Heart attack” (chapter 4)

hunhan-ivy

Title : “Heart Attack” (chapter 4)
Author/twitter : @nizabyung
Cast :oh sehun (exo), xi luhan, oh hayoung/cho hayoung (Apink), park nana (oc), kim jongin/Kai, kim taehyung/v, kim myungso/L, Jackson, lee howon/hoya, huang zitao/tao(tim basket sehun) # minhyuk, sungjae, mark tuan, song mino/mino, kim seokjin/jin, han sang hyuk/hyuk (tim basket jung ilhoon).
Genre : comedy, romance, school, sad
Rating : 17+
Length :chapter
Disclaimer : this story is mine… !!! so just for fun oke!!

**HAPPY READING**

“bagaimana dengan sekolahmu sehun?” Tanya minho yang dengan santainya memeluk seorang wanita dengan pakaian yang sangat sexy dan terbuka menampilkan paha mulusnya serta garis dada yang sangat turun, itu memang sudah biasa bagi sehun, berbaur dengan teman-teman hyungnya berarti ia harus siap dengan segala permainan yang mereka lakukan, minum, clubbing dan juga wanita penghibur bukan hal biasa lagi buat sehun namun lelaki berwajah dingin namun bak pangeran itu punya cara sendiri agar tidak mengikuti hal buruk yang teman-teman hyungnya lakukan,

“baik, hyung” jawab sehun singkat sambil beralih tempat duduk di dekat pagar besi agar ia bisa melihat keadaan dibawah yang terdapat dance floor,

“kau tidak ingin meminum ini?” ucapan kris mengalihkan perhatiannya sejenak melihat sebuah botol berwarna kecoklatan sehun tau itu bukan soju atau segala jenis minuman memabukkan yang beralkohol tinggi itu hanya minuman anggur merah dengan tingkat alcohol dibawah 0,5%saja, bahkan menghabiskannya tak akan memubatnya mabuk berat,

“baiklah” sehun mengambil gelas berkakinya kedepan dengan senang hati kris menuangkan anggur itu “jangan terlalu banya meminumnya” tambah minseok, diantara yang lain minseok lebih pendiam dan selalu tegas ia memang sosok hyung yang baik dan tegas.

“ehemm” sehun menjawabnya dengan singkat sambil menganggukkan kepalanya lalu mengalihkan peandangannya kelantai dasar lagi kali ini ia tidak ikut dalam perbincangan lima pria yang sebentar lagi menuju dewasa itu, entah kenapa pikiran sehun saat ini beralih keseorang gadis yang ia paksa bawa tadi ‘cho hayoung apa yang sedang hyung lakukan padanya’ ucapnya dalam hati ia sedikit khawatir pasalnya hyungnnya itu membawa gadis itu dengan paksa pikiran sehun semakin negative saja, mengingat tempat ini hal apapun bisa saja terjadi bukan, ini adalah salah satu tempat dengan penuh kebebasan.

—–

“hei..pelayan bawakan aku ‘pol roger sir Winston churcill’ cepat” ucap pria dewasa itu dengan nada memerintah yang bossy hayoung hanya diam ia bingung bahkan untuk sekedar mengingat nama pesanan dari pria mabuk yang dikelilingi wanita-wanita penghibur super sexy itu, dengan ragu-ragu ia bertanya sekali lagi pada pria setangah waras didepannya,

“aj-ajjushi bi-bisakah anda u-ulangi pesanan a-anda?” ucapan hayoung terbata-bata melihat wajah pria itu ia sedikit takut

“apa? Kau memanggilku dengan apa?” jawab pria itu dengan nada meremehkan dan tertawa hambar, mungkin baru kali ini ia dipanggil dengan ajhusshi dilihat dari caranya berpakaian pasti dia adalah orang kaya dan pasti seorang boss, paling tidak pelayan bar ini akan memanggilnya dengan tuan bukankah itu wajar namun berbeda dengan hayoung ia tidak mengerti dengan pelayanan yang ada ditempat ini.

