IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #2 — IRISH’s story

IL

Author : IRISH

Tittle : Irresistible Love

Main Cast :EXO’s Byun Baekhyun, OC’s Song Heekyung

Supported : EXO Park Chanyeol, OCs

Genre : Fantasy, Romance

Rate : T; PG-17

Disclaimer   :  This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real-life, and OC’s belong to their appearance.

“..Aku mencintaimu, bahkan jika kau seorang monster..”—Heekyung

Previous Chapter

Chapter 1

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes..

“Incubus dan Succubus bodoh. Bukan kubus.”

Baekhyun terhenti saat mendengar pembicaraan dua orang yeoja itu, terutama karena mendengar mereka tengah bicara tentang dirinya.

“Keundae, apa menyebut nama mereka tidak membuat mereka tau?”

“Oh?”

“Kau menyebut nama mereka Ryung-ah, bagaimana kalau tiba-tiba ada yang muncul?”

“Ya!!”

“Aish, aku hanya bercanda, oh omona, kita harus mengambil jalan terpisah setelah ini.”

“Untung saja rumahku tidak jauh dari belokan ini.”

“Ryung-ah.. Kau benar-benar tidak mau mengantarku pulang?”

“Kita sama-sama lari ke rumah dan jangan berhenti sedikitpun, arraseo?”

“Keundae.. Bagaimana kalau—”

“Dihitungan ketiga. Satu.. Dua..”

“Apa mereka tidak akan mengejar kita kalau kita berlari Ryung-ah?”

Dengan penasaran Baekhyun melirik ke belakangnya, tatapannya segera tertuju pada dua orang yeoja berpakaian seragam, satu yeoja berambut pendek yang sekarang tengah mengambil aba-aba berlari, dan yeoja lainnya dengan rambut panjang yang sekarang tampak menarik-narik lengan teman rambut pendeknya.

“Ryung-ah.. Aku tidur dirumahmu saja bagaimana? Aku sangat takut karena ceritamu tentang Incubus itu..”

“Lari sekarang Heekyung-ah, tiga!”

Tiba-tiba saja yeoja berambut pendek itu berlari ke arah lain, meninggalkan yeoja berambut panjang itu sendirian.

“Na Inryung! Kau bukan temanku lagi!”, teriak yeoja berambut panjang itu sambil mengentak-entakkan kakinya kesal dijalanan sepi itu.

Melihat tindakan yeoja itu, Baekhyun tertawa pelan.

“Mendengar tentang kami saja Ia sudah ketakutan seperti ini,”, gumam namja itu sambil melanjutkan langkahnya.

Ia kembali menyernyit saat mendengar suara langkah berlari dari belakangnya. Tentu saja Ia sudah tau yeoja itu lah yang sekarang berlari.

BRUGK!

Baekhyun sedikit terkejut saat yeoja itu menabraknya. Mata merah menyala namja itu segera muncul, hal itu sering terjadi saat Ia berkontak fisik dengan manusia.

“Omo, ah, mianhamnida.. Aku tidak melihatmu.. Aku benar-benar minta maaf..”

Baekhyun memejamkan matanya, mentralisir keadaannya sebelum Ia kemudian membuka matanya, menatap yeoja berambut gelombang panjang yang sekarang menatapnya penuh rasa bersalah.

“Ya, tidak apa-apa.”, ucap namja itu kemudian

Yeoja berambut panjang itu tersenyum.

“Gomapseumnida.”, ucapnya sebelum Ia kembali berlari dengan kecepatan yang pasti menurutnya sangat cepat.

Tak lama berjalan, Baekhyun mendapati yeoja itu terhenti dibawah sebuah lampu jingga terang yang menerangi satu-satunya jalan disana.

“Kenapa kau seperti ini lagi?”, ucapan yeoja itu sedikit menarik perhatian Baekhyun.

Tentu saja, yeoja itu sekarang mengomel sendiri dengan menatap ke jalanan kosong didepannya.

“Lampu jahat! Kenapa kau selalu mati saat aku pulang malam huh? Apa petugas listrik itu tidak memperbaikimu dengan benar?”, gerutu yeoja itu sambil menatap khawatir jalanan didepannya.

“Ah.. Inryung benar-benar membuatku ketakutan..”, gumamnya sebelum kemudian melangkah melintasi jalanan gelap itu.

