TRIANGLE (Chapter 3)

tissakkamjong

TRIANGLE

tissakkamjong

Chaptered

Romance, School Life, Drama

13+

Irene (Red Velvet), Kris (ex-EXO), Sehun (EXO)

Ff ini murni dari otak author. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, alur, tema, waktu karena ketidaksengajaan. Ini murni dari otak author, dimohon untuk tidak copypaste. [Warning typo(s)].

Poster by Aerriblue

FMV by Alfath11

HAPPY READING

[ Chapter 1 2 3 4 5 6 7 8 ]

OoO

Chapter 3

IRENE POV

Perempuan itu segera menoleh dan menatapku dengan tajam. Perempuan yang sedang bersama Kris itu berhasil membuat hatiku hancur. Mungkin sebentar lagi air mataku akan segera tumpah karena mereka.

“IRENE-YA!” Aku tidak tahu siapa yang memanggilku, aku hanya bisa berdiam diri dan membiarkan air mataku tumpah. Aku merasakan badanku ditarik oleh seseorang yang sepertinya tadi memanggilku. Aku segera dibawa olehnya menuju mobil yang terparkir didepan rumah Kris. Aku tidak bisa lagi memikirkan apa aku diculik atau tidak. Yang dipikiranku hanyalah Kris, Kris dan Kris.

Aku memberanikan mengangkat kepalaku dan menatap orang itu.

“Kai?! Kenapa kau mengajakku kesini? Tak taukah kau bahwa aku harus menjenguk Kris? Kenapa kau malah membuatku pergi dari rumahnya? Hah?” Aku tak tau kenapa lidahku ini membentak Kai. Dapat kulihat Kai hanya tersenyum dengan lebar lalu menatap jalan dihadapannya.

“Dia itu mantan kekasih Kris, dia masih menyayangi Kris hingga sekarang. Namun tenang saja, Kris sudah tidak saying lagi dengannya.” Kai pun menoleh padaku, “Kau tau mengapa aku menarikmu tadi? Aku tidak ingin kau semakin sedih melihat Kris memeluk perempuan lain dihadapanmu. Kau sahabatku, aku tidak ingin kau sedih hanya karenanya. Maka dari itu aku menarikmu dan mengajakmu kesini dan aku harap kau tidak sedih lagi.”

Aku hanya bisa menunduk dan menghela nafas. Begitu baiknya Kai untukku dan aku bisa-bisanya membentaknya. Aku menoleh pada Kai dan memegang tangannya.

Gomawo Kai-ya.”

OoO

SEHUN POV

Aku tidak tahu ada masalah apa dengan Kris dan Irene sehingga mereka jauh, dan aku sangat senang mereka menjauh karena itu menjadikanku peluang besar untuk lebih dekat dengan Irene. Hari ini akan ada latihan musik, aku sengaja menjemput Irene dikelasnya.

“Sehun? Mengapa kau disini?” Aku segera menoleh ketika mendengar suara Irene.

“Aih aku menunggumu, hari ini ada latihan musik kata Chanyeol.”

Jinjja? Yasudah ayok kita keruang musik.” Aku dan Irene berjalan berdampingan, tak jarang tangan kami bersentuhan saat berjalan bersama dan itu membuat hatiku berdegup kencang.

“Sehun! Irene! Ayok masuk!” Baekhyun yang berada didepan pintu ruang musik segera mengajak kami masuk. Aku segera mengambil posisiku dan Irene mengambil posisinya. Kulihat Kris menatapku dengan tajam yang kubalas dengan senyum kemenangan karena aku bisa berjalan dengan Irene tadi.

1 jam sudah kami latihan, Chanyeol akhirnya menyudahi latihan ini.

“Irene, kau mau pulang barengku?” Kulihat Kris menghampiri Irene dengan tergesa-gesa. Irene hanya bisa diam lalu menatapku karena hari ini dia sudah berjanji akan pulang denganku.

Mianhae Kris. Namun hari ini Irene sudah berjanji pulang denganku.” Kujawab pertanyaan Kris dengan tegas.

“Aku bertanya pada Irene bukan padamu.” Kris mengalihkan pandangannya pada Irene.

“Yang Sehun katakan benar Kris. Aku akan pulang bersamanya hari ini dan mungkin seterusnya juga.” Irene berkata dengan demikian yang bisa membuatku tersenyum dengan merdeka. 2-0 Kris-ya! Aku dan Irene segera meninggalkan Kris yang diam mematung dan tak lupa juga aku mengeluarkan devil smileku saat meninggalkannya.