Nyali hayoung semakin ciut saja bahkan untuk menatap orang-orang ditempat itu, seorang perempuan yang menjadi wanita pria tersebut menghampiri hayoung dengan senyuman ramah ia berkata

“bawakan dia anggur pol roger sir Winston churcill nona” sekarang hayoung mengerty ia memandang wanita itu dengan perasaan senang dan tersenyum lebar “ba-baik nyonya!” jawabnya dengan penuh sopan dan menunduk cepat wanita itu adalah malaikatnya, setidaknya ia biasa cepat melakukan tugasnya,

Tidak jauh dari tempat hayoung sehun melihatnya ia hanya tersenyum remeh sekarang kerja otaknya tidak negative lagi, Ia sudah mengerty apa yang hyungnya lakukan ‘pasti untuk menggantikan nana noona’ namun fokusnya tetap meperhatikan gadis itu, entah kenapa rasa bersalah terhadap gadis itu muncul pasalnya ini kesekian kalinya ia menjahili hayoung tapi bukan sehun jika harus berhenti dan bersalah bukankah ini hiburan yang sangat menarik, ia ingin melihat gadis berambut pirang itu selalu sial. Sehun tersenyum aneh saat mengingat gadis itu mendapat kesialan yang ia dan hyungnya buat selama tinggal dirumahnya.

—–

“keumanhae! Disini saja” ucapan gadis berambut hitam panjang itu membuat luhan berhenti dan melepas genggamannya ia langsung menghadapkan tubuhnya pada kekasihnya yang ada dibelakangnya,

“huhh….. kau ini kenapa sih luhan?” tambahnya sambil menghirup udara dengan kasar

“kau pikir kenapa lagi?” bukan jawaban yang luhan berikan namun pertanyaan balik yang membuat wajah nana sedikit kesal

“baiklah, terserah kau saja, aku lelah berhenti saja” ucap nana dengan sedikit lemah dan menunduk ia takberani menatap wajah kekasihnya itu

“apakah harus seperti itu?” Tanya luhan sambil berkecak pinggang dan tersenyum remeh

“jadi karena pria gila itu? yang benar saja, nana apa kau sama jalangnya dengan pria brengsek itu?” plak… ucapan luhan reflek membuat tangan mulus nana mendarat tepat dipipi putih luhan, nana langsung memegang telapak tangannya dan terkejut atas apa yang ia lakukan sungguh ia tak bermaksud seperti ini pada luhan, “mi-mianhae luhan” ucapnya sambil terbata luhan hanya tersenyum miring dan memegangi pipinya yang tersa panas itu,

“a-aku tidak bermaksud menamparmu luhan mi-mianhae” tambah nana dengan nada lemah ia tak sanggup melihat wajah luhan lagi, segera ia menundukkan kepalanya matanya juga sudah memanas bahkan sesuatu sudah mendesak disudut matanya ingin segera jatuh namun ia tetap menahnya,

“tidak bisakah, kita seperti dulu lagi nana?, aku tidak mengerti kenapa kau lebih memilih pria brengsek itu?” ucap luhan dengan nada lembut mendengar itu nana menngakkan kepalanya

“kau memang tidak mengerti luhan, mianhae” jawab nana sama lemahnya dengan luhan ia segera berbalik dan meninggalkan luhan, namun sebuah tangan menghentikan pergerakannya tak lain adalah luhan

“kau tidak bisa pergi, because you’r is mine nana” ucapan luhan membuat kerja saraf nana berhenti seketika ia hanya diam mendengar ucapan luhan yang tepat berada di depan telinganya, luhan melingkarkan tangan kekarnya di perut ramping nana ia tak memperdulikan orang-orang yang berlalu lalang di lorong bar ini,

Sadar akan perlakuan luhan nana segera melepaskan tangan luhan namun tenaganya tak cukup kuat untuk meleopas tangan kekasihnya itu,

“lepas, lepas luhan” luhan hanya diam dan semakin menguatkan pelukannya ia tak memperdulikan nana yang meronta untuk lepas, ini tidak baik untuk nana ia akan semakin sakit batin jika mendapatkan perlakuan luhan seperti ini, namun kinerja tubuh dan otak nana tidak menyatu sungguh ia menyukai pelukan luhan dan ia rindu sentuhan luhan, “luhan jeball…!!!” lirihnya sambil melemahkan pergerakan tubuh gadis itu, luhan benr-benar berhasil membuat nana semakin tak bergerak.

