Pabo Chorom – Chapter 3

Pabo Chorom 3

Judul : Pabo Chorom [Chapter 3]

Author : Miss Meteor

Genre : AU, Romance, Friendship

Main Cast : Kim Jongin, Jung Soojung

Support : Byun Baekhyun, Yoona, Sulli, Oh Sehun, Tiffany, Other.

Length: Multichapter

Disclaimer: Fanfict ini murni hasil pemikiran author sendiri, so don’t plagiat this story !!

~~~

Chapter 1 || Chapter 2

CHAPTER 3

Aku mencintaimu, tapi kau datang di saat aku sudah memilikinya. Dia, yang saat ini menjadi kekasih ku”

Kata-kata itu masih terngiang di telinga Soojung, sangat jelas. Kim Jongin sangat jelas mengatakannya, lelaki itu terlalu jujur. Dan Soojung hargai itu.

Hatinya tidak benar-benar hancur, bahagia itu masih ada. Soojung merasa bahagia atas hadirnya Kim Jongin, ia merindukan Cinta. Juga merindukan sosok yang bisa membuatnya bahagia. Tapi apa ini? Yang benar saja, Kim Jongin memiliki kekasih tapi menyatakan cinta pada Soojung? Seharusya dia tau dari awal, seharusnya dia mengabaikan jongin dari awal. Lalu sekarang harus bagaimana? Untuk seseorang yang mengalami kehampaan selama satu tahun, untuk seseorang yang pernah patah hati hingga tidak ada yang bisa membuatnya mencinta lagi, kini ada sosok Kim Jongin yang mampu menanam benih cinta di hatinya dalam beberapa jam saja, tapi dia…. KIM JONGIN Mempunyai KEKASIH??

“Soojung..” Tiffany mengetuk pintu kamarnya kemudian masuk. “Mana Yoona?”

“Entahlah dia pergi pagi-pagi sekali.”

“Itu bagus. Aku ingin menangis Soojung…” Tiffany sesegera mungkin memeluk bantal yang terdapat di kasur milik Soojung. Ia duduk menghadap kea rah Soojung yang tengah berdiri di depan kulkas.

“Kau kenapa?” Soojung menghampiri Tiffany dan menyimpan sebotol air di meja kecil samping tempat tidurnya.

“Kris, dia mengabaikan ku..”

“Kenapa?”

“Entahlah, kau tau? Dia berubah, dia tidak pernah datang padaku lagi, dia tidak pernah menannyakan keadaan ku seperti saat..saat semuanya belum terjadi”

“Apa kau pernah –tidur- dengannya?” Oh tuhan, Soojung merutuki dirinya sendiri dalam hati, ia tidak bermaksud bertanya seperti itu. Sungguh.

“Ya.” Tangis Tiffany pun meledak saat itu juga.

Mata Soojung melotot, ia sangat terkejut tidak percaya.

“Berapa kali?” Soojung segera membekap mulutnya, kemudian menurunkan tangannya dan dengan perlahan mengelus tangan Tiffany yang bergetar. “Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud..”

“Entahlah,” Tiffany kini menatap Soojung dengan penuh kesedihan, matanya merah.

Soojung dengan segera memeluk dan menenangkan Tiffany.

Soojung merasa dirinya telah gagal, gagal menjadi teman yang baik untuk Tiffany, juga gagal menjaga amanat dari Ibu nya Tiffany.

Soojung sangat menyesal, dan ia terus menyalahkan dirinya sendiri.

“Maafkan aku Tiffany”

Sore itu Soojung tengah asik membuat kue tart yang di pesan salah seorang temannya di kampus untuk pesta ulang tahun. Soojung mencari penghasilan sendiri dengan keahlian khususnya yang sangat pandai membuat kue. Sedang asik menyiapkan bahan untuk menghias kue yang sudah matang, tiba-tiba handphone nya berdering. Notice pesan masuk.

Ia malas beranjak ke tempat tidur yang hanya beberapa langkah dari dapur kecilnya, ia hanya ingin focus. Tapi handphone yang terletak di tempat tidurnya terus saja berdering. Bipp.. Bipp..

Jika di hitung sudah delapan pesan yang masuk. Akhirnya dia menyerah, gadis itu menyerah. Ia berjalan dan melihat handphone nya.

