One and Only – SLICE #4 — IRISH’s story

poster1

Author : IRISH

Tittle : One and Only

Main Cast : EXO’s Baekhyun, Red Velvet’s Yeri

Supported : EXO, Red Velvet, Twice, and SMRookies Members

Genre : Romance, Life, Fantasy, Sci-fi

Rate : PG-16

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO, Red Velvet, Twice and SMRookies Members belong to their real-life.

Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes..

Karena perjalanan aneh ini melibatkan dua orang Humanoid dan seorang manusia, Baekhyun dan Momo setuju bahwa harus ada seorang lagi manusia yang memiliki jalan pikiran yang sama dengan kami bertiga, seorang Outsider lebih baik karena identitas Outsider bisa diganti dengan mudah.

Seseorang yang punya jalan pikiran yang sama denganku, adalah Sally, seorang Outsider di Beijing yang sangat ahli dalam hal mencuri dan bersembunyi sehingga selama beberapa bulan di Beijing kehidupan ku sangatlah aman bersamanya.

Ia adalah satu-satunya Outsider yang pernah kukenal, jadi daripada kami mencari Outsider secara acak tanpa tahu latar belakang mereka atau apa mereka benar-benar sepemikiran dengan kami, daripada berharap ada Owner yang mau menonaktifkan Humanoid nya dan bergabung bersama perjalanan beresiko kami, bukankah lebih baik jika aku menawarkan perjalanan ini pada Sally?

“Kau ingat dimana Sally ini terakhir kau lihat?”

“Chengdu,”, ucapku pada Baekhyun, “tapi Ia suka hidup berpindah-pindah, aku yakin Ia tidak tertangkap polisi karena seperti yang kukatakan, Ia sangat lihai bersembunyi.”, sambungku.

Baekhyun mengangguk-angguk.

“Baiklah, kita ke Chengdu, aku akan menggantikanmu setengah jam lagi.”, ucap Baekhyun, Ia kemudian menatapku, “kau yakin Sally ini tidak berbahaya?”

Aku menatap Baekhyun.

“Kau terlalu mengkhawatirkanku Baekhyun-ah.”

“Aku tak mau kau terlibat dalam bahaya.”, ucapnya serius.

Kurasa program dasar Baekhyun benar-benar murni Humanoid Pelindung. Naluri melindunginya sangatlah tinggi.

“Ia mengenalku dengan baik, maksudku, kurasa biarkan saja aku yang mencarinya dan bicara padanya, Ia sangat takut pada Humanoid karena terakhir kali, Ia tak lagi bisa menggunakan kaki kanannya karena serangan Humanoid.”

“Aku akan menyembuhkan lukasnya nanti,”, ucap Momo dengan nada senang, kusadari keberadaan Momo menciptakan euforia senang aneh diantara kami, apa ini memang pembawaannya?

“Aku tak bicara tentang lukanya, aku bicara tentang keselamatanmu, bagaimana jika Ia nyatanya sudah jadi berbahaya?”, tanya Baekhyun padaku, sekaligus kembali menyindir Momo dengan ketidak sukaannya pada Humanoid satu ini.

“Kenapa Ia harus jadi berbahaya untukku?”, aku menyernyit.

“Karena kita tidak bisa memprediksi keadaan seseorang dengan tepat. Terutama karena kau bilang terakhir kali kau menemuinya adalah tiga tahun lalu.”

“Tapi dia satu-satunya yang bisa kupercaya, selain diriku sendiri tentu saja, sebelum menemuimu dan Momo.”

Baekhyun akhirnya menghembuskan nafas panjang.

“Baiklah, bawa ini bersamamu,”, ucap Baekhyun, memasang sebuah bros kecil di bagian kerah pakaianku.

“Apa ini?”

“Jika kau berteriak kesakitan, atau tanda vitalmu berubah drastis, aku akan tahu dari chip ini.”, ucapnya sambil memasang benda itu dengan cepat.

“Jangan bilang kau masih takut sesuatu terjadi padaku.”

