Ƃβ [Prolog]

PicsArt_1439709028415

Author : @missoei892 || Length : Chaptered || Genre : Crime, mistery, brothership || Rating : G || Main Cast : Kris Wu, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Luhan Smith, Huang Zi Tao, Xiumin Kim, Chen Kim, Kai Kim, Sehun Oh, Baekhyun, Zhang Yi Xing, Suho Kim || Additional Cast : Find them by yourself

Beijing, 22 Mei 1976
“Kurasa, kita harus mengakhiri ini semua Mr. Wu. Kurasa kita sudah tak sepaham lagi.” Kata seorang pria paruh baya yang diketahui bermarga Xi ini.
“Kau pikir akan semudah itu? APA KAU PIKIR LARI DARIKU AKAN SEMUDAH ITU? JAWAB AKU MR. XI!”
“Maafkan aku Mr. Wu.”
“YA! APA YANG KAU PIKIRKAN? KITA MULAI BERSAMA, APA KITA HARUS MEMPERTAHANKANNYA SAMPAI AKHIR BUKAN? KENAPA KAU JADI SEPERTI INI?”
“Aku tak ingin keluargaku hidup dibawah bayang-bayang criminal, polisi, maupun organisasi ini. Aku juga telah lelah Mr. Wu. Kurasa aku tidak bisa lagi hidup di dunia seperti ini. Sekali lagi maafkan aku.”
“Tak ada lagi yang bisa kuperbuat. 92, Kill!”
Dan sesaat kemudian, pria yang diketahui bernama Mr. Xi itu pun rebah tak berdaya.

Ƃβ

Seoul, 22 Mei 1995
Suara pecahan gelas terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan tersebut. Darah menetes dimana-mana. Tampak seorang pria paruh baya tergantung tak berdaya di tengah tengah kamarnya. Di sisi lain, tampak juga seorang lelaki muda tengah menyeringai kejam dibalik wajahnya yang tertutup masker hitam. Ia berpakaian serba hitam. Secepat kilat ia pun menghilang dari tempat itu. Tak ada sedikitpun kegaduhan yang ia buat. Sekarang, ruangan itu kembali hening seperti sediakala. Angin berhembus masuk ke dalam ruangan, menerbangkan secarik kertas yang berbunyi “2022” yang merupakan satu-satuya benda yang ditinggalkan oleh pria tadi.

Ƃβ
Seoul, 23 Mei 1995
“Seorang pengusaha kaya dan terkenal, Suho Kim, telah pergi meninggalkan kita semua pada tanggal 22 Mei 2005, tepatnya pada kemarin malam pukul 22.00 KST. Jasadnya ditemukan tergantung di kamarnya sendiri. Polisi menduga bahwa korban melakukan tindakan bunuh diri. Namun, terdapat sebuah barang bukti berupa secarik kertas yang bertuliskan 2018 di tempat terjadinya peristiwa naas tersebut, sehingga masih belum bisa dipastikan apakah ini merupakan murni peristiwa bunuh diri atau pembunuhan. Saya, Park Yura, melaporkan.”
Ceklek
Layar kaca yang sedari tadi menyala tiba-tiba saja mati, karena ulah pemiliknya, Kim Jin Soo.anak lelaki itu hanya bisa mematung di sofanya sekarang. Ia memandang kosong kearah televisi yang baru saja ia matikan, sambil sesekali melihat seorang anak kecil di sebelahnya, Kim Chan Sung, yang notabene adalah adiknya. Ia tak mampu memberikan reaksi apapun pada berita kematian ayahnya. Yah, ia adalah putra sulung dari seorang pengusaha sukses bernama Suho Kim dan istrinya Choi Haneul. Namun, ibunya telah meninggal saat Chan Sung (adiknya) baru berusia 10 bulan, akibat kanker payudara yang ia derita setelah melahirkan Chan Sung. Pada saat peristiwa kematian ayahnya, adiknya, Kim Chan Sung hanyalah seorang bocah kecil berusia 5 tahun yang tentu saja tidak mengerti apa pun. Ia pun mendengus gelisah sambil mengacak rambutnya asal. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa. Ia takut jika sewaktu-waktu pembunuh tersebut datang dan mengambil nyawanya dan nyawa adiknya saat itu juga. Oleh karena itu, ia pun bergegas mengepak barang-barangnya dan barang-barang adiknya dan menggandeng adeknya keluar rumahnya secara diam-diam. Sekarang hanya ada satu nama yang terlintas dikepalanya, Byu Baek Beom.

