Kebimbangan Para Fujoshi [Episode: Pertama Kalinya ke Rumah Han]

kebimbanganfujoshi-arinyessy

Kebimbangan Para Fujoshi

Choi Han itu sempurna luar-dalem di mata orang-orang. Bocah SMA itu bakal keliatan makin sempurna dan lengkap kalo aja statusnya bukan ‘single’.

Kim Junmyeon itu guru SMA yang punya senyum sales-penakluk-wanita. Kekurangannya ada dua; kurang tinggi dan masih sendiri.

Kei, Ye-in, Sujeong. Trio fujoshi yang diem-diem jadi shipper-nya Junmyeon–Han. Iya, mereka bertiga suka jadi pengamat guru mereka dan temen sekelas mereka sendiri. Abisnya dua orang itu interaksinya suka bikin ambigu.

T-A-P-I! Apa bener Junmyeon sama Han itu gay dan couple?

/Kumpulan cerita stand-alone (bisa dibaca tanpa mengikuti cerita sebelumnya) soal terduga couple gay: Junmyeon–Han, duo maut sohib Han; Taemin–Jisoo, dan trio fujo kita/

Storyline by Len K

Starring: Choi Han (OC), Kim Junmyeon–Suho EXO, Lee Taemin SHINee, Hong Jisoo–Joshua Seventeen, Kim Jiyeon–Kei Lovelyz, Ryu Sujeong Lovelyz, Jeong Ye-in Lovelyz, Choi Seunghyun (TOP) BIGBANG, etc | Rate: T, PG-15 | Genre: School-life, Humor

Warning: AU, OOC, Typo, timeline gak jelas, humor garing, bahasa tidak baku, konten bromance yang mungkin nanti bakal nyerempet-nyerempet. Kepolosan anda mungkin akan ternodai karena membaca fanfiksi ini.

Karakter idols bukan saya yang punya, tapi OC Choi Han dan cerita punya saya.

Poster by arin yessy @ Poster Channel ( https://posterfanfictiondesign.wordpress.com )

Bacalah fanfic ini dengan jarak aman antara mata dengan layar gadget dan pastikan tidak membaca di tempat gelap

.

.

Episode 3

Siapa yang nggak kenal Han? Cowok SMA yang punya segalanya kecuali belahan jiwa apalagi belahan dada―kecuali bagi trio fujo yang menganggap Junmyeon ssaem itu belahan jiwanya Han. Dan di episode kali ini, para cast kita melakukan trip yang menyenangkan. Kemana? Ke rumahnya Han! Duo TaeSoo dan trio fujo kita jelas ikut. Tapi Junmyeon ssaem juga! Apa bakal ada momen HaMyeon lagi? Terus ada apa cerita apa lagi? Scroll ke bawah buat tau ada apa aja!


 

Kebimbangan Para Fujoshi

Yang punya cerita udah pasti Nuevelavhasta

Episode 3 Pertama Kalinya ke Rumah Han

 


 

 

Di tempat duduknya, Kei nggak bisa fokus sama pelajaran sejarah yang lagi berlangsung. Sama seperti kelompok mayoritas yang menganggap sejarah itu membosankan dan tidak penting, Kei salah satunya. Tapi di saat teman-temannya yang lain ada yang udah pergi ke alam mimpi, mainan hape sembunyi-sembunyi, dan tindak pelanggaran lainnya, Kei justru asyik curi-curi pandang ke arah Han.

Ya habis gimana ya? Tampang Han yang cool bin cakep itu tentu jauh lebih enak diliatin daripada deretan huruf yang monoton pake banget di buku paket sejarah.

Sementara Han yang duduk di tepi jendela nggak sadar kalo lagi diliatin. Terduga Seme itu malah kayak orang lagi melamun. Kepalanya miring ke kiri ditopang ama tangan kirinya sementara tangan kanannya ada di atas buku. Arah pandang matanya yang rada sayu emang ke buku, tapi Kei yakin Han lagi ngelamunin sesuatu. Nggak lama kemudian, Han mengalihkan atensinya ke luar jendela. Persis kayak di film-film, ada angin lewat yang membuat rambut Han bergerak-gerak dengan eloknya. Amboiiii! Tjakep sangat!

Fix! Dari sudut manapun, Han tetep cakep!

Kei masih aja curi-curi pandang ke Han ketika Terduga Seme itu balik ‘baca’ bukunya.

“Psstt!”

Bahkan gerakan Han pas balik halaman buku aja anggun dan berkelas.

“Psstt! Kei!”

Kei mulai bayangin Han pake kacamata baca. Duh, pasti tambah cakep!

“Kei! Kei!”

Tiba-tiba Kei merinding. Udah tiga kali dia denger suara-suara yang lebih kayak bisikan gaib. Seterkenal itukah dirinya di alam lain sana? Tapi… bisikan gaib di siang bolong begini? Mungkinkah… kita ‘kan s’lalu bersama, walau terbentang jarak antara kita? Len, jangan ngaco. Oh, oke.

“Kei!” bisikan itu datang lagi. Kali ini diikuti tusukan pensil di punggung Kei.

Hati Kei mencelos lega. Rupanya bisikan yang dikiranya gaib tadi berasal dari Ye-in.

Dengan malas karena aktifitas buat asupan matanya terganggu, Kei memundurkan badannya dan setengah menoleh ke belakang. “Mwoya?”

Ye-in memajukan badannya dan berbisik antusias. “Kenapa sih, liatin Han terus? Mulai naksir ya sama uri Seja?”

“Tidak. Hanya sedikit penasaran saja soal Han. Lagipula, hitung-hitung asupan untuk mata. Buku sejarah dan gurunya sama-sama membosankan.”

Ye-in terkikik pelan mendengar pengakuan Kei yang sama sekali tidak salah. “Tapi penasaran soal apa? Kenapa ia melamun? Anggap saja dia sedang melamun soal Uke-nya,” gurau Ye-in.

“Bukan,” tapi sayang, Kei sedang tidak dalam mood untuk fangirling-an, “aku hanya penasaran seperti apa keluarga Han. Mereka pasti orang terpandang yang unggul hingga anak mereka bisa begitu sempurna. Han adalah sosok yang benar-benar terdidik.”

