One and Only – SLICE #3 — IRISH’s story

poster1

Author : IRISH

Tittle : One and Only

Main Cast : EXO’s Baekhyun, Red Velvet’s Yeri

Supported : EXO, Red Velvet, Twice, and SMRookies Members

Genre : Romance, Life, Fantasy, Sci-fi

Rate : PG-16

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO, Red Velvet, Twice and SMRookies Members belong to their real-life.

Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes..

“Kau boleh mulai memikirkan semua yang kau inginkan.”, ucapnya sambil tersenyum lembut padaku.

Senyumnya seolah menular, karena pada akhirnya aku menyadari diriku tersenyum membalas senyumannya.

“Dan cobalah untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang tempat ini selagi kita masih sama-sama punya kesempatan untuk menikmatinya.”, sambungnya membuatku akhirnya mengangguk tanpa sadar.

Benar. Ia benar. Aku harus menikmati semua kecanggihan ini selama aku masih bersama dengannya, mencari Humanoid tanpa Owner lainnya. Karena jika aku kembali menjadi Outsider, aku mungkin tak akan pernah lagi mengalami hal seindah ini bukan?

“Kau benar,”, ucapku membuat Baekhyun tersenyum puas

“Mau membantuku memilih keperluan kita? Atau kau ingin menjadi seperti yang lainnya?”, Baekhyun melirik sekitar kami

Aku menatap sekitarku, dan sadar bahwa sebenarnya troli sebesar ini salah satu celahnya dapat digunakan untuk manusia duduk dan sibuk berkutat dengan gadget mereka sementara mulut mereka menggumamkan barang-barang yang mereka inginkan sementara Humanoid milik mereka sibuk mencari barang-barang tersebut.

Aku cukup yakin seorang gadis kecil di sudut Yanke ini berusia tidak lebih dari delapan tahun saat Ia sibuk dengan boneka kuda poninya sementara mulutnya berceloteh keras tentang keinginannya, dan seorang Humanoid wanita didekatnya terlihat sangat sibuk mencari barang yang Ia inginkan.

“Momo! Aku ingin ikan!”, aku mendengar gadis kecil itu berceloteh

Suaranya jadi satu-satunya suara dengan frekuensi tinggi di bilik Yanke ini.

Aku menatap Baekhyun, sementara dengan senyum jahil Ia menekan tombol kecil di troli yang memunculkan celah kecil yang digunakan manusia lain untuk duduk.

“Kau meledekku huh?”, ucapku sambil memukul lengannya kesal.

Baekhyun tertawa.

“Tidak, tentu saja tidak, jadi kau mau menemaniku berjalan berkilometer di Yanke ini?”

Memangnya seberapa luas Yanke ini sampai Ia bicara meledekku seperti ini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Kurasa manusia lain benar soal tindakan mereka untuk duduk dan membiarkan Humanoid mencari barang-barang yang mereka inginkan.

Aku tak tau berapa hektar luas Yanke ini, tapi rasanya aku sudah berjalan berjam-jam mengikuti Baekhyun.

Awalnya kegiatan ini menyenangkan, karena aku tahu semua makanan di Yanke sudah berubah menjadi chip warna-warni dalam wadah besar, dengan keterangan dimasing-masing wadahnya.

Daging sapi, daging ayam, telur ayam, selada, tomat, air putih, cola, semuanya dalam bentuk chip.

Dan Baekhyun bilang bahwa memang seperti itu barang-barang sekarang. Ia juga mengambil empat buah wadah besar bening berisi cairan berwarna biru, Ia bilang cairan itulah yang digunakan untuk diteteskan di chip dan membuatnya berubah menjadi makanan.

Istilah Baekhyun, air murni. Istilahku, air normal.

Aku sadar kami sudah berjalan berkilometer saat kakiku terasa sangat pegal, sementara barang-barang yang sedari tadi kami ambil bahkan tak memenuhi setengah troli.

