You make me crazy

163e901ea73958a4912ebd9435524e90

Title: ^you make me crazy^

Author: nizabyung/@nizabyuna

Main cast: oh sehun(exo), oh hayoung(apink), kim nari(wassup)

Genre: married, romance, comedy(maybe)

Rating: PG-18

Leght: oneshoot

Disclaimer: mianhae mianhae hajima….!!!Authornya malah nyanyi okey guys…. FFgak jelas yang melintas diotak gua semalem ini bener2 absurd deh ceritanya, kalou ada yang mau baca ya monngo kalo gak ya gak papa ㅋㅋㅋㅋ (0_0)

“언제카지?(sampai kapan?)kita harus seperti ini?” Tanya seorang laki-laki berwajah bak seorang dewa dari salah satu kerajaan yunani itu, matanya yang setajam elang dipadukan dengan wajah dinginnya ini sangat pas bukan,

“몰라요!(tidak tahu!)” jawab sang wanita cantik yang tengah bersandar dibahu tegap sang lelaki, mereka hanya berdiam menikmati kehangatan yang tengah menjalari setiap tubuh dari masing-masing tak seperti pada pasangan lain.

“워(kenapa?)kenapa harus seperti ini?” Tanya sang wanita lemah sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan lelakinya

“권찮아(tidak apa-apa) bukankah ini sangat menyenangkan?” jawab sang lelaki dengan senyum miringnya membuat wanita didepannya itu terkagum tanpa henti, bagaimana bisa ia selalu setegang ini melihat wajah dingin namun tampan itu ia bahkan hampir setiap hari menemukan dan bertatap langsung, namun entahlah kinerja otak dan hatinya selalu berbenturan sehingga pergerakan tubuhnya jadi tak seimbang, melihat wajah polos sang wanita ia tidak kuat lagi dan segera mengecup bibir cerry itu dengan lama hanya kecupan cinta takadanafsu didalamnya.

“사랑해요(aku mencintaimu)” ucap lelaki itu tepat ditelinga sang wanita dengan senyum menawannya ia juga mengecup singkat pipi mulus wanitanya, dan kembali menatap wajah polos yang tengah menegang itu, perlakuan lelaki ini sungguh diluar dugaan,

“ba-bagaimana jika mereka mengetahui ini?” pertanyaan sang wanita sukses membuat lelaki itu tersenyum lagi, oh berehentilah tersenyum tuan karena wanita dihadapanmu ini benar-benar ingin pingsan saat ini juga.

“kau sendiri yang membuatnya, lalu kenapa kau takut!” jawabnya dengan santai, mendengar itu sang wanita hanya menundukkan kepala karena apa yang dikatakan sang lelaki memang benar kenyataannya, ia yang menyarankan untuk menyembunyikan hubungan mereka dari public dan beracting untuk tak saling mengenal satu sama lain saat bertemu, sungguh kekanakan bukan.

“맟자요(kau benar)” jawabnya pelan tanpa sadar tangan lelaki itu mengusap kepala wanitanya dengan lembut dan penuh cinta, ia berusaha untuk menenangkan sang wanita yang menyesali akan perbuatannya

“근대, 나는 좋아요(tetapi, aku menyukainya)” ucapan itu langsung membuat sang wanita menatap dalam sang lelaki meminta penjelasan

“그레요!(benarkah!)” namuntakdajawaban dari sang lelaki ia hanya menggendikkan bahunya dan tersenyum lebar, itu semakin membuat wanitanya kesal ‘jawaban apa seperti itu’ umpatnya dalam hati

“너 고짖말(kau bohong)” wanita itu bangkit dan memukul dada tegap sang lelaki dengan sedikit keras lalu pergi tanpa memperdulikan sang lelaki,

“약, 아파요(yak, sakit)” rengek sang lelaki dengan memegangi dadanya yang sedikit sakit, lelaki ini memang sangat senang membuat wanitanya itu kesal menurutnya itu sangat lucu dan menggemaskan, itu membuatnya semakin bahagia, wanita itu tak memperdulikan dan segara masuk kekamarnya.

O0o

“지금, 몆시에요?(sekarang, jam berapa?)” Tanya seorang lelaki yang baru membangunkan tubuhnya dari kasur, kesadarannya masih setengah, ia bertanya dengan suara serak khas bangun tidur pada seorang wanita cantik didepannya, sebenarnya ia sedikit kaget melihat wanita itu yang tengah bersendakap dengan busan jamsuit pendek yang terlihat begitu sexy bahkan lelaki manapun tak akan mengelak dengan itu, memperlihatkan paha mulusnya serta bentuk tubuh idealnya,

“여덟시 삼십분(jam delapan tigapuluh)” jawabnya singkat dengan wajah datarnya yang masih terpatri

“어디가서?(maukemana?)” Tanya sang lelaki yang mulai sadar sepenuhnya, ia memandang sang wanita dengan penuh Tanya

“lari pagi” kali ini sang wanita tersenyum manis sangat manis membuat lelakinya semakin mengerutkan dahinya, tatkala sang wanitamerubahan sikapnya

“aku sudah menyiapkan sarapan, kalau begitu aku pergi dulu” lagi wanita itu tersenyu manis dan berlalu pergi meninggalkan sang lelaki namun belum berapa langkah ia terhenti didepan pintu kamar saat sang lelaki bersuara

“너 안일해요?(kau tidak bekerja?)” wanita itu memiringkan kepalanya sejenak dan berbalik menghampiri sang lelaki

“아이고,(yaampun) suamiku tersayang ini hari libur oke” tersenyum manis dengan suara yang terlihat manja iapun berbalik dan pergi begitu saja, dan jawaban itu sukses membuat lelaki yang tak lain adalah suaminya itu termenung ‘sial benar ini hari libur’ ia pun segara bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi.

