Distance (Chapter 4)

Displaying distance poster 4.jpg

Tittle/judul fanfic: Distance (Chapter 4)

Author: zoey

Length: Chaptered

Genre: Romance, Entertainer’s life

Rating: PG-14

Main cast : Jui Kim (OC),,Kim jongin aka Kai, Wu yi fan aka Kris

Additional Cast: Sungyeol, Exo member, SM trainee (OC)

Disclaimer: FF ini murni muncul dr otak author sendiri ya!! Belum pernah di posting dimanapun…hehe… terinspirasi ketika author lagi kangen bgt sama galaxy fan fan.. T_T.

Author’s note: Ini FF pertama author.. di maklumi ya kalau ada typo sana sini… hehe…Enjoy reading…di tunggu kritik dan saranya….:)

***

” MWO?!! JUI !!… Jui Kim?!??”

“Sungyeol-ah kau tak bercandakan? Kau benar benar serius dengan ucapanmu?” kris bertanya sekali lagi sembari menggenggam kuat pergelangan tangan sungyeol

“hyunggg, apa aku terlihat sedang bercanda sekarang? Aku serius hyung.” Sungyeol menjawab dengan menatap tajam mata kris mengisyaratkan bahwa ia benar benar serius dengan ucapanya

Kris terduduk di lantai terkejut dengan apa yg baru saja dia dengar dari sungyeol, otot otot kakinya tak bertenaga hingga tak sanggup menopang tubuhnya yang jangkung. Di letakanya gelas wine di tanganya sembarangan di lantai.

“Sungyeol-ah aku benar benar bodoh, bagaimana aku sama sekali tak mengenalinya? Bahkan di saat saat terakhir aku bertemu denganya….bagaimana aku tidak mengenalinya sama sekali?” kris merutuki dirinya sendiri, bertahun tahun tak bertemu chaerin, gadis kecil itu memang sangat berubah sampai sampai kris tak menyadari keberadaanya selama ini begitu dekat dengannya.

“Apa chaerin tak mengatakan apapun pada hyung?” tanya sungyeol sambil mendudukan dirinya di lantai menemani hyungnya

Kris hanya menggelengkan kepala, malam ini benar benar buruk untuk kris. Ia pikir setelah keluar dari SM beban di pundaknya akan benar benar hilang dan ia akan memulai semua dari awal dengan tenang. Tapi kekhawatiranya bertambah setelah ia tau bahwa ia meninggalkan chaerin gadis kecil yang sangat ia sayangi sendirian disana. Gadis itu bahkan tak bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya,dan faktanya selama ini chaerin dapat bertahan karena ada kris, meskipun kris tak mengenalinya sudah cukup bagi chaerin untuk bertahan hanya dengan melihat kris dari jauh. Untuk pertama kalinya ia menyesali keputusanya kembali ke china.

@Smtown building

Seorang pria memakai hoody,celana dan sneaker serba hitam di lengkapi dengan topi berwarna hitam pula terlihat sangat mempesona meliukan tubuhnya mengikuti irama lagu blackpearl dari exo. dan seorang gadis hanya duduk bersila di lantai menyandarkan punggungnya pada dinding sembari sesekali memandangi jam di ponselnya. Kontras dengan penampilan si pria gadis itu hanya memakai kaos dan sneaker putih serta celana jeans pendek diatas lutut. Tak terlihat sedikit pun percakapan di antara mereka dan mereka hanya fokus pada diri mereka sendiri.

“ Yaa Kim kai! kenapa xiumin dan sehun sunbaenim belum datang? Harus tunggu mereka berapa lama lagi” kesal terlalu lama menunggu mau tak mau gadis itu membuka suara, sudah satu setengah jam mereka menunggu tapi xiumin dan sehun tak kunjung datang.

Kai menghentikan alunan music yang mengiringi tarianya, ia terlihat kaget mendengar ucapan sang gadis barusan.

“Yaak!! Jui kim!! kenapa kau bicara banmal padaku?!!” Ucap kai tak terima mendengar jui berbicara informal padanya. Ia mengambil handuk kecil untuk mengelap keringatnya, melangkahkan kakinya lebih dekat kepada jui, meluruskan kaki dan duduk tepat di samping gadis itu.

