, ucap Naeun membuat Hayoung menghela nafas panjang

Geuraeyo… Sepertinya tidak mungkin…”

“Siapa namanya? Dimana sekolahnya? Apa dia tampan? Apa dia kaya? Apa orang tuanya baik? Apa dia tidak punya pacar? Atau jangan-jangan dia berpura-pura tidak punya pacar? Jelaskan. Ayo jelaskan.”

Hayoung terdiam.

“Dia…”, yeoja itu mengerucutkan bibirnya, “hoobae kita.”

Mwo!?”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sudah lebih dari dua bulan Hayoung dan Sehun secara diam-diam sering keluar saat malam hari. Dan pertanyaan dalam benak Hayoung semakin banyak. Yeoja itu tidak habis pikir kenapa Sehun selalu keluar dari asrama dengan mengenakan seragam, atau kenapa setiap yeoja itu bersama Sehun rasanya seolah tidak ada orang lain di dekat mereka.

Keanehan lainnya karena dipagi harinya Naeun akan kembali heboh karena semalam anak yang dimasukkan ke dalam Kamar Merah tidak terkena apapun. Hingga perasaan membuncahnya yang selalu muncul saat Ia bersama Sehun. Perasaan yang tidak bisa Hayoung deskripsikan. Dan satu malam, saat Hayoung tengah duduk di sebuah taman bersama namja itu, Ia menyerah.

“Kau tau, ada yang ingin aku katakan padamu.”

“Apa itu?”, Sehun berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari langit kelam di atas mereka.

“Kurasa, akan sangat aneh karena aku mengatakan hal semacam ini. Tapi… Aku tidak suka memendamnya sendiri. Lagipula, kau juga membuatku banyak bertanya-tanya.”

“Bertanya-tanya soal?”, kali ini Sehun memandang yeoja itu

“Mulai dari kau dikamar berapa, lalu kenapa kau selalu punya kelas sampai sore sedangkan teman-temanmu tidak. Lalu kenapa kau sangat pemarah kalau aku sudah membahas tentang Kamar Me—”

“Kamar nomor 3.”, potong Sehun dengan suara dingin

“Kamar nomor 3 yang tidak berpenghuni itu. Lalu kenapa ahjumma di warung itu selalu menatapku dengan tatapan aneh. Dan kenapa satpam sekolah kita selalu mengizinkanmu keluar walaupun tadinya Ia memarahi murid lain, dan juga—”

“Hanya itu yang kau pertanyakan?”

Hayoung memandang namja itu. Untuk pertama kalinya yeoja itu merasa sedih saat mendengar namja itu bicara dengan nada dingin.

Yeoja itu akhirnya menarik nafas panjang, dan menghembuskannya perlahan.

“Lupakan saja. Kau tidak harus menjawabnya. Mianhae Sehun-ah, aku harus pulang duluan hari ini. Naeun memintaku menjemputnya jam 7 di salon.”, ucap Hayoung sebelum akhirnya Ia berdiri, dan melangkah pergi.

Tapi baru saja beberapa langkah, yeoja itu sudah berbalik. Membuat Sehun mendongak, memandang yeoja itu.

“Dan juga… Sehun-ah… Kurasa aku… Aku…”

Wae Hayoung-ah?”, ucap Sehun, menunggu.

“Kurasa aku menyukaimu.”

Setelah mengucapkan kalimat itu, tanpa menunggu jawaban apapun Hayoung langsung melangkah pergi. Sementara Sehun menatap kepergian yeoja itu, sampai Hayoung tidak terlihat lagi di ujung jalan.

“Hayoung-ahMianhae…”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Note pt. 2:

Well, emang aku gak berniat untuk bikin cerita yang berat kali ini xD dan yeah, jadilah cerita semacam ini sudah banyak beredar xD tapi serius, entah kenapa pengen aja bikin cerita tentang Sehun-Hayoung yang simpel, setelah Timebreak.. ehem.. xD thankyou yang udah repot-repot ngebaca fanfict ini xD

Oh ya, maaf juga sisi fantasy dan horrornya emang less banget di sini T-T GOMENE~

98 tanggapan untuk “TWOSHOT – Red Room [1/2] — IRISH’s story”

  1. baru baca2 ff buatan ka irish yg dimulai dari sehun hayoung, ternyata seru jugaaaa

    dan aku rasaaa sehun ini hantunyaa dah, klo hayoung tau gmna tuh?

  2. rish rish tanggung jwb rish aku jd ngeship mereka kan. eh bkn ngeship aku sm hunnie aja deh eh wkwkwk. rish rish bikin cerita kaya gimana inspirasinya? tuker otak dong wkwkwk

  3. Sumpah ini ff aku gak tau harus komen apa tapi aahhhhhhhhhhhhhhh sumpah keren banget apalagi castx seyoung tapi sialx aku nemu capt 2x lebih dulu tpi gak apa2lah , buat author #fighthing trus sering aja buat ff yg castx #SeYoung …

    1. XD halohaaaa aduh thanks banget udah nyempetin baca dan ninggalin komen yaa XD nanti2 lagi aku bikin ff cast mereka karena aku shipper mereka juga wkwkwkwk

  4. WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHAHHAHHHHHHHHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, kesenangan yang luar biasa mengahntuikuuuuuu~~~~~ kyaaaaaaaaaa~ Sehun dan Hayoung waaahhhh couple EXOPINK favoritku nih ^_^ keren dahhh mantap ceplos achoo~

  5. thorr~~ aku mau izin copast ff author boleh ga? jdi ntar itu cast ny diganti, ntar aku ksih tau author ny siapa ._. boleh ga thor?? kalo ga boleh gpp kok thor ._.

