[VIGNETTE] THE DEVIL – MORTALITY — IRISH’s story

irish-the-devil-mortality

Author : IRISH

Tittle : Mortality

Main Cast : EXO’s Kim Jongdae, OC’s Lee Hara

Genre : Romance, Fantasy, Thriller

Rate : PG-17

Length : Vignette

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO’s Kim Jongdae a.k.a Chen belong to his real life. OCs belong to her fake appearance.

Note : Ehem, kalau ada yang masih ingat pada cerita twoshoot bertitel The Devil, yah, well, ini adalah sedikit lanjutannya, serius, ini sedikit. Dan juga, dalam rangka merayakan ulang tahun uri Jongdae, jadi FF special ini release.  WARNING, fanfiction ini belum di beta sama sekali jadi mohon maklumi semua typo yang ada. Thankyou~

“Once you have choosen by him, there’s no way to refuse.”

Previous Series

The Devil Part 1 || The Devil Part 2

██║ │█║♪ ║▌♫ │█║♪ ║▌♫ ║██

Seorang yeoja duduk dengan headset terpasang ditelinganya. Sesekali yeoja itu membalik halaman buku yang tengah dibacanya, dan tangan yeoja itu tampak sibuk menulis dibuku yang ada didepannya.

Yeoja itu tersentak saat seseorang dengan tidak sengaja menyenggolnya dari belakang.

“Ish…”, yeoja itu menggerutu pelan saat sekelompok murid SMU tadinya asyik bercanda secara tidak sengaja menyenggolnya.

Dengan kesal akhirnya yeoja itu bergerak memasang headsetnya lagi, tadinya Ia melepasnya karena ingin memarahi orang yang menabraknya. Tapi tindakan yeoja itu terhenti saat mendengar murid-murid itu bicara.

“Oh, cepat, ayo play lagi videonya. Aku sangat penasaran.”

Yeoja itu segera terpaku.

“Kalian akan menyesalinya! Kalian akan menyesali perbuatan kalian!”

Yeoja yang tak lain adalah Lee Hara itu mengedarkan pandangannya, dan terkesiap saat tatapannya bertemu dengan sepasang mata bermanik hitam yang berdiri tak jauh diluar cafe tempat Ia sekarang duduk.

“Oh! Astaga! Dia dibakar!”

“Tidak… Tidak lagi… Jongdae-ah…”

“Aku akan membunuh siapapun yang menyaksikan kematianku!!”

Bayangan itu menghilang dalam sekejap mata. Sementara Hara masih terpana. Sudah hampir dua tahun berlalu sejak kejadian mengerikan itu terjadi.

Ya, satu kejadian yang tak pernah Hara ingin ingat namun nyatanya terus menjadi mimpi buruk bagi gadis itu. Gadis itu bahkan tak bisa menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah karena kejadian itu.

Gadis itu terlalu takut untuk datang ke sekolah.

“Daebak! Kau lihat bagaimana tubuhnya terbakar?”, Hara tersadar, Ia menatap kelompok kecil murid SMU itu, lagi-lagi gadis itu bergidik tanpa sadar karena melihat seragam yang dikenakan murid-murid itu.

“Hey, video apa yang kalian lihat?”, tatapan Hara membulat, ya, beberapa orang sekarang menatap penasaran ke arah kelompok murid itu.

“Ugh… Aku benar-benar tidak suka ini.”, gumam Hara.

Tak ingin kembali teringat pada mimpi buruknya, Hara segera menyampirkan tas kecilnya di bahu, dan gadis itu membawa kakinya meninggalkan meja tempat Ia duduk tadi.

Namun apa daya sekarang satu-satunya jalan keluarnya sudah dipenuhi orang-orang yang penasaran pada video—yang di play dengan volume sangat keras itu.

“C-Chogi, tolong menyingkir sedikit…”, ucap Hara, sayangnya ucapan gadis itu hanyalah angin lalu karena beberapa menit setelahnya, Hara mendapati dirinya duduk di pojok terjauh dari tempat orang-orang tersebut berkumpul.

Gadis itu memasang headset di telinganya, berharap suara-suara riuh penonton video itu tak akan masuk dalam pendengarannya. Jemari gadis itu bertautan dan buku jarinya memutih, ya, Ia ketakutan.

Hara memejamkan matanya, membuang wajahnya keluar jendela, seolah Ia bukanlah bagian dari café itu.

Ia tersadar dari lamunannya saat seseorang menarik headsetnya sampai terlepas.

“Apa yang kau—”, bibir tipis gadis itu membeku, sekarang di sampingnya, seseorang dengan penampilan yang sangat dikenalnya tengah berdiri.

Mengunci manik matanya dengan tatapan tajam yang Hara kenali.

“J-Jongdae…”, bisik gadis itu lirih.

Jongdae, sosok itu, mengumbar sedikit senyumnya, dan kemudian duduk di kursi kosong tepat dihadapan Hara. Menatap gadis yang masih terpana pada keberadaannya.

