I STILL LOVE YOU (CHAPTER 1)

I STILL LOVE YOU

PicsArt_1440382161103[1]

Tittle                :           I STILL LOVE YOU

Author             :           PutriNami

Length             :           Chapter

Genre              :           Romance, SAD, HURT, AU,Family

Rating              :           PG-15

Main cast        :           Kai (exo)

Soo jung (Fx)

Sehun (exo)

Sulli (Fx)

 

 

Hai ^^ sebelumnya aku ingin minta maaf kalau posternya jelek . Aku gak mau panjang lebar, aku Cuma ingin memberitahukan kalau Ff ini asli 100 persen pemikiran AUTHOR, gak ada unsur plagiat. Jika terjadi kesamaan karakter atau mungkin cerita, itu hanyalah faktor tak kesengajaan, mungkin kita lagi sehati. Sekali lagi ini, cerita ini murni hasil pemikiran dan imajinasi author.Di larang keras mencopy paste ff ini.

PERHATIAN…TYPO BERTEBARAN

 

HAPPY READING ^^

 

Tak ada yang tahu tentang cinta hari ini.Tapi mungkin hari esok.Ia telah menyapa hatiku.Dengan tiba tiba.

 

 

 

Semenjak melihatnya malam itu,Mataku seakan buta akan cahaya lelaki lain,Tak dapat membayangkan wajah lain selain wajahnya.Hati ini tidak dapat bergetar lagi,selain getaran hati untuknya,kedengarannya memang berlebihan,tapi semua tentang dirinya,bagiku tidak ada kata lebih,kurang,cukup,dan berakhir.

 

 

Dia memberikanku kebahagian,tawa,dan merasa hidupku lebih sempurna,dia membuatku merasa salah tentang anggapan ku akan cinta, Karena kisah yang gagal di kehidupan yang dulu. Bisa di bilang ini kali pertama aku merasa di cintai dan mencintai seseorang dengan begitu dalamnya. Aku Soo jung. Anak pertama dari 2 bersaudara,adikku bernama Sulli yang sekarang bersekolah di USA . Pacarku bernama Kai, dia kebetulan teman satu kuliah ku,Cuma beda jurusan. Aku mengambil jurusan hukum sedangkan dia mengambil jurusan kedokteran.

 

 

Malam itu Kai mengajakku untuk diner berdua di vila keluarganya,untuk merayakan 1 tahunan hubungan kami.Tiba di villa itu Kai menutup mataku dengan kedua tangannya sambil menuntunku kesebuah tempat.Rasa senang dan penasaran bercampur aduk.

 

 

“ Sudah sampai “ Ucapnya sambil membuka mataku…

 

 

Mawar merah berserakan di rumput halaman belakang villa itu,lilin-lilin di sepanjang jalan menuju meja untuk kami berdua yang telah di rancangnya dengan sedemikian rupa.Kami duduk di meja itu. Malam itu terasa begitu indah walaupun awan terlihat mendung.Saat tengah menikmati makan malam,Kai terlihat kebingungan mencari sesuatu di saku celananya.

 

 

“Kai Waeyo ? “Ucapku…

 

 

“ Gwenchana, kamu lanjut saja makannya oh “ Jawabnya sambil tersenyum…

Yang tidak lama kemudian…

 

 

“Ah,sudah dapat “ Sahutnya…

 

 

Kai lalu mengulurkan tangannya padaku,yang sedang menggenggam sesuatu…

“ Ige mwoya? “ Ucapku…

 

 

“buka,baru bisa tau “

 

 

Aku membuka tangannya perlahan.Dan terlihat sepasang cincin ditelapak tangannya.Dia lalu memasangnya di jariku. Sesungguhnya aku sangat membenci hal-hal yang berbau romantis,anehnya aku malah merasa sangat menikmati malam itu.

 

 

“Aku ingin memiliki hatimu Soo jung. Tapi tidak hidupmu. Aku rela melihatmu dengan yang lain,tapi tidak hatimu. Mungkin kedengarannya berlebihan, kau juga bisa mengatakan ini sebagai bualan lelaki. Tapi sejujurnya kamu cinta pertamaku Soo jung, percaya atau tidak, tapi ini lah kebenarannya. Ini kali pertama aku jatuh cinta, kadang aku berfikir bagaimana jadinya aku tanpa mu“ Ucapnya…

 

 

“ Gomawo Kai “  Rasanya hanya kata ini yang dapat ku ucapkan saat itu.