OoO

IRENE POV

Gomawo Sehun-ya.” Aku mengeluarkan senyumku padanya.

Ne, aku pulang dulu ya. Annyeong Irene-ya.” Sehun mulai menginjakkan kakinya dipedal gas dan mobilnya pun melaju dengan kencang. Aku segera masuk kerumah menuju kamar. Pegal sekali badanku. Rasanya ingin berendam.

Dddrrrttt dddrrrttt

KRIS

Irene-ya? Apa kau sudah sampai dirumah? Bagaimana perjalanan pulangmu? Apa kau baik-baik saja?

 

Hell-ya! Kau pikir aku baik-baik saja saat melihatmu dengan perempuan lain? Bagaimana mungkin seorang perempuan baik-baik saja ketika melihat lelaki yang dicintainya bersama perempuan lain?

Aku baik-baik saja selama Sehun disampingku.

Aku segera pergi kekamar mandi untuk berendam, tak peduli jika Kris membalas pesanku namun aku tak membalasnya. Biar saja Ia rasakan apa yang aku rasakan kemarin. Meskipun Kai bilang bahwa Kris sudah tidak cinta dengan perempuan itu tapi mengapa ia memeluk perempuan itu?

OoO

??? POV

Aku senang kau jauh dengannya Irene-ya. Tapi mengapa kau malah dekat dengan yang lain? Kenapa bukan denganku? Aku selalu ada untukmu baik kau senang maupun sedih tapi mengapa kau memilih mereka Irene-ya. Tak taukah kau bahwa aku disini sangat mencintaimu?

OoO

IRENE POV

Tok tok tok

 

Aku segera berjalan menuju pintu dan membukakan pintu ketika ada orang yang mengetuk.

“Sehun? Kenapa kau disini? Ayok masuk kedalam.” Sehun berdiri depan pintu dengan senyumnya yang sangat menawan.

Aniya, aku ingin mengajak kau pergi jalan-jalan. Kau mau?”

“Hmmm…”

Jebal…” Sehun mengeluarkan aegyonya yang membuat para yeoja meleleh pastinya.

“Hwahahaha yayaya aku mau Sehun­-ya. Tapi, aku belum mandi. Kau tunggu didalam dulu ya, aku siap-siap dulu.”

Yehettt!!! Baik aku akan menunggumu sampai kau siap.” Sehun segera kupersilahkan masuk dan duduk disofa rumahku. Aku segera berlari mengambil handuk dan mandi. Aku tidak ingin membuat Sehun menunggu.

20 menit berlalu, aku sudah siap dengan pakaianku yang simple. Aku segera berlari kebawah menghampiri Sehun.

Mian aku lama.”

Gwaenchana, kau cantik sekali.”

DEG

Aih, mukaku jadi panas dan hatiku jadi berdegup kencang saat dipuji Sehun. Mana mungkin aku menyukainya?

“Tidak usah menyembunyikan muka merahmu Irene-ya. Ayok kita berangkat.”

Aku pun mengangguk dan mulai berjalan disamping Sehun yang kusadari tangannya bergerak menggenggam tanganku. Dan lagi-lagi mukaku memerah karenanya.

OoO

“Kau mau?” Sehun menyodorkan bulgoginya kearah mulut Irene, terpaksa Irene pun membuka mulutnya dan melahapnya. “Enak?” Sehun bertanya lagi.

“Rasanya berbeda kalau disuapi oleh orang lain.” Irene pun menunduk menyembunyikan wajah merahnya.

“Sudah kubilang jangan kau sembunyikan wajah merahmu, aku suka melihatmu seperti ini.” Sehun menyentuh dagu Irene dan mengangkat wajahnya. “Kyeopta girl.” Sehun memencet kedua pipi Irene hingga mulutnya berbentuk seperti mulut ikan.

“Hmmm Sehun lepaskan. Lihat orang-orang menatap kita dengan aneh.”

“Biarkan saja. Kita kan pasangan, kenapa harus malu?” Sehun menggoda Irene yang pipinya sudah sangat merah karena ulah rayuannya.

“Irene-ya?”

Wae?

OoO

IRENE POV

“Irene-ya?” Sehun menatapku dengan wajah yang serius.

Wae?”