“Hhoooo…” mulut Ye-in membulat, “aku juga. Han juga tidak pernah cerita apapun soal keluarganya atau sedikit… pamer. Benar-benar tertutup.”

Kei sudah akan menyahut. Namun bel istirahat sudah berbunyi mendahuluinya. Guru sejarah di depan sudah berbenah dan mengatakan kata penutup untuk pertemuan kali ini. Dan begitu guru itu keluar, murid-murid juga berbondong-bondong keluar kelas untuk memuaskan rasa lapar mereka.

“Ayo ke kantin! Ibuku masak menu spesial hari ini!” Taemin sebagai anak dari ibu kantin Hyundai High yang bohay―Mpok Boa, melakukan promosi di depan kelas.

Riuh-rendah anak-anak yang bertanya menu apa itu hanya dibalas senyuman oleh Taemin.

“Hei, kalian bertiga! Ayo, ke kantin. Khusus hari ini Taemin yang akan mentraktir kita,” ajak Jisoo pada trio fujo.

“Woy! Bocah tengik! Kapan aku bilang begitu?” Taemin yang dikambinghitamkan naik pitam. Dan Jisoo cuma nyengir kuda seperti biasa. “Sudahlah, mari ke kantin dan bayar makanan kalian dengan uang kalian masing-masing. Kalau diskon, mungkin aku bisa melobi ibuku.”

“ASYIK!” keempat kawan Taemin berseru senang.

Inilah kenapa kita dianjurkan menjalin hubungan baik pada semua orang, terutama ibu-ibu kantin. Apalagi anak kos. Akrabkanlah hubungan kalian dengan abang-abang atau ibu-ibu yang jualan, ibu kantin kampus, juga ibu kos.

“Han! Tidak ikut?” tanya Sujeong.

Han tersenyum tipis setipis laur*er. “Aku pass saja. Ada sedikit pekerjaan.” Han mengeluarkan tablet dari tasnya.

“Oh.”

“Tenang saja, Han! Nanti kami akan kembali lagi ke sini!” sahut Jisoo.

“Hm.”

“Yo! Mari ke kantin! Menu spesial sudah menanti!”

Keempat remaja labil itu keluar kelas bersamaan. Sementara Han terlihat mengutak-atik sesuatu di tabletnya. Tidak lama kemudian, Han juga sudah mengeluarkan kotak bekalnya.

.

.

“Haaaaaaaannn! Kami bawakan menu spesial hari iniiiiiii!” berasa tinggal di hutan, Jisoo yang datang bareng Taemin dan trio fujo teriak-teriak kayak Tarzan. “Lho? Kau sudah bawa bekal rupanya.” Jisoo kecewa melihat Han yang sedang makan bekal sambil mainan tablet.

“Kemarikan,” titah Han.

“Apa?”

“Kemarikan menu spesialnya. Akan kumakan nanti di rumah.”

Jisoo sumringah. “Uangnya juga akan kau ganti ‘kan?”

“Dasar setan!”

“Kupikir kau memberinya secara cuma-cuma!”

Taemin dan Kei saling bersahutan dalam harmoni yang syahdu.

“Tenang teman-teman, ini bukan masalah. Nanti kuganti tapi tidak hari ini. Karena kebetulan hari ini aku tidak membawa uang tunai.”

Jawaban Han bikin temen-temennya sweatdrop. Bocah SMA macam apa yang nggak bawa uang tunai, demi Tuhan?! Tapi ini Han. Jadi nggak usah kaget atau heran. Walau susah juga sebenernya.

Kelima teman Han tadi langsung duduk di deket Han. Jisoo di depan Han, Taemin di samping Jisoo, dan trio fujo di samping kanan Han duduk jejer kayak di angkot atau sarden dalem kaleng.

Mwohae? Kau sepertinya sibuk,” celetuk Sujeong.

“Sedang main,” sahut Han yang belum lepas perhatiannya dari tablet kesayangannya.

“Apa yang kau mainkan? Game online terbaru?” buru Taemin.

Han menggeleng. “Bukan. Aku sedang bermain saham. Kemarin sahamku di Cina sempat turun karena kebijakan pemerintah Cina yang melakukan devaluasi Yuan. Lalu sahamku di Indonesia juga stagnan karena isu reshuffle kabinet. Selebihnya, saham-sahamku yang lain kurasa masih baik-baik saja.”

Lagi. Lagi. Bisa nggak sih, Han itu nggak bikin kita-kita ini sweatdrop?! Baru juga SMA mainannya udah saham.

Hal ini membuat Jisoo dan Taemin kaget sekaget-kagetnya. Gimana nggak? Jisoo yang notabene anak paling kaya seantero sekolah aja, nggak pernah tuh, yang namanya mainan saham. Taemin yang suka jual-beli tanah dan properti juga nggak pernah mainan saham.

Ya iyalah! Secara, Jisoo itu paling kaya dalam hal Line Get Rich! Terus Taemin, jual-beli tanah ama properti di Monopoli! Mana bisa mereka mainan saham?! Ya Tuhan, sebenarnya makhluk macam apa ini Han ini?

“Wo…wow, keren.” Ye-in senyum garing.

Kalau tahu hal-hal begini itu rasanya Han semakin berada di luar jangkauan gitu. Terlalu sempurna buat makhluk dengan kekurangan sana-sini kayak mereka.

“Han,” panggil Taemin.

“Hn?”

“Boleh minta bekalmu?” pinta Taemin disertai cengiran yang mirip musang.

Heol! Kau sudah habis tiga porsi dan masih muat?” pekik Kei.

Wae? Perut perutku sendiri. Kenapa kau yang sewot?”

“Sudah, sudah. Ini, cobalah.”

Daaaaaaaaaaannnnnn… tanpa diduga readers yang budiman dan budiwati, Han dengan watadosnya menyumpitkan makan siangnya ke mulut Taemin. Ribet ya, bahasanya? Kata lainnya adalah, Han nyuapi Taemin sodara-sodaraku sebangsa setanah-air sekalian! Indirect kiss! Ini indirect kiss soalnya Han ama Taemin pake sumpit yang sama!

Momen bromance nyerempet ke shounen-ai!

