Pabo Chorom – Chapter 4

Pabo Chorom [4]

Judul : Pabo Chorom [Chapter 4]

Author : Miss Meteor

Genre : AU, Romance, Friendship

Main Cast : Kim Jongin, Jung Soojung

Support : Byun Baekhyun, Yoona, Sulli, Oh Sehun, Tiffany, Other.

Length: Multichapter

Disclaimer: Fanfict ini murni hasil pemikiran author sendiri, so don’t plagiat this story !!

………….

~~~

CHAPTER 4

Sehun duduk di bawah pohon besar, menyandarkan tubuhnya ke pohon itu. Memetik pelan gitar yang ia pegang. Sesekali ia menoleh ke arah gadis yang tengah asik dengan kegiatan menggambarnya. Gadis itu, Jung Soojung..yang saat itu telah menjadi sahabat terdekat sekaligus pacarnya. Memperhatikan wajah serius soojung. Wajah yang selalu ia lihat ketika gadis itu sedang asik meliuk-liukkan jemarinya dengan lincah di atas buku gambar, meninggalkan goresan-goresan indah pada buku gambar itu.

Sehun bangkit, menaruh gitarnya menyandar ke batang pohon kemudian menghampiri Soojung.

“Mau apa?” tanya Soojung sambil menutup buku gambarnya.

“Aku ingin melihat apa yang kamu gambar,” Sehun mengedikan dagu kea rah buku gambar yang tengah disembunyikan Soojung dalam pelukannya.

“Belum selesai,” Soojung beranjak, ia sedikit menjauh dari Sehun.

“Biarlah, aku sudah yakin gambarmu itu tidak akan bagus,” Sehun tertawa.

“Aku akan memperlihatkannya jika sudah selesai! Terima saja, sudah tahu pacarmu ini tidak pandai apapun kecuali menyanyi, ah ..tapi kau melarangku menyanyi lagi kan.”

Sehun menyerah kemudian kembali menyandarkan tubuhnya ke batang pohon dan memainkan kembali gitarnya.

Laki-laki itu memang tidak suka jika Soojung terlalu aktif di bidang music, Sehun selalu marah jika Soojung tampil di acara-acara sekolah bersama laki-laki lain. Egois memang, Sehun memang sangat egois.

“Lihatlah!” tak lama kemudian gadis itu memperlihatkan hasil gambarnya.

Laki-laki itu memperhatikan gambar yang gadis itu buat. “Soojung-ah, kenapa kamu menggambar aku lagi?”

“Karena hanya kamu yang ada di hadapan ku,”

“Lalu bagaimana dengan pohon besar itu eoh?”

“Bagaimana dengan mata dan hatiku? Kamu kan tahu, mereka selalu tertuju padamu..aargh, aku sendiri bingung, apa bagusnya dirimu Sehun-ssi?” Soojung menatap gambarnya lebih lama, kemudian ia mempoutkan bibirnya, menghela nafas dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya “Bahkan gambarku tidak lebih jelek dari wajahmu.”

“Ah, jadi menurutmu aku tidak tampan?” Sehun memicingkan matanya, “Jelas-jelas gambarmu itu tidak bagus.”

“Aku tau, aku memang tidak pandai menggambar. Ah benar-benar membuatku frustasi. Tapi aku benar-benar mencintaimu Tuan Oh Seh! Walau kamu tidak tampan haha,” Gumam Soojung sembari memijit hidung laki-laki yang ada di hadapannya itu.

“Aisshh..kau ini,”

“Sehun, aku merindukan Taemin,” Gadis itu menoleh ke atas, ia menatap langit kemudian memejamkan matanya.

“Tae–min?, oh ayolah ini tidak lucu!”   Sehun tampak malas mendengar cerita kekasihnya mengenai Taemin, laki-laki bernama Taemin itu sering disebut-sebut oleh Soojung, dia adalah laki-laki dari masa lalu gadis itu, bukan seorang mantan kekasih, melainkan mantan sahabat dari Jung Soojung. Sahabat yang sangat di sayangkan kepergiannya.