—–

Semakin larut malamini semakin banyak pengunjung bar disini bahkan saat menjelang pukul 10 malam nanti pihak bar memberikan pertunjukan ladies dance erotis dengan penampilan wanit-wanita cantik nan sexy, itu membuat pengunjung semakin penasaran bukan mereka rela menunggu dan menghabiskan berpundi-pundi won mereka untuk masuk dalam bar berkelas seperti ini,

Sehun bosan duduk disofa panas ini bersama dengan teman-teman hyungnya yang semakin gila tak seperti tadi, sekarang bahkan mereka memesan para wanita penghibur itu, hal biasa bagi laki-laki saat hormone mereka benar-benar memuncak apapun akan dilakukannya bukan inilah kehidupan malam, sofa ini benar-benar panas sekarang chanyeol yang sedari diam dengan ponselnya sudah menghilang, entahlah?, jonghyun juga sudah menyusul bersama dengan kekasihnya, jiak dilihat sekilas bar ini terlihat sama dengan bar-bar mewah pada umunya namun itu bagi mereka yang tak mengerty, hal lumrah mengingat pihak pemilik bigitu pintar dalam berbisnis mereka sengaja menyembunyikan hal istimewa yang tak terlihat dan hanya akan menawarkan fasilitas terbaik mereka pada pelanggan yang bersangkutan, sungguh hebat bukan bisnis ini dan selalu menggoda untuk didirikan.

Sehun benar-benar bosan saat ini namun fokusnya tetap memperhatikan segala gerak gerik hayoung yang tengah menggantikan pekerjaan nana, ia melirik arloji dan segera mengerutkan dahinya ketika melihat jarum jam tepat berada di angka Sembilan ia bingung antara membawa hayoung pulang atau tetap disini, karena jika eommanya tahu tetang ini, sehun yang akan terkena omelan nyonya oh.

Sehun menuruni tangga menuju lantai dasar ia ingin mengawasi gadis itu lebih dekat lagi, sehun merasa menghawatirkan hayoung, melihat keadaan bar semakin malam semakin ramai dan menggila entahlah persaannya sekarang tidak begitu baik, ia beralih duduk di depan meja panjang bar utama memesan red wine kesukaannya, sekali lagi ia mengedarkan pandangannya menuju lautan manusia di lantai dasar tanpa sadar fokusnya mengarah pada seorang gadis yang tak sengaja menabrak sorang lelaki yang setengah mabuk, sehun mengerutkan dahinya saat menyadari postur tubuh yang tengah ia cari saat ini.

“ma-maaf tuan, saya tidak sengaja” ucap gadis dengan pakaian pelayan itu dengan menunduk ia terlihat takut saat jelas saja melihat pria dewasa dengan sebotol bir ditangannya mabuk! Pastilah, “ah…tidak papa nona” jawabnya singkat sontak hayoung gadis itu mengalihkan pandangannya pada sang pria “kalau begitu say per__” belum selesai hayoung berbicara pria itu dengan lembut memegang lengan hayaoung dan semakin membuatnya kaget,

“tunggu sebentar nona, kemejaku sedikit basah bisakah kau mengeringkannya sebentar?” dengan cepat hayoung mengangguk setidaknya pria ini masih sadar

“baik tuan” jawabnya pelan, kediua orang itu segera berjalan menuju toilet setidaknya gadis itu bisa mengeringkannya dengan tissue atau pengering lainnya,

Seorang lelaki yang hanya menggunakan kaos dalam itu tak mengalihkan fokusnya dari gdis disebrang ya! Gadis itu entah dari mana ia mendpatkan sebuah kipas angina yang saat ini ia gunakan untuk mengeringkan kemeja pri tersebut,

Sekali lagi lelaki itu berseringai kecil entah apa yang tengah ia fikirkan setidaknya fikiran itu tengah membayangkan hal indah untuk dirinya.

“ini tuan kemeja anda” ucap hayoung sambil menundukkan badannya hormat

“oh, terimakasih ya nona, kalubegitu apa yang kau inginkan sekarang?”