“Kenapa, Hara-ssi?”, ucap Jongdae membuat gadis itu mengerjap cepat.

Hara melemparkan tatapannya pada keramaian itu, memang sebagian kecil memilih untuk tak peduli, tapi seolah video itu memiliki daya tarik lain, sebagian kecil yang tersisa pun turut merasa penasaran.

“A-Aku tidak—”

Lagi-lagi ucapan Hara terhenti, kali ini karena telapak dingin namja itu tiba-tiba saja menyentuh punggung tangannya.

“Aku tahu. Aku tahu kau tidak melihatnya, Hara…”, ucap Jongdae lembut, walaupun tetap saja Hara merasakan bulu kuduknya meremang.

Gadis itu menatap sekitarnya, seolah memastikan bahwa Ia adalah satu-satunya yang bisa melihat keberadaan Jongdae disana.

“Apa kau ingin keluar dari tempat ini?”, Hara menatap Jongdae saat namja itu bicara padanya.

“Ya…”, lirih Hara, tatapan gadis itu bergerak cepat, dan kembali bersarang pada Jongdae, “aku sangat takut…”, sambungnya.

“Aku tahu.”, lagi-lagi Jongdae berucap, “Aku bisa melihat ketakutanmu.”

Hara tertunduk. Memejamkan matanya saat suara teriakan menyakitkan itu kembali masuk dalam pendengarannya. Ya, Ia memang sangat ketakutan. Tapi keberadaan sosok dihadapannya justru lebih membuatnya takut.

Bagaimanapun, Hara tahu, Ia tak seharusnya bicara dengan sosok dihadapannya ini. Gadis itu merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.

“J-Jongdae… Apa aku… Boleh keluar dari tempat ini?”, tanya Hara pelan.

Jongdae mengalihkan tangannya dari punggung tangan gadis itu, dan tersenyum lembut.

“Tentu saja Hara,”, ujarnya.

Gadis itu menatap keramaian yang menutupi jalan keluarnya, hal itu membuat Jongdae ikut melempar pandang, sebelum Ia akhirnya berdeham pelan.

“Kau mau aku menyingkirkan keramaian itu?”, tawar Jongdae.

Nde?”, Hara menatap bingung namja itu.

Jongdae—masih dengan senyum lembut di wajahnya—kemudian menjentikkan jarinya. Seolah tindakan namja itu adalah sihir, beberapa orang yang tadinya menutupi jalan gadis itu segera menyingkir.

Berpindah ke tempat lain sementara mereka masih di sibukkan oleh video itu.

“Kau bisa pergi sekarang, Hara-ssi.”

Hara mengangguk pelan. Ia segera berdiri, walaupun lututnya terasa goyah karena takut, Ia memberanikan dirinya melangkah meninggalkan Jongdae. Tapi baru saja berjarak beberapa kaki, gadis itu berbalik, menatap Jongdae yang memunggunginya.

“Jongdae-ssi…”, ujarnya membuat Jongdae berbalik, menatapnya.

“Ya Hara?”

“Kau tahu… kau tidak harus membunuh mereka semua. Aku tahu kau seorang yang baik, dan kutukan itu… hanya wujud kemarahanmu karena mereka mengatakan kau adalah seorang iblis.”

Tatapan Jongdae lekat tertuju pada gadis itu, Ia kemudian tersenyum.

“Aku tahu, Hara-ssi.”

“Kau tahu?”, ulang Hara bingung.

“Ya. Aku juga tahu, kutukan ini akan berakhir saat aku benar-benar menjadi seorang iblis seperti yang mereka katakan.”

“A-Apa?”, Hara tersentak.

Jongdae tersenyum tipis.

“Keluarlah, Hara-ssi. Kau tak ingin menyaksikan semua ini bukan?”

Tatapan Hara membulat saat namja itu berdiri, seolah menjadi kewajiban baginya, Hara segera melangkah cepat keluar dari café itu. Sementara Jongdae kini menatap diam ke arah sekelompok orang yang menertawai kematiannya, membicarakannya seolah Ia benar-benar seorang iblis.

Tangan namja itu terkepal, rahangnya terkatup marah. Tapi kemudian namja itu melempar pandangannya keluar café, dimana seorang yeoja kini berdiri di tepi jalan raya, membelakanginya.

Samar, sebuah senyum muncul di wajah namja itu.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hara-ssi.”

Bahu Hara terlonjak saat mendengar suara itu dipendengarannya.

Gadis itu berbalik, dan terkejut bukan main saat Jongdae nyatanya tengah berdiri di belakangnya.

“J-Jongdae?”

Namja itu, Jongdae, tersenyum lembut dan melangkah menghampiri Hara.

“Aku tahu Hara-ssi, kau selalu berpikir bahwa aku adalah seorang yang baik. Dan karena pemikiranmulah… aku tak bisa menghentikan kutukan ini. Kau tahu? Jika aku benar-benar menjadi iblis… kutukan ini akan berakhir.”

