IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #4 — IRISH’s story

IL

Author : IRISH

Tittle : Irresistible Love

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun, OC’s Song Heekyung

Supported : EXO’s Park Chanyeol, OCs

Genre : Fantasy, Romance

Rate : T; PG-17

Disclaimer    : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real life, and OCs belong to their fake appearance.

“..Aku mencintaimu, bahkan jika kau seorang monster..”—Heekyung

Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Aku hanya menitipkannya padamu.”

“Ah..”, Heekyung mengalihkan pandangannya

“Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan hal-hal menyeramkan padamu. Aku hanya akan memastikan bayiku aman selama dua bulan, dan aku akan pergi.”

Heekyung mengangguk-angguk pelan.

“Keundae, apa perutku akan..”, Heekyung menatap perutnya, dan menatap namja disebelahnya.

“Tentu saja perutmu akan membesar. Kita akan pikirkan cara untuk menyembunyikannya nanti.”

Heekyung akhirnya terdiam.

“Kau tidak boleh makan terlambat, dan tidak boleh makan makanan instan lagi. Kau juga tidak boleh tidur larut malam.”

“Bagaimana kau tau semua itu?”, tanya Heekyung

“Aku mencari tau tentangmu sebelum memutuskan untuk menitipkan anakku padamu.”

“K-Kenapa?”

“Tentu saja karena aku tak bisa sembarangan memilih yeoja untuk membesarkan anakku.”

Heekyung mengangguk-angguk pelan, dan kembali berjalan dalam diam mengikuti langkah namja itu. Yeoja itu sedikit tersentak saat merasakan sesuatu bergerak didalam perutnya. Dan tindakan berhenti tiba-tiba yeoja itu membuat Baekhyun menatapnya.

“Dia sudah bangun?”, tanya Baekhyun dijawab dengan anggukan pelan oleh Heekyung.

“Aku tidak pernah tau dia akan bergerak beberapa hari setelah kau menitipkannya.”, ucap Heekyung pelan

“Bayi Incubus berbeda dengan manusia. Dan mereka juga tumbuh dengan cepat. Dalam waktu dua bulan saja mereka sudah akan tumbuh seperti bayi manusia.”

“A-Ah.. Begitu rupanya..”, Heekyung menyernyit saat bayi didalam perutnya bergerak sedikit keras, membuat yeoja itu tanpa sadar meringis kesakitan.

“Gwenchanayo?”, tanya Baekhyun sambil menghampiri yeoja itu

“Oh.. Gwenchana..”

Baekhyun kemudian meletakkan telapak tangannya di perut yeoja itu, membuat pergerakan bayi itu berhenti.

“Dia bahkan tau saat aku menyentuhnya..”

Heekyung menatap namja yang sekarang tersenyum itu.

“Jangan berusaha untuk melukainya, walaupun keturunan dari seorang Incubus, dia tetaplah seorang bayi.”, ucap Baekhyun sambil melemparkan pandangannya ke arah Heekyung.

Heekyung mengangguk-angguk patuh.

“Sudah kubilang aku tidak akan melukainya bukan?”, ucap Heekyung

“Jika ada bahaya, panggil saja namaku, aku akan melindungimu selama dua bulan ini.”

“Keundae.. Aku tidak bisa merespon dengan cepat jika ketakutan.. Bukankah kau sudah tau tentang traumaku?”

Baekhyun menghela nafas panjang. Ia kemudian mengeluarkan sebuah cincin kecil dari saku celananya, dan memasangkannya di jari manis Heekyung.

“Aku akan segera tau kalau hal yang buruk terjadi padamu, jadi jangan pernah lepaskan cincin ini, arraseo?”

“Oh.. Arraseo..”

“Dan juga, kalau anakku ingin bertemu denganku, panggil saja aku.”

“Oh..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Heekyung berbaring ditempat tidurnya, menatap langit-langit kamarnya dan menghembuskan nafas panjang.

“Aku tidak pernah tau ucapan Inryung benar..”, yeoja itu meletakkan tangan kirinya diperut, dan mengusap perutnya pelan.

“Appa mu sangat tampan, kau tau itu?”, ucap Heekyung pelan

“Ah.. Andai saja aku bisa melihat wajahmu nanti setelah kau lahir..”

