I DON’T KNOW

ulz1 copy

Tittle I Don’t Know
Author Hyera88
Cast Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Hyera (OC), Han Aejin (OC)
Lenght Chaptered
Rating T
Genre Family, friendship, romance, angst

Dan aku benci harus mengatakannya. Aku juga benci mendengarnya.

Jalanan malam di Kota Seoul terasa begitu dingin. Salju-salju yang setia menghiasi sudut Kota Seoul membuat orang-orang merasa lebih baik berada di dalam rumah. Tak terkecuali bagi Kim Hyera. Ia sangat ingin bersembunyi dibalik selimut hangat yang masih menunggunya di atas tempat tidur. Tapi Hyera harus berkerja agar ia dapat membayar biaya sekolah dan juga biaya hidupnya. Ia berkerja sebagai kasir di salah satu mini market yang letaknya lumayan jauh dari rumahnya.

“Hyera-ah, kau sudah berkerja keras! Ini, untukmu!” seru seorang wanita yang berumur sekitar tiga puluhan seraya memberikan beberapa uang kepada Hyera.

“Ah, terima kasih!” jawab Hyera seraya tersenyum sopan kepada sang pemilik mini market.

“Ne,” jawabnya lalu membalas senyuman dari Hyera. “Hey, jika kau ingin pulang, aku bisa memanggilkan taksi. Ini sudah larut, kau adalah seorang gadis SMA, aku takut jika terjadi apa-apa padamu.”

“Tidak apa-apa, kok. Aku bisa berjalan sedikit menuju halte bus. Aku harus lebih hemat mulai sekarang.” Jawab Hyera.

“Ah, benarkah?” tanya sang pemilik mini market itu lagi.

“Iya, Nyonya Jung. Aku akan kembali lagi kesini besok tanpa lecet untuk membuktikannya padamu!” jawab Hyera lalu tersenyum pada sag pemilik mini market.

“Jika begitu, baiklah. Kau hati-hati dijalan!” seru Nyonya Jung –sang pemilik mini market- dan tersenyum kepada Hyera.
Setelah berpamitan dan memberi hormat, Hyera lalu melangkahkan kakinya dengan sangat berat. Menyusuri gang yang gelap dan menyeramkan. Hyera hanya bisa berdoa untuk keselamatan dirinya.
Ketika berjalan, Hyera menyadari ada sesuatu yang terjadi. Ia merasa ada seseorang yang menguntitnya. Dengan rasa cemas, ia mempercepat langkah kakinya. Ia sesekali melihat kebelakang dan melihat seorang pria dengan setelan pakaian berwarna serba hitam berjalan mengincarnya.

“Kau mau kemana Nona Kim?” tanya pria itu yang ternyata sudah berhasil menangkap Hyera. Hyera sama sekali tak menggubrisnya. Ia mencoba melepaskan tangannya. Semua usahanya berhasil, ia berlari sekuat tenaga.

“Sial!” umpat Hyera ketika ia terjatuh karena tali sepatunya yang terlepas. Tak mau ambil pusing, akhirnya ia melepaskan sepatunya. Ia berlari walaupun rasa dingin menyelimuti kakinya.

“Kau tak akan bisa! Coba saja jika kau bisa kabur! Aku akan menangkapmu lagi!” ancam lelaki itu dengan sangat kesal.

“Aku mohon.. JANGAN PAKSA AKU! Kakiku sangat dingin sekarang!” ucap Hyera.

“Aku tidak peduli!” ucapnya. Air mata Hyera telah mengalir sempurna di pipinya. Ia memegang erat tasnya. Ia berdoa di dalam hatinya. Ia mengharapkan bantuan di gang gelap dan sepi seperti ini.
Tiba-tiba saja pria itu terjatuh di depan Hyera dan melepaskan tangan Hyera. Hyera yang terkejut hanya dapat terdiam melihat pria jahat itu jatuh.

“Kau ini. Mengapa kau sangat berani melawan seorang wanita? Dasar kau bajingan!” ucapnya lalu memukul keras pipi lelaki jahat itu yang sudah mulai mengeluarkan darah.