“Kau kenapa? Bukankah kita bersahabat? Kau mendengarkan ceritaku, dan aku mendengarkan ceritamu,” Kata Soojung

“Soojung-ah, apa kau lupa? kita sekarang pacaran! aku masih bisa menahan rasa ,, rasa,,”

“Kau cemburu?”

“Baiklah, aku tidak mungkin bilang tidak, tapi seharusnya kamu tau aku sangat tidak senang jika kamu membicarakan namja lain, Taemin? Dia hanya mantan sahabatmu, dan apakah posisiku tidak cukup untuk membuatmu melupakannya?”

“Kau tidak pernah semarah ini Sehun, ada apa? Bukankah sebelumnya kau bilang kita akan tetap seperti sahabat?”

“Kamu yang kenapa?! Kau tahu semua namja pasti berfikir sama denganku, seorang gadis selalu membicarakan namja lain apa itu namanya bukan cinta?” Sehun berdiri, ia mengacak rambutnya.

“Oh tuhan, aku bosan harus berdebat denganmu, ayo kita pulang saja.”

Flashback Off~

Jung Soojung, gadis itu kembali menatap layar handphone. Terpaku. Memperhatikan foto-foto Sehun yang masih sangat banyak di dalam handphone nya.

“Aku harus menghapusnya, benarkan cubus?” Katanya, gadis itu seolah berbicara kepada boneka minion yang tengah ia peluk. Ia menghela nafas berat sebelum akhirnya benar-benar menghapus semua kenangan mengenai Oh Sehun. Mantan sahabat yang bahkan mampu membuatnya melupakan cinta tak sampainya kepada Taemin. Dan, mantan pacar yang membuatnya merasakan hal-hal pertama selayaknya seorang yang mempunyai kekasih. Kenangan selama tiga tahun bersama, bukan perkara yang mudah untuk dihapuskan begitu saja. Tapi inilah hidup, kau diberi pilihan dan ada baiknya kau mempertahankan yang pasti dan meninggalkan yang tidak pasti. Untuk apa menunggu Oh Sehun, dia sudah membuang Soojung sejak lama. Sudah satu tahun lebih.

Drrrttt~ Handphone Soojung bergetar, dilihatnya satu pesan masuk dari Kim Jongin.

Kim Kai : Unyuuu~

Soojung mengerutkan alisnya, namun beberapa saat kemudian senyum nya mengembang.

Soojung : Ada apa?

Kim Kai : Aku berada di paris. Aku ingin mengajakmu ke tempat tinggalku. Mau?

Soojung : Haha. Tidak pernah terpikirkan.

Kim Kai : Maka pikirkanlah mulai dari sekarang, karena saat aku benar-benar mengajakmu, aku tidak ingin mendengar alasan apapun.

Soojung : Jika aku menolaknya, bagaimana?

Kim Kai : Aku akan menculikmu. Memelukmu, dan tidak akan pernah melepaskanmu. Haha

Soojung hanya berdecak dan mengabaikan pesan itu. Dia sangat tidak menyukai pembicaraan Kim Jongin yang seperti itu. Sejujurnya Soojung mengalami trauma yang mendalam, ada sesuatu di masa lalu nya yang membuatnya tidak ingin melihat, mendengar, atau mengalami hal semacam pacaran yang seperti itu. Dia hanya ingin hubungan yang normal, tidak ada hal semacam skinship.

Soojung : Berhentilah bicara yang tidak-tidak..dan cepatlah pulang..

Kim Kai : Apa kau sebegitunya merindukanku? Haha. Baiklah aku akan segera pulang. Sudah malam, kau harus cepat tidur!

Soojung : Kau terlalu cepat Ge-er kai..