Heekyung kemudian berdiri dan melangkah keluar kamarnya.

“Ya! Song Heekyung cepat kemari dan makan!”

“Oh Halmeoni!”

Heekyung melangkah dengan hati-hati menuruni tangga rumahnya, dan dengan cepat duduk di meja makan.

“Heekyung-ah, apa berita itu benar?”

“Oh? Berita?”, Heekyung menyernyit menatap dua namja yang sekarang memandangnya penasaran

“Teman satu sekolahmu yang diculik Incubus itu.”

Heekyung sedikit terkesiap mendengar ucapan dua Oppa nya itu.

“Aish Oppa! Memangnya Oppa percaya hal-hal semacam itu?”, ucapnya

“Tentu saja percaya, dan juga, kau jangan pulang malam lagi, bagaimana jika seorang Incubus muncul saat kau pulang sekolah?”

“E-Eh?”

Jantung Heekyung berdegup kencang saat teringat pada namja yang benar-benar menculiknya dan muncul saat Ia pulang sekolah beberapa hari lalu itu.

“Kenapa ekspresimu seperti itu huh? Jangan takut. Mulai besok Oppa akan menjemputmu saat kau pulang kelas malam.”

“Ei.. Oppa.. Jangan khawatir, kelas malam sekolahku ditiadakan untuk beberapa minggu ini.”, ucap Heekyung sambil mulai makan dalam diam.

“Begitukah? Berarti berita itu benar. Buktinya hanya sekolahmu yang menghilangkan kelas malam.”

Heekyung tak berkomentar apapun dan terus makan dalam diam.

“Tapi Heekyung-ah, kau sudah tau berita terbaru di televisi?”

“M-Mwo?”, ucap Heekyung sementara Ia terus berusaha menyibukkan dirinya dengan makan.

“Ada berita yang mengatakan bahwa mereka mencari mangsa yeoja untuk diambil rahimnya dan membuat yeoja itu hamil.”

“Whoah! Daebak! Benarkah!?”

Heekyung segera minum saat mendengar dua Oppa nya begitu sibuk bicara tanpa tau jika yeoja itu mulai ketakutan.

“Ya. Dan kabarnya yeoja yang membesarkan anak Incubus itu akan mati setelah melahirkan anaknya.”

“Daebak.. Bagaimana bisa?”

“Benarkah Oppa?”

Dua Oppa Heekyung sekarang menatap yeoja itu.

“Oh, itu berita yang Oppa dengar Heekyung-ah. Karena bayi yang dilahirkan adalah vampire, manusia yang mengandungnya akan mati karena kehabisan darah, darahnya dihisap habis oleh bayi itu. Dan setelah manusia itu mati, bayi itu akan merobek kulit manusia itu untuk lahir.”

“B-Benarkah?”, kali ini Heekyung terkesiap

“Aish, itulah kenapa Oppa bilang kau harus menonton berita. Kau sangat ketinggalan informasi.”

Dengan cepat Heekyung menghabiskan makanannya dan berdiri.

“Aku akan kekamar dulu, banyak tugas yang belum kuselesaikan.”

Tanpa menunggu sahutan apapun, Heekyung segera melangkah ke lantai dua, dan masuk kekamarnya, tak lupa, Ia mengunci pintu kamarnya.

“Aku tidak mau mati karena bayi yang kubesarkan..”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau sudah memberitahunya jika Ia akan butuh darah di beberapa waktu?”

Baekhyun yang tengah sibuk dengan dua orang bayi yang baru datang di kerajaannya itu menoleh, dan menatap Suho yang berdiri tak jauh darinya.

“Yeoja manusia itu? Belum, aku belum memberitahunya.”

“Byun Baekhyun, kau mau dia tiba-tiba saja menyerang manusia lain karena kehausan?”

“Aku sudah memberinya tanda, jadi jika ada hal buruk terjadi padanya aku akan segera tau Hyung.”, ucap Baekhyun

Suho akhirnya menghela nafas panjang.

“Baiklah, terserah kau saja, jangan sampai terlambat memberinya darah, jika tidak, anak itu mungkin menghisap seluruh darah yang ada di tubuh yeoja itu dan membunuhnya.”

