Pabo Chorom – Chapter 1

Pabo Chorom [4]

Author By Miss Meteor

Cast : Kim Kai, Jung Soojung, And Other~

♥♥♥

PROLOG

Biarlah aku menjadi bisu, tuli, bahkan tidak melihat apapun untuk bisa membuatku bertahan di dekatmu.

Biarlah aku pura-pura tidak tahu bahkan tidak ingat apa yang aku ketahui asalkan kamu tetap bersamaku.

Bukankah aku sangat hebat bertahan sejauh ini? Ataukah aku yang terlalu bodoh bisa bertahan di dekatmu selama ini?

Sungguh, aku tidak akan jatuh terlalu dalam kepadamu. Aku hanya butuh kamu, untuk tetap berada disisiku.

Dia terdiam dengan sejuta rasa sakit yang menghujam hatinya, apakah ini nyata? Apakah yang dilihatnya saat itu benar? Bukankah dia yakin ini tidak akan terjadi?

Sepertinya ini bukan pertama kali jantungnya berhenti berdegup untuk beberapa saat, ia merasa seolah hendak mati karena orang itu, tapi rasa sakit yang sering kali ia rasakan dulu bukan apa-apa dibanding apa yang saat ini ia rasakan, sumpah demi tuhan sepertinya ini adalah rasa sakit yang mampu membuatnya bahkan tidak bisa mengingat apa yang dia katakan beberapa detik yang lalu. Ia ingin pergi, kalau bisa berlari.

Apa dia yakin akan menarik diri dari orang yang selama ini selalu ada di sisi nya? Sepertinya tidak, dia tau ini hanya akan membuatnya jatuh..