 

 

 

 

 

****

 

 

 

Pagi itu di meja makan. Eomma  menyuruhku untuk ke bandara menjemput Sulli. Aku lalu bergegas berganti pakaian,dan menuju ke bandara.

 

 

Aku duduk di kursi tunggu dengan wajah yang berkerut-kerut memandangi pintu keluar kedatangan di Bandara INCHEON AIRPORT  itu dengan pandangan setengah kosong. Berkali-kali, kulirik jam ditangan. Detik demi detik. Menit demi menit. Sebentar lagi, genap satu jam aku menanti kedatangan Sulli.

 

 

Sayup-sayup terdengar suara gesekan koper di lantai yang semakin jelas kearahku, yang tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.

 

 

“ Soo jung eonni !!” Ucapnya langsung memelukku.

 

 

“ sulli-ya !! sudah dari tadi eonni menunggu mu di sini “ Ucapku…

 

 

“ Mian eonni, tapi belum ada 2 jam kan ? “

 

 

“ Sudah 3 jam eonni menunggu mu disini “

 

 

“ Mwo?? eonni serius?” Ucap Sulli membulatkan matanya…

 

 

“Tidak hanya bercanda, eonni baru saja datang ^^“

 

 

 

Tiba-tiba, Sulli berlari ke penyebrangan. Aku lalu mengikutinya dari belakang. Ternyata hanya karena seekor kucing. Aku hanya tersenyum sambil memperhatikannya mengelus kucing itu. Tanpa sengaja aku memalingkan wajah ke kanan, dan melihat sebuah mobil melaju dengan cepat.

 

 

“Sulli-ya …. !! awas “ Teriakku…

 

 

Aku lalu berlari kearahnya dan mendorongnya keluar dari jalan itu, Bagian kanan pinggang ku terpukul keras, aku tergeletak jauh dari mobil itu, dengan wajah yang dilumuri darah.

 

 

Aku terbangun dengan tubuh terbaring di atas tempat tidur di sebuah rumah sakit, sekujur tubuhku rasanya tidak bisa digerakkan. Penglihatanku samar. Tapi aku masih dapat mengenali orang-orang disekitarku. Ada seorang dokter, 2 orang perawat, Appa, eomma, dan sulli, aku bisa mengenalinya dan bisa mendengar suara tangisan eomma, yang begitu mendominasi suara di ruangan ini.

 

 

“Soo jung harus segera mendapatkan donor darah, karena kondisinya semakin memburuk “ Ucap dokter itu…

 

 

“ Tapi kami harus bagaimana dok,kami harus mencari pendonor dimana ?” Sahut appa ku dengan nada khawatir.

 

 

Beberapa menit kemudian, seorang pria muncul dari pintu itu, semakin dekat, semakin terasa tidak asing, pria itu lalu mendekat ke arahku.

 

 

“ aku saja. aku akan mendonorkan darahku untuknya.”

 

 

“ Kai ? “  Ucapku dalam hati…

 

 

 

3 JAM KEMUDIAN…

 

 

Aku terbangun dari tidur panjangku dan melihat ibuku yang tengah duduk di sisi kiri tempat tidur ia mengelus rambutku sambil menangis…

 

 

“ eomma. Waeyo eomma ?” Ucapku…

 

 

“Gwenchana chagi. eomma… hanya merasa bersalah padamu “ Ucap eomma sambil mengusap air matanya. Dia lalu memelukku dengan eratnya,seakan-akan aku akan pergi jauh.

 

 

“ Soo jung anak eomma, apapun yang dikatakan orang, aku tetap eomma mu” Aku memandangi wajah eomma yang begitu ketakutan.

 

 

“ eomma,ada apa ? kenapa eomma berkata seperti itu ?” tanya ku. Eomma hanya diam, hanya air mata yang bisa kulihat dimatanya.