Butuh beberapa detik bagi Hara untuk mencerna maksud ucapan namja itu. karena detik selanjutnya, gadis itu mengerjap bingung.

“Apa maksudmu?”

“Selama ini, aku membunuh orang-orang yang menuduhku iblis, semua itu karena aku tidak pernah merasa bahwa aku seorang iblis. Jika aku… benar-benar seorang iblis, maka aku tidak perlu khawatir pada ucapan mereka bukan? Itu artinya aku tidak harus membunuh siapapun setelah ini.”

Hara menghembuskan nafas pelan, dan menatap namja itu lekat-lekat.

“Lalu… kau memutuskan untuk menjadi seorang iblis?”

“Ya…”, ucap Jongdae berupa bisikan.

“Dan…”, Hara menggantung kalimatnya sejenak untuk berpikir, “bagaimana kau akan melakukannya? Maksudku… menjadi seorang iblis.”, sambung gadis itu.

“Di aturan kutukanku, semua orang yang menyaksikan kematianku adalah orang-orang bersalah yang pantas mati. Tapi, jika hal sebaliknya lah yang kulakukan, maka aku akan menjadi seorang iblis.”

“Hal sebaliknya? Apa yang sedang kau bicarakan?”, tanya Hara bingung.

Jongdae yang tadinya menatap secara acak ke sekitarnya, kini menatap Hara, mengurung tatapan gadis itu.

“Kematianmu.”

“A-Apa?”

DIIIINNN!!

“AWAS!!”

SRASH!!

“Akh!!”

Hara tak sempat memikirkan apapun saat dalam sekejap mata gadis itu merasakan sakit luar biasa menusuk tubuhnya.

“Kyaa!!”, gadis itu bisa mendengar jeritan dan teriakan disekitarnya, dan juga satu rasa sakit yang membuatnya tak sanggup memikirkan apapun selain rasa sakit itu.

Gadis itu menggerakkan kepalanya, dan melihat sebuah besi panjang menembus dadanya. Ia bahkan melihat darahnya yang membanjiri pijakannya.

“Kau tak pernah berpikir buruk tentangku, atau menyaksikan kematianku. Kau adalah seorang yang benar-benar tidak bersalah, Hara-ssi. Itulah kenapa… dengan membunuhmu… membunuh seorang yang tidak bersalah…

“Sekarang aku adalah seorang iblis.”

Gadis itu dengan pelan menggerakkan kepalanya, sementara kini tatapannya bertumbuk dengan manik kelam milik namja itu. Samar, gadis itu melihat sepasang sayang gelap dipunggung namja itu, juga bara api yang terlihat menyelubunginya.

“J-Jongdae…”, lirih gadis itu, karena setelah itu, Ia tak lagi bisa menarik nafas, atau merasakan tubuhnya.

Pandangan gadis itu juga perlahan berubah blur, rasa sakit itu tak lagi dirasakannya, Ia bahkan tak merasakan tubuhnya lagi.

“Kematianmu… adalah akhir dari kutukan ini, Hara-ssi.”

Kalimat itu adalah hal terakhir yang masuk dalam kesadaran Hara.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Epilogue.

Ia telah memilihku. Untuk mengakhiri kutukannya, Ia memilihku. Memilih kematianku. Dan aku bahkan tak bisa menolaknya. Aku bahkan tak membencinya. Aku tidak lagi mengingat rasa sakit yang Ia ciptakan saat Ia membunuhku.

Kenapa? Kenapa aku bahkan tak sanggup membencinya?

Ia seorang iblis sekarang, dengan sayap kelam, bara api disekitarnya, dan aura menyesakkan yang membuat siapapun merasa ketakutan, waspada, bersedih…

Ia penuh dengan kesedihan. Hal yang tidak seharusnya Ia alami. Walaupun Ia sudah membunuhku, Ia tidaklah jahat. Ia bukan seorang iblis. Karena Ia melakukannya untuk menghentikan kematian orang lain.

Kematianku… adalah kematian terakhir dari kutukan kematiannya.

Tak ada satupun orang lagi yang mati karena kutukan itu. Semuanya sudah berakhir. Lalu kenapa Ia masih harus menderita dengan menjadi seorang iblis yang berada dalam api.

Sementara aku hanya bisa melihat bayangannya dalam tidur abadiku, dalam mimpi panjangku, dalam pemikiran tak masuk akalku. Aku benci melihatnya bersedih seperti itu…

Aku tak ingin semuanya berakhir seperti ini.

Aku bahkan lebih benci melihat percikan api itu dalam tatapannya.

Kenapa Ia harus menjadi seorang iblis? Aku bahkan tak membencinya setelah Ia membunuhku.

Aku memaafkannya, karena aku tahu Ia melakukannya untuk hal yang baik.