“mwo mwo mwoya!! kenapa kau duduk disini!!” ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut jui,tentu saja ia heran kenapa kai tiba tiba duduk di sampingnya.

“wae? Tak ada larangan aku duduk disini, reaksimu berlebihan” jawab kai datar sembari mengelap keringat di lehernya.

“kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa kau bicara banmal padaku?” lanjut kai kali ini ia bicara sambil menatap wajah jui.

“why not? Kita seumuran jadi aku tak perlu bicara formal padamu” jawab jui terlihat meremehkan

“cihhh! sehun bahkan lebih muda dariku dan kau memanggilkan sunbae-nim, kenapa kau hanya tak sopan padaku?” keluh kai tak terima dengan jawaban jui

“molla! Hanya saja setiap melihat mu aku tak ingin bersikap sopan” jawab jui mengejek

“wahh gadis ini keterlaluan” sindir kai membalas ejekan jui

“such a childish boy” sindir jui kembali tak terima dengan ucapan kai

“gemanhae~” lelah dengan perdebatan kekanak kanakan ini kai menghentikan perdebatanya dengan jui.

Jui pov

“ok. I’ll stop!” ucapku menuruti perkataan kai, lagi pula berdebat dengannya seperti ini benar benar ‘childish

“tapi sampai kapan kita menunggu mereka? Ini sudah hampir dua jam” keluhku kepada kai, bagaimana aku tak mengeluh sudah hampir 2 jam aku hanya memandangi jam di ponselku tanpa melakukan apapun ‘huft wasting time’

“diamlah akan ku coba hubungi mereka” ucap kai dengan santai

“MWO?!! Oh MY GOD kim kai apa otakmu berjalan sangat lambat ohh?!” ucapan kai barusan sontak membuatku emosi

“Yakk?! Hati hati dengan ucapanmu” ucap kai membalas teriakanku

“so i really wasted my time here?!! Sedari tadi kita menunggu dan kau baru mau menghubungi mereka sekarang?!” oh Tuhan aku benar benar merasa di bodohi oleh pria ini

“bukankah ini lebih baik dari pada aku tak menghubungi mereka sama sekali?” jawabnya datar

“molla molla!! Terserah kau saja!! Kurasa aku akan gila jika ku teruskan berbicara denganmu”

Kai mulai mengetik nomor di hpnya ia mulai menghubungi salah satu dari member exo.

Beep beep beep

“yeoboseyo~Hyung?” kurasa ia menghubungi xiumin sunbaenim, ia menekan tombol speaker di hpnya dan aku bisa dengan sangat jelas mendengar percakapan mereka

“jongin~ah kenapa kau baru menelforku?! aku sedari td mencoba menghubungimu, coba cek inboxmu ada berapa pesan dariku dan sehun? Ku pikir aku sudah mengirim 30 pesan lebih?!!”

“ahh~jinjja? Mian hyung kau tau aku jarang mengecek handphone ku. Hehe”

Mworago?! 30 pesan? dan ia sama sekali tak mengecek handphonenya?? Kimkaiiiiiiii!!! Aku akan membunuhmu?!!! Batinku dalam hati mendengar percapannya dengan xiumin sunbaenim

“jongin~ah buanglah kebiasaan burukmu itu,jangan membuat orang lain frustasi”

“hyung mengecek hp setiap saat itu merepotkan~ sudahlah hyung cepat katakan kenapa kau dan sehun belum datang sampai sekarang?”

“uhm suho hari ini ada jadwal on air radio tapi tiba tiba saja kondisi tubuhnya drop jadi aku harus menggantikannya untuk hari ini mungkin 3 jam lagi aku baru bisa menyusulmu pergi latihan”

“baiklah hyung, tapi dimana sehun ? setauku dia free hari ini?”

“ahh~sehun bilang ia tak mau latihan kalau aku belum datang”

“Wae?”

“molla~ hunie bilang ia tak mau mengganggumu dengan pasanganmu? Dia bilang ingin memberikanmu waktu unt…….”