 

 

“ Eomma, Soo jung anak eomma kan ?“ tanyaku ragu-ragu.

 

 

“ Kenapa bertanya seperti itu, tentu saja kamu anak eomma” Ucap eomma dengan nada tinggi.

 

 

“ Lalu kenapa ? kenapa bukan eomma yang mendonorkan darah untuk ku, kenapa malah orang lain ? karena darah kita tidak cocok,iya ka eomma “ Ucapku. eomma hanya menundukkan kepalanya.

 

 

“ Maaf kan eomma Soo jung-ah, eomma tak bermaksud untuk menutupi semuanya. Semua ini eomma lakukan karena eomma sudah menganggap mu sebagai anak eomma sendiri. Ibu sangat menyayangi mu Soo jung-ah. eomma tidak ingin kehilangan mu”

 

 

“ Eomma, kenapa eomma baru mengatakannya sekarang? Nae gwenchana eomma. Anak kandung atau bukan, aku tetap harus tau yang sebenarnya” Ucapku sambil tersenyum ke arah eomma.

 

 

 

“ Tok..Tok…Tok “

 

 

Terdengar suara ketukan pintu. Pintu terbuka.Terlihat Sulli masuk sambil tersenyum.

 

 

“ Apa aku mengganggu eonni dan eomma? “ Ucapnya.

 

 

“Anio, ayo masuk “ Jawabku tersenyum ke arahnya.

 

 

“ eomma beli makanan dulu oh buat kalian“ Ucap eomma sambil berjalan meninggalkan ruangan.

 

 

“ eonni, eoma kenapa ?”

 

 

“ emm…ani, eomma gwenchana” Ucapku berusaha menyembunyikannya.

 

 

“Mmm..,eonni. Aku mau tanya sesuatu “

 

 

“ Mwondeyo ?”

 

 

“Namja yang mendonorkan darah buat eonni, nugu ?”

 

 

“ Mmm dia….”

 

 

“ eonni aku menyukainya “ ucap sulli cepat- memotong ucapanku

 

 

“ Mwo ??”  Ucapku terkejut…

 

 

“emm eonni. Aku menyukai namja itu”

 

 

“ gaende wae ?” Ucapku…

 

 

“ Karena ? karena apa, aku sendiri juga tidak tau, aku hanya merasa, dia orang yang baik. Eonni bantu aku oh ?”

 

 

“Tapi, bagaimana caranya?“

 

 

“ eonni pasti tau caranya. Diakan teman eonni “

 

 

“ emm arrasheo. Eonni akan membantumu“ ucapku. Sulli lalu berlari keluar ruangan ini sambil tersenyum senang. Tanpa kusadari air mata mengalir dipipiku.

 

 

 

Keesokan harinya Kai datang menjengukku, dengan sebuah boneka dan mawar merah di tangannya.

 

 

“Kai, kamu tidak  kuliah “ Ucapku.

 

 

“ nanti, setelah aku bertemu dengan mu ^^“ Ucapnya sambil tersenyum.

 

 

Kai lalu menaruh bunganya kedalam vas bunga di atas meja dan tidak sengaja melihat semangkuk bubur,yang masih utuh.

 

 

“ soo jung-ah. Kau belum makan?” Sahut Kai menatapku.

 

 

“Aku belum lapar Kai-ya “

 

 

“Kau harus makan. Aku suap yah“

 

 

“ Shireo“  ucapku yang membuat wajah Kai seketika menjadi aneh padaku…

 

 

“ Maksud aku. Aku bisa makan sendiri” ucapku mengalihkan.

 

 

“andwe, kau masih sakit. Aku akan menyuapimu. Kau duduk dengan manis saja oh”. Perintahnya. Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, ucapan Sulli selalu terngiang ditelingaku.

 

 

“ Seandainya aku bisa berharap,agar kamu bisa seperti ini terus” Ucap Kai seraya menyuapiku.

 

 

“ Maksud kamu ?”

 

 

“yah menyuapimu seperti ini. Neomuchuaeyo“. Dia tersenyum kepadaku dan mencium keningku.

 

 

“ Aku kuliah dulu yah,lekas sembuh, anyeong”. Ucapnya seraya berjalan keluar dari ruanganku ini.