O0o

Hari minggu memang sangat dinantikan bagi setiap orang karena dihari itu setidaknya kita memberi sedikit kebebasan bagi tubuh kita yang telah lelah untuk bekerja, belajar, berfikir dan masih banyak lagi aktivitas yang membuat tubuh kita lelah, dan kesempatan yang datangnya seminggu sekali ini dimanfaatkan oleh seorang wanita dengan wajah yang canntik serta tubuhnya yang bak model ini dengan lari pagi, bersama dengan banyaknya orang yang juga melakukan aktivitas tersebut setidaknya dengan lari pagi akan membuat tubuhnya sedikit lebih sehat, ia berlari-lari kecil mengelilingi taman dekat komplek rumahnya sambil mendengarkan music yang mengalun pelan melalui earphone senyum manisnya selalu terpatri diwajahnya dia benar-benar wanita yang manis.

“apa aku terlambat?” suara itu ia sangat mengenalinya, ia segera menolehkan kepalanya dan terkaget saat apa yang dilihatnya benar, seorang lelaki yang ia temui dikamar tadi pagi sungguh ia ingin menjerit sekarang juga melihat penampilan lelaki tersebut, celana jeans yang sobek dibagian lutut t-shirt tipis berwarna putih yang terlihat pas ditubuhnya serta snapback hitam dan jangan lupa kaca mata hitamnya membuat wanita itu menghentikan larinya, kerja tubuhnya benar-benar berhenti melihat karya tuhan yang sangat langka ini.

Namun kesadarannya kembali saat lelaki itu mengaitkan dua lengan kemeja merahnya ke perut sang wanita itu, sehingga bagian belakang wanita itu tertutupi badan kemeja,

“jangan menggunakan baju yang terbuka, aku membencinya bodoh” ucapnya pelan namun masih dapat didengar dengan baik oleh sang wanita,

“apa kau bilang? Bodoh?” Tanya sang wanita dengan nada kesalnya baru saja ia merasa senang terhadap perlakuan sang lelaki namun apa? Ia dibuat kesal lagi olehnya sungguh lelaki menyebalkan bukan,

“카자!(ayo!)” tanpa memperdulikan pertanyaan dari sang wanita ia segera menarik tangan putih itu

“약 옿세훈!(yak oh sehun!)kau menyebalkan” teriak wanita itu dengan keras membuat beberapa orang yang tengah lari melihatnya aneh,

Mereka duduk disebuah bangku taman yang berwarna coklat tua itu menikmati pemandangan kolam buatan dan juga orang-orang yang tengah menikmati hari liburnya dengan kawan, pasangan juga keluarga masing-masing

Sungguh wanita itu hanya diam karena masih kesal atas ucapan sehun yang mengatakan dia bodoh, mengerti hal tersebut

“huh…..미안해(maaf)” ucap sehun dengan wajahnya yang datar ia bahkan tak memandang wanitanya, hanya diam dan taka da jawaban

“kau mendengarku bukan?” tanyanya lagi kali ini ia mengalihkan pandangannya ke wanita  “tidak, tidak dengar” wanita itu menjawab dengan malas ‘maaf apa seperti itu’ gerutunya dalam hati

“oh hayoung dengar aku minta maaf” seolah mengerti apa yang digrutukan sang wanita ia segara minta maaf dengan sedikit baik

“tidak mau sebelum kau membelikanku ice cream” sehun menghela nafas panjang mendengar permintaan hayoung sifat anak kecilnya mulai lagi

“그래, 차칸마 기다리에요(baiklah, tunggu sebentar)” sehun berdiri dan pergi meninggalkan hayoung tanpa sadar senyuman manis itu trpatri lagi diwajah cantik hayoung.

Sehun melangkahkan kaki panjangnya menuju sebuah mini market yang menjual ice cream di seberang jalan dekat taman tersebut ia segera menuju bagian ice cream tanpa ragu sehun sudah hafal dengan favorit hayoung, ia segera menuju kasir dan membayarnya “ini sangat mudah bukan” ucapnya pelan saat tengah berjalan kembali ke taman sambil tersenyum tipis, saat ia akan berbelok langkahnya terhenti melihat kerumunan orang penasaran ia segera menghampiri kerumunan itu dan melihat apa yang terjadi, seorang wanita yang menggunakan dress hijau selutut itu tengah terbaring tak sadarkan diri dengan hidung yang mengeluarkan darah wajahnya sangat pucat, sehun mengerutkan dahinya saat melihat wajah wanita pingsan itu “kim nari?” ia segera menghampiri wanita itu dan tanpa ragu lagi mengendong sang wanita itu menuju rumah sakit.

Hayoung benar-benar bosan menunggu sehun yang tak kunjung kembali “padahal hanya membeli ice cream kenapa lama sekali” gerutunya ia ingin menelphon namun dia urungkan saat melihat ponsel serta kacamata hitam sehun yang tergeletak disampingnya “dasar oh sehun” dengusnya, ini sudah hampir setengah jam lebih ia menunggu namun tak ada tanda-tanda kemunculan sehun, ia menyadarkan punggungnya di sandaran kursi sambil memainkan ponsel sehun.

Seorang nenek berjalan menghampiri hayoung menyadari itu dengan segera ia menuntun nenek ituuntuk duduk dikursi

“terimakasih nak” ucap sang nenek ia tersenyum kepada hayounh yang dibalasnya dengan senyum manisnya juga

“tadi kekasihmu pergi menggendong seorang wanita yang tengah pingsan desebrang jalan sana” ucapan nenek membuat hayoung membulatkan matanya dengan lebar “lalu dimana sekarang mereka nek?” tanyanya yang penasaran

“혹시 병원이에서 가서요(mukin pergi kerumahsakit), sepertinya kekasihmu mengenalnya dengan baik” jawab nenek itu hayoung hanya menganggukkan kepalanya mengerti dengan ucapan sang nenek, ‘mengenalnya dengan baik? Seorang wanita?’ tanyanya dalam hati, nenek itu segera bangkit “nenek pergi dulu ya” ia tersenyum ramah pada hayoung “mari saya antar nek” yang dijawab anggukan oleh sang nenek dan mereka pergi meninggalkan kursi itu.