Kim Kai : Sudah sudah, cepat sana tidur! Aku akan menyumpahi mu soojung, jika kau tidak cepat tidur..kau akan semakin merindukanku! Haha

Soojung : Kau mengusirku? Ah, baiklah.

Kim Kai : Heiii.. aku hanya menyuruhmu tidur. Mengkhawatirkan mu, salah?

Soojung : Jika mengkhawatirkanku cepat pulang dan buktikan! :p

Kim Kai : Ah, apa kau sedang menantangku? Tidak tau kim kai ya?

Soojung : Tidak, haha.

Beberapa menit berlalu jongin tak kunjung membalas pesan itu, apa dia tidur? Pikir Soojung.

Gadis itu masih menunggu, bahkan setelah mengenal jongin, ia tidak pernah bisa tidur nyenyak. Bagaimanapun hati dan pikirannya sudah dipenuhi oleh Kim Jongin. Bagaimana bisa kau tidur saat sedang jatuh cinta? Tidak bisa, kan?

Saat itu waktu menunjukkan pukul 11 malam di London, perbedaan waktu antara London dengan Paris hanya sekitar satu jam. Sudah tengah malam di paris, mungkin jongin sudah tertidur.

Soojung menghela nafas panjang, ia kemudian bangkit dari tempat tidurnya, menuju lemari es .Ia membuka kulkas kemudian mengedarkan pandangannya ke segala sudut yang ada didalamnya, ia berdecak kemudian mengambil sebotol air mineral dan meminumnya secara langsung.

~ Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tidak bisa tidur, tidak ada teman, tidak ada makanan..ahh stress.. aku merindukan Jungkook kadang-kadang, haha. Jungkook, nunna merindukanmu *Tulis Soojung dengan bahasa korea di SNS nya.

Gadis itu sangat mengidolakan Jungkook BTS, ia kemudian menyalakan laptopnya dan menonton MV Boyband kesukaannya, maklum soojung berasal dari korea, dan sangat merindukan hal-hal semacam mengantri untuk menonton konser, atau hal lain nya sebagai seorang fangirl.

Tokk—Tokk—Tokk

Terdengar suara pintu kamar diketuk dari luar, Soojung mengalihkan focus matanya ke arah pintu, siapa malam-malam begini mengetuk pintu kamarnya? Yoona? Tidak, gadis itu biasanya langsung membuka pintu setelah membuka kuncinya. Dia punya kunci cadangan yang selalu dia bawa. Lalu ini siapa?

Soojung pun berjalan perlahan menuju pintu, ia memutar kunci dan membuka pintu.

Alisnya terangkat, “Siapa?”

Seorang laki-laki memakai topeng bergambar Jungkook yang tengah tersenym, itu tak ayal membuat Soojung terkejut dan sekaligus mengembangkan senyumnya, karena bagaimanapun itu lucu. Senyum jungkook berhasil membuatnya tersenyum pula. Lelaki berperawakan agak pendek, dengan perut buncit, ia sangat tahu. Lelaki itu pasti Mr.Eden, salah satu petugas keamanan di asrama yang sudah berumur lima puluh tahunan, Mr.Eden dekat dengan hampir semua penghuni di asrama, karena kepribadiannya yang humoris dan suka menolong. Tapi kali ini, ia sangat terkejut melihat tingkah Mr.Eden.

“Soojung, ada kiriman dari seseorang.” Katanya sembari menyodorkan sesuatu yang berbentuk kotak. Kotak besar. Sebuah dus yang entah isinya apa. “Selamat malam..” Mr.Eden tidak membuka topengnya, dia menari, menirukan tarian Jungkook di MV Dopepart terakhir, sembari berjalan pergi. Sangat lucu, membuat Soojung tertawa.

“Terimakasih Mr.Eden.”Teriak soojung. Soojung tak henti-hentinya tersenyum, sampai Mr.Eden menghilang di tikungan koridor asrama. “Tunggu… Dari siapa ini?” Ah, Soojung tidak sempat bertanya. Mr.Eden sudah berlalu begitu saja.