Trio fujo kita screaming dalam hati berjamaah. Antara bersyukur dan tidak bersyukur. Bersyukur karena ada momen begituan di depan mata, dan nggak bersyukur karena pelaku momen tadi bukanlah OTP mereka; HaMyeon.

“Oh iya, kita belum mengerjakan tugas mading kelas itu. Kapan kita akan mulai mengerjakannya? Deadline-nya semakin dekat.” Taemin mengingatkan teman-temannya akan tugas mereka.

Tugas di mana setiap representatif kelas diwajibkan membuat satu materi untuk majalah dinding sekolah yang merupakan kegiatan rutin setengah tahun sekali. Representatif untuk kelas Han tentu saja Han sebagai Terduga Seme, maksudnya sebagai pemimpin kelompok. Lalu duo TaeSoo dan trio fujo. Ditambah guru wali kelas mereka, Junmyeon ssaem.

“Ah benar. Kemarin aku bertanya pada Junmyeon ssaem, beliau bilang seminggu ini jadwalnya kosong. Bagaimana kalau besok Minggu?” usul Ye-in dan langsung diiyakan oleh yang lain tanpa banyak cingcong.

Geurae, besok Minggu,” putus Han.

“Tempatnya?” Jisoo bertanya.

Seketika, sebuah ide terlintas di kepala Kei. “Rumah Han! Kita kerjakan di rumah Han saja, bagaimana?”

“Apa?!” Han cengo dengan elitnya.

“Ide bagus! Rumah Han, besok Minggu!”

“Kebetulan juga kita belum pernah main ke rumah Han!”

“Bagaimana Han?”

“Boleh ya?”

Han menatap kelima temannya bergantian. Dia bukan tipe orang yang suka ada orang lain masuk ke ranah pribadinya―bisa dibilang Han adalah tipe yang sangat tertutup. Dan dalam hal ini, rumahnya termasuk ranah pribadinya.

Tatapan Han beradu dengan milik Kei. Gadis itu buru-buru menundukkan kepalanya. Dalam hati Kei merutuki kebodohannya sendiri yang mengusulkan hal itu. Sekarang dirinya harus siap dimarahi oleh Han atas usulan lancangnya.

Han menghela nafasnya. “Baiklah. Besok Minggu, rumahku, jam sepuluh. Pastikan kalian datang tepat waktu dan membawa tugas yang telah kubagikan.”

Keempat teman Han bersorak, dan Kei bisa bernafas lega walau nggak lega-lega banget.

 

***

 

Chingudeul!” Kei dan Ye-in berlari ke arah dimana Taemin, Jisoo, dan Sujeong udah kumpul lebih dahulu di depan sebuah café.

Sesuai janji, hari ini mereka bakal membuat majalah dinding sekolah di rumah Han.

“Yosh! Sudah lengkap. Ayo berangkat!” seru Jisoo.

“Junmyeon ssaem?” Ye-in bertanya soal wali kelas mereka yang belum kelihatan batangnya. Maksudnya batang hidung. Kalo batang doang rasanya ambigu.

“Junmyeon ssaem bilang dia akan menunggu kita di lobi apartemen,” sahut Taemin cuek.

Tanpa dikomando, kelima remaja beda gender itu sudah berjalan.

“Apartemen? Jadi Han tinggal di apartemen?” Kei yang sudah lama kepo akan latar belakang Han menjadi begitu antusias.

“Iya, ini alamatnya. Han baru mengirimkan alamat rumahnya pagi ini.” Taemin memberikan ponselnya pada Kei.

Kei langsung membaca alamat yang tertera itu kemudian… “MWOYA?!” seruan tidak biasa dari Kei mengundang tanya dari yang lain yang otomatis berhenti berjalan dan bertanya ‘ada apa’ pada Kei. Dengan tangan gemetar tak percaya, Kei menunjuk alamat rumah Han. “Ini ‘kan apartemen mewah. Di Gangnam pula…”

“HAH?!” serentak, keempat remaja lain berkerumun membaca alamat rumah Han. Kembali, mereka sweatdrop berjamaah ketika menyadarinya.

.

.

“Yo!” di lobi apartemen, Junmyeon sudah menyambut kelima muridnya dengan senyum sumringahnya.

Seperti kata Kei, apartemen tempat tinggal Han merupakan salah satu apartemen mewah di kawasan Gangnam. Memasuki lobinya saja sudah membuat kelimanya merasa ciut. Status ‘rakyat jelata’ yang melekat pada mereka semakin terlihat saja.

“Karena semua sudah berkumpul, kenapa kita tidak langsung ke rumah Han saja?” usulan Junmyeon terdengar ambigu di telinga trio fujo.

Modus! Si Uke modus! Bilang aja nggak sabar mau apel ke rumah si Seme!

“Kau benar, ssaem. Aku tidak mau mendapat tatapan membunuh dari Han,” celetukan Jisoo membuat Kei menyadari satu kesalahan fatalnya yang belum tertebus hingga saat ini.

Kesalahan? Ya, kesalahan fatal. Kei melakukannya saat spontan mengusulkan rumah Han sebagai tempat merampungkan tugas majalah dinding sekolah. Masih segar dalam ingatan Kei saat Han terdiam dan menatapnya dengan pandangan yang sulit dimengerti sehabis Kei mengusulkan rumah Han. Dan please, tentu itu bukan pandangan penuh lope-lope ditambah taburan bunga.

Tatapan Han saat itu… membuat Kei ciut. Dan sejujurnya Kei merasa nggak nyaman buat bertamu ke rumah Han sekarang. Siapa yang mau mampir ke rumah orang yang sebelumnya ngasih tatapan aneh semi mau membunuh gitu? Oke, Kei memang biasa melihat tatapan seperti itu dari Han. Tapi lain kasus. Bukan dia yang jadi korban. Tapi di kasusnya ini, dia korbannya.

Tapi apa kamu punya pilihan lain, Kei? Mau kabur? Yang ada nanti doi bisa berakhir jadi rica-rica! Dengan semangat yang nggak lebih dari udelnya, Kei mengikuti keempat temannya dan si Terduga Uke ke dalem lift.