Tapi baru beberapa langkah berjalan dengan yakin, yeoja itu kembali terhenti saat mendengar suara tawa keras didalam kegelapan itu.

Ia segera berlari kembali ke daerah yang masih terkena cahaya, dan bahkan bersembunyi dibalik sebuah pilar kecil yang menjadi penyangga lampu.

“Kenapa ahjussi-ahjussi itu selalu ada disana.. Ish..”

Sekarang Baekhyun melangkah melewati yeoja itu, tentu saja Baekhyun bisa dengan tenang melangkah dalam kegelapan, dan bahkan tak harus merasa khawatir sedikitpun pada preman-preman yang ada diujung jalan.

Namja itu menyernyit saat mendengar langkah pendek dan pelan dibelakangnya. Ia kemudian tersadar jika yeoja itu pasti mengikutinya karena menjadikan dirinya tameng sekaligus teman berjalan.

Baekhyun menggeleng pelan karena tindakan yeoja itu, tapi toh Ia meneruskan juga langkahnya, berusaha mengabaikan keberadaan yeoja itu.

Saat melewati beberapa orang preman itu, Baekhyun kembali memfokuskan perhatiannya pada yeoja yang berjalan dibelakangnya.

“Omo! Lihat siapa yang berjalan sendirian dimalam hari seperti ini.”

“Aigoo.. Apa kau pulang larut dari sekolah?”

“A-Ahjussi.. Kenapa dengan kalian..”

“Ck ck, kenapa suaramu ketakutan begitu huh? Apa kami terlihat menakutkan?”

“Ayolah kau disini dulu dan temani ahjussi-ahjussi ini.”

Baekhyun menghentikan langkahnya, dan berbalik, Ia melihat yeoja itu tengah berusaha menjauh dari preman-preman yang sekarang berusaha mencekalnya.

“Aigoo.. Kenapa kau menangis oh yeoja manis? Ahjussi ini tidak menakutimu.”

Awalnya Baekhyun sudah akan melanjutkan langkahnya, tapi mendengar yeoja itu terisak pelan, tanpa sadar Ia melangkah mendatangi keramaian kecil itu dan dengan cepat menarik lengan yeoja itu tepat saat seorang preman akan mencekalnya.

“Apa-apaan ini huh?!”, preman-preman itu berucap tidak senang karena tindakannya.

“Jangan mengganggunya.”

“Tsk, memangnya apa urusannya denganmu huh?”

Baekhyun menatap sekilas yeoja yang sekarang meringkuk ketakutan dibelakangnya, dan Ia kembali menatap preman-preman itu. Ia tak mungkin mengucapkan ancaman-ancaman mengerikan pada preman itu karena pasti yeoja yang sekarang berada didalam cekalannya akan ketakutan padanya.

Tanpa bicara apapun Baekhyun menarik yeoja itu dan membawanya pergi. Sementara preman-preman itu saling melemparkan umpatan padanya.

“G-Gomawo..”, Baekhyun mendengar yeoja itu berucap pelan

“Dimana rumahmu?”

Yeoja itu mengarahkan jemarinya ke sebuah rumah bertingkat dua yang ada diujung jalan. Dan tanpa banyak bicara, Baekhyun terus mencekal lengan yeoja itu sementara Ia membawa yeoja itu melangkah melewati jalanan gelap didepannya.

Sesampainya dirumah tingkat dua dengan cat didominasi warna cokelat tua itu, Baekhyun melepaskan cekalannya.

“Jangan melewati jalan sepi dan gelap lagi jika kau pulang dimalam hari.”, ucap namja itu membuat yeoja yang sedari tadi berdiri dan mengikutinya dengan patuh itu kini menyarangkan pandangan padanya.

“N-Nae..”, ucap yeoja itu sambil mengangguk-angguk pelan

“Sekali lagi.. Gomawo..”, ucap yeoja itu, tatapan Baekhyun tertuju pada nametag yang terpasang diseragam yeoja itu, dan Ia mengangguk.

“Ya, sama-sama. Masuklah.”

“Nae..”

Yeoja itu kemudian berbalik dan masuk ke dalam gerbang rumahnya. Saat akan menutup gerbangnya, Ia menyempatkan diri menatap namja yang baru saja menolongnya itu.

