One and Only – SLICE #2 — IRISH’s story

poster1

Author : IRISH

Tittle : One and Only

Main Cast : EXO’s Baekhyun, Red Velvet’s Yeri

Supported : EXO, Red Velvet, Twice, and SMRookies Members

Genre : Romance, Life, Fantasy, Sci-fi

Rate : PG-16

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO, Red Velvet, Twice and SMRookies Members belong to their real-life.

Previous Chapter

Prologue || Chapter 1

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes..

Tak banyak pembicaraan tercipta saat kami ada didalam rumah. Aku memilih menyibukkan diriku disatu-satunya kamar yang ada di dalam rumah, sementara Baekhyun sibuk dengan seperangkat komputer diruang tengah, entah apa yang begitu membuatnya sibuk, aku tak ingin mengusiknya.

Keadaan canggung ini tercipta setelah aku selesai menceritakan hidupku padanya. Ia tampaknya, seolah tak percaya bahwa Humanoid bisa membuat sebuah keluarga hancur, tentu saja, karena Ia adalah Humanoid yang malah terbuang karena Ownernya memilih keluarga.

Aku dan dia sama-sama terbuang, hanya penyebabnya saja yang saling bertolak belakang. Aku tau, di sisinya, Ia percaya bahwa manusia bisa melakukan hal buruk, tapi disisiku, aku percaya bahwa Humanoid lebih bisa menciptakan alasan bagi manusia untuk melakukan hal buruk.

Diam-diam aku merasa tak enak. Karena ceritaku pasti menciptakan memori buruk lagi baginya. Ia sudah tampak sangat terpukul karena ingatannya tentang Ownernya, dan aku malah memberinya memori lain tentang apa yang bangsanya bisa lakukan.

Ugh.

Sudahlah Yeri, dia seorang robot, dia seharusnya tak bisa—

“Kau robot yang sekarang bisa berpikir sendiri dan memiliki kontrol atas tubuhmu sendiri..”

Sekarang aku kembali teringat kalimat yang pernah kukatakan padanya. Aku merasa diriku begitu bodoh karena pemikiranku berusaha mengingkari ucapanku.

Tak tahan dengan keadaan canggung yang mungkin bisa berkepanjangan ini, aku beranjak dari sofa kecil yang ada di dekat jendela, dan melangkah keluar kamar.

Kudapati Baekhyun tengah berbaring di sofa panjang berwarna peach yang ada diruang tengah, sementara kabel perak terhubung ke pergelangan tangannya dari komputer di ruang tengah.

Dengan penasaran aku melangkah mendekati komputer yang layarnya tampak begitu sibuk, rasa ingin tahuku begitu membuncah tentang Humanoid ini. Bagaimana Ia bisa menjadi Humanoid yang bebas, apa benar-benar karena Ia tak lagi mempunyai Owner, atau alasan lainnya.

Sepertinya Ia tengah mengunduh sesuatu dari komputer ini, aku tak begitu bisa memahaminya karena aku sama sekali tak pernah menghadapi kecanggihan teknologi seperti ini.

“Jangan menekan apapun disana,”, aku tersentak saat tiba-tiba saja mendengar suara Baekhyun, dengan segera aku berbalik, menatapnya.

Ia sudah duduk disofa, dan tatapannya lekat tertuju padaku.

“Tidak, aku tidak menyentuh apapun.”, ucapku menyadari bahwa Ia sedari tadi hanya terbaring dengan memejamkan mata.

Tadinya kupikir Ia mungkin tertidur.

“Apa yang sedang kau lakukan?”, tanyaku saat ekspresinya sudah tampak lebih rileks.

“Mengunduh program terbaru.”, sahutnya sambil sedikit membenarkan kabel perak dipergelangan tangannya.

Aku memutuskan untuk melangkah mendekatinya, dan duduk disebelahnya.

“Terima kasih,”, ucapku membuatnya menatapku

“Untuk apa?”

“Karena kau sudah menyelamatkanku, tadi kau bilang bahwa aku tak berterima kasih dengan tulus, jadi.. kurasa sudah seharusnya aku kembali berterima kasih padamu.”

Baekhyun tersenyum.

“Ya, sama-sama Yeri,”

Beberapa saat aku terdiam, sampai aku menemukan bahan pembicaraan lain. Aku ingin bicara tentang bagaimana aku merasa tak nyaman karena cerita buruk masa laluku mungkin sudah membuat memori buruk lain untuknya, tapi aku tau jika Ia benar-benar merasa tak nyaman karena pembicaraan itu, Ia akan semakin merasa tidak nyaman saat aku membicarakannya lagi.