Keundae, semua itu buat apa ssaem?” Taemin yang peka akan makanan menunjuk-nunjuk kantong belanjaan yang penuh di tangan kiri Junmyeon.

Junmyeon senyum lagi. “Oh ini. Tentu saja untuk dimasak. Aku tidak mungkin membiarkan anak didikku kelaparan bukan?”

Sorakan duo TaeSoo kalah sama jeritan penggemar wanita dalam inner trio fujo. “GILA! Si Uke mau masak buat si Seme!”

“Kita ke lantai berapa ssaem?” Sujeong udah siap-siap kabur. Maksudnya, pencet tombol lift.

Penthouse. Paling atas.”

Pent… house?” Sujeong mendesis tak percaya dalam mode Parseltounge. Kei, Ye-in, dan Jisoo melongo di tempat. Taemin buru-buru ngecek alamat Han si hapenya dan ikutan melongo. Kurang afdol kalo cuma doi yang nggak melongo katanya.

Jadi kenapa para cast kita minus Junmyeon pada melongo? Jawabannya ada pada jawaban Junmyeon tadi. Junmyeon bilang kalo rumah Han itu di penthouse apartemen elit nan mahal ini.

Haloooooo… ini penthouse lho ya. Seperti yang kita tahu kalo penthouse itu rumah yang letaknya paling atas di sebuah gedung. Mewah? Udah pasti. Mahal? Jangan ditanya. Dapet tempat paling atas ditambah view yang emejing udah jelas bikin penthouse jadi hunian paling mahal di gedung manapun.

Dari sini, kelima teman Han bisa menyimpulkan kalo Han itu kaya banget. Jauh lebih kaya dari perkiraan mereka. Abis ini mungkin mereka nggak akan kejang lagi kalo tahu Han itu punya jet pribadi, helikopter pribadi, kapal pesiar pribadi, atau bahkan gunung pribadi.

.

.

Han baru aja selesai mandi waktu bel apartemennya bunyi.

Jangan bayangin sosok Han cuma pake anduk melilit pinggang, sambil acak-acak rambutnya yang basah. Itu nggak mungkin. Kenapa? Soalnya dia ini Choi Han yang budiman yang memiliki etika kelewat tinggi. Jadi sekarang doi udah pake kaos oblong dan celana jins selutut.

Tamunya Han nggak usah ditanya lagi siapa. Begitu Han buka pintu, doi mempersilahkan tamu-tamunya masuk. Kelima temennya ber-wow melihat apartemen Han yang emang wow. Yah, mereka udah sering juga liat apartemen mewah di drama-drama.

Tapi sekarang lain perkara. Ini apartemennya Han yang terkenal misterius! Mendadak mereka jadi katrok dan lupa tujuan datang kemari kalo aja Han nggak buru-buru menggiring temen-temennya ke ruang tengah dimana jatah tugas Han udah berceceran dengan rapi.

Eh tunggu, mana Junmyeon? Kenapa dia nggak nongol di paragraf-paragraf atas? Masalah itu, begitu masuk si Terduga Uke itu langsung ngeloyor ke dapur Han buat masak. Sebagai Uke yang baik, emang harusnya dia begitu ‘kan?

“Sudah bawa bahan-bahannya?” tanya Han to the point.

“Sudah.” Kelima teman Han mengangguk berjamaah. Dan kayaknya mereka nggak sadar kalo guru mereka menghilang dari tadi.

Biarlah. Jangan sampe mereka tahu. Apalagi trio fujo. Bisa berabe nantinya. Sekarang, biarkan keenam pemuda-pemudi itu merampungkan tugas mereka di bawah pengawasan Han. Nggak seseram bayangan mantan kok. Sesekali mereka bercanda. Dan begitu mereka lupa diri, Han sebagai pemimpin yang baik, mengingatkan.

“Wah, hebat sekali kalian! Hampir selesai tanpa bantuanku. Ini, sedikit penambah energi untuk kalian semua.”

“WOAAAAHHH!”

Semua minus Han menyambut kedatangan Junmyeon dengan antusias. Err, lebih tepatnya mereka menyambut kedatangan makanan yang dibawa Junmyeon, bukan Junmyeon-nya. Han yang tanggap segera menyingkirkan tugas mereka dari meja untuk sejenak.

“Ini ssaem sendiri yang buat?” tanya Ye-in dengan mulut penuh kimchi.

“Iya. Bagaimana?”

Masitda!”

Ye-in tidak tengah berdusta. Masakan Junmyeon emang beneran enak. Nggak kalah enak dari masakan Mpok Boa. Taemin sendiri mengakui kehebatan Junmyeon yang satu ini.

“Tapi aneh juga ya?” celetuk Taemin sambil terus makan samgyetang. Kata tanya ‘kenapa’ tetiba jadi laris. Taemin nelen makanannya dulu sebelum bilang, “Junmyeon ssaem langsung tahu posisi dapur rumah Han begitu masuk. Padahal sebelumnya tidak ada yang bilang dapur Han ada dimana.”

MAKASIH NAK TAEMIN! Kau telah menyadarkan trio fujo kita akan satu fakta kecil yang sempat terlewat ini! Sontak trio fujo saling pandang. Merutuki kelemotan mereka sendiri sambil berusaha supaya nggak teriak-teriak kegirangan.

“Oh, itu… hahahaha, yah…” tawa garing Junmyeon bikin suasana jadi agak gimana gitu. Junmyeon sempet melirik Han tapi yang dilirik nggak peka. “Aku dan Seunghyun―kakak Han―adalah teman baik. Jadi yaahhh, aku sempat mampir kemari beberapa kali sebelum ini. Jadi… sudah jelas aku tahu dimana dapurnya.”

Inner trio fujo menjerit sepenuh hati! Hati mereka rasanya mau meledak saking girangnya. Dan demi penyaluran rasa yang membuncah di hati ini #tsah mereka menggenggam erat sumpit di tangan mereka. Kayak kalo nggak pegang sumpit nanti mereka bakal salto atau kayang.

Jadi selama ini Han sama Junmyeon ssaem itu udah kenal? Atau lama kenal? Jadi Junmyeon sama abangnya Han itu temen akrab? Apa… jangan-jangan… abangnya Han udah tahu hubungan antara Han ama Junmyeon ssaem?! Jangan-jangan… malah mereka berdua udah direstui lagi?!

