Bad Guy [SongFic]

Bad Guy

Author : Honeybutter26

Cast : Huang Zitao ||Victoria

Genre : Angst || Romance

Rate : PG -17

Length : Oneshoot

Soundtrack : Sistar – Bad Guy (feat Mad Clown)

Summary:

“Love is gone. Love is over. I was crazy to love you. Who are you to hurt me like this?”
.

.

.

I want to wipe off the thick words of break up off my lips
But when I think about the lipstick stain on your shirt
I don’t think I can ever forgive you

***

Victoria masih tak habis pikir bagaimana kisah cintanya nanti akan berakhir. Putus? Membayangkannya saja Victoria tak pernah sudi. Ia tak akan mengotori bibirnya dengan kata-kata laknat itu. Tidak akan.

 

Namun, Victoria rasanya sudah tak bisa lagi bertahan. Hatinya sakit dan lelah tiap memikirkan ini. Ia ingin marah, ingin rasanya ia berteriak dan melempar seluruh barang dikamar hingga menjadi puing-puing sama seperti hatinya yang telah hancur.

 

Kepercayaan. Victoria mungkin bisa disebut orang bodoh karena begitu saja memberikan kepercayaan pada seseorang. Lantas kini dirinya berakhir menangis tersedu-sedu setelah kepercayaan yang setulus hati ia berikan berubah menjadi belati yang menusuk dari belakang.

 

Victoria bisa saja memaafkannya. Victoria bisa saja berpura-pura lupa pada apa yang telah terjadi. Namun, tiap kali memikirkan noda lipstick dan bau parfum yang tertinggal dibaju Zitao tiap malamnya sanggup untuk membuatnya kembali terisak pilu.

 

Tentu saja itu bukan miliknya. Victoria tak pernah meninggalkan bekas bibir dibaju Zitao. Wangi itu pun bukan miliknya, mungkin itu milik seseorang lain yang menjadi milik Zitao diluar sana.

 

Victoria tak pernah tahu jika akan sesakit ini rasanya dikhianati. Ingin Victoria memaafkan Zitao namun hatinya masih terasa berat. Victoria tak bisa meski ia ingin.

 

Malam ini, mereka kembali bertengkar hebat seperti malam-malam sebelumnya. Teriakan saling bersahutan mengisi tiap sudut apatement. Segala amarah, sumpah serapah dan kemurkaan melebur bersama isakan pilu Victoria yang makin mengeras memenuhi seluruh ruang.

 

“Zitao, jika kau tidak lagi mengingkanku kau bisa melepasku. Aku tak akan menahanmu, Zitao. Kumohon lepaskan aku. Lepaskan aku dari semua rasa sakit ini, Zitao,” Victoria berkata dengan lirih. Suaranya makin serak dan hampir hilang akibat teriakannya tadi. Namun Zitao masih bergeming dengan tatapan yang dingin.

 

“Melepasmu? Apa maksudmu, huh?” Balas Zitao dengan sebuah bentakan yang membuat Victoria mengangkat kepalanya.

 

“Kenapa masih bertanya, Zitao? Kau hanya tinggal berkata ‘Victoria kita akhiri semua ini karena aku sudah punya yang lain’ dan semuanya selesai. Aku akan pergi dan kau bisa berbahagia tanpa perlu menyembunyikan kebohongan itu dariku lagi, Zitao!”

 

***

The red-hot lie when you said you would only love me
You’ll probably whisper it to someone else, somewhere else

***

“Sayangku, kumohon jangan seperti ini. Kau tahu aku hanya mencintaimu. Hanya kau satu-satunya.”

 

Harusnya kata cinta itu bak angin segar dimusim semi atau semacam cocktail penyejuk dimusim panas. Harusnya seperti itu, namun semuanya serasa menampar Victoria dengan keras. Kata cinta yang Zitao ucapkan justru menjadi api yang membakar dirinya, menjadi pisau yang menyayat kulitnya.

 

Victoria tak tahu apakah itu tulus atau tidak. Zitao itu seorang aktor handal yang selalu memainkan perannya dengan begitu sempurna. Jantung dan kepalanya selalu berdenyut hebat acap kali ia membayangkan jika Zitao juga mengatakan kata cinta yang teramat manis itu pada seseorang diluar sana.

 

***

Love is gone
My love is over

***

Cinta ini telah berakhir. Itu yang ia tanamkan dalam hatinya beberapa waktu terakhir. Melihat perangai Zitao yang mulai berubah padanya membuat Victoria kian mengerti.

 

Zitao bosan.

 

Zitao tak lagi menginginkannya.

 

Disuatu malam ia pernah mendapati Zitao meracau dalam ketidaksadarannya, menyebutkan nama orang lain yang tak asing dipendengarannya. Victoria mencoba menahan diri, memberi sugesti positif pada otaknya bahwa itu hanya igauan Zitao semata.

 

Namun realita menampar Victoria dengan keras. Hari itu hari Sabtu pada pertengahan musim panas,Victoria bersama kedua temannya, Krystal dan Luna pergi berlibur kesebuah pantai. Harusnya liburan itu dipenuhi dengan tawa gembira alih-alih sebuah tangisan pilu dibawah sinar bulan setelah melihat Zitao memeluk dan mencium sesosok wanita yang begitu dikenalinya.

 

Serena.

