Pabo Chorom – Chapter 2

Pabo Chorom 2

“Dan bisakah kali ini dia melupakan segalanya kecuali laki-laki itu?”

*

Judul : Pabo Chorom [Chapter 2]

Author : Miss Meteor

Genre : AU, Romance, Friendship

Main Cast : Kim Jongin, Jung Soojung

Support : Byun Baekhyun, Yoona, Sulli, Oh Sehun, Tiffany, Other.

Length: Multichapter

Disclaimer: Fanfict ini murni hasil pemikiran author sendiri, so don’t plagiat this story !!

….

Chapter 1

.

.

CHAPTER 2

“Kau harus ingat, siapapun nanti orang yang menggantikan aku, dia harus baik padamu, dia harus orang yang lebih baik dari aku.” Sehun tersenyum dengan kedua tangannya memeluk boneka minion yang ia dapatkan dari sebuah permainan kecil di festival sekolah.

“Kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti akan meninggalkan ku?” Gadis yang duduk di sampingnya itu benar-benar tidak mengerti apa yang di maksud kekasihnya.

“Aku saat ini benar-benar takut kehilanganmu Soojung,” Kata Sehun, ia selalu mempunyai gaya bicara yang santai namun mengintimidasi.

“Kenapa? Apa kau masih tidak yakin tentang hatiku?”

“Ya. Sudah dua tahun aku menjadi kekasihmu, bahkan sudah tiga tahun aku mengenalmu, aku tau gadis seperti apa kamu.”

“Apa maksudmu?”

“Kau selalu melihat lelaki lain bahkan saat kau sedang bersamaku! Bahkan saat kau melihat pentas seni tadi, kau terkagum-kagum kan mendengar suara Kyuhyun sii suara emas itu? Juga saat Taemin menari dengan sangat energic, matamu berbinar.. Ckk.. Napeun yeoja.”

Saat itu juga Soojung tersenyum smirk, ia lelah jika harus menanggapi kecemburuan Oh Sehun yang memang kekanak-kanakan. Ia ingin sekali menampar Sehun, tapi tidak bisa. “Kau terlalu seenaknya bicara Oh Sehun.. Aku tidak seperti itu!”

“Mengaku saja, aku pernah menjadi sahabatmu. Jadi aku tau gadis seperti apa kamu, gadis yang selalu bahagia jika seseorang menatapmu, gadis yang selalu jatuh cinta pada lelaki yang bersuara merdu, apalagi jika lelaki itu lebih tampan dariku.. Kau terlalu mudah jatuh cinta Soojung!”

“Sudahlah, aku lelah dengan semua tingkahmu yang childish itu.. Aku mau pulang! Antarkan aku sekarang!” Soojung bangkit dari tempat nya, ia membelakangi Sehun.

“Pulanglah sendiri..” Kata Sehun pelan.

Apa?? Dia menyuruh pacarnya itu pulang sendiri? Dia mengatakan hal itu pada seorang gadis??

“Kau tau Sulli, setiap kali aku patah hati, aku akan mengingat Sehun.”

“Aku mengerti perasaaanmu Soojung, sudah satu tahun kamu tidak pernah merasakan hatimu bergetar karena seseorang lagi kan? Satu tahun kamu hidup dalam kehampaan, kesedihan, karena Oh Sehun. Dan, saat kau merasakan hatimu bergetar karena Baekhyun, ternyata dia sepertinya menyukai Yoona.” Kata Sulli.

Penjelasan itu semakin membuat hatinya sakit, mungkin perkataan Sehun tentangnya benar, dia memang mudah sekali jatuh cinta. Dan saat ini ia sadar bahwa dirinya hampir saja jatuh cinta pada orang yang salah. Hampir? Bukankah sudah?

“Hei, ini minuman kalian. Tanpa alcohol.” Yoona datang membawa dua gelas minuman yang di pesan Sulli dan Soojung.

“Terimakasih..” Soojung langsung meminum minumannya, oh sungguh ia tidak pantas jika harus membenci orang sebaik Yoona, teman yang pernah ia nobatkan sebagai teman terbaik sepanjang jaman, teman yang paling mengerti dirinya dibanding orang lain bahkan Tiffany saudaranya. Baiklah, kali ini Soojung harus kembali menutup hatinya untuk Byun Baekhyun.

