[Ficlet] Destiny

Destiny-Poster

©bebhmuach storyline

 

[EXO] Kim Jongin a.k.a Kai || [F(X)] Jung Soo Jung a.k.a Krystal

Ficlet || Fantasy, Romance || PG-15

.

Kamu hanya perlu duduk manis dan lihat apa yang terjadi.

.


 

Gadis itu mengarahkan bibir tipisnya ke tengkuk seorang pemuda yang tergolek lemas. Tanpa basa-basi kedua gigi taringnya sudah tertancap sempurna menembus kulit si pemuda.

Darah segar mulai mengalir dari tengkuk pemuda itu.

 

Menit kemudian gadis bermata indah itu melepaskan gigitannya. Taringnya yang panjang memendek, kembali normal. Serat pembuluh darah di wajahnya memudar, tidak dengan warna pucat kulitnya.

 

“Kamu hanya perlu duduk manis dan lihat apa yang terjadi.”

 

Gadis bergaris Jung itu tengah bergumam sendirian, sembari mengulas senyum. Ia berjalan dengan anggun menuju kursi di dekat perapian. Mendaratkan bokongnya perlahan, duduk nyaman bersandar pada punggung kursi. Mengusap lembut bagian bibirnya, membersihkan noda darah yang masih menempel dengan sapu tangannya.

 

Manik hazel itu enggan berpindah haluan, menjadikan–tubuh kaku–seorang pemuda sebagai pusat perhatiannya. Alih-alih membunuh bosan–tanpa bergerak dari posisi duduknya–dengan siku yang sudah bertumpu pada lengan kursi jemari lentik itu mengayunkan sapu tangan miliknya, membuangnya ke dalam perapian.

 

Bara api mulai menyembul ke udara, tatkala benda itu menghantam batang kayu yang sudah dilumat sempurna oleh api.

Jangan khawatir, bahkan panas api tak akan memberikan sensasi hangat untuk kulit putih gadis itu.

 

Suara gemeretak yang di hasilkan kuku bercat merah miliknya di atas lengan kursi sedikit memecah kesunyian ruangan menara ini. Bahkan suaranya menggema hingga langit-langit ruangan yang berbentuk kubah itu.

 

Oh ayolah, apakah selama ini?” gerutunya yang jengah menunggu sembari telunjuk kurusnya menekan pelan pelipisnya.

 

Eung—

 

Indera pendegarannya menangkap lenguhan dari si pemuda, membuat tubuh gadis itu bergerak. Diangkatnya sedikit gaun hijau panjangnya, tungkainya melangkah mendekat ke arah objek favoritnya itu.

 

Kembali, netranya lekat menatap si pemuda berkulit tan itu –warna yang membuat si pemuda terlihat sexy untuknya. Bola matanya berkedut, lengan kekarnya mulai bergerak, nampaknya si pemuda sudah kembali dari alam bawah sadarnya.

 

“Kai.” sapa si gadis, bersamaan dengan bola mata yang mulai terbuka perlahan dan menjadikan dirinya sebagai objek pertama yang dilihat sang pemuda.

 

Si empunya nama merespon, “Krystal.” ucapnya lirih.

 

Gadis bernama Krystal itu menjungkitkan kedua sudut bibirnya, sebuah kurva menghiasi wajah manisnya. Ia hempaskan tubuh kecilnya di atas tubuh Kai yang masih tergeletak lemah di atas karpet. Mengabaikan noda merah dari kemeja Kai yang dapat mengotori pakaiannya.

 

“Aku senang kau kembali, Kai. Kukira, aku tak bisa menghidupkanmu lagi.”

 

Kedua lengan mungil Krystal merengkuh tubuh besar Kai, menjadikan dada bidangnya sebagai bantalan kepalanya.

Sejemang kedua lengannya merengkuh bahu kecil Krystal, menjauhkan tubuh gadis itu darinya. Lengannya menarik paksa kemeja putihnya sehingga bagian atas tubuhnya terbuka sempurna.

 

Jemarinya meraba dada kirinya, banyak noda darah menempel di sana. Keningnya berkerut, dimana luka itu? Bukankah dadanya terkena tikaman pedang?

 

“Maaf Kai, aku tidak mau kehilanganmu. Aku harus melakukan itu, kini kita tak akan terpisahkan bahkan oleh maut sekalipun.” ucap Krystal membayar sudah kebingungan Kai.

 

Kai bergeming, lengan halus Krystal menggenggam lengan kekarnya memberikan sensasi nyaman yang menjalar ke seluruh tubuh pemuda Kim itu. Menanggalkan keraguan yang hampir menyelimutinya.

 

“Keabadian bersama kita, Kai.” suara lembut itu memanjakan rungunya.

 

Kai menarik satu sudut bibirnya, ia menyadari sesuatu. Mungkin Dewi Fortuna tengah berpihak padanya, dengan begitu ia mampu memimpin kerajaannya kembali selamanya. Ya, selamanya.

 

Ia akan mudah memperluas wilayah kerajaannya meski dengan cara barbar sekalipun, ia tak akan terluka ataupun mati bila terhunus pedang. Kai bisa menjadi raja abadi di jaman Victoria ini.

Lengannya membelai lembut wajah manis Krystal, keberuntungan pula untuk Kai memiliki Krystal. Gadis yang mencintainya meskipun mereka memiliki dunia berbeda, ahh.. tidak, kini mereka sama. Karena dialah, kali ini Kai akan mudah mewujudkan ambisinya. Haruskah ia berterimakasih padanya saat ini?

 

“Kau benar, kita tak akan terpisahkan. Bahkan oleh maut sekalipun.” ucap Kai seraya menyeringai.

 

End.

 

Kisah absurd lainnya dariku, hahaaa..

Trims yang sudah mau menyempatkan diri untuk mampir 🙂

19 tanggapan untuk “[Ficlet] Destiny”

  1. hay kak suka sama ffnya kakak 😀 tapi entah kenapa aku bingung sama ceritanya ini 😦 apa ini ceritanya si Krystal jadi vampire atau apa setelah itu dia hisap darah segarnya si kai terus kai juga sama jadi vampire kek Krystal iya gak kak gitu gak,yah semoga aja gak salah spesifikasinya kekkekekek 🙂

    1. Ini sesungguhnya cerita absurd 😂😂
      Krystalnya emang vampire, ngubah Kai jd vampire akhrnya😂😂 aneh kan?
      Maapkeun dek 😁
      Mkaci udah mampir😚😚

  2. KAKDEL AAAAAAAAAKKKKK AKU KIRA SUJUNG MAU NGEBUNUH KAI, AKU UDAH SUUDHON MASA…. TERNYATA MAU NJADIIN SI JONGIN VAMPIR JUGAAAK
    memang cinta mereka abadi *eaaaaaak
    keep writing kakdel :3

  3. asiikk~ ini si kkamjong jadi vampire nih? keren ^^)/ ni ff gaada konflik tapi tetep berasa seruu gitu, ceritanya antimenstrim. sukaak. terus berkarya yak authornim~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s