“Berhati-hatilah dijalan..”, ucap yeoja itu disahuti dengan anggukan oleh Baekhyun.

Sepeninggal yeoja itu, Baekhyun melemparkan pandangannya ke arah rumah itu, dan Ia tersenyum tipis.

“Song Heekyung.. Kita lihat sebaik apa kau untuk jadi mangsaku.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun tersenyum kecil saat mengingat tingkah laku yeoja yang beberapa hari ini diikutinya diam-diam. Namja itu bahkan tak sadar saat Chanyeol nyatanya sudah memperhatikan namja itu cukup lama.

“Ada apa denganmu huh? Jarang sekali melihatmu tersenyum.”, ucap Chanyeol membuyarkan lamunan namja itu.

“Tidak ada, aku hanya sedang teringat sesuatu,”, sahutnya ringan

“Begitukah? Aku tidak tau kau bisa mengingat sesuatu tentang mangsamu.”

“Apa aku bilang kalau aku teringat pada mangsaku?”, tanya Baekhyun membuat Chanyeol menatapnya dengan tatapan menyelidik.

“Kalau bukan mangsa, lalu apa yang—ah, jangan bilang kau sekarang mengingat proses penanaman benihmu pada manusia?”, ucap Chanyeol membuat senyum yang sedari tadi muncul diwajah Baekhyun lenyap.

“Tidak. Aku belum melakukannya.”

“A-Apa?”, tatapan Chanyeol melebar mendengar ucapan namja itu

“Aku akan melakukannya dalam waktu dekat, tenang saja, kurasa aku sudah menemukan yeoja yang tepat.”

“Benarkah?”, Chanyeol menatap menyelidik

“Ya. Kau tak percaya?”

“Berapa yeoja?”

“Satu.”

Chanyeol kini memejamkan matanya.

“Kenapa hanya satu?”

“Karena aku tak mau lebih dari itu.”

“Baekhyun, kau tau kan kalau—”

“Aku tau. Suho hyung sudah bilang padaku kalau hanya memilih satu manusia mungkin akan sulit karena bayi kita mungkin mati. Tapi aku sudah memutuskan untuk memberitahunya bahwa Ia mengandung anak dari seorang Incubus.”

Kali ini Chanyeol terbelalak.

“Bisa saja Ia—”

“Aku akan menjamin Ia tak akan bunuh diri atau melakukan hal buruk lainnya. Aku sudah beberapa hari mengikuti yeoja ini, dan sudah tau banyak tentangnya.”

“Kau bahkan mencari tau tentangnya?”

Baekhyun menatap namja jangkung itu.

“Aku hanya akan melakukannya sekali, dan aku tak akan memilih yeoja yang kutemui begitu saja, aku mencari tau semua tentangnya, jadi aku bisa yakin untuk membiarkan penerusku terlahir darinya.”

Mendengar ucapan Baekhyun, Chanyeol semakin terperangah.

“Aku tidak tau kau adalah orang yang sangat serius tentang hal ini.”

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Heekyung berjalan pelan menyusuri jalanan kosong menuju rumahnya. Tentu saja Ia merasa tenang berjalan dimalam hari karena semua lampu disepanjang jalan menuju rumah yeoja itu sekarang menyala.

Karena perasaan tenang berlebihannya, yeoja itu bahkan tak sadar saat seseorang nyatanya tengah mengikutinya.

Langkah yeoja itu terhenti saat melihat preman-preman itu tak ada diujung jalan yang biasa Ia lewati.

“Eh.. Aneh.. Kemana semua ahjussi itu..”

“Seorang Incubus menyerang mereka.”

Heekyung terlonjak saat mendengar seseorang bicara disampingnya. Tatapan yeoja itu membulat saat melihat namja yang seminggu lalu menolongnya kini berdiri disampingnya.

“Oh.. Kau..”, ucap Heekyung membuat namja itu menatapnya

“Kau pasti sangat takut gelap bukan?”

Heekyung awalnya menyernyit, tapi kemudian Ia mengangguk pelan.

“Lampu dijalan ini selalu rusak, dan karena temanku aku jadi takut berjalan sendirian dijalanan gelap.”

Baekhyun tersenyum kecil.

“Karena takut seorang Incubus mungkin muncul?”