O0o

Sehun sedang berjalan mondar mandir tak tenang didepan pintu kamar rumah ssakit tersebut saat ini ia tengah khawatir terhadap seorang wanita yamg pingsan tadi, ia mengenal wanita itu kim nari bahkan sangat mengenalnya dengan baik wanita yang dulu pernah mengisi hatinya itu dalam keadaan yang membuatnya ingin menangis sekarang, pasalnya gadis itu memang sedang tidak baik-baik saja saat ia meninggalkannya dulu.

Sudah hampir dua jam ia menunggu namun belum juga ada tanda-tanda docter ataupun suster yang keluar, sehun hanya diam duduk dengan perasaan cemas dan khawatir, cklekk….. suara pintu berwarna putih itu terbuka dan menampilkan seorang pria dengan jubbah putihnya melihat itu sehun bangkit dari duduknya,

“docter bagaimana keadaan nari?” ucapnya dengan nada khawatir yang tak hilang

“keadaannya baik, tapi dia masih pingsan tuan oh, dan bisakah saya berbicara dengan keluarganya?” jawab docter yang ber nametag kim junmyeon itu

“oh… mereka dalam perjalanan kemari docter kim”

“baiklah, kau bisa menjengguknya sekarang” balas docter dengan senyum yang tak hilang, sehun hanya menganggukkan kepalanya dan segera masuk kamar nari fokusnya terarah keseorang gadis yang sedang berbaring diranjang rumah sakit itu.

Hayoung tengah berkutat didapurnya ia sedang mempersiapkan makan malam, pergerakannya terhenti saat ia memikirkan perkataan sang nenek tentang seorang wanita dan menegenalanya “huh….kenapa aku berfikir seperti ini” ucapnya pelan ia melirik jam yang ada didinding 05:30 p.m “kenapa sehun belum pulang juga?” wajahnya terlihat sedikit kesal sekarang, ia segera berbalik menuju kamarnya dan melakukan ritual mandinya ‘mungkin sebentar lagi dia pulang’ pikirnya.

Malam semakin larut sehun masih berada dirumah sakit saat ini ia sedang menunggui nari karena orangtuanya satu jam yang lalu baru datang dan mereka sekarang sedang berada di ruang docter kim,

“sehun kapan-kapan perkenalkanku pada istirimu ya?” ucap gadis itu yang tak lain nari “네(ya)” jawab sehun singkat dengan wajah datarnya, melihat itu nari tersenyum tipis ‘dasar, ia benar-benar tidak berubah’ grutu nari dalam hati suasana kembali hening sesat sehun melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 09:45 p.m dahinya berkerut sesaat ia sadar “hayoung” ucapnya lirih namun tetap bisa didengar nari, ia lupa tidak memberi kabar wanitanya seharian ini ia benar-benar lupa karena terlalu menghawatirkan nari, sehun berdiri dan berusaha mencari ponselnya di kantong celananya namun nihil ia tak menemukan “sial…!!!” desisnya, sehun benar-benar dalam posisi tidak baik sekarang kini pikirannya sudah dipenuhi wanitanya ia ingin segera pulang namun niatnya ia urungkan mengingat kedua orangtua nari belum kembali, sehun kembali mendudukan tubuhnya.

“세훈 구마워(sehun terimakasih) kau sudah menjaga nari” ucap tuan kim tersenyum lebar pada sehun “네, 권찬슴니다 아주시(ya, sama-sama paman)”

“salam buat istrimu ya!” tambah nyonya kim dengan senang dan mengelus bahu sehun pelan “네 이모, 그럼 내가 갈카여요(ya bibi. Kalau begitu saya akan pergi)” sehun tersenyum kepada nyonya dan tuan kim dan dibalasnya dengan senyuman juga “안녕히 가세요(selamat jalan)” sehun membungkuk dan segera pergi.

Sehun membuka pintu pagar rumahnya dan berjalan dengan cepat ia sangat khawatir dengan sang istri dirumah namun pergerakannya terhenti saat pandangannya tak senagaja melihat kearah kursi taman depan rumahnya, seorang wanita tengah tertidur pulas tak lain adalah oh hayoung, sehun segera menghampirinya menarik nafas panjang “apa kau menungguku?” Tanya sehun pelan dengan nada yang sangat kecewa, ia mendekat dan memegang pipi mulus hayoung namun dirasanya sedikit panas segera ia alihkan tangannya kekening dan mendapati badan istrinya sedikit demam, udara saat ini memang benar-benar dingin jadi wajar jika hayoung demam mengingat ia hanya menggunakan t-shirt lengan panjang dan juga hotpant, tanpa tunggu lama sehun menggedongnya ala bridal styal membawanya masuk kedalam rumah, dengan pelan ia merebahkan tubuh sexy wanitanya ke atas ranjang dan menyelimutinya, ia segera turun kebawah dan mengambil kompres untuk menghilangkan demamnya, sebulum berbalik dari dapur fokusnya tertahan dimeja makan ia mendapati makan malam yang istrinya buat belum tersentuh siapapun, menyesal sehun memejamkan matanya dan menghirup dalam oksigen “하용 미안해(hayoung maafkan aku)” ucapnya lirih.

O0o

Sinar matahari yang masuk lewat celah korden candela telah menyadarkan seorang wanita dari dunia mimpinya ia menggeliat pelan dan mendudukkan tubunya dilihatnya seorang laki-laki yang tengah tertidur di sebuah kursi oh sehun, ia hanya tersenyum miris mengingat kejadian kemarin ia mnunggunya tanpa kabar benar-benar menyakitkan, hayoung turun dri ranjang dan segera membersihkan diri, ini hari senin waktunya untuk bekerja.

“너 힘들러요?(kau lelah?)개럼 나도(kalau begitu aku juga)” ucap hayoung saat menatap wajah polos sehun saat masih tertidur, ia masih kesal dengan kejadian itu hari ini ia tak membangunkan sehun dan segera pergi kekantor.