Jadi aku kembali memutar otakku, dan mencari bahan pembicaraan lain yang mungkin bisa mencairkan suasana canggung diantara kami.

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?”, tanyaku membuat Baekhyun menatapku penasaran, ugh, bagus Yeri, apa yang sekarang kau coba bicarakan?, “setelah kau menemukan Humanoid lain yang juga tak berpemilik, apa yang akan kau lakukan?”, sambungku.

“Entahlah.. Aku tak yakin, tapi kurasa ada baiknya jika kami hidup bersama. Seperti yang dulu manusia lakukan.”

Kali ini aku yang menatapnya, membuat untuk sepersekian detik, tatapan kami bertemu sebelum akhirnya aku menatap buku-buku jariku.

“Apa yang mungkin akan Servicer lakukan jika tau tentang keberadaan kalian?”

“Kau mengkhawatirkanku?”, tanyanya

Aku mengangguk.

“Ya, aku sangat khawatir.”

“Kenapa?”

Pertanyaan Baekhyun kembali membuatku terdiam.

Kenapa aku merasa khawatir? Kami bahkan baru saling mengenal, aku tak seharusnya merasa terusik seperti ini saat membayangkan Sentry membawa Baekhyun pada Servicer.

Bayangan Sentry maupun Servicer tak pernah jadi ingatan indah bagiku. Begitu banyak ingatan tidak indah tentang kehidupan ini.

“Karena aku takut aku tak bisa membantumu jika sesuatu terjadi. Servicer punya segalanya, kekuasaan, kekuatan, kepintaran, dan jika Ia tau tentangmu, atau Humanoid lain yang sepertimu, Ia pasti melakukan hal buruk pada kalian.

“Aku takut jika hal seperti itu benar-benar terjadi, aku mungkin tak bisa membantumu apapun. Padahal kau sudah banyak membantuku, bahkan sudah menyelamatkan nyawaku.”

Kudengar hembusan nafas pelan dari Humanoid disebelahku, membuatku menatapnya dalam diam. Apa aku salah bicara? Apa Ia merasa aku begitu menggelikan karena bisa berpikir seperti itu?

“Kau tau apa hal yang lebih mengerikan daripada kau tak bisa menolongku?”

“Apa itu?”, tanyaku

Baekhyun menatapku.

“Membayangkan Servicer mengubahku menjadi hal lain yang lebih buruk dan menggunakannya untuk menyakiti manusia adalah hal menakutkan.”

Jawaban Baekhyun sungguh membuatku tersentak.

“Apa semua Humanoid seperti ini?”, ucapku tanpa sadar

“Seperti apa?”, Baekhyun menatapku

Aku mengerjap cepat, “Ingin melindungi manusia. Apa pada dasarnya mereka diprogram seperti itu?”

Baekhyun mengangguk.

“Humanoid diciptakan untuk melindungi manusia. Jika ada Humanoid yang berbuat buruk, itu pasti karena manusia mengubah programnya.”

“Aku tau, kau sudah memberitahuku..”

“Dan jika esok hari, Servicer menangkapku, kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?”, tanyanya

Apa yang harus kulakukan jika Ia tertangkap? Kembali menjadi pelarian di jalan? Bersembunyi dari Pembersihan setiap malamnya? Atau mengakhiri hidupku sehingga aku tak harus menjalani kehidupan menyedihkan seperti sebelumnya?

TOK. TOK.

Aku baru saja akan mengutarakan pemikiranku pada Baekhyun saat seseorang mengetuk pintu rumah yang kami tempati. Adrenalinku segera terpacu, dan tentu saja, Baekhyun menyadari perubahan tanda vitalku.

“Tenanglah,”, ucapnya sambil menepuk punggung tanganku pelan, Ia kemudian melepaskan kabel yang sedari tadi melingkar di pergelangan tangannya, dan melangkah sama tenangnya ke arah komputer.

“Grey,”, kudengar suara seorang yeoja diluar

“Masuklah ke kamar dan berpura-pura tidur, nanti, saat aku bicara tentang ‘makan malam’ kau harus pura-pura berteriak, seolah terbangun dari mimpi buruk, dan panggil namaku, mengerti?”

