[EXOFFI FREELANCE] Lost in Love (Chapter 2)

IMG_228219363227841

 

Title : Lost In Love (Chapter 2)
Author : Sandra
Length : Chaptered
Genre : Romance and Hurt
Rated : General
Main Cast : Park SoYoung(OC), Oh Sehun, Do Kyungsoo, Shin Jimin (AOA)
Other Cast : EXO and Kim Ri Jin
Disclaimer : Hallo ini FF murni karya author, dan cast OC saya ambil dari namkor sahabat saya. Remember, EXO member cast hanya milik tuhan, orang tua, dan sment jadi FF ini hanya fiktif bekalang. NO PLAGIAT!!! NO COPAS!!
Author note : FF ini juga di post di webku http://www.sandraanggraeniexol.wordpress.com

.

 

.

 


Chapter 2

“Maaf, apa yang kau katakan barusan? Penguntit mesum? Yang benar saja. Aku bukan orang seperti itu jangan – jangan kau lah yang penguntit mesum” Soyoung meluapkan semua amarahnya kepada Sehun, Soyoung merasakan bahwa jati dirinya di jatuhkan oleh sosok laki – laki di hadapannya ini yang sangat menyebalkan.

“Apa yang telah terjadi?” Sehun menolehkan kepalanya di ikuti oleh Soyoung.

Kyungsoo menyaksikan apa yang telah terjadi di hadapannya, Kyungsoo mengerutkan alisnya karna ia tahu bahwa ini pasti ulah adiknya yang sedang menganggu penginap di sini.

“Hyung, lihatlah ada penguntit mesum yang membuat masalah di hotel kita” Sehun terus menunjukan jari telunjuknya tepat di hadapan muka Soyoung, emosi Soyoung semakin tak bisa tertahankan.
Soyoung melirik ke arah laki – laki yang di panggil Hyung oleh laki – laki di hadapannya ini, Soyoung terkejut apa yang ia lihat barusan. Laki- laki yang di panggil oleh Hyung ini membungkukan badannya tepat di hadapannya.

“Maafkan perlakuan adik saya, sebagai imbalannya saya akan memberikan fasilitas hotel ini secara gratis kepada anda. Tolong maafkan adik saya” Kyungsoo masih membungkukan badannya, Sehun terkejut apa yang telah di lakukan oleh Hyungnya. Sehun berusaha mencoba mencegah Hyungnya untuk tidak membungkuk di hadapan perempuan penguntit mesum tersebut.

Soyoung menggelangkan kepalanya, kedua tangannya terus melambaikan ke arah Kyungsoo “Tidak, jangan membungkukan badan anda tuan. Adik anda tidak bersalah tapi saya yang bersalah. Saya tak sengaja menabrak adik anda” tutur Soyoung.

Kyungsoo mengembalikan posisi tubuhnya, tangannya kemudian menjewer telinga Sehun “Akkhh!! Sakit Hyung, sakit”

“Sekali lagi maafkan saya” Soyoung membungkukan terus tubuhnya, Kyungsoo menempelkan kedua tangannya di pundak Soyoung berusaha memberhentikan kegiatan membungkuk Soyoung untuk meminta maaf padanya.
Soyoung terkejut akan tingkah Kyungsoo, tiba – tiba jantung Soyoung berdegub kencang. Matanya melirik kedua tangan Kyungsoo yang sedang menyetuh pundaknya. Kyungsoo tersadar akan tangannya, ia segera melepaskan tangannya “Maaf”

“Ngomong – ngomong, apakah anda pengunjung di sini?” Soyoung kembali teringat masalahnya sekarang, garukan tangan Soyoung di kepalanya membuat Kyungsoo mengerutkan alisnya.

….

Jimin mengacak –acak rambut anak tersebut, senyuman Jimin kembali terukir setelah melihat senyuman anak kecil di hadapannya. Suster datang dan membisikan sesuatu kepada Jimin, membuat Jimin menatap wajah Suster tersebut dengan tajam.

“Kenapa dia bisa di sini?” Jimin menitipkan anak tersebut kepada sang Suster, langkah Jimin semakin cepat karna dirinya terlalu takut karna kedatangan seseorang yang sama sekali ia tak harapkan kedatangannya.