 

 

Aku merasa ingin memegang erat tangannya agar dia tidak pergi kemana-mana. Aku takut kalau dia pergi saat itu dia tidak akan kembali lagi.

 

 

Tapi ternyata perkiraanku salah. Setiap hari Kai datang menjengukku dan itu terus berulang hingga genap 1 minggu aku di rumah sakit. Dan dokter membolehkanku,pulang kerumah.

 

 

Hari terakhir dirumah sakit, saat aku keluar dari ruangan itu, seorang telah berdiri di depan pintu dengan wajah yang ditutupi dengan rangkaian bunga.

 

 

“ Kai?”. Ucapku terkejut. Dia mencium keningku dan memelukku dengan sangat erat.

 

 

“Aku sangat senang hari ini. Aku beli bunga untukmu, karena sudah jadi wanita yang kuat. Jangan sakit lagi yah “ Ucapnya sambil memberikanku bunga mawar itu.

 

 

“Tapi Kai aku tidak-“. Dan tiba-tiba terdengar suara Sulli dari kejauhan.

 

 

“ eonni…..”.Ucap sulli. Aku tersentak seketika dan menjatuhkan bunga itu.

 

 

“ Sulli sejak kapan kau disini? “ Ucapku sambil berjalan kearah sulli.

 

 

“ emm baru saja. aku menganggu kalian yah”

 

 

“ Tidak,tidak sama sekali. Mobil sudah siap kan “.Ucapku mengalihkan pembicaraan.

 

 

“emm eonni. Sudah siap ^^“ jawanya dengan senyum.

 

 

Aku tidak tau apa yang sedang kufikirkan saat ini. Aku berjalan meninggalkan Kai tanpa mengucapkan sepatah katapun.

 

 

“Kai-ya mianhae. Aku tidak mungkin bisa mengucapkan selamat tinggal atau berbicara denganmu di saat seperti ini. Aku tidak sanggup membiarkan hati Sulli terluka “ Ucapku dalam hati.

 

 

Di perjalanan menuju rumah. Sulli terus saja memandangiku dengan mata berkaca-kaca. Saat aku berbalik padanya dia malah memalingkan wajahnya.

 

 

“ Sulli waeyo?? “ Ucapku. Dia lalu berbalik padaku Air matanya seraya mengalir.

 

 

“ Eonni… dia tidak suka padaku, dia menyukaimu. Aku bisa lihat dari cara dia menatap Eonni. aku harus bagaimana eonni, kenapa aku merasa ketakutan seperti ini. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta pada namja itu “

 

 

“ Tuhan aku harus bagaimana,haruskah kurelakan saja perasaanku ini demi adikku yang juga sangat mencintai Kai ”. Ucapku dalam hati.

 

 

Malam itu di rumahku. Terdengar sebuah benda keras mengenai jendela kamarku. aku lalu membuka jendela kamar dan melihat Kai berdiri di jalan itu sambil melambaikan tangannya.

 

 

“ Sedang apa ?”. Ucapku berbisik.

 

 

“ Aku lapar,temani aku makan “. Teriaknya.

 

 

Aku benar-benar akan memotong jariku jika tidak turun ke bawah dan menghampirinya, Rasanya menghindari Kai adalah hal tersulit yang tidak pernah dan tidak bisa kulakukan.

Setiba direstoran. Kai memesan meja untuk tiga orang.

 

 

“ Aku ingin mengenalkanmu dengan sahabatku. Dia baru datang dari USA, orangnya baik walau sedikit menyebalkan“

 

 

Tidak lama kemudian seorang pria dengan jas hitam,berkulit putih, bertubuh tinggi ,dan wajah rupawan menghampiri meja kami.

 

 

“ Sudah lama menunggu ?” Ucapnya.

 

 

“Sehun-ah. Aku sangat merindukanmu.?”. Ucap Kai sambil memeluk sahabatnya itu.

 

 

“ emm Arra..Arra. nugu???”. Ucap namja itu sambil melirik kearahku.