“Tentu saja aku merasa khawatir membiarkanmu berada di Chengdu sendirian.”

“Ayolah Baekhyun, ini hanya sebentar. Aku tak perlu memakai hal seperti ini.”, ucapku berusaha mengalihkan tangannya, ingin melepaskan bros itu.

“Tidak Yeri.”, Baekhyun memotongku dengan tegas, Ia bahkan mencekal kedua tanganku dan menatapku serius, “biarkan bros ini bersamamu atau kau akan mencari Sally bersamaku.”, sambungnya membuatku akhirnya memilih untuk diam.

“Uh, lover, kurasa kalian perlu melihat ini.”

Apa Momo baru saja menyebut kami ‘lover’?

Sungguh? Atau aku yang salah dengar?

Baekhyun tampak tak ambil pusing dengan kekagetanku karena ucapan Momo. Tapi Ia segera beranjak ke depan, dan seketika itu juga ekspresinya berubah kaku.

“Sentry, sial..”

Aku begitu terkejut saat melihat bayangan dua orang Sentry dari kamera pengawas jarak jauh yang terpasang secara sembunyi-sembunyi di home-car ini. Jantungku mulai terpompa dengan kencang, dan aku merasa ketakutan.

“Baekhyun, kurasa salah seorang diantara kita harus bersembunyi.”, ucap Momo.

Baekhyun segera berbalik menghadapku, menatapku.

“Kita akan mulai cerita yang sudah kita latih, mengerti?”, ucapnya kujawab dengan anggukan, tapi aku merasa sangat tidak tenang.

“Aku akan menggantikanmu, bersembunyilah dibelakang, dibawah sofa, disana ada seperangkat komputer jadi keberadaanmu tidak akan disadari.”, ucap Baekhyun sambil mengambil alih kemudi, sementara Momo menyelip dari celah yang mereka ciptakan dan segera ke belakang.

“Yeri, cepat duduk disini.”, ucap Baekhyun membuatku dengan kaku bergerak ke depan, dan duduk dikursi yang tadi Baekhyun duduki. Sial, jantungku masih tak bisa terkontrol.

“Momo, pegang kemudi ini sebentar,”, ucap Baekhyun menggeser duduknya.

Sigap, Momo merunduk di dekat setir, dan—entah karena kemampuan mereka sebagai Humanoid, atau karena Ia memang bisa melakukannya—dengan mudah Ia mengendalikan setir home-car kami.

“Yeri, lihat aku.”, ucap Baekhyun membuatku mengalihkan perhatianku dari kesibukan Momo.

“Ya..”, gumamku pelan

“Jangan pikirkan apapun, lihat saja aku.”, ucap Baekhyun saat tatapanku kembali tidak fokus padanya, ketakutanku pada Sentry yang ada beberapa ratus meter dari kami membuatku tak bisa—

“Yeri-ah..”

Tatapanku terhenti disepasang mata gelap milik Baekhyun. Kucoba memfokuskan pandanganku pada lingkaran logam nano samar yang terus berputar lembut dikedua bola mata gelapnya.

Baekhyun menangkupkan kedua tangannya dipipiku, mencegah kepalaku untuk berputar dan kembali kehilangan fokus tentu saja. Dan kembali, sepasang matanya menjadi fokus pandanganku.

“Kita akan baik-baik saja,”, ucapnya lembut.

“Bagaimana jika mereka tahu kita—”

Sshh, jangan khawatir, lihat saja aku, aku pasti melindungimu apapun yang terjadi. Kau percaya padaku bukan?”, tanyanya sambil mengusap kedua pipiku, berusaha meyakinkanku.

“Benarkah?”, tanyaku pelan.

“Ya.. Lihat aku, tenangkan dirimu, tenangkan pikiranmu. Dengar, tanda vitalmu harus tetap stabil walaupun kau takut. Jadi setakut apapun kau.. ingatlah aku akan ada disisimu untuk melindungimu.”, ucapnya lembut.