Fak lah fak! Terlalu banyak feels buat ditampung sama hati trio fujo kita yang lemah dan rapuh! Terutama buat hints dan momen OTP mereka kayak gini. Ditambah kalo nggak bisa melampiaskannya kayak sekarang ini. Nyiksa gila vroh!

“Hho, gitu…” Taemin manggut-manggut dengan sok-nya. “Jadi yang di foto itu kakakmu ya, Han?” telunjuk Taemin mengarah ke sebuah foto berpigura yang ada di meja di samping mereka.

Di situ ada foto Han dan seorang lagi―yang dikata Taemin abangnya Han―dengan latar pegunungan bersalju. Si Han tetep dengan gaya cool-nya memalingkan muka. Keliatan kalo nggak begitu suka di foto. Sementara abangnya Han berpose dengan absurdnya tanpa malu. Sungguh, sungguh beda. Yang sama cuma dua orang itu sama-sama ganteng, dan tinggi. Walau Han masih lebih tinggi beberapa senti.

“Hm. Itu kakakku. Choi Seunghyun.”

“Ngomong-ngomong itu dimana?” Taemin tanya lagi.

“Pegunungan Alpen, Swiss,” jawab Han dengan begitu lempeng. Benar-benar bocah yang penuh kejutan ya, Han ini.

Kegiatan mereka berlangsung seperti biasa lagi. Masih mengerjakan tugas diselingi makan dan bercanda. Salah ding. Yang bener makan dan bercanda diselingi bikin tugas.

Tapi trio fujo kita nggak bisa fokus. Jelas nggak bisalah sehabis hint yang bikin jantungan kayak tadi! Ditambah mereka bertiga punya pikiran yang sama.

Kalo gitu artinya Han ama Junmyeon ssaem udah ‘akrab’ kan ya? Terus di sini Han sebagai tuan rumahnya, trio fujo plus duo TaeSoo jadi tamu―jangan itung Junmyeon sebagai ‘tamu’, terus terus Junmyeon masak buat mereka.

Aduh! Ini kenapa trio fujo ama duo TaeSoo kayak mampir ke rumah keluarga bahagia begini ya? Dimana mereka disambut sama tuan rumah alias si Seme terus si Uke-nya masak buat mereka. Kok kayak pasangan ahemsuamiistriahem yang lagi menyambut tamu gini ya?

Tapi imajinasi trio fujo kita yang apa banget ini terganggu sama ponsel Junmyeon yang bunyi. Guru mereka alias uke-nya Han itu sedikit menggeser badannya menjauh.

“A, oremaniya Sena-ya.”

Apa? Sena? Nama perempuan?

Mendengar guru mereka menyapa dan berbincang akrab dengan perempuan di telepon bikin trio fujo saling pandang bertanya siapa gerangan perempuan ini? Tapi, bukan itu yang ganggu banget. Justru reaksi Han.

Feeling trio fujo aja atau sehabis Junmyeon bilang ‘Sena’ ekspresi Han jadi berubah gitu? Di tempatnya Han kayak nggak tenang. Sorot matanya kayak gelisah gitu. Doi juga berkali-kali curi pandang ke arah Junmyeon. Anjirrr! Jangan bilang kalo sekarang giliran si Seme yang cemburu!

“Oh, Han? Dia ada di sini. Kau mau bicara dengannya?” perkataan Junmyeon barusan makin bikin dahi trio fujo berkedut heran. Jadi mereka saling kenal? “Ini, Sena ingin bicara denganmu. Kangen katanya.” Junmyeon memberikan ponselnya ke Han.

Dan demi apa! Baru pertama kali ini trio fujo dan duo TaeSoo liat ekspresi Han yang berubah dari cool-minim ekspresi, sekarang jadi kayak bocah lima tahun dikasih permen. Han tadi beneran senyum! Senyum ala bocah dengan mata berbinar dan bibir sumringah!

Noona-ya!” sapa Han antusias dengan senyum lebar yang serius, langka banget. Harus masuk nominasi keajaiban dunia kayaknya. Dan dilestarikan. Soalnya Han yang senyum lebar itu kegantengannya jadi berlipat-lipat.

Dan setelahnya, trio fujo dan duo TaeSoo nyesel soalnya belum sempat mengabadikan senyuman popsedeng Han tadi.

Han berdiri terus buru-buru menggeser pintu kaca terus ditutup lagi. Jelas banget kalo doi pengen dapet privasi buat bebas ngobrol di balkon. Pintu kaca yang jadi pembatas nggak bisa nyembunyiin ekspresi sumringah Han.

“Siapa itu Sena noona?”

Trio fujo berterima kasih dalem ati buat Taemin. Setelah tadi menyadarkan mereka dari hint yang terpampang jelas, sekarang manusia sengklek itu bertanya mewakili isi hati mereka. Juga isi hati Jisoo.

Junmyeon tersenyum penuh misteri. “Mau tahu aja apa mau tahu banget?”

“Mau tempe aja, ssaem!” bales Taemin sewot.

Tapi! Trio fujo kita seakan memahami reaksi Junmyeon. Kayak ada perih-perihnya gitu.

Junmyeon tergelak. “Iya, iya, akan kuberi tahu.” Junmyeon mulai bersikap sok serius. Dan dengan gesturnya, ia mengundang para muridnya ini buat mendekat. “Sena itu wanita yang mendapat tempat spesial di hati Han selain ibunya Han,” bisiknya.

“…”

“…”

“…”

“…”

“…”

“HAH?!” kuping Junmyeon langsung berdenging karena seruan murid-muridnya ini. Bisa lebih kenceng dan alay nggak?

“Jadi Sena itu pacarnya Han?” Jisoo melotot tak terima. Sama halnya dengan Taemin. Duo yang sama-sama berstatus jomblo itu nggak terima kalo Han udah bisa menggaet cewek. Mereka udah bertekad jadi Cowok Keren Tapi Jomblo selama tahun-tahun SMA mereka soalnya.