Drtt….drett…drtt….. suara sebuah ponsel menyadarkan sehun dan segera ia ambil lalu mengeser layarnya

“요보새요?(hallo)”

“약, 어디있서요?(yak, kau dimana?)” jawab seorang lelaki dari sebereang dengan suara sedikit keras

“집에서, 워?(dirumah, kenapa?)”

“너미처서!(apa kau gila!)hari ini ada rapat dengan investor sehun”

“뭐!,(apa!)” seketika mata sehun membulat ia lupa denga hari ini

“cepatlah datang, 20 menit lagi oke” bipp suara sambungan telphon terputus, sehun segera bangun dan mandi ia benar-benar telat hari ini.

Sehun berjalan cepat menuruni tangga rumahnya menuju pintu utama namun sebelum itu ia melirikkan matanya pada meja makan yang sudah terdapat beberapa makanan, keninggnya berkerut dan melihat jam tangannya ia segera mengambil setangkup sandwich dan berjalan pergi keluar.

Hayoung tengah berkutat dengan laporan keuangan yang diberikan oleh meneger park tadi pagi ‘ini sudah jam sepuluh apakah dia sudah bangun’ lamunan hayoung buyar saat seseorang telah memasuki kantor dengan sedikit terburu-buru dan membuat beberapa karyawan membukuknan tubuhnya memberi hormat ‘syukurlah’ ucapnya dalam hati ia sedikit lega dan kembali berkutat dengan pekerjaannya.

“hayoung-ah kau tahu hari ini presdir kita sedang terlambat!” seorang wanita berparas cantik yang tak lain adalah soojung itu tengah menghampiri hayoung, sudah tak heran lagi soojung adalah sahabat sekaligus teman sekantornya sekarang ini, ia memang begitu sering bergosip terutama topic tentang atasan mereka,

“아니요, 모라요(tidak, aku tidak tahu)” jawab hayoung sambil menggelengkan kepalanya

“yak kau ini!, bagaimana bisa presdir kita yang disiplin dan tampan itu terlamabat? Apa tidak ada yang mengurusnya dirumah?”

“maybe!” singkat dan jelas itu jawaban hayoung sambil menggendikkan bahunya ia sedikit tersenyum melihat wajah soojung yang sedikit kesal,

“isshh…kau ini selalu begitu, 안 제미서요(tidak asyik)” soojung sedikit kesal dengan sahabatnya itu hayoung memang tidak pernah tertarik dengan topic presdir, ia kembali ketempat diuduknya yang berada disamping kiri hayoung sambil kembali berkutat denagan pekerjaannya.

Ini adalah waktu makan siang sehun merasakan perutnya berbunyi ia ingat tadi pagi hanya memakan setangkup sandwich buatan istrinya, segera ia langkahkan kakinya menuju caffe kantor, saat di dalam lift ia teringat kejadian kemarin “apa dia marah sampai tak membangunkanku?” pertanyaan itu untuk dirinya sendiri sebenarnya ia ingin bertemu istrinya dan berbicara padanya tentang kemarin namun keadaannya yang saat ini tidak memungkinkan mungkin nanti saat ia dirumah, ting lift sudah terbuka sehun segera keluar.

“presdir oh!, 차칸마!(tunggu)!” panggil seseorang yang tak lain adalah sekertarisnya byun baekhyun yang tadi pagi sudah menghadiahi ia omelan, ia tidak kaget dengan itu dan sudah mengerti karacter sekretaris byun,

“웨?(kenapa?)” Tanya sehun penasaran

“lusa nanti nona hyerin akan datang dan mengajak anda bernegosiasi” jelas baekhyun pada sehun “네, 아라서(ya aku mengerti)”

Sehun segera melangkah pergi meninggalkan baekhyun, ia benar-benar lapar sekarang ini.

O0o

Sebuah mobil Maserati GranTurismo Sport Side berwarna biru itu tengah berhenti dipelataran rumah yang cukup mewah, tak lain oh sehun keluar dari mobilnya ia membuka pintu rumahnya yang masih gelap ia menuju sakelar lampu dan menyalakannya “apa dia belum pulang? Kemana dia?” ucapnya pelanseharian ini ia belum melihat wajah cantik istrinya dia segera meniki tangga dan menuju kamarnya membersihkan diri dari segala kepenatan yang menempel pada tubuhnya.

Suara sebuah mobil dari luar mengusik pendengaran sehun ia segera menuju candela dan melihat siapa, pasalnya jika hayoung ia tak pernah mau mengendarai mobil sendiri selain dengannya dan sopir pribadinya, seketika mata sehun membulat saat melihat hayoung keluar dari mobil bersama dengan seorang lelaki yang tak dikenalnya, ia menutup kasar korden candela dan cepat berjalan turun,

“darimana saja kau?” Tanya sehun dari tangga, hayoung baru saja masuk namun sudah dicerca dengan pertanyaan dingin sehun , ia berjalan santai menaiki tangga “bukan urusanmu” jawabnya singkat smabil melewati sehun namun terhenti karena dengan cepat sehun menahannya,

“그남자 누구야?(siapa lelaki itu?)” Tanya sehun dengan wajah dinginnya lagi hayoung menghela nafas sejenak sebelum menjawab “친구(teman)” dengan wajah datar dan kesal sehun semakin mengertkan genggamannya saat hayoung mulai sedikit memberontak “sehun lepas!” ucap hayoung, sehun hanya diam dan menatap dalam wnitanya itu dengan sedikit tenang,

“maaf karena kemarin aku tidak memberimu kabar” ucapan sehun membuat pergerakan hayoung terhenti ia menatap datar sehun “권찮아,(tidak apa-apa), sekarang lepaskan tanganku” dengan raut wajah yang tak ikhlas, sehun mengerti hayoung tidak semudah itu memaafkannya “aku hanya mengantar kim nari kerumah sakit dan menungguinya sampai orangtuanya datang”

“kim nari!” jawab hayoun cepat dan membuatnya semakin marah dia tidak menyukai wanita itu “iya..!!!” jawab sehun dibarengi anggukan

“oh.. jadi karena dia!” tambah hayoung enteng namun sarat akan benci ia segera melepas genggaman tangan sehun dan berlari menuju kamar menutup pintu coklat itu dengan keras, melihat itu sehun tahu bahwa istrinya sangat marah ia tahu hayoung benci dengan kim nari tapi ia harus jujur sebagai lelaki.

