Ice Cream Cake #5 ( Be Natural )

collage1

Ice Cream Cake #5 ( Be Natural )

EXO`s Kai | EXO`s Sehun | Red Velvet `s Seulgi

Romance,School Life

General

Claralaluchaipark aka TianiEXO

“Be Natural”

 

Chapter Sebelumnya: 1| 2| 3| 4|

 

Sebuah permen coklat.

 

Itulah yang menjadi objek tatapan bagi Seulgi. Ia tidak langsung memakan permen coklat pemberian Kai, tapi Ia menyimpannya.

Sebagian besar orang pasti berpikir bahwa Ia sedikit aneh.

Permen seharusnya dimakan bukan disimpan bisa membusuk nantinya.

Seulgi tahu itu, tapi ini bukan permen biasa. Ini hadiah valentine yang Kai berikan kepadanya, terkesan sangat sederhana. Sebuah permen, bukan sebuah boneka,tas,pita atau sesuatu yang lebih baik dari sebungkus permen coklat.

“Apakah Ia memberikan permen ini sekalian dengan perasaannya?” Seulgi termangu menatap sebungkus permen yang ada di depannya saat ini, atau lebih tepatnya berada di atas meja tepat di kaki tempat tidurnya.

“Mana mungkin” Seulgi menggelengkan kepalanya, kemudian ke posisi tidurnya yang sebelumnya.

“Apakah Kai sudah terlelap?” Tanya Seulgi pada dirinya sendiri, tiba-tiba Ia tersenyum sendiri.

Mengingat kejadian tadi, Seulgi yang tidak sadar mengejar Kai, meninggalkan Joy sendirian di tempat fotocopy.

Saat sudah masuk ke dalam rumahnya, baru Ia teringat bahwa Joy masih ada di tempat fotocopy. Segera saja Ia berlari sekuat tenaga agar cepat sampai di tempat fotocopy, namun kenyataan yang Ia lihat bahwa Joy masih asyik bercerita dengan temannya yang bernama Wendy itu.

Seulgi menggelengkan kepalanya lagi, “Aku harus tidur, besok ada sekolah”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Kai melangkah dengan semangat menuju kelasnya, senyumnya terus mengembang ketika memasuki halaman sekolah membuat setiap murid yeoja yang melihatnya terkagum.

“Hari ini sudah kuputuskan untuk mengajak Seulgi ke kedai es krim itu”

Senyuman yang mengembang di wajah Kai pun perlahan memudar, ketika melihat Sehun dan Seulgi begitu menikmati apa yang mereka perbincangkan dari yang Ia lihat.

Dengan langkah yang agak berat, Kai menuju tempat duduknya yang berada di depan Seulgi.

Seulgi yang asyik berbincang dengan Sehun tentang pengalaman liburan di Gwangju, tidak menyadari bahwa Kai sudah berada di dalam kelas.

“Selamat pagi, hyung” sapa Sehun yang menghentikan cerita Seulgi.

“Selamat pagi, Kai. Aku bahkan tidak menyadari kalau kau sudah masuk kelas” Seulgi ikut menyambung Sehun. Sementara Kai yang disapa hanya menganggukan kepalanya malas.

Tidak ambil pusing dengan Kai, Seulgi melanjutkan ceritanya lagi dengan Sehun yang kebetulan juga ingin mendengarkan cerita Seulgi lagi.

Kai yang merasa sudah tidak dipedulikan lagi, berbalik dan ingin memastikan seberapa menariknya perbincangan Sehun dan Seulgi.

Namun, sesuatu menghentikannya untuk bergabung bersama Sehun dan Seulgi.

Saat Ia melihat Seulgi,

Seulgi tersenyum sangat ceria lebih dari biasanya.

Seolah apa yang diperbincangkan dengan Sehun adalah sesuatu yang sangat luar biasa seperti kau mendapat uang setriliun won dalam sekali minta.

Dan

Satu yang mengganjal perasaan Kai.

 

Mengapa Ia tidak suka?

 

Mengapa Ia merasa tidak suka jika Seulgi tersenyum kepada Sehun?

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Seulgi tidak berhenti mengembangkan senyumannya, mengingat akhirnya Ia bisa mengenal Sehun yang ternyata sangat mengenal apa yang disukainya.

Sehun bahkan tahu apa saja yang Ia lakukan saat berlibur di Jeju dan merasakan liburan di Jeju adalah hal paling menyenangkan. Lalu tentang rasa memakan permen kapas saat semua orang tengah sibuk mengikuti festival lumpur dan ketika berjalan di padang bunga di drama-drama seperti biasanya.

Sehun tahu semua itu, dan membuat Seulgi merasa beruntung dapat mengenal Sehun yang bisa dijadikan teman berbincang.

Untuk beberapa saat,

Seulgi sempat lupa pada Kai.