Lagi pula sungguh memalukan, pikirnya. Ia selama ini mengira Baekhyun menyukainya, tapi ternyata tidak. Baekhyun hanya melihat Yoona saat itu, bukan dirinya.

Café Lordey malam itu sudah di sewa oleh ketua organisasi, meskipun tidak ada pengunjung lain selain yang bukan organisasi tersebut, tapi café itu sangat penuh menurut Soojung, suara music mengalun dengan berbagai macam genre.

“Selamat malam rekan-rekan semua,” Seseorang bertubuh jangkung yang dikenal sebagai ketua organisasi itu maju ke atas panggung café dan membuat semua yang hadir memusatkan perhatian mereka ke tempatnya berada. “Sekarang silahkan bergabung dengan departemen masing-masing, satu departemen terdiri dari dua puluh orang seperti yang sudah saya bagi tempo hari. Silahkan membuat program kerja untuk satu tahun ke depan, mohon kerja samanya. Terimakasih.” Park Chanyeol pun kembali ke tempat duduknya.

Waktu tak terasa sudah menunjukkan tengah malam, karena sudah terlalu malam ketua organisasi pun memutuskan untuk menunda rapat selanjutnya minggu depan.

Soojung menghela napas panjang, baginya suasana di sana sangat menyesakkan. Apalagi ia tahu sepanjang malam Yoona tersenyum dan menceritakan bahwa gadis itu sedang SNS-an bersama Baekhyun, padahal mereka duduk di ruang yang sama. Mereka menjadi dekat? Baiklah. Soojung menyerah. Tapi tetap saja hatinya sakit.

Ia melangkah keluar dari café bersama Yoona dan Sulli.

“Hei, Gadis Hijau. Hati-hati ya!”

Gadis Hijau? Oh yang benar saja, ada hulk di café ini? Karena di ambang pintu hanya ada mereka, Soojung yakin teriakan itu tertuju untuknya, eum atau tepatnya lagi untuk salah satu diantara mereka. Soojung menoleh, namun di dalam café benar-benar ramai. Apa hanya dia yang mendengar seseorang berteriak seperti itu?

“Apa kalian mendengarnya?” Tanya Soojung.

“Mendengar apa?”

“Hei, Gadis Hijau. Hati-hati ya..” Soojung mengulang apa yang ia dengar.

“Tidak, aku tidak mendengarnya.”

Yang benar saja, hanya Soojung kah yang mendengar lelaki itu berteriak seperti itu? Kepada siapa? Siapa gadis hijau yang dia maksud?

Soojung tau saat itu ia memakai baju berwarna hijau, tapi ia segera menepis pikiran tentang laki-laki yang ia pikir berteriak kepadanya. Karena lagi-lagi saat itu ia takut bahwa lelaki itu bermaksud berteriak pada Yoona, gadis itu memakai tas tangan dan sepatu berwarna hijau.

Lupakan. Cukup lupakan malam ini. Lupakan semua laki-laki yang tidak pernah jelas itu!

Bipp…

Notice SNS handphone Soojung berbunyi, dilihatnya ternyata itu sebuah pesan masuk.

Soojung duduk di kasurnya dengan memeluk minion kesayangannya, ia menoleh ke tempat Yoona, gadis itu belum pulang. Kemana dulu dia? Ini sudah tiga puluh menit setelah Soojung turun dari Bus kota bersama Sulli.

Soojung membuka handphone nya, jemarinya mengusap layar handphone dan ia kemudian mengkerutkan kening saat melihat pesan dari Kim Kai.

Kim Kai : ~Hei Muka Lucu .. Apa kau pulang dengan selamat?

Soojung pun menggerakan jemarinya, sebelum ia membalas pesan dari akun yang bernama Kim Kai. Gadis itu berniat melihat Profil pemilik akun, mungkin saja ada foto yang dia kenal.

Tapi beberapa saat handphone nya berdering lagi, bipp..

Kim Kai : Muka Lucu..

Soojung : Siapa kau?