Mendengar jawaban sang lelaki hayoung hanya mengerutkan dahinya tidak mengerti dan hanya diam saat lelaki itu mulai mendekatinya dengan seringai yang terpatri dibibir tebal itu, gadis itu hanya diam membeo dan sontak memundunrkan langkahnya entah apa namun saat ini perasaannya sedang tidak baik,

“hei nona! Tenanglah aku akan memberi apa saja padamu, karena kau telah membantuku”

“ti-tidak usah tuan, a-aku ikhlas me-melakukannya” jawab hayoung dengan terbata ia sekarang merasa sangat takut

“baik, kalau begitu bantu aku sekali lagi”

“ba-bantu ap-apa tuan?” tanyanya bingung serta takut

Lelaki itu lebih mendekatkan tubuhnya pada hayoung yang tengah terdiam tangan nakalnya sudah mulai memegang rambut gadis itu dengan lembut dan menggoda, astaga! Lelaki ini sudah berubah menjadi lelaki hidung belang yang haus,

“bantu aku untuk menuntaskan hasrat dalam tubuhku, malam ini nona manis!”

Ini tidak benar dan gadis itu sebisa mungkin untuk cepat pergi dari tempat ini, ia masih muda dan tak seharusnya hal buruk seperti ini menimpanya,

Dengan sekuat tenaga gadis itu mendorong tubuh tegap milik lelaki yang tak dikenalnya itu ia segera berlari, namun belum berapa langkah seseorang tengah menghadang jalannya pemuda jangkung dantengan wajah yang super dingin itu berdiri tepat dihadapan hayoung, sontak membuat gadis itu mematung dan membulatkan matanya lebar.

“hah,… hei nona! Kemarilah temani aku untuk bersenang-senang malam ini?”  ucap lelaki asing itu dengan nada yang dibuat-buat bahkan ia sudah semakin dekat dengan hayoung, gadis berdurai coklat itu semakin takut saat enengok kebelakang sungguh ia ingin lari namun lelaki didepannya ini seolah membuat kaki jenjangnya membeku, tanpa pikir panjang lagi ia mencondongkan tubuhnya dan memeluk tubuh pemuda itu yang tak lain adalah oh sehun, ini ia lakukan dengan sangat terpaksa. Seolah mengerti dengan keadaan hayoung sehun membalas pelukan gadis itu disertai seringaian dibibir tipisnya munkin ia sudah merencanakan sesuatau lagi?.

“hei bocah! Apa yang sedang kau lakukan ha?” bentak lelaki asing itu pada sehun pemuda berwajah dingin itu mendongakkan wajahnya ia sangat tenang, “kau berbicara padaku?” Tanya sehun dengan wajah datarnya

“kau sedang ingin bermain denganku?”

“tidak, hanya saja kau sudah mengganggu gadisku” deg hayoung yang mendengar itu segera ingin melepas pelukannya namun percuma sehun menahannya dengan kuat dan membuat gadis itu menyerah,

“ya,ya,ya terserah kau saja bocah, tapi gadis itu melikku mala mini, berikan dia padaku?” ucap lelaki itu santai bahkan ikut mengulurkan tangannya,

“tidak bisa aku sudah membayarnya lebih dulu” deg sekali lagi ucapan sehun yang tak terduga membuat gadis itu ingin melepaskan diri dan memkul wjah tampannya, memangnya apa dirinya sungguh keterlaluan, lagi-lagi usahanya gagal kekuatan sehun tak sebanding dengannya, “apa ma-maksudmu?” Tanya gadis itu pelan

“kalau begitu aku akan membayarmu duakali lipat bagaimana bocah?” tawar lelaki asing itu, sehun hanya trsenyum tipis saat mendengar penawarannya

“besok saja, aku sudah terlanjur ‘ingin’ malam ini”  sungguh hayoung ingin segera memukuli sehun dan memakinya, ini benra-benar kelewat batas menjadikan seseorang sebagai bahan penawaran,

“tck! dasar bocah mesum, baiklah aku akan mencari yang lain, semoga kau terpuaskan bocah mesum” lelaki asing itu tersenyum dan pergi meninggalkan dua insan yang masih betah berpelukan, ralat mungkin hanya stu pihak saja yang betah,

“OH SEHUN APA YANG KAU LAKUKAN?” bentak hayoung saat pelukan mereka berhasil terlepas gadis itu menatap mata elanga sehun dengan tajam ia benar-benar ingin sekali memukul kepal pemuda itu sampai berdarah,

Tak ada jawaban dari sehun ia hanya tersenyum tipis dan berbalik segera pergi, merasa jengkel hayaoung segera menghadang jangkung itu “kau kenapa tidak menjawb hah?” ucap hayoung sekali lagi kali iini dengan nada pelan namuntetap tajam,