Aku menatap Baekhyun, berusaha memahami jalan rencananya, tapi aku sudah terlalu lambat untuk merespon.

TOK. TOK. TOK.

“Grey, kau didalam?”

“Cepatlah Yeri,”, ucap Baekhyun sambil mendorongku pelan

Aku akhirnya melangkah cepat dan hati-hati ke dalam kamar yang ditutupi tirai kecil bermotif kerang, dan dengan sama cepatnya, aku berbaring di tempat tidur. Jantungku masih terpompa dengan kencang, dan aku masih merasa ketakutan.

Samar, aku mendengar suara pintu dibuka, Baekhyun pasti membuka pintunya.

“Ah, maaf sedikit lama,”, kudengar Baekhyun bicara

“Apa sesuatu terjadi?”, tanya seseorang

“Tidak Seulgi-ssi. Memangnya kenapa?”

“Tanda vital Ownermu sangat tidak stabil.”

“Ah, ya, Ia memang sering seperti ini, Ia sering bermimpi buruk.”, jawab Baekhyun dengan nada tenang, aku hampir tak menemukan kebohongan dalam suaranya.

“Begitu rupanya, aku hanya memberitahumu bahwa kau bisa menempati rumah ini sampai akhir minggu depan, karena sebenarnya rumah ini sudah di-booked.”

“Oh, tentu saja, aku dan Sara akan segera mencari tempat tinggal lain setelah asuransinya keluar.”

“Baguslah, kau tau sendiri terkadang manusia bertindak tidak logis karena keinginan mereka tak terpenuhi bukan?”

Aku menyernyit saat mendengar spekulasi buruk yang diucapkan oleh Humanoid yang tengah bicara dengan Baekhyun. Aku sangat jarang, tidak, hampir tidak pernah, mendengar seorang Humanoid bicara buruk tentang manusia.

Tunggu, memangnya seberapa sering aku mendengar mereka bicara dalam frekuensi suara sempurna itu?

“Seorang Humanoid pasti menenangkan nya dari ketidak stabilan hormon itu. Apa kau mau masuk? Aku tengah menyiapkan makan malam untuk Sara.”

Makan malam. Itu kodenya.

“Tidak, kurasa aku tidak ingin mengganggu—”

“Akh!!”

Dengan segera aku berteriak, bertindak seolah aku terbangun dari mimpi buruk yang membuatku ketakutan setengah mati.

“G-Grey?”, lirihku, tanpa sadar suaraku bergetar, bukan karena kehendakku, tapi karena aku benar-benar merasa takut Humanoid yang tengah bicara dengan Baekhyun akan sadar akan keanehan disini.

“Ya Sara! Tunggu sebentar!”, Baekhyun bicara sedikit keras saat menyahutiku, dan kudengar Ia kembali bicara, “Ia pasti terbangun dari mimpinya,”

“Ah, kalau begitu sebaiknya cepat hampiri dia. Aku akan kembali ke rumah Ownerku.”

“Baiklah, terima kasih karena sudah meluangkan waktumu untuk memberitahuku informasi tadi.”

“Ya, tidak perlu berterima kasih.”, ucapnya

Kudengar tak lama kemudian Baekhyun menutup pintu rumah, dan perlahan, aku bisa menenangkan diriku.

“Tanda vitalmu sudah membaik, apa kau takut karena Ia datang?”, tanya Baekhyun saat Ia muncul di ujung pintu.

“Ya, aku sangat takut. Kukira Ia tau hal lain.”, ucapku sambil melangkah turun dari tempat tidur, dan melangkah melewatinya.

Tanpa sadar aku mengintip dari tirai jendela, dan melihat sosok Humanoid yang berjalan menjauh dari rumah kami.

“Aku tidak tau Ia bisa berkeliaran sendiri tanpa Ownernya.”, kudengar suara Baekhyun tak jauh dibelakangku.

“Dan aku terkejut Ia bisa bicara hal buruk tentang manusia.”

“Mungkin Ia diprogram seperti itu,”, kata Baekhyun membuatku menatapnya

“Diprogram untuk bisa berkata hal buruk tentang manusia?”, tanyaku dijawab dengan anggukan pelan oleh Baekhyun.

“Ya, memangnya kenapa?”

“Ownernya pasti berkepribadian buruk.”, rutukku

“Kau tak suka karena Humanoid seperti itu?”

“Tentu saja aku tidak suka,”

“Tapi kenapa?”

Aku menatapnya tak percaya. Kenapa?