Perlahan, aku bisa merasakan darahku berdesir lembut, jantungku yang sedari tadi melonjak tak karuan perlahan mulai stabil. Ketakutanku perlahan tenggelam, menghilang bersamaan dengan keyakinanku bahwa Baekhyun akan ada disini untuk melindungiku.

Ia akan melindungiku.

Baekhyun akan melindungiku.

Tak akan ada hal buruk terjadi padaku.

Kuulang terus tiga kalimat itu dalam otakku, dan setiap ulangannya berhasil menenangkanku.

Menatap sepasang mata gelap dengan kilauan logam nano berputar miliknya memberiku keyakinan bahwa semua ucapannya benar.

“Merasa lebih baik?”, tanya Baekhyun lembut setelah aku terdiam cukup lama

“Ya..”, ucapku menjawabnya.

“Ingat cerita kita tentang perjalanan dua orang? Aku akan menceritakannya sekarang pada Sentry ini, tugasmu hanya satu, berpura-pura tidur dan tenangkan dirimu, jangan ketakutan sedikitpun saat mendengar suara mereka. Ada aku disisimu, ingat?”, ucapnya kembali kujawab dengan anggukan pelan.

“Bagus, Momo, kau bisa sembunyi sekarang.”, ucap Baekhyun sambil mengambil alih setir mobil, aku segera memasang sabuk pengamanku, dan dari belakang, Momo mengulurkan sebuah selimut.

“Kau bisa berpura-pura tidur sekarang, Yeri-ah.”

“Sudah kukatakan jangan memanggilnya seperti itu disaat seperti ini.”, ucap Baekhyun sambil menurunkan kecepatan mobil kami.

“Maaf, Grey.”, ucap Momo sebelum Ia melangkah menjauhi kami, Ia pasti bersembunyi.

Kaca gelap mobil ini memungkinkan pergerakan kami didalam mobil tidak terlihat kecuali kaca mobil dibuka. Dan dengan cepat, aku menutupi diriku dengan selimut, bertindak seolah aku tengah tertidur pulas karena kelelahan setelah melalui perjalanan panjang.

Jantungku ingin melompat keras lagi saat Baekhyun menghentikan mobil kami.

Tenang Yeri, Baekhyun ada disini. Ia akan melindungimu.

Benar. Ia akan melindungiku.

Nafasku mulai terkontrol dengan normal, aku tak lagi merasa ketakutan, untuk saat ini, untuk saat ini saja. Aku mendengar suara bising keras saat aku yakin Baekhyun menurunkan kaca gelap disebelahnya.

Mobil kalian berasal dari region berbeda. Kami harus melakukan verifikasi pada identitas kalian terlebih dulu.”

Aku menyernyit saat seseorang disana bicara dengan bahasa Chinese kaku yang sedikit-sedikit bisa kumengerti. Karena aku hidup berpindah-pindah secara otomatis aku harus bisa mengerti banyak bahasa.

“Grey, Alpha 12 generasi 2, dan Ownerku, Sara. Kami dalam perjalanan ke Beijing untuk sebuah penelitian lanjutan.”, Baekhyun menyahuti, aku tak mendengar sedikitpun kebohongan dari cara bicaranya, Ia terlihat seolah sangat terbiasa melakukannya.

Dia Ownermu?”, kudengar sosok lain bicara

Ya, kurasa dia kelelahan karena perjalanan tiga hari kami dari Manila. Apa aku perlu membangunkannya untuk verifikasi?”, Baekhyun menyahut.

Tidak. Kumohon katakan tidak. Kumohon.

Kurasa tidak perlu. Tunjukkan kode produksimu saja.

Kode produksi? Humanoid punya hal semacam itu?

Tentu.

Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi beberapa kali kudengar bunyi ‘klik’ yang mirip dengan bunyi kamera kuno.

Kami akan melakukan scanning pada mobil kalian untuk memastikan.

Oh, ya, silahkan saja.