Gadis itu pun kembali memasuki kamarnya, di simpannya kotak besar tersebut di tempat tidurnya. Kemudian gadis itu mengunci pintu kamar. Dan kembali duduk di kasurnya.

“Apa ini?” Soojung perlahan membuka kotak itu.

Matanya membulat, gadis itu melihat banyak makanan di dalam kotak itu. Makanan ringan.

Ia menemukan surat di dalamnya, yang isinya :

‘Apa Jungkook-mu berhasil meredakan kerinduanmu?. Makanlah. Dan cepat tidur jika mulutmu sudah malas untuk makan! Haha . Aku cukup membuktikan ini kan? Bahwa aku pulang untukmu! Miss You Unyu~

KIM JONGIN?? Dia kembali ke London secepat ini karena aku?? Soojung bangkit dan segera membuka jendela kamarnya, ia menoleh ke bawah, menyapu kesegala arah dengan focusnya. Jendela kamar gadis itu memang menghadap tepat ke halaman depan asrama.

Angin berhembus, sebagian rambutnya menutupi wajah cantiknya. Gadis itu sedikit menekukkan wajahnya. Kecewa, mendapati ternyata tidak ada siapa-siapa di luar sana. Kim Jongin sudah pulang.

Apa soojung berpikir bahwa Kim Jongin akan menunggunya di luar sana? Atau seharusnya laki-laki itu membiarkan Soojung melihat wajahnya sedikit  saja untuk beberapa detik, hanya untuk melambaikan tangan dan tersenyum, memberitahunya bahwa dia sangat berterimakasih atas kebahagiaan yang dikirim kim jongin. Seperti dalam novel-novel atau drama korea yang biasa dia tonton. Oh berhentilah bermimpi Soojung! Rintihnya.

Drrttt~

Satu pesan masuk dari jongin,

Kim Kai : Apa kau terkejut? Senang? Atau sangat kesal?

Belum sempat membalas, satu pesan lain memenuhi kotak masuk di handphone nya.

Kim Kai : Aku jawab, kau pasti sangat kesal.

Soojung mengangkat alis, kesal? Karena apa?

Soojung : Kenapa harus kesal?

Kim Kai : Karena aku tidak ada saat kau membuka jendelamu! Haha

Dengan segera, gadis itu menengokkan kepalanya keluar jendela, ia melihat ke bawah, kesana-kemari namun focusnya tidak mendapati sosok yang sangat ia rindukan.

Kim Kai : Maaf tidak memberikannya secara langsung, kau tahu sangat tidak sopan berkunjung ke kamar seorang gadis lewat dari tengah malam kan,? Kecuali jika kau sangat ingin aku untuk tidur denganmu. Memelukmu. Hehe

Mata soojung terbuka lebar, “APA?? Bercandamu sangat tidak lucu kai!!”

Sudah dua hari ini Soojung dilemma karena Kim Jongin. Bagaimana bisa dia sangat menginginkan lelaki itu, tapi akal sehatnya sama sekali tidak menginginkan lelaki yang sudah taken.Ia sangat tau betapa bahagianya dia saat Kim Jongin datang dengan segala keramahannya, tapi dia juga tidak ingin di bodohi oleh orang semacam Kim Jongin. Meski berpikir tetap dekat dengan Kim Jongin adalah suatu tindakan yang salah, tetap saja gadis itu tidak bisa menjauh dari sosok yang terlalu indah itu. Soojung sadar dirinya memang bodoh. Seperti orang idiot –Pabo Chorom- karena membiarkan rasa rindunya tumbuh untuk Kim Jongin, ia setiap saat merindukan Kim Jongin yang dengan begitu mudahnya menarik hati Soojung.

Soojung duduk dengan segelas coffee di hadapannya. Kafetaria sore itu terlihat ramai.

