Delight [Page 10 + Epilog]

delight2

Title:  DELIGHT [Page 10]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)

Other Cast: Chanyeol, Wendy, Sulli, Xiumin
Rate : Teen, PG-15
Genre : romance, school life, action

Poster by jungleelovely @ posterchannels gamsahamnida~

Author note: haloo, akhirnya setelah sibuk sekolah aku bisa sempet post chapter terakhir ini! maaf banget kalo updatednya lama banget:( dan makasih buat kalian yang ngikutin FF ini dari awal sampe akhir, dan yang selalu comment&likes FF DELIGHT, maaf gabisa bales satu-satu pokoknya makasih banget buat kalian <3, saranghae

 

Aku terus mengisi peluru di pistol dan menembak-nembaki lawan. Karena tidak tahan, aku keluar dari perlindungan dan melawan langsung pasukan punisher dengan 2 belatiku

“Ya! Kenapa tidak pakai pedangmu itu?!” pekik Xiumin

“aku belum lancar pakai pedang!” jawabku

“kamu bercanda?! Kemarin kamu udah mulai lancar!” ujar Xiumin

Aku termenung, hemm kenapa aku gak pakai pedang aja? Memakai pedang sebenarnya jauh lebih efektif daripada memakai belati. Aku berlari ke tempat perlindungan dan menyimpan kedua belatiku dibalik rompi anti peluru, lalu mengeluarkan pedang milikku, berlari melawan para pasukan Punisher yang terus menerus datang

“Yoo Rae, awas!!”

Saat aku berbalik, aku melihat salah satu pasukan Punisher yang mencoba menyerangku dari belakang tetapi berhasil ditembak Kyungsoo

“gomawo.” Ucapku

“tetaplah fokus, pasukan semakin bertambah.” Balas Kyungsoo

 

Author’s P.O.V

 

Setelah Jongin menurunkan Chanyeol di rooftop sebuah gedung, mereka pun mulai menyerang dan melawan para pasukan Punisher di udara. Jongin yang menggunakan senjata-senjata di tubuhnya terus menghabisi para pasukan. Sedangkan Chanyeol menggunakan panahnya dan Wendy menggunakan kekuatannya.

“hey nona! Bagaimana kalau kita bekerja sama?!” tawar Chanyeol yang tatapannya masih fokus ke para lawan

“bekerja sama? Maaf, aku bukan tipe yang suka bekerja sama.” Jawab Wendy dingin. Tiba-tiba saja Wendy diserang oleh alien, Chanyeol langsung memanah alien itu.

“aigoo, aku tidak menggigit kok. Dan mungkin rencanaku ini akan lebih efektif daripada bekerja sendiri.”

Chanyeol pun berjalan cepat menghampiri Wendy dan membantu Wendy untuk berdiri, Wendy pun berdiri mendekati Chanyeol

“kau tahu? Aku berpikir bahwa kemampuan teleknismu bisa mengendalikan arah panahku sehingga panah itu bisa membunuh lebih dari 3 pasukan.” Kata Chanyeol

“baiklah, mari kita coba.” Akhirnya Wendy menyetujui tawaran Chanyeol, ia berjalan di dekat Chanyeol, lalu Chanyeol menyiapkan anak panahnya

“ada 70 pasukan yg akan menyerang kita, tapi dari arah barat juga mendekati tempat kita. Kamu siap?” Tanya Chanyeol

“aku selalu siap.”

Chanyeol dan Wendy keluar dari persembunyian dan menyerang balik para pasukan Punisher yang menyerang duluan. Chanyeol mengeluarkan 5 anak panahnya dan memanah para pasukan. Lalu dengan kekuatannya, Wendy membuat portal pelindung dia dan Chanyeol, kemudian mengendalikan panah Chanyeol sehingga bisa melawan lebih dari 40 pasukan

“wow, kamu keren…”

“AWAS!”

Wendy menyerang salah satu prajurit punisher yang hampir menembaki Chanyeol, prajurit itu pun terkena serangan Wendy dan jatuh dari gedung yang ditempati Chanyeol dan Wendy

“gwenchana?” Tanya Wendy

“nde, aku gapapa kok.” Jawab Chanyeol

“ya sudah. Tetaplah fokus.” Kata Wendy jutek, Chanyeol menghela napas

“ya ya ya mianhae.” Chanyeol mengambil anak panah miliknya dan mencari sasaran untuk ditembak.