Kim Kai : Kau tidak mengenalku?

Soojung : Tidak.

Kim Kai : Jangan katakan tidak, ayolah..

Soojung : ???

Kim Kai : Katakan BELUM..hehee

Soojung : Belum..

Kim Kai : Hanya itu? Kau tidak akan bertanya siapa aku?

Soojung : Kau.. Kim Kai.??

Kim Kai : Aku Kim Jongin.

Soojung melotot, sekali lagi ia membaca apa yang tertera di layar handphone nya. KIM JONGIN?

Yang benar saja! Ada apa dia mengirim ku pesan di SNS? Apa dia mengenalku? Oh ayolah, aku tau gadis seperti apa yang seharusnya membuat lelaki seperti Kim Jongin tertarik, tentu saja bukan seorang seperti ku.. Soojung menghela napas berat.

Kemudian sekali lagi ia melihat kea rah tempat tidur Yoona, dengan menyipitkan matanya, kemudian gadis itu mengerang. Seolah mengingat sesuatu.

Yoona bilang dia mendapat pesan dari Baekhyun dan Kim Jongin, benar! Ck. Dasar lelaki.

Merasa kesal ia pun melempar handphone nya, dan segera merebahkan tubuhnya.

Kenapa dia harus kesal? Dia tidak membenci Yoona, hanya saja… Apakah harus semua lelaki lebih tertarik pada Yoona? Baiklah, Soojung mengakui bahwa dirinya tak lebih baik dari Yoona. Soojung hanya memiliki wajah yang lebih cantik dengan kejutekkannya. Muka Lucu? Dilihat darimana nya? Gadis seperti Soojung itu benar-benar tidak lucu, bahkan untuk seseorang yang tidak dia kenal, dia tidak akan begitu mudah untuk tersenyum. Ini baru pertama kali baginya mendapat panggilan seperti itu –Muka lucu- apalagi dari seorang lelaki. Konyol.

Seulas senyum tersungging dari bibir tipisnya, bagaimanapun lelaki yang bernama Kim Jongin, benar-benar konyol.

Biipp… Soojung melihat handphone nya yang berdering.

Kim Kai : Hei muka lucu.. Tidur?

Soojung : Berhentilah. Aku tidak lucu.. Mungkin kau salah orang.

Kim Kai : Tidak, aku tidak salah orang..

Soojung : Bagaimana jika pada kenyataannya kau salah orang?

Bagaimanapun Soojung sangat takut jika ia harus jatuh kepada orang yang salah lagi, seperti saat ia hampir jatuh cinta kepada tatapan byun baekhyun yang ternyata bukan tertuju padanya, melainkan pada Yoona. Gadis yang sudah lama menutup hatinya itu memang mempunyai sifat yang mudah Ge-er.

Kim Kai : Aku akan mempertanggung jawabkannya.

Soojung : Maksudmu?

Kim Kai : Aku akan mempertanggung jawabkan jika pada akhirnya kau terpesona padaku..hehee. Tapi akan aku pastikan bahwa aku tidak mungkin salah orang..

Soojung : Bagaimana bisa aku terpesona padamu tuan kim? Wajahmu saja aku lupa..

Kim Kai : Berarti kau pernah melihat aku setidaknya sebelum kau lupa?

Soojung : Itu karena kedua teman ku, menyukaimu (Sebelum mengirim pesan ini, Soojung terdiam sejenak, entah apa yang ada di pikirannya, gadis itu menghapus kata –Menyukaimu- dari pesan itu sebelum kemudian mengirimnya.)

Kim Kai : Karena kedua temanmu? Wohooo.. Kalau begitu aku tidak perlu berkenalan dengan kedua temanmu itu yakan?

Soojung memutar bola matanya, jadi lelaki ini memang berniat mendekati semua wanita? Oh sepertinya seseorang seperti Kim Jongin memang punya kebiasaan seperti ini? Baiklah, aku harus mengabaikannya. Hanya harus mengabaikannya. Pikir Soojung.