“Ekhem…..” Seseorang duduk tepat di depan Soojung, namun gadis itu tidak menyadarinya. Ia masih tenggelamdalam pikirannya sendiri, pemikiran-pemikirannya mengenai Kim Jongin. “Soojung, kau Jung Soojung.. Kan?” Laki-laki itu memperhatikan wajah Soojung, dia tahu soojung sedang melamun hingga tak menyadari kehadirannya. “Hello, aku Byun Baekhyun. Apa kau masih ingat aku?”

Byun Baekhyun???? Soojung mengerjapkan matanya beberapa kali, nama itu seolah menyeret dirinya kembali tersadar.

Soojung langsung gugup saat melihat laki-laki berpenampilan rapi dengan earphone di lehernya. Sangat…..tampan!

“Byun… Baek-hyun?” Soojung masih tidak mempercayai apa yang saat itu berada di hadapannya.

“Hai, aku ingin bertanya. Apakah Yoona tidak masuk kuliah hari ini?”

What the…………….??? Lelaki itu menemui nya hanya untuk menanyakan Yoona?

Soojung mengedarkan fokusnya dari wajah baekhyun, ia menarik nafas pelan kemudian menghempaskan nafasnya keudara. “Yoona, dia sepertinya pulang.”

“Kenapa?, dia sakit?” Tanya baekhyun khawatir.

“Tidak. Maksudku dia pulang ke Paris. Ayahnya sakit.”

“Benarkah? Dia mengabaikan telepon ku, aku kira aku harus menyusulnya ke Paris.” Baekhyun tiba-tiba menatap Soojung dengan tatapannya yang penuh harap.

Shit! Jangan menatapku seperti itu Baek! Hatiku berdebar kencang , lagi-lagi karena tatapanmu. Batin Soojung.

“Bisakah kau membantuku?” Tanya baekhyun disertai senyum khas rectangle miliknya.

“Maksudmu, apa aku harus mengantarmu ke Paris? Oh tidak, terimakasih.”

“Bukan. Aku hanya ingin kau membantuku untuk meyakinkan Yoona mengenai perasaan ku.”

“Apa pria di sini cenderung lebih sering gonta ganti pasangan?” Soojung menatap baekhyun dengan tatapan tajamnya.

“Ooooh nona, sayang sekali saya tidak seperti itu.” Baekhyun menggelengkan kepalanya. “Apa yang kau maksud itu Kai?” Baekhyun mengangkat sebelah alisnya.

“Tidak. Kai termasuk orang yang setia, menurutku.”

“Hahaahhaaa..Setiap tikungan ada?” Baekhyun tertawa, kemudian berhenti saat tatapan Soojung menghujamnya dengan rasa penasaran, “Baiklah aku bercanda.. Kai tidak seperti itu. Bahkan perlakuannya terhadapmu sangat berbeda dengan perlakuannya terhadap pacarnya. Menurutku kau lebih diistimewakan.”

“Kenapa kau berpikir seperti itu?” Tanya Soojung penasaran.

“Karena yang aku tahu, dia pulang dari Paris hanya karena kau menyuruhnya pulang. Dia menyuruhku menyiapkan makanan-makanan dan topeng itu. Sepulang dari bandara, dia langsung menuju ke asrama mu. Sebelum nya dia tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini, itu yang aku tahu..”

Pagi itu Soojung kesiangan padahal ia tahu pukul. 08 pagi dirinya harus sudah berada di auditorium menghadiri musyawarah mahasiswa sebagai anggota BEM.

Aku akan menjemputmu.

Tiga kata yang berhasil membuatnya sedikit tenang, bahkan lebih membuatnya tenang dan tersenyum sepanjang pagi.

Soojung bergegas ke depan asrama saat Jongin menyuruhnya untuk menunggu di depan.

Kim Jongin muncul dengan motor merahnya, “Ayo!” Katanya sembari tersenyum.

Soojung pun naik dan duduk dengan canggung, bagaimanapun itu pertama kalinya dia bersama Kim Jongin, hanya berdua.