“huh… memangnya kenapa jika aku melukakan itu?” Tanya balik sehun

“yak, itu melukai harga, aku bukan pelacur atau wanita penggoda kau harus tahu itu” jawab hayoung dengan nada pelan

“benarkah? Kalu begitu ayo kita pulang” sehun terseyum tipis ia segera menggenggam engan gadis itu dan menyertnya keluar dari lorong primitive yanag penuh dengan berbagai dosa,

Gadis bermarga cho itu hanya pasrah dengan perlakuan sehun ia sudah lelah meladeni pemuda dingin nan aneh seperti sehun, sbenarnya hayoung ingin segera pergi dri tempat laknat ini ia benar-benar takut bagaimana jika hal seperti tadi terjadi lagi?.

“maafkan luhan hyung, karena sudah membuatmu takut dengan kejadian tadi” ucap sehun masih dengan suara dinginnya, mendengar hal itu hayoung tersenyum geli tak biasanya sehun seperti ini karena yang ia tahu kakak beradik itu selalu mengganggunya,

“ne”jawab hayoung singkat sambil menganggukkan kepalanya senyum manis itu kembali terukir tatkala sehun menggengam tangannya lembut. Langkah sehun terhenti saat fokusnya tertuju pada sebuah objek yang membuatnya sedikit kesal mala mini sehun menajamkan matanya dan diam, “sehun kenapa berhenti?” Tanya hayoung penasaran lelaki itu hanya diam tak menjawab “hei! Sehun ap__”.

__To be continue__

(bonus pic heheeheee…..!!! for you guys!!ih anak gua makin ganteng aje)

Hah….!!! Akhirnya selesai juga, saya minta maaf yang sebesar-besarnya pada readers sekalian sungguh otak aku ini bener-bener buntu buat berimajinasi, jadi aku ngepostnya gak bisa cepet maafkan niza ya #bow, karena memulai cerita itu gampang tapi mengakhirinya butuh tenaga superimajinassi buat nyeleseinnya, harap maklum ye apalagi authornya sudah bekerja heheheee,,, jadi ya sedikit sibuk. Insaallah aku bakal nyelesein sampai selesei jadi tunggu saja oke!

Dan maaf juga karena ceritanya sedikit absurd kekeee… jadi banyak disa nih authornya..

Fb: koerunsparkyu

Twitter: @nizabyung

Email: jerrynizabyung@gmail.com

15 tanggapan untuk “Heart attack” (chapter 4)”

  1. Weh aku baru nemu epep ini langsung suka ajin 😊
    hayoung sm sehun aja dah thor, kan sehunnya baik meski yaaa.. agak gt.
    Apa yg diliat sehun yah ?? Penasaran nih. Lanjut trs thor fffnya ddaebak. . 😆
    #keepwriting

  2. Weh aku baru nemu epep ini langsung suka ajin 😊hayoung sm sehun aja dah thor, kan sehunnya baik meski yaaa.. agak gt. Apa yg diliat sehun yah ?? Penasaran nih. Lanjut trs thor fffnya ddaebak. . 😆

  3. akhirnya dilanjut juga, aku nunggu2 bgt cerita ini,,

    syukur Sehun datang, kalo gak gak kebayang gimana nasib hayoung…

    Btw Sehun biar rada2 ngeselin ternyata care juga sama hayoung.. 😀

    siapa tu orang yg
    dilihat sehun itu, kek nya dia gak suka bgt sama org itu??
    penasaran sama kelanjutanya.
    ditunggu kelanjutan ceritanya, semoga author diberi kelancaran dlm ngelanjutin cerita ini amin~
    Hwaiting!!

  4. Yehee gua gak sabar nunggu seyoung couple…

    Thooorrr jangan lama2 yaa post next chap nya, abisnya author keren banget. Bikin orang kepo maaxxx

    Oiyaa thor kalo misalnya ff ini diganti judul gabisa yaa? Soalnya jujur aku ngerasa agak gimana gitu judulnya. Menurutku sih judulnya gak seasik ceritanya. Btw itu cuma usul lho yaa kalo gak diterima gaapa kok ((=

    Fighting thoorr ditunggu next chap nyaa :*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s