“Aku tau,”

“Kau tidak sedang berencana membiarkannya mati setelah melahirkan anakmu bukan, Baekhyun?”

Baekhyun menyernyit.

“Kenapa aku harus merencanakan hal semacam itu?”

“Kau juga tidak takut dia akan berusaha membunuh anakmu?”

“Tidak, aku mempercayainya.”

Suho tertawa pelan.

“Sangat aneh karena kau percaya pada manusia.”

“Memangnya kenapa?”, Baekhyun kini menatap namja berkulit pucat yang ada disampingnya.

“Tentu saja karena manusia mudah dipengaruhi oleh manusia lainnya. Ia mungkin saja terpengaruh ucapan buruk bangsanya tentang kita.”

Baekhyun tersenyum tipis.

“Dia memang seperti itu, tapi kurasa dia tidak akan berusaha melukai anakku.”

“Kenapa kau begitu yakin?”

“Bagaimanapun, dia Eomma dari bayi itu. Aku tau dia tak akan berusaha melukai anaknya sendiri.”

“Byun Baekhyun, kau menyukai manusia itu?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Heekyung bernyanyi pelan sambil menatap kue-kue kecil yang ada di etalase toko tempatnya sekarang berhenti.

“Lihatlah itu.. Kue-kue nya sangat cantik bukan?”, gumam Heekyung pelan, yeoja itu tersenyum samar saat merasakan bayi diperutnya bergerak.

“Sekarang.. Mana kue yang kau mau hmm? Yang ini? Atau yang ini? Ah.. Semuanya terlihat enak..”

Heekyung kemudian menajamkan tatapannya saat melihat kue cokelat diujung etalase.

“Cokelat. Hari ini aku ingin makan cokelat.”, ucap yeoja itu sambil kemudian menatap yeoja yang berdiri dibelakang etalase.

“Aku ingin kue cokelat yang diujung ini.”, ucap Heekyung

Pramuniaga itu dengan cepat mengambil kue yang Heekyung pilih dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak berwarna putih.

“Berapa harganya?”, tanya Heekyung

“12 ribu won,”

Heekyung baru saja akan mengeluarkan uang dari dalam dompetnya saat seseorang nyatanya sudah lebih dulu membayar kue yang dibelinya.

“Oh.. Kenapa kau disini?”, ucap Heekyung terkejut

“Gomapseumnida,”, namja itu berucap sambil mengambil kue yang dibeli Heekyung.

Ia kemudian menoleh dan mengulurkan kue itu pada Heekyung.

“Kau tidak sadar berapa banyak uang yang hari ini kau habiskan?”, tanya namja itu sambil menatap Heekyung.

Tanpa bicara apapun Heekyung mengambil kotak itu.

“Aku tidak memanggilmu, dan juga, berbelanja bukan hal yang buruk, kenapa kau disini?”, tanya Heekyung membuat namja yang tak lain adalah Baekhyun itu mendesah pelan.

“Aku melihatmu terus berkeliling dan berbelanja makanan.”, ucap Baekhyun

Heekyung tertawa pelan dan mengibas-ngibaskan tangannya.

“Jangan khawatir, aku tak akan makan sesuatu yang berbahaya.”, ucapnya membuat Baekhyun segera menarik lengannya untuk pergi dari tempat itu.

“A-Ah, ya!”

“Aku harus menghentikanmu untuk tidak makan banyak lagi.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun menatap yeoja yang tampak sibuk menghabiskan kue cokelat dihadapannya. Namja itu kemudian menghela nafas panjang mengingat bahwa yeoja itu selama beberapa hari ini mengabaikannya.

“Apa kau marah padaku?”, tanya Baekhyun membuat Heekyung terhenti sejenak dan menatapnya.

“Ani, apa aku terlihat marah?”, yeoja itu balik bertanya

“Kau menghindariku selama beberapa hari, dan bahkan tak mau bicara padaku. Itu bukti bahwa kau marah.”

Heekyung terhenti, dan menatap namja didepannya.

“Geurae, aku kesal padamu,”, ucapnya

“Karena apa?”, tanya Baekhyun

“Karena kau tidak bilang padaku bahwa aku akan mati setelah melahirkan anakmu.”, ucap Heekyung membuat Baekhyun menyernyit.

“Kau memang tidak akan mati.”

