TRIANGLE (Chapter 2)

 

tissakkamjong

TRIANGLE

tissakkamjong

Chaptered

Romance, School Life, Drama

13+

Irene (Red Velvet), Kris (ex-EXO), Sehun (EXO)

Ff ini murni dari otak author. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, alur, tema, waktu karena ketidaksengajaan. Ini murni dari otak author, dimohon untuk tidak copypaste. [Warning typo(s)].

Poster by Aerriblue

FMV by Alfath11

HAPPY READING

[ Chapter 1 2 3 4 5 6 7 8 ]

OoO

Chapter 2

IRENE POV

Kris pun mengajakku memasuki ruangan musik ini. Ruangannya tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Terdapat piano disudut kiri ruangan, dan satu set drum di sudut kanan. Terdapat juga beberapa gitar dan bass. Dan satu toilet untuk wanita dan pria.

“Dimana Sehun dan anggota lain?” Aku bertanya pada Kris yang sedang duduk disofa dekat piano.

“Sehun masih ada kelas tambahan, mungkin 10 menit lagi ia akan kesini.”

“Lalu yang lain?” Tanyaku lagi karena ia tidak menjawab pertanyaanku yang kedua.

“Entahlah.” Kris hanya mengangkat bahunya saja. “Kris kau bisa bermain piano?” Tanyaku memecah keheningan.

“Tentu saja, aku pianis yang professional asal kau tau.”

Cih pede sekali. Coba kau mainkan sebuah lagu.” Titahku pada Kris. Aku tak menyangka seorang cold boy sepertinya dapat bermain piano. Kebanyakan laki-laki diluar sana kan lebih memilih gitar. Kris mulai memainkan sebuah lagu yang sangat familiar ditelingaku. Ah! Ini kan lagu Miracles in December, pantas saja aku tau.

Prokkk prokkk prokkk

 

Daebakkk!” Ucapku yang dibalas dengan senyum datarnya. “Sekarang giliran kau!” Aku mulai memerhatikan tuts hitam putih ini dengan seksama.

Nettt

 

“Eh salah.”

Nettt

 

Ani.”

Nettt

 

Aish kau bisa tidak sih bermain piano? Dari tadi kau hanya memencet tombol itu saja, cepat mainkan!”

“Ah aku lupa not lagu Around The Heart.” Dapat kulihat Kris berjalan menujuku dan dia… Ani dia memegang jari telunjukku dan menuntun telunjukku menuju salah satu tuts piano ini.

“Mulai dari sini.” Kris menempatkan jariku di salah satu tuts itu. Aku hanya bisa menatap matanya yang indah itu.

“Kenapa kau menatapku? Cepat mainkan!” Aku tersadar dari lamunanku, “Ani! Siapa juga yang menatapmu?” Aku segera memainkan lagu itu hingga selesai.

OoO

Drrttt drrttt

Irene segera meraih handphonenya yang bergetar itu.

KAI

 

Irene-ya bagaimana tadi latihanmu?

 

Irene segera membalas pesan dari Kai.

Menyenangkan, tadi Kris sempat beberapa kali mengajariku bermain piano. Ternyata dia sangat ramah. Tumben sekali kau mengirimku pesan, kau sedang apa? Ah ya! Apa kau punya nomor telepon Kris? Aku ingin berterimakasih padanya.

 

15 menit berlalu namun Kai tidak kunjung membalas pesan Irene. Ah mungkin anak ini sudah tidur batin Irene sambil meregangkan badannya dikasur.

KAI

 

Sebuah pesan masuk lagi.

+8234xxxxxx

 

“Ah akhirnya Kai member nomor telepon Kris, kukirimi pesan atau telepon saja ya? Hmmm.” Irene mulai memencet tombol hijau untuk nomor Kris yang berarti ia akan menelepon Kris.

OoO

IRENE POV

“Yeoboseyo?”

DEG

Kenapa hatiku berbunga-bunga ketika mendengar suara Kris.

“Yeoboseyo?” Ah kenapa lidahku menjadi kelu, ini kan hanya Kris bukan kekasihku.

“Kris-ya ini aku Irene. Aku ingin mengucapkan terimakasih karena tadi kau sudah mengajariku.”

Ne.”