“Hey, tunggu sebentar,”, ucapku membuat Baekhyun terhenti

“Ada apa?”, tanyanya

Aku memperhatikan ekspresinya, Ia tak tampak bercanda. Tapi sungguh, apa Ia tak sadar aku kelelahan sementara Ia sendiri tampak tak mengeluarkan tenaga apapun?

“Kurasa aku akan jadi manusia egois.”

“Apa?”, Ia menyernyit.

“Aku lelah, kau tidak sadar sudah berapa lama kita berjalan?”, rutukku kesal.

Baekhyun tertawa geli. Sial. Ia nyatanya sadar aku kelelahan.

“Kukira kau bertahan menjadi berbeda.”, ucapnya sambil menekan tombol di pegangan troli, dan dengan cepat sebuah lipatan logam keluar dari sisi troli, membentuk sebuah tempat duduk kecil.

“Duduklah, Yeri.”, katanya sambil tersenyum.

“Apa logam tipis ini bisa menahan bobot tubuhku?”, ucapku tak yakin.

Baekhyun menyernyit, dan menatap sekitarnya.

“Kurasa banyak yang punya bobot lebih darimu dan bisa duduk disini.”, katanya membuatku memperhatikan sekitar kami.

Benar juga ucapannya. Pastinya logam ini didesain untuk bisa menahan bobot tubuh seberat apapun.

Aku akhirnya duduk disana, sementara Baekhyun akhirnya mencekal pegangan troli dan mulai berjalan.

Tempat duduk ini berada tepat dibawah pegangan troli, sehingga aku sekarang duduk tepat dihadapan Baekhyun yang berjalan. Lengannya bahkan berada sangat dekat dengan lengan kiriku—mengingat aku duduk dengan posisi menyamping.

“Kita masih butuh banyak perlengkapan.”, ucapnya membuatku mendongak menatapnya.

“Kita bisa masuk ke Yanke lain.”, ucapku.

“Bagaimana jika mereka sudah tau tentang kita?”, tanyanya.

Benar. Jika mereka tau tentang kami, kami tak akan bisa masuk dengan bebas lagi ke dalam Yanke.

“Lagipula, backpacker tidak sewajarnya belanja disetiap Yanke dikota.”, sambungnya membuatku mengangguk-angguk paham.

Entah mengapa semua spekulasinya terdengar benar dalam pendengaranku. Atau memang Ia selalu mengucapkan fakta?

“Momo! Aku ingin chocolate-honey-flood ice cream! Kenapa kau membawa chocolate ice cream saja!?”

Perhatianku tentang ucapan Baekhyun terhenti saat lagi-lagi mendengar teriakan anak kecil berusia tak lebih dari delapan tahun itu. Sekarang didepannya, seorang Humanoid berambut hitam lurus panjang tampak berdiri dengan raut menyesal.

“Maafkan aku.”, ucap Humanoid itu.

“Bodoh! Cepat cari ice cream yang aku ingin! Jangan lupa bawakan Organic Steam!”

Aku menyernyit.

“Dia akan terbiasa berbuat seperti itu pada Humanoid nya.”, gerutuku.

Baekhyun melemparkan pandangannya ke arah yang kupandang.

“Memangnya kenapa?”, tanya Baekhyun, sepertinya Ia tak memperhatikan keributan kecil itu.

“Baekhyun, entah kenapa aku ingin ice cream sekarang, bisa kita ke tempat ice cream?”, pintaku padanya.

Baekhyun menyernyit, tapi Ia kemudian mengangguk.

“Baiklah, kita ke ice cream dulu.”, ucapnya mendorong troli kami ke belokan lain.

Aku tak mengerti tentang Yanke ini sama sekali, dimana tempat-tempat untuk makanan tertentu, tapi Baekhyun tampak sangat tahu tentang tempat ini. Seolah Ia sudah sangat sering masuk kesini.

“Kau ingin ice cream apa?”, pertanyaan Baekhyun menyadarkanku bahwa kami berada dibagian lain Yanke yang terlihat aneh.

Aku tak mempertanyakan bagaimana Ia bisa dengan cepat sampai ditempat ice cream, oh Tuhan, demi apapun, tempat ini didesain seperti antartika.