Diperjalanan Soojung tidak tahu harus berkata apa. Jongin mengendarai motornya dengan pelan sekali.

“Apa kau tidak akan berpegangan?” Tanya Kim Jongin

“Eh?”

“Karena aku akan menaikan kecepatan,”

“Tidak, jangan! Aku tidak suka kecepatan tinggi.” Rengek Soojung.

“Aih sayang sekali, padahal aku ingin membawamu dengan kecepatan penuh, agar kamu memeluku. Hehe”

Soojung hanya diam, ia tidak tahu harus bagaimana. Bagaimanapun gadis itu tidak suka skinship, semacam sentuhan-sentuhan seperti memeluk dan lain-lainnya. Dia sangat tidak suka. Ada sesuatu ketakutan setiap kali ia mendengar Kim Jongin memintanya –memeluknya-, dia takut.. Dia hanya ingin semuanya normal, tidak ada tuntutan. Tidak seperti Sehun yang selalu menghadirkan ketidak tenangan setelah semua itu terjadi.

Ia tau ini salah, tidak seharusnya dia di sini bersama Kim Jongin, tidak seharusnya dia membuka pintu hatinya, tidak seharusnya dia melupakan sehun, bagaimanapun dia pernah berjanji kepada dirinya sendiri, dan kali ini dia mengingkari janjinya.

Ini masalah baginya.

Ia tidak seharusnya jatuh cinta.

Next Chapter~

.

Kim Jongin berlalu begitu saja tanpa menoleh ke arahku, dia tidak tersenyum sama sekali. Apa dia marah?

.

“…Maafkan aku sulli, sepertinya aku belum memberitahumu sesuatu.” Soojung menatap Sulli dengan penuh penyesalan.

.

“Tadi pagi aku melihat jongin sedang……..”

.

Apa aku harus menceritakan rasa sakitku karenamu?

.

“Dia tampak seperti seorang badboy kan?”

Dan Soojung sangat tidak menyukai seorang badboy-

.

Yoona dan Sulli terbelalak melihat orang tersebut, bukankah diaaa………………………??

SEHUN..??

.

Pergilah.. ini kesempatan bagus untukmu soojung, kau harus meminta penjelasan darinya, jika perlu kau suruh saja dia mengakhiri hubungannya dengan pacarnya..

.

Author’s Note : Hai-Hai… Senang bisa melanjutkan fanfict ini lagi, Buat chapter ini agak mengecewakan yaaa? maafin..hehe. Tolong jangan lupa comment nya yaa gays.. Biar makin semangat ngelanjutinnya :* mwahhhh~

11 tanggapan untuk “Pabo Chorom – Chapter 4”

  1. Bhakss.. Jadi penasaran siapa yang akan jadi pacar dari seorang namja somvlak yang bernama Kim Jongin?? 😀 Di tunggu chap 5. Secepatnya ya thor 😉 :*

  2. da aku mah apa atuh cuma selingkuhan xD *dihajar mbak soojung/sungkem\
    keren ceritanya nih, aku ngebut baca dari awal.. dan aku harap authornya ga pake lamalama ngepost chapter selanjutnya ya, maslaahnya adalah aku bener2 menantii sehun real ketemu sama soojung, ciee ketemu mantan gimana rasnya tuh, apakah ketemu dlm hal yang membahagiakan atau bahkan menyakitkan??? keep writing fighhting thor!!

  3. daebak !!!ka…aku suka ff nya keren dan bikin ktwa sendiri…diangkot lagi haha ..hwaiting ya kak….plisss next chapternya secepatnya dan klo bisa chapternya lebih dipanjangggggin lagiii…hehe..maaf aku bnyk nuntut..hehe..dan maaf aku baru komen soalnya saking asyiknya sehari udh 4 chapter…dan berhenti setelah tbc…T-T
    apasih..hehe..pokonya keep writing ya {}

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s