Aku tidak mengerti bagaimana Baekhyun dengan sangat terbiasa dan tenang mengatakan kebohongan—satu hal yang tidak sesuai dengan programnya—dan bahkan tidak merasa takut pada kemungkinan terburuk apapun.

Apa mungkin Ia tidak pernah memikirkan kemungkinan terburuk?

Kalian bersama Humanoid lain?

Jantungku tiba-tiba saja melonjak tak karuan diluar kontrolku saat salah seorang disana mengucapkan kata Humanoid. Sial. Hentikan. Kau harus tenang Yeri. Kau harus tenang.

Oh, tunggu sebentar, kurasa Sara bermimpi buruk lagi.

Kudengar Baekhyun berucap tenang sementara Ia bergerak menepuk-nepuk pelan lenganku.

Maaf, Ia sering bermimpi buruk, jadi aku harus seperti ini selama beberapa menit untuk menenangkannya. Aku tak mau membangunkannya karena Ia bisa menangis tersedu-sedu saat terbangun.

Tentu saja, Alpha 12 sudah dilengkapi dengan kemampuan psikologis bukan? Ownermu sangat beruntung punya Humanoid canggih sepertimu.

Terima kasih. Ah, kalian bisa lihat ke dalam, kami membawa seperangkat komputer di dalam, Sara menggunakannya selama penelitian.

Oh.. Ya, aku bisa melihatnya. Kurasa detektor kami menangkap logam-logamnya.

Jantungku masih juga melonjak tak karuan, dan aku mulai bergerak gelisah tanpa kusadari. Aku ingin pergi dari tempat ini.

Sshh.. Tenanglah Sara. Tenanglah.. Semuanya akan baik-baik saja..”, Baekhyun berbisik pelan ditelingaku.

Benar Yeri. Tenanglah. Tenanglah.

Kurasa kau perlu membawanya ke petugas medis jika Ia tidak membaik.

Jantungku perlahan bisa terkontrol saat aku sadar mereka sudah tak lagi mencurigai kami. Tidak, jika curiga, mereka pasti curiga padaku.

Ya, aku akan membawanya ke petugas medis jika aku tidak bisa menangani traumanya.”, ucap Baekhyun.

Kami selesai dengan mobilmu, kau bisa lanjutkan perjalanan ke Beijing.

Terima kasih.

Ya, semoga berhasil dengan penelitian kalian.

Kudengar mesin mobil kami berderu pelan, dan mobil mulai berguncang. Kami sudah melewati Sentry.

“Kau bisa berhenti berpura-pura Yeri-ah,”, kudengar Baekhyun berucap lembut.

Perlahan, aku membuka mataku, dan tatapanku segera bertemu dengan sepasang mata gelapnya, juga senyumannya yang seolah menenangkanku.

“Kita sudah melewatinya.”

“Benar.. Kita melewatinya..”, ucapku menggumam.

Kudengar gemeresak pelan dari belakang mobil, dan kutemukan Momo muncul dengan senyum diwajahnya.

“Kalian berdua melakukannya dengan baik.”

Kami berdua? Tidak.

“Baekhyun melakukannya dengan baik.”, ucapku membuat Momo menatapku dan Baekhyun bergiliran.

“Aku?”, ulang Baekhyun, alisnya terangkat sedikit, seolah tak percaya bahwa aku baru saja bicara seperti itu.

“Kau benar-benar melindungiku, Baekhyun-ah.”

Senyum kembali mengembang diwajah Baekhyun, wajahnya yang sudah didesain sesempurna mungkin.

“Sudah kukatakan aku akan melindungimu, oh, kurasa sekitar sepuluh atau lima belas menit lagi kita akan sampai di Chengdu.”, ucap Baekhyun, memfokuskan pandangannya ke jalan raya.

Sementara aku masih tak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Aku tak tahu bagaimana hidup bisa menjadi seaneh ini bagiku, entah sampai kapan aku akan berada dalam zona aman seperti ini, yang jelas aku menyukainya.

Aku suka saat dimana aku bisa terus merasa aman, aku mulai suka dalam keadaan ini. Aku menyukainya.. karena aku benar-benar merasa hidup.