“Kau suka tidak padaku?”

DEG

Omo kenapa pertanyaannya begitu bodoh Sehun-ya. Mana mungkin tingkahmu selama ini tidak membuatku jatuh cinta padamu?

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Sehun menghela nafasnya.

“Aku takut jatuh cinta dengan orang yang salah. Maka dari itu aku bertanya padamu, jika kau tidak menyukaimu maka aku juga akan berhenti menyukaimu.”

DEG

Apa maksudnya berkata seperti itu padaku? Kris saja yang sudah lama dekat denganku tidak berani berkata seperti itu.

“Sehun-ya kau sangat baik padaku, mana mungkin aku tidak menyukaimu. Kau kan teman dekatku.” Aku tau ini bukan jawaban yang benar.

“Bukan itu maksudku. Maksudku apa kau suka padaku sebagai namja?” Sirna matanya menampakkan rayuan agar aku berkata iya.

“Bisa tidak aku tidak menjawab pertanyaanmu yang ini?”

Aku bimbang. Aku mencintai Kris karena dia baik dan selalu perhatian padaku. Aku juga mencintai Sehun yang tak kalah baiknya dengan Kris.

OoO

IRENE POV

Gomawo Sehun-ya untuk hari ini. Aku senang sekali.” Aku menatap wajahnya dari luar kaca mobilnya.

Ne, aku ikut senang jika kau senang juga.” Sehun melemparkan senyumnya dan mulai menjalankan mobilnya lagi. Aku segera masuk kedalam rumahku dan aku melihat lelaki berjaket hitam sedang berjongkok depan pintu rumahku.

Nuguya?” Orang itu membalikkan badannya.

“Kris?! Mengapa kau ada disini? Bukannya kau sakit?”

Tangannya yang memegang sebuket bunga segera ia berikan padaku.

“Ambillah bunga dariku ini sebagai permintaan maafku. Aku tau aku salah. Kai sudah menceritakan semuanya, dan ia menyuruhku menemuinya meski awalnya aku ragu. Perempuan itu ia hanya mantan kekasihku, aku tidak tahu jika ia tiba-tiba dirumahku dan keadaan aku yang memeluknya sepertinya ia yang menyusunnya. Ia yang menarik lenganku dan menaruh diperutnya sehingga terlihat aku seperti memeluknya yang nyatanya aku sama sekali tidak cinta padanya. Sekali lagi maafkan aku, aku tak mau kehilanganmu.”

Aku segera meraih bunga darinya dengan mata berkaca-kaca. Aku segera memeluk badannya yang tegap. Kutumpahkan semua air mataku di jaket hitamnya. Tak peduli ia akan kebasahan atau tidak. Yang kupedulikan hanyalah kenyamananku saat ini dengannya.

“Tidak usah menangis, aku sudah kembali. Jangan menghindar dariku lagi ya?” Kris menatapku dengan senyumnya yang sangat tulus, yang sangat beda dari Kris yang terkenal dengan image coldnya. Kris dihadapanku ini adalah Kris yang lembut dan perhatian.

Aku mengangguk seraya mengelap air mataku. Aku segera meraih tangannya dan menuntunnya masuk kedalam rumahku. Aku sangat bahagia sekarang karena aku dan Kris sudah berbaikan. Namun ada satu hal yang kubingungkan.

Sehun.

OoO

IRENE POV

Dua pesan muncul dilayar handphoneku. Aku segera meraih handphoneku untuk membacanya.

KRIS

 

Irene-ya besok pagi kujemput ya, jam 06.30 kau harus sudah siap. Kau tidak ingin telat kan?

 

Aku segera membuka pesan satunya tanpa membalas pesan dari Kris terlebih dahulu.

SEHUN

 

Jam 06.30 kutunggu depan rumahmu besok, aku tidak ingin kita terlambat kesekolah.

 

Omo dua namja besok ingin menjemputku dengan waktu yang bersamaan. Siapa yang harus kupilih, aku bingung. Jika aku memilih Kris, pasti Sehun nanti akan kecewa. Jika aku pilih Sehun, Kris pun pasti akan sangat kecewa. Lagipula jika aku memilih salah satu dari mereka itu bisa menyebabkan mereka bertengkar. Ribet sekali aku harus suka dengan dua namja ini. Tiba-tiba ide yang menurutku lumayan cermelang muncul dikepalaku.

Mianhae besok aku sudah berjanji dengan Kai untuk berangkat bersama.