Jongdae… aku ingin melihatmu bahagia…

Bahkan di kehidupan selanjutnya, aku tak ingin melihatnya bersedih seperti ini.

“Hara…”

Tunggu, kenapa suara ini terdengar sangat nyata dan—ah, aku merasakan seseorang menyentuh lenganku. Aku menggerakkan inderaku, dan berusaha mengangkat kelopak mataku yang tak seharusnya bisa kubuka lagi.

Pemandangan menyilaukan segera menyambutku. Aku menyernyit mendapati sosok-sosok yang tak kukenal ada disana. Begitu banyak dari mereka, dengan sayap putih berkilau dipunggungnya.

Dimana aku? Apa yang terjadi padaku?

“Kau sudah terlahir kembali.”

“Apa?”, ucapku tak mengerti, aku tersentak saat kudengar suaraku benar-benar berbeda, aku tak tahu suaraku bisa terdengar seindah ini.

“Kau terpilih untuk terlahir kembali. Ini adalah kehidupanmu sekarang.”

Masih dengan tidak mengerti, kuedarkan pandanganku, segera sepasang mataku menangkap satu-satunya sosok berbeda disana.

Ia tampak sangat mencolok karena Ia satu-satunya pemilik sayap hitam di antara ratusan sosok bersayap putih berkilau disini.

“Jongdae…”, tanpa sadar kubawa kakiku melangkah menghampirinya, rasa dingin menggelitik segera terasa di kakiku, dan aku sadar, aku berpijak pada awan.

“Kau terbangun, Hara…”, aku mendongak, tak lagi memikirkan bagaimana aku berpijak pada awan karena dihadapanku, sosok dengan sayap gelap itu sekarang berdiri.

“Bagaimana aku… bisa hidup?”

Jongdae melempar pandangannya.

“Dia memilihmu. Untuk menjadi seorang Angel, Hara. Dan jika Ia sudah memilihmu, kau tak bisa menolaknya. Itulah kenapa kau terbangun dari kematianmu. Kau terlahir kembali, sebagai seorang Angel.”

Aku tersentak. Dan segera, aku menatap diriku sendiri. Kusadari aku juga memiliki sepasang sayap berkilau. Berbeda dengan sayap gelap milik Jongdae.

“Lalu… kau?”

“Aku adalah seorang Devil, Hara.”

Tidak.

“Aku tak ingin menjadi seorang Angel, Jongdae.”

“Kenapa?”, Jongdae menatapku dengan sepasang mata teduhnya.

“Karena kita berbeda… Aku tidak menginginkan perbedaan itu. Karena jika aku seorang Angel, dan kau seorang Devil, maka kita tak bisa bersama.”

“H-Hara…”

“Bukan ini yang kuinginkan. Aku tak ingin terbangun seperti ini jika hanya untuk melihatmu terus bersedih. Aku ingin menjadi sepertimu.”

Aku menatap Jongdae lekat. Sementara kurasakan kegelapan perlahan menyelimuti tubuhku. Samar, saat kemudian aku sadar, sayapku berubah, menjadi warna gelap yang sama dengan milik Jongdae.

“Hara… Kau sudah memilih menjadi seorang Devil.”

“Apa itu artinya kita bersama sekarang?”, aku menatap Jongdae.

Jongdae menatapku tak mengerti.

“Kenapa? Kenapa kau memilih untuk jadi Devil sepertiku? Kebaikanmu… adalah kebaikan yang dimiliki seorang Angel. Apa kau… tidak akan menyesalinya?”

Aku menggeleng keras.

“Tidak. Untuk apa aku menyesalinya? Untuk apa menjadi seorang Angel jika aku masih melihatmu menderita? Aku… Aku tidak ingin kau bersedih sendirian. Aku ingin menemanimu, Jongdae-ah, walaupun itu artinya aku akan menjadi sama buruknya denganmu.

“Kau telah memilih kematianku untuk mengakhiri kutukanmu, kesedihanmu, sekarang… biarkan aku memilih jalanku untuk melihatmu tersenyum, Jongdae-ah…”

End.

Oke, ini absurd. Ini bener-bener cerita absurd yang semakin membuat Series The Devil absurd. HAHAHA. Tapi entah kenapa terpikir untuk membuat sebuah ending absurd untuk cerita berputar absurd itu. Yah, walaupun hasilnya seabsurd ini. Well, what do you think about this absurd end, guys?