Jatuh terlalu dalam..

~~~*

CHAPTER 1

“Sulli,” Seorang gadis berwajah mungil itu mengulurkan tangannya kepada seorang yang saat itu duduk di kursi yang terletak di belakang kursinya.

Gadis yang di ajak bicara mengangkat alis dan wajahnya kebingungan, baiklah dia belum sadar bahwa gadis yang berbalik menghadap ke arahnya itu sedang mengajaknya kenalan.

“Namaku Sulli Nakazima, aku berasal dari Jepang.” Katanya dengan bahasa inggris, “Kau bisa memanggilku Sulli.”

“Ah, maafkan aku.” Gadis berkulit putih dengan rambut diikat kebelakang itu tertawa sumbang, dan berbicara dengan bahasa inggris “Jung,” Gadis itu menyambut uluran tangan Sulli. “Jung Soo-jung. Senang mengenalmu,” Katanya ramah.

Soojung adalah seorang gadis dengan penampilan yang bisa dibilang biasa saja tapi juga tidak –terlalu biasa- karena memang Soojung selalu mengesampingkan penampilannya.

Hari itu adalah hari pertama Jung Soojung memasuki kelas Teknik Informatika, jurusan yang ia ambil saat memasuki salah satu Universitas di London. Dia datang ke London dengan seorang saudara sekaligus teman seperjuangannya, namanya Tiffany. Mereka memasuki jurusan dan kelas yang sama. Mereka berasal dari Korea.

“Aku tau bahasa inggris ku tidak lancar,” Bisik Tiffany pada Soojung. “Tapi setidaknya aku tau kalian sedang sama-sama memperkenalkan diri.”

Soojung tersenyum lalu memperkenalkan Tiffany kepada Sulli.

“Well, sepertinya kau juga harus memberitahu Sulli bahwa aku tidak begitu pandai berbicara bahasa Inggris.” Kata Tiffany.

Raut wajah Sulli berubah menjadi kebingungan, ia mendengar perkataan Tiffany yang sama sekali tidak dipahami olehnya.

“Sulli, temanku ini sepertinya perlu kursus bahasa Inggris terlebih dahulu sebelum mengikuti jam kuliah selanjutnya.” Kata Soojung disusul dengan tawanya, ia kemudian merangkul Tiffany yang kebingungan dan bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Soojung barusan.

Tiffany adalah seorang gadis yang berpenampilan menarik dan memiliki bentuk tubuh porposional bahkan memiliki tinggi badan yang lebih dari wanita asia pada umumnya. Di Korea, Tiffany lebih pandai bergaul dibanding Soojung, namun sepertinya di luar negeri benar-benar membuat Tiffany kesulitan. Beruntung Soojung selalu berada disisinya dan selalu membantunya berkomunikasi dengan siapapun, termasuk laki-laki yang mendekati Tiffany. Kadang itu membuat Soojung kepayahan, bagaimanapun dia bukan asisten Tiffany, kan? Lalu kenapa dia harus membantu Tiffany berkomunikasi dengan banyaknya lelaki –yang semuanya hampir bukan typical orang  yang baik dimata Soojung- yang ingin mendekati Tiffany?

“Soojung, tolong katakan aku akan menunggunya di café house dekat sungai mosele nanti malam,”

APA?? Apa Tiffany akan berkencan lagi? Lalu apa yang harus Soojung lakukan kali ini? Apa dia akan mengikuti Tiffany berkencan? Atau akan mendengarkan pembicaraan mereka melalui telepon? Tidak, tidak, tidak selamanya ia harus disibukkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan Tiffany dan kisah percintaannya itu.

“Soojung, apa kau mendengarku?” Laki-laki berambut pirang dengan mata coklat kelam itu menyadarkan Soojung dari pemikiran-pemikirannya mengenai Tiffany.

“Tentu saja. Aku mendengarmu Lay.” Kemudian Soojung melirik kea rah Tiffany yang saat itu sedang menatapnya dengan sejuta pertanyaan. “Tiffany, dia mengajakmu berkencan!”

Mendengar hal itu Tiffany memutar matanya, “Apa? Dia bukan type ku. Aku tidak ingin berkencan dengannya.”