“Kau bohong. Oppa ku bilang kalau bayi ini akan menghi—”, ucapan Heekyung terhenti saat Baekhyun menyuapkan kue cokelat ke dalam mulutnya dengan cepat.

“Ah wae?!”, ucap Heekyung kesal.

Baekhyun mendekatkan tubuhnya ke yeoja itu.

“Kau mau berteriak pada semua orang kalau aku seorang Incubus?”, tanya Baekhyun membuat Heekyung terdiam.

Heekyung menghela nafas panjang, Ia melemparkan pandangannya ke sekitar, tentu saja beberapa orang sekarang menatap mereka berdua dengan pandangan aneh karena mereka bicara tentang bayi sementara mereka sama-sama mengenakan seragam sekolah.

Heekyung akhirnya diam dan menelan kue yang ada dimulutnya.

“Aku tidak mau mati karena bayi yang kubesarkan..”, ucap Heekyung pelan

“Kau lebih percaya gosip itu daripada aku?”, tanya Baekhyun membuat Heekyung menatapnya.

“Ani.. Aku percaya padamu. Keundae, Oppa ku bilang—”

“Tidak akan ada hal buruk terjadi padamu Heekyung-ah.”

Heekyung memandang namja didepannya, lama, sebelum Ia akhirnya mngangguk.

“Geurae, aku percaya ucapanmu.”, ucap Heekyung akhirnya

“Apa kau mau berjalan-jalan?”

“Kemana?”, Heekyung menatap namja itu

“Tempat tinggalku.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Heekyung menatap istana megah didepannya. Yeoja itu tak henti-hentinya mendesah kagum saat melihat kemewahan di istana itu.

“Whoah.. Apa ini masih dibumi?”, tanya Heekyung

“Ya, kau pikir kami alien?”

Heekyung menatap hutan disekitarnya, dan kembali mendesah kagum.

“Apa ada banyak bangsamu yang tinggal disini?”

“Sekitar empat ratus Incubus dan Succubus.”

“Whoah..”

“Kau tidak takut?”

Heekyung mengalihkan pandangannya ke arah namja yang ada disampingnya dan menggeleng pelan.

“Kenapa aku harus takut?”, tanyanya

“Incubus bisa menyerangmu kapan saja.”

“Tapi aku sekarang bersamamu.”, ucap Heekyung, “kau bilang kau tidak akan membiarkan apapun terjadi padaku selama dua bulan ini.”, lanjutnya membuat Baekhyun terdiam.

“Geurae, lagipula para Incubus lain akan tau jika kau tengah mengandung.”

Heekyung mengangguk-angguk paham.

“Itulah mengapa aku tidak takut sekarang.”

“Bagaimana dengan setelah dua bulan ini?”

“Aku tidak akan keluar malam tentu saja,”, ucap Heekyung

“Baguslah, aku bisa saja menyerangmu juga suatu hari.”

Heekyung menatap namja itu dengan serius.

“Benarkah?”

“Bagaimanapun kau adalah manusia, dan aku Incubus. Jika saja tidak ada bayi itu dalam tubuhmu, aku sudah menyerangmu.”, ucap Baekhyun tanpa menatap yeoja yang sekarang memandanngya tak percaya itu.

“Setelah semua ini berakhir aku akan benar-benar mengurung diri dirumah saat malam hari.”

“Incubus tak hanya muncul dimalam hari, kau juga tau itu kan?”

“Apa cahaya matahari tidak membuat kalian terbakar?”, tanya Heekyung

“Pertanyaan bodoh apa itu? Memangnya kami Vampire?”, ucap Baekhyun

“Tapi kalian sama-sama minum darah.”, bantah Heekyung

“Kami tidak mati walaupun karena sinar matahari. Atau karena bawang putih—jika kau menganggap kami sama dengan vampire—dan karena salib. Hal-hal bodoh itu tidak bekerja sama sekali.”

“Lalu apa yang bisa membuat kalian mati?”, tanya Heekyung penasaran.

“Apa kau mau menggunakannya untuk membunuhku?”, ucap Baekhyun membuat Heekyung berdecak pelan.

“Aish, bukan begitu maksudku, hanya saja, berjaga-jaga, jika setelah dua bulan ini kau datang dan mau menyerangku.”