Ƃβ

Beijing, 23 Mei 1995
Seorang pria mengeluarkan seringai kecil setelah melihat siaran berita mélalu televisi rumahnya. Pria itu, Mr. Wu, sedang menonton siaran berita bersama keluarga kecilnya istrinya, ia, dan buah hatinya, Wu Yi Fan. Ia pun menelpon salah satu nomor yang tertera di handphonenya.
“Ni hao, Mr. Huang! Ku kira kau pasti sudah menonton siaran berita pagi ini bukan?”
“Tentu saja” balas seseorang dari ujung telepon.
“Bagus, kurasa negara tersebut akan porak poranda sebentar lagi. Kau pasti tahu, siapa itu Suho Kim bukan? Ia bisa disebut sebagai dompet negara. Bahkan presiden pun kalah dengannya. Sekarang, setelah kematiannya, kita bisa dengan mudah melebarkan sayap kita disana dan masuk ke pemerintahan mereka.” Ucap Mr. Wu masih dengan seringainya.
“Kau benar sobat,tetapi bagaimana dengan anaknya?”
“Kau tak perlu memikirkannya. Anak-anaknya hanyalah dua orang bocah laki-laki ingusan yang tidak tahu apa-apa. Kudengar mereka menghilang dari rumah mereka. Baguslah, setidaknya mereka pasti akan mati saat mereka berusaha kabur dari kita. Hahaha….”
“Hmm, kita lihat saja 20 tahun mendatang Mr. Wu. Kurasa kau juga harus mulai menyiapkan anakmu untuk mewarisi perusahaanmu dan juga 6B.”
“Tentu saja Mr. Huang.” Ia menghentikan pembicaraannya sebentar dan menoleh kearah anak sematawayangnya.
“Wu Yi Fan, oh bukan, Kris Wu, akan menjadi God Father yang mengukir sejarah dalam dunia Kriminal. Bukankah begitu Mr. Huang? Dan aku juga berharap bahwa kau juga akan menyiapkan anakmu untuk membantu anakku.”
“Dengan senang hati, tuanku.”
Biip
Percakapan itu pun berakhir.
Sebenarnya, ada alasan lain yang tak dapat kukatakan, Mr. Huang. Suho Kim terbunuh bukan hanya karena tujuan kita, tetapi karena tujuanku.

Ƃβ

Kediaman keluarga Huang, 23 Mei 1995
Biip
Mr. Huang baru saja mengakhiri panggilannya dengan seseorang yang paling ia segani di dunia, Mr. Wu. Ia pun memandangi anaknya yang sedang berlatih wushu dengan bahagia. Anak itu bahkan sesekali tertawa atas kesalahan-kesalahan yang ia perbuat sendiri. Bahagia, hanya itulah yang cocok menggambarkan suasana pada saat itu. Namun, entah kenapa hati Mr. Huang terasa berat. Ada satu hal besar yang mengganjalnya hingga sekarang.
‘Apakah aku harus benar-benar membiarkan anakku menjadi seorang kriminal sepertiku?’
Ia pun muai beranjak dari posisinya dan mendekati anaknya itu. Ia mengelus kepala anak itu dengan lembut, dan mulai mengajari anak itu beberapa gerakan wushu.

