94 (Chapter 9)

image

Kim’s Story

EXO’s Kai and Sehun | Red velvet’s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC’s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

Chapter 9

“Dia gila!” Soojung membanting ponselnya murka. Mendengar kata cerai dari mulut Jongin! Benar benar! Pikirnya.

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” Jinri duduk di pinggir ranjang.

“Diam kau!” Hardik Soojung. Ia mengacak acak rambut kecoklatannya. Terlalu banyak masalah hari ini.

“Lebih baik kau istirahat dulu! Aku akan mengurus kontrakmu!” Jinri kemudian keluar kamar.

.

.

.

“Lihat kan! Bagaimana kau akan melakukan pemotretan?” Lelaki itu memarahi Sharon. Wajahnya memar karena ditampar Soojung.

“Aku tidak peduli! Bukankah ini bisa ditutupi make up?” Sharon menggerutu.

“Tetap saja! Kau ini bagaimana! Lalu kita harus apa? Mereka bisa membantalkan kontrak itu kau tau!”

“Baiklah! Aku minta maaf ok! Sekarang uruslah kontrak kontrak itu!” Sharon membuat gesture mengusir pada managernya.

.

.

.

“Sudah merasa lebih baik?” Tanya Jongin ketika Seulgi terbangun dari tidurnya.

“Tidak sama sekali. Kepalaku terus berdenyut.” Seulgi meringis.

“Hah… Ini benar benar keterlaluan! Dia seharusnya tidak melakukan hal seperti itu.” Jongin menghela nafas.

“Jelas dia marah jika melihat suaminya sedang berdua dengan perempuan lain.” Seulgi mencoba berfikir positif.

“Jangan membelanya! Dia keterlaluan! Aku tau waktu kita sekolah dulu juga, dia pernah menamparmu hingga berdarah!” Jongin kesal.

“Jangan membahas masa lalu lagi. Sudahlah! Kau pulang saja!” Seulgi berbaring membelakangi Jongin. Jongin menghela nafas. Ia berfikir sejenak. Menentukan pilihannya.

“Baiklah!” Jongin mengeluarkan ponselnya. Seulgi yang bingung membalikkan tubuhnya memperhatikan apa yang Jongin lakukan. Jongin menelpon. Dia menunggu.

“Nah!” Jongin terdengar berseru pelan.

“Sudahlah! Aku tidak mau bertele tele dan basa basi! Aku meminta cerai! Aku sudah lelah dengan sikapmu!” Seulgi membulatkan matanya.

“…”

“Sudah kubilang aku lelah dengan sikapmu!” Jongin berputar putar.

“Jongin!” Kaget Seulgi.

“…”

“Aku akan mengirimkan surat cerainya padamu!” Jongin memutuskan panggilan itu.

“Jongin! Kau keterlaluan! Hanya karena ini kalian bercerai!” Ucap Seulgi.

“Kalau aku keterlaluan, lalu dia apa?” Jongin bertanya.

“Dia… Dia..” Seulgi sedikit terbata.

“Dia yang keterlaluan Seul. Ia memanfaatkan uang dan dirimu agar aku mau menikahinya!” Jongin mengelak.

“Tapi tetap saja…-”

“Sudahlah, jangan membelanya!” Jongin menggenggam tangan mungil Seulgi. Seulgi diam. Hening menguasai mereka.

“Mianhae…” Lirih Jongin. Ia mengusap tangan Seulgi.

“Wae?” Seulgi menatap Jongin.

“Aku menyakitimu…” Ucap Jongin pelan. Seulgi membingkai wajah Jongin dengan tangannya.

“Aku tau kau mau melindungiku.” Seulgi tersenyum.

“Kau tidak marah? Bahkan Sehun saja marah ketika aku mengutarakan apa yang akan kulakukan.” Seulgi menggeleng. Kepalanya yang diperban membuatnya lucu saat menggeleng.

•~•Jongin•~•

“Apa maksudmu?” Sehun bertanya datar.

“Aku harus memutuskan Seulgi dan berpacaran dengan Soojung. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Seulgi.” Aku bimbang.

“Dia mengancammu lagi?” Nada biacara Sehun berubah.

“Yah, begitulah! Aku harus apa? Aku ingin melindungi Seulgi, tapi aku tak bisa meninggalkannya!” Aku mengacak rambutku frustasi.

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” Suara Sehun meninggi.

“Tapi aku tidak bisa!!! Kau pikir uni pilihan mudah?!?!” Kesalku. Suaraku ikut meninggi

“Hah… Kalau begitu itu salahmu!” Sehun menghela.

“Kenapa itu salahku?” Aku mengernyit.

“Karena disukai kedua gadis itu! Rasakan akibatnya!” Ejek Sehun.

“Haha, dia berkata begitu padamu?” Seulgi tertawa.

“Berhenti tertawa! Dan kenapa aku selalu bersamamu ketika kepalamu terluka?” Jongin mendengus sebal.

“Entahlah, mungkin takdirnya…?” Seulgi tertawa lagi kemudian.

“Kau tau, aku masih menyukaimu.” Jongin merubah arah pembicaraan. Seulgi berhenti tertawa.

“Lalu?” Alis gadis itu naik sebelah.

“Kau tau… Hm, mungkin kita bisa…” Wajah Jongin memerah.

“Haha… Kau imut sekali! Hm, akan kupertimbangkan!” Seulgi tersenyum.

“Ck. Tapi, ngomong ngomong soal suka, kita kan putus karena Soojung. Dan bisa kembali dengan mudah-”

“Kapan kita sudah kembali? Aku bilang aku akan pertimbangkan!” Seulgi menyela.

“Iya iya, tapi, kau tau kan… Sehun dan Sharon… Mereka…” Jongin bingung harus berkata bagaimana.

“Hah, aku juga tidak tau, haruskah kita buat mereka bersama lagi?” Seulgi mengerucutkan bibirnya.

“Ayo! Beruntung kita waktu itu menghapus postingan Soojung pada handphone Sehun. Ia tidak melihatnya kan? Sampai sekarang?” Jongin berusaha mengingat.

“Sepertinya tidak. Dan jangan sampai!” Seulgi bersikeras.

“Soojung itu titik permasalahan kita. Dia selalu saja membuat masalah!” Jongin menghela nafas, lagi.

“Sudahlah! Jangan membicarakannya! Orang tuaku sebentar lagi datang, lebih baik kau pulang dan istirahat.” Seulgi mengelus lengan Jongin.

“Iya, aku akan menemuimu lagi besok, cup!” Jongin mencuri ciuman pada pipi Seulgi.

“Ya!” Seulgi berteriak marah.

Bersambung….

Chap 9 update! Udh mulai nih, tapi ingat, author belum mau mepersatukan mereka. Konfliknya masih panjang permirsa~ Hope you like it! See you in next chap! Salam EXO L~

6 tanggapan untuk “94 (Chapter 9)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s