Soojung berjalan bersama Sulli menuju kantin, mereka sudah berjanji akan menemui Yoona setelah kelas usai. Keempat gadis itu memang selalu berkumpul membicarakan apa saja setelah kelas usai. Namun kali ini Tiffany tidak ikut, gadis itu kencan dengan pacar barunya, Kris Wu.

Langkah Soojung tiba-tiba terhenti.

“Kau kenapa?” Tanya Sulli.

Soojung mengabaikan pertanyaan Sulli, gadis itu menoleh ke belakang. Dan matanya membulat saat matanya bertatapan dengan BYUN BAEKHYUN. Lagi, untuk yang ke beberapa kalinya. Entah kenapa Soojung seolah bisa menyadari keberadaan Baekhyun, dimanapun itu Soojung akan otomatis menoleh kea rah tempat baekhyun berada. Meski baekhyun sedang tidak berbicara apapun. Sepertinya sarafnya sudah terbiasa memandang baekhyun dari kejauhan, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, Soojung akan merasakan kehadiran Baekhyun. Ini aneh, bukan hanya satu atau dua kali, tapi terlalu sering bagi Soojung harus mengalami semacam kebetulan yang membuatnya lebih sering melihat Byun Baekhyun di kampus.

“Baekhyun lagi? Kau masih menyukainya?” Sulli menyadarkan Soojung.

Soojung menghela nafas berat, “Entahlah..” Desahnya.

“Byun Baekhyun memang selalu berkeliling sendirian di kampus, sepertinya dia sok sibuk. Dan kebetulan matamu itu selalu menangkap keberadaannya. Selalu tertuju padanya. Apa kau benar-benar menyukainya?”

“Entahlah, aku tidak merasa aku menyukainya. Tapi ini sangat aneh Sulli, saat aku harus selalu menyadari keberadaannya dan kemudian tak disengaja bertemu pandang dengan mata itu, hatiku….”

“Kau menyukainya.” Sulli tersenyum kemudian merangkul tangan Soojung. “Apa Baekhyun juga mendekatimu seperti dia mendekati Yoona?”

Oh Tuhan.. Sepertinya gadis itu merasakan sesak di dasar hatinya, ia lupa bahwa sangat jelas sekali baekhyun tidak pernah menatapnya. Bahkan untuk tertarik pun tidak.

“Jangan merasa berkecil hati, kau tahu kan kim jongin-ku pun mendekati Yoona.. Dan aku tetap tidak akan berhenti untuk menyukainya.”

Soojung terkejut mendengar itu, ia ingat bahwa kim jongin pun mendekatinya. Tapi apa dia harus memberitahu Sulli mengenai itu? Oh tidak, ia tidak ingin menyakiti hati Sulli. Lagi pula dia tidak akan membalas pesan dari Kim Jongin lagi, mungkin.

“Sulli, aku bahkan lupa seperti apa Kim Jongin-mu itu.”

“Kau? Bagaimana kau bisa melupakan orang popular seperti kim jongin?” Sulli kemudian memperlihatkan handphone nya, di layar handphone tersebut sangat jelas wajah kim jongin memenuhi layar, senyum lelaki itu..sungguh mematikan! Ya tuhan, dia sangat…..

Berhentilah Soojung! Kau tidak boleh membuat Sulli merasakan sakit seperti mu.

“Apa kau juga tahu bahwa Yoona sangat menyukai Kim Jongin?” Sulli menghentikan langkahnya, “Dia tidak harus seegois itu kan?”

“Ma..maksudmu?”

“Dia setidaknya harus memilih antara baekhyun dan jongin, mereka adalah teman baik, dan tidak baik menghancurkan persahabatan mereka hanya karena keserakahan Yoona yang memanfaatkan perasaan kedua orang itu.”

“Perasaan keduanya? Maksudmu Jongin juga menyukai Yoona?” Soojung lagi-lagi terkejut.

“Tentu saja, aku sering memergoki Jongin tengah memperhatikan Yoona.”

“Apa Yoona tau itu?”

“Tentu saja.”

“Tidak seharusnya dia mempermainkan hati Baekhyun!”

“Hei, apa hanya perasaaan baekhyun yang kau pikirkan? Bagaimana dengan Jongin-ku?”