Setelah kejadian itu selam dua hari ini sehun benar-benar frustasi bagaiman tidak istrinya hanya diam dan menghindarinya ini benar-benar masalah besar baginya.

“hayoung-ah kenapa dua hari ini kau selalu diam?, ada masalah?” Tanya soojung dengan perasaan cemas

“tidak, aku baik-baik saja” jawabnya dengan sedikit malas bahkan bekerjapun tak semangat “tapi kau tak terlihat baik-baik saja hayoung?” soojung smakin mendekat ke wajah hayoung membuatnya memundurkan wajahnya,

“aku baik-baik saja soojung-ah” jawbnya tegas

“yak apa yang kalian lakukan, bergosip hah?” suara itu membuat soojung dan hayoung berdiri dan membukukkan tubuhnya, siapa lagi kalau bukan meneger park chanyeol yang kelewat crewet, chanyeol berdiri didepan dua sahabat ini sambil nerkecak pinggang itu membuat beberapa kryawan lain memandang mereka ‘matilah kita hayoung’ grutu soojung dalam hati sementara hayoung hanya diam saja dan menunduk.

Keheningan saat ini tengah menyelimuti kedua orang yang beada disofa ruangan sehun, sehun hanya diam melihat seorang wanita cantik dengan busananya yang terlihat terbuka dan membuat siapa saja yang melihatnya hanya akan menelan slivanya, namun tidak bagi sehun semesum apapun dirinya saat ini ia tengah tak baik fikirannya benar-benar kacau karena seseorang,

“ehemm…” suara deheman wanita sexy itu membuat sehun tersadar

“bagaimana tuan oh sehun dengan penawarannya?” Tanya wanita sexy yang sering di panggil nona kang hyerin itu sehun menghela nafasya ia sebelum menjawab,

“maaf tapi aku tidak bisa nona hyerin” jawab sehun singkat mendengar itu hyerin mengerutkan keningnya lalu tersenyum tipis  pada sehun

“kenapa? itu hal mudah presdir oh?” tanyanya lagi kali ini sehun hanya diam dan memperhatikan wanita didepannya dengan tatapan aneh.

“hayoung-ah, bagaimana dengan laporan keuangannya?” Tanya menejer park

“긑나서요 주인님(sudah selesai meneger), hanya tinggal tanda tangan presdir” jawab hayoung santai dan tersenyum tipis, meneger park mengerutkan dahinya dan melihat jam tangannya,

“kalau begitu beriakn itu pada presdir sekarang” suruh meneger park dengan tegas

“나야(saya)? 지금?(Sekarang?)” Tanya balik hayoung dengan nada terkejut

“memangnya siapa lagi? Atau kau mau menyuruh ku ha?” bentak meneger park dan berlalu meninggalkan hayoung yang masih kaget, hayoung hanya menelan salivanya sebenarnya ia tidak ingin bertemu presdir itu namun harus bagaimana lagi ini adalah printah dari sang meneger ia menghela nafasnya dan mulai berjalan, perlu diketahui bahwa sebenarnya presdir tempat ia bekerja adalah suaminya sendiri namun mereka sudaj sepakat untuk merahasiakannya jadi beginilah saat dikantor mereka bersatatus sebagai presdir dan krayawan biasa, sungguh miris.

Hayoung berhenti didepan pintu bertuliskan ‘presdir room 오세훈ia sedikit ragu untuk masuk mengingat ia masih kesal dengan pria itu “huh….” Ia menghela nafas kasar dan langsung membuka kasar pintu coklat itu,

Hening hayoung terdiam melihat pemandangan di dalam ruang presdir tersebut ia berusaha untuk tetap berdiri menelan salivanya dengan susah, kertas laporan yang ada ditangan kanannya sudah jatuh kebawah dan berserakan. bukan, ini hanya salah paham seorang wanita yang tak lain adalah kang hyerin tengah duduk dipangkuan sehun dan mengelus lembut pipi putih sehun seperti akan menciumnya, menyadari ada seseorang dibelakang hyerin sehun terperajat dan membulatkan matanya ia terdiam beberapa saat ketika pandangannya bertemu dengan mata indah itu namun tengah memerah menahan tangis, hayoung membalikakan badannya dan segera pergi tak memperdulikan apapun lagi sehun juga berlari mengejar wanitanya sama bahkan kolegan bisnisnya yang genit itu tak ia perdulikan lagi ini masalah lebih gawat.

Hayoung sampai dilantai bawah dan segera menuju tempat kerjanya mengambil tasnya dengan kasar matanya sedikit sembab dan merah,iasegera pergi soojung dan beberapa karyawan lain yang melihat itu hanya memandang aneh, “yak soojung, kenapa dengannya?” Tanya meneger park pada soojung, mendengar itu soojung hanya menggelengkan kepalanya cepat.

Hayoung berjalan cepat menuju pintu utama gedung kantorSEYOUNG Corp itu.

“OH HAYOUNG BERHENTII!!!” suara keras yang berasal dari sehun itu menghentikan pergerakan hayoung bahkan sangking kerasnya karyawan lain ikut menghentikan pekerjaanya dan melihat mereka dengan tatapan penuh Tanya.

Sehun berjalan dengan cepat menuju hayoung yang terdiam sambil menundukan kepalanya sehun berhenti tepat didepan wanitanya dengan wajah khawatir dan menyesal ia tahu ini sangat jahat.