 

Adik sepupunya. Victoria nyaris gila karena masih enggan mempercayai apa yang dilihat oleh kedua matanya sendiri. Ia masih tak mau percaya bahwa Zitao telah menghianatinya.

 

***

I’m still cold, not even hesitating before this break up
Spitting out poisonous words, without a single expression
It’s for the better, good for you
If you didn’t see my mask, what would you have done?
It’s like you’re trying to do something but there’s no need
You put on a painful face, I tried that face before

***

 

Setelah hari itu semua berubah. Victoria tahu bahwa Zitao pasti sedang  berpikir bahwa sesuatu pasti telah terjadi. Beberapa kali pria itu menanyakan kenapa Victoria tiba-tiba begitu dingin padanya? Wanita itu hanya tersenyum sakratis pada Zitao alih-alih menjawab pertanyaan itu.

 

Ini akan menjadi lebih baik,baik untuk Zitao. Bukan untuknya. Jika Zitao tahu bahwa ia telah mengetahui semuanya apa yang akan pria itu lakukan?

 

Meminta putus?

 

Atau menangis meminta bertahan?

 

Meski tidak yakin tapi Victoria tahu Zitao pasti memilih opsi kedua. Menunjukkan wajah terlukanya seakan disini Victoria-lah yang bersalah karena meminta mengakhiri hubungan mereka. Seperti sekarang ini.

 

***

Tears fall
Are you pretending to be in pain?
Your face is so brazen
Will you take it away?
Will you get out of my life?

***

 

Victoria masih menangis sampai ia dapat merasakan betapa bengkak dan merah matanya. Namun demikian, Zitao juga masih saja bergeming. Membawa Victoria dalam pelukannya dan sedetik kemudian Victoria merasa basah diupucuk kepalanya. Itu air mata Zitao.

 

Zitao menangis, dan Victoria berpikir siapa yang sebenarnya terluka disini? Kenapa Zitao harus menunjukkan wajah penuh luka itu? Victoria benar-benar membenci ini. Dia yang terluka, dia yang tersakiti karena semua perilaku Zitao.

 

“Zitao.”

 

“Ya, sayangku.”

 

“Pergilah, Zitao. Pergilah.Menjauhlah dari hidupku sejauh yang kau bisa.”

 

Zitao terperangah, memandang kekasihnya dengan mata yang memerah. Tidak, bukan ini yang Zitao inginkan. Ia masih ingin disini, disisi wanitanya.

 

“Tidak akan.”

***

It’s over, no you, no me
You can look around but there’s no you, no me

 

***

 

“Pergilah Zitao, ini sudah berakhir. Aku tak mau berada disismu lagi. Kau bebas sekarang. Karena tidak akan ada lagi kata kita untuk aku dan kau.”

 

“Vict—”

 

“PERGILAH, ZITAO. PERGI!”

 

***

 

The blue bruise engraved in my heart
I wanna erase your name and your number

I was crazy to love you
Who are you to hurt me like this

My head understands but not my heart
My friends tell me I did all I could, to just stop it now
But without anyone knowing, I draw your face in my heart
I’m always missing you bad boy, my everything

 

***

 

Victoria masih menangis dikamarnya. Ini hari ketiga setelah ia memutuskan hubungannya dengan Zitao. Luka itu ternyata menganga lebar didalam hatinya dan membuatnya begitu merasa kesakitan. Zitao membuat ia mencintai pria itu hingga membuatnya nyaris gila seperti ini.

 

“Zitao, brengsek! Siapa kau berani menyakitiku seperti ini, huh?!” Umpatnya keras bersamaan dengan bingkai foto mereka berdua yang pecah berkeping usai menghantam tembok dengan keras.

 

Masih dengan tangisannya, Victoria meraih ponselnya. Mencari nama Zitao dalam kontak ponselnya lantas menghapusnya. Ia harus melakukan ini meski dengan berat hati. Ia harus bisa melepaskan Zitao sepenuhnya. Karena ia tak ingin kembali lagi pada pria itu. Ia ingin menghapus nama Zitao dalam hidupnya.

 

Krystal bilang apa yang telah ia lakukan ini adalah hal yang benar. Zitao bukan pria yang pantas untuk dipertahankan. Tapi lagi-lagi hatinya menghianati. Tanpa sadar Victoria selalu mengingat Zitao dalam ketermenungannya. Menggambar lekuk wajah Zitao didalam hatinya dengan sebuah tinta yang sulit terhapuskan.

 

Ia merindukan Zitao. Tapi ia masih terlalu sakit jika mengingat keburukan yang telah pria itu lakukan padanya.

 

“Lihat! Betapa brengseknya kau, Huang Zitao. Betapa brengseknya kau masih membuatku merindukanmu setelah menyakitiku!”
Victoria memandang potret dirinya dengan Zitao yang berceceran dilantai bersama dengan kepingan kaca. Tertawa dan menangis seperti orang gila.

 

Tears fall
I don’t ever wanna see you again
I won’t cry like a fool

 

FIN

3 tanggapan untuk “Bad Guy [SongFic]”

  1. Hueee gue nangis bacanyaaa… :’3 tapi lain kali penulisannya jangan cuma cerita doang yeee kesannya mati, idupin ceritanya pakek percakapan mereka.. Oke dahh thanks udah bikin gue mewek malem ini :’3

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s