“Hahaha. Sudah lama kita tidak bertatap muka seperti ini.” Ucap lelaki jahat itu dengan senyum jahatnya.

“Bajingan gila! Apakah kita saling kenal?” ucap lelaki yang menyelamatkan Hyera itu dengan sangat kesal.

“Haha. Bagaimana kabar ibumu?” ucap lelaki jahat yang sepertinya memacing amarah lawan mainnya ini. Tanpa ada jeda, lelaki jahat ini berhasil mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari lawannya. Wajahnya sudah penuh akan darah akibat pukulan dari lawannya. Tapi, tak ada sedikit pun perlawanan yang diberikan lelaki jahat itu.

“Apakah kau tidak apa-apa?” Hyera mengangguk di dalam kebingungannya. “Ya sudah. Lebih baik kau berhati-hati lain kali. Apa kau akan ke halte depan? Aku akan menemanimu.” Ucap lelaki yang menyelamatkannya itu. Hyera mengangguk, lalu mereka pergi.

Mereka berjalan dengan penuh diam. Lelaki itu tau bahwa Hyera masih shock atas kejadian tadi. Hyera masih saja menunduk. Hingga mereka sampai di halte bus.

“Terima kasih.” Ucap Hyera yang masih menunduk.

“Bukan apa-apa. Namamu Hyera kan?” tanyanya.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hyera yang sudah memperlihatkan wajahnya.

“Aku juga bersekolah di SMA Kwangshin, kau lupa? Aku kakak kelasmu, Kim Hyera!” ucap lelaki itu.

“A-a-apa? Kau kakak kelasku? Ah, maafkan aku sunbae!” jawab Hyera dengan penuh penyesalan, seraya membungkukkan tubuhnya. “Ah, sunbae, bagaimana kau bisa mengetahui namaku?” tanya Hyera.

“Kau ini.. aku kan ketua ketika kau dalam masa orientasi. Sepertinya kau tidak memperhatikanku, ya? Aish, seberapa cuekkah dirimu, Kim Hyera?” goda lelaki itu.

“Ah, sunbae, mianhae.” Ucap Hyera penuh penyesalan.

“Aku Byun Baekhyun kelas 2-1.” Ucapnya tiba-tiba. Baekhyun melepaskan sepatunya. Hyera memperhatikan apa yang dilakukan Baekhyun dengan heran.

“Sunbae, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Hyera.

“Ini, pakailah. Kakimu bisa membeku jika tidak memakainya.” Ucap Baekhyun sembari memberikan sepatunya kepada Hyera.

“Sunbae, apa yang kau bicarakan? Bagaimana denganmu?” jawab Hyera.

“Aku seorang lelaki. Semua lelaki seharusnya melakukan itu.” Ucap Baekhyun santai. “Ah, sudah malam, apakah kau ingin aku antarkan?” tawarnya.

“Tidak, terima kasih atas bantuanmu, sunbae.” Tolak Hyera.

“Baiklah jika seperti itu. Aku duluan!” ucapnya lalu berlari meninggalkan Hyera. Hyera terdiam menatap punggung Baekhyun yang mulai menghilang. Ia masih terdiam di tempatnya berdiri. Ia masih mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup abnormal. Ia bahkan mengabaikan kakinya yang mulai membeku.

“Ini tidak mungkin!” ucapnya sembari memegangi dadanya. Hingga akhirnya, bis yang ia tunggu datang. Ia pun memakai sepatu pinjaman dari Baekhyun.

***

Hyera menelusuri koridor sekolah yang mulai ramai. Ia terlihat tergesa-gesa ketika berjalan. Dengan membawa bekal di tangannya dan juga earphone yang ia gunakan, ia menaiki tangga. Tangga kebebasan bagi Hyera. Tangga yang selalu membuat hati Hyera menjadi tenang. Tangga menuju atap lah yang di tuju Hyera.

Hyera membuka earphone-nya, dan mulai membuka bekalnya. Terlihat dua buah sandwich mengisi tempat bekal Hyera. Ia begitu damai menyatap sandwich nya, sambil melihat kearah lapangan. Dapat terlihat beberapa anak laki-laki sedang bermain bola kaki. Dan juga beberapa kumpulan gadis yang terlihat tertawa bahagia. Pandangan seperti ini lah yang selalu dilihat Hyera.