“dengar, ini salah paham oke!!” ucap sehun sambil memegang kedua bahu hayoung, wanita itu mendongakkan kepalanya wajah cantik itu kini sudah basah oleh air mata melihat itu sehun hanya diam melihatnya dengan lekat sungguh ia benar-benar menyesal sekarang, “권찮아요(tidak apa-apa)” jawab hayoung pelan sambil tersenyum tipis berusaha menyembunyikan tangisnya dan menurunkan tangan sehun di pundaknya ia mengerti saat ini banya pasang mata yang tengah melihat mereka berdua,

“aku izin pulang presdir oh” tambahnya ia segera akan pergi namun tangan sehun dengan cepat menarik lengan hayoung dan sesuatu yang basah itu menempel erat di bibir cerry hayoung ia ingin memberontak dan memukuli dada sehun airmatanya jatuh lagi, sehun semakin mengeratkan pelukannya dan semakin menekan tengkuk hayoung sangat lama menikmati bibir yang telah membuatnya overdosis untuk kesekian kalinya, ia tak perduli lagi denagn orang-orang dikantor sungguh sehun merindukan hal ini ia tak ingin melepaskannya seolah lelah dengan pemberontakannya hayoung hanya menjuntaikan tangannya ia memejamkan matanya dengan erat munafik jika ia tak ikut menikmati moment ini hayoung juga merindukannya.

Beberapa pasang mata itu tengah terkejut melihat kejadian yang membuat mereka tak berkedip, penuh Tanya memang dan semua hal yang berada di kantor itu seolah berhenti menunggu pernyataan dari kedua insan yang tengah melayang menikmati kegiatan mereka.

Sehun melepas ciumannya karena hayoung yang sudah kehabisan oksigen dengan sigap ia memeluk erat wanitanya dan menyandarkan kepala wanita itu di dada bidangnya mereka hanya diam hayoung tak memberontak ia meresa lelah dan pasrah, pandangan sehun tak sengaja melihat karyawannya yang tengah terbengong membeo menyadari itu meneger park tersadar dan segera membuyarkan anak buahnya untuk kembali bekerja, mereka semua salah tingkah setelah melihat pandangan sehun, namun justru senyuman penuh arti yang menghiasi bibir tipis sehun.

O0o

Seorang wanita yang memakai dress putih tanpa lengan dan panjangnyalima belas senti diatas lutut itu tengah duduk disebuah bangku taman samping gedung kantor SEYOUNG Corp ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi tersebut wajah cantiknya terlihat sangat cerah. Sepertinya ia tengah menunggu sudah lima hari ini ia tak bekerja di kantor suaminya ia memilih untuk menyibukkan diri dirumah menjadi seoarang istri yang baik, setelah kejadian salah faham itu, dan mungkin jika ia masuk kerja aka nada berbagai pertanyaan yang sudah pasti sama dengan fikirannya.

Tringg….. suara pesan masuk daari ponsel itu menyadarkan hayoung ia segera menekan tombol samping ponsel dan mendapati nama sang suami yang ia selalu rindukan,

From: 세훈이

‘Aku sudah selesai meeting sayang’

Seulas senyum manis itu tengah menghias wajahnya, ia semakin bersemangat, pesan singkat itu seolah sebagai vitamin penambah energy untuk segera menemui sehun, bukan, kali ini ia datang kegedung itu bukan sebagai karyawan melainka sebagai seorang istri dari sang presiden directur oh sehun, ada sedikit gejolak ketika ia mengingat obrolannya dengan sehun tadi malam,

‘sudah saatnya kau memperkenalkan dirimu sebagai istri oh sehun, youngie! Aku menunggumu besok oke’ uacapan sehun benar-benar bagai pil penambah kekuatan yang sudah bersarang di tubuhnya, kali ini ia tak akan membuat hal konyol lagi pernikahan adalah hal sacral dalam hidup yang harus kita jaga dan tidak merahasiakannya bukankah hal yang sangat memalukan jika orang-orang tak megetahui hal sacral itu dan berujung pada kejelekan dimata mereka.

Hayoung bangkit dari kursinya ia menghela nafas dalam-dalam untuk mempersipkan mental dalam menjawab berbagai pertanyaan dari mereka terutsms soojung dsn meneger park, ia segera melangkahkan kakinya menuju pintu utama gedung tersebut dan tak lupa senyuman manis yang selalu terpatri diwajah cantiknya.

“manger, kenapa pekerjaanku banyak sekali?” ucap soojung dengan lantang wajahnya sedikit kesal karena meneger bawelnya itu memberi setumpuk kertas di atas meja kerjanya, mendengar itu meneger park menatap soojung dengan mengerutkan dahinya “lalu, siapa lagi nona jung soojung?” jawbnya tak kalah kesal “apa kau menyuruhku untuk mengerjakannya ha?” tambah meneger park namun dengan cepat soojung menggelengkan kepalanya dan ersenyum paksa “biar kubantu soojung” suara berat itu membuat kedua orang yeng tengah berdebat itu berbalik soojung tak bisa berkata apa-apa saat pandangannya bertemu denagn sosok lelaki tinggi dan berkulit tan itu ia tersenyum manis sangat manis, dengan sigap lelaki itu menunduk dan memperkenalkan diri “안영하세요, 나는 김종인임니다(hallo apa kabar, saya kim jong in)” meneger hanya menganggukkan kepalanya smentara soojung hanya diam dan tak mengalihkan pandangannya “ saya karyawan baru pengganti oh hayoung” tambahnya lagi.

Sebuah pintu kaca otomatis dari gedung tersebut terbuka menampilkan seoarang wanita yang tak lain oh hayoung ia berjalan santai menuju lebih dalam gedung tersebut, saat melewati bagian reseptionis ia membukukkan badannya, ketiga wanita hanya menatap aneh dan kaget yang benar saja orang yang tengah menjadi perbincangan hangat disini tiba-tiba muncul, hayoung melangkahkan kakinya semakin ragu namun dengan cepat ia berjalan masuk hayoung ingin menyapa teman kryawan ruangan mereka

“bukankah itu shin hayoung?” teriak kryawan bernama eunji ia menyebutkan nama asli hayoung yang dipakainya selama bekerja disini, sontak sseluruh karyawan berdiri dan menatap kearah tersebut dan yang ditatap hanya tersenyum kikuk menggaruk lehernya yang tak gatal.