    1. Wkwkwk xD yakin nih ff absurd begini mau di copas?? Boleh asal credit nya jangan dilupakan yaa kalo dr ff absurdku ini 😂😂 nanti kasi link nya ke aku kl udh jadii biar aku tau kamu remake ff ini dimana^^ hehe~

    2. ;3; jadi credit itu km kasih link ke ff aslinya di ff remake buatan kamu sayang, jd biar readersnya tau kamu remake dari ff mana, supaya dikemudian hari (?) kamu ga di bilang plagiat juga~~

    3. Wah wah xD banyak nih yg mau wkwk pdhl ff ini absurd.
      Nah kl kamu bikin ff kan ada disclaimer tuh, jadi di sana kamu sertain kayak misalnya ‘ff ini aku buat remake dari karya irish judulnya red room yang di post di sini’ nanti kata ‘sini’ nya itu kamu hyperlink ke post an aku inii ._. Begindangg~

    4. Kirim ke emailku boleehh ._. Jd nanti punya kamu aku reblog di wp asliku, gitu. Kan credits tujuannya supaya kamu ga dibilang plagiat di kemudian harinya ._. Kebanyakan kl gak ngasih credit dibilang plagiat ._.

  6. ppaaaaaallliiiiiii thorr chap selanjutnya..hwaaaaa😭😭😭😭😭wahhhh keren bgt thorrr sumpahh saoloohhhh../tebarbusa/suka bgt deehhhh

  7. Awesome thoorrr ~~~♡♡ini prtma kalinya aku bca ff sehun bergenre horor ♡♡ secara aku pecinta horor, jdi ngorek2 (?) ff bergenre horor tentang sehun eh ternyata ad ff nyaaa *kokJadiCurhat?* btw next yoo thorrr :*♡♡

  8. aihh sumpah ff nya bikin penasarannnnnn!!! anyway aku nebaknya sehun itu hantunya, terus sehun ngeliat hayoung yang sopan bgt pas mau masuk kamar dia jadi sehun baik sama hayoung, dan kenapa setiap murid ga berdarah pas keluar itu karna sehun lg sama hayoung, dan waktu hayoung berdarah dikamar merah itu, si sehun punya plaster mungkin emang karna dia udh persiapan(?) ah bikin penasaran, aku seyoung shipper nih hehe, lanjut yaa

  9. Apa jangan-jangan sehun itu hantu?yang menghuni kamar merah?kalo iya,serem banget dong.tapi ceritanya seru.di tunggu kelanjutannya ya..☺️

  10. Wahh seru banget. Kayanya sehun tuh yang dibilang hantu kamar merah itu dehh. Curiga sihh dari awal dia ketemu hayoung ditunggu lanjutannya ya thor. Jangan lama lama ya, hehe

  11. itu sehun yg jdi hantu ? kasian dong hayoung gabisa bersatu sama sehun, karena alam yg membedakan. trs gaada yg berdarah di kamar merah soalnya sehunnya gaada di kamar ? tpi knp kok sehun muncul pas hayoung lagi minta izin? krn ngerasa cuma hayoung yg sopan sama kmrnya?

  12. sehun itu hantunya, tapi karena selama ini dia selalu ‘sendiri’ kyk g ada ‘temennya’ , trus muncul lah hayoung yang bikin sehun selalu ngajak dia pergi, jadi otomatis dia keluar kamar merah juga dan ga bisa nyakitin siswa yang masuk (?) mungkin hayoung itu spesial ada ‘sesuatunya’ sama sehun. (?) apalah komen ini *abaikan*

  13. Huwaaaa apa ini? sehun hantu nya? ya Kelihatannya Bgtu , sehun kau ketahuan.
    Omoooo , . Penasran thor
    Next chap nya d tggu ya thor 😘
    Keep writing thor

  14. Akhirnya… ada juga ff cast sehun-hayoung. Biar aku tebak, sehun pasti hantunya kan? Berarti mereka nggak bisa bersama dong. Ditunggu lanjutannya 🙂

  15. jaaddi, bener oh seh hantunya? hhmm..
    ceritanya bagus. Ringan. Mudah dicerna.
    Yaa, bayangin sehun di setiap fic ituu..
    aaah >< XD sehun hoobae yang baik
    haha XD XD aku suka fic ka irish semenjak
    yang timebreak. haduh tu ff bagus amet.
    Dan aku suka sehun-hayoung couple.
    wehghrrrrr XD

  16. jaaddi, bener oh seh hantunya? hhmm.. ceritanya bagus. Ringan. Mudah dicerna. Yaa, bayangin sehun di setiap fic ituu.. aaah >< XD sehun hoobae yang baik haha XD aku suka fic ka irish semenjak yang timebreak. haduh tu ff bagus amet. Dan aku suka sehun-hayoung couple. wehghrrrrr XD

    1. XD sehunnn……..siapa yaa (?) XD huehehe tunggu chap 2 dariku yaaa, wkwk yg ini ceritanya ga seberat timebreak kan xD thankyouuu ;* udah mau baca ff absurdku

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s