“yaa yaa yaaak!! Hyung gemanhae~ kurasa anak itu sudah gila?? Sudah hyung aku tutup”

Kai menutup telfonya

“damn! Kakiku sudah berakar menunggu 2 jam dan aku harus menunggu 3 jam lagi??! Kupastikan aku akan menjadi fosil hari ini”

“joha~jadilah fosil dan setidaknya aku tak harus berdebat denganmu”

“ aigoo~ 2 jam bersamamu disini kurasa tekanan darahku naik dan 3 jam lagi bersamamu disini pasti aku aku masuk rumah sakit”

“gemanhae, mau sampai kapan mulutmu mengoceh? Cepat berdiri”

“mwo? Wae? Kenapa aku harus berdiri?”

“kau tidak benar benar mau diam saja dan menjadi fosil disini kan? Berdirilah aku sudah selesai membuat koreografi untuk bagianmu.”

“ah keudae? “ Aku belum beranjak dari duduku, rasanya masih sangat canggung untuk menari dengan kai ‘arrrgghh eotteokhae? Haruskah aku berdiri?

“yaakk apa kau tuli ? haruskah kupajang foto kris kris hyung disini baru kau mau berdiri?

“yaaakkkkk!!”

“perhatikan gerakanku baik baik dan jangan berkedip”

‘michyeoseo?! Kurasa lama lama disini aku benar benar akan gila

Kai mulai menyalakan music lantunan lagu blackpearl dari exo menjadi intro dari project dance couple kami, ia mengintruksikan dancenya padaku.

Ketika ia mulai menggerakan satu persatu bagian tubuhnya Oh god mataku tak bisa berpaling dari tubuh pria ini, gerakan tubuhnya penuh dengan gairah, ia memberikan nyawa pada setiap gerakanya,emosi yang ia masukan di setiap gerakanya mendorongku untuk masuk mengikuti emosi itu dan yang paling tak bisa ku elak adalah aku benar benar benci mengakui hal ini, aku benci mengakui bahwa aku benar benar ‘terpesona.

‘jui you’re insane~ c’mon get your right mind back. Segera ku sadarkan diriku kembali sebelum aku benar benar terpesona dengan pria es ini walaupun aku tau itu tidak mungkin terjadi tapi setidaknya aku harus membatasi imajinasiku, ‘sadarlah jui kau hanya terpesona pada profesionalitasnya

Musik tiba tiba berhenti dan akubaru sadar ternyata kai mematikan musiknya, perlahan ia mulai mendekat dan berdiri di sampingku

“kau sudah lihatkan? Sekarang mulai ikuti gerakanku”

“ eoh~” aku tidak sedang dalam pikiranku saat ini, bahkan bibirku tak sanggup mengeluarkan satu katapun. Dengan susah payah aku menjawab dan hanya kata kata itu yang saat ini bisa menutupi sdikit keteganganku. ‘it’s strange

Kai pov

“kau sudah lihatkan? Sekarang mulai ikuti gerakanku”

“eoh~” apa yg barusan ia katakan ini tak seperti jui biasanya, dia menjawab singkat dan patuh.

Aku mulai mengintruksikan satu persatu gerakan kepadanya ia mulai menggerakan satu persatu bagian tubuhnya mengikuti gerakanku. Seperti yang kuduga ia memang berbakat, aku hanya mengintruksikan sekali dan ia bisa mengikuti semua gerakanku. Tentu saja terlepas dari sikapnya yg menyebalkan, aku memang memilihnya menjadi partnerku karena aku tau jui memang sangat berbakat.

“ not bad” kataku padanya

“thats it? i think i’m doing really good “

“ciihhh kau terlalu percayadiri”

Ia tersenyum menanggapi ucapanku,’mwoya? ini pertama kalinya aku melihat jui tersenyum seperti ini di hadapanku dan entah apa yang terjadi padaku senyumanya barusan membuatku ingin tersenyum juga dalam hati.’kim kai kau harus fokus itu hanya satu senyuman gumamku pada diri sendiri

“setelah blackpearl lagu kedua moonlight” ucapku menjelaskan lagu kedua dari project ini.

“lalu apa tema dari dance lagu ini?” tanya jui meminta penjelasan padaku tentang lagu ini

“oh! tema? Emm”

“rom….mance”

Jui pov

Aku membelalakan mata mendengar perkataan kai, meskipun aku tau project ini adalah dance couple aku tetap merasa canggung ‘romance apa aku bisa melakukanya dengan pria gila ini?