“..Tenanglah.. Semuanya akan baik-baik saja..

Ucapan Baekhyun terngiang ditelingaku, membuatku tanpa sadar kembali tersenyum. Baekhyun dan Momo, sama-sama Humanoid yang baik, seperti kebanyakan Humanoid yang memang diciptakan sebagai makhluk serba-baik, mereka memang seperti itu.

Walaupun aku tahu setelah menemukan cukup banyak Humanoid yang sama dengannya, mereka akan meninggalkanku, melemparku kembali ke kehidupan menyedihkan dimana aku harus bersembunyi saat Pembersihan, aku tak keberatan.

Aku akan menikmati saat-saat ini. Saat kehidupan berpihak padaku walaupun hanya sebentar.

“Apa yang kau pikirkan?”, tanya Baekhyun membuatku tersadar.

“Tidak, tidak ada,”, ucapku sambil menatap ke jalanan kosong didepan yang bisa kami lihat dengan jelas dari dalam mobil.

“Kau melamun sedari tadi.”, ucapnya.

“Humanoid tahu kata ‘melamun’?”, tanyaku membuat Baekhyun tertawa pelan

“Istilah aneh yang kalian gunakan, aku hanya menganalisisnya saja. Kau terlihat seperti manusia-manusia lain yang mereka sebut melamun.”

Kali ini aku yang tertawa. Walaupun sudah hidup tanpa program, Ia masih seorang robot, yang tak mengerti apapun tentang manusia tapi mampu menganalisisnya dengan baik.

Humanoid ini seperti gelas kosong, dan setiap kebiasaan manusia, perilaku manusia, ingatan yang didapatkannya, seolah berperan sebagai tetesan air yang berusaha memenuhi gelas kosong itu.

Jika suatu hari.. gelas kosong itu penuh, apa Humanoid akan bisa hidup sama persis seperti manusia?

“Kau lagi-lagi melamun.”, ucap Baekhyun.

“Aku tidak melamun. Kau bahkan tak tahu pasti apa arti kata itu.”, balasku pada Baekhyun.

Momo duduk dikursi yang tadinya kugunakan untuk duduk, diam-diam, aku merasa penasaran pada kehidupannya.

“Seperti apa Ownermu dulu Momo?”, tanyaku membuat Momo tersadar, Ia juga tadinya tengah melamun juga..

“Ownerku?”, ulangnya memastikan

Baekhyun meliriknya sekilas, masih tampak tak tertarik, aku yakin Baekhyun lama kelamaan akan terbiasa pada kehadiran Momo, aku hanya tak mengerti kenapa Baekhyun begitu sulit untuk menerima keberadaannya.

“Ya, aku ingin tahu seperti apa Ownermu dulu.”, Momo tersenyum, tatapannya menerawang, dan seperti kami, aku tahu Ia tengah mengenang Ownernya.

“Ia seorang wanita berusia 36 tahun. Aku menemaninya sejak Ia berusia 6 tahun dan ditinggalkan keluarganya bersamaku. Selama 30 tahun kami hidup bersama. Aku melihatnya tumbuh besar, menjadi seorang gadis, dan menikah.

“Aku bahkan ingat bagaimana Ia masih begitu menyayangiku walaupun Ia sudah punya seorang anak. Dan kurasa, Nami, anaknya, membenciku karena alasan itu.

“Ia benci karena ibunya terus peduli padaku. Jadi suatu hari, Ownerku menonaktifkanku demi anaknya. Saat aku terbangun, aku sudah berada di luar Ohio, kami sudah ada di Seoul, dan Nami dengan tenang mengatakan bahwa kedua orang tuanya mati.

“Aku sangat ingin kembali ke Ohio untuk menghidupkan Ownerku, tapi Nami bilang bahwa aku sudah di nonaktifkan selama dua tahun saat Ownerku mati. Dan walaupun aku kembali ke Ohio, aku hanya akan menemukan tulang-belulang Ownerku dimakamnya.”