“Apa ucapanku tentang menjadikanmu korbanku terdengar sangat serius?”

Heekyung menyernyit.

“Ya, kau terdengar sangat serius mengucapkannya.”

Baekhyun memejamkan matanya sejenak.

“Aku hanya bercanda, lagipula, setelah melahirkan anakku, kau akan tetap memiliki tanda yang membuat Incubus lain tau kalau kau pernah mengandung anak seorang Incubus. Jadi mereka tidak akan menyerangmu.”

“Benarkah? Memangnya tanda seperti apa itu?”, tanya Heekyung

“Hanya bangsa kami yang bisa melihatnya.”, sahut Baekhyun

“Kuharap kau tidak berbohong.”

“Aku memang tidak berbohong padamu.”

“Bagaimana aku bisa percaya ucapanmu?”, Heekyung menatap namja itu dengan tatapan ragu.

“Karena aku memang tidak pernah berbohong.”

“Eish, aku bahkan tidak bisa tau kapan kau berbohong dan kapan kau tidak berbohong. Semua ucapanmu terdengar meyakinkan.”

“Itu karena aku memang tidak berbohong padamu.”

“Arraseo arraseo.”

“Song Heekyung.”

“Mwo?”, Heekyung menatap namja yang sekarang memandangnya kesal.

“Incubus dan Succubus tidak pernah berbohong.”

Heekyung terdiam mendengar nada serius namja itu. Ia akhirnya mengangguk dan tersenyum yakin.

“Aku percaya padamu,”, ucap Heekyung

Baekhyun kemudian menarik lengan yeoja itu dan membawanya masuk ke dalam istana megah itu.

“Kurasa salah seorang temanku akan membawa anaknya ke istana hari ini. Kau mau melihatnya?”

Tatapan Heekyung melebar mendengar ucapan namja itu.

“Aku boleh melihatnya?”

“Tentu saja.”

Heekyung mengikuti langkah namja itu, dan terdiam saat mendengar suara tangis pelan bayi samar-samar dari arah sebuah lorong.

“Karena mereka menitipkan bayinya pada tiga atau empat manusia, jadi saat lahir, mereka langsung punya bayi sebanyak itu.”, ucap Baekhyun sambil membuka sebuah pintu besar, membuat Heekyung langsung dihadapkan pada pemandangan beberapa orang Succubus yang tampak menggendong bayi.

“Ah.. Yeppuda..”

“Bayinya?”, tanya Baekhyun

“Bukan, Succubus. Aku selalu melihatmu setiap hari, dan tidak pernah melihat satu orangpun Succubus. Ternyata mereka secantik ini.”

Baekhyun menatap yeoja disebelahnya dengan pandangan geli.

“Kau juga cantik Heekyung-ah.”

“Benarkah?”, Heekyung berucap tak percaya

“Ya. Kau berkali lipat lebih cantik daripada Inryung. Atau Songeun yang dikatakan paling cantik disekolahmu. Kau juga lebih cantik daripada artis-artis yang ada di televisi dan membuat dua saudaramu begitu heboh setiap malam.

“Tidak ada yang pernah mengatakan kau cantik?”, ucap Baekhyun

Heekyung tertawa pelan.

“Tidak pernah. Terakhir kali, hanya Eomma yang mengatakan aku cantik, itupun saat usiaku masih delapan tahun.”

“Tapi kau benar-benar cantik.”

Heekyung menyenggol pelan lengan namja itu.

“Tidak perlu berucap seperti itu untuk menghiburku.”, ucap Heekyung ringan

“Apa aku terdengar seperti sedang berbohong?”, tanya Baekhyun tak percaya

Heekyung mengangguk.

“Bukankah kau sedang berbohong?”

“Song Heekyung, aku tidak pernah berbohong.”

“Baiklah baiklah,”

“Ya!”

“Kenapa kau sangat berisik saat aku bilang kau berbohong?”, tuntut Heekyung sambil menatap namja itu penuh arti.

“Karena kau lah yang sekarang sedang berbohong dan menuduhku.”

Heekyung terkekeh pelan. Tapi Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah bayi-bayi yang ada disana.

“Ah.. Mereka terlihat sama seperti bayi lainnya..”