“Itu saja?” Bagaimana bisa ia hanya mengatakan satu buah kata? Aku sudah membuang-buang pulsaku untuk menelponnya dan ia hanya mengatakan itu saja.

“Mau apalagi? Lagipula aku sudah mengantuk.”

“Baiklah.”

Bye. Jaljayo Irene-ya!”

DEG

Barusan itu apa? Ia mengucapkan selamat tidur padaku? Ah Kris kau sukses membuat hatiku berdebar-debar.

OoO

IRENE POV

Hari ini, aku, Kris, Sehun dan anggota lain dari klub musik akan latihan membawakan lagu yang akan kita tampilkan minggu depan diacara ulangtahun sekolah kita. Aku berperan di piano, Kris akan bermain di gitar, Sehun akan ngerap dan beberapa anggota lainnya seperti Baekhyun, ia menjadi vokalis utama dan Chanyeol akan bermain drum.

“Ya! Kurasa latihan hari ini sudah cukup. Irene mulai besok kau harus sudah bisa bermain tanpa melihat not, Kris jangan melihat chord lagi, Sehun aku rasa rapmu kurang cepat, dan Baekhyun suaramu harus lebih kencang dari Sehun.” Chanyeol selaku ketua klub ini akhirnya menyudahi latihan hari ini.

Aku segera meraih tasku dan beranjak pulang. Kulihat Kris sedang berjalan didepanku.

“Kris-ya!” Teriakku seraya berlari menghampirinya. Kris langsung menoleh dengan tatapan—ada apa?

“Kau sendiri? Dimana Sehun? Sepertinya rumah kita searah, kita bareng ya?”

“Sehun kan membawa mobil. Baiklah ayok.”

Aku mulai berjalan disamping Kris. Kami hanya bisa diam tanpa ada suara. Tak terasa rumahku hampir terlihat.

“Rumahmu masih jauh Kris?” Tanyaku.

Ani, hanya beda tiga atau empat rumah dari rumahmu.”

“Baiklah aku masuk ya, annyeong.”

OoO

KRIS POV

Saat ini kami sedang berjalan berdampingan. Aku ingin sekali memecah keheningan dengan bertanya-tanya tentang dirinya. Namun aku terlalu gengsi, aku tidak ingin image coldku hilang hanya karena gadis disampingku yang mulai kusukai ini.

“Rumahmu masih jauh Kris?” Irene mengeluarkan suaranya saat kita tiba didepan rumah bercat krem, mungkin ini rumahnya.

Ani, hanya beda tiga atau empat rumah dari rumahmu.”

“Baiklah aku masuk ya, annyeong.” Dapat kulihat Irene membuka gerbang rumahnya dan masuk kedalam rumahnya. Aku mulai berjalan kembali menuju rumahku hingga aku merasakan seperti diikuti oleh seseorang.

OoO

??? POV

Aku tidak menyangka Kris dapat sedekat itu dengan Irene hanya dalam beberapa hari. Bahkan mereka pulang bersama, aku yang sudah mengenal lama Irene saja tidak pernah pulang bersamanya. Aku sadar ternyata Irene begitu berbeda dan aku menyesal.

OoO

Satu minggu sudah berlalu, hubungan Kris dan Irene semakin lama pun semakin dekat. Mereka semakin sering berlatih bersama dan pulang bersama. Terkadang mereka juga kekantin bersama.

Hari ini adalah hari ulangtahun sekolah mereka. Irene sudah sampai disekolah dari pagi. Ia segera mengganti bajunya dengan dress putih simpel selutut diruang ganti.

“Irene?” Irene merasakan ada orang memanggilnya saat ia kembali keruang musik.

“Ah Sehun! Kau sudah datang?”

Ne. Aku datang pagi-pagi karena ingin melihatmu.” Seketika juga pipi Irene memerah dan itu membuat kecantikannya bertambah.

“Ah kau sangat cantik memakai dress seperti ini. Seperti perempuan sungguhan.” Ucap Sehun sambil memandangi Irene dari atas hingga bawah.

“Yaa! Memang kau pikir aku bukan perempuan?” Irene hanya mengerucutkan bibirnya dengan lucu.

“Hahaha! Kau sangat perempuan Irene-ya!” Sehun mengelus kepala Irene dengan lembut yang hanya dibalas dengan senyumnya Irene.