 

Ya, namja yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Seulgi melupakan Kai ketika Ia berbincang dengan Sehun.

Seulgi sendiri juga heran, biasanya setiap menit bahkan detik maupun hitungan Ia terus berpikir tentang Kai.

Tapi sekarang tidak.

Ia hanya berpikir tentang apa yang akan Ia perbincangkan dengan

Sehun nantinya.

Seulgi segera memegang kepalanya dan menjitak kepalanya sendiri.

 

“Apa aku sudah gila?”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Kai memutuskan untuk pura-pura tertidur dalam kelas. Padahal semua yang ada dalam kelas sudah beranjak pergi, keculai Sheun dan

Seulgi termasuk dirinya.

Dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Kai berusaha untuk memainkan hasil belajar aktingnya bersama Kyungsoo beberapa hari lalu. Acting agar orang mengetahui bahwa kau sedang tertidur.

Dan tepat apa yang Kai lakukan sepertinya berpengaruh pada Sehun dan Seulgi. Mereka berdua pun tidak menyempatkan diri untuk mengecek dirinya yang sedang tertidur atau apalah itu. Dan itu sedikit membuat Kai merasa kesal sebab Ia ingin diperhatikan sedikit saja untuk hari ini.

Tapi salah besar,
Seulgi tetap asyik berbincang dengan Sehun.

“Dan terus apa kau tahu rasanya ketika melihat anak beruang madu merasakan madu untuk pertama kalinya?” ucap Seulgi antusias,

Sehun mengangguk tanda Ia tahu, “Saat kau melihatnya kau merasa sangat gemas ingin sekali cepat-cepat memasukan madu ke dalam mulut anak beruang karena anak beruang itu sangat lambat dalam mengambil madu yang diletakkan sendiri”

Seulgi sedikit meloncat kegirangan, sebab apa yang Sehun jawab sangat tepat dengan apa yang akan Ia katakan pada Sehun.

“Kau sangat hebat Sehun” Seulgi tanpa sadar menepuk bahu Sehun dengan senang.

“Jangan menepuk bahuku seperti itu, kau tahu kan?” Sehun memegang bahunya yang baru saja habis ditepuk Seulgi.

“Aku tahu pastinya tetang mitos itu”

“Apa coba?”

“Jika seseorang menepuk bahumu kau akan jadi pelupa selama sehari!” ucap Seulgi dengan semangat membuat Sehun tertawa dan mengangguk.

Kai merasa sudah sangat tidak nyaman berada dalam situasinya seperti ini, Seulgi bahkan tidak membcarakan soal dirinya. Apakah

Seulgi sudah melupakannya? Melupakan bahwa Ia adalah teman pertama Seulgi setelah Sehun. Mungkin seperti itu.

“Ah, kelihatannya sudah agak sore. Aku mau pulang” Seulgi mengeratkan rangkulan tasnya, “Sehun, mau pulang bersamaku?”

Sehun hanya mengangguk, kemudian mengangkat tasnya juga. Sementara Kai masih berpura-pura tertidur menunggu Seulgi membangunkannya.

“Kai, Kai?” Kai tersenyum, ketika mengetahui bahwa Seulgi datang membangunkannya.

“Iya?” Kai menangkat wajahnya yang dihiasi senyuman ketika melihat Seulgi di hadapannya,

 

“Mau pulang bersama?”

 

^^^^^^^^^^^^^

 

Satu hal yang mungkin sangat mungkin Kai tidak sadari adalah satu.

Perasaan Seulgi terhadap dirinya.

Mungkin bisa dibilang Kai ini tidak peka, memang Kai sangat tidak peka.

Kai tidak bisa membaca tatapan mata Seulgi terhadap dirinya, perhatian yang Seulgi berikan padanya. Kai tidak bisa mengetahuinya.

Dan soal Kai yang tidak bisa peka dengan apa yang Seulgi rasakan membuat Seulgi sedikit jenuh.

Hingga Seulgi memutuskan untuk sedikit menjauhkan dirinya dari

Kai, ya bukan berarti Seulgi tidak mau berteman lagi dengan Kai.

Tapi Seulgi berusaha sedikit demi sedikit untuk menghapus perasaannya terhadap Kai.

Meskipun Seulgi tidak tahu apa Ia bisa atau tidak, tapi mencoba juga tidak ada salahnya kan?

Itulah yang juga menyebabkan Seulgi menghindari untuk berbicara dengan Kai melainkan berbincang dengan nikmat bersama Sehun.

Yaa meskipun Seulgi hanya menganggap Sehun teman dan sangat tidak lebih dari itu…

Tapi sesuatu yang membuat Seulgi menyesal sangat menyesal adalah kesalahannya membangunkan Kai.