“Tentu saja karena mereka masih bayi. Datanglah ke sini lagi bulan depan dan kau akan terkejut karena mereka sudah tumbuh besar.”, ucap Baekhyun

“Apa mereka juga minum darah?”

“Kebanyakan, ya. Ada juga yang tidak minum darah diawal kehidupan mereka, karena mereka lebih banyak mengambil sisi manusia. Tapi saat dewasa mereka akan minum darah.”

Heekyung menyernyit. Membuat Baekhyun menatapnya.

“Kenapa dengan ekspresimu?”

“Aku tidak bisa bayangkan bagaimana bayi akan menggigit leher manusia dan menghisap darah.”

Ucapan yeoja itu berhasil mengundang tawa dari namja yang ada disampingnya.

“Kau bodoh? Kau kira mereka akan begitu saja menggigit leher manusia?”

“Lalu bagaimana mereka akan minum?”

Baekhyun mengedikkan dagunya, sekali lagi mengalihkan pandangan Heekyung ke arah seorang Succubus yang tengah menggendong bayi. Yeoja itu menajamkan pandangannya dan terkesiap saat melihat cairan berwarna merah ada didalam dot yang dihisap bayi itu.

“Apa itu darah sungguhan?”

“Kami membiarkan seorang manusia kehabisan darahnya untuk bayi kami. Kau mau seperti itu untuk anak kita?”

“Anak kita?”, Heekyung menatap tak percaya

“Ya. Aku adalah Incubus yang jadi Appa nya, dan kau Eomma nya. Dia anak kita bukan?”, ucap Baekhyun

Heekyung menyernyit.

“Kau menganggap aku benar-benar Eomma nya? Lalu bagaimana dengan bayi yang lain? Atau Incubus lainnya? Apa mereka benar-benar menganggap yeoja itu Eomma dari bayi mereka?”

Baekhyun terdiam mendengar pertanyaan yeoja itu.

“Kurasa tidak. Mereka hanya membutuhkan tubuh yeoja-yeoja itu saja.”

Heekyung menyipitkan matanya.

“Kau terlihat sedikit aneh.”

“Memangnya kenapa?”

“Kau bilang Incubus lain menitipkan bayinya pada tiga atau empat yeoja, tapi kau hanya menitipkannya padaku. Lalu kau bilang mereka hanya membutuhkan tubuh yeoja itu dan tidak menganggap mereka Eomma dari bayi-bayi ini, tapi kau menyebut bayi ini sebagai ‘anak kita’ kau tidak merasa kau aneh?”, tanya Heekyung

“Itu karena kau menyayanginya.”

“Eh?”

“Kau sering menyebutnya ‘anakku’ saat kau sendirian. Kau sering mengelusnya dan tersenyum sendiri. Kau juga selalu berhati-hati dimanapun agar perutmu tidak tersenggol siapapun. Kau benar-benar menganggapnya ada dan menjaganya. Bukankah itu bukti kalau kau menyayanginya juga?”

Kali ini Heekyung terdiam.

“Kau.. tau semua itu?”

“Aku memperhatikanmu walaupun aku tidak muncul didekatmu.”

Tanpa sadar Heekyung tersenyum.

“Karena kau bilang aku tidak boleh menyakitinya, dan kau juga bilang, walaupun dia anak seorang Incubus, dia tetaplah seorang bayi, aku jadi benar-benar tidak tega untuk membuatnya merasa tidak nyaman.”

“Bagaimana dengan setelah dua bulan ini? Apa kau rela untuk benar-benar tidak melihatnya lagi sampai kapanpun? Kau tau kau tidak akan melihatnya bahkan saat Ia lahir bukan?”

Heekyung mengangguk pelan.

“Aku tau, dan juga, kau pasti menjaganya dengan baik, jadi aku tau Ia akan baik-baik saja walaupun aku tidak melihatnya.”

Baekhyun kini menatap yeoja itu.

“Kau.. tidak ingin membesarkannya? Kau tidak mau melihatnya tumbuh?”

“Kenapa bertanya seperti itu? Bagaimana mungkin aku membesarkannya saat aku bahkan belum lulus sekolah?”

Baekhyun tersenyum tipis.

“Benar juga, apalagi kau harus mencarikan darah untuknya saat hari gelap. Kau pasti akan sangat ketakutan karena punya anak seorang monster.”