Sementara itu, Kyungsoo, Xiumin, dan Yoo Rae masih sibuk mengungsikan penduduk dan melawan Punisher. Yoo Rae mulai lancar menggunakan pedang, tetapi ia menyimpan pedangnya dan menyalakan alat kejut yang berada di sarung tangannya. Kemudian, ia melawan pasukan Punisher dengan tangan kosong, ia juga menggunakan sarung tangannya itu untuk menyetrum 3-5 pasukan sekaligus.

Sedangkan Xiumin menggunakan pistolnya untuk menyerang dengan jarak jauh, selain itu juga ia melindungi para penduduk yang berada di pengungsian. Kyungsoo pun juga sibuk melawan pasukan Punisher.

“ARGH!” jerit Yoo Rae ketika aku terluka karena serangan anak buah Punisher. Semakin lama, semakin kuat para pasukan yang menyerangku, Xiumin, dan Kyungsoo

“Ya! Han Yoo Rae! Kenapa kamu semakin lambat?! Apa kamu lupa dengan ilmu taekwondomu?!” ujar Kyungsoo

“taekwondo….”

FLASHBACK ON

“Yoo Rae-ah.” Panggil Kyungsoo saat aku sedang menutup pintu ruang olahraga indoor sekolah

“nde.” Aku memberikan botol minum ke Kyungsoo. Kyungsoo sesekali pergi ke ruang olahraga untuk belajar beladiri, dan kali ini dia sedang belajar kickboxing

“kamu tau gak apa yang membedakan Taekwondo dengan beladiri lainnya?” Tanya Kyungsoo

“apa itu?”

“aigoo, kamu sudah bertahun-tahun berlatih Taekwondo tapi masih tidak tau?”

“Ya!-__-“ aku memanyunkan bibirku

“Taekwondo lebih menggunakan kaki dibandingkan dengan tangan.” Jawab Kyungsoo sambil meneguk minumnya

“selain itu juga, Taekwondo tidak menekankan pada pergulatan. Dan para ahli Taekwondo biasanya mempunyai gerakan yang lebih cepat daripada ahli beladiri lainnya. Karena Taekwondo bersifat cepat dan lentur” lanjutnya

“Maksudmu, aku memiliki kecepatan yang lebih dibandingkan dirimu atau ahli beladiri lainnya?” tanyaku

“yap, benar sekali. Jadi, sekuat apapun diriku, sebanyak apapun jenis beladiri yang aku pelajari. Kecepatanku tidak bisa mengalahkan kecepatanmu. Karena itulah kali ini aku ingin kamu lebih ke latihan fisik.” Jawab Kyungsoo

“mwo? Latihan fisik?”

Kyungsoo mengangguk, “seenggaknya, kamu bisa menggunakan kecepatanmu untuk mengalahkan musuh nanti”

FLASHBACK OFF

“benar juga, aku harus memanfaatkan kecepatanku.” Yoo Rae mengambil napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, lalu aku mengulangnya 3 kali. Setelah itu ia pun mulai menyerang lagi. Dan ternyata itu efektif! Yoo Rae mengalahkan para pasukan dengan cepat, dan tepat dalam waktu kurang dari 2 menit aku sudah mengalahkan 50 pasukan lebih!

“Agent D.O! apa kau mendengarku?”

“Ya, ya, ya aku mendengarmu bootstrap noona!” ujar Kyungsoo yang menghentikan pekerjaannya sesaat

“Kristal penutup portal sudah aku buat, Sulli akan menghampiri kalian. Tetap disana sampai Sulli menghampiri kalian, lalu kalian semua langsung bergerak menuju rooftop untuk melawan Punisher.”

“diterima.” Kyungsoo menekan tombol di headsetnya, dan tidak lama kemudian, Sulli datang dengan membawa sebuah kotak besi

“aku senang akhirnya aku bebas dari lab dan bisa bertarung disini.” Kata Sulli sembari membuka kotak besi itu

Sulli mengeluarkan Kristal penutup portal yang berwarna biru bening, lalu ia memberikannya ke Yoo Rae, “simpanlah ini, jangan sampai Punisher tahu keberadaan Kristal ini.” Pinta Sulli

“baiklah.” Jawabku, tidak lama kemudian Chanyeol, Wendy dan Jongin datang menghampiri kami