 

 

“ Oh iya,sampai lupa.Ini Soo jung. Yeoja cingu ku, dan Soo jung-ah ini Sehun Sahabat yang aku ceritakan tadi “

 

 

“ Hai Soo jung-ah“. Ucap Sehun sambil menjabat tanganku.

 

 

“ jadi ini yeoja cingu mu?” Ucap Sehun memastikan.

 

 

“ tentu saja,Cantik kan ?”. Jawab Kai sambil tersenyum.

 

 

“ emm,cantik “. Ucap Sehun sambil menoleh sekilas kepadaku.

 

 

Tidak lama setelah kami selesai makan,ponsel Kai berdering. “Yeoboseo…Ne. arrasheo….”

 

 

“ Sehun-ah, kamu bisa antar Soo jung pulang kan ?aku harus kembali ke rumah sekarang ada masalah sedikit.Soo jung-ah aku pergi dulu yah”. Kai mencium keningku dan bergegas pergi. Rasanya agak aneh tapi mau diapakan lagi. Akhirnya, Sehun mengantarku pulang ke rumah.

 

 

“ Gomawo “

 

 

“ Iya sama-sama “

 

 

Aku pun berjalan masuk ke rumah dan melihat Sulli telah berdiri didepan pintu. Aku berjalan mendekatinya tapi Sulli malah memalingkan badannya menghindariku. Aku merasa bersalah pada Sulli.

“ Soo jung-ah!” .ku dengar suara eomma memanggilku.

 

 

“ ne eomma“

 

 

“ eomma mau bicara dengan mu, bisa ? “

 

 

“ emm eomma, tentu saja“. eomma lalu mengajakku ke kamarnya.

 

 

“ eomma ingin meminta sesuatu padamu ?”. Ucap eomma dengan wajah yang begitu memelas.

 

 

“ tentu saja. eomma bisa meminta apapun padaku.“

 

 

“ Kalau begitu,besok kamu berangkat ke jeju. Disana kamu bisa tinggal dengan saudara eomma.Kamu mau kan ?”

 

 

“ Tapi kenapa ?kenapa harus ke jeju. Lagi pula aku ada kuliah disini”

 

 

“ Selama ini eomma tak pernah meminta apa-apa sama kamu .Tapi kali ini tolong kamu kabulkan permintaan eomma. Adik mu Sulli sangat mencintai Kai, Maka dari itu lepaskan Kai untuk Sulli dengan pergi ke jeju. Disana kamu bisa kerja dibutik keluarga. Maafkan eomma Soo jung-ah, eomma tau ini tidak adil untuk kamu, tapi arti Kai buat adikmu itu sangat besar.Kamu kurang apa lagi Soo jung-ah, apa lagi yang kurang ? eomma sudah berikan segalanya padamu.jadi tolong eomma kali ini”

 

 

“ Eomma, apa eomma benar-benar ingin aku melepaskan Kai untuk Sulli, walau eomma tau itu pasti akan sangat menyakitiku ?”. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi,hati serasa di iris-iris. Kebahagiaan ku tega dipertaruhkan demi kebahagiaan adik ku sendiri.

 

 

“ Mianhae, maafkan eomma mu ini. eomma sangat tau perasaan kamu”

 

 

“ Gwenchana eomma. Besok aku akan pergi ke jeju, aku akan penuhi keinginan eomma “. Ucapku tersenyum sambil menghapus air mataku.

 

 

Dikamar aku merapikan pakaian ku dan barang-barang lainnya yang tidak sengaja melihat fotoku dan Kai yang ku letakkan di atas meja dekat tempat tidur, yang kemudian lekas kumasukkan kedalam koper,saat tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.

 

 

“Eonni. Aku boleh masuk ?” . Sahut Sulli dari balik pintu…

 

 

“emm masuk lah”

“Eonni. Aku ingin cerita dengan mu. Apa boleh?”. Ucap Sulli.

 

 

“Tentu saja, eonni juga sudah selesai merapikan barang untuk besok”

 

 

“ eonni, Mianhae. sebenarnya aku sudah tau kalau Kai itu namja cingu mu eonni”. Aku lalu terdiam seketika.

 

 

“ Mianhae…Mianhae eonni “

 

 

“ Gwenchana Sulli-ya. Kai lebih pantas untuk mu “. Ucapku tersenyum namun hatiku manangis.