51 tanggapan untuk “[VIGNETTE] THE DEVIL – MORTALITY — IRISH’s story”

  1. susah ya ngebayangin chen jadi jahat 😦 padahal di exo’s showtime aja dia baik ama yg jadi hantu di rumah hantu *terharu* jadinya aku malah bayangin baekhyun yg jadi devilnya deh *salah fokus* mantaps rish ceritanya, ampe serem sendiri pas ngebayangin ttg uks haha

    1. XD aku juga suka sekali kalo dia jahat XD wkwkwkwkkwkwkwk bias gituloh XD wkwkwk kenapa jadi baek? aku nanti salfok sama abs lagi…

  2. Dikira bakal endingnya angst/ngenes gitu … terbalik-lah(?) .. kutukkannya nyeremin gitu ampe harus ngebunuh orang yang suci(?) gitu… Hara positif suka sama si-Dae cinta ternyata bisa membutakkanO_O makanya Hara tanpa ba-bi-bu ingin seperti Dae …

  3. passs bangettttt baca ini tengah malemmmm sampeeee ketidurannn,,, yaelahhh padahal tinggal koment lagiii

    Resmilahhhhh si jongdaeee jadi devillll……
    Surpriseeeeeee endnyaaa

  4. berakhir dg happy ending.jika q jd hara mngkn q akn mlkukn hal yg sm,chen org baik meski dia membnh hara tp dia menghntkn kutukan 2,dia sndr juga sbnrnya g pgn membnh org tp npa dia mlh jd devil sutuhny,2 g adil 2 org baek spt chen.

  5. Satu kata untuk Hara ‘Aneh’ kenapa? mungkin banyak yang menganggap aku nggak bisa mengerti begitulah, tapi jangan pernah memilih kehidupan yang lain selain kehidupanmu sebagai manusia~ Jadi manusia itu bahagia, kalau ketemu sama devil yang kayak Chen nggak usah dipedulikan lah. kalau kamu jadi devil, nanti keluargamu kan sedih karena kamu pergi secara tiba2. pikirkan perasaan orang lain sebelum mengambil keputusan, Hara sama kayak Hayoung nggak mikirin masa depan. BTW, ini ff keren sekali aku sampai terhanyut di dalamnya dan bisa beri komentar sepanjang ini asataganagaularnagamakannagatambahtenaga, maafkan aku yang suka komentar kebanyakan~ kapan yang Incubus itu lanjut author-nim nggak sabar lagi ^_^

    1. Huaha xD ini serius Hara perlu ngebaca komen ini karena ini nasehat buat dia xD wkwkwk sebenernya iya juga sih ya, jd manusia ttp lebih enak tp apa daya chen memilih buat ngebunuh dia huhu chenchen kamu jahat (?)
      Duh dua nama berawalan H ini ga ada yang mikirin keluarga (?) Pada cinta buta (?) XD
      Aduh duh thankseu bangett kenapa harus ada naga aka kris xD gapapa duh thanks komennyaaa 😀
      Ehemm doakan saja ff yang itu lancar xD

  6. ampuuuunnnn hara jadi orang baik banget sih. uda dibunuh masih aja perhatian sama pembunuhnya. baru kali ini nemu korban sama tersangka akur :v

    btw disini gaada kisah cinta antara 2 insan berbeda dunia calon sama dunia *ampun bahasa lu bii* yaakk? sayang banget, pdhl pengen baca yg ada kiss kiss gituu *yadong mode on*

    1. INI NGAKAK XD tersangka sama korban akur wkwkwkwkwkwk
      Heeh karena twoshot jd ga sempet masuk bagian nganu nya 😂😂😂 nanti deh kapan2 ff lain di selipin /eh

  7. Okeh ini FF pertama yg bikin kepala gue muter-muter gk jelas buat ngecerna satu-persatu kata dan alurnya -_- .#ngomonggkpkekoma jrna gw ska genre yg fantasy n nyeremin, gue ksh nilai plus plus plus. Dan gw mau jujur #ceilah FF sebelumnya gk gw komen krna sinyal d rmh gue kek kura”nya Yesung #ampunbang hahahahahaha mianheeeeeeeeeeeee walaupun trkadang gw bsa jdi pembaca gelap #berasapenjahat tpi sebenernya semua FF itu gw komen tpi dalem ati #plakkk sma aje -_- oke mungkin sampe di stu bacotan saya untuk authornya jangan berhenti berkarya ^^

    1. XD muter2 kenapa emangnya wkwkwk gapapa juga kalo pembaca gelap karena dulu2 ane juga pembaca gelap #EAEA
      thanks btw komennya xD bacain terus karya aku ya (?) #EAEA

  8. endingmya serius aku suka..setuju banget klo hara nemenin jongdae jd devil….lagian berdua jd lbh asik#emg mw ngapain b2 an.# hahaaa.. y wlopun telah happy b-day buat jongdae .mg tambah bagus suaranya…#garing ya..#
    y weis d tunggu next seriesnya..