Ini bukan pernyataan Tiffany yang pertama kalinya –menolak kencan- seseorang seperti Lay, laki-laki itu memang terlihat –baik- dan Soojung seharusnya tahu typical laki-laki yang Tiffany ingin itu adalah seorang yang terlihat –tidak baik- namun juga –tidak buruk- ya seperti itulah Tiffany.

“Jadi apa yang harus aku katakan padanya?” Soojung menatap tajam kemudian mengkerutkan keningnya, dia benar-benar tidak suka harus menyakiti siapapun.

“Katakan saja aku sudah memiliki jadwal kencan dengan Tao malam nanti!” Tiffany mengeluarkan kaca bulat dari tas tangannya, gadis itu memutarkan bola matanya dan sekali lagi menghela napas berat. “Ayo katakan! Aku ingin segera pergi dan mempersiapkan diri untuk kencan perdana ku dengan Tao.”

Dengan senyum yang dipaksakan Soojung meminta maaf kepada Lay dan berkata dalam bahasa inggris, “Maafkan aku Lay, sepertinya kau terlambat.”

Lay mendengus kasar, “Aku tentu kalah jika harus dibandingkan dengan Tao.”

Laki-laki itu pun pergi meninggalkan Soojung dan Tiffany.

“Baiklah, jadi siapa itu Tao?” Soojung berkacak pinggang dan menghujam Tiffany dengan tatapan penuh keingin tahuan.

“Kau tidak mengenalnya? Yang benar saja..” Tiffany memutar bola matanya kemudian berjalan dengan santai, diikuti oleh Soojung.

“Jadi siapa dia?”

“Dia teman satu kelas, ah. Kau tidak mengenal semua siswa di kelas kita?”

“Aku rasa aku mengenal semuanya,”

“Baiklah, aku tau orang-orang seperti Tao tidak akan pernah masuk ke dalam duniamu.

Laki-laki yang menarik di matamu tentu saja bukan mereka yang selalu membuat onar, mencari masalah, atau mereka yang selalu mengunjungin club malam, kau tidak mungkin memperhatikan –brandal- seperti Tao ,kan?”

Mata Soojung membulat, ia terkejut mendengar Tao adalah orang yang seperti itu, Bad Boy. Hal itu tentu saja membuat Soojung sangat khawatir, bagaimanapun ibu Tiffany mempercayakan semuanya pada Soojung.

“Kau- Kau tidak benar-benar berkencan dengannya kan?”

“Aku benar-benar menyukainya Soojung, jadi berhentilah menjadi cerewet seperti ibuku..” Tiffany merangkul Soojung dan mengedipkan matanya. “Kau akan mengerti jika cinta sudah melekat ke dalam hatimu, entah itu kepada orang yang salah atau di waktu yang tidak tepat, kau tidak bisa mengelak..”

DEG~ Mata itu, mata itu, apa dia sedang menatap Soojung? Lelaki berperawakan tidak terlalu tinggi, dengan rambut pirang dan berkulit putih itu menatap ke arah Soojung, gadis itu tentu saja tahu. Untuk hatinya yang mati, mungkin ini baru kali pertama hatinya berdetak lagi karena seorang lelaki, benarkah? Hanya karena tatapan itu? Apa benar dia menatap nya? Gadis itu ragu, percaya dirinya sudah hilang sejak hatinya hancur beberapa waktu yang lalu oleh mantan kekasihnya. Lagipula saat itu dia sedang berdiri di samping Yoona Eveline, gadis asal Prancis yang berpenampilan menarik dan sangat modis. Tentu saja tidak akan ada laki-laki yang melirik Soojung, gadis biasa-biasa saja dengan hanya bermodalkan wajah jutek.

Tapi… Siapa dia? Siapa lelaki itu?

Matanya, tatapan matanya menggambarkan bahwa dia adalah orang yang memandang dengan penuh ketulusan, orang yang bisa mencintai wanitanya dengan penuh kelembutan.

DEG~ Hati Soojung berdegup dengan tempo yang lambat namun kemudian berdetak lebih kencang, atau katakanlah hatinya selalu seolah berhenti berdetak seketika ia terhanyut ke dalam tatapan lelaki itu.

Soojung tau, lelaki itu memang type-nya. Bukan lelaki bad boy seperti kebanyakan yang ia temui di kampus. Benarkan dia di takdirkan untuk Soojung?

“Yoona, coba lihat ke sudut kanan, aku melihat seseorang terus memandang kea rah kita, apa kau mengenalnya?” Soojung berbisik dan memastikan, dia tidak ingin terlalu Ge-er, dia tidak ingin terbang terlalu tinggi hanya karena pandangan matanya yang berkali-kali bertatap dengan lelaki itu.