 

 

“Saat aku tahu dari eomma kalau Kai namja cingu mu .Aku malah tidak berusaha melupakan Kai. Setiap hari aku teringat wajah Kai terus, memang semua salah ku, menjalani cinta yang tidak mungkin ,saat aku mau sudahi semuanya,aku sudah tidak bisa .Tapi kalau sekarang eonni ingin aku melupakan Kai, aku akan melupakannya demi eonni”

 

 

“Untuk apa.Sekarang Kai milik kamu. eonni rela berkorban”

 

 

“Eonni…”. Ucap Raya menatapku dengan penuh rasa bersalah. Aku lalu memeluk sambil mengelus rambutnya.

 

 

“ Sulli-ya, kebahagiaan kamu,adalah kebahagiaan eonni juga,kamu adik ku satu-satunya,apapun yang kamu mau,akan eonni berikan. Jadi,jangan pernah merasa bersalah pada eonni oh”

 

 

 

***

 

 

 

 

 

AIRPORT…

 

 

“Salahkah, kalau aku berharap Kai ada di sini. Ingin sekali rasanya memeluknya untuk yang terakhir kalinya dan setelah itu aku akan pergi untuk selamanya “. Ucapku dalam hati sambil berjalan menuju pintu keerangkatan.

 

 

” Soo jung-ah”. Terdengar seseorang teriak memanggilku.

 

 

“ Kai?”. Air mata ini menetes dengan derasnya.Apa semua ini harus kulakukan,tekad ku serasa memudar.

 

 

“ Kamu mau kemana oh? kenapa kamu tidak mengabariku Soo jung-ah“. Ucap Kai dengan nafas terengah-engah.

 

 

“ Kai. Hubungan kita cukup sampai disini saja.Aku sudah tidak bisa bersama kamu lagi. Jadi kita selesaikan saja semua ini, maaf karena mengatakan ini Kai. Maaf karena sudah melukai hati kamu dan Terima kasih selama ini sudah jadi hal yang terindah dalam hidup aku”. Ucapku berusaha tegar

 

 

“ Tapi kenapa?. Apa aku melakukan kesalahan ? aku,tidak bisa hidup tanpa kamu.Tolong jangan lakukan ini” . Ucapnya sambil meneteskan air mata.

 

 

“Karena aku sudah tidak mencintai mu lagi Kai-ya“. Seraya air mataku pun mengalir,aku lalu berbalik dan berjalan meninggalkannya.

 

 

“ Aku Cuma mau kamu tau kalau Cuma kamu yang bisa buat aku mencintai,aku tidak akan bisa bersama dengan siapapun selain kamu.Aku akan anggap kamu tidak pernah mengatakan apa-apa.Aku akan menunggu sampai kamu kembali“ .Teriak Kai.

 

 

 

Hari itu perpisahan ku dan Kai.Tidak ada Kai lagi dihidupku dan tidak akan ada aku lagi di kehidupan Kai.

 

TBC.

 

Hai hai…ketemu lagi nih. bagaimana chapter pertamanya? butuh respon kalian. kalau responnya bagus kita lanjut. jangan jadi silent readers yo ^^

10 tanggapan untuk “I STILL LOVE YOU (CHAPTER 1)”

  1. nyesek banget jadi soojung..
    mentang2 bukan anak kandung, tega buat soojung harus tinggalkan kai demi sulli..
    sullinya lagi egois.
    kai semoga ucapanmu dapt dipegang, bahwa mau menunggu soojung.

  2. Chapter pertama udah bikin panas thor.. Keren banget konfliknya uda terasa banget.. Ditunggu banget next chapnya thor.. Kekeke ^^

  3. Duh ini trlalu menyedihkan. Soojung nurut pergi ke jeju krna dia blm prnah ngelakuin apa” ya ama ortunya, dia tau klo dia cuma anak angkat. Makanya dia rela ngelakuin itu…

    Hrusnya di jeju soojung ketemi sehun, biar ada yg mengisi hari”nya soojung. Kesian klo ga ada hibur dia. Kali aja sehun jdi pengganti kai dihatinya 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s