“Semua sudah lengkap?” Tanya Kyungsoo

“nde.” Jawab semuanya

“baiklah, sekarang kita sudah hampir dekat dengan Punisher. Tetapi, pasti akan ada banyak anak buah disana. Kerja sama tim sangat dibutuhkan dan aku yakin kita bisa mengalahkan Punisher bersama-sama seperti membalikkan telapak tangan.” Kata Kyungsoo disertai anggukan setuju dari yang lain

Kyungsoo melihat kearah Sulli dan berkata, “aku masih ada urusan sebentar dengan Sulli, nanti Sulli dan aku akan menyusul. Kalian masuk saja dahulu.” Lanjutnya

“Kyungsoo…”

“wae?”

Yoo Rae memeluk Kyungsoo erat, Kyungsoo sempat kaget dengan pelukan tiba-tiba Yoo Rae tetapi akhirnya ia membalas balik pelukan Yoo Rae “berjuanglah, aku mempercayaimu., bodyguard.” Kata Kyungsoo

Yoo Rae melepas pelukannya, “Geurae, mari kita lawan Punisher beserta para pasukannya! Ya! Xiumin, kamu harus menyerang musuh lebih ganas, dan kau! Wendy Son, gunakan sihirmu lebih kuat karena aku yakin kekuatanmu bisa melawan 1000 lebih pasukan! Ah ya Chanyeol! Persiapkan panahmu dan pakai saja panah bom jika perlu, dan Jongin! Beat them all!” ujar Yoo Rae semangat

Wendy tersenyum tipis, sedangkan Chanyeol dan Kai tertawa kecil melihat Yoo Rae “baiklah Yoo Rae! Ayo semuanya! Ini adalah final boss kita!” ujar Xiumin

“ayo!!!”

Jongin, Chanyeol, Wendy, Xiumin, dan Yoo Rae berlari memasuki gedung, Yoo Rae menengok ke belakang dan melihat Kyungsoo yang melambaikan tangan kepadanya

“Agent D.O, kamu sudah siap?”

Kyungsoo tersenyum, “aku selalu siap.”

 

Yoo Rae’s P.O.V

“HYAAA!” aku memukul keras para pasukan yang mulai menyerangku, terlihat Xiumin dan Chanyeol yang sedang sibuk menghabisi para pasukan yang mendekati mereka, dan Jongin dan Wendy menyerang lewat udara. Tidak lama kemudian Sulli datang dan membantu kami mengalahkan para pasukan.

Dan akhirnya pasukan-pasukan yang menyerang di lantai 1 sampai 3 berhasil kita kalahkan, tetapi Kyungsoo belum datang menyusul kami

“dimana Kyungsoo?” aku pun bertanya

“bersabarlah, dia pasti datang.” Jawab Sulli

“anyway, masih ada 30 lantai lagi yang harus kita lewati. Dan aku tidak ingin membuang tenaga untuk melawan para pasukan karena prioritas kita adalah Punisher.” Kata Chanyeol

“apa enggak ada cara lain agar kita langsung ke rooftop?” Tanya Jongin

“bisa kok.” Jawab Wendy santai

Wendy mengambil beberapa langkah kedepan, kemudian ia mengambil napas pelan dan mengeluarkannya perlahan. Aura-aura merah pun muncul dari tubuh Wendy dan aku mulai merasa bahwa tanah yang aku pijak melayang keatas, dan ternyata benar! Lantai yang kami injak perlahan terbang, dan atap-atap gedung pun hancur dan membuat jalan naik untuk kami, dan aku bisa melihat kekuatan dari aura Wendy yang membunuh semua pasukan yang berada di tiap lantai

“sudah kubilang, Wendy adalah pasukan SKA yang paling mematikan.” Guman Jongin

“aku setuju denganmu.” Jawab Chanyeol

Akhirnya kami sampai di rooftop, kami pun melompat dari tanah yang terbang itu, lalu Wendy menggunakan kekuatannya sehingga tanah itu pecah berkeping-keping dan berhasil membunuh para pasukan yang di rooftop

“semua sudah berakhir, Punisher. Menyerahlah.” Jongin mengarahkan laser tangan ke arah Punisher, Chanyeol menyiapkan alat panahnya, sedangkan aku, Xiumin, dan Sulli menyiapkan pistol dan razor blade.

“ah, jadi kalian sudah datang. Kalau begitu, langsung saja kita mulai pestanya.”