  9. Saengil chukkaeyooo chenching machine. Kim jongdae aka chen. Selamat atas bertambah tuanya dirimuu. Semoga suaranya makin bagus. Oktafnya bisa makin tinggi. Dan semoga selalu baik hati dan murah senyum. Yeeeee. /Lempar confety /Tebar Bunga /Tebar duit punya suho /Suho nangis
    Aku main loncat baca ini padahal ini cerita end dari threeshot kan? Wkwkwk dari yang aku tangkep, kak jongdae ini seorang iblis? Dimana dia akan bunuh semua yang liat video kematiannya? Dan apa itu tadi hm kutukan? Dia ini sebenernya apa? Apa dia memang iblis atau sebelumnya dia manusia seperti hara lalu dibunuh terus dikutuk sehingga dia jadi iblis? Tapi tadi dituliskan, kutukan ini berakhir kalu aku benar-benar menjadi seorang iblis, jadi sekarang dia ini apa? On progress jadi iblis? (?)
    Dan yang bikin aku terperangah (?) kenapa dia malah bunuh si Hara? Apa salah Hara? Kan kamu bilang sendiri jongdae kalo aku akan membunuh semua yang melihat kematianku, dan apa yang dilakukan hara? Dia bahkan tidak sama sekali berani melihatnya? Kenapa kamu bunuh diaa? Labil deh /?
    Tapi aku menemukan sesuatu di balik kasus ini. /penjelasan dari authornye maksudnya hahaha/ Jongdae telah menemukan jawabannya, kenapa dia harus membinasakan Hara-sshi. Dia tau dengan membalik semua itu maka kutukan akan berakhir. Dengan membunuh seseorang yang tidak mengakui bahwa dia adalah iblis bisa membawanya menjadi seorang iblis tulen (?). Bentar ini kok aku bingung sendiri ye. Intinya dengan jadi iblis dia bisa gak bunuh orang lagi begitu kan? Oh aku paham. Ini semua cuman masalah mindset. Kalo jongdae terima dan ngakuin dia adalah seorang iblis maka yah dia gak akan melampiaskan amarahnya dengan ngebunuh orang itu sesuai dengan ikrar kutukannya. Got it :D. Pinter deh author. Aku gak nyangka bisa jadi kebalik begini alurnya. /salamin author terus foto bareng/
    Tapi aku gak habis pikir sama hara. Dia itu udah dibunuh sama jongdae tapi masih aja baik. Cita-cita nya hara ingin membuat jongdae tersenyum dan tidak bersedih lagi. Wah.. Baru kali ini ada cita-cita semacam itu. /? Aku bayangin pas hara ngebukak mata dia ada di khayangan” gitu ya? apa di surga? Pokoknya dia di atas awan. Tadi hara bilang gitu soalnya, kakinya menapak awan. Kan sebenernya enak gitu kan jadi angel kenapa harus samaan sama jongdae jadi devil. Yah kalo udah fall in yah fall in aja sih. . Cie kak jongdae.
    Oiye, apa seharusnya baca sebelumnya dulu baru baca ini? /IYALAH -kata author/ Haha. Oke baca sebelumnya dulu dah. Bye.

    1. OH MY GOD INI KOMEN TERPANJANG DI SEJARAH WKWK
      tunggu aku butuh waktu nih buat ngebales komen kamu sayang xD wkwkwk
      well Jongdae pada dasarnya emang seorang iblis tapi dia gak menerima kodratnya, dan dia juga jadi gak di anggep seperti itu karena yang dia bunuh selama ini emang samaan sama kutukannya (YA SAMA AJA SIH DIA IBLIS JUGA) dan pada akhirnya dia bunuh Hara sebagai tanda resminya (?) dia menjadi Devil wkwkw. AKU SEBENERNYA JUGA GATAU KENAPA DISINI HARA BAIK (AUTHOR APAAN INI)
      dan aku juga gak menyangka dia harus di bunuh (SERIUS INI WKWK) XD yang jelas aku pengen cerita nya punya END GITU wkwkk XD
      Bahkan cita2nya Hara (BAHASANYA) juga suci (?) karena dia pure innocent like an angel. YAH POKOKNYA AKU PUN BAHAGIA KARENA JONGDAE TIDAK SENDIRIAN WALAUPUN MEREKA SAMA-SAMA JADI DEVIL. Aku merasa gak enak sama Jongdae YANG ULANG TAHUN kalo sampe ceritanya dia end nya gak bahagia WAKAKAKAK (ALASAN AJA INI)
      ANYWAY, thankyou banget komen panjangnya ini Lilly xD
      Well, itu terserah kamu mau baca 2 series sebelumnya apa enggak xD

    2. Ohyaa?? Masa sih?? Maapin itu bacotan gatau sampek segitu. Wkwk
      Ceritanya happy ending. Aku suka cerita happy ending. Dan aku juga suka fantasy. Suka bayngin gimana si jongdae punya sayap. Dia kayak pelahap maut tapi berwajah bak malaikat /? biasanya sih kebanyakan kak jongdae ini dibuatnya mesti jadi orang baik-baik eh disini muncul sisi lain dari dirinya. Pantes sih. Masuk kok. Haha jongdae jadi jahat. Jahat yang baik. /bingung pasti lu author, aku juga bingung ini ngomong apa/ wkwk
      Yah mau diapain lagi hara nya teranjur dibunuh. Tapi alhasil mereka jadi bersama. Jongdae gak kesepian. /dapet ciecie dari sehun/
      Berasa jahat gitu ya kalo gak dikin happy ending?? Setuju sih. Banget. Haha