“Bagaimana kau tau?”, Heekyung berucap terkejut, Ia kemudian teringat ucapan namja itu sebelumnya, “ah keundae, apa mereka benar-benar diserang? Dari yang kudengar bukannya—”

“Incubus hanya menyerang yeoja, dan menyerang manusia yang lebih banyak berbuat baik?”, potong Baekhyun

Heekyung sekarang mengangguk-angguk cepat.

“Ya, karena itu. Ah, aku pasti sangat ketinggalan informasi karena semua orang tau tentang mereka..”

“Tapi memangnya kau tidak takut?”

“Takut? Pada apa?”, ucap Heekyung bingung

“Karena kau yeoja yang berjalan sendirian dimalam hari.”

“A-Ah..”, mendengar ucapan namja itu, Heekyung menggaruk-garuk kepalanya pelan, “aku tidak berpikir aku baik.. Aku sering berbuat jahil juga. Jadi.. mereka mungkin tidak akan muncul didepanku.”

“Benarkah? Tapi aku yakin kau orang yang baik.”

“Eh? Kenapa?”, Heekyung kini menatap namja itu bingung

“Karena kau sekarang ada didepan seorang Incubus.”

Mendengar ucapan namja itu, tatapan Heekyung melebar.

“N-Nae?”

Baekhyun kembali tersenyum, dan kini menampakkan taring dan juga mata merah kelamnya.

“Kau beruntung karena menjadi orang baik dan berhadapan denganku bukan?”

Heekyung terhuyung mundur saat melihat keadaan Baekhyun, dan Ia segera mengerjap cepat, lutut yeoja itu bahkan goyah karena ketakutannya.

“Kau punya trauma saat kau kecil, jadi saat ketakutan kau akan gemetar dan tak akan bisa bicara selama beberapa menit..”, Baekhyun berucap sambil melangkah mendekati yeoja yang sekarang terus berusaha melangkah menjauh darinya itu.

“Kau juga takut pada gelap karena traumamu. Bukankah lebih baik kalau keadaan disekitar kita jadi gelap, Heekyung-ah?”

SRASH!

Untuk kedua kalinya Heekyung terlonjak saat mendengar lampu diatasnya tiba-tiba saja padam, begitu juga dengan lampu-lampu lain yang ada disekitarnya. Yeoja itu berdiri bersandar di tembok, sementara lidah yeoja itu masih kelu karena ketakutannya.

Hal itu memberi Baekhyun kesempatan untuk mengunci yeoja itu dan tak memberinya kesempatan untuk kabur sedikitpun.

Baekhyun berdiri dihadapan yeoja itu, dan mencekal kedua bahu yeoja itu erat.

“Kau akan jadi korbanku sekarang, Song Heekyung.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

127 tanggapan untuk “IRRESISTIBLE LOVE – SLICE #2 — IRISH’s story”

  1. Maraton..maraton.. Bersambungnya bikin penasaran. Ceritanya bener” fresh. Mungkin dibaca berkali-kali ga bakal bosen

  2. Baek kok buka identitas nya, kirain masih mau lama”in, pdkt gitu#huh tau” nya lngsung mo di serang.
    Omona bahkan heekyung itu masi sma baek dan punya trauma. Tmbh lah trauma dia -.-

  3. trauma? pny trauma apa si heekyung? kshn..
    baekhyun mo hamilin anak org yg msh du2k di bangku sklh?? /udah ga di sklh, heekyung dah di jln mo pulang kaz/ ya, I mean msh anak sklh, msh di bwh umur! kepo saya sm korban2ny Sehun, noona2 semua kah?!

  4. assyyikk akhirnya heekyung jadi korban abang baek.
    apa-apain aja baek si heekyung nya.. terserah abang aja soalnya ada pepatah mengatakan abang puas eneng lemas

  5. Gatau entah napa seharusnya kesian sama heekyung tapi kenapa ketawa sama baekhyun😂😂 orang ya dia pasti takut elah rada juga si baekhyun😂😂😂

    Ditunggu kaa~~

  6. aku saja Baek… aku sajaaaa
    aku rela mengandung berapapun jumlah anak yg kau inginkaan..
    aku relaa..
    *di seret ke RSJ terdekat

    okee.. next chap yehet.. ^-^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s