Setelah Punisher merespon ucapan kami, tiba-tiba seseorang menyerang tepat di titik syarafku sehingga tubuhku lemas dan terjatuh, dan begitu pula dengan Chanyeol, Sulli dan Xiumin, dan Wendy diserang dengan Razor blade. Wendy yang mempunyai kelemahan terhadap setruman listrik pun pingsan, dan orang yang menyerang kami itu langsung menyerang Jongin, Jongin reflek langsung menghindar dan menyerang balik orang itu.

“argh sial dia perempuan!” Jongin memukul balik orang itu, tetapi orang itu langsung menyerang titik syaraf Jongin dan menyetrumnya, sehingga dengan mudah Jongin dikalahkan

Orang itu adalah perempuan, ia memakai masker dan jaket biru dongker dipadu dengan celana pendek. Ia menjatuhkan Jongin dan mengikat tangannya, ia juga mengikat tanganku, Chanyeol, Xiumin dan Wendy.

Perempuan itu berjalan menghampiri Jongin, dan mengangkat dagu Jongin dengan kaki kanannya, “tidak kusangka bahwa adik manisku ini lemah. Padahal ia sampai mengorbankan tubuhnya untuk dijadikan robot agar menjadi kuat, dan mencuri perhatian orangtua sehingga orangtuanya mengabaikan anak pertama mereka.” Perempuan itu membuka maskernya

“Kim Jin Hwa…” ucap Chanyeol lirih..

“m-maksudmu? Noona nya Jongin?” tanyaku, tiba-tiba saja tubuhku serasa didorong sehingga tubuhku menabrak pagar-pagar rooftop, dan begitupula dengan Chanyeol, Xiumin, dan Wendy. Sekujur tubuhku kaku dan tidak bisa di gerakkan sama sekali, sial noona Jongin benar-benar menyerang tepat di sarafku. Dan aku sangat tidak percaya kalau dia adalah Kim Jin Hwa eonnie, sejak kapan dia bekerjasama dengan Punisher??

“Terima kasih atas bantuanmu, chagiya.” Ucap Punisher, Kim Jin Hwa tersenyum dan menghampiri Punisher

“Biar aku yang mengurus navigasinya. Kamu bicara saja dengan mereka sekarang.” Kim Jin Hwa menepuk pundak Punisher dan mendekati computer yang mengatur portal yang dibuat Punisher

Punisher berjalan mendekati Jongin, lalu menendang tubuh Jongin sehingga tubuh Jongin terbanting sampai pojok ruangan

“Jongin-ah!!” ujarku dan Chanyeol

“ckck, aku kira kalian tidak akan datang ke undanganku hari ini. Ternyata kalian datang, dan bahkan sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari. Tapi sayangnya…”

Punisher melihat Jongin, dan tiba-tiba tubuh Jongin terbanting lagi, “ARGH!” ujar Jongin kesakitan

“kalian tidak bisa mengalahkanku begitu saja, karena kemampuan otakku sudah mencapai 100% hahahaha!” tawa Punisher licik

Punisher berjalan mendekatiku, “aku berterima kasih kepada orangtuamu yang saat itu menyamar sebagai karyawan lab milikku 7 tahun yang lalu. Aku memerintahkan mereka untuk meneliti bahan-bahan kimia yang sudah aku kumpulkan, merekalah yang menemukan keunggulan CH4 yang dapat meningkatkan kapasitas kerja otak. Dan bodohnya, mereka tidak menyadari kebodohan mereka yang memberikan keuntungan bagiku.”

“tapi sayangnya, mereka sempat ingin mengirimkan laporan mereka ke Ahn Corp. Karena itulah aku langsung menghabisi mereka, agar informasi itu tidak sampai ke Ahn Corp.”