“Mengapa kau kemarin menghindariku?” ucap seorang laki-laki tiba-tiba. Membuat mood Hyera semakin buruk.

“Darimana kau tahu aku ada disini?” tanya Hyera datar. Ia sangat ingin kabur dari tempat ini. Tapi pasti, lelaki ini tak akan membiarkannya.

“Dasar bodoh. Jawab dulu pertanyaanku.” Elaknya.

“Kau yang bodoh. Mengapa kau selalu mengurusi hidupku? Tak bisakah kau sekali saja melepasku?” ucap Hyera.

“Aku mungkin akan melepasmu jika kemarin kau tak menghindar.” Ucap lelaki itu lagi.

“Ya! Park Chanyeol! Mengapa kau selalu begini?! Jika ini berhubungan dengan ayahku, urusi saja urusanmu dengannya! Jangan menyeretku dalam permasalahan kalian! Lagian kau, mengapa kau ikut campur dalam urusan ayah kita! Bukan, ini urusanku dengan ayahku!” ucap Hyera sangat kesal.

“Itu karena aku menyayangi ayahku! Dan, ya! seberapa beraninya kau memanggil sunbaemu!” ucap Chanyeol yang tak kalah kesal.

“Cih, menyayangi pantatku. Kau, bukan sunbaeku. Kau tak usah bertindak seolah-olah kita saling kenal. Mengerti?” Ucap Hyera lalu bangkit dari duduknya.

“Lain kali jangan menghindariku.” Ucap Chanyeol menatap Hyera dengan tatapan tajam. Hyera membalasnya dengan tatapan ‘kau siapa yang mengatur hidupku,’ lalu melepaskan pegangan Chanyeol.

Pelajaran terakhir terasa begitu cepat bagi Hyera. Mungkin, ia satu-satunya orang yang enggan mendengar bunyi bel pulang sekolah. Dengan langkah berat, ia menuju gerbang sekolah. Dengan harap, tidak ada mobil sedan hitam yang akan memaksanya untuk masuk.

Ia sudah sampai ke depan gerbang. Ia menghela napasnya lega. Apa yang ia takutkan tidak terjadi. Dengan santai, ia melangkahkan kakinya menuju halte bis yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolahnya. Samar-samar, ia melihat selembar foto. Foto yang sudah kotor akibat diinjak oleh orang yang lalu lalang.

Ia mengambil foto itu karena penasaran. Ia menyipitkan matanya. Ia mencoba mengingat dua orang yang ada di foto itu. Dua orang lelaki menggunakan seragam SMP. Ia kemudian membulatkan matanya. Ia mengingat, lalu mengatakan, “Ah, tidak mungkin.” Ucapnya.

Hyera membolak-balikan foto itu. Setelah ia sadar, bahwa ada tulisan dibelakang foto itu, ‘Byun Baekhyun & Park Chanyeol. Salju pertama! Kalian sangat tampan!’.

“Apa?! Ah, bisa saja Byun Baekhyun dan Park Chanyeol yang lain.. tidak mungkin mereka berteman. Tidak mungkin! Pokoknya tidak mungkin!” ucap Hyera yang berusaha menyakinkan dirinya sendiri bahwa yang di foto itu bukan seseorang yang ia kenal.

***

Jalanan malam di Kota Seoul terlihat begitu indah. Ditambah lagi, salju-salju yang menghiasi setiap sudut Kota Seoul. Hyera masih saja fokus akan benda yang sedang ia pegang sekarang. Di rumahnya yang sepi, Hyera berusaha meyakinkan dirinya bahwa di foto itu bukanlah orang yang ia kenal.

“Tapi.. mereka terlihat sangat mirip.. AH TIDAK! TIDAK INI TIDAK MUNGKIN MEREKA.. tapi mengapa sangat mirip..” ucapnya berkali-kali. “Aku yakin ini mereka berdua! Aku harus mencari tahu apa yang terjadi!” ucapnya.