OoO

KRIS POV

Aku pun membuka pintu ruang musik ini dan mendapatkan Sehun sedang mengelus kepala Irene. Seketika itu juga aku mengepalkan tanganku dengan keras. Bagaimana bisa Sehun melakukan itu? Jelas-jelas seminggu ini hanya akulah yang dekat dengan Irene. Dan sekarang ia sudah berani mengelus kepala Irene.

“Ehmm…” Aku hanya bisa berdehem menandakan bahwa ada aku diruangan ini.

“Kris! Cepatlah berganti baju lalu latihan bersama kami.” Dapat kudengar suara Irene dari sana yang sedang bersama Sehun. Sehun hanya menatapku tajam. Aku hanya bisa menoleh dan mengangguk. “Ne, tunggu aku ya.”

Aku mulai mengganti pakaianku dengan jas hitam dan aku segera memoles sedikit pomade dirambutku. Saat aku sedang asik merapikan rambutku, pintu ruang ganti ini terbuka dan muncul Sehun. Aku hanya bisa mengabaikannya saja.

“Aku tau kau juga suka dengan Irene. Kuharap kita sportif dalam permainan ini.” Sehun mengatakan kata-kata yang selama ini aku tidak sangka. Aku dan Sehun sudah berteman sejak lama, dan sekarang ia menjadikanku lawannya dalam permainan ini?

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak ingin ada kecurangan dan dapat kupastikan Irene akan suka padaku bukan padamu.” Sehun yang kukenal ceria dan baik akan berubah jika dalam hal perempuan seperti ini. Aku segera merapikan barang-barangku dan keluar dari ruang ganti ini.

“Kris, Sehun! Cepatlah sedikit, acara akan segera dimulai dan kita harus gladibersih terlebih dahulu.” Aku segera mengambil posisiku dan kita memulai latihan terakhir kita.

“Okay, sekarang kalian minum air putih dulu, siapkan semua energi kalian. Jika kalian sedang dalam masalah tolong lupakan dulu masalah kalian, dan jangan dibawa kepanggung sehingga kalian salah-salah dalam bermain nanti. Paham?” Chanyeol menatap kita semua secara bergantian.

“TEEN MUSIKAL… HWAITING!!!” Kami semua segera berjalan menuju keatas panggung dan dapat kulihat sangat banyak sekali penonton.

OoO

IRENE POV

Kita semua segera berjalan menuju keatas panggung. Dari sekian banyak penonton dapat kulihat Kai adalah penonton paling depan dan paling dekat dengan tempat pianoku.

“Irene-ya! Hwaiting!” Kai berteriak sambil mengangkat kameranya. Aku hanya bisa melontarkan senyumku.

Suara bising penonton mulai mereda dan kita mulai memainkan musik kita.

PROKKK PROKKK PROKKK

Penonton bertepuk tangan dengan keras dan sepertinya Kai paling semangat diantara lainnya. Aku hanya bisa tertawa kecil. Kami semua pun turun menuju backstage.

“Irene! Ini minum!” Kulihat Kai menyodorkan sebotol air mineral kepadaku.

“Ah Kai! Gomawo!” Aku pun meminum airku dan Kai terus menatapku hingga aku selesai minum.

Wae?” Aku bertanya dengan heran.

Daebakk! Kau sangat hebat!” Kai menepuk-nepukkan tangannya dipunggungku.

OoO

IRENE POV

Setelah acara ulang tahun sekolahku itu aku mulai menyadari kini Kris, Sehun dan Kai tidak dekat lagi. Mereka jarang terlihat bersama. Apalagi Kris dan Sehun. Meski mereka satu kelas mereka tidaklah bersama lagi. Sehun lebih sering menghabiskan waktunya dengan Luhan, begitu juga dengan Kris yang lebih sering menghabiskan waktunya dengan Tao.

Sedangkan Kai, ia tetap bersamaku. Karena hanya Kai lah yang paling dekat denganku dikelas ini. Jadi, Kai bersedia menemaniku sepanjang hari.

“Kai?” Kai pun menoleh.

“Kris hari ini masuk atau tidak?” Aku bertanya pada Kai, dan aku dapat melihat mimik wajahnya langsung berubah seperti badmood.