“Kim Jongin lebih pandai merayu wanita dibanding Baekhyun, lagi pula aku yakin Kim Jongin tidak mampu menyaingi ketulusan Baekhyun.” Soojung menghela nafas, ia sama sekali tidak peduli jika Kim Jongin harus patah hati karena wanita, tapi tidak dengan Baekhyun. Soojung tau tatapan itu, ia tau orang seperti apa baekhyun, lelaki itu mampu menyayangi wanitanya dengan tulus, Soojung yakin itu. Dia bisa melihat dari cara baekhyun menatap Yoona.

Entah kenapa memikirkan baekhyun patah hati karena wanita lain atau terlebih karena Yoona, hati Soojung sakit. Dia tidak ingin Baekhyun salah memilih. Sudah jelas-jelas dia akan menyayanginya dengan tulus juga jika dulu kenyataannya Bekhyun memandang Soojung, tapi apa daya, takdir berkata lain.

“Darimana kau tahu Kim Jongin pandai merayu?” Sulli menyipitkan matanya.

Malam itu Jung Soojung tengah berkutit dengan tugas kuliahnya di kamar.

Bipp.. Notice pesan SNS mengejutkan Soojung. Soojung membuka handphone nya.

Kim Kai : Hei muka lucu.. bisakah kau memberiku nomor handphone mu? Ada yang ingin ku tanyakan mengenai organisasi.

Soojung berfikir sejenak, bolehkah? Apa ini tidak apa-apa untuk Sulli? Aish.. Lagi pula apa salahnya berteman? Bolehkah dia hanya berteman saja dengan Kim Jongin?

Gadis itu pun mengirim nomornya kedapa Kim Jongin.

Waktu menunjukkan pukul 20.00 KST.

Saat itu Yoona seperti biasa tidak ada di kamarnya, Yoona banyak mengikuti himpunan atau organisasi lain di kampus. Sudah biasa bagi Soojung sendirian di kamarnya hingga tengah malam.

Handphone Soojung berdering, kali ini ia melihat panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenal.

“Hallo?”

“Hai muka lucu..”

Alisnya terangkat, muka lucu? Apakah… Kim Jongin meneleponnya?

Suaranya… Cara dia memanggil dengan sebutan Muka Lucu, sangat lembut. Soojung menyukai caranya memanggil dirinya dengan sebutan itu.

Oh ada apa ini, hatiku sepertinya kambuh lagi. Ia dengan mudahnya bergetar. Tidak, tidak. Ayolah Soojung, kau harus ingat janjimu pada Oh Sehun sebelum berpisah!

“Ke..kena..pa kau..” Dengan gugup Soojung mencoba bertanya, tapi suara di ujung sana sudah mendahuluinya menjawab.

“Aku meneleponmu karena aku ingin tahu kau sedang apa?”

“Apa urusanmu?”

“Aku ingin mengajakmu keluar, tapi sepertinya kau tidak mau. Jadi aku hanya ingin menelepon mu.hehe”

Oh baiklah, harus Soojung akui bahwa ini adalah kali pertamanya ia bercakap dengan seorang laki-laki di telepon setelah satu tahun lamanya ia menutup diri.

Gadis itu juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia sangat tertarik kepada Kim Jongin setelah ia mendengar betapa lembutnya suara Kim Jongin.

“Apa kau tidak salah orang?” Tanya Soojung hati-hati.

“Tidak Soojung.. Tidak. Kau si muka lucu, Jung Soojung. Orang yang aku tau selalu menunduk saat berjalan sendirian, orang yang mempunyai senyum manis yang bisa menular. Aku tau itu kamu.”

“Apa aku pernah tersenyum padamu?”

“Tidak,, hehe”

“Lalu dari mana kau tahu senyum ku manis?”

“Eumm, aku hanya membayangkan nya..”

“Huh.. Kau sangat pintar merayu wanita tuan Kim..”

“Tidak, aku hanya merayu wanita yang ingin aku rayu. Dan itu tak banyak.”

“Tak banyak???? Berarti lebih dari satu.” Soojung berdecak.