Tak lama kemudian, Hyera mengalihkan pandangannya ke handphone berwarna putih miliknya. Ia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak ia kenal. Ia melihatnya. Ia mendengus kesal ketika membaca pesan yang baru saja ia terima, ‘Mengapa kau tidak berkerja hari ini?’.

Hyera sama sekali tidak berpikir bahwa itu dari bosnya. Ia langsung mengira bahwa itu pesan dari seseorang yang selalu mengusik hidupnya.

‘Apakah kau menungguku? Oh, maaf, aku tak butuh untuk kau tunggu!’, tulisnya. Ia melemparkan pelan handphonenya kesal. Lalu ia menjatuhkan badannya di atas kasur.

***

Jam istirahat telah terdengar. Hyera merubah rute dari biasanya. Ia tak lagi menuju tangga. Ia hanya menghindar dari seseorang yang ia yakini sedang menunggunya. Ia baru saja berfikiran untuk menuju lapangan rumput yang berada di belakang perpustakaan. Biasanya, lapangan itu sepi. Itulah alasan Hyera menuju lapangan rumput itu.

“Kim Hyera?” ucap seseorang ketika Hyera baru hendak duduk. Hyera mencari asal suara itu.

“Baek.. Baekhyun sunbae..” ucap Hyera ketika ia mendapati asal suara itu.

“Sedang apa kau disini?” tanya Baekhyun kepada Hyera.

“Tidak, aku hanya ingin mencari udara segar saja. Apakah sunbae sering datang kesini?” tanya Hyera.

“Tidak juga. Biasanya aku berada di kantin. Hanya saja, aku sedang ingin sepertimu. Mencari kedamaian.” Jawab Baekhyun yang mulai duduk di samping Hyera.

“Kedamaian yang bisa membantu kita dari masalah. Aku benar kan?” ucap Hyera sambil tersenyum.

“Apa kau sedang berada dalam masalah?” ucap Baekhyun menintrogasi sang adik kelasnya itu.

“Ya, aku sedang berada dalam masalah. Masalah yang sangat berat.” Ucap Hyera lalu menunduk.

“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Baekhyun yang melihat Hyera menunduk, menyembunyikan kesedihannya. “Aku pikir, aku juga dalam masalah besar.” Ucap Baekhyun dengan pandangan yang menatap layar handphone-nya. “Hyera-ah, aku pergi dulu!” ucap Baekhyun lagi lalu meninggalkan Hyera yang diam mematung di tempatnya.

“Su..sunbae..” panggilnya pelan. Ia masih saja memandangi punggung Baekhyun yang mulai menjahuinya.

Oh, Tuhan, apa yang salah denganku? Mengapa aku seperti ini? Aku mohon, jangan membuatku menyukai seseorang yang akan menyakitiku. Aku mohon ya Tuhan. –Kim Hyera

“Baekhyun-ah!” ucap seorang gadis di ruang klub memasak yang terlihat ketakutan.

“Ya, Han Aejin! Coba jelaskan padaku apa yang terjadi!” tanya Baekhyun menggebu-gebu terhadap gadis di depannya itu.

“Baekhyun-ah.. maaf… aku…” jawab Aejin kepada Baekhyun.

“Hanya jelaskan padaku bagaimana kau menghilangkan itu!” ucap Baekhyun memotong perkataan Aejin.

“Ya.. Byun Baekhyun.. dengarkan aku dulu!” jawabnya.

“Baiklah, bagaimana kau bisa menghilangkannya? Kau tahu kan, itu pesan dari ibuku! Tak peduli seberapa bencinya aku kepada bajingan gila itu! Tapi jika ini ibuku, aku tak bisa menghianatinya Aejin-ah!” ucap Baekhyun.

“Maaf.. aku.. aku.. tak sengaja menjatuhkannya. Tapi aku tak tahu itu terjatuh dimana..” ucap Aejin dengan gugup.

“Han Aejin, bukankah kau berjanji akan menjaganya untukku? Bagaimana jika seseorang dari sekolah kita melihatnya?!” ucap Baekhyun yang terlihat sangat marah.