Kini laki – laki bertubuh tinggi, dan dengan senyuman khasnya menyapa sosok Jimin di hadapannya. Jimin hanya menatapnya dengan tatapan datarnya sedangkan kedua tangannya yang ia lipat “Jimin-ah” Kini sosok laki – laki tersebut memeluk tubuh mungil Jimin, Jimin sempat merasa tak enak dengan pelukan ini.

“Lepaskan!” Jimin mendorong tubuh laki – laki tersebut. Jimin berusaha menjaga jarak dirinya dengannya karna takut Jimin bisa sekali – kali menyakiti hati Kyungsoo. “Apa yang membawamu kemari, Park Chanyeol?”
Kerutan dahi Jimin membuat Chanyeol semakin gemas melihatnya “Jimin-ah, aku datang. Aku datang untukmu sayang” batin Chanyeol, Chanyeol meraih tangan Jimin membawa Jimin ke tempat yang menjadi kesukaan Jimin.
Chanyeol menghentikan langkahnya tepat di tempat di mana menjadi tempat kesukaan Jimin, tempat yang membuat Jimin bisa mengeluarkan senyuman indahnya “Kenapa kau membawaku kesini?” Jimin mencoba menanyakan maksud Chanyeol.

“Aku harus kembali!” Jimin membalikan tubuhnya hendak pergi meninggalkan Chanyeol tapi tangan kekarnya dengan cepat menggapai tangan Jimin. Jimin menolehkan kepalanya ke arah Chanyeol “Apa karna Kyungsoo? Kau takut jika bertemu denganku?” Jimin berusaha menyembuyikan kesedihannya. Perlahan – lahan Jimin menepiskan tangan Chanyeol.

“Ya, aku takut bertemu denganmu. Chanyeol-ssi aku mencintai Kyungsoo, tolong hargai perasaanku ini. Maaf sampai sekarang aku tidak bisa membalas cintamu” Chanyeol terdiam, bahkan dirinya kini hanya menatap kosong Jimin yang perlahan – lahan meninggalkan Chanyeol.

“Tak bisakah kau menghargai perjuanganku selama ini?” Jimin menghentikan langkahnya, ia kembali membalikan tubuhnya. Dengan langkah cepat Chanyeol memeluk tubuh mungil Jimin “Tolong kali ini saja” Jimin berniat memberontak tapi ia tak mampu, ia diam dalam pelukan Chanyeol.

“Jimin, kenapa kau tak berpaling saja kepadaku? Aku tahu aku hanya anak ingusan 10 tahun lalu yang tak berani mengungkapkan perasaan cinta kepadaku. Andai saja aku tak terlambat menolongmu 10 tahun lalu mungkin aku akan menggantikan sosok Kyungsoo di sisimu” ujar Chanyeol dalam hati.

…..

Soyoung terus meremas jari – jari tangannya, giginya tak berhenti mengigit bibir bawahnya. Kyungsoo memperhatikan tingkah Soyoung yang terlihat kebingungan dan ketakutan, bahkan Soyoung tak mampu membuka pembicaraan dirinya dengan Kyungsoo.

“Ngomong – ngomong kita belum berkenalan. Perkenalkan aku Kyungsoo” Kyungsoo mengulurkan tangannya, Soyoung membalas uluran tangan Kyungsoo “Ak aku Park Soyoung” singkat Soyoung.

“Nama yang indah, bagaimana bisa kau berada di Jepang seorang diri?” Soyoung menatap Kyungsoo, rasa takutnya masih berada di dalam dirinya. Soyoung kemudian menundukan kepalanya tak mampu menatap Kyungsoo.

“Tenanglah aku bukan orang jahat, coba jelaskan mungkin aku bisa membantumu” Soyoung menghela nafas beratnya. Ia menuguk segela air yang di berikan Kyungsoo kepadanya, ia mengusap mulutnya dengan kaos lengannya.

“Ak aku tidak tahu mengapa aku bisa di sini? Dan berada di hotel ini. Seingatku aku berkumpul dengan kedua teman saya setelah itu aku tak ingat apa – apa dan tiba – tiba di tempat ini” Kyungsoo terlihat konsentrasi mendengarkan cerita Soyoung “Aku terbangun di salah satu kamar hotel di sini, aku ketakutan dan kelaparan dan aku memutuskan untuk keluar dan aku bertemu dengan anda dan adik anda”

“Berbicaralah denganku dengan bahasa informal saja, tidak perlu seformal itu”tutur Kyungsoo kemudia Soyoung mengangguk.