Ƃβ

Kediaman keluarga Kim, 23 Mei 1995
Tuan Kim baru saja mematikan televisinya. Ia tersenyum puas atas berita yang telah ia saksikan beberapa menit yang lalu. Kematian seorang Suho Kim, seseorang yang paling sulit untuk dijangkau, bahkan oleh pejabat negara sekalipun, sehingga walaupun banyak orang yang mengincar nyawanya, ia akan tetap selamat. Sekarang bagaimana ia tidak bisa senang? Semua strategi pembunuhan pengusaha tersebut bersumber darinya, bagaimana ia tidak puas saat melihat hasil kerjanya sukses besar? Yah, walaupun bukan ia yang membunuh pengusaha itu secara langsung, dan ia tidak tahu sama sekali siapa orang yang ditugaskan sang 18 untuk membunuh pria tua itu. Namun, tetap saja ia senang. Ia yakin bahwa sebentar lagi Mr. Wu akan menelfonnya, berterima kasih padanya, dan mengatakan bahwa ia berkali-kali lipat lebih pintar dari Mr. Xi. Oh tidak, lupakan saja yang barusan. Orang sedingin Mr. Wu tak akan pernah mengucapkan maaf, terima kasih apalagi memuji, sepertinya kata-kata manis seperti itu memang sudah terhapus dari kamus kehidupannya, kecuali apabila ia memang harus mengucapkannya untuk menarik perhatian korban misalnya. Ia pun bergegas mengambil ponselnya yang berada di nakas dekat sofa dan segera menelpon seseorang.
“Annyeong Mr. Oh! Orenmaniya… “
“Annyeong Mr. Kim! Selamat atas keberhasilanmu. Aku turut senang.”
“Haha…. Sudah kuduga. Kau tidak pernah salah menyimpulkan Mr. Oh. Kemampuanmu tak pernah berubah rupanya. Kudengar kau mulai bergabung dengan 6B? Bagaimana bisa? Bukankah kau dulu mengancam akan membunuhku apabila aku bergabung dengan organisasi yang kau sebut ‘tak berhati’ itu, huh?” sahut Mr. Kim sedikit merendahkan.
“dan kemampuanmu untuk membuat orang merasa terpojok juga tak pernah berubah Kim-ssi. Ahh, aku mulai bergabung setelah mengetahui bahwa ternyata kita ini satu haluan. Kita sama-sama menentang Suho Kim. Yah, kau tau sendiri kalau aku saingan bisnisnya di Korea. Mendengar berita kematiannya membuatku bersorak saat itu juga. Aku mengetahui semua rencana pembunuhan ini Kim-ssi. Mr. Wu yang memberitahuku. Ia meminta kerjasamaku untuk membantunya masuk dan melebarkan sayapnya di sini, di Korea. Jadi, kurasa sebentar lagi kau juga akan dipindahtugaskan di Korea. Dan apabila itu bukan kau, kurasa generasi anakmu dan anak Mr. Wu lah yang akan mencoba menggenggam dan mengontrol Korea.” Jawab Mr. Oh panjang lebar
“Dan kurasa anakmu juga akan membantu mereka, Mr. Oh.”
“Tentu saja Mr. Kim. Aku akan dengan senang hati menyerahkan anakku untuk mengabdi sepenuhnya pada 6B. Kurasa dia juga akan senang. Ahh, kurasa aku harus menutup telefon dahulu. Ada klien yang ingin kutemui. Sampai jumpa lagi, Kim-ssi.”
“Tentu Oh-ssi.”

Ƃβ

Oh Company, 23 Mei 1995
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat sang pemilik ruangan harus bergegas mengakhiri percakapannya dengan seseorang melalui telepon genggam. Ia lantas mempersilahkan tamu itu masuk, dan menjamunya dengan baik. Tamu itu, tak lain adalah Mr. Byun. Byun Baek Beom. Seorang pengusaha muda yang tengah merintis karirnya, dan mencoba untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Oh Company. Pertemuan siang itu tidak buruk, setidaknya kedua perusahaan besar tersebut telah mencapai kata sepakat dan telah menandatangani kontrak kerjasama untuk beberapa tahun kedepan. Semuanya terjadi dengan lancar dan cepat, sehingga tak terasa Mr. Byun harus segera pamit dan melanjutkan kegiatannya.
Mr. Oh menyeringai puas akan kesepakatannya tadi. Ia sangat senang sekarang. bagaimana tidak? Seorang saingan bisnisnya telah mati, dan anaknya yang notabene adalah penerus sah dari perusahaannya dikabarkan menghilang, sehingga perusahaan saingannya itu sudah tidak memiliki masa depan lagi. Selain itu, sebuah proyek kerjasama besar-besaran telah berhasil ia dapatkan dengan sangat mudah. Hal ini tentu membuatnya girang bukan kepalang. Ia terus bersenandung riang seperti orang gila. Biarlah orang mengatainya gila, toh memang tidak aka nada orang yang melakukannya, karena ia sedang sendirian di ruangannya itu. Ia pun beranjak dari kursinya, dan bergegas meninggalkan ruangannya untuk pulang ke rumahnya.
‘6B, ternyata ini rahasia terbesar ayahku.’