“Entahlah, coba kau cek kekelasnya.” Aku pun mengangguk dan beranjak menuju kelas Kris. Kelas Kris tidak jauh dari kelasku. Hanya beberapa meter aku sudah sampai didepan kelasnya. Aku pun menongolkan kepalaku kedalam kelasnya. Tidak ada Kris. Aku tidak melihat ada Kris didalam kelasnya. Aku segera membalikkan badanku untuk kembali kekelasku.

“Aaaaa!!!” Aku terkejut sekali saat membalikkan badan mendapatkan wajah Sehun yang sangat dekat dengan wajahku.

“Hwahahahaha!” Sehun pun tertawa dengan lebar dan aku hanya bisa cemberut saja.

“Kau sedang apa disini? Kau mencariku ya? Hahaha.” Tawa Sehun pun tak kunjung reda.

Ani. Aku bukan mencarimu, aku mencari Kris.”

Mwo?!” Sehun menampakkan wajah kagetnya. Aku bingung, sebenarnya ada apasih dengan Kai dan Sehun. Setiap kali aku menanyakan Kris selalu saja mereka terkejut.

“Kris tidak masuk hari ini. Ia sedang sakit.”

Mwo?! Sakit apa? Apa ia dirawat? Mengapa kau tak memberitahuku?”

“Hanya kecapekan mungkin. Aku saja tidak tau ia sakit kalau Tao tak memberitahuku.”

“Yasudah aku kekelas dulu.”

OoO

IRENE POV

Aku segera meraih tasku dan beranjak menuju rumah Kris. Kai telah memberi blok dan nomor rumah Kris. Sebelum menuju rumahnya, aku menyempatkan diri ke toko buah-buahan. Kai bilang bahwa Kris sangat suka buah pisang. Maka dari itu aku membelikannya buah pisang dengan jumlah yang banyak.

Kamsahamnida.” Setelah menerima kembaliannya aku segera keluar dari toko ini dan berjalan menuju rumah Kris.

BLOK PF8/23

 

Aku menyamakan kertas dari Kai tadi dengan tulisan digerbang rumah ini. Sangat cocok namun aku ragu dan takut kalau-kalau rumah ini bukan rumah Kris. Memang sih rumah ini hanya berjarak tiga rumah dari rumahku seperti yang Kris katakan minggu lalu. Aku mencoba memencet tombol bel rumah ini yang ada disamping gerbangnya.

Ting tong

 

Tidak ada tanda-tanda orang keluar dari rumah Kris untuk membukakan gerbangnya.

Ting tong

Aku memencet bel sekali lagi namun tak kunjung juga ada orang yang membukakan gerbang ini. Aku mencoba meraih pegangan gerbang ini dan ternyata tidak digembok. Aku mencoba membuka gerbangnya secara diam-diam dan berjalan masuk kerumahnya. Aku pun mengetuk pintu rumahnya dan tidak ada yang membukakan. Dan lagi-lagi pintu rumahnya tidak tertutup bahkan terkunci. Aku mencoba mendorong pintunya dan seketika itu juga buah yang kubawa jatuh saat aku melihat Kris sedang berselimutan dan memeluk perempuan disampingnya.

To be continued…

tissakkamjong’s note: Annyeong readers tercintaku! Mian author updatenya lama ya soalnya tugas disekolah lagi banyak banget dan author cuma bisa nulis ff ini malam doing dan cuma beberapa jam itu juga. Belum lagi kalau author udah nulis dua lembar terus author mikir gak cocok ceritanya jadi author ulang lagi [kok curhat thor] hahaha

 

Gimana chap 2 nya? Disini Kris sama Sehun udah mulai panas lho haha Irene juga udah mulai ngerasain panasnya itu dan Irene juga udah mulai suka sama Kris. Kapan Irene suka sama Sehunnya thor? Kapan yaaa? Haha ditunggu deh ya like+commentnya! Jangan jadi silent reader, kritik dan saran sangat sangat sangat author butuhkan. Gomawo!~

 

18 tanggapan untuk “TRIANGLE (Chapter 2)”

  1. Aaaiisshh oppa kau kenapa dengan perempuan lain! Kan kasian gitu sama si Irene apa lagi disaat kau berpelukan dengan gadis lain! Lanjutannya aku tunggu dan jangan lama-lama ne? 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s