“Kau bilang mereka diprogram menjadi pelindung manusia. Bagaimana aku bisa terima saat ada Humanoid bicara buruk tentang manusia? Kau bahkan tak pernah bicara buruk tentang manusia walaupun kau Humanoid yang bebas.”

Baekhyun tertawa pelan.

“Kulihat kau mulai menyukai Humanoid.”, ucapannya membuatku tersentak, apa kalimat dalam ucapanku yang membuatnya berpikir seperti itu?

“Tidak, aku tidak suka.”

“Bagaimana denganku? Kau tidak menyukaiku juga?”

Pertanyaannya kini entah mengapa membuat jantungku terlonjak beberapa kali lebih cepat. Dan aku menatapnya, berharap Ia tak menyadari perubahan sekilas tanda vitalku tadi.

“Kau menyelamatkanku, kenapa aku harus tidak suka padamu?”

“Tapi aku juga seorang Humanoid.”

“Kau berbeda.”, sahutku membuat Baekhyun terdiam.

“Jadi kau suka?”

“Tentu saja.”

Ia tersenyum.

“Jadi, sampai aku menemukan Humanoid lain yang sama sepertiku, kau mau berpura-pura jadi Ownerku?”

“Apa?”, aku tersentak mendengar pertanyaannya

“Aku berpura-pura menjadi Grey, dan kau menjadi Sara. Kita sama-sama gunakan identitas palsu, dan kau harus berpura-pura menjadi Ownerku. Bagaimana?”

“Bagaimana jika ada yang tau kita berbohong?”, tanyaku

Baekhyun mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku.

“Aku sudah menggunakan identitas orang lain sedari tadi. Kita tidak akan ketahuan tentu saja.”

“Kau yakin?”

“Ya, apa aku terlihat tidak yakin?”

Ia sudah dua kali mengatakan hal yang sama padaku. Sungguh. Aku ingat Ia  pernah mengatakan hal itu padaku sebelumnya.

“Baiklah, aku percaya padamu. Tapi bagaimana jika ada kecanggihan lain yang membuat orang-orang tau kalau kita berbohong?”

Baekhyun menyernyit.

“Kau terdengar tidak percaya padaku.”

“Aku tidak bicara begitu,”, bantahku, “aku hanya mengatakan kemungkinan terburuk saja.”

“Tidak akan terjadi apapun,”, ucapnya yakin

Aku akhirnya menghembuskan nafas panjang.

“Aku hanya khawatir.”

“Dan berhentilah terus merasa khawatir pada semua hal. Kau bersama seorang Humanoid sekarang, jadi tidak akan ada yang mencurigaimu, atau mencurigaiku. Kita hanya akan terlihat sebagai Humanoid bersama Ownernya.”

“Kebohongan apa yang harus kita katakan jika kita terus berpindah tempat tinggal?”, tanyaku padanya

“Backpacker.”, jawabnya mantap

Backpacker? Tradisi yang sering dilakukan orang-orang dari di Eropa?

“Tak akan ada orang yang curiga pada backpacker.”

Benar juga. Aku bahkan selalu berpikir manusia-manusia yang berkeliaran bersama Humanoid mereka dengan membawa sebuah mobil dan banyak barang adalah backpacker.

“Jadi bagaimana? Kau setuju dengan rencanaku?”

Aku menatap Baekhyun dengan mata menyipit.

“Kau tau, kau lebih pintar daripada Servicer.”

Ia tersenyum penuh kemenangan.

“Itu karena manusia membuat kami dengan jangkauan unlimited dan memungkinkan kami mengakses apapun.”

“Dalam hal baik untungnya,”, sambungku

Ia mengangguk-angguk.

“Tentu saja dalam hal baik.”, ucapnya yakin, Ia kemudian menatapku, “ada yang harus kurubah sedikit darimu.”

“Apa itu?”, kataku terkejut

“Penampilanmu tentu saja. Aku membuat kita berasal dari Lyon.”

“Dimana itu?”, tanyaku

“Eropa, tempat asalku. Kenapa?”

“Kau berasal dari Lyon?”

Baekhyun mengangguk.

“Tapi kenapa kau di non aktifkan disini?”, tanyaku membuat Baekhyun mengangkat bahunya.

“Aku juga tidak tau.”

