Demon Side

Demon Side

Title: Demon Side

Author: Layla Lizzle (Fracia July)

Length: Ficlet (1014 word)

Genre: fantasy

Rating: G

Cast: Sehun EXO x OC

Disclaimer:

The main cast are belong from their parents and God! But the story are pure belong from me!

Author’s Note:

Hi readers ^^ ini adalah Ficlet pertama aku 😀 Jadi mungkin diwajarkan saja yaaaa kalau masih acak-acakan 😉 ah ya! The conversation in english ya!

 

 

.***.

 

Hening. Suara nafas berat yang hanya mendominasi. Seluruh pasang mata yang ada diruangan itu saling menatap satu sama lain. Menunggu jawaban dan keyakinan lebih baik yang tidak kunjung datang.

Seorang gadis yang ada dikursi lingkaran (diantara orang-orang dengan seragam hitam dan putih) itu meremas kedua tangannya. Peluh dingin membanjiri pelipisnya. Satu jam yang berlalu terasa seperti berpuluh-puluh tahun.

“I won’t let you hurt your self anymore,” pria itu berjalan mendekati gadisnya yang tengah berdiri dengan tubuh bergetar hebat.

“Sehun please! Stop!!! Don’t come closer!” rasa takut dan khawatir menjalar keseluruh tubuh gadis itu. Ikut berdesir bersamaan dengan darahnya dan jantungnya yang semakin memompa lebih cepat.

“You need to relax sweetheart! Put down that thing now and I swear I’ll help you from ‘yourself’,” pria itu mendekati gadisnya perlahan. Mata elangnya menatap gadis itu dengan penuh harap. Lembut, sarat akan cinta dan kasih sayang.

 

“No! You can’t! I live to do this!”tubuh gadis itu semakin bergetar. Benda bergagang ditangannya itu ia condongkan semakin kedepan bergilir dengan setiap langkah yang prianya ambil untuk terus mendekat. Pasokan oksigen di ruangan itu seakan tidak cukup untuknya bernafas lebih normal dan hawa dingin yang mencekam menghilangkan kewarasannya.

 

“No! You live because you have a choice to choose! Sweetheart, trust me!”

 

“No one can stop me! I won’t hurt you Sehun so please—just go!!!”

 

“You won’t hurt me! Do you?” melihat gadisnya mengangguk membuat kedua sudut bibir pria itu berkedut, menghilangkan jejak senyum tulus yang sebelumnya terukir disana. Tapi tidak beberapa lama, gadisnya menggeleng. Membuat pria itu mengernyit bingung sekaligus khawatir. Takut akan apa yang telah terjadi bukanlah prioritasnya. Ia tidak perduli bau amis yang menutup semua penciumannya. Tubuh-tubuh menyedihkan itu banyak tergeletak dimana-mana. Dilantai, ranjang, meja, atau bahkan didalam lemari yang sedikit terbuka. Tapi pria itu tidak perduli, ia harus menyelamatkan gadisnya dari kekangan iblis.

 

“But I can’t Sehun! Just stay away from me!” gadis itu semakin menyodorkan benda ditangannya kedepan. Ini bukanlah dirinya. Batin gadis itu terus berteriak meminta pertolongan. Rasa panas dan sakit menjalar keseluruh tubuhnya. Sesuatu terasa menyelimutinya. Hasrat dan nafsu gila itu seakan tidak akan habis menjerumuskannya kedalam neraka. Bergabung disana dengan iblis didalam dirinya bukanlah hal yang gadis itu inginkan.

 

“Sweetheart look at me! Just relax okay! Take your control against yourself back!” pria itu terus berjalan mendekat dan semakin mendesak. Tatapan mereka terputus karena gadisnya memilih untuk memejamkan mata.

 

“Sehun,” gadis itu bergumam penuh kelembutan. Ketika sebuah tangan mendekapnya kedalam pelukan hangat. Merasakan aliran nafas hangat menerpa ujung kepalanya yang langsung memberi efek hingga menjalar keseluruh tubuhnya. Menyuruhnya untuk mengakhiri semua ini segera.

 

“I love you,” gumam pria itu. Bersamaan dengan mulutnya yang memuntahkan cairan pekat berwarna merah. Ia tersenyum, menunggu jawaban dari gadisnya.