Kim Kai : Hei Muka lucu….

Kim Kai : Aku me-ri-n-du-kan-mu keke~

Kim Kai : Sayaaang?

Kim Kai : Yasudah aku menyerah..

Kim Kai : Apa kau benar-benar marah?

Kim Kai : Unyuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Kim Kai : Bisakah kau menghubungiku sekarang? T_T

Kim Kai : Akuu .. sekarat!

Mata Soojung terbelalak melihat pesan yang semua isinya dari jongin, apalagi lelaki itu seenaknya memanggilnya dengan nama-nama yang aneh di telinganya.

Soojung pun membalas pesan itu,

: Kau sekarat? Aku sedang sibuk. Hubungi pacarmu jika kau memang sedang sakit!

Beberapa detik setelah pesan itu terkirim, handphone Soojung berdering. Lagi! Tapi kali ini dering lagu Exo-PeterPan yang terdengar.

“Ada apa?” Tanya soojung mencoba terdengar secuek mungkin, ia menjawab telepon dari Jongin.

“Terimakasih sudah menyempatkan menjawab telepon dari orang yang sekarat ini, aku benar-benar sekarat soojung, karena merindukanmu. I love you!”

Klik~ Sambungan terputus.

Yang benar saja? Laki-laki itu menutup teleponnya?! Bukankah itu tidak sopan?

Soojung menghela nafas panjang, lagi pula kenapa ia harus merasa kesal? Ck. Apa kim jongin kali ini sedang mempermainkannya?? Ia kemudian berniat mematikan handphone nya tapi satu pesan kini membuat senyumnya mengembang, Kim Kai. Melihat namanya saja sudah cukup membuat gadis itu merasa seolah bunga bermekaran di hatinya.

Kim Kai : Aku ingin bertemu denganmu. Besok aku akan menemuimu di kampus. Ngomong-ngomong, apa yang membuatmu begitu sibuk? Apa kau terlalu sibuk memikirkanku? Haha

Soojung : Aku membuat kue.

Kim Kai : Apa barusan kau mengatakan bahwa aku harus mencoba kue buatan mu? Ah, terimakasih aku sangat suka. Bawakan aku kue besok ya, ingat itu pertemuan pertama kita~

Alis soojung terangkat, pertemuan pertama?

Soojung : Ah, jadi kau tidak mengenalku? Belum pernah bertemu dengan ku tapi kau sudah memanggilku muka lucu? Ckk.. bahkan kau akan menyesalinya setelah bertemu denganku Kai.

Kim Kai : Pertemuan pertama sebagai sepasang kekasih :*

Hati soojung seketika terhenti kemudian berpacu begitu cepatnya setelah membaca pesan dari jongin, tapi kemudian gadis itu memutar matanya, yang benar saja? kapan aku menyetujui untuk menjadi gadisnya??

Soojung : Jika kau memang mengenalku, bukankah seharusnya besok kau yang mencariku dan menemukanku?

Kim Kai : Hei muka lucu, sudah pasti aku yang akan menemuimu.

Soojung : Aku bahkan lupa bagaimana wajahmu.

Kim Kai : Biarlah. kali ini kau boleh lupa, tapi aku yakin setelah ini kau tidak akan melupakanku..haha

AKU MEMBENCI KIM JONGIN MELEBIHI APAPUN! Bahkan melebihi Sehun. Rintih Soojung dalam hati.

Gadis itu tampak murung sepanjang hari. Tiffany dan Yoona kali ini ada bersamanya, mereka tengah duduk di halte.

“Jadi dari kapan kau dekat dengan……..” Yoona memalingkan wajahnya dari Soojung. Sebelum akhirnya menyebutkan satu nama yang sangat mengejutkannya beberapa waktu yang lalu.”Kim Jongin..”

“Maafkan aku Yoona, aku tidak menceritakannya padamu lebih awal. Aku hanya takut kamu akan,, terluka.” Desis Soojung.

“Well, dan sekarang kau yang benar-benar terluka. Kan?” Yoona kemudian menggenggam tangan Soojung, “Kau harus tahu seperti apa Jongin, sebelum kau jatuh ke dalam permainannya.”