“Aneh.. Kau diproduksi di Seoul, tapi kau tinggal di Eropa, dan kau di non aktifkan lagi disini,”, gumamku pelan

“Aku bisa mencari tahunya nanti. Tapi sebelum kita berkeliaran menjadi Sara dan Grey, kita harus mengatur cerita dan alur yang sama untuk perjalanan panjang kita. Pertama, kita ubah sedikit penampilanmu.”

“Memangnya kenapa dengan penampilanku?”

“Aku tidak suka gadis dengan rambut gelap.”

“Apa?”, sejak kapan Ia bisa menentukan hal yang Ia suka dan tidak suka?

“Sara, anak terkecil dari Ownerku, punya rambut berwarna pirang terang, dan kau akan berpura-pura menjadi Sara. Jadi anggap saja, kau adalah Sara.”

“Jadi kau mau mengubah warna rambutku?”, tanyaku tak percaya sementara Ia menjawabnya dengan anggukan tak berdosa yang terlihat sangat yakin.

“Aku tau kau tidak keberatan, anggap saja ini cara untuk melancarkan rencana pelarian kita.”

Mendengar kata-kata kita yang Ia ucapkan kembali membuatku merasa aneh. Ia benar-benar berniat membawaku serta dalam pelarian ini?

Aku akhirnya menghembuskan nafas pasrah.

“Kau tau, kau sangat suka memaksaku.”

Baekhyun tersenyum puas.

“Ini untuk kebaikan kita berdua.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku menatap tak percaya pantulan diriku dicermin. Bayangan itu seolah bukan aku. Aku tak mengenalnya. Ia terlihat sangat asing dan berbeda.

“Baekhyun, apa yang sudah kau lakukan padaku?”, ucapku tak percaya

“Ini pertama kalinya kau menyebut namaku.”, sahut Baekhyun bertolak belakang dengan pertanyaan yang kuutarakan.

“Aku serius,”

“Aku hanya mengubah warna rambutmu, apa yang salah?”, tanyanya

“Aku terlihat aneh.”

“Tidak, kau terlihat cantik.”

Aku mendengus mendengar ucapannya.

“Warna rambut ini mengingatkanku pada Irene.”

Baekhyun diam mendengar ucapanku.

“Apa Irene juga mempunyai warna rambut seperti ini?”, tanyanya

“Ya. Kurang lebih seperti ini. Aku tak bisa mengingatnya dengan baik karena Ia adalah ingatan buruk masa kecilku.”, sahutku

Baekhyun lagi-lagi terdiam.

“Tapi kau terlihat lebih baik.”, ucapnya

“Tidak.”, bantahku

“Ya.”, Ia balik membantah

“Tidak.”, ucapku tak ingin kalah darinya

“Oh ayolah kita akan berdebat soal hal ini Yeri?”

Ucapan Baekhyun membuatku bungkam. Aku tidak menanggapi ucapannya karena aku memang tak ingin berdebat dengannya. Entah mengapa.

“Hanya sementara saja, jika semuanya sudah selesai aku akan mengembalikan rambut hitammu.”

“Apa itu sebuah janji?”, tanyaku

“Ya, aku janji.”

“Baguslah, aku benci saat harus teringat pada Irene.”

Baekhyun tertawa pelan.

“Kapan kau siap untuk pergi?”

“Dimana kita akan mulai mencari?”, tanyaku

“Kurasa aku harus mengakses beberapa informasi di Lyon, rumah Owner-ku. Kau keberatan untuk pergi kesana?”

Aku menggeleng pelan.

“Aku bahkan tak pernah pergi ke banyak tempat sebelumnya, untuk apa aku keberatan?”, tanyaku membuat Baekhyun tersenyum.

“Aku akan membeli online ticket untuk penerbangan sore ini. Kita akan ke keluar membeli perlengkapan backpacker yang kita butuhkan.”, Ia mengedipkan sebelah matanya padaku, membuatku tertawa geli.

“Siap untuk menceritakan kebohongan kita pada orang lain?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sorenya, dengan menaiki sebuah Metro—kendaraan berkecepatan cahaya serupa kereta listrik yang menggantung diudara dan digerakkan dengan elektromagnet sehingga terlihat melayang diudara—aku dan Baekhyun sampai di Yanke, sebuah supermarket raksasa ditengah Sentral.

“Kau ingin makan sesuatu?”, tanya Baekhyun saat kami melewati deretan stand modern dengan berbagai macam makanan cepat saji otomatis disana.