“Ya! Byun Baekhyun! Sejak kapan kau mulai berlatih untuk membentak wanita, eoh?” protes gadis itu dengan airmata yang menghiasi pipi mulusnya.

“Ae..Aejin-ah..” ucap Baekhyun yang sedikit merasa bersalah, sebenarnya.

“Kau tahu, seberapa menderitanya aku mencari foto itu? Di tengah salju seperti ini, aku keluar hanya untuk mencari ini. Aku keluar karna aku khawatir. Tapi apa.. apa yang kau berikan padaku hanyalah bentakkan? Bahkan kau pernah berjanji bahwa kau takkan membentak wanita. Lihat, kau mengingkari janjimu..” ucap Aejin dengan air mata yang menjadi-jadi.

Entah darimana ide ini berasal, Baekhyun memeluk gadis yang ada di depannya. Untung saja klub memasak sedang sepi, jika tidak, bisa saja Aejin menjadi trending topic SMA Kwangshin karna adegannya bersama salah satu lelaki populer di SMA Kwangshin ini. Han Aejin memang teman dari Baekhyun. Aejin dan Baekhyun juga berteman dengan Chanyeol sebenarnya. Tapi, suatu alasan membuat Baekhyun dan Aejin sangat membenci Chanyeol.

“Aku, tak bermaksud membentakmu Aejin-ah. Aku hanya sedikit kecewa kepadamu. Aku terlalu percaya padamu. Jadi, aku sangat kecewa tadi..” jelas Baekhyun. “Jadi, berhentilah menangis. Ini tak seperti Aejin yang kuat..” ucap Baekhyun lagi.

“Baiklah, aku akan berhenti menangis..”

***

“Tidak mungkin aku dengan mudah menyukai seseorang! Aku bahkan baru saja bertemu dengannya. Mana mungkin aku menyukainya! Pokoknya, aku tidak menyukainya!” ucap Hyera kepada Nyonya Jung yang sedang menggodnya.

“Lalu, jelaskan padaku, mengapa jantungmu berdebar ketika kau di dekatnya..” goda Nyonya Jung. Nyonya Jung dan Hyera tidak lagi terlihat antara bos-anak buah, mereka lebih terlihat seperti ibu-anak. Itu mungkin karena telah sering bertemu. Dan juga, Nyonya Jung adalah seorang ibu yang hangat. Ia sangat ingin mempunya putri. Dan baginya, Hyera bisa menjadi anaknya. Walaupun mereka hanya bertemu ketika Hyera berkerja saja.

“Mungkin saja karena aku sangat takut..” jawab Hyera.

“Apa maksudmu mungkin? Kau bahkan tidak yakinkan?” goda Nyonya Jung tiada henti.

“Nyonya Jung, aku ingin berkerja dulu.. maaf mengganggu waktumu..” ucap Hyera menghindari percakapan yang akan merugikannya.

Hyera telah berada di atas kursi tepat di belakang meja kasir. Ia menggunakan baju berwarna biru dan celana jeans berwarna hitam yang pas untuk kakinya. Ia juga menggunakan kacamata yang menghiasi matanya. Hyera memang mempunyai sedikit masalah dengan matanya. Ia memakai kacamata diluar jam sekolah saja.

“Selamat siang, ap…” sapa Hyera kepada pelanggan yang baru saja datang. Tapi, ia tidak melanjutkan sapaannya itu ketika ia mengetahui siapa yang datang. “Park Chanyeol? Heol, apakah kau sasaeng-ku sekarang?”
Chanyeol terdiam menatap Hyera yang sedang memperhatikannya itu. Ia mengirimkinkan tatapan yang tidak pernah ia perlihatkan kepada Hyera. Hyera yang kesal berubah menjadi bingung. Walaupu begitu, Hyera berusaha keras untuk tidak menunjukannya. “Mengpa kau tidak pergi ke atap tadi?” ucap Chanyeol dengan nada datarya.

“Karena aku mengetahui kau akan berada disitu. Aku tak sebodoh yag kau pikirkan Park Chanyeol. Mana mau aku menemuimu.” Ucap Hyera.