    3. HUAHAHA aku suka kok baca komen kamu xD seriusan wkwk xD AKU JUGA SUKA FANTASY /TOSS/
      Huahaha abisnya Jongdae selama ini kan dalam mindset kita dia anak alim pondok pesantren gitu, sekali2 dia dibuat ‘bad’ side nya wkwkwk, untungnya jadi ff ini xD padahal sempet stuck juga karena bayangin Jongdae jadi jahat itu susah……………….AKU GAK BINGUNG KOK SERIUS aku paham sosok Jongdae yang jahat tapi baik wkwk yah dia punya sisi baik dan buruk, yin dan yang (APAAN SIH INI AUTHOR) AYO DI CIEIN DALAM RANGKA ULANG TAHUNNYA JONGDAE JUGA INI wkwkwk
      Aku suka dua ending sih: Happy Ending, sama ENDING NGEGANTUNG XD

    4. /TOSS/ 😀 Fantasy itu seruuu. Wkwk. Ini btw jadi bales-balesan komen jadinya. wkwk
      Yup, Bad side of Jongdae. Biar dia gak alim terus. Tapi sekalinya dia jahat malah ngebunuh orang hahaha. Kai itu yang sekali kali di ajarin biar jadi alim /eh. Liat aja itu mukanya di poster dia udah kayak pembunuh bayaran /nyengir/dijeburin kelaut sama chen/ wkwkwk
      Bener. Setiap dari kita pasti punya sisi jahat sama sisi buruk, gamungkin jadi baik terus ataupun jahat terus. Semuanya demi kehidupan manusia di bumi. Seperti katamu tadi kayak yin dan yang. Agar semuanya bisa seimbang. /bijak ini ceritanya.
      Ending yang ngegantung?

    5. IYAP BENER BANGET XD fantasy seru dan juga sebenernya banyak banget kreasi ceritanya, tinggal dikembangin aja sih sama masing2 author nya xD
      Huahahahha nanti kapan2 Kai dijadiin anak alim teraniaya (KEMUDIAN DISANTET FANS KAI)
      Iyepp, kalo semua orang baik….apa gunanya surga dan neraka xD wkwk yahh setidaknya Jongdae ini seimbang yin dan yang nya (?)
      WKWKWK kita tiba2 menciptakan istilah2 bijak ya xD
      gapapa kali bales2an komen apalagi kita udah kek curahan hati gini xD

    6. Kalo jongin itu kayaknya cocok model badass badass (?) macem gitu, kalo dia dibikin jadi alim itu kayaknya.. /lagi ngebayangin/ gak banget deh hahaha. Tapi ya menurutku tergantung authornya sih sebenernya yang meracik semenarik mungkin supaya reaers nya bisa ngefeel. Cie author. Keren banget dah kalo bisa gitu. 😀
      Eh bentaran, alim dan teraniaya?? sapa ya yang cocok jadi karakter gitu di exo?? HAHAHA Siapa menurut kamu?
      Curhat katanya wkwkwk. Aku panggil apa ini enaknya, biasanya aku manggil author sih

    7. XD huahahhaa nanti kalo ada ide aku hancurkan kai (?) menjadi anak alim ala pesantren wkwkwk karena sesekali Kai harus diberi peran anti mainstream HAHAHA
      iyeepp xD bener sekali tergantung sama authornya gimana bisa ngebawa readers buat ngebayangin apa yang dia tulis kan? (INI CURCOL)
      Menurut aku sih……LUHAN………D.O………ITU COCOK BUAT DIANIAYA (MAAF LUHAN, MAAF D.O)
      Panggil Irish aja, atau Iris XD nama aku Iris wkwkwk

    8. Anyway, maaf ya aku gak bisa bales komen mu sepanjang yang kamu tulis ToT serius aku speechless banget nih soalnya sampe bingung harus ngetik apa lagi buat kamu wkwkwk SEMUA TEBAKAN KAMU BENER BANGET BETEWE, SEMACEM KITA SEPEMIKIRAN (GAMPAR SAJA AUTHOR INI)
      WELL, THANKS AGAIN YA LILLY XD

    9. Preman baru tobat? Hahahaha. Aduh ngakak wkwkwk. Terus judulnya jadi gini “Kim Jongin alias Kai, Mantan Preman Kece Yang Telah Bertobat” /udah berasa judul ftv kan? /Di karungin terus di pecel sama jongin/ Wkwkwk.
      /IYA IRISH HARUSNYA DIKARUNGIN!/ /Terus dibuang ke Korea/ /kalo ke korea aku juga mauu /aduh hahaha. Bias aku banyak sih wkwk Tapi suka aja sama dua orang itu. Suara mereka itu bagus banget. Dio terutama 😀
      Apa tadi kamu bilang Suho? Hahaha kalo dia aku setuju, aniaya sajaa, muka nya dia mendukung, di baby don’t cry aja muka dia udah kayak mau nangis sesenggukan (?) /Suho kamu kuat kok yang tabah wkwkwk
      Okidi tunggu kemuncuanku disana yak hahaha.