Lantainya bersalju, dan ice cream berbagai macam warna terpampang di dinding-dinding dan menempel seolah ice cream itu adalah es yang ada dikutub. Maksudku, ice cream memanglah es, tapi.. pemandangan ini sungguh membuatku terbelalak.

Dalam bayanganku ice cream akan terlihat seperti chip-chip itu juga!

“Ada apa Yeri?”, tanya Baekhyun.

“Tidak, kesana, ayo kesana,”, ucapku menunjuk sebuah gunung cokelat besar yang kuyakini penuh dengan ice cream cokelat.

Humanoid tadi belum tampak disana, kurasa Ia masih mengambil barang lain yang diinginkan Owner-nya, gadis kecil tak berpendidikan itu.

“Baiklah,”, ucap Baekhyun sambil mendorong troli kami kesana.

“Kau tidak merasa kedinginan?”, tanyaku pada Baekhyun.

“Tubuhku bisa tahan hingga suhu -32 derajat.”, jawabnya membuatku mengangguk-angguk.

Mataku sibuk mencari-cari keberadaan ice cream bernama aneh itu disana. Dan saat menemukan sebuah cup ice cream cokelat yang diinginkan gadis itu, aku memangkunya.

“Ini saja?”, tanya Baekhyun.

“Yep.”, jawabku.

Tak lama, Humanoid itu melangkah ke arah kami, dan saat Ia akan melewati kami, aku mengulurkan ice cream dipangkuanku padanya.

Tentu saja tindakanku tak hanya membuat Humanoid itu terkejut, tapi Baekhyun juga.

“Eh?”

“Untukmu, supaya gadis kecil itu tidak berteriak-teriak dan menyebutmu bodoh lagi.”, ucapku membuatnya mengerjap beberapa kali.

Ia tersenyum dan menerima uluran ice cream dariku.

“Kau seharusnya memarahinya jika Ia bersikap kurang ajar.”, gerutuku pelan.

Ia hanya tersenyum.

“Dia Ownerku. Aku tidak mungkin melawannya. Ia bisa saja menonaktifkanku.”, ucap Humanoid itu.

Ia kemudian menatapku dan Baekhyun bergiliran, sebelum Ia menghembuskan nafas panjang, membuatku menyernyit.

“Kenapa?”, tanyaku

“Kau dan Humanoid ini terlihat sangat akrab walaupun kau bukan Owner-nya. Terima kasih ice cream-nya, Yeri.”

Aku terpaku. Bagaimana Ia tau namaku?

BRUGK!

Aku tersentak saat Baekhyun tiba-tiba saja mendorong keras Humanoid yang baru saja menyebut namaku itu, menahan lehernya di dinding ice cream.

“Akh.. Lepaskan aku.”, ucap Humanoid itu

“Yeri, bawa troli itu pergi dari sini.”

Apa Humanoid ini bisa saja memanggil Sentry untuk menangkap kami?

Aku melompat turun dari tempat dudukku, dan bergerak menarik troli itu pergi menjauh, tapi langkahku terhenti saat mendengar rintihan kesakitan Humanoid itu.

“Apa yang kau lakukan!? Cepat pergi!”, ucap Baekhyun sedikit keras.

“Baek.. Kurasa kau harus lepaskan dia.”, kataku membuat tatapan Baekhyun melebar.

“Dan membiarkanmu terlibat dalam bahaya? Tidak. Pergilah.”

“Aku.. Ugh.. Aku tidak akan memanggil Sentry.”, ucap Humanoid itu kembali membuat Baekhyun menekan lehernya.

“Jangan banyak bicara.”, ucap Baekhyun dengan nada dingin yang diam-diam membuatku bergidik ngeri juga.

Tapi dengan ragu aku melangkah mendekati Baekhyun, menahan lengannya.

“Baekhyun, lepaskan dia.”, kataku.

Baekhyun menatapku berang.

“Yeri!”

Aku menarik lengannya, membuat Baekhyun akhirnya melepaskan cekalannya dari Humanoid itu.