“Monster? Aku tidak mengatakan Ia seperti itu.”

Baekhyun kini menatap yeoja itu.

“Semua bangsamu mengatakan kami monster. Bukankah kau menganggapku seperti itu juga?”

Heekyung menggeleng pelan.

“Tidak.. Aku tidak menganggap kalian begitu. Keundae, aku merasa tidak adil saat kalian membunuh manusia yang baik. Kenapa tidak menyerang orang-orang jahat saja?”, ucap Heekyung

“Ah, itu karena jika kami tetap minum darah manusia yang berkelakuan baik, suatu hari kami tidak akan lagi membutuhkan darah.”

“Eh? Bagaimana bisa?”

“Karena sifat baik manusia itu akan ada pada kami. Bukankah itu bagus? Setelah beberapa lama, kurasa keberadaan Incubus dan Succubus diantara manusia tidak akan berbahaya lagi.”

Heekyung mengangguk-angguk pelan.

“Terdengar bagus juga.. Mungkin suatu hari kita bisa hidup bersama.”

“Kita?”, Baekhyun menatap yeoja itu

“Maksudku, bangsamu dan bangsaku. Bukan kau dan aku.”, ucap Heekyung dengan cepat meralat perkataannya.

“Kau membuatku merasa aneh karena kau mengucapkan kata ‘kita’.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

126 tanggapan untuk “IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #4 — IRISH’s story”

  1. Chapter ini mengandung kadar gula berlebih yang berbahaya buat kesehatan. Dimulai dari roti coklatnya Heekyung sampai ucapan-ucapannya Baekhyun. Semua dapat menyebabkan diabetes.

  2. Woho mereka berdua udh semakin dekat aja hihi
    Nnti ada foto anak baek n heekyung gk ya? Psti imut seperti mereka ><
    Jd sedih stlah anj itu lahir mereka pisah 😦

  3. bayi2 itu pasti cakep2 & imut2 ya 😀 kan bpk2ny makhluk2 rupawan semua. brarti org2 alim/baik2 jd main menu’ny para incubus & succubus itu ya.. /itukah alasan’ny knp org baik itu cpt mati’ny? smentara org jht ga mati2!/ terus klo succubus, hunting benih dr namja2 manusia & si succubus itu mengandung, melahirkan? & namja2 manusia pasti ga kan ambil pusing soal benih mrk yg diambil para succubus.

  4. Ga kebayang liat baekhyun jadi appa, bawaan nya pengen ketawa muluu 😀 tapi disini sepertinya baek menjadi appa yang baik ga kaya yang lainnya punya banyak istri (?) ckckck

  5. baekhyun sama heekyung dah mulai akrab nih. pertama pas baca chapt 1, aq kira baekhyun orngnya dingin dan cuek, tp makin ke sini trnyta baekhyun cukup care jg sama heekyung, bahkan blng klu heekyung cantik.
    bgs Thor ceritanya, aq mau lnjnt baca lg ah….

  6. Aihh mereka romantis bangett>,<
    Baekhyun bilang heekyung lebih cantik dari cewe paling cantik di sekolahnya, serasa lagi gombal duhh..
    Hm, apa setelah bayi heekyun dan baekhyun lahir, heekyung bisa ketemu sama anaknya? Tapi aku berharap banget baek ngga akan ninggalin heekyung.. wkww
    Jjangg!!

  7. heekyung-ah, tidak ada pria yang luput dari bohong,, yaa tapi baekhyun sedikit ada pengecualian lah dia kan pria setengah incubus,,

    Tapi omongan baekhyun itu kaya ada omdo omdonya gitu.. Perasaan aku aja kali yaa,,

  8. Waduh, ternyata Cubus baik2 ya.. Seenggaknya berguna dan nggak jahat.. Kagum waktu Baek bilang Cubus nggak bisa bohong XD…
    Btw…., ‘kita’ entah kenapa nyes banget di hati #plakk XD

  9. Aku nyesel baru baca ff Kak Irish sekarang TT.TT
    Mau lanjut baca ah~ sekalian cari password :3
    Berasa lagi ngerjain tugas deh mesti nyari dulu xD tapi ini seru pake banget~~
    Kak Irish jjang!! 😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s