Terdengar tawa Jongin memecah suasana. Entah kenapa Soojung suka tawa itu, ia suka suara Kim Jongin. Dan sepertinya jongin mempunyai tawa yang menular. Soojung tersenyum, menutup mulutnya dengan satu tangan, ia tidak ingin jongin tau bahwa dirinya tengah tersenyum.

“Lalu kenapa orang seperfect kamu bisa datang padaku?” Tanya Soojung tiba-tiba.

“Apakah berteman itu harus berpilih-pilih? Ehm, tunggu. Apa tadi kau bilang? Aku perfect?” Jongin tertawa. Tawanya sangat lembut. “Aku tidak seperfect itu.”

Satu jam sudah berlalu, Soojung masih berbincang dengan lelaki itu di telepon. Ia tidak sadar begitu cepat waktu berlalu, dalam sekejap lelaki itu bisa membuatnya merasa senyaman ini.

“Aku benar-benar baru pertama kali ini merasa nyaman dengan sangat cepat pada seorang gadis.” Kata Jongin.

Apa dia membaca pikiran Soojung? Kenapa dia juga berkata seperti itu?

“Berhentilah merayuku kai, aku tidak mau menyukaimu.”

Kemudian jongin tiba-tiba diam, kenapa diam? Apa barusan ada yang salah dengan perkataannya? Ingin sekali Soojung berbicara, tapi dia terlalu malu. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk diam juga.

“Kau bosan..” Jongin mulai berbicara.

Soojung mengangkat alis, siapa yang bosan? Bukankah tadi jongin yang diam terlebih dulu?

“Saat itu kau bosan.” Lanjut Jongin. “Lalu kau memutuskan untuk pergi ke toilet.”

“eh?” Soojung sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Kim Jongin.

“Kemudian kau menabrak seseorang yang berjalan ke arahmu, dia mabuk. Kau ingin menolongnya, tapi lucunya karena sepertinya kau takut, kau malah membiarkannya.” Kim Jongin tertawa, “Aku memperhatikanmu Soojung, di Club beberapa waktu yang lalu.”

Soojung berfikir sejenak sebelum akhirnya ia mengingat apa yang barusan Kim Jongin ceritakan tentang dirinya. Saat ia mengantar Tiffany berkencan dengan Tao? Ya! Itu sudah sangat lama. Bagaimana bisa…

“Aku menyukaimu. Muka lucu.”

Kata-kata yang dilontarkan jongin barusan membuat jantung Soojung berhenti berdegup beberapa saat, ia seperti merasa sesak, kemudian waktu terasa berhenti.

TREEEEEETT TREEETT. Tiba-tiba saja handphone Soojung mati. Handphone nya Lowbatt.

Soojung tampak idiot saat itu, dia terdiam dengan tatapan matanya yang kosong, apa yang terjadi pada gadis itu? Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. Kemudian ia berlari dan segera mencharger handphone nya. Menyalakannya.

Beberapa menit Soojung terdiam memelototi layar handphone nya, berharap Kim Jongin akan mengirimnya pesan, bertanya kenapa sambungan terputus. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda Kim Jongin akan mengirim pesan. Kenapa?? Jika lelaki itu benar-benar menyukainya, bukankah dia seharusnya menanyakan keadaaan Soojung saat ini?

Hingga satu jam berlalu, gadis itu masih tidak bisa tidur. Dia terus saja menyalakan handphone nya.

Drrtttt… Handphone nya akhirnya bergetar.

~ Hei muka lucu,, bolehkah aku menelepon mu lagi?

Satu jam? Setelah satu jam menghilang? Selama satu jam itu dia kemana? Kenapa saat ini dia baru muncul dan menghubunginya?

Soojung ingin mengabaikannya, tapi handphone nya berdering lagi, kali ini ituu benar-benar dering telepon yang sama sekali tidak bisa dia tolak.

“Hallo?”

“Kau belum tidur?” Terdengar suara Jongin di ujung sana.

“Tentu saja belum.”

“Kenapa?”

KAU TANYA KENAPA?? Ya ampun sepertinya tenggorokan Soojung benar-benar kering, ubun-ubunnya seperti akan benar-benar meledak karena serentetan kata-kata merutuki Kim Jongin yang tertahan sejak tadi tidak bisa ia keluarkan, dan sekarang laki-laki itu bertanya hal yang bodoh?