“Yeoja kecil itu.. apa Ia benar-benar Ownermu?”, tanyaku padanya

Ia menatapku, dan menatap Baekhyun dengan sedikit ketakutan sebelum Ia menggeleng pelan.

“Ia adalah anak dari Ownerku. Ownerku bunuh diri beberapa bulan lalu. Anaknya membawaku pergi dari rumah lamanya dalam keadaan nonaktif jadi aku tak bisa menyelamatkan Ownerku.”

Jadi.. Ia juga.. seperti Baekhyun.

“Baekhyun,”, ucapku sambil menatap Baekhyun, sementara Baekhyun masih menatap yeoja dihadapannya dengan tatapan menyelidik.

“Bagaimana kau tau dia bukan Ownerku?”, tanya Baekhyun

Humanoid itu menatap kami.

“Aku tidak tau, aku hanya.. bisa mengaksesnya.”

“Baekhyun, dia sepertimu.”, bisikku pelan.

Baekhyun menarikku untuk berada dibelakangnya, seolah Ia melindungiku.

“Jangan ikut campur Yeri.”, ucap Baekhyun tegas padaku, Ia kemudian menatap Humanoid didepanku, “Siapa namamu?”, lanjutnya.

“Momo.”, jawabnya.

Namanya terdengar lucu, maksudku, menggemaskan. Aku sudah akan yakin gadis kecil itu adalah Owner aslinya karena anak-anak akan suka mendengar namanya. Namanya terdengar menyenangkan, bersahabat.

“Jadi kau juga Humanoid tanpa Owner sekarang?”, tanyaku.

Ia mengangguk. Rautnya tampak ketakutan. Sungguh. Aku tak pernah melihat Humanoid ketakutan, tapi Momo.. karena Ia adalah Humanoid tanpa Owner.. Ia bisa berperasaan seperti kami.

Aku akhirnya tersenyum puas. Baekhyun bukan satu-satunya Humanoid tanpa Owner. Aku menatap Momo, masih dengan senyum yang sama aku berucap.

“Momo-ya, kau mau ikut bersama kami?”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau tau, kau sungguh gila.”

“Kenapa?”, kataku pada Baekhyun sementara Ia memindahkan barang-barang yang kami beli ke dalam sebuah home-car berukuran sedang yang berhasil Momo dapatkan dari sebuah persewaan mobil.

“Kau membiarkan orang asing ikut dalam perjalanan kita.”, ucapnya masih dengan kesibukan yang sama.

“Orang asing? Dia sama sepertimu Baekhyun,”

“Tidak.”

“Oh ayolah,”, ucapku sambil memutar bola mataku kesal karena Baekhyun terus merasa bahwa Ia bukanlah yang menemukan Humanoid tanpa Owner pertama diperjalanan kami.

“Aku sudah selesai membereskan didalam, Yeri-ah,”, ucap Momo melangkah ke arahku dengan senyum ceria.

“Jangan menyebutnya seperti itu diperjalanan ini.”, ucap Baekhyun dingin

Gomawo Momo-ya. Ayo Baekhyun-ah, kenapa kau begitu lambat?”, kataku pada Baekhyun sementara kali ini Baekhyun mendengus kesal.

Bagi Baekhyun, Momo terlalu polos dan langsung mempercayai kami, dan Ia curiga pada sikap Momo itu. Terutama karena aku terlihat mudah akrab dengan Momo, Baekhyun menandainya dalam kategori mencurigakan.

Ia bahkan tak merasa curiga pada Humanoid bernama Seulgi yang terus mencurigai kami itu, kenapa Ia harus mencurigai Momo?

Aku menunggu diluar mobil sampai Baekhyun selesai dengan semua pemindahan barangnya. Masih dengan raut kesal Ia mengembalikan troli itu ke bagian depan Yanke, dan melangkah ke home-car kami.

“Kenapa kau tampak sangat tidak suka pada Momo?”, tanyaku pada Baekhyun saat Ia sampai dihadapanku.

“Karena Ia patut dicurigai, dan karena kau terlalu mudah percaya padanya.”