Dan trio fujo nggak terima soalnya kalo bener kejadian, maka OTP mereka ancur dong jadinya. Yaaaa bukan berarti mereka berharap temen ama gurunya beneran belok. Cuma gimana ya jelasinnya? Mereka nggak mau temen ama guru mereka belok, tapi ketika ada cewek yang nyempil tuh antara rela-gak rela. Gitu deh. Ditambah sekarang ini raut mukanya Junmyeon berubah rada sendu-sendu gitu.

“Bukan.” junmyeon mengulum senyum. “Mereka tidak berpacaran.”

“Lalu?”

“Errr, bagaimana menjelaskannya ya? Begini saja, Sena ini menganggap Han sebagai adiknya tersayang. Dan untuk Han sendiri… entahlah, tidak tahu pasti. Kalian juga tahu sendiri ‘kan, jika Han ini susah ditebak?” Perkataan Junmyeon diamini oleh kelima pemuda-pemudi itu. “Ditambah Sena ini sudah bertunangan.”

Duo TaeSoo seketika sujud syukur dengernya. Cewek bernama Sena ini udah tunangan yang artinya nggak mungkin Han ngerebut Sena. Sementara trio fujo hatinya lega banget. Seenggaknya keberlangsungan OTP mereka nggak terancam.

“Ini, aku sudah selesai bicara.” Han yang udah selesai ngobrol menyodorkan hape Junmyeon ke Junmyeon. Dan abis itu duduk buat ngerjain tugas lagi.

Puk! Puk! Puk!

Tanpa diundang, Taemin ama Jisoo yang duduk mengapit Han udah asyik puk-puk punggung Han bebarengan dalam tempo adante. Tampang mereka juga rada melas-melas penuh pengertian.

“Kalian… kenapa?” Han bingung ama dua temennya ini. Duo ini emang terkenal nggak waras, tapi kalo kayak gini nyeremin juga.

“Kita tahu rasanya Han. Terjebak dalam ‘kakak-adik zone’. Pasti sakit,” Jisoo mendramatisir ucapannya.

“Hah?”

“Kau tak perlu berkata apa-apa. Kita tahu itu sakit. Tapi kita salut denganmu yang bisa tetap tersenyum ceria menatap dunia ini.” Taemin nggak kalah alay.

“Hah?”

Dan tumben, si Han yang jenius nggak peka ama maksud dua temen laki-lakinya ini. Tunggu, Han emang nggak peka.

.

.

Akhirnya menjelang malem tugas mereka selesai. Setelah berdiskusi yang tidak berujung mufakat, para remaja itu menggunakan metode hom-pim-pah buat nentuin siapa yang bakal bawa tugas ini. Dan Jisoo mendapat kehormatan buat itu.

“Han, pulang dulu ya!” pamit Taemin mewakili semua yang udah ada di ambang pintu.

“Hm.”

Ssaem tidak pulang?” tanya Jisoo.

Junmyeon tersenyum. “Kalian dulu saja. Aku akan membantu Han membereskan kekacauan yang sudah kalian buat.”

Duo TaeSoo seketika nyengir kuda liat cuplikan ruang tengah Han yang udah kayak kapal pecah itu. Reaksi Junmyeon tadi dianggep wajar buat mereka. Secara, mereka bukan fudanshi dan mereka itu lurus nggak belok.

Tapi buat trio fujo, jawaban Junmyeon tadi bikin mereka kicep. Mulut mereka nutup rapet sementara hati mereka meronta pengen teriak melampiaskan hasrat fangirling-an akan OTP mereka. Si Uke MODUS! Bilang aja mau berduaan ama Seme-nya! Eh tapi ya ampun, berduaan di rumah si Seme?! Jangan-jangan adegan rating T ini bakal nyerempet ke M?!

“Oh, ya sudah. Kami pulang dulu ya!” duo TaeSoo dadah-dadah kayak Miss Universe, trio fujo bungkuk dalem-dalem. Dan dengan begitu, kelima remaja labil itu udah pergi. Menyisakan Terduga Gay Couple kita berduaan.

Iya, berduaan aja. Tapi tenang aja, rating fanfiksi ini masih aman buat konsumsi.

Mari kita ganti scene. Di ruang tengah sekarang ada Han ama Junmyeon yang lagi bersih-bersih. Ruang tengah Han udah kayak bangke kapal pecah. Inilah kenapa Han nggak suka ada orang lain dateng. Han ini suka yang namanya yang rapih-rapih yang bersih-bersih.

“Sudah, biar aku saja yang membersihkan ini semua,” kata Han buat Junmyeon.

Junmyeon senyum, manis banget. “Ya sudah. Kalau begitu aku akan mencuci piring-piring dan gelas-gelas.”

Han nggak nyaut apa-apa. Cuma diem. Dan Junmyeon menganggap itu sebagai tanda kalo dia boleh cuci-cuci. Akhirnya Junmyeon berakhir dengan kegiatan cuci-cuci di wastafel dapur.

Nggak lama kemudian Han dateng. Doi berdiri di sampingnya Junmyeon. Yakin, kalo ada trio fujo sekarang, mereka mungkin udah menggelepar di lantai.

“Kau tahu? Kau tidak perlu melakukan ini semua. Aku bisa sendiri.” Acciiieeee Han cieeeehhhh. Kamsudmu apa nak, bilang begituan ke Junmyeon?

“Kau tidak melarangku tadi.” Junmyeon tersenyum penuh kemenangan.

Han pasrah. Doi ngaku kalah deh kali ini. Cieee yang ngalah ama Uke-nya! Akhirnya Han berakhir jadi asistennya Junmyeon. Kalo Junmyeon bagian nyuci ama bilas, tugas Han mindahin yang udah dicuci Junmyeon ke rak.

“Kau tahu?” ucapan Junmyeon menarik fokus Han, “aku tidak mengerti kenapa kau memilih Seunghyun untuk pura-pura jadi kakakmu dalam tugas kita ini. Aku ‘kan bisa jadi kakak yang lebih baik daripada Seunghyun yang sibuk itu. Aku bisa tinggal bersamamu di sini, memasak untukmu, menyambutmu saat pulang, dan oh! Aku bisa lebih akrab dengan teman-temanmu.”