“Maksudmu?” Tiffany yang sedari tadi tidak mengalihkan pandangannya dari handphone yang dia mainkan, sekarang ia benar-benar ingin tahu.

“Kim Jongin, dia laki-laki brengsek. Sudah jelas-jelas tadi kita melihatnya sendirikan? Kim Jongin ada di kafetaria bersama baekhyun dan kawan-kawannya, bagaimana bisa dia tidak melihatmu? Jelas-jelas baekhyun saja bisa menyadari keberadaan ku.”

“Aku tidak tahu wajah kim jongin, tapi menurutku tidak ada yang tampan diantara lelaki itu. Lalu kenapa kamu bisa menyukai kim jongin?…” Tiffany menoleh kea rah soojung, kemudian melirik kea rah yoona yang duduk di samping soojung.  “Ahh, Bukankah kau menyukainya lebih dulu yoona-ssi?” Kata Tiffany, gadis itu tidak pernah bisa menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap Yoona. Bagaimanapun tiffany mengira Yoona adalah gadis yang bermuka dua, dia merasakan itu. Atau mungkin tiffany hanya merasa kecewa kenapa gadis seperti yoona lebih bisa membuat soojung merasa nyaman. Meski soojung sudah memberitahu betapa baiknya yoona, tetap saja tiffany tidak bisa dengan mudah membuat dirinya mempercayai orang lain kecuali Sulli yang dengan mudahnya membuat dirinya merasa nyaman.

“Dulu aku memang menyukainya, ah tapi beruntung baekhyun lah yang mendekatiku lebih dulu. Bukan jongin. Aduh, kenapa dulu aku harus menyukai kim jongin ya?” Kata Yoona.

Kenapa hatiku merasa sakit mendengar Yoona berkata seperti itu? Seolah aku kehilangan seseorang yang memang seharusnya ditakdirkan untukku. Soojung segera menepis pemikirannya mengenai kenapa takdir lebih membuatnya merasakan penyesalan seperti, kenapa baekhyun tidak ditakdirkan untuk Soojung??

“Jadi, bolehkah aku memakan cup cake ini?” Yoona kemudian dengan segera mengambil alih bungkusan kue yang sedari tadi dipegang oleh Soojung. Didalamnya terdapat tida buah cup cake yang sangat menarik. “Ah, cantiknya.” Yoona mengambil satu, “Aku bahkan tidak tega jika harus memakan kue secantik ini..”

“Jangan banayak bicara Yoona-ssi, makan saja!” Tiffany berbicara bahasa korea saat itu, sehingga Yoona tidak mengerti apa yang gadis itu katakan.

Ya, kali ini tiffany sudah lancar berbahasa inggris. Sulli benar-benar pintar sehingga membuat gadis seperti tiffany dengan mudah menyerap apa yang diajarkan Sulli.

Bagaimanapun hatinya hancur.

Kim Jongin tidak datang. Dia tidak datang mencariku. Dia tidak menemuiku.

Cup Cake yang sengaja soojung buat pagi-pagi sekali ternyata tidak membuahkan hasil yang manis. Ini begitu menyakitkan. Pikirnya.

Selain rasa sakit, gadis itu juga malu. Dia benar-benar malu. Bagaimana bisa laki-laki itu membuatnya merasa malu untuk pertama kalinya di hadapan Yoona?

Gadis itu kini tengah duduk di kamar tiffany, ia merasa akan lebih buruk jika harus sekamar dengan yoona dalam keadaan hatinya yang sedang kacau karena kim jongin.

“Kau bisa tidur disini jika kau mau, lagipula Sulli tidak akan pulang.” Kata tiffany.

Sulli sekamar dengan tiffany, gadis jepang itu kini tengah mengunjungi tempat kelahirannya. Katanya ibunya sakit. Jadi selama beberapa hari ini Tiffany sendirian di kamar itu. Kamar Tiffany terletak di lantai 2, sementara kamar Soojung berada di lantai 3. Kenapa mereka tidak satu kamar? Tentu saja karena Soojung harus mengalah pada Sulli dan Tiffany yang tidak ingin membagi kamar dengan orang asing yang tidak mereka kenal.