“Hei muka lucu.. Kau tidak tidur kan?” Suara Jongin menyadarkan Soojung dari pemikirannya,

“Tidak..” Jawab Soojung cuek. Walau sebenarnya ia tak ingin secuek itu.
“Katakan apa kau menyukai ku juga?”

“Tidak..” Jawab Soojung, gadis itu berusaha berkata sebaik mungkin tanpa jongin harus tahu bahwa bibirnya tengah melengkungkan senyum saat itu.

“Kenapa?? Bukankah kau juga merasakan hal yang sama dengan ku?”

“Tidak..”

“Hei muka lucu, kau kenapa??”

Soojung terdiam, dia sendiri bingung dan tidak tau harus berkata apa.

“Hmm, aku tebak.. kau barusan menungguku, benar? Pantas kalau kau marah.”

Eh? Berani-beraninya kau berkata seperti itu tapi tidak minta maaf padaku??? Soojung merintih dalam hati.

“Maafkan aku.”

“Apa?” Soojung tak habis pikir, apakah laki-laki itu mendengar apa yang dia katakan dalam hatinya?

“Maafkan aku. Menyakitimu.”

Me-menyakiti? Hatiku tidak sakit, sungguh. Sama sekali tidak sakit. Pikir Soojung.

“Maafkan aku, telah membuatmu menunggu.”

“Eh? A-aku tidak menunggumu.”

“Benarkah?” Terdengar Jongin menghela nafas berat, “Ah, sayang sekali. Padahal aku disini menunggu.”

“Menunggu untuk apa?”

“Aku menyukaimu, sudah ku katakan kan? Tapi satu jam yang berlalu membuat aku menyadari betapa aku sudah berubah, aku tidak hanya menyukaimu. Aku merindukanmu. I Love You muka lucu..”

“Secepat itu?. Kai, apa kau terbiasa seperti ini terhadap gadis lain? Dengan mudahnya mengatakan hal-hal seperti itu?” Soojung tidak menyadari bahwa nada bicaranya meninggi. Sebahagianya gadis itu, dia tidak harus begitu mudah mempercayai Kim Jongin kan?

“Aku juga merasa aneh, ini kali pertama aku seperti ini Soojung. Aku orangnya selalu berkata jujur. Jika aku sudah merasa nyaman, maka aku akan lebih mudah berkata jujur.”

Soojung tidak tahu perasaan apa ini, hatinya ingin, ia bahagia, tapi sisi lain dalam dirinya tidak ingin, karena pertama kali mengenalnya saja ia harus menunggu dan sedikit merasa sakit saat beberapa waktu yang lalu Jongin tidak juga meneleponnya. Soojung merasa bodoh. Perasaan apa ini?

“Aku mencintaimu. Tapi………”

“Tapi?” Hati Soojung berdegup lebih cepat, ku mohon jangan katakan hal-hal yang membuatnya jatuh hingga merasa sakit. Apa kau akan mengatakan tapi aku tidak pantas bersamamu karena kau terlalu perfect? Atau apa karena aku terlalu jelek? Atau… Eh? Kenapa aku harus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang menyakitkan? Apakah aku akan merasa sakit karena Kai? Ya tuhan, tidak ! ini tidak boleh terjadi, jika aku merasa sakit, berarti hatiku.. hatiku merasakan hal yang sama dengannya? APA AKU MENCINTAINYA JUGA???? TIDAK!

“Tapi.. ah aku sungguh tidak enak memberitahunya padamu.”

“Kenapa harus tidak enak?”

“Aku harus menjaga hati wanita yang aku sayangi Soojung. Jadi aku merasa tidak enak jika aku mengatakan hal ini kepadamu”

“Katakan saja, aku tidak akan merasa sakit. Sungguh.” Ia berpura-pura,

“Haruskah aku menghilang dari hidupmu? Membiarkanmu kembali menjalani hari-hari tanpa aku, juga berpura-pura tidak mengenalmu saat kita bertemu, begitukah?” Terdengar suara Jongin semakin pelan, dan ia tampak serius. Apakah dia serius mencintai Soojung? Lalu ada apa dengannya? Kenapa laki-laki itu berbicara seperti itu?