Aku memperhatikan cara kerja mesin-mesin itu, dimana seorang Humanoid tampak memasukkan koin Gould ke dalam mesin, dan sebuah chip berwarna-warni memantulkan kilauan cahaya akan terjatuh keluar dari mesin, jatuh tepat di atas sebuah piring perak, dan dari sisi mesin, keluar selang kecil, sangat kecil.

Dan setetes air—atau cairan kimiawi?—jatuh diatasnya, dan bam! Chip warna-warni itu berubah menjadi sebuah burger.

“Kurasa tidak,”, jawabku setelah selesai memperhatikan keanehan di mesin itu.

Membayangkan diriku memakan chip-chip itu saja sudah membuatku bergidik ngeri. Sungguh.

Baekhyun tertawa pelan.

“Kau merasa takut karena teknologi disini.”, ucapnya

“Memang, menyadari ada banyak makhluk sepertimu saja sudah membuatku takut.”, sahutku ringan

Baekhyun lagi-lagi tertawa.

“Kau akan terbiasa.”, ucapnya

“Aku tak akan terbiasa, sampai kapanpun.”, kataku pasti

Kami melangkah masuk ke dalam Yanke, dan sebuah layar berhenti di hadapan kami, membuatku terkejut. Tapi Baekhyun mencekal pergelangan tanganku, memberiku keyakinan bahwa aku akan baik-baik saja.

Mohon identifikasikan diri kalian.”

Layar aneh itu bicara.

“Grey Lee, dan Owner-ku, Sara Lee.”

Grey Lee, Humanoid jenis Vyloid, diproduksi di Seoul. Sara Lee, usia tujuh belas tahun, putri dari Greek Lee dan Nicole Ford, berasal dari Lyon, verifikasi identitas diterima.”

Layar itu kemudian menghilang dari hadapan kami.

“Bagaimana layar itu tau semuanya?”, ucapku pada Baekhyun

“Karena identitas itu benar-benar ada, Sara.”, ucapnya menekankan namaku, membuatku teringat bahwa Ia mengatakan Sara adalah nama anak terkecil dari pemiliknya.

“Apa Ia tidak tau jika Sara sebenarnya sudah mati?”

Baekhyun menggeleng.

“Mesin-mesin ini tidak memperhatikan. Mereka hanya bertugas memastikan bahwa orang-orang yang masuk bukanlah Outsider. Itulah mengapa seharusnya dari dulu kau berpikir untuk mencuri Humanoid.”

“Aku tak suka mencuri.”

Baekhyun tergelak.

“Lebih dari empat puluh tiga kasus kriminalmu adalah pencurian.”

Aku mendengus.

“Itu terjadi karena keterpaksaan. Aku harus bertahan hidup.”

“Dan sekarang mari kita sama-sama terpaksa berbohong untuk bertahan hidup, Sara.”, ucap Baekhyun, tersenyum padaku sambil menarik sebuah troli besi berukuran sangat besar dan membawa troli itu berjalan bersama kami.

“Karena kita akan berkeliling dunia, kita harus membawa banyak perbekalan. Menurutmu apa saja yang akan kita butuhkan?”, tanyanya seolah meminta pertimbanganku padahal tangannya sibuk memasukkan barang-barang tanpa seizin atau permintaanku ke dalam troli.

“Kau sudah tau apa yang kita butuhkan.”, kataku

“Mungkin saja ada benda-benda yang kau inginkan secara spesifik.”, ucapnya sambil menatapku sekilas.

“Aku rasa aku..”, aku menggeleng-geleng pelan, apa yang kuinginkan? Aku tak pernah memikirkan apa yang kuinginkan saat aku berada ditempat ini. Semuanya terasa begitu aneh saat tiba-tiba saja hidupku berputar seperti ini, “..aku tak pernah menginginkan sesuatu.”, lanjutku, masih menggeleng tak yakin.

“Wanita biasanya membutuhkan kosmetik, pakaian, atau sejenisnya bukan?”, kata Baekhyun santai, Ia benar-benar memperlakukanku seolah aku berasal dari kehidupan normal yang sama dengannya, sama dengan manusia-manusia lain yang punya Humanoid.

Padahal tidak. Aku seorang Outsider, dan apapun yang sekarang terjadi padaku, walaupun untuk sementara ini aku berperan sebagai Sara, dan dia sebagai Grey, aku tetaplah seorang Outsider.

“Aku tak pernah memikirkan tentang semua itu.”

Baekhyun menggenggam lembut tangan kiriku, membuatku menatapnya.