Yoona menoleh kepada Soojung, lalu mengedarkan pandangan ke tempat yang dimaksud oleh Soojung, sekilas. Ia kemudian mengedikkan bahu. “Aku tidak mengenalnya.” Yoona menoleh ke sampingnya, melihat Sulli yang duduk di sampingnya, “mungkin dia teman Sulli Nakazima?”

Sulli menoleh dan mengedikkan bahu. “Dari tadii aku melihatnya menatap kea rah mu, Soojung. Aku kira dia teman mu.”

Siapa lelaki itu?

Sesegera mungkin Soojung akan tahu jawaban atas pertanyaannya, karena bagaimanapun orang-orang yang hadir di acara pertemuan sore itu adalah calon-calon anggota Badan Eksekutif Mahasiswa. Dia akan lebih sering bertemu dengan laki-laki itu nanti, karena mereka satu Organisasi.

“Kenapa kau tidak mengajak teman mu itu untuk bergabung?” Tanya Yoona.

“Siapa? Aku tidak mengenalnya.”

“Tiffany, maksudku Tiffany. Gadis yang selalu berkunjung ke kamar kita,” Jelas Yoona.

“Oh, aku tidak menanyakannya karena dia tidak pernah tertarik dengan aturan,”

“Hei..” Mata Yoona berbinar, Soojung mengikuti arah pandangan temannya itu. “Bukankah lelaki itu sangat………….” Yoona menghembuskan nafas pelan, “Tampan..”

“Lelaki yang mana?” Tanya Soojung.

“Lelaki yang berada tepat di sebelah kanan dari lelaki yang selalu melihat ke arah mu..”

“Namanya Kim Jongin.” Sulli ikut bicara.

“Siapa kim jongin?” Tanya Soojung, “Lelaki yang selalu melihat kearah kita?”

“Bukan, tapi temannya. Lelaki yang memakai baju biru berlengan pendek, dia anak Teknik Industri.” Jelas Sulli.

“Jadi… kau lebih dulu menyukainya?” Yoona mendelik kea rah Sullilee.

“Tentu saja, bukankah dia sangat manis?”

BAD BOY.

Soojung tidak pernah berurusan atau bahkan enggan mengenal laki-laki seperti itu, tapi kali ini? Tentu saja keadaaan telah membuat dirinya harus terlibat dengan Tao, tidak dekat sih. Hanya saja Tiffany selalu mengajak Soojung pergi bersamanya ke tempat-tempat dimana ia bertemu dengan orang –sejenis- Tao. Soojung janji dia akan segera membuat Tiffany pintar bahasa Asing, agar ia tidak perlu berurusan dengan laki-laki yang berurusan dengan Tiffany.

Malam itu di Club O’ Declouse, Soojung dan Tiffany duduk di kursi yang terletak di pojok Club. Menunggu Tao.

“Kau janji tidak akan bilang pada ibuku mengenai ini kan?” Tanya Soojung, gadis itu berbicara dengan keras karena keadaan di tempat itu benar-benar bising, oleh suara full music dan meriahnya orang-orang yang sedang berdansa atau tertawa bersama tema-teman mereka.

“Mengenai kau datang ke tempat seperti ini?, tentu saja aku akan bilang jika kau memberitahu ibuku mengenai kencan ku..”

Beberapa saat kemudian Tao sudah datang dan memenuhi meja itu dengan beberapa botol wine, Soojung tidak suka saat dia harus satu meja dengan orang-orang yang mabuk. Tapi untuk menghargai Tiffany, dia harus bisa bertahan. Setidaknya sampai perutnya benar-benar mual.

“Aku akan ke toilet sebentar, kau tidak boleh kemana-mana.” Kata Soojung,

Tiffany hanya mengangguk dan meneruskan aktifitasnya, berciuman dengan Tao. Keduanya sama-sama mabuk.

Kepala Soojung bisa pecah jika harus menghadapi semua itu, perutnya selalu mual jika harus melihat hal-hal yang tidak ia ingin kan. Seperti melihat botol wine, orang mabuk, sepasang kekasih yang berciuman, atau bahkan hal-hal yang lebih parah dari itu, lebih baik dia bersembunyi di toilet.

Dengan langkah yang setengah berlari, tiba-tiba ia menubruk seseorang yang entah datang dari arah mana, orang itu ambruk ke lantai, orang itu mabuk.