“Oh, adikku itu bernama Sehun. Maafkan dia yang telah membuatmu di permalukan” Soyoung mengangguk.
Di luar pintu kerja Kyungsoo, Sehun menempelkan telinganya tepat di depan pintu ruang kerja Kyungsoo. Sehun begitu penasaran apa yang sedang Hyungnya bicarakan dengan perempuan yang di sebut penguntit mesum olehnya

“Aissh, kenapa hanya berbicara tanpa diriku?” umpat Sehun.
Kyungsoo knop pintu ruang kerjanya, tubuh Sehun yang semula menempel dengan pintu terjatuh tepat di hadapan Soyoung. Soyoung tertawa kecil, Kyungsoo menatap aneh Sehun. Kyungsoo menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.

Sehun segera berdiri dan membersihkan bajunya “Hyung..” Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah Soyoung

“Soyoung-ssi, untuk sementara waktu kau menginap di hotel ini” Soyoung mengangguk di iringi senyuman.

“Apa? Hyung. Dia menginap di hotel ini, Hyung dia..” belum selesai Sehun berbicara Kyungsoo memanggilkan sekertarisnya untuk mengurus semua pasport dan barang – barang yang di butuhkan untuk Soyoung sementara waktu di sini.

“Soyoung, jika ada apa – apa jangan ragu – ragu meminta bantuan kepadaku ne?” Kyungsoo menepuk pundak Soyoung, dan menunjukan senyuman indahnya membuat Soyoung terpanah akan senyuman Kyungsoo.

“senyuman yang indah, aku tidak pernah merasakan senyuman ini sebelumnya” kata Soyoung dalam hati.
Sehun merasa tak di pedulikan oleh Kyungsoo, memutuskan untuk pergi saja mencari udara segar malam hari di kota Tokyo. Langkah Sehun terhenti, ia mendengarkan suara perut yang kelaparan. Ia menoleh ke arah Soyoung

“Apa kau lapar?”
Soyoung menahan malu, entah kenapa perutnya tak bisa di kontrol olehnya. Sehun berjalan ke arahnya dan menggapai tangannya “Ayo makan, daripada aku di marahi oleh Kyungsoo Hyung”

“Eh?” Soyoung mengikuti langkah kaki Sehun.

….

Jimin menoleh ke arah Chanyeol yang sedang membawa 2 kopi di tangannya, Chanyeol memberikan kopi 1 kepada Jimin “Terima kasih” Chanyeol mengangguk, Jimin menyeruput kopi tersebut menikmati kenikmatan kopi hangat pada malam hari.

“Bagaimana dengan pekerjaanmu sebagai dokter?” Jimin menghentikan aktivitasnya minumnya, ia menatap langit – langit pada malam hari “Dokter? Pekerjaan yang membuatku bisa merasakan kekhawatiran, ketakutan, dan kegembiraan. Pekerjaan dokter membuatku mengerti apa arti kehidupan yang sebenarnya” tutur Jimin.

“Bagaimana denganmu? Bagaimana rasanya menjadi seorang musisi dan aktor?” Jimin mencoba menanyakan balik pertanyaan yang di lontarkan oleh Chanyeol. “Hmm. Aku bisa merasakan di cintai oleh seluruh orang di dunia, mereka sangat menyukaiku dan mereka sangat antusias dengan karirku di dunia hiburan ini” Chanyeol menyeruput kembali kopi hangat di tangannya.

Jimin memperhatikan Chanyeol kembali, ada satu pertanyaan yang mungkin ingin di lontarkan olehnya. Chanyeol merasakan bahwa Jimin terus memperhatikannya, Jimin menatap mata Jimin “Ada apa?”

“Chanyeol-ssi, apa kau sudah bertemu dengan adikmu?” Chanyeol tersentak dengan pertanyaan Jimin, kopi yang yang pegang jatuh begitu saja dari tangannya.

“Park Soyoung, adikku…”

 

TBC…

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Lost in Love (Chapter 2)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s