Soojung, meneger park, sekertaris byun, eunji dan juga lainnya mendekat mengerubungi hayoung yang masih diam dengan senyum kebingungan ini sudah ia duga,

“hayoung-ah apa hhubunganmu dengan presdir oh?” tanay soojung to the point

“yak, kenapa kau tak pernah masuk kerja? Dan mengundurkan diri tanpa memberi tahuku?” kali ini meneger park

“hayoung-ssi jelaskan tentang kejadian lima hari lalu?” baekhyun ikut bertanya padahal ia tidak melihat langsung kejadian tersebut namun apalah dikata gossip,

“apa dia kekasihmu? Sejak kapan kalian berkencan?”

“jelaskan pada kami?”

Ini benar-benar pertanyaan yang lebih rumit dari pada saat ia diwawancarai

“이-이거__(i-itu__)” belum selesai ia bicara suara berat itu datang dan memutus ucapan hayoung

“jika kalian ingin tahu, maka besok datanglah! Ke pesta peryaan kantor atas suksesnya produk terbaru kita” sontak seluruh orang melihat oh sehun dengan pandangan yang sicerna secara pelan-pelan, setelah mengerti mereka semua bersorak girang dan melupakan tujuan mereka sekarang, sebuah pesta perayaan kantor ini paasti sangat seru bukan?.

Hayoung tersenyum melihat sehun dan dibalas senyum pula dengan cepat sehun menggengam tangan hayoung mengajaknya pergi.

O0o

Pesta sebentar lagi akan segera dimulai seluruh kryawan dari SEYOUNG Corp telah berkumpul ada yang dengan pasangannya atau sendirian, dari kejauhan soojung tengah bercengkrama sangat akrab dengan karyawan baru yakni kim jong in. sementara itu meneger park sudah berada di atas panggung yang tak seberapa tinggi itu kali ini ia dipercaya sebagai pembawa acara,

“good night leadis and gentleman!!” ucapnya dengan ceria “yeorobundeil sebelum kita bersenang-senang mala mini kita dengarkan sambutan dari presdir kita, dipersilakan presdir oh sehun untuk naik keatas panggung ini” merasa dipanggil sehun segera naik keatas panggug itu sungguh ia sangat tampan setelan jas warna biru dengan sweater bergaris didalamnya serta tatanan rambut yang ia arahkan kebelakang terkesan santai namun tetap terlihat formal itu,

tengah membiuskan siapapun yang berada dipesta ini terutama para wanita yang tak mengalihkan pandangannya sungguh mereka seperti melihat dewa yunani yang terlanatar di pesta ini, sehun tersenyum lebar melihat orang-orang yang menatapnya kagum “good naight semuanya, semoga kalian menyukai dan menikmati pesta kali ini dan juga terimakasih atas kerja sama kalian di SEYOUNG Corp kami tak akan berhasil tanpa kalian, selamat bersenang-senang” sambutan sehun hanya singkat namun tetap tegas membuat orang-orang ini terkagum, sehun segera akan berbalik namun ia urungkan saat mengingat sesuatu “아…차가만요(ah….tunggu!!!)” semunya kembali menatap sehun kembali.

“maaf sebelumnya saya akan meleuruskan gosip yang beberapa ini saya dengar, dan juga kejadian beberapa hari yang lalu” sontak membuat semua berbisik gak jelas, sehun menghela nafas “maafkan saya sekali lagi, karena telah berbohong pada kalian kali ini saya akan jujur dan tidak menutupinya ini benar-benar snagat menyiksa bagi kami” kami!! Apa yang dimaksud sehun dangan kami membuat mereka kembali berbisik

“sebenarnya karyawan yang bernama shin hayoung adalah istri saya” jawab sehun dengan santai namun terlihat tegas oarng-orang itu menatap sehun tak percaya “dan terima kasih karena sudah memafkan saya, aku mencintaimu young” sehun tersenyum manis menatap seoarang wanita cantik dengan gaun hitam tanpa lengannya memperlihatkan lekuk tubuhnya ia benar-benar cnatik sekaligus sexy dalam bersamaan, melihat arah pandnag sehun merekapun mengikutinya dan menatap hayoung yang tengah tersenyum manis.

O0o

“너 힘드러?(kau lelah?)” Tanya sehun saat tiba dirumahnya pesta mala mini benar-benar membuat mereka lelah untunglah besok hari libur setidaknya ada waktu untuk menghilangkan lelahnya, tidak ada jawaban dari hayoung membuat sehun menengokkan kepalanya menghadap wanita disampingnya melihat wajah yang muram dan mata yang sedikit tertutup namun masih terkesan cantik itu membuat sehun tersenyum geli.

“tidurlah!!! Wajahmu benar-benar miris” ejek sehun yang membuat hayoung membuka matanya dan menatap sehun dengan tajam membuat sehun menambahkan lebar senyumnya ‘benar-benar menyebalkan’ grutu hayoung dalam hati ia segera berdiri dari sofa dan menuju kamarnya dilanati dua dengan langkah tergesa-gesa, sehun menghela nafasnya panjang dan tetap tersenyum tipis, ia bingung dengan sifat wanita yang berubah-ubah setiap detiknya.

Sehun hanya diam dan bersandar di sofa dengan tenang entah apa yang ada difikirannya saat ini, tringg…..suara ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan dengan nama ‘kim nari’dengan cepat ia mengambul dan membuka pesan tersebut

From: 김 나리

추카해 세훈이(selamat ya sehun) atas keberhasilan produk barunya, kapan-kapan kau bisa mentraktirku bukan?’