“Tentu aku mau, tapi aku tidak mungkin membiarkan yoona berpikir bahwa aku menghindarinya karena kim jongin. Aku tidak bisa seperti itu., bagaimanapun yoona sangat baik. Aku merasa buruk jika harus merasa cemburu atau masih menyalahkan takdir.”

Tiba-tiba handphone soojung berdering.

Kim Kai : Kau dimana?

Aku tidak ingin melihat namamu kai! Dengan segera gadis itu menghapus pesan itu.

“Siapa?” Tanya tiffany

“Bukan siapa-siapa.”

“Aku bisa tahu dari wajahmu soojung, kau kesal. Jika itu bukan dari yoona, aku yakin itu dari Kim Jongin.”

“Heii, kenaapa aku harus kesal pada Yoona?”

“Sudahlah, kalau aku jadi kau, aku akan menghajar gadis itu. Dia terlalu munafik.”

“Tiffany, sudahlah.. Sekesal apapun aku terhadap yoona, dia tidak seperti yang kau bayangkan. Yoona benar-benar baik. Dia sudah banyak membantuku, bahkan aku terlalu sering merepotkannya.”

“Ah, stress. Lebih baik aku mandi, dan siap-siap berkencan dengan Kris.” Tiffany bergegas membawa peralatan mandinya, lalu keluar dari kamar.

Kamar mandi di asrama putri itu memang terbatas, hanya ada dua di setiap lantainya.

Yoona datang dan menerobos masuk ke kamar itu. Menghampiri Soojung.

“Mana tiffany?”

“Dia mandi.”

“Aku kesini ingin memberitahumu, bahwa Kim Jongin menghubungiku.”

“Apa??”

Malam itu Kim Jongin datang menemui Soojung di asramanya. Gadis itu awalnya kaget dan tidak membiarkan jongin masuk sama sekali, apalagi kali ini Yoona sedang tidak ada di asrama.

Jongin datang bersama Baekhyun. Hal itu lebih membuat Soojung mengerjapkan matanya beberapa kali, ia kaget dan tidak percaya bahwa kedua makhluk yang mampu menggetarkan hatinya itu kini ada di depan matanya. Ada di dalam kamarnya!

Terlihat jelas sekali gadis itu sangat gugup, ini kali pertama baginya berhadapan dengan kedua laki-laki yang kini tengah duduk di kasur kosong milik yoona.

“A-ada apa?” Soojung mencoba terlihat biasa saja, namun wajahnya yang memerah bahkan rasa gugupnya ketara sekali.

“Aku tidak salah orang, kan?” Jongin menatap Soojung dengan matanya yang memancarkan kebahagiaan, senyum manis lelaki itu terlihat bahkan lebih manis dari hal-hal manis yang ada di dunia. Oh Tuhan! Ciptaan-Mu yang satu ini, benar-benar sempurna.

Soojung tak mampu membalas tatapan jongin, dia hanya bisa menunduk dan memainkan jari-jarinya yang dingin itu.

“Hei, aku membawa baekhyun kesini untuk menjelaskan semuanya.” Kata jongin.

Soojung mengangkat wajahnya, sekilas dia melirik kea rah baekhyun. Sebelum akhirnya kembali menunduk.

“Kau marah?” Jongin, lelaki itu tidak mengarahkan pandangannya ke tempat lain, focusnya terus saja menatap Soojung.

“Ti-tidak. Marah untuk apa?”

“Eumm.. ekhem.” Baekhyun mengangkat tangannya, ia melambai kea rah Soojung. Dia konyol, Tapi setidaknya berhasil mengarahkan focus soojung padanya. “Lihat aku, aku baekhyun. Dan kau salah lihat soojung, tadi pagi jongin tidak ada di kafetaria. Aku memang melihatmu, aku melihat yoona, tapi mana aku tahu bahwa kalian duduk disana sedang menunggu Jongin..?” Baekhyun memukul-mukul bahu jongin ringan, ia menghela nafas panjang. “Kau, seharusnya kau bilang padaku, kai… Mungkin jika aku tahu, aku akan membawa kue itu dan memakannya haha”

Jongin memukul kepala baekhyun, “Enak saja. Dia gadisku, hanya aku yang boleh memakan kue itu.”