Aku menyernyit mendengar penjelasannya.

“Berapa usia Nami ini?”, tanyaku

“Ia terlihat seperti anak kecil bukan? Tapi usianya hampir 16 tahun.”

“A-Apa?”, aku tersentak

“Ia menderita penyakit aneh yang menyulitkannya untuk tumbuh besar. Jadi Ia terjebak dalam tubuh gadis kecil selama ini, walaupun Ia terus bertambah tua.”

“Aku bahkan mengatakan Ia adalah gadis kecil tak berpendidikan.”, ucapku membuat Baekhyun dan Momo entah mengapa sama-sama tertawa.

“Kau suka menuduh orang.”, ucap Baekhyun.

“Apa?”, kataku tak terima.

“Kau sering mencurigai orang lain. Tapi kau sama sekali tak mencurigainya, makanya aku merasa kesal setengah mati.”, ucap Baekhyun to the point, seolah ucapannya tak akan membuat Momo merasa sakit hati—oh, mereka robot.

“Aku sudah bilang bahwa Baekhyun memperlakukanmu benar-benar seperti Ownernya bukan, Yeri? Kalian terlihat cocok bersama.”, tanpa sadar jantungku terlonjak beberapa kali hentakan lebih kencang saat Momo berucap seperti itu.

Sial, aku kembali teringat bahwa tadi Momo secara—entah sengaja atau tidak—menyebut kami ‘lover’.

“Ada apa Yeri?”, tanya Baekhyun khawatir karena perubahan drastis tanda vitalku tentu saja.

“Tidak, aku hanya merasa terharu karena aku sekarang seolah bukan seorang Outsider yang diburu.”, ucapku berbohong.

Baekhyun mengangguk-angguk.

“Kau harus belajar lebih tenang, Yeri-ah, tanda vitalmu sangat mudah berubah menjadi tidak stabil.”

“Benarkah?”

“Ya, oh, kita sudah sampai di Chengdu.”

Aku menatap sekelilingku, dan mengenali tempat itu dengan segera.

“Aku akan turun disini.”

“Apa?”

“Tunggu aku Baekhyun-ah, aku akan membawa Sally.”

“Yeri, aku akan menemani—”

“Tidak Baekhyun, kurasa kita sudah sepakat aku akan mencari Sally sendiri bukan?”, kataku membuat Baekhyun mendesah tidak setuju.

“Kau bahkan terlihat sangat terkejut saat ada Sentry, bagaimana jika ada Humanoid Pemburu lain yang menyadari keberadaanmu? Lagipula ini sudah larut, sudah hampir lewat dari jam aman.”, ucapnya panjang.

Aku menatap layar transparan berwarna abu-abu yang tampak tergantung tanpa penyanggah apapun di dekat kaca mobil, dan memperhatikan angka 48 yang tertera disana, sementara dua angka depannya adalah sebelas.

“Bagaimana jika kita tunggu sampai besok pagi? Sebentar lagi Pembersihan.”, Momo berucap.

Ugh, kenapa Ia sekarang bisa sependapat dengan Baekhyun?

“Dia benar, Yeri-ah, kita bisa menunggu—”

“Aku tahu dimana Sally akan bersembunyi saat Pembersihan. Pembersihan ini bisa berarti jalan termudahku untuk menemukannya.”

“Aku tak mau kau terluka lagi. Apalagi jika Humanoid Pemburu menangkapmu. Kau pikir apa yang akan terjadi?”

Aku menatap Baekhyun, ingatan tentang Pembersihan berbekas sangat nyata dalam ingatanku, mengingat bahwa beberapa hari lalu aku mati karena Pembersihan, tapi aku beruntung Baekhyun menyelamatkanku saat itu.

Sekarang? Apa yang akan terjadi padaku jika—tidak. Aku sudah bertahan dari Pembersihan selama lebih dari sepuluh tahun. Aku bisa bertahan lagi.

“Aku akan baik-baik saja Baekhyun-ah.”