“Lalu, kau ke lapangan rumput dan berkencan dengan Baekhyun?” ucap Chanyeol lagi tanpa ada perubahan pergerakan darinya.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hyera yang mulai menunjukan sedikit ekspresi bingungnya. “Ei.. aku memang bersamanya, tapi aku tak berkencan dengannya..”.

“Kau, jangan pernah mendekatinya lagi..” pinta Chanyeol.

“Siapa kau menyuruhku seenaknya?” ucap Hyera.

“Jika aku bilang menjauh, kau tinggal manjauh saja.” Ucap Chanyeol lebih dingin.

“Kau siapa? Mengapa kau yang mengatur hidupku? Mengapa aku harus mematuhimu? Kenapa? Sejak kau datang, hidupku makin sengsara! Aku hidup dengan kewaspadaan! Kau selalu mengusikku setiap malam! Aku selalu berpindah untuk berkerja! Tak bisakah sekarang aku hidup bebas? Mengapa kau selalu mengusik hidupku!” ucap Hyera dengan nada yang begitu marah.

“Hyera-ah, ini, ada apa?” ucap Nyonya yang entah datang dari mana.

“Ah, Nyonya Jung, bisakah aku pulang lebih awal?” ucap Hyera. Ia lalu melihat Chanyeol yang masih terdiam di tempatnya.

“Sepertinya badanmu sedikit bermasalah. Baiklah, kau pulang saja. Apakah kau ingin aku memanggilkan taksi?” tawa Nyonya Jung.

“Tidak, izinkan aku memanggil taksiku sendiri.” Ucap Hyera.

“Baiklah. Dan kau, pemuda, apakah ada sesuatu yang akan kau beli?” ucap Nyonya Jung.

“Kau, harus ingat apa yang aku ucapkan.” Ucap Chanyeol lalu pergi meninggalkan Hyera.

“Dia itu. Dia anak yang tidak sopan sekali. Apakah kau mengenalnya?” tanya Nyonya Jung.

“Tidak.” Ucap Hyera yang terlihat sedang membereskan barangnya.

“Kau jujur saja. Dia orang yang selalu mengganggumu kan? Dia Chanyeol itu kan?” tebak Nyonya Jung yang tepat.
Hyera menaikan wajah melihat Nyonya Jung. “Bagaimana…”

“Akhir-akhir ini, dia selalu datang kesini ketika pulang sekolah. Aku juga mendengar beberapa yang kalian bicarakan.” Ucap Nyonya Jung. “Maafkan aku, aku tak bermaksud mendengarnya tadi.”

“Eum, itu, apa yang ia lakukan disini? Apakah dia mengganggumu?” tanya Hyera.

“Tidak, dia malah terlihat seorang siswa yang pendiam dan pintar. Ia hanya membeli beberapa roti, lalu pergi.” Jelas Nyonya Jung. “Ah, itu taksimu kan, kau pulanglah, hati-hati di jalan.”

“Ah, ne. Maaf aku hari ini tidak berkerja seperti seharusnya.” Ucap Hyera lalu membungkukkan tubuhnya.

“Tidak apa-apa, aku juga mengerti keadaanmu. Kau harus kuat Hyera-ah.” Ucap Nyonya Jung lalu tersenyum.

***

Baekhyun berlari sekuat tenaga. Ia sedang berusaha agar ia bisa lebih cepat masuk ke kelas dari guru yang mengajarnya. Ini memang salahnya yang terlalu bodoh. Ia lebih memilih membaca komik daripada bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Akhirnya, ia sampai ke kelas. Sial! Umh Seonsaengnim sudah masuk kelas.

“Ya! Neo!” teriak Umh Seonsaengnim ketika mendapati Baekhyun yang menerobos masuk kelas lewat pintu belakang.

“Ah.. Itu.. Seon..” ucap Baekhyun terpotong.

“Kau keluar. Kau tak boleh ikut pelajaranku. Kau aku anggap absen. Keluar cepat!” perintah Umh Seonsaengnim kepada muridnya.