Ƃβ

Zhang Family’s House, 23 Mei 1995
“…polisi masih menyelidiki…”
Ceklek
Seorang pria paruh baya terseyum puas dihadapan televisi yang baru saja ia matikan. Ia menyeruput perlahan secangkir kopi yang telah bertengger manis di meja di dekatnya sejak tadi. Ia puas, sangat puas.
‘Kurasa, sebentar lagi ambisi kita akan tercapai. Tunggu sebentar lagi’ batin pria itu senang.
Matanya jauh menerawang. Namun, tak dapat dipungkiri juga bahwa raut kesedihan masih membekas di wajah tampannya yang mulai menua akibat penambahan usia.
‘Kurasa tak akan lama lagi, yah tak akan lama.’

Ƃβ

Angin berhembus kencang
Tak tentu arah
Daun daun terguncang dengan hebatnya
Awan gelap mulai menghadang
Rintik hujan tak tertahankan
Inilah ucapan belasungkawa dari alam
Atas bangkitnya kekelaman

-TBC-

Holaaa….

Saya author baru disini dan ini ff pertama yang berhasil saya pubilsh di website kesayangan kita ini. Ff ini sudah pernah di post di Do Kyungsoo Fanfic Indonesia. Sama-sama baru prolognya yang di post hehe…

DItunggu komennya yaa…

Kritik sarannya juga, karena saya author baru jadi masih banyak kekurangan.

Terima kasih :))

7 tanggapan untuk “Ƃβ [Prolog]”

  1. Haii author salam kenaal~
    /aku ketinggalan nih/ /baru tau masa hehe
    Aku tertarik baca karena judulnya. Unik banget. Itu dibacanya gimana? Six beta? Hehe. Posternya minimalis tapi terkesan misterius sama ky genre nya. 😉
    Disini aku bisa simpulkan 6B ini adalah suatu kelompok? Geng? Komunitas? Yah semacam komunitas pembunuh bayaran /? Wkwk
    Dibuka dengan tembakan yang menewaskan anggota dari 6B itu sendiri yaitu Mr. Xi. Kayaknya disini si Mr. Xi ngerasa si Mr Wu udah melenceng jauh dan dia udah tau alibi nya Mr. Wu. Kenapa dia melakukan misi itu. Dan berasa sampai akhir cuman si Mr. Xi aja yang menantang Mr. Wu. Btw 92 itu siapa? /Aku sempet berpikir 92 itu salah satu dari si beagle line karena mereka lahir di tahun 92 wkwk /ini nebak doang /kayaknya salah deh /biarin wkwk
    Gak lama di susul berita yang mengatakan kalo Suho Kim meninggal, ini kerjaan 6B juga kan. Dan disini karena dia kaya dan berpengaruh jadi banyak yang pengen ngejatohin dia. Emang sebenernya disini yang jahat siapa? Hmmm /mari berpikir
    Tapi di Suho ini agak aneh, apa mungkin typo ya? diberitanya itu tanggal 22 Mei 2005 loh padahal di paragraf sebelumnya dia mati tahun 1995. jauh amat? /benerin kalo aku salah author 😉
    Salah satu bukti yang tertinggal secarik kertas bertuliskan 2022. apakah itu?
    Berasa disini semua bersatu untuk menghancurkn suho /? Padahal ky nya suho belum tentu jahat disini. Lebih curiga ke kris wu sebenernya. Apa rencana dia, apa alasan dia. Semuanya belum keungkap. Oh ya dan siapa yang ngebunuh suho juga masih misteri hohoho
    Dan disini inisial Mr. Itu apakah mereka anak exo atau ayah nya mereka, itu yang masih tanda tanya. Soalnya disini kris aka wu yi fan udah beristri dan beranak, suho pun juga. Yang lainnya ini yang masih abu-abu. Hm lagi
    Banyak yang belum muncul dan udah jelas muuter banyak pertanyaan di kepala wkwk. Namanya juga prolog 😀 okeh next nya udah ada, cus

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s