“Kau boleh mulai memikirkan semua yang kau inginkan.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

72 tanggapan untuk “One and Only – SLICE #2 — IRISH’s story”

  1. Jd Baekhyun ga asal sebut nm bwt jd identitas palsu mrk, kirain..
    trnyt udah dipikirkan author dg seksama /yaiyalah, Irish gitu!/
    Grey itu nm Humanoid Baekhyun yg sbnrny? Pemberian si Owner, bpk’ny Sara?? Tp knp Sara kcl manggil Baekhyun? /dihasut sm Irish y?/
    Aigoo.. backpackeran bdua ma Baekhyun? around d’world?? sungguh iri sm Yeri! Baekhyun pny stock alat tukar/uang bwt beli mcm2 keperluan? and d’aventure begins.. kyaa~ bkl seru bgt pasti! kemana mn bdua, dilindungin pula, jah.. mupeng..!! Irish.. kamu mah expert bgt menghanyutkan perasaan /brharap ada fluff romens/

  2. Kak irish, mau satu humanoid kyak gitu.. Mau kak.. mau kak.. *plak*
    Coba aja ada yg begituan, di sini ada 1 yg buat aku bingung kak. Beda outsider sama owner? kalo mau jadi owner itu memang ada saratnya yah? Terus kalo outsider mau jadi owner gmana? Apa owner itu buat humanoidnya sendiri?
    Wahh itu lebih dari 1 pertanyaan tuhh.. Kekeke mian ya kak irish *garuk2 kepala

  3. baekhyun blm suka sama yeri yaa? berharapnya sih udh, biar tmbh so sweet..
    kalo ff kyk gini bnr” trjd dikehidupan nyata,manusia bakalan lemah, smwnya udh disiapain sama robott..

    ff km yg genre fantasi mah keren smw, idenya itu ada aja..n

  4. Argghhhh stop it byun baekhyun.
    Kak rish, baekhyun real life sudah begitu lovable dan bias wrecker, kenapa kak rish buat dia di sini makin lovable?!?! ㅠㅠ lenyap sudah lenyap list bias gadis remaja ini astaga. /cries/

  5. Jangan bilang ntar mereka cinlok karena keseringan bareng wkwkwk
    Irish jjang … masih mau ngejar baca next chapter

  6. Baekhyun jadi robot yg punya perasaan, kaya di film chappie tapi Baekhyun jauh lebih imut & cakep daripada chappie.. hehehe… penasaran sama akhir ceritanya, mereka berdua apa bisa jatuh cinta?? Hahaha…

  7. Chap.2nya ga kalah seru sama yang ke satu… Pokoknya ngefans deh sama kak Irish!!! Keep Writing ya kak!! Boleh minta id line ga kak Irish? Biar akrab gitu,< Wkwkwk

  8. huaaaa kak irish!!!! rasanya udah berabad-abad ga baca tulisanmu, pokoknya miss it so much!!! pas aku buka udah banyak aja ff bru update.. aku ketinggalan banyak banget >__<

    dan aku cuma bisa bilang 'wow' dengan ff ini.. –oke, aku selalu bilang itu disetiap ff kakak (dulu).
    pokoknya suka banget dehh 👍👍

    1. huaaa aku diculik sehun trus dikurung digua T.T haha engga, hp ku error ga bisa buat ngenet jdinya yahhh gitu dehh..
      iya kakk.. aku jga seneng 😁😁

  9. keren thor ceritanya, penasaran apa yg akan terjadi di chapter” berikunya. Kalau update jgn lama” ya thor. Btw boleh nanya gak ? dapet inspirasi dari mana nih FF ?

    1. Huehehe ditunggu aja akan jadi seperti apa ff ini nantinya :3 hmm, ide dasarnya aku dapetin setelah aku nonton Terminator. Robot-robot gitu wkwk

  10. serius makin suka aja ><
    addicted deh sama FF ini
    ditunggu banget kelanjutan ceritanya,
    karena penasaran banget nasib yeri dan juga baekhyun nantinya bakal gimana~^^

    1. Hahaha karena penasaran jadi harus keep waiting buat lanjutannya dariku yaa :* thankyou anyway udah baca ff absurd ini :’)

    1. Ehem eheeemmm bakal jadi gimana ini Baekhyun-Yeri? Huahaha mari kita sama-sama menunggu endingnya (?) thankyou ya darl~ :3

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s