“Yeri, kau tidak ingat apa yang terjadi padamu beberapa hari lalu?”, ucapnya mengingatkanku pada kejadian yang sama yang baru saja terulang kembali dibenakku.

Ingatan tentang kematianku.

“Aku akan baik-baik saja.”

Sepuluh menit lagi Pembersihan akan dimulai. Semua Owner dan Humanoid-nya diharapkan untuk masuk ke dalam rumah karena Sentry akan mengirim Humanoid untuk melakukan Pembersihan terhadap Outsider.. Sepuluh menit lagi Pembersihan akan dimulai. Semua Owner dan Humanoid-nya diharapkan untuk masuk ke dalam rumah karena Sentry akan mengirim Humanoid untuk melakukan Pembersihan terhadap Outsider..”

Aku sangat kenal baik suara pengumuman ini. Sering kudengar, sangat sering. Peringatan padaku untuk menyelamatkan diriku selama lima jam kedepan.

“Yeri, aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja.”

“Baekhyun, kau membuang waktu, percaya padaku, aku sudah bertahan dari ratusan, tidak, ribuan Pembersihan. Aku sudah jadi Outsider selama sepuluh tahun.”, ucapku akhirnya.

Baekhyun akhirnya menghembuskan nafas panjang.

“Apapun yang terjadi jangan lepas bros yang kupasang itu.”, ucapnya menyerah.

Tanpa sadar aku menggenggam lembut tangannya, memberinya kepercayaan bahwa aku akan benar-benar baik-baik saja.

“Aku akan kembali.”, janjiku walaupun aku sendiri tak yakin tentang apa yang akan terjadi padaku setelah ini.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

66 tanggapan untuk “One and Only – SLICE #4 — IRISH’s story”

  1. What ???? Nami 16 thn ?? Kupikir dia bocah kecil yg bener-bener nyebelin wkwkwk . Suka character baek disini kkk sangat bertanggung jawab atas keselamatan yeri . Uh lover :v

  2. Chengdu? Hometown’ny AB style Kung Fu Panda Tao 🙂 omaya.. sorg baekhyun sweet & caring bgt ke yeri >//< kyaa~ mao di puk-puk gitu pas lg boboan.. Bakery Lover.. bs disambiguasi nih meaning'ny 😀 wkkk~ ih, si nami trnyt dah 16th toh, kirain bocah balita. moga yeri bs cpt nemuin sally tanpa hrs ke-ciduk patroli humanoids pembersih

  3. Jedag..jedug, entah kenapa aku jadi degdegan waktu sentry periksa Mobil mereka .. tp keren , mereka LOLOS? Sekali lagi LOLOS? huwa lega banget kak rish, lagi2 belum ada penyiksaan yg berarti buat tokoh utama.. Hahaha *gw jahat amat ya.. Keren kak, kak rish bisa buat aku ikut terbawa suasana.. Haha.. aku next ya kak..

  4. Kyaaaaa!!!! Dagdigdug jantung jeder jeder,</please ini lebay/*plakkk kekeke,, aduh Yeri berani banget nyari si Sally,≤ padahal 10menit lagi pembersihan….. Keep Writing ya kak!!! Makin ngefans aja sama kakak!! Janji deh bakal baca ff kakak yang lain,≤

  5. Imajinasinya irish membuat imajinasiku benar-benar diuji. . . . RObot dan manusia? Omonaa. . . Apakah mereka akan saling jatuh cinta? BAgaimana baekhyun merasakan cinta?
    😭😭😭😭
    Irish jjang!!! 😊

  6. Keren. Ini feel nya dapet bgt, sama seperti chapter sblmnya
    Kayaknya udh yeri ada benih2 cinta gitu,..
    Perhatian baekhyun itu lho bikin melting
    Makasih author, keep writing. Ditunggu next chapternya 🙂

  7. itu kenapa baekhyun-yerinya so sweet banget ><
    dan semoga yeri selamat yaaa 😀
    love love love banget deh sama ff satu ini
    ditunggu kelanjutannya 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s