Kenapa Ia tidak meminta Sehun untuk membangunkan Kai? Dan sekarang Ia malah berakhir berjalan bersama Kai di sepanjang jalan menuju rumahnya.

Sehun juga, tiba-tiba Ia ada urusan bersama ibunya yang juga tiba-tiba menelepon dirinya.

Seulgi hanya menelan ludah, pasrah ketika Kai mengatakan bahwa Ia akan mengantarnya ke rumahnya.

Hening.

Seulgi masih disibukkan dengan pikirannya untuk menghapus perasaannya terhadap Kai.

Sementara Kai masih sibuk juga dengan pikirannya untuk mengajak Seulgi ke kedai ice cream yang sudah dari dulu Ia nantikan.

10 menit…

15 menit…

 

20 menit…

21 menit…

 

“Seulgi?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Cemburu?

 

Seulgi hanya bisa menampakan wajah datar, ketika sebuah kata terlintas dalam benaknya. Satu kata yang bisa menggambarkan bahwa dirinya sudah sangat berubah setelah bertemu dengan Kai.

Mata Seulgi terasa berat dan sakit, bukan karena Ia kurang tidur.

Tapi karena satu, apa yang Ia lihat membuatnya merasa tersakiti kembali.

Kai sedang berbincang dengan seosangnim yang Ia sukai.

“Seharusnya aku pergi saja” ucap Seulgi lirih.

Entah apa yang seosangnim itu lakukan di sekitar jalan menuju rumahnya, sehingga ketika Kai memanggilnya, seosangnim itu tiba-tiba muncul.

Seosangnim itu muncul di saat yang sangat tidak tepat.

Melihat perubahan ekspresi Kai, dan senyuman yang Kai tampakan membuat Seulgi merasa dirinya sudah kalah sejak awal dia memulainya.

“Lebih baik aku pergi” tanpa pikir panjang, Seulgi perlahan berjalan meninggalkan Kai yang sedang berbincang dengan seosangnim yang disukainya itu.

“Aku harus cepat pergi” Seulgi bahkan tidak sadar ketika air mata mulai membasahi wajahnya, langkahnya dipercepat bahkan Ia berlari. Yang ada dalam pikirannya hanyalah segera pergi menuju rumahnya, Ia sangat malu jika dilihat menangis oleh Kai bahkan oleh seosangnim yang Kai sukai.

Kenyataan bahwa Ia menyukai Kai membuat Seulgi sedih.

“SEULGI!!!!”

Seulgi berhenti berlari, Ia membalikan tubuhnya melihat ke belakang. Kai Nampak tengah berlari ke arahnya,

“Seulgi!” Kai sudah berada dekat dengannya, Kai berhenti tepat di hadapannya dengan nafas menderu karena habis berlari.

Seulgi hanya menatap Kai saja, pikirannya sangat kosong. Ia tidak bisa berpikir apa-apa sekarang.

“Kenapa kau pergi?” Seulgi hanya terdiam, Ia masih belum bisa

menangkap apa yang Kai tanyakan padanya.

“Kau menangis Seulgi?” Kai memegang kedua bahu Seulgi,

“Seulgi?”

Seulgi mengerjapkan matanya, kesadarannya sudah kembali.

Satu hal yang melintas pertama kali di pikirannya adalah perkataan Sehun sebelum Sehun meninggalkannya dengan Kai, yaitu ‘be natural’. Seulgi masih bingung, apa yang dimaksud oleh Sehun.

Tapi kini Ia sadar, yang dimaksud Sehun adalah.

Ia harus mengakui perasaannya kepada Kai sebelum berniat menghapus perasaannya.

Sebelum terlambat dan menyesal apad akhirnya, Ia harus mengakui perasaaannya terhadap Kai.

Harus.

“Seulgi, kau menangis. Apa ada yang salah?” Tanya Kai kembali, Ia terlihat khawatir. Sementara Seulgi perlahan melepaskan kedua tangan Kai yang berada di bahunya, Ia segera mundur beberapa langkah menjauh dari Kai.

“Kai, ada yang ingin aku katakan padamu” Seulgi menghapus air mata dari wajahnya. Ia sedikit tersenyum.

“Aku menyukaimu Kai!”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

HAAAAAAAAA!!!!!!!! Waduh seulgi sudah menyatakan perasaannya nih bagaimana ini?! Haduhhhhhhh~~~

Sebenarnya, author masih nggak mau buat Seulgi menyatakan perasaannya dulu…

Tapi haduhhhhhhh~

Yappp sudalah berhubung waktu sudah nggak memungkinkan, kita lanjut bulan depan yaaa~~~ ^_^

Mohon maaf bila ada kesalahan~

Terima kasih sudah mau membaca ^_^

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^

7 tanggapan untuk “Ice Cream Cake #5 ( Be Natural )”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s