Senyum Soojung mengembang, ia sudah bisa menghilangkan rasa gugupnya. Ternyata kedua orang itu sangat menyenangkan. Aku senang berada diantara mereka, pikir soojung sebelum akhirnya segera menepis pemikirannya, Ah tidak..tidak! Kau tak boleh serakah soojung, kau tidak boleh menyukai keduanya!

“Ngomong-ngomong sekarang kue yang kau bawa dikemanakan?” Tanya Jongin, matanya kembali menatap Soojung.

Soojung yang balas menatapnya malah semakin terpikat kedalam pesona Kim Jongin. Dengan segera gadis itu mengalihkan pandangannya, kembali memainkan jari-jarinya sendiri. “Kue nya, aku memberikannya pada Yoona dan Tiffany.”

“Ah, sayang sekali..” Jongin menunjukkan ekspresi penyesalan. “Soojung, maafkan aku.”

“Eh?” Soojung mengangkat kepalanya, ia balas menatap jongin.

“Aku kesiangan dan aku langsung mencarimu sesampainya di kampus, aku lupa tidak membawa handphone, jadi aku tidak tahu bagaimana cara menghubungimu. Hingga akhirnya aku meminjam handphone baekhyun dan menghubungi Yoona.” Kali ini jongin yang menunduk, laki-laki itu tampak menyesalinya.

“Sudahlah, lagi pula lain waktu aku bisa membuatkan kue untukmu kan?” Soojung tersenyum.

Bagaimanapun gadis itu mudah sekali merasa bahagia, dia tidak pernah bisa marah dalam waktu yang lama karena hatinya terlalu lembut dan mudah sekali luluh. Meski gadis itu mudah kesal bahkan kadang tidak bisa mengontrol emosinya, tapi ia tidak pernah bisa marah kepada seseorang yang pernah membuatnya bahagia. Apalagi ini seorang Kim Jongin, oh ayolah ia sama sekali tidak bisa marah. Rasa sakitnya memang ada, namun tidak begitu dalam, dan sumpah demi apapun bahagia yang dia rasakan saaat ini benar-benar sangat sangat………….. melebihi dari apapun soojung sangat bersyukur.

“Ah, bagaimana ini. Pikiran ku tetap kacau. Aku benar-benar merasa bersalah.”

“Aku sudah memaafkanmu..”

Beberapa saat waktu hening, semuanya diam. Soojung tahu dia memang tidak pintar mencairkan suasana. Dia tau bahwa dirinya adalah gadis yang membosan kan. Percaya dirinya hilang semenjak Sehun melakukan sesuatu yang membuat hatinya luka permanen.

“Muka lucu,, bisakah kau bernyanyi?” Kim Jongin tersenyum dan berhasil membuat Soojung mengangkat wajah cantik nya. “Lagu yang biasa kau nyanyikan, aaahh. Aku selalu merasa tenang setiap kali mendengar kau menyanyi di telpon..” Senyum itu lagi-lagi telah meluluhkan hati Soojung.

“Menyanyi?” Soojung sejenak menatap kea rah jongin kemudian kea rah baekhyun.

“Ah, kau malu? Baekhyun, bisakah kau keluar dulu?” Jongin mengedipkan sebelah matanya pada Baekhyun.

“Aha, baiklah .. baiklah..” Baekhyun berdiri dan beranjak, sebelum akhirnya Soojung mengehentikan langkahnya.

“Tidak! Baekhyun kau bisa disini.. Duduklah.” Soojung segera menatap jongin dan melotot, seolah mengisyaratkan bahwa tidak baik membiarkan baekhyun menunggu diluar sendirian.

“Well, silahkan mulaii nona manis…” Kata Kim Jongin.

“Dengan satu syarat..”

“Apa?”

“Kalian harus menunduk, tidak boleh melihatku.. Sejujurnya aku malu.”

Baekhyun dan Kim Jongin hanya tersenyum kemudian mereka menunduk.

Soojung bernyanyi, gadis itu menyanyikan lagu Lost In Love-nya Snsd.

“Aigooo.. pantas saja hatimu luluh tuan! Wah, kau hebat kai.. Diaa, suaranya mampu menggetarkan hatiku..” Baekhyun berbicara dengan bahasa korea. Binar matanya tidak bisa disembunyikan lagi bahwa suara Soojung memang benar-benar menyentuh hatinya.