“Anda tidak apa-apa?” Soojung mencoba membantu lelaki itu berdiri, namun percuma saja, lelaki itu sedang mabuk, sepertinya tidak dapat di tolong, untuk berdiri pun susah, apalagi berjalan? Apakah Soojung harus membantunya berjalan sampai keluar? Yang benar saja! Ia merasa jijik! Gadis itu pun berlalu bergitu saja.

Satu tahun sudah berlalu, ia telah bertahan dengan rasa sakit yang selama ini menguasai hatinya, hatinya –hampir- mati. Namun rasa sayang untuk sahabat-sahabatnya tetap ada, gadis seperti Soojung memang sangat menjunjung tinggi persahabatan.

Bagaimana kabarmu, Sehun?

Soojung mendengus dan menghempaskan nafas nya, dia kembali mengingat Oh Sehun. Lelaki yang telah menancapkan luka sekaligus rasa sayang permanen di dalam hatinya, luka yang sampai saat ini tidak bisa dilupakan, begitu pula rasa sayangnya yang teramat besar hingga sulit untuknya melupakan sosok yang bahkan tidak pantas untuk dikenang.

“Hari ini ulang tahun mu Sehun, apa kau ingat tahun lalu? Itu sungguh menyakitkan.”

Ia berbicara dengan boneka minion pemberian Sehun beberapa tahun yang lalu. Tentu saja saat mereka masih pacaran.

Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya seolah menepis semua ingatan buruk mengenai dirinya satu tahun yang lalu.

: Aku benci harus mengingatmu.. Tapi bagaimanapun, Happy Birthday Cubus~

Soojung mengupdate status di media social nya, gadis itu setidaknya berharap Sehun membuka SNS dan melihatnya. Ia tidak tahu dimana bisa bertemu lagi dengan Oh Sehun selain di media social.

Soojung tinggal di asrama putri di belakang kampusnya, dia satu kamar dengan Yoona Eveline.

Gadis cantik bermata bulat dengan wajah mungil dan kulit eksotis itu benar-benar baik terhadap Soojung, mereka menjadi teman yang baik karena memiliki hobi dan selera yang sama terhadap music.

Soojung bersukur satu kamar dengannya, setidaknya gadis itu lebih bisa menjadi pendengar yang baik dan penasihat yang baik, tidak seperti Tiffany yang lebih suka bercerita dibanding mendengarkan.

“Jadi, kau masih belum bertemu dengan Oh Sehun?” Yoona menghampiri Soojung dan duduk di pinggiran tempat tidur yang serba biru itu.

“Aku tidak berniat lagi untuk bertemu dengannya, aku hanya tidak ingin semakin terluka setelah melihatnya.”

“Oxford, dia kuliah di sana bukan? Aku mempunyai kenalan yang kebetulan kuliah di sana juga, barangkali dia mengenal Oh Sehun. Apa perlu sekarang aku menelponnya?” Tanya Yoona antusias.

“Aku memang merindukannya, tapi ini bukan saat nya Yoona, aku tau kita terlalu sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk membahas ini.” Soojung tersenyum. “Baiklah aku akan mengakhiri masa-masa rinduku, hehe. Jadi bagaimana dengan program kerja BEM departemen mu untuk satu tahun ke depan?” Soojung mengalihkan pembicaraan, ia tahu saat ini Yoona maupun dirinya sendiri bahkan sedang disibukkan dengan Organisasi yang mereka ikuti di kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa.

“Besok malam semua anggota BEM kampus akan berkumpul di Café Lordey, di dekat London Eye. Kau tau tempat itu bukan? Atau kita akan berangkat ke sana bersama?”

“Aku kira tidak mungkin kita naik motormu bertiga bukan?, aku harus pergi bersama Sulli.”

“Well, aku akan menunggumu di sana, telpon aku jika kalian tidak tahu jalan.” Yoona tertawa, kemudian gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan kembali ke tempat tidurnya.

“dan ku mohon jangan beritahu Sulli bahwa aku juga menyukai Kim Jongin.” Yoona berbicara dengan matanya yang terpejam.

Soojung memutar bola matanya, “Oh..baiklah.”