“Memangnya apa yang salah?”

“Kau bahkan tidak percaya semudah itu padaku.”

Aku tertawa pelan.

“Kau terdengar seperti seorang yang sedang cemburu.”, ledekku.

“Aku tak punya ketidak stabilan aneh seperti itu.”, bantahnya marah.

Oh sungguh, Ia terdengar seperti itu.

“Tapi aku percaya padamu sekarang,”, kataku.

Sekarang.”, ulangnya dengan nada menyindir yang membuatku ingin tertawa, “Baekhyun, kau baru saja menyindirku, sangat manusiawi.”, ucapku membuat Baekhyun melengos kesal.

Untuk kedua kalinya tindakannya membuatku merasa geli.

“Ayolah jangan kekanak-kanakkan. Kita akan baik-baik saja. Bukankah lebih baik untuk punya banyak teman selama perjalanan ini?”, kataku sambil menepuk pelan lengan Baekhyun, berharap ‘ketidak stabilan aneh’-nya bisa kuhentikan.

“Ya ya, terserah kau saja.”, ucap Baekhyun menyerah.

“Ayo naik. Kau adalah pemandu arah kita.”, ucapku.

Baekhyun akhirnya menarik lenganku untuk naik ke dalam mobil. Momo duduk di balik setir mobil dan senyum yang masih tak lepas dari wajah manisnya.

“Kau seperti penyelamatku Yeri-ah.”, katanya saat Baekhyun menutup pintu mobil kami.

“Benarkah?”

“Ya. Nami sangat sering membentakku seperti itu, dan bisa terbebas darinya, menemukan seorang yang peduli pada keadaanku, dan terutama, menemukan Humanoid yang sama sepertiku, rasanya menyenangkan.”, ucap Momo.

Aku menyenggol pelan lengan Baekhyun saat Ia masih saja memasang sikap tidak ramah pada Momo.

“Kami akan mencari Humanoid tanpa Owner lainnya.”, ucap Baekhyun ketus sambil melangkah ke bagian belakang home-car, Ia duduk disalah satu kursi, tampak sibuk dengan pemikirannya.

“Ia seperti itu karena tidak terbiasa dengan perdebatan.”, kataku sambil menepuk pelan bahu Momo. Ia mengangguk dan tersenyum.

“Aku tau, aku bisa tau perubahan hormon nya.”

“Benarkah?”, ucapku terkejut.

Momo tertawa pelan.

“Kurasa lebih baik kau bicara dengannya Yeri-ah. Bicara denganmu bisa menstabilkannya dengan lebih baik.”, ucap Momo.

Aku tersenyum pada Momo sebelum akhirnya melangkah ke arah Baekhyun, dan duduk disebelahnya, Ia masih tampak mengabaikanku.

“Kemana kita akan pergi setelah ini?”, tanyaku

“Lyon,”, sahutnya singkat.

“Oh benarkah?”

Baekhyun tidak menyahut.

“Ayolah Baekhyun, kau mau terus mengabaikanku tanpa alasan yang jelas?”, ucapku membuat Baekhyun menatapku dengan mata menyipit.

“Tanpa alasan yang jelas?”, ulangnya.

“Baiklah, oke, maafkan aku, karena aku begitu mudah percaya, karena aku tidak mendengarkan ucapanmu tadi. Tapi lihat sisi baiknya, kalau kau menyerang Momo di Yanke tadi, bisa terjadi keributan disana, dan mungkin kita bisa sama-sama tertangkap, benar bukan?

“Tapi sekarang Momo bersama kita. Dan kita punya kendaraan untuk mencari Humanoid tanpa Owner lainnya. Tidakkah itu bagus?”, tanyaku padanya.

“Kau tak mendengarkan ucapanku, bagaimana jika tadi kita berhadapan dengan Humanoid berbahaya? Atau Sentry? Kau akan terus bersikap seperti ini? Tidak mendengarkanku dan membiarkan dirimu berada dalam bahaya?”