 

“I love you too,” gadis itu menangis tersedu-sedu. Merasakan rasa perih yang menggerogotinya. Oksigen seakan tidak lagi berfungsi untuk membuatnya bernafas normal. Tubuh kekar didekapannya itu berangsur melemah. Detak jantung yang selalu menjadi musik favoritnya itu akan sangat ia rindukan. Suara, perlakuan dan kata-katanya yang penuh cinta akan menjadi sebuah kenangan didalam lembaran buram kehidupan gadis itu. Bersamaan dengan menghitamnya kehidupan yang tengah menunggunya didepan. Ia telah menyerah kepada kegelapan, dan menjadikannya teman. Itulah yang gadis itu miliki saat ini.

 

“Happy.now?!!!” gadis itu seperti berbicara pada dirinya sendiri. Penuh penekanan, kemarahan dan rasa sakit. Masih dengan isak tangis dan deraian air mata yang seakan tidak berniat untuk berhenti. Sama seperti cintanya pada pria yang kini berada didekapannya. Gadis itu tidak lagi mendengar sahutan nafas ataupun detak jantungnya. Hingga ia merasakan tubuhnya melemas dan terjatuh kelantai bersamaan dengan tubuh prianya. Tidak lagi ada yang namanya kewarasan. Atau bahkan iblis yang menguasai tubuhnya tidak mengenal nama itu lagi.

 

Mata gadis itu perlahan terpejam. Berharap bahwa ia tidak akan terbangun lagi setelah ini. Wajah damai dari prianya adalah satu-satunya alasan yang memaksakannya untuk tetap terjaga. Setelah kepalanya berdenyut menyebabkan pening yang mematikan diikuti dengan bau amis yang semakin menyengat dipenciuman. Gadis itu tersenyum. “I love you. I’ll always do—–“ mata gadis itupun terpejam.

 

Memori itu berputar seperti sebuah kaset klise dikepalanya. Membawanya kembali pada kenangan dan rasa sakit yang perlahan membunuhnya.

Gadis itu terdiam dalam seribu bahasa. Masih menunggu seseorang membuka mulut dan berbicara. Hingga suara ketukan palu selama tiga kali itu pun terdengar menggema ditelinganya. Ia tersenyum penuh ironi. Setelah hukuman itu dijatuhkan. Hanya hukuman kurung penjara dalam kurun waktu beberapa tahun. Yang membuat gadis itu kesal saat ini karena  ia berharap mendapatkan hukuman mati saja. Daripada harus hidup dengan penuh siksaan dan rasa sakit dari sang iblis.

Semua orang yang ada diruangan itu saling menyahut berbicara satu sama lain. Sangat ricuh. Memperdebatkan banyak hal. Tapi tidak sedikit dari mereka yang tampak tersenyum penuh kebanggaan.

Beberapa dari pria dengan seragam lengkap dan sebuah senjata api ditanganya membawa gadis itu pergi dari kursinya. Ia menunduk. Berbalik hingga kemudian melihat seorang pria dipojok ribuan kursi itu, bertubuh tinggi tegap, berambut emas, tampan, dengan mata hazel yang menatapnya. Ia tercengang untuk beberapa saat setelah melihat pria itu. Kini ia bisa merasakan hangatnya air mata penuh kerinduan yang mulai tergenang dipelupuk hingga jatuh begitu saja. Tapi tidak beberapa lama, saat para pria berseragam itu membawanya dan menempatkannya ketempat dingin itu, sudut bibirnya berkedut menampakkan seringaian yang mematikan.

“It’s not over yet!,”

~FIN

 

Boring? Me too -_- that’s why I made this ff but it’s doesn’t make me feel better (more then boring) -_-

But always! I need your feedback guys 😉

 

Thank you ^^

 

r e g a r d s,

Adm. Layla

3 tanggapan untuk “Demon Side”

  1. Bagus banget, interesting! Aku bener-bener penasaran Sehun udah ngelakuin apa sebeneranya sama cewenya, karena di atas gak dijelasin dengan detail (ya emang niat authornya gitu Rish hoho) gak berniat untuk bikin second ficlet buat cerita ini kah? Kutunggu hoho~

  2. Jadi? Si gadis itu dirasuki iblis? atau dia sakit jiwa? Lalu, pria yang terakhir dilihatnya itu, sang iblis atau Sehun??

    Ok, ff ini bagus. Feel-nya lumayan dapet kok ^_^ Keep writing 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s