“Kalian akan pergi?” Tiffany membuang nafas berat, “Kalian tahu aku tidak bisa tanpa kalian, bagaimana malam ku nanti? Aku akan berkencan dengan Wu Yifan, bahasa inggris ku bahkan belum lancar, kau tahu? Wu orang jepang! Dan aku akan sangat bersyukur jika Sulli tidak ikut acara organisasi itu.” Tutur Tiffany panjang lebar, dia benar-benar bawel dan sangat khawatir kencan nya tidak berjalan lancar.

“Apa yang dia katakan?” Sulli mengerti bahasa Korea, tapi tak banyak.

Soojung memutar bola matanya, “Dia tidak mungkin melepaskan tanggung jawabnya Tiffany, harap kamu mengerti, kita masuk organisasi itu tidak untuk bersenang-senang.”

“Aku tau itu, jika masuk BEM adalah untuk bersenang-senang mungkin aku akan mengikuti kalian, duduk manis mengikuti rapat, kumpulan, debat, demo, atau semacam itu lah, aku tau itu sungguh tidak menyenangkan!..” Tiffany mengibaskan rambut panjangnya.

“Berhentilah berkencan setiap malam! Ibu mu akan sangat mengkhawatirkan mu jika tau itu, apalagi….. kau berkencan dengan siapa tadi? Wu? Kau terlalu sering gonta ganti teman kencan Tiffany, itu tidak baik untukmu, aku tidak akan mengijinkanmu berkencan.”

“Siapa kau? Arrgh ini sungguh membuatku frustasi!” Tiffany berlalu begitu saja meninggalkan Soojung yang masih jengkel karena sikap Tiffany yang seperti itu.

~ Hei muka lucu..

Soojung mengerutkan kening, seseorang bernama Kim Kai mengirimi SNS nya pesan.

~ Siapa?

Soojung membalas pesan itu.

Saat itu Soojung tengah berada di bus kota, menuju Café Lordey untuk menghadiri kumpulan organisasi nya.

“Soojung, aku tau nama nya.”

“Siapa?” Soojung tidak mengalihkan pandangannya dari layar handphone pintarnya.

“Lelaki yang selalu melihat kea rah mu,”

“Apaaa?? Siapaa??” Seketika gadis itu langsung menatap Sulli penuh harap.

“Namanya Byun Baekhyun.. Dia teman Kim Jongin, dan mereka tinggal bersama di Apartemen yang sama, aku rasa mereka benar-benar dekat.”

“Byun Baekhyun..” Soojung mengulang nama lelaki itu beberapa kali, sepertinya gadis itu sedang memikirkan sesuatu. “Aku pernah mendengar namanya, tapi dimana ya?” Dia berfikir, dan terus mencari tahu. “Aha! Dia, Byun Baekhyun.. Lelaki itu menambahkan aku sebagai temannya di SNS !!” Soojung kembali membuka handphone nya dan mencari nama Byun Baekhyun di daftar pertemanannya, kemudian gadis itu memperlihatkannya pada Sulli.

“Ck.. Kau jangan berlebihan seperti itu Soojung.. Kau tidak tahu Byun Baekhyun menambahkan aku sebagai teman juga?” Sulli kemudian mencibir, ia menggoda Soojung.

“Benarkah?” Tampak kekecewaan memenuhi raut wajah gadis itu.

“Benar, tapi tak benar jika gadis yang dilihatnya adalah aku, kan?” Sulli tersenyum penuh arti.

“Sulli,, sepertinya aku menyukai Baekhyun..”

Sesampainya di depan Café Lordey, Yoona menyambut mereka.

“Sulli, kau tidak akan percaya ini!” Yoona memperlihatkan handphone nya, gadis itu tampak bahagia, dan matanya berbinar. “Byun Baekhyun, dan Kim Jongin, mereka berdua mengirim pesan padaku!!”

Apa?? Byun Baekhyun dan Kim Jongin mendekati Yoona?

Byun Baekhyun tidak mengirim Soojung pesan, lelaki itu hanya menambahkan Soojung sebagai temannya di SNS. Tidak ada pesan.

Jadi? Apakah selama ini yang di lihat Baekhyun adalah Yoona? Bukan Soojung?

~~ To Be Continued ~~

Jangan lupa setelah membaca biasakan memberikan kritik dan saran atau sekedar tinggalkan jejaknya di kolom komentar yaaa gaisss :*

7 tanggapan untuk “Pabo Chorom – Chapter 1”

  1. Cerita nya menarik tpi min kalau bisa lebih d percantik lgi. Ini jg sudah cantik. Tpi istilah BEM sma jurusan2 seperti irynya memecah khayalan korea jd ke indonesia kasnnya gmnaa gtu. Tpi ceritanya kern min. Lg d percantik lagi yaa…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s