Aku tersentak mendengar ucapannya. Ia pernah mengatakan bahwa Ia akan melindungiku. Dan jika tadi benar-benar ada bahaya, apa sikap Baekhyun menyerang Momo itu tadinya adalah bukti bahwa Ia tengah berusaha melindungiku? Seperti itu?

“Terima kasih..”, aku berucap tanpa sadar.

“Apa?”, Baekhyun menatapku dengan ekspresi keras yang sama dan tampak sedikit kebingungan karena ucapanku.

“Karena kau berusaha melindungiku tadi. Aku sungguh tidak akan mengulangnya lagi.”, ucapku sambil tersenyum pada Baekhyun.

Ekspresinya tampak mulai rileks, Ia akhirnya menghembuskan nafas panjang.

“Aku benci membayangkan harus membiarkanmu berada dalam bahaya.”

“Aku tahu, terima kasih..”

“Jangan hanya berterima kasih. Menjauhlah dari bahaya saat aku berusaha melindungimu.”, katanya pelan.

“Aku tak akan mengulanginya.”, janjiku.

“Benarkah?”

“Ya. Tentu saja.”

Baekhyun akhirnya tersenyum. Ia kemudian berdiri, dan beranjak ke kursi kosong di sebelah Momo, menatap layar berukuran delapan inch yang menampilkan peta dunia. Kurasa benda itu bekerja seperti GPS.

“Sudah merasa lebih baik?”, tanya Momo.

“Ya, sedikit, tapi aku masih mencurigaimu, jadi jangan coba sedikitpun melukai Yeri atau aku tak akan segan-segan membuat prosesormu hancur.”, Momo tertawa kecil.

“Tidak, tentu saja aku tidak akan berbuat seburuk itu. Jadi kemana kita akan pergi?”, tanyanya sementara aku menarik sebuah kursi kecil dan duduk di belakang Baekhyun, memungkinkanku untuk bersandar di bahu kursinya dan melihat keadaan disana, sekaligus, entah mengapa, aku merasa tak ingin jauh darinya.

“Lyon, tempat asalku. Kurasa aku bisa menemukan beberapa petunjuk tentang keadaan kita disana.”

“Baiklah, Lyon. Kita akan sampai disana sekitar dua atau tiga hari jika tidak ada halangan apapun.”, ucap Momo

“Aku akan menggantikanmu setiap enam jam, kau butuh mini-upgrade setiap delapan jam bukan?”, ucap Baekhyun membuat tatapan Momo membulat.

“Aku bahkan tak bisa mengakses hal seperti itu. Tapi, terima kasih.”

“Aku tak akan sebaik ini jika Yeri tidak menyukaimu.”, ucap Baekhyun.

“Aku tau, kau memperlakukan Yeri benar-benar seperti Owner-mu.”

“Kami berperan seperti itu.”, kataku membuat Momo melirikku sejenak.

“Bagus sekali, tidakkah kalian harus mengubah cerita kalian lagi?”

Ia bahkan tau tentang cerita yang kubuat bersama Baekhyun?

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

72 tanggapan untuk “One and Only – SLICE #3 — IRISH’s story”

  1. Itu gimana keadaan Nami setelah ditinggal Momo ? Dia nggak akan melaporkan pada sentry kan tentang tiba-tiba hilangnya Momo ?? Oh.. dia pasti akan jadi Outsider .. gak kebayang anak sekecil dia jadi outsider .. kkk . makanya jadi anak jangan nyebelin :v kan kenapa karma nya wkwkwk

  2. khwtr mo2 spt yg disangkakan baekhyun /kan Irish unpredictable bgt, takut ada kejutan2!/
    lucu.. baekhyun mule jealous sm perhatian yeri ke mo2 ^ ^ bikin senyum2 bc-ny. btw, itu si nami bocah bawel & songong itu dikemanain?? /masukin kardus, paketin via kpl laut y? cem hwn2 di film madagaskar 😀 wkkk~ / pengen ikut jd rombongan mrk 🙂 backpackeran aroung d’world ^.^ jelong2. Gile itu luas’ny supermarket berhektar2 ky hutan! yg paling spectaculer t4 jual ice cream itu ky wahana bermain ski resort gitu. mehong2 itu pasti hrg brng2 disitu y?