“Kau.. orang korea??” Tanya Soojung, gadis itu bagaimanapun hatinya senang mendengar apa yang barusan baekhyun katakan.

“Tentu saja. Aku Korea asli haha. Jadi kau mengerti apa yang barusan aku katakan?” Kata Baekhyun dengan bahasa inggris. “Atau jangan-jangan kau juga tidak tahu kalau kai keturunan Eropa-Asia?? Lebih tepatnya lagi Prancis-Korea..” Kata baekhyun tanpa membiarkan Soojung menjawab terlebih dulu ia terus saja bicara, “tapi kai sama sekali tidak bisa mengerti bahasa korea dengan baik, haha” laki-laki itu benar-benar cerewet. Tapi Soojung selalu menatapnya penuh bahagia. Entah Jongin menyadarinya atau tidak, tapi Soojung… focus nya lebih banyak menatap Baekhyun, juga gadis itu lebih mudah tertawa untuk baekhyun.

“Unyuu,, apa kamu tidak tahu bahwa baekhyun pernah mengikuti audisi menyanyi di London?” Jongin mengalihkan pembicaraan, bagaimanapun dia tidak suka mendengar bahasa yang tidak dia pahami.

Baekhyun tertawa mendengar panggilan yang terdengar menggelikan itu. “Unyu? Haha yang benar saja!”

“Orang Indonesia, kau tahu freezy? Gadis yang mengaku dirinya cute itu? Dia menyuruhku memanggilnya dengan sebutan itu.. Unyu..” Jongin tertawa sejenak, “Memang terdengar lucu.. Dan akan sangat pas jika aku memanggil Soojung unyu hahaa”

Hari itu, hari dimana Jongin dan Baekhyun datang untuk pertama kalinya, benar-benar membuat Soojung bahagia. Dia yakin dia akan dengan mudahnya melupakan Sehun.

Ahh ternyata suliiiit,, ya sulit bagiku untuk menjauh dari Kim Jongin.. Begitupun mengalihkan pandanganku untuk tidak melihat ke arah Byun Baekhyun, sangat sulit. Bagiku kini keduanya adalah orang yang sama-sama membuatku bahagia. Hatiku mudah bergetar karenanya, tapi aku tidak boleh salah mengenai hati yang mudah bergetar dan hati yang merasakan cinta. Aku masih tidak bisa membedakan keduanya. Entah hatiku ini milik siapa, aku hanya tidak tahu apakah bahagiaku karena Kim Jongin adalah cinta? Ataukah hanya sebuah kebahagiaan karena dia selalu ada di dekatku? Aku tidak tahu. Begitupula tentang perasaan ku untuk Baekhyun yang tak semestinya ada. Aku tidak tahu.

Yang aku tahu, aku sudah berhasil melupakan Oh Sehun~

 

Author’s Note : Hallo..Halloooo…SEPERTINYA BANYAK SEKALI SILENT RIDERS YA DISINI?? 😦 Tapi tetep makasihh dehh udahh baca ff absurd ini yaa 🙂 dan buat yang masiih bertahan jadi pembaca ff ini sampee chapter ini gamsahaminda~  Apalagi buat yang senantiasa menyempatkan waktunya untuk memberikan komentarnya mngenai ff ini, makasiiiiih bangett aku doain mogaa ketemu bias dehh 😀 Masih mau lanjut?? Ayooooo tinggalkan jejak kalian , don’t be a siders yaa, aku mau kenal kalian satu-satu kalo bisa ^^

13 tanggapan untuk “Pabo Chorom – Chapter 3”

    1. Makasiihh buatt suport nyaa ^^ Nantii mncul ko tuh pacarnya jongin, ttp ikutin aja crtanyaa yaa biar smua prtanyaannya kejawab hehe.. Gomaweo buatt comment nya 🙂

  1. Woaa ternyata soojung lagi galau ya belum bisa nentuin hatinya buat siapa,. Wekekeke.. Semangat ya soojung.. Ceritanya keren thor ditunggu banget next chapnya.. Kekeke ^^

  2. Aku penasaran sama pacarnya Jongin, trus sama hubungan baekhyun Yoona yg sebenernya, trus tanggapan sulli kalo tau soojung Jongin. Keep writing ya ^^ ff mu antimainstream

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s