Tubuhku tiba-tiba terangkat, dan rasanya leherku seperti dicekik “dan, tidak kusangka anaknya juga sama menyusahkannya dengan mereka. Tapi aku berterima kasih denganmu, karena kau, aku jadi mempercepat penggunaan CH4 sehingga kemampuanku bisa berkembang lebih cepat dari yang aku kira.” Lanjut Punisher

“jadi maksudmu, kau takut dengan adanya diriku sehingga kau langsung memperbanyak konsumsi narkobamu?!” ujarku

Punisher menengok kearahku, dan tiba-tiba saja aku merasa tubuhku terasa perih dan menusuk sampai tulang “AARGGHH!!” erangku

“Aku tidak pernah takut dengan siapapun!!” ujar Punisher

Tiba-tiba aku melihat Kyungsoo yang menyerang Punisher. Ia menyiram bensin ke Punisher dan memukulnya, tetapi Punisher membalas pukulan Kyungsoo jauh lebih keras. Kyungsoo tidak tinggal diam, dia berdiri dan menendang Punisher lalu memukul Punisher tepat di pipinya sehingga topeng yang dipakai Punisher hancur

“ah, tidak kusangka adikku kuat juga.”

Punisher menengok kearah Kyungsoo tanpa topengnya, Do Min Jun?!

“Kau…” Kyungsoo menatap kakaknya dengan tatapan tidak percaya

“Ya, inilah aku. Musuh nomor 1 kalian selama ini.” Do Min Jun tersenyum licik

“t-tapi, bagaimana bisa?? Hyung kan….”

“terbakar dalam mobil? Hah, itu hanyalah drama buatanku. Aku membakar mayat yang tubuhnya sama sepertiku dan menipu kalian semua. Saat kau berlari ke mobil yang aku bakar, aku langsung ke tempat ibu dan menembaknya. Keren bukan?” Do Min Jun mengungkap semuanya

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya geram, “Kenapa? Kenapa kamu melakukan semua ini hyung?!” ujar Kyungsoo

“Kau mau tahu kenapa?!” Tiba-tiba tubuh Kyungsoo terhempas ke dinding, Do Min Jun menghampiri Kyungsoo dan mengangkat leher Kyungsoo dengan tangan kirinya

“semenjak ada kau, semua perhatian ayah dan ibu jatuh kepadamu! Semenjak kau menjadi anggota Ahn Corp, ayah dan ibu mulai mengiakanku. Bahkan biaya kuliah aku yang tanggung sendiri, bukan mereka! Sampai akhirnya, aku bertemu dengan Jin Hwan. Gadis yang mengalami hal yang sama denganku karena adiknya, Kim Jongin. Dan kami pun memulai misi ini.”

Do Min Jun melempar tubuh Kyungsoo keras, “Aku mulai menyusun rencana balas dendam. Dan sampai akhirnya aku berpikir untuk membuat rencana menguasai dunia. Semuanya berjalan dengan lancar tetapi datanglah Mr dan Mrs Han. Tapi untungnya, mereka sama bodohnya dengan Ahn Jae Hyun, sehingga dengan mudah aku menyingkirkan mereka.”

Do Min Jun mengambil botol besar berisi bensin yang dibawa Kyungsoo tadi, lalu menyiramnya ke Kyungsoo

“dan sekarang, saatnya aku menyingkirkanmu. Tenang saja, kamu akan melihatku menguasai dunia nanti di surga.” Do Min Jun menyalakan korek api sehingga Kyungsoo perlahan-lahan terbakar oleh api

“KYUNGSOO!!!” Ujarku, aku mulai menangis ketika melihatnya. Aku berusaha untuk bergerak dan menyelamatkan Kyungsoo tetapi aku tidak bisa

“Do Kyungso!!!” erang Xiumin

“Kyungsoo!! Bangunlah!!” ujar Sulli

“Jika aku terbakar sekarang, maka kamu akan terbakar denganku juga, hyung!!”

Dengan sekuat tenaga, Kyungsoo bergerak menindih Do Min Jun sehingga Do Min Jun terbakar dengannya

“AARGGHH!!!”

“ini dia, kelemahan Punisher adalah api yang membara.” Guman Sulli

Jongin langsung memberontak, ia mendorong Kim Jin Hwan dan menindih noona-nya “maafkan aku noona, aku sempat berjanji untuk tidak memukul wanita. Tetapi sekarang aku harus melanggarnya.”

Jongin langsung memukul Kim Jin Hwan dengan pukulan bertubi-tubi. Lalu Chanyeol berhasil membangunkan Wendy, Sulli langsung ke tempat navigator untuk menutup portal Punisher. Aku, Xiumin, Chanyeol, dan Wendy melawan anak buah Punisher yang semakin ganas karena penyerangan yang dilakukan Kyungsoo.