“Dan membiarkan si Bingu Seunghyun hyung itu menjadi guru? Jangan konyol.”

Junmyeon tertawa. Yah, membayangkan Seunghyun menjadi guru itu tidak baik untuk pikirannya. Kasihan anak-anak yang diajar oleh Seunghyun nanti. “Yah, kau ‘kan bisa minta bantuan yang lain dalam tim kita untuk menjadi guru.”

“Tidak,” potong Han dengan tegas seraya menatap tajam Junmyeon, “hanya kau yang cocok untuk tugas ini. Dan penilaianku tidak pernah salah, Junmyeon.”

Junmyeon mengulum senyum ketika aura mendominasi Han menguar. “Ya, ya, ya, aku mengerti itu.”

.

.

Kalau kalian berpikir trio fujo kita udah pulang, kalian salah besar. Trio fujo kita lagi sembunyi nggak jauh dari apartemen Han. Alesannya ya udah jelas karena mereka kepo ama OTP mereka; HaMyeon.

Udah satu jam mereka nunggu Junmyeon buat keluar tapi yang ditunggu belum keluar juga. Ayolah, cuma beresin ruang tengah segitu butuh waktu berapa lama sih? Hal ini membuat trio fujo berpikiran yang iya-iya. Berbagai macam skenario dari yang rated T ampe yang nyerempet ampe rated M mendominasi pikiran mereka.

“Jangan-jangan Junmyeon ssaem menginap di rumah Han?” celetukan Kei bikin dua temennya yang lain panas-dingin. OTP mereka berduaan, di satu ruangan tertutup yang menjanjikan privasi, malem-malem gini. Aduh mak! Kalo dilanjut fanfiksi ini bakal nggak aman dikonsumsi!

“Baiklah, aku pulang dulu.”

Suara yang familiar itu langsung membuat trio fujo kita siaga satu. Sebagai stalker profesional, merupakan suatu hal yang kecil buat mereka buat ngintip dan nguntit. Dari tempat mereka sembunyi, mereka bisa liat Junmyeon ssaem berdiri di depan apartemen Han bareng yang punya apartemen.

“Hn,” bales Han singkat kayak biasanya.

“Nah, kau harus sering mengajak teman-temanmu ke rumahmu seperti tadi. Bergaulah.”

“…”

“Tsk! Kau ini! Tidak bisakah kau bersikap seperti remaja pada umumnya?” Junmyeon berdecak. Tapi tangannya yang mengacak-acak sayang rambut Han membuat trio fujo kita yang lagi ngumpet harus membekap mulut mereka erat-erat.

“Tch! Apa-apaan kau ini?” Han menepis tangan Junmyeon dengan kesal lalu merapikan rambutnya. Mukanya bener-bener cemberut kali ini.

Sementara Junmyeon tertawa puas sudah bisa membuat muka yang biasanya nggak ada ekspresi itu sekarang ketekuk tapi tetep ganteng. “Sudah ya, aku pulang dulu. Kapan-kapan aku akan menginap di rumahmu atau kau bisa menginap di rumahku.” Lagi, Junmyeon mengacak-acak rambut Han dengan tertawa dan sayang.

Keumanhae! Pergi sekarang juga!” usir Han kesal karena Junmyeon terus mengacak-acak rambutnya. Aduh mas Han, rambut rapi apa berantakan kamu tetep tjakep kok!

Junmyeon tertawa seraya berlalu. “Sampai jumpa!”

Dan trio fujo kita menggila di tempat persembunyiannya. Menginap di rumahmu? Menginap di rumahku? Ajakan penuh modus macam apa itu?! Dalem ati mereka maki-maki OTP mereka akan asupan tadi. Yah, mereka nggak liat apa yang terjadi di dalem tadi sih. Coba kalo liat, udah ayan kali mereka.

 

― Pertama Kalinya ke Rumah Han ― END ―

Glossary :

  • Seja : Ini panggilan lain dari pangeran selain ‘mama
  • Geurae : baiklah
  • Chingudeul : teman-teman (chingu: teman. –deul: bentuk jamak)
  • Keundae : tapi
  • Massitda :
  • Oremaniya : lama tidak bertemu

 

A/N        :

                Alohhaaaaa! Episode ketiga sudah keluar dan bagaimana komentar kalian? Sebenernya agak susah juga buat cari idenya, apalagi buat momen HaMyeon. Len nggak tahu momen HaMyeon disini udah bisa memuaskan readers sekalian apa belum.

Mungkin fanfiksi ini agak aneh ya, di awal-awal. Serius, otak Len makin sengklek aja. Masak nulis fanfiksi ini pake bahasa baku-kaku-formal gitu? Padahal ni fanfiksi ‘kan harusnya pake bahasa yang ‘semerdeka gue’. Udah Len edit sih, tapi nggak tau jatohnya aneh apa nggak XD

Di sini ada karakter figuran baru, TOP BIGBANG, yang berperan jadi abang (pura-pura)nya Han. Kenapa pura-pura? Rahasia perusahaan 😉 Belom saatnya di-reveal. Oke, gimana karakter Han di sini? Udah bisa bayangin doi orang kayak gimana?

Junmyeon tadi juga bilang ‘tugas kita’, ‘tim kita’. Tugas apa sih sebenernya? Tim apaan sih? Hohoho, hal ini berkaitan ama Han. Termasuk OC Sena tadi ama Seunghyun. Bisa dibbilang Len udah nyiapin fanfiksi soal sisi lain Han yang lebih dan bener-bener serius.

Errr, ada yang kepo nggak sama background-nya Han ini gimana? Kalo background-nya Len gimana, juga kepo? /LEN PLIS/ Kalo kalian kepo, silahkan tulis di komentar. Nanti Len buatin ceritanya 🙂

Udah deh, gitu aja. Yang mau komentar saran-kritik, tanya-tanya, kepoin Len /eh?/ sok mangga atuh komen. Yang mau PM-an ama Len di situs fanfiction.net bisa PM Len dimari : Kuroshi Len (https://www.fanfiction.net/u/6415019/). Mampir juga di blog baru Len : https://iamintheblackside.wordpress.com

 

Segitu dulu dari Len, see you!