Baekhyun pun keluar. Ia melangkahkan kakinya asal. Entah mengapa, ia melangkahkan kakinya ke arah lapangan in-door. Ia mendorong pintunya secara perlahan, lalu ia masuk kedalam nya. Duduk dipinggiran lapangan dengan memutar musik dari handphone nya sebesar-besarnya, seakan lapangan ini hanya miliknya.

DUK

Bunyi dari pantulan bola basket terdengar jelas di telinga Baekhyun. Ia mencari sumber suara. Ia tidak menemukan apa-apa. Belum. Hingga akhirnya, ia mendapati seorang gadis sedang berada di belakangnya.

“Kim Hyera? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Baekhyun kepada gadis itu.

“Aku tadi dari uks. Karna aku bosan, akhirnya aku pergi kesini.” Ucap Hyera dengan cengiran.

“Wah wah, ternyata kau ini nakal juga ya..” goda Baekhyun kepada Hyera.

“Bukan seperti itu! Aku tadi sakit. Aku tidak berbohong!” bela Hyera dengan wajah kesalnya.

“Apakah kau selalu seperti ini?” tanya Baekhyun sambil berusaha menahan gelaknya.

“Aniya, ini pertama kalinya. Biasanya aku tidak pernah absen di kelas.” Jelas Hyera. Baekhyun memberi kode agar Hyera duduk disebelahnya. Setelah itu, ia duduk tepat di sebelah Baekhyun. Perasaan ketika berada di lapangan rumput waktu itu pun muncul lagi. Hyera sebisa mungkin mengontrol ekspresinya agar tidak terlihat gugup di depan Baekhyun.

“Hyera-ah..” ucap Baekhyun tanpa menoleh ke arah Hyera.

“Hmm?” jawab Hyera singkat.

“Apa hubunganmu dengan Chanyeol?”

Hyera

Sunbae, mengapa kau bertanya tentang makhluk sialan itu? Aku bahkan benci mendengar nama itu. Ayolah, aku sangat senang kau dan aku berada dalam satu ruangan. Tapi mengapa kau menanyakan hal yang membuat moodku buruk?

“Tidak ada apa-apa.” Ucapku setelah menghembuskan napasku dengan kasar.

“Benarkah? Apakah kau tidak sedang berbohong sekarang?” jawabnya. Ayolah sunbae! Jangan membicarakan orang yang sangat aku benci!

“Ah, sunbae, mengapa kau menanyakan hal itu?” jawabku.
“Aniya, lupakan saja.” Ucapnya. Setelah ia mengucapkan itu, kami berdua terdiam. Lapangan ini terasa sunyi. Padahal aku ingin sekali berdebat dengan sunbae ini seperti di drama yang aku tonton. Aku mencari-cari topik yang membuat aku berdebat dengan sunbae ini. Ah! Sunbae! Ayolah! Katakan sesuatu yang membuat kita berdebat.

“Ah, Hyera-ah, apakah kau ada acara malam ini?”

TBC

Heyyah! Ini ff pertama yang aku share disini. Alurnya juga masih acak-acakan banget duh >.< dan juga, disini yang mencolok baru cy, bh, sama hr, aejin belum terlalu kelihatan perannnya >.< covernya juga simple bgt >.< padahal awalnya mau buat two shoot ‘-‘ tapi ntar malah gak nyampe ke inti ‘-‘ Oh iya, jangan lupa komen dan beli masukan ya! semua kritik dan saran sangat aku butuhkan! See u!

6 tanggapan untuk “I DON’T KNOW”

  1. aaa bagus, suka kok 😀
    penasaran sebetulnya hyera punya masalah apa sama chanyeol dan kenapa baekhyun aejin pun juga jadi benci sama chanyeol…
    terus… kenapa tuh baek nanyain hyera ada acara ngga malam nanti???
    ditunggu ya kelanjutannya 😉

  2. Udch bguss og .. Aq suka krna castnya baekhyun !! Heheh
    tp knp baek bnci sma chan !? Dan hyera ugh bnci sma chan ??

    Next adjj dachhhhhh .

Tinggalkan Balasan ke Nurnie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s