Akhirnya, Punisher mati terbakar dan anak buahnya berhasil kami kalahkan. Aku berlari menghampiri Kyungsoo yang terkapar dan kulitnya yang melepuh karena api

“Kyungsoo-ah ireona!!” ujarku, aku menangis melihat Kyungsoo yang masih tidak membuka matanya

“Kyungsoo, kumohon..” aku memeluk tubuh Kyungsoo. Lalu aku mendengar detak jantungnya dan nafasnya yang teratur. Tangannya membalas pelukanku dan tangannya yang lain mengelus rambutku

“Gwenchana… aku baik-baik saja.” Ucap Kyungsoo pelan

“Kyungsoo!” pekikku, aku langsung memeluk Kyungsoo erat

“Aigoo, kamu baik-baik saja?!” Tanya Chanyeol dan Xiumin bersamaan

Jongin dan aku membantu Kyungsoo untuk berdiri, lalu Kyungsoo membuka topeng elastic yang dia pakai di wajah dan tangannya. Kulit asli Kyungsoo terlihat baik-baik saja dan hanya luka kecil yang ada di pipinya

“Aku sudah merencanakan ini. Aku dan Sulli akhirnya menyimpulkan kalau Punisher lemah terhadap api, sehingga aku minta Sulli untuk melakukan percobaan impiannya, yaitu membuat pakaian tahan api. Well, ini semua berhasil, tapi aku masih tidak percaya kalau kakakku…”

Aku memotong pembicaraan Kyungsoo dengan mengecup bibirnya, pipi Kyungsoo memerah setelah aku mengecupnya

“dasar bawel, ayo bangun. Tim penyelamat sudah datang.” Ucapku, Kyungsoo tersenyum

 

 

 

EPILOG

Author P.O.V

“Jadi, apa rahasiamu bisa menjadi juara olimpiade fisika, Do Kyungsoo?”

“yang pertama, istirahat yang cukup, lalu belajar yang giat dan yang terakhir sempatkanlah membaca buku!”

“Terima kasih untuk wawancaranya, Do Kyungsoo! Semoga kamu cepat sembuh dan kembali ke sekolah.”

“ya, aku juga berharap kamu cepat sembuh juga Han Yoo Rae.” Kata Kyungsoo yang membenarkan troli infuse Yoo Rae

“baiklah, saya Han Yoo Rae selaku wartawan sekolah mengucapkan terima kasih untuk Do Kyungsoo dan untuk kalian yang sudah memperhatikan wawancara ini dari awal sampai akhir, sampai ketemu lagi!”

Semua murid menghentikan langkahnya saat melihat video wawancara Kyungsoo dan Yoo Rae yang ditayang di seluruh monitor LCD sekolah

“jinja…dia benar-benar hebat.” Kata Minzy

“dia benar-benar melakukannya dengan baik…” lanjut Suzy

“itu berarti kamu harus merelakan SLR-mu, Suzy!” kata Minzy

“ah iya benar juga!” jawab Suzy panic

 

~**~

 

“Aku senang kamu baik-baik saja Xiumin-ah.” Ucap Yoo Rae yang menghampiri Xiumin di kamar rawat inapnya

“yeah, untung saja tangan kiri yang patah bukan tangan kanan. Aku berterimakasih kepadamu, kamu membuatku ingin keluar dari ekskul drama dan kembali lagi ke klub taekwondo.” Xiumin tersenyum

“well, itulah gunanya teman! Aku mau menghampiri yang lain.” Yoo Rae menarik troli infusnya dan keluar dari ruangan Xiumin, ia berjalan beberapa langkah dan masuk ke ruang inap Chanyeol

“hey, bagaimana keadaanmu?” Tanya Yoo Rae

“lumayan membaik berkat jepitan ini.” Chanyeol menunjukkan jepitan infuse di jari telunjuknya

“aku senang kamu baik-baik saja. Ayo cepatlah sembuh agar kita latihan lagi!!” pekik Yoo Rae

“hoho easy Yoo Rae-ssi, easy! Aku bakal sembuh secepatnya kok.”