  3. baekhyun karakternya disini keren ….
    yeri uda mulai suka sama baekhyun ya …??
    makin banyakcastnya disini ..
    btw momo baik kan kak …??
    fighting next chap …..

  4. Wahh, baekhyun kayak angel deh.. Ciyyee yeri mulai jatuh cinta deh kayaknya tapi dia belum sadar .. Ahahaha. Kak si momo gak jahat kan? Semoga aja enggak deh. Tapi kyknya sampai chap ini tokoh utama masih damai deh kak, belum di siksa *plak* hehe. Kak aku next yahh..

  5. Irish maaf baru komentar,aku baru baca ff ini hari ini dan baru di Chap ini..
    Bagus cerita nya..
    Tapi karena baru ngikutin dan ternyata Sudah jauuuuhhh sekali ceritanya,membuat aku senang karena terlepas dari Tbc…

    Maafinya kalau komentarnya ga di setiap chapter..
    Tapi Kalau aku punya unek unek atau irishnya bikin aku gemes aku bakal muncul d halaman komentar Ok.

    semangat Irish!!!

  6. Hii kak irish..masih inget aku nggak?? *pastinggak*
    Maap kak irish,aku baru bac,karena aku baru tau ada ni ff+maap nggak bisa komen per chapternya,tau sendirilah aku ketinggalan banyak chapter….
    Kenapa aku juga merasa curiga ama momo ya???beneran,kayak ada something gitu. Senyum2 sendiri pas baek memperlihatkan rasa cemburunya,…ciye, Yeri keknya juga mulai nggak bisa ninggalin baekhyun.
    Nggak ada kata lain yang bisa nggambarin ff ini selain DAEBAKKKK!!!
    Semangat ya kak irish nulisnya!!!

    1. Masih inget kok aku XD wkwkwkwkwk tenang ajaa XD aku menerima komen di chapter berapapun XD wkwkwkw
      mereka ini udah saling demen tapi masih malu-malu kucing XD

    2. Seneng deh kalo masih inget.
      Aku fans kak irish lohh
      Oh ya, aku manggil kak2 tapi nggak tau kak iris line berapa. Huh aku jadi ngebuat kak irish merasa tua nih*kidding*
      Yah,dan harus ku katakan alasan ku manggil kak irish kak,karena gk tau knpa aku selalu kebayang Eunji A Pink pas nulis setiap komentarku (pliss kak irish jangan besar kepala..wkwkkwk!)

  7. jadi momo ikut sama Yeri & Baek berpetualang? trus si anak kecil males itu ditinggalin dong? hahaha… kasian amat dia?

    Aq jg curiga sama si Momo nih, kenapa sampai tau cerita palsunya Baekhyun? Apa dia bisa baca pikiran?

  8. Lucu banget, yg bagian baekhyun air murni, tapi yeri bilang air biasa,< aku malah langsung kebayang susu murni XD padahal kan warna cairannya biru, bukan putih XD… KEEP WRITING!!! Semangat ya kak!!!! Ngefans deh sama kakak😘 lope lope lah pokonya!!!!!!!!!

  9. Ceritanya buat aku salting. . . . . . Baekhyun benar2 terlihat cocok dengan karakternya disini. . . . mata tajamnya *oh salah fokus hehehe
    Aku khawatir setelah sampe di chapter terakhir update aju tidak sabar menunggu 😄

  10. Jangan jangan momo itu irene ya?! /soktaw\ adoo dapet feelnyaa~ greget sendiri bacanya juga deg deg an pas si momo tau nama yeri. Yeyy ditunggu chapter 8 nyaa ya thor~~🎉🎉😍😍😍

  11. Jadi ikutan curiga sama Momo gara-gara Baekhyun nih >< haha
    Tapi semoga dia memang baik, dan perjalanan mereka lancar…
    Ehm makin sweet aja deh baeknya ^^~♡

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s