 

 

 

― EXTRA ―

 

Di kamarnya, Kei menatap gelisah layar hapenya. Bukan karena ada foto mantan di sana. Tapi doi gelisah, ragu antara pengen nelpon Han apa nggak. Soalnya ampe sekarang si Kei masih merasa bersalah udah mengusulkan rumah Han buat dijadiin tempat ngerjain tugas secara mendadak.

Tapi akhirnya Kei nelpon Han juga. Harus cepetan minta maaf sebelum jadi basi!

Ya, halo Kei,” jawab Han di seberang, “ada apa?

Kei mainin gulingnya. “Itu Han… aku ingin minta maaf.”

Minta maaf? Untuk apa?

“Sudah mengusulkan rumahmu untuk dijadikan tempat mengerjakan tugas dengan mendadak. Kau pasti… merasa tidak enak karenanya.”

Hahahaha. Tidak kok,” jawaban Han bikin Kei lega, “justru aku senang. Tadi itu pertama kalinya teman-temanku datang ke rumahku. Sangat menyenangkan. Mampirlah lagi lain waktu.”

Kei sumringah. “Ya. Dan bersiaplah rumahmu jadi berantakan.”

Hahahaha. Pasti.”

 

END BENERAN

15 tanggapan untuk “Kebimbangan Para Fujoshi [Episode: Pertama Kalinya ke Rumah Han]”

  1. Jmn sklh dulu saya sk mapel english, geography sm sjrh dunia 🙂 sk ky 한 gt jg, day dreaming di meja sambil mandangin langit crah di luar 🌳🍃⛅
    Baru ngeh knapa di eps yg kls mrk pd krj sm dg kompak’ny tu bwt ngrjain tgs dr 샘 yg lg skt, pasti krn di komando sang kpala suku ya 😅 si ‘tetem’
    미안 msh sk komen dr eps yg di dpn2–yg br ja di hatamin, cz br x ni bc ff mundur gini eps’ny.
    Aduh, kekompakkan duo 태수 tu ya dlm brtingkah ga waras 😆 trio fujo jg signal kuat bgt dlm berdialog tanpa suara, dah 1 pmikiran bgt!

  2. gatau deh aq bacanya smbil ketawaketiwi gaje gtu deh 😂
    hbis kog bsa sih Han brgaul sma anak” yg lurus” amat gtu (terutama trio fujo, kog bisa sih mereka dket ama Han?)
    aq curiga ama Han n Junmyeon, mereka lg nyamar kah? buat apa? hbis tdi Han manggil Junmyeon gapake embel” ‘saem’ ato ‘hyung’ gtu, bayangin wajah lempengnya kya DO, tp pas diacak” rmbut gtu yg kebayang mlah Sehun (darimananya coba)
    kecepeten kah bacanya, tp yakin bkal aq baca lgi, lumayan senam wajah bagus untuk ngempesin pipi mbem(serah deh serah) 😂😂😂
    smpe ktemu d next eps Len :*

    1. Jangankan kamu, sini yg bikin aja juga heran kok Han bisa deket ama anak-anak labil-nggak-ada-waras-warasnya gitu XD
      .
      Iya, Han ama Junmyeon lagi nyamar 😉

  3. Kenapa gak sekalian bikin rating m aja len 😦 /eh
    Ato gak bikin gitu rate m nya di ffn len /ehhhhh
    Gakdeng.
    TAPI CIYUS INI W JUGA NAHAN JERIT HUHUHUHU ;-; ya allah junmyeon w gak nyangka kamu tipe uke perhatian 😦 han nya juga ih malu malu bagong gimana gitu pengen nyakar 😦 ajib lah, suka suka!
    Btw itu ada batang batangan, LEN PLS AKU MASIH POLOS JAN BUAT AKU AMBIGU:(((

    1. HAHAHAHAHAHA. Demiapa… jangan minta rated M apalagi yaoi ke Len. Len ini masih polos, bukan fujo pula 😀 Eh, kamu ada akun ffn ya? PM-an gih ama Len.lol
      Kalo mau teriak mah teriak aja 😀 Syukur deh suka. Tapi kok emot kamu 😦 terus ya? Kecewa nggak jadi rating M? :v
      POLOS? DARIMANA? MINTA DIBIKININ RATING M KAMU KLAIM DIRIMU POLOS? :v

    2. Len bukan fujo tapi fudan kann/gak
      Lagi di kelas ada guru gaboleh teriak ._.
      Iya ya kebanyakan emot 😦 karena kecewa gadapet hot session hamyeon/ehh

    3. Ah, fudan. Kenapa kamu nuduh Len ini fudan? Wahahaha, bukan. Serius. Len ini cuma penikmat cerita shounen-ai yang kadang nyerempet ke yaoi dan menjadikannya sebagai referensi dan memperkaya diri /HAH?/ Len lurus kok, tapi masih bisa menolerir cerita belok /apa ini?/
      Eh, di kelas berani baca fanfiksi? /getok/ Berarti kita sama xD
      Ingat, wp ini harus bersih dari konten be-rated M, GS, dan yaoi :3

  4. Hihhhhhiiii…lucu.pemilihan kata jg enak d baca…..beneran jd penasaran. Siapa sbenerny han jg kaitanya m joonmyeon..apa mereka mata mata.. krn sesuatu d sekolahnya…??????????
    Tambah penasaran ne…y weis.moga dapet fantasi yg waooo lg buat trio fujoshi .duo taesoo.han jg ssaemya….d tunggu y!!!!

    1. Len cuma mau bilang, kamu itu peka ya? Nggak kayak si dia :’) /LEN PLIS/ Kaitan mereka bakal ada kok di fanfiksi ini, cuma nanti porsinya lebih banyak ke fanfiksi lain yang lebih serius. Baca ye kalo udah publish? /sialan malah promo xD/
      Iya, semoga dapet wangsit banyak di malam Jumat yang akan datang /eh?/ xD Happy waiting!

    1. Wkwkwkwkwk, ada yang doyan anime mak! Len ada temen! 😀 /WOI/ Yah, bisa dibilang Han itu rada-rada tsundere gitu, muahahahaha. Hubungannya siapa? Bukan hubunganmu ama gebetan ‘kan? /digampar/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s