“Cepat katakan ada apa?”

“Aku mencintaimu.” Terdengar Jongin menarik nafas panjang. “Tapi kau datang di saat yang tidak tepat.”

Soojung semakin tidak mengerti.

“Apa kau pernah mencintai orang lain saat jelas-jelas kau mempunyai kekasih?”

SERING. Jawab Soojung dalam hati. Ia sangat menyadari bahwa begitu mudah gadis itu jatuh cinta, tapi Soojung berbeda. Gadis itu tidak akan pernah berhubungan dengan laki-laki manapun saat dia mempunyai kekasih. Hanya saja gadis itu terlalu mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi dia tau betapa berat rasa kehilangan, untuk itu dia selalu menjaga apa yang saat itu dia miliki. Namun sayangnya Sehun tidak pernah percaya kepada gadis itu, dan percaya atau tidak, selama satu tahun ia tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun, bahkan dekat dengan seorang lelaki saja akan membuatnya trauma dan merasa bersalah pada Sehun.

Kali ini berbeda, Kim Jongin –dan byun baekhyun- adalah orang yang dengan mudah masuk ke dalam hatinya. Mungkin saat ini perasaan Soojung lebih kepada Jongin, tentu saja karena lelaki itu dengan mudah membuatnya merasa melayang tinggi ke atas awan.

“…..Aku mencintaimu, tapi kau datang di saat aku sudah memilikinya. Dia, yang saat ini menjadi kekasih ku.” Suara Jongin memecah suasana,

Apaaa?? Apaa Soojung salah dengar?? Ia mengerjapkan matanya dengan satu tangan yang secara refleks membekap mulutnya. Baru saja gadis itu dibuat melayang dan saat ini begitu mudahnya Kim Joongin dengan cepat menghempaskan perasaan gadis itu. Rasanya……….. Sedikit sakit.

“Soojung..” Lirih Jongin, terdengar suaranya tampak pasrah, namun penuh harap, “Berjanjilah kau tidak akan pergi, tidak akan mengabaikanku, dan…..”

Dan?? Soojung masih tidak percaya dengan apa yang dilontarkan Kim Jongin, lelaki itu bukannya minta maaf, malah berharap soojung tidak pergi. Ayolah katakan kau akan meninggalkan gadis itu.. Lalu datanglah padaku, jika memang kau mencintaiku. Batin Soojung.

“…dan ku mohon jangan pernah ungkit mengenai gadis itu jika kita sedang bersama.”

“Apa??” Soojung tidak bisa menahan diri lagi, ia ingin melempar handphone nya sampai menjadi kepingan jika bisa, tapi tidak.. Soojung tidak bisa. Dia tidak bisa marah, bagaimanapun ia tau dirinya sangat bahagia atas perasaannya. Dan bisakah kali ini dia melupakan segalanya kecuali laki-laki itu?

~~~

Author’s Note : Hai Miss Meteor come back niih, dengan ff absurd yang satu ini. Thanks buat readers yang sudah memberikan komentarnya di chapter satu, yooo ayo yang minat baca chapter selanjutnya diharapkan tinggalkan jejak nya ya di kolom komentar ^^ Dan menurut kalian, apa yang akan kalian lakukan saat berada di posisi soojung?? Oooow…saat hati sudah bahagia karena cinta, ia harus dihadapkan dengan seseorang yang sudah taken :3

8 tanggapan untuk “Pabo Chorom – Chapter 2”

    1. Ohh gitu yah hehehe okay deh kalau kek gitu 🙂 linknya boleh dong kasih tahu aku penasaran aku lupa lanjutannya aku udah baca apa belum gitu 😀

  1. Aku baru baca Chapter ini dan jatuh cinta dengan mudah sama ff ny, karakter soojung ny bagus, alur ny juga teratur, keep writing ya ^^

  2. Kalo diposisi soojung mending menjauh aja.. Gak enak ngerusak hubungan orang.. Sabar aja nanti juga dapat yg lain.. Ditunggu banget thor next chapnya.. Kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s