“gweancanha?” tanya kai melihatku hanya terdiam tak menanggapi ucapanya

“ohh? ….ne” jawabku terbata

“baiklah kita mulai sekarang”

“right now?” haruskah aku benar benar melakukanya? Pikiranku bahkan tak berjalan saat ini, akan seperti apa jika aku melakukan dance ini dengan kai aku tak sanggup membayangkanya

“wae? Shireo?”

“ahh ani~ ok let’s do it”

Alunan musik moonlight dari exo mulai terdengar, pandangan mata kai tajam tertuju padaku, seakan akan masuk kedalam cerita lagu kai dengan penuh penjiwaan mulai meliukan tubuhnya meraih tanganku memposisikan tubuhnya untuk saling berhadapan.

‘damn apa yg pria ini lakukan? Tatapan matanya..ada apa dengan jantungku ini membuatku sesak

Satu persatu gerakan kami lakukan dan aku masih tak bisa mengendalikan kegugupanku rasanya sangat canggung, kemarin aku bahkan tak sudi menatap mata pria ini dan sekarang pria ini mendekapku penuh gairah. ada perasaan asing ketika jemari tangan pria ini mulai menyentuh tubuhku, aku merasa canggung dan apa ini? Aku merasa nyaman disaat yang sama, sentuhan dan tatapan mata pria ini justru semakin membuatku menikmati gerakan demi gerakan dari lagu ini. Seakan semakin kehilangan kesadaranku aku semakin menikmati apa yang kulakukan saat ini.

‘brukkk

“aaaww”

“yaaaa gweanchanha?!?” teriak kai ketika melihatku jatuh tergelincir. Oh my god ‘jui pabo bagaimana bisa aku tiba tiba tergelincir di saat seperti ini

“oh i’m ok i’m ok” jawabku cepat belum bangun dari posisiku terjatuh

“kau bisa berdiri?” tanya kai sambil mengulurkan tanganya

Aku ragu menyambut uluran tangannya tapi karena kakiku terasa lemas yahh mau tak mau aku menerima bantuanya, perlahan aku mencoba berdiri sambil berpegangan pada tangan kai dan ouch’ ternyata tak semudah yang kuduga damn lututku berdarah pantas saja

“ uhm lihatlah lututmu terluka”

“oh kau benar”

“anja~”

“gweanchanha, aku bisa berdiri”

“kubilang duduk saja! Obati dulu lukamu. Ini akan merepotkan kalua semakin parah.”

Walaupun cara berbicaranya menyebalkan aku hanya menuruti perkataanya, tentu saja semua yang ia katakan memang benar kalau kakiku cidera ini akan sangat merepotkan.

“kau mau kemana?”

“diamlah disitu jangan kemana mana aku akan segera kembali”

Tak lama kai datang kembali membawa first aid kit tools dan berjalan mendekatiku.

“coba kulihat lututmu”

Kulihat dengan sangat hati hati ia membersihkan luka di lututku ‘tuhan aku tak pernah melihat sisi hangat kai seperti ini

“dasar gadis ceroboh, kau tau kau mudah terjatuh kenapa masih pakai celana pendek seperti ini?! see? Lututmu jadi korban kan” ucap kai masih fokus mengobati lukaku

‘Wait? Apa yang baru saja ia katakan?

“kau? Tau darimana aku mudah terjatuh?” Ya aku memang mudah terjatuh terutama saat aku tak fokus dan kehilangan konsentrasiku, seperti yang baru saja terjadi tatapan mata kai ku akui membuatku kehilangan konsentrasi. Sadar dengan ucapan kai tentu saja aku bertanya tanya bagaimana seorang kai tau aku mudah terjatuh?

Kai sontak menghentikan kegiatanya yg sedari td ia lakukan pada lututku, seakan tak menyadari kata kata yang keluar dari mulutnya barusan ia terlihat terkejut saat kulontarkan pertanyaan itu padanya.

“wae? Kenapa diam saja?” ucapku sekali lagi ketika kulihat kai sama sekali tak membuka mulutnya.

Kai tiba tiba saja tersenyum tipis menanggapi ucapanku, terdiam sejenak untuk menghela nafas dan mulai berbicara.

“Jui~ya apa kau benar benar lupa?”…………….

TBC

6 tanggapan untuk “Distance (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s