“ngomong-ngomong, apa kamu melihat Wendy, Sulli, Jongin, dan Kyungsoo?” tanyaku

“Wendy sedang melakukan rawat intensif, Sulli sudah kembali bekerja. Dan Kyungsoo Jongin aku rasa mereka ada di rooftop rumah sakit.” Jawab Chanyeol

“aigoo, mereka ngapain sih-_-? Okelah, gomawo Chanyeol.” Yoo Rae berjalan keluar dari kamar Chanyeol

Di tempat lain, Jongin dan Kyungsoo sedang duduk di kursi yang tersedia di rooftop rumah sakit

“Aku turut sedih tentang hyungmu.” Kata Jongin

“dan aku turut sedih tentang noona-mu.” Kata Kyungsoo

“Sekarang tinggal dirimu disini, itu berarti kamu akan pindah?” Tanya Jongin

“aniya, aku tetap tinggal disini. Om dan tanteku akan tinggal disini untuk menjagaku, tenang saja. Oh iya, bagaimana keadaan noona mu?” Kyungsoo berbalik Tanya

“dia sedang dirawat di rumah sakit, setelah dia sembuh dia akan diurus pengadilan negeri sipil.” Jawab Jongin

“Ngomong-ngomong kita baikan nih sekarang?” Tanya Kyungsoo sembari tertawa kecil

Jongin tersenyum, “emang kita pernah berantem?” Jongin memberikan pelukan ke Kyungsoo, Kyungsoo membalas pelukan Jongin dan menepuk-nepuk pundak Jongin

“Kembalilah ke ruanganmu, sepertinya onderdil di tubuhmu masih belum pulih.”

Jongin beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju pintu masuk rumah sakit, ia melambaikan tangan ke Kyungsoo. Tidak lama kemudian Ahn Jae Hyun, Kay, dan Bibi Jin datang menghampiri Kyungsoo

“bagaimana keadaanmu?” Tanya bibi Jin

“aku selalu baik-baik saja.” Jawab Kyungsoo, “jadi, bagaimana keadaan kakakku?”

“Tim forensik sedang memeriksa tubuhnya, dan besok ia akan dimakamkan. Pengadilah negeri memutuskan untuk mengadili Kim Jin Hwan, karena Do Min Jun sudah meninggal dan kematiannya dianggap sebagai hukuman yang pantas untuk dirinya.” Jawab Ahn Jae Hyun

“aku senang mendengarnya, aku senang hyungku akan dimakamkan besok sehingga jasadnya bisa tenang.” Kata Kyungsoo

“misi kalian berhasil, dan setelah tim kamu sembuh nanti aku akan memberikan kalian pilihan. Ingin mengambil waktu istirahat atau menjalankan misi lain.” Kata Kay

“well, kamu tahu kan jawaban kami semua?” Kyungsoo tersenyum

Kay mengangguk mengerti, “baiklah, aku menganggap senyumanmu sebagai jawaban untuk mengambil misi nanti.” Jawab Kay

“aku harap kamu akan cepat sembuh Agent D.O.” kata Ahn Jae Hyun

Lalu aku melihat Yoo Rae yang berjalan cepat menghampiriku, “Kyungsoo!!” pekiknya

“well, kami harus pergi. Kami tidak ingin menganggu waktu kalian.” Ahn Jae Hyun mengedipkan satu matanya dan memencet tombol di jamnya, kemudian mereka menghilang

“Hey, Yoo Rae.” Balas Kyungsoo

“kamu baik-baik saja kan?” Tanya Yoo Rae, Kyungsoo mengangguk

“aku baik-baik saja. Aku hanya mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri” jawab Kyungsoo

“ah kamu sedang ingin sendiri ya, kalo gitu…”

Kyungsoo menahan tangan Yoo Rae, “aniya, jangan pergi.”

Yoo Rae tersenyum, “well, sepertinya masa free trial aku sebagai bodyguardmu sudah habis ya.” Kata Yoo Rae

“yep, sudah berakhir, tapi…” Kyungsoo mendekati wajah Yoo Rae

“bagaimana kalau sekarang kamu jadi pacar aku? Agar kita bisa saling melindungi satu sama lain?” tawar Kyungsoo

Yoo Rae tersenyum senang, “yeah, kamu tahu kan jawabanku apa?”

“tentu saja.” Kyungsoo memegang pipi Yoo Rae dan mencium lembut bibir Yoo Rae, Yoo Rae membalas ciuman Kyungsoo dan memeluk leher Kyungsoo

11 tanggapan untuk “Delight [Page 10 + Epilog]”

  1. ini tamat ya? aku garela ff ini tamat:(,tapi gapapalah wkwkwk
    happy ending yeaayy,makasih kak udah buat ff sekeren ini,keep writing kakk semangat

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s