    10. HUAHAHA aku lebih ngakak lagi gegara judul itu xD oh Tuhan xD Kai preman tobat xD
      HUAHAHAHA xD karungin aja aku ke korea, aku RAPOPO aku seneng kok dikarungin kesana lumayan bisa ketemu Baekhyun #EH
      WKWKWK jadi bias kamu D.O xD astagaa xD
      IYEEPP SUHO MARI KITA ANIAYA (DIGAMPAR FANS SUHO)
      HUAHAHAHA itu ngakak, inget ekspresi dia aja udah ngakak abis serius xD
      OKEEEE kutunggu kedatanganmu tanpa kuundang (?) xD

    11. Emang gimana cara kamu ngundangnya? /mikir cantik/ hahaha. KALO KE KOREA MAH AKU JUGA MAU /semoga suatu saat nanti kita bisa beneran kesana yak /gak ada salahnya kan bermimpi, ketemu bias lagi /kyaaaaa/ /AMIN 😀
      Kamu suka baekhyun? kenapa suka dia? dia kan cabe /eh 😀 Tapi chukkae ya setauku kabarnya dia single. /BERBAHAGIALAH ANDA SEKALIAN PARA FANS BAEKHYUN/ /Tebar duit suho lagi/ /Suho jadi galo/ Wkwkwk.
      Coba perhatiin mimiknyadia itu aneh /? apa diaterlalu menghayati? /Apa salah saya sih fans? -isi hati suho-/ Wkwkwk

    12. WKWKWK iya ya ga ada undangan jadi otomatis bakal jadi jelangkung yang datang tak dijemput pulang tak diantar huahahaha xD
      YEAH HAHA DIA SUDAH SINGLE DAN BISA KUMILIKI #EH
      Dia cabe tapi suaranya……bikin mimpi buruk #GAKdeng
      XD sudah jangan membully Suho, kita butuh uangnya untuk dilempar2 xD

    13. Hahahaha Eh iye bener jadinya mirip jelangung ya? berarti yang berkunjung semuanya ghoib dong?? /kok tiba-tiba auranya jadi serem ya /oh dibelakang ada Tao /eh Wkwkwk.
      Ambil saja aku masih ada Sehun kok HAHAHA. Labil kan bias aku banyak sih. 😀 Tapi aku akuin suaranya baekhyun juga bagus kok, di immortal song duuluu yang dia duet sama kak jongdae itu bagus bangeet, merinnding dengernya.
      Aku suka lempar-lempar duit. Apalagi duit Suho. DIa kan orang kaya dan konon duitnya gak bakal abis 7 turunan /? /daebak..

    14. typo noh xD jelangung xD wkwkwk serius ngakak aura ghoib gegara TAO XD
      gapapa aku setia sama Baekhyun aja deh xD wkwkwkwk
      BENER BANGET MEREKA BERDUA SUARANYA….
      NGAKAK ya ampun gak abis sampe 7 turunan xD

    15. Huahahaha sumpah bayangin deh kalo seorang jongin jadi alim /bayangin aja dia lagibawa tasbih pake peci mau salat gitu terus pakai sendal masjid, pas di dalem eh ketemu si chen terus mereka salat berjamaah/ /alim banget ini anak kesamber apaan/ Wkwkwk. Tapi setuju deh cobak buat jongin yang antimainstream. hahahaa pengen tau gimana jadinya 😀
      Jahat Irish.. salah satu yang kamu sebutin itu bias aku tau. /Di tantang tinggi”an lo entar sama kyungsoo, kyungsoo pasti kalah /eh Wkwkwk
      Okedeh panggil Irish yak, ada blog? wp? mungkin entar aku bisa ngerusuh disana hahaha

    16. ini ASLI aku ngakak gara2 bayangin kakak Jongin bener2 bertasbih XD apalagi sama Chen pula xD gak sekalian sama Suho sama Luhan juga? Muka2 alim semua xD Kai nya preman baru tobat xD
      Huahaha siapa bias kamu? Luhan? D.O? xD dua2nya ya? Wkwk maaf tapi mereka muka kelewat alim sih jadi cucok dianiaya (GAMPAR SAJA IRISH)
      Tapi emang kalah tinggi sih sama D.O xD
      Ada sayaangg https://beepbeepbaby.wordpress.com/ itu wp pribadi aku xD gapapa kamu aku persilahkan ngerusuh disana kok xD diterima dengan senang hati apalagi kalo tebar duitnya Suho juga disana (APAINI)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s