Sehun tersenyum tipis melihat isi pesan dari nari sebenarnya setelah kejadian dirumah sakit sehun sering menjenguk nari dan menyakan keadaannya bukan bermaksud apa sehun benar-benar sudah menganggap nari sebagai saudaranya sendiri bukan lagi cinta pertamanya.

“oh sehuuunnnn!!!!” teriak hayoung dari atas membuat sehun mengalihkan pandngannya keatas ia terdiam dan mengerutkan dahinya “팔리와!!(cepatlah!!)” sehun hanya mendengus daengan malas ia langkahkan kaki panjangnya menaiki tangga dan membuka kamarnya ia hanya terdiam melihat istrinya menghadap cermin dengan masih menggunakan gaunnya, melihat pantulan sosok sehun dari cermin hayoung tersenyum dan berbalik,

“sehun, bantu aku mnurunkan resleting gaunku ya?” ucapnya dengan nada yang memohon sambil mennjukkan senyum gummynya, sehun tak menjawab dan berjalan kearah wanitanya dengan cepat hayoung membalikkan tubuhnya kembali menghadap cermin tempat riasnya, dengan tenang sehun menyibakkan rambut panjang wanita itu kedepan menampilkan punggung cantik hayoung dengan cepat sehun menurunkan resleting gaun hayoung yang sampai pinggang itu.

Mungkin hayoung terlalu bodoh sehun adalah lelaki ia salah meminta bantuan padanya terpaksa mungkin karena taka da lagi yang bisa ia mintai tolong hanya suaminya itu, sehun hanya diam menelan salivanya yang terasa sakit ditenggorokannya saat punggung putih hayoung dan memperlihatkan tali bra berwarna hitam yang mingikat dadanya sehun benar-benar terdiam.

“세훈, 킅나소요?(sehun, sudah selesai?)” takada jawaban hayoung tidak mengerti atau dirinya yang benar-benar bodoh, tanpa sadar sepasang tangan sudah melingkar diperut ratanya tak lain sehun, ia juga menyandarkan kepalanya diceruk leher hayoung, wanita itu benar-benar sangat kaget dengan perlakuan sehun ia sadar dengan meminta bantuan pada sehun ini salah,

“se-sehun apa yang kau lakukan?” Tanya hayoung sedikit kikuk sehun semakin mengeratkan pelukannya ia melihat pantulan tubuh mereka di cermin rias tersenyum miring melihat wajah hayoung yang sedikit merah,

“jangan berbalik oke?” ucap sehun pelan tepat didepan telinganya

“you know? Apa yang kau lakukan salah besar nyonya oh” tambahnya dengan nada seduktif itu membuat hayoun melebarkan bulatan matanya ia hanya diam dan menelan salivanya pelan-pelan, benar ia sudah memancing lalu membangunkan monster dalam diri suaminya tersebut.

“I want making love with you, tonaight” ucapan sehun membuat otot-otot dalam tubuh hayoung lemas seketika mingkin ia ingin pingsan sekarang juga, jika saja suaminya itu tidak menahan tubuhnya, sehun menyeringai dan mengecup pipi mulus istrinya sungguh hormonenya sudah berada dipuncaknya malam ini ia lelaki normal pada umumnya ditambah lagi ia sudah beristri bkankah itu sebuah kewajiban,

“tidak usah panic, aku akan melakukannya dengan pelan sayang” lagi hayoung sudah tidak sanggup lagi sehun membalikkan tubuh istrinya untuk menghadap kearahnya wajah mereka sangat dekat bahkan hidung mereka sudah bersentuhan, wanita itu hanya diam tak bergerak mungkin ia pasrah, sehum menggodanya dengan menggesekan hidung mereka itu membuah hayoung ikut larut dalam sentuhan sehun ini gila, tapi mau bagaimana lagi ia adalah istrinya dan tugasnya adalah melayani sang suami, entah kapan sehun sudah melumat bibir merah cerry istrinya tangannya menkan tengkuk wanita itu untuk memperdalam ciumannya yang semakin memanas, bahkan tangan sehun yang lain sudah melepas tali bra istrinya. Malam ini akan menjadikan mereka sebagai suami dan istri sepenuhnya tak ad penolakan dari sang wanita ia sudah berjanji pada tuhan untuk melakukan apa saja yang suaminya suruh dan melayaninya seoalah dia adlah dewa dalam kehidupannya yang akan menunjukan mereka pada arah jalan yang sesungguhnya, ia tak boleh meningkari janjinya bukan? Tuhan pasti akan murka bila itu terjadi.

~^End^~

Maafkan authornya ya readers!! Karena ff ini sudah merusak otak kalian dalam berimajinasi, mohon maaf sekali lagi dan terima kasih bye…!!! See you next time!

Facebook: koerun sparkyu

Twitter: @nizabyung

Gmail: jerrynizabyung@gmail.com

8 tanggapan untuk “You make me crazy”

  1. Bagusss FF nyaaaaa..aaaaa kerenn
    Tpi ada yg ga enak diabaca juga disini, tulisan koreanya banyak bgt yg salah chingu.. 힘드러 itu nulisnya ga kaya gini tp 힘들어.. trus 세훈, 킅나소요 bukan gini juga tapi 세훈, 끝났어요 ini lampau.. 언제언제카지 seharusnya 엔제 까지.. segitu aja yg aku benerin yaa

  2. huaa~ suka bgt sama ceritanya, saat Hayoung mergokin Sehun sama seorang cewek yg ada dipangkuannya aku fikir Hayoung bakal marah besar dan gak mau maafin eh ternyata malah kiss kiss didepan umum. Ckckck

    dua couple favoritku yg ada dicerita ini terutama Maincast dan yg kedua KaiStal, jadi senyum2 gak jelas bacanya hehehe 😀
    ditunggu ff SeYoung yg lainnya ya~
    Hwaiting!!

  3. Kata-kata koreanya kok beda ya sama yang biasa kubaca,yang bener 언제카지apa언제까지Sih?.terus 차가만nya bukanya yang bener잠까만?soalnya dari kata잠시

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s