 

Yap ideku adalah aku berpura-pura akan berangkat bersama Kai padahal aku saja tidak tahu Kai akan berangkat bersamaku atau tidak. Aku segera menekan tombol send dan kukirim pada nomor mereka. Kini aku hanya harus menghubungi Kai untuk meminta berangkat bersama besok pagi.

Kupencet tombol panggilan pada nomor Kai.

Yeoboseyo.”

Annyeong Kai-ya!.” Suara cemprengku terlontar seketika ketika mendengar suara Kai dan bisa kudengar suara keluhan dia diseberang sana.

“Irene-ya bisa tidak sih kau kecilkan sedikit suara cemprengmu itu?”

Mian mian.”

“Ada apa kau menelponku? Tumben sekali?”

 

“Hish kenapa memang kalau aku menelponmu? Memang kau tidak merindukanku? Kkkk.”

“Tidak.”

 

“Aiiiiiih kkamjongieee, aku ingin besok kita berangkat bersama ya ya ya?”

“Cih tumben sekali kau mengajakku berangkat bersama, bisa kutebak pasti kau disana sedang beraegyo ya?”

 

Aniya aku sudah lama tidak berangkat bersamamu.”

Ne, besok kujemput ya! Jam setengah tujuh kau harus sudah siap atau kutinggal! Kkkk.”

 

“Aih tidak usah. Rumah kau kan tidak searah denganku berarti kau harus memutar jalan lagi.”

Gwaenchana, aku tidak keberatan.”

 

“Baiklah, sampai ketemu besok.”

Ne.”

 

Aku segera menutup telpon. Sudah lama sekali tidak berbincang-bincang dengan Kai. Mungkin aku terlalu sibuk dengan Kris dan Sehun. Padahal aku kenal dengan mereka pun lewat Kai namun mengapa jadi aku rada menjauh darinya?

OoO

Irene sudah siap tepat jam 06.30 sesuai janjinya dengan Kai. Tidak perlu lama menunggu lagi Kai pun datang dengan mobilnya.

“Tumben kau cepat sekali berdandan, biasanya lama.” Kai mengejek Irene yang disertai tawanya.

“Hish aku harus cepat pagi ini atau aku akan ditinggal oleh temanku.” Irene melirik kearah Kai sambil memasang seatbeltnya.

“Hwahahaha ayo kita jalan.” Kai menyalakan mesinnya dan mulai menjalankan mobilnya.

Beberapa lama kemudian mereka pun sampai disekolah. Kai dan Irene segera turun dari mobil dan berjalan berdampingan. Saat mereka melewati kelas 10 Science 1 terdengar suara seperti dentuman.

BRUKKK

Kai dan Irene langsung saling berpandangan lalu mereka lari menuju arah suara itu.

“KRIS!!! SEHUN!!! HENTIKAANNN!!!” Teriak Irene pada saat melihat dua namja yang sudah babak belur.

To be continued…

 

tissakkamjong’s note: Annyeong readers tercintaku! Mian author updatenya lamaaaa bangeeetttt soalnya tugas bener-bener deh banyak bangetttt dan author jadi jarang banget buka laptop tapi author tetep usahain nulis kok kadang lewat hape. Mian banget alur ceritanya aneh, jadi kemana-mana alurnya soalnya lagi buntu banget otak author hahaha jadi gak jelas gini tapi kalian harus tetep baca yaa!!!

 

Jangan lupa like+commentnya, stop being a silent reader hahaha. Chapter 4 akan segera menyusul! See yaaaa!~

 

21 tanggapan untuk “TRIANGLE (Chapter 3)”

  1. keren!!!!!

    itu si kai yang bagian “??? POV

    Aku senang kau jauh dengannya Irene-ya. Tapi mengapa kau malah dekat dengan yang lain? Kenapa bukan denganku? Aku selalu ada untukmu baik kau senang maupun sedih tapi mengapa kau memilih mereka Irene-ya. Tak taukah kau bahwa aku disini sangat mencintaimu?”

    ditunggu ya chapter 4 nya thor!!!

  2. Irene pilih sehun ajaaaaa! Lebih suka sama sehun sih soalnya kkkk~ oya thor, maaf ya baru komen di chap ini, bukan maksud jadi siders kok tapi, beneran deh! Ffnya asik